Dear Love remake
Another story about Lee Sungmin and Cho Kyuhyun
Rated : T
Genderswitch
a/n : anyeong~ hehe kali ini aku menghadirkan lagi ff yang di remake dari novel yang berjudul DEAR LOVE karya PRINCESS WG, aku suka dengan jalan ceritanya dan karena aku cinta dengan uri Kyumin maka aku meremakenya menjadikan Kyumin sebagai tokoh utama dicerita ini , ok cukup sekian kata2 pembuka dari author, c'mon like this! (ala Girl's Day)
Chapter 7
Saat kau datang mendekat sambil tersenyum padaku,
rasanya seperti semua kebahagiaan di dunia ini adalah milikku..
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
"Bawa ini." Sungmin mengeluarkan payung lipat dari dalam tasnya. Payung lipat berwarna biru langit kesayangannya, payung yang diberikan Siwon padanya,
"sebentar lagi pasti hujan deras." Kyuhyun mengambilnya.
Kemudian mereka saling bertatapan dalam keheningan, sama-sama membisu. Kyuhyun ingin membuka mulutnya, mengucapkan apa yang ada di hatinya saat ini, tapi bibirnya malah terkatup rapat.
"Ya sudah kalau begitu," Sungmin menekan bel di gerbang rumahnya,
"aku masuk dulu ya. Sampai bertemu lagi besok."
"Uhm…Sungmin.."
"Hm ?"
Kyuhyun menimbang-nimbang, ragu. "Tidak apa-apa. Sampai bertemu lagi besok."
Ia tersenyum tak berdaya melihat Sungmin meninggalkannya masuk ke dalam rumah.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Sungmin pulang ke rumah diam-diam, ia menyembunyikan wajahnya, terutama pada memar di sudut bibirnya. Jika ada yang menanyakannya, ia berdalih kalau tadi dia tidak hati-hati jatuh di tangga dan membentur tiang.
Tapi appa toh tetap bisa melihatnya. Appa menahan rasa cemasnya di dalam hati. Ia melihat jelas dengan siapa Sungmin pulang malam-malam begini, lagi-lagi dengan anak berandalan itu. Dan keadaan anak itu juga tidak kalah buruknya, bahkan lebih parah dibandingkan Sungmin. Orang paling tolol sekalipun pasti tahu kalau luka-luka itu diakibatkan dari perkelahian.
Tapi pertanyaan yang berkecamuk di benak appa adalah apakah putrinya juga terseret dalam perkelahian itu? Kenapa putrinya sekarang bergaul dengan berandalan itu ? Kenapa sejak saat Sungmin tidak pulang semalaman, sekejap saja ia sudah menjelma menjadi sosok yang lain yang seolah-olah menyimpan sejuta rahasia ?
Dan tiba-tiba saja appa dilanda ketakutan. Ia tidak ingin Sungmin bergaul lagi dengan anak berandalan itu.
Keesokkan harinya di sekolah…
Heechul meninggalkan ruangan OSIS dengan malas-malasan. Ia mengambil ponselnya dari dalam tas, mengamati puluhan delivery report yang masih berstatus pending sejak kemarin. Heechul tidak percaya orang seperti Kyuhyun tidak mengaktifkan ponsel selama seharian penuh. Lalu ia menekan nomor Kyuhyun, segera memasang telinga baik-baik menanti suara jawaban Kyuhyun. Tapi malah masuk mailbox. Heechul kesal bukan main. Ditendangnya sampah botol minuman yang tergeletak di depan sepatunya.
Lalu samar-samar ia mendengar suara canda tawa dari seberang sana. Suara tawa yang tidak asing baginya. Heechul menoleh, ia melihat Sungmin bersama Sunny dan Baekhyun sedang asik bercanda di kelas mereka yang kosong. Heechul agak terkejut melihat lebam merah di pipi kiri Sungmin. Diam-diam hati kecilnya tergerak untuk sekedar mencari tahu apa yang terjadi pada Sungmin sampai memar begitu. Tapi gengsinya kembali menguap, mengalahkan seluruh perasaannya.
Untuk apa! Dia ingin jungkir balik sekalipun, itu bukan urusanku!
Heechul tersenyum pahit pada dirinya sendiri,
aku tidak akan peduli lagi dengannya! Memang lebih baik begini, siapa suruh waktu itu dia membentakku!
