Disclaimer : Death Note belong to Takeshi Ohbata & Tsugumi Ohba, SM Entertaintment miliknya Lee So man XD (maap om pinjem)OC milik akuh ._.
Warning : OOC, abal, gaje, typos
Thanks for Villoh yang udah setia baca ff abal ini XD hehe iya itu Ayano sama Light udah temenan dari SMA sewaktu Ayano pertama kali pindah ke Jepang. Kemampuan Ayano disini juga sama kaya Megumi di DSQ kok :3 hehe oke
happy reading
.
.
.
.
CHAPTER 7
.
Pesawat tujuan Korea - Jepang itu berhasil mendarat sempurna di Narita Airport siang ini. Ayano yang menjadi penumpang pesawat itu pun langsung keluar dari dalam pesawat dengan semangat. Sebab sudah hampir dua minggu Ayano dan member ECLIPSE lainnya melakukan promo album di Korea.
"Huah! Japan I'm home!" katanya dengan semangat dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh member lainnya. Kemudian mereka langsung menuju rumah masing-masing, sebab pihak manajemen memberikan libur satu hari untuk istirahat sebelum melaksanakan jadwal berikutnya. Ayano pun memutuskan untuk pergi ke rumahnya. Setelah melepas rindu dengan ayahnya ia pun berencana untuk memberikan kejutan kepada kedua temannya. Ia berencana berkunjung ke rumah Takada dan Light. Sesampainya di rumah Takada Kiyomi, teman dekatnya sejak SMA itu ia langsung disambut oleh ibu Takada.
"Oh, kau Aya-chan kan? " sapa wanita paruh baya itu dengan lembut.
"Iya bi, apa Takada ada di rumah?" tanyanya dengan senyuman manis. Namun sang bibi tidak menjawab ia malah berwajah agak sendu dan menyuruh Ayano untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Masuklah" kemudian meninggalkan Ayano sendirian terduduk di ruang tamu. Sementara ibu Takada membuatkan minum ke dapur.
"Silahkan" tak lama ia kembali sembari meletakan jus jeruk ke hadapan gadis itu.
"Terima kasih" Ayano tersenyum menanggapi.
"Kau sudah jadi bintang sekarang" kata bibi mencoba tersenyum lirih.
"Tidak, aku tetaplah Ayano yang dulu kok bi. Oia bagaimana keadaan Bibi?"
"Yah, seperti yang kau lihat" Bibi tersenyum lagi tapi Ayano merasa ada yang janggal dengan senyuman itu. Seperti senyum yang berusaha menyembunyikan sesuatu.
"Lalu, bagaimana dengan Takada? Kuliahnya masih lancar kan? Oia tapi dia kemana bi, apa dia sedang kencan dengan Light?" Tanya Ayano yang tidak sabar untuk bertemu dengan sahabatnya itu.
"Tidak.. dia tidak bersama Light. Kiyomi.. sudah.." dan tanpa diduga tangisan ibu Takada pun pecah. Ayano dibuat kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Bi-bibi, bibi kenapa?Apa yang terjadi?" Ayano pun menghampiri sang bibi, berlutut di hadapannya mensejajarkan tingginya agar ia bisa melihat wajah ibu Takada yang terus tertunduk sambil menangis dan secara tiba-tiba ibu Takada pun memeluk Ayano membuat Ayano semakin kebingungan.
"Tenanglah bi, ceritakan padaku apa yang terjadi" kata Ayano yang membalas pelukannya berusaha menenangkannya.
.
.
.
.
Mobil force hitam itu melaju kencang membelah jalan kota sore itu. Sang penyetir seakan tidak peduli terhadap sanksi lalu lintas tentang batas kecepatan berkendara. Yang ada difikirannya sekarang adalah cepat sampai, bertemu secara langsung dan menanyakan tentang hal yang sudah ia dengar dari sang bibi tadi. Setelah sampai di halaman rumah yang sangat megah itu, Ayano langsung turun dari mobilnya dengan terburu-buru. Menekan bel, setelah itu masuk ke dalam rumah. Menaiki lift untuk sampai ke lantai yang dituju. Pintu lift pun terbuka menampakan Ayano yang sekarang terlihat berantakan dan masih mengatur nafasnya setelah berlarian menuju lift tadi. Membuat orang-orang yang melihatnya terdiam seketika, Ayano merasa de javu dengan keadaan ini di mana ia jadi pusat perhatian di tempat yang sama.
"Aya-chan?" sebuah suara mulai menyapa dan sosok itu mendekati Ayano.
"Light.."
"Kau.. bukankah sedang di Korea? Kapan kau datang?"
"Light-kun, kenapa.. kenapa kau tidak memberi tau aku tentang Takada.." hening pun masih menyergapi ruangan itu, karena sepertinya semua orang di ruangan itu mengerti arah pembicaraan Ayano.
"Itu.. karena tidak mungkin aku.. memberitahumu Aya-chan. Kau sangat sibuk sekarang jadi.."