"Heechul-ah." Siwon datang sambil membawa 2 helm motor, ia menyodorkan helm itu pada Heechul, "Kajja."
"Kajja."
Heechul segera menarik Siwon pergi dari situ, daripada nanti Siwon melihat Sungmin dan malah memanggilnya ke tempat mereka. Siwon tidak perlu tahu tentang masalah antara mereka berdua, Heechul yakin betul Siwon bisa kalang kabut jika sampai ia tahu.
Lagipula Heechul tidak mau Siwon tahu apa-apa tentang Kyuhyun sang gebetan barunya.
"Chagi, ke kantin dulu . Aku ingin membeli minum sebentar."
Heechul mendatangii salah satu stand di kantin sekolah dan membeli satu botol air mineral dingin. Lalu tiba-tiba saja Siwon datang terbirit-birit padanya.
"Hey, namjachingu Sungmin datang!" seru Siwon sambil tertawa.
"Apa?"
"Itu …" Siwon menunjuk ke depan tempat parkir motor, di situ berdiri seorang namja yang tidak asing lagi bagi Heechul.
Heechul nyaris memuntahkan minumannya. Tersedak kaget melihat Kyuhyun ada di sekolahannya sekarang. Ia senang karena menyangka Kyuhyun datang kemari khusus untuk bertemu dengannya. Aah…senangnya….
Tapi kemudian kata-kata Siwon tadi membuatnya kaku.
"Siapa tadi kau bilang ? Namjachingu Sungmin?"
"Iya, waktu itu dia juga pernah datang ke sini untuk bertemu Sungmin. Aku sempat mengintip sebentar , sepertinya dia mesra sekali dengan Sungmin. Lalu setelah itu Sungmin pergi bersamanya. Aku tidak pernah tahu jika Sungmin ternyata sudah memiliki kekasih , kenapa dia tidak pernah bercerita padaku ?"
"Tidak, itu bukan kekasih Sungmin."
Tapi...tunggu sebentar...
Heechul tercekat saat melihat Sungmin tiba-tiba muncul di tempat itu. Sungmin memang tidak menyadari keberadaan Heechul maupun Siwon, tapi Heechul bisa melihat dengan jelas dengan mata kepalanya sendiri saat Sungmin menghampiri Kyuhyun. Raut wajah Kyuhyun terlihat bebeda, ia langsung tersenyum dan mengucapkan sesuatu pada Sungmin. Sungmin hanya mengangguk kecil, lalu mereka pergi. Bersama-sama…dan Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin….
"Benar apa kataku…..itu memang namjachingunya Sungmin. Wah….Sungmin harus diberitahu , masa memiliki namjachingu tidak cerita-cerita ?" Siwon tertawa.
"…"
"Apa mungkin dia malu ? Tapi namjachingunya lumayan juga."
"Siwon, kita pulang . Sekarang juga."
Heechul menyambar tasnya pergi dari tempat itu secepat mungkin, ia tidak mengacuhkan Siwon yang memanggilnya dengan nada kebingungan. Ia ingin segera pulang…..menghapus semua peristiwa tadi yang terekam dalam otaknya…ia ingin mencuci otaknya jika perlu….ia ingin berteriak…ingin menjerit…ingin berlari mengejar mereka….ia ingin marah….
Sungmin, kenapa kau tega berbuat ini padaku ?!
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Saat pertama kali melihat Kyuhyun berdiri seorang diri menunggunya, Sungmin sempat tersenyum dalam hati. Ia sekuat tenaga menahan tawa sewaktu berhadapan muka dengan Kyuhyun.
Kyuhyun, si manusia blonde itu, secara ajaib sudah mewarnai rambutnya menjadi hitam dan memotongnya rapi (a/n : Kyuhyun jaman Bonamana :D ). Meskipun wajahnya sudah babak-belur sana-sini akibat perkelahian kemarin, tapi ia terlihat lebih bersih, lebih fresh, lebih tampan. Ia terlihat berbeda...
"Kenapa senyum-senyum terus dari tadi?" tanya Kyuhyun saat mereka berjalan keluar dari sekolah.
"Ta…tampangmu itu….HAHAHAHAHA" Sungmin tertawa lepas,
"ada apa dengan rambutmu ?"
"Kau sendiri yang mengatakan, jika aku mau menjadi namjachingumu aku harus mengubah gaya rambutku."
"Kapan aku mengatakan begitu ?"
"Ada, sewaktu kau sedang mabuk. Mungkin kau sudah lupa ya ?"
"Tapi begini memang jauh lebih baik. Kau terlihat lebih rapi."
"Tambah tampan tidak?"
Senyum Sungmin memudar, "Bisa tidak, jangan terlalu percaya diri ?"
Sungmin tidak pernah mengerti kenapa banyak yeoja, terutama Heechul, tergila-gila pada Kyuhyun. Padahal menurutnya Siwon jauh lebih keren.
"Oh iya, ini payungmu."
Sungmin membelalak tak percaya melihat payung yang disodorkan Kyuhyun padanya. Itu bukan payung butut biru langit pemberian Siwon! Payung lipat yang disodorkan Kyuhyun berwarna merah, dan masih baru.
"Ini bukan payungku! Payungku berwarna biru langit."
"Maksudmu payung jelek itu ? Aku sudah membuangnya. Ini kugantikan dengan yang baru, lebih bagus."
"A…apa ? Kau buang ? Payungku kau buang?!" Sungmin panik,
"itu payung kesayanganku! Itu payung yang sangat berarti bagiku, aku selalu menyimpannya meskipun sudah rusak!"
"Itu kan hanya payung yang sudah kuno…"
Sungmin tidak bereaksi, perutnya melilit membayangkan payung pemberian Siwon sudah bergabung dengan sampah-sampah lain di tempat pembuangan.
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Kenapa kemarin aku harus meminjamkan payung itu padanya !?
Tiba-tiba saja Sungmin merasa menyesal.
"Baiklah….baiklah….aku salah, aku minta maaf. Aku tidak tahu jika payung itu, ternyata sangat berarti bagimu. Aku benar-benar tidak tahu. Ini aku gantikan dengan yang baru. Aku mohon jangan marah lagi."
Sungmin tetap tidak bereaksi. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Sebagian hatinya jengkel setengah mati pada Kyuhyun, sebagian lagi sedih karena kehilangan barang pemberian Siwon. Ia tidak bergeming meskipun Kyuhyun terus membujuknya dengan kata kata manis. Hingga akhirnya Kyuhyun mau berjanji,
"Baik, begini saja…aku berjanji pulang nanti aku akan mengobrak-abrik tempat sampah untuk mencari payung itu. Jika perlu aku akan mengendus-ngendus ke semua tempat pembuangan sampah untuk mencarinya." Kyuhyun menggerak-gerakkan lubang hidungnya, lucu.
"Aku pasti akan menemukan payungmu. Nanti kukembalikan."
"Kau harus menemukannya, apapun caranya aku tidak peduli."
"Iya…aku berjanji."
Akhirnya setelah dipaksa, Sungmin mau juga tersenyum cemberut. Kyuhyun lega. Ia menggengam erat tangan Sungmin sambil tersenyum,
"Jangan marah lagi ya, aku ingin membawamu ke suatu tempat. Kau pasti akan suka."
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Sungmin susah payah memanjat tembok tinggi pembatas yang memisahkan taman itu dengan tanah kosong tempatnya berpijak. Ia tidak mengerti kenapa Kyuhyun bersikeras mau mengajaknya masuk ke dalam. Ini namanya bukan masuk, tapi menerobos.
Taman itu sudah ditutup sejak pertengahan bulan lalu, Sungmin sendiri tidak pernah datang ke sini sewaktu masih dibuka, ia juga tidak tahu kenapa harus ditutup. Sejak taman itu ditutup, tidak ada seorang pun yang diperkenankan masuk dan tidak ada seorang pun yang mau merawatnya.
Brukk….Sungmin mendarat tidak terlalu mulus di atas dedaunan kering. Ia bangkit berdiri sambil menepuk-nepuk bajunya yang kotor. Beberapa saat kemudian Kyuhyun sudah menyusulnya. Ia melompat santai di depan Sungmin sambil tertawa.
"Kenapa kita harus masuk ke sini? Tempat ini kan sudah ditutup!"
"Aku tahu, tapi aku akan membawamu keliling."