"Itu bukan alasan! Kenapa tidak ada yang memberiku kabar sama sekali, Bibi, Ayah bahkan kau juga!" Light hanya diam disaat Ayano menumpahkan segala rasa kekesalannya.
"Maafkan aku.." hanya itu yang mampu keluar dari mulut Light.
"Kenapa kau tega sekali Light.. Kau tega sekali!" Ayano melampiaskan rasa kekesalannya pada sahabatnya itu dengan cara memukul dada Light yang lapang.
"K-kau.. tega sekali Light! Aku ini sahabatmu kan? Kita bertiga.. bersahabatkan!?" Ayano terus meracau tak jelas karena suaranya sekarang sudah bercampur oleh isak tangis sementara Light yang masih saja dipukuli seperti itu tetep diam tidak bergeming, seolah ia pasrah mendapat ganjaran dari apa yang telah ia perbuat. Ya, ia tau perbuatannya dengan cara mengorbankan kekasihnya sendiri untuk menutupi kejahatan yang telah ia lakukan adalah sebuah dosa besar. Namun sekarang yang ia fikirkan adalah segala sesuatu butuh pengorbanan dan Light bersedia berkorban apapun demi mewujudkan dunia impiannya dengan menggunakan Death Note.
'Duk Duk!Duk!' pukulan Ayano semakin melemah, sementara isak tangisnya semakin jelas terdengar.
"Kita.. bertiga bersahabat kan Light…hiks.." hingga pada akhirnya tubuh Ayano merosot ke lantai seakan lututnya sudah tak sanggup lagi menopang berat badannya sendiri. Dan di saat yang sama tangisnya pun pecah. Hening melanda, tidak ada yang berani berkata apa pun bahkan Light. Ia hanya diam terpaku melihat Ayano yang telah terduduk di hadapannya. Bahkan hampir menyentuh sepatunya. Perasaan Ayano sungguh hancur saat mendapat kabar dari ibuTakada bahwa Takada telah meninggal dua minggu yang lalu, saat Ayano sedang berada di Korea. Bagaimana pun Takada sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri, karena sikap Takada yang sangat baik dan menjaganya layaknya seorang kakak terhadap adik kecilnya. Ayano hanya tak habis pikir kenapa berita sepenting itu ia tidak diberitahu sama sekali. Bahkan Light dan Ayahnya sendiri pun tidak memberi tahunya. Suasana masih sunyi hingga Ayano merasakan sesuatu yang hangat melingkari lehernya. Ternyata itu adalah tangan L yang entah sejak kapan sudah ada di belakang Ayano, ia berjongkok sehingga memudahkannya untuk memeluk lehernya dari belakang. Ayano hanya diam dan masih terisak. Awalnya L mengira Ayano akan menepisnya namun ternyata Ayano hanya terdiam. Meskipun isakannya semakin menjadi namun Ayano tidak memberontak justru malah menyandarkan tubuhnya kearah L. Seolah ia ingin menumpukan beban beratnya pada dada bidang itu. Dan L pun mendekapnya semakin erat tanpa berkata sepatah kata pun.
.
.
.
.
'Drrt.. drrt' bunyi getar yang berasal dari handphone Ayano langsung membuat sang empunya merogoh tasnya dan mencari handphone tersebut. Setelah ia lihat ternyata ia mendapat email yang membuatnya terkejut.
From : Ryuzaki
To : Ayano
Subject: Makan
Hari ini begitu terik, sebaiknya kau tidak lupa untuk makan siang.
Ayano langsung sweatdrop membaca email yang entah dari siapa itu. Yang jelas ia tidak mengenal dan tidak ingat pernah menyimpan kontak dengan nama Ryuzaki. Tapi tunggu.. satu-satunya orang yang ia tau bernama Ryuzaki itu adalah Hideki Ryuga yang mengaku sebagai detektif dan menuduhnya sebagai Kira. Ayano menghela nafas bagaimana bisa orang itu dengan seenaknya mencantumkan nama email di kontaknya. Jangan-jangan orang itu sempat mengutak-atik handphonenya saat ia pingsan waktu itu. Haissshh.. ingin sekali rasanya Ayano meninju wajah L yang polos itu, yang telah berani-beraninya mengutak-atik benda pribadi milik orang lain tanpa seizin pemiliknya. Tapi jika itu benar adalah Ryuzaki yang dimaksud, kenapa juga ia mengirim email yang isinya bahkan tidak penting sama sekali. Kalimatnya pun sangat tidak koheren. Ayano heran, apa orang itu ingin mencoba berbasa-basi atau apa. Yang jelas kalimatnya itu sangat basi dan tidak jelas menurut Ayano. Hey, ngomong-ngomong kenapa Ayano jadi kesal sendiri mendapat e-mail dari L. Oh, pasti karena Ayano masih teringat kejadian di kediaman L beberapa hari yang lalu. Di mana ia marah akibat berita kematian Takada yang baru ia ketahui hingga meneriaki dan memukul-mukul Light juga menangis di depan orang-orang kepolisian yang sedang berada di sana. Tak lupa tindakan L yang tiba-tiba memeluknya dari belakang dan tanpa sadar Ayano pun hilang kesadaran di pelukannya. Setelah sadar Ayano langsung diantar menuju rumahnya dan setelah sampai rumah ia dimarahi dan dinasehati panjang lebar oleh Ayahnya dan sang Manager yang ternyata mencari-cari dirinya dan mencoba menghubunginya namun handphone Ayano tidak aktif membuat mereka cemas.