"Kau ini…kenapa sih selalu membawaku ke tempat yang aneh-aneh ? Pertama ke diskotik, lalu ke restoran sarang mafia itu, sekarang ke sini! Tolong bawa aku ke tempat yang normal sekali-kali!"
"Tapi tempat ini bagus, ya….dulunya memang." Kyuhyun menatap sekelilingnya,
"tapi aku jamin kau pasti akan suka. Ayo, aku akan membawamu melihat-lihat."
Kyuhyun meraih tangannya dan mulai membawanya menelusuri taman kosong itu. Keadaan taman ini tidak terlalu bagus, juga tidak terlalu jelek. Mungkin karena sudah tidak terawat lagi maka taman itu jadi berkesan semerawut. Tapi pohon-pohon rindang masih menaungi sekeliling taman, kokoh tak tergoyahkan seakan-akan mereka akan selalu hidup untuk mengisi kekosongan tempat itu. Cahaya matahari sore menembus pepohonan, samar-samar menampakkan rona merahnya yang indah.
Sungmin mengamati beberapa bangku kayu yang kondisinya sudah benar benar tidak terurus, tertutup ranting dan dedaunan kering. Tapi Sungmin sempat tersenyum saat melihat ukiran ukiran yang pernah digoreskan beberapa pasangan yang kasmaran saat mereka duduk di bangku itu dulu.
Tiba-tiba saja Sungmin merasa damai. Dihirupnya udara sejuk dalam-dalam, dinikmatinya suara kicauan-kicauan burung yang merdu bak nyanyian sore abadi.
"Aku sering sekali ke taman ini waktu kecil, biasanya aku hanya sekedar duduk-duduk saja sambil melamun. Di sana ada danau, jika sudah sore pasti indah sekali. Aku tidak pernah menyadari betapa indahnya tempat ini sebelum tempat ini ditutup, heran ya."
Kyuhyun membawanya ke depan danau yang kondisinya tidak terlalu baik. Tapi suasananya begitu damai.
"Kau tahu? Dulu orang-orang mengatakan jika kita melempar koin ke danau ini dan meminta permohonan apa saja, pasti akan terkabulkan."
Sungmin menoleh padanya, "Dan kau percaya?"
"Tidak."
Keduanya membisu, tenggelam dalam lamunan masing-masing.
"Bagaimana kalau kita coba saja?" cetus Kyuhyun tiba-tiba, ia jongkok ke bawah dan mengambil 2 batu kerikil kecil untuk mereka,
"tidak ada koin, batu pun jadi. Ayo, mintalah apa saja, tidak ada salahnya kan?"
Sungmin tersenyum-senyum sendiri mengambil kerikil itu. Ia menimbang-nimbang apa permintaannya.
Hoop! Tanpa aba-aba Kyuhyun melempar kerikil itu jauh-jauh hingga tercemplung ke dalam air danau. Ia tersenyum.
Aku ingin dia mengetahui perasaanku…
Sedetik kemudian Sungmin menyusul.
"Apa permintaanmu?" tanya Kyuhyun ragu.
Sungmin tersenyum misterius, "Rahasia. Siapa tahu nanti jika aku beritahu jadi tidak bisa terkabulkan lagi." Lagi-lagi ia tersenyum,
Aku ingin semua masalahku dengan Heechul selesai, aku ingin Siwon selalu bahagia, aku ingin segera lulus sekolah dan kuliah di luar.
"Bagaimana jika kita membuat perjanjian?"
"Perjanjian apa?" Sungmin menatapnya heran.
"Tempat ini akan menjadi tempat pertemuan kita setiap kali kita saling merindukan. Kalau kau merindukanku, datanglah ke tempat ini. Dan kalau ternyata kita bertemu di sini, berarti ternyata hati kita memang sedang saling merindukan."
"Baik." tapi Sungmin ragu apa ia akan pernah merindukan cowo itu.
Tak lama kemudian Kyuhyun menoleh padanya,
"Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu. " Kyuhyun tiba-tiba berlari kecil meninggalkannya, kemudian menghilang sebentar.
Sungmin menunggunya dengan sabar meskipun ia lebih senang kalau tidak sendirian di tempat sepi ini. Diamatinya riak-riak air danau yang tenang hampir tidak bergerak, kemudian mendongak menatap gumpalan awan kemerahan yang menutupi langit sore. Angin sepoi-sepoi menerpa memainkan rambutnya. Ia tersenyum penuh arti, berharap bisa selalu menikmati sore seperti ini.