"Aya-chan, sebentar lagi giliranmu" sapa salah satu kru pemotretan. Ya, kali ini Ayano sedang berada di studio untuk difoto menjadi model sebuah produk minuman.
"Iya, baiklah" Ayano pun segera bangkit, dan meletakkan ponselnya kembali ke dalam tas sebelum menjawab email dari L tersebut.
.
.
.
.
"Ha..h lelahnya" kata salah satu member girl band ECLIPS itu saat mereka kembali ke dorm.
"Istirahatlah, besok kalian ada jadwal pagi" kata Manager Han yang masih berkutat dengan berkas-berkas di tangannya.
"Baiklah kalau begitu selamat malam"
"Ya malam"
Seketika dorm pun hening saat Manager Han pulang dan semua member masuk ke kamar mereka masing-masing. Setelah masuk ke dalam kamarnya Ayano segera mandi lalu berganti pakaian dengan piyama tidur. Sebenarnya ia belum mengantuk , ia punya kebiasaan jika terlalu lelah ia akan sulit untuk tidur. Ayano mengambil handphonenya yang sejak tadi siang ia taruh di dalam tas. Ia hanya ingin mengecek apakah ada telepon atau email dari ayahnya. Tak lama ia ingat akan email dari L tadi siang. Awalnya Ayano malas untuk membalasnya, tapi berhubung ia sedang bosan dan tidak bisa tidur jadi dengan niatan 'iseng' ia membalas email tersebut.
From : Ayano
To : Ryuzaki
Subject: RE: Makan
Maaf aku baru bisa balas emailmu sekarang. Kau Ryuzaki yang Hideki Ryuuga itu? Sejak kapan namamu ada di kontak ku? Apa kau mengutak-atik handphoneku di saat aku lengah dasar tidak sopan!
'Send'
Emailpun langsung terkirim. Biar saja kalau kata-katanya langsung to the point dan agak kasar. Ayano tidak peduli karena bagaimana pun juga ia masih kesal ponselnya sudah diutak-atik tanpa seizinnya.
Tak lama ponsel Ayano berdering lagi menandakan email masuk. Pesannya dibalas! Entah apa yang harus Ayano rasakan apa dia harus senang karena dapat teman mengobrol atau heran karena masih ada orang yang masih belum terlelap di alam mimpinya di jam segini. Jam sudah menunjukan pukul satu pagi saat Ayano menoleh ke arah dinding memastikan waktu. Kemudian ia pun membuka email balasan tersebut.
From : Ryuzaki
To : Ayano
Subject: RE: Makan
Maafkan saya karena telah mencantumkan alamat email saya ke dalam ponselmu tanpa izin.
Hanya itu yang dibalas oleh L. Ayano sempat bingung untuk membalas apa lagi tapi mungkin ia juga akan sedikit berbasa-basi kali ini dan melupakan insiden-insiden beberapa minggu yang lalu. Jujur pandangannya terhadap sosok L sempat berubah semenjak pria itu memeluknya waktu itu. Bukannya Ayano merasa senang atau apa, tapi ia hanya merasa dibalik sosok L yang terlihat polos,dingin dan menyebalkan sekaligus, tersimpan sesuatu yang belum Ayano ketahui dan ia pun ingin tau. Tidak, bahkan kali ini ia harus mencari tau asal-usul dan seluk beluk seseorang jika ia ingin menjadikannya seorang teman. Teman? Apa ia baru saja memikirkan jika L bisa menjadi seorang teman yang baik?
From : Ayano
To : Ryuzaki
Subject: RE: Makan
Ya sudahlah, lupakan saja. Hei, kau belum tidur jam segini?
Tak lama L pun membalasnya
From : Ryuzaki
To : Ayano
Subject: RE: Makan
Belum, kau sendiri?
Ayano pun membalasnya dengan cepat
From : Ayano
To : Ryuzaki
Subject: RE: Makan
Aku baru pulang, dan juga tidak bisa tidur
Sampai akhirnya mereka jadi saling mengirim email dan mengobrol banyak hal seperti L yang memberitahukan kalau saat ini presentase kecurigaannya terhadap Ayano bahwa ia adalah Kira sedikit menurun. Sampai pada akhirnya L pun mengirim pesannya lagi, karena jam di dinding sudah menunjuka setengah dua pagi.
From : Ryuzaki
To : Ayano
Subject: RE: Makan
Sudah larut, sebaiknya kau istirahat
Namun tidak dibalas lagi oleh Ayano sebab ia sudah tertidur.
TBC
Read & Review please :3