Lalu ia mendengar derap langkah kaki, ia menoleh dan melihat Kyuhyun kembali padanya sambil membawa setangkai mawar merah liar yang hampir layu. Sungmin benar-benar tidak menyangka, tapi ia senang. Tanpa sadar ia tersenyum melihat bunga itu. Kyuhyun mendekati Sungmin sambil membawa mawar itu padanya.
"Sudah hampir layu, tapi tadi aku sudah menelusuri seisi taman ini dan ternyata bunga inilah satu-satunya yang masih hidup. Kuharap kau mau menerimanya."
Sungmin menutup bibirnya dengan tangan, setengah mati menahan senyum.
"Aku tahu aku memang bukan namjachingu yang baik, juga bukan yang seperti kau idam-idamkan. Tapi aku sungguh beruntung bisa bersama denganmu saat ini."
Aku memang si tolol yang beruntung…sangat beruntung…..
"Kau ini kenapa sih?" Sungmin terkikik, berusaha sekuat tenaga agar tidak tersenyum terlalu banyak. Mulutnya ditutup lagi sebelum tawanya nanti meledak.
"Kejadian kemarin membuatku sadar sebenarnya kau itu sangat berarti bagiku. Aku tahu mungkin kau tidak merasakan yang sama padaku. Mungkin sekarang kau ada di sini bersamaku tapi hatimu sedang bersama yang lain. Aku benar-benar menyesal sudah menyeretmu ke dalam banyak masalah, maafkan aku untuk semuanya tapi aku tidak pernah bermaksud membuatmu terluka. Aku ingin selalu menjagamu.."
Sungmin membisu diam. Ia baru sadar Kyuhyun ternyata serius. Entah mengapa tiba-tiba saja saat ia bertatapan mata dengan Kyuhyun, ia baru menyadari hal-hal kecil dari namja itu yang selama ini yang tidak ia perhatikan, sepasang matanya yang teduh, lekuk wajahnya yang sempurna, hidungnya yang mancung, rambut berantakannya yang kini sudah lebih rapi….
"Lee Sungmin, bolehkah aku selalu bersamamu?"
Ia menyerahkan mawar itu pada Sungmin, meski ragu tapi Sungmin mau menerimanya. Meskipun sudah hampir layu tapi Sungmin terharu, ia belum pernah diberi mawar oleh siapapun. Ia lebih terharu lagi karena Kyuhyun sampai menjelajahi seisi taman ini hanya untuk mencarikannya satu-satunya mawar yang masih hidup.
Saat itu tiba-tiba saja Sungmin melupakan semua masalahnya, lenyap tak berbekas meski hanya untuk sementara. Ia lupa masalahnya dengan Heechul, ia lupa traumanya akan perkelahian kemarin, ia lupa tentang payung pemberian Siwon yang dihilangkan Kyuhyun, ia lupa dengan betapa menyebalkannya Kyuhyun itu. Yang menari-nari di pikirannya hanyalah detik ini, saat ia meresapi semua keheningan milik mereka.
Entah kenapa Sungmin merasa ada yang lain di dadanya, ia tidak mengerti mengapa jantungnya berdegup kencang saat ini. Kemudian ia tersenyum. Saat itulah saat yang tidak akan dilupakan Kyuhyun. Sungmin tersenyum padanya untuk pertama kali. Hanya untuknya.
TBC
Chapter 7 datang~~
Kyumin moment kyumin moment hehe
Kyupilnya udah engga blonde lagi kaaan ? Udah cakep kaaan ? Udah dooong #ditabok
Yang nanyain Heechul , tuuuh nongol juga kan uri Cinderella J #tunjukatas
Ada yang nanya ini remake apa bukan, hmm.. dari judulnya aja udah ada tulisan remake, terus kan di setiap awal cerita ada author note nya dan disitu udah di jelasin dengan cukup jelas sayangkuu, jadi ini ff emang remake dari novelnya princess WG cuma disesuaikan dengan tokohnya^^
Gomawo buat yang udah review, review lagi nde^^
Last, RnR juseyo~~
