I CHOOSE TO LOVE YOU
Cast: Kelas 1: Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Huang ZiTao, Oh Sehun, Kim Jongin
Kelas 2: Park Chanyeol, Kim Jongdae, Zhang Yixing
Kelas 3: Kim Minseok, Xi Luhan, Wu Yifan, Kim Joonmyeon
High School romance. Boys Love. Yaoi. EXO OTP. Banyak typo bertebaran dimana-mana. Cast bukan milik saya. Saya hanya menggunakan nama mereka sebagai imajinasi liar saya. Cerita murni dari otak saya. Jika ada kesamaan karakter, tokoh dan kejadian itu hanya kebetulan. Cerita yang udah mainstream. No Plagiat! Dont Bash! No Silent Readers! Hargai semua kerja keras saya. DLDR. RnR
.
.
Enjoy
.
.
Dont forget review
.
.
Happy Reading
.
.
.
CHAPTER 7 :KIM FAMILY
Desas-desus menyebar lebih cepat dari yang Joonmyeon perkirakan. Kabar mengenai Jongin yang kabur dari rumah tiba-tiba saja menyeruak kepermukaan dan menggegerkan seisi sekolah. Ia tak tau dari mana kabar itu yang seharusnya rahasia bisa menyebar begitu saja. Dan hal ini akan sangat merugikan baginya karena keluarga besar Kim akan segera mengetahuinya dan mengerahkan tim pencari untuk menemukan Jongin.
Joonmyeon memijit pelipisnya. Masalah adik bungsunya selalu bisa mengalihkan semua perhatiannya. Saat ini ia sedang mengawasi anggota tim vokal latihan tapi pikirannya tak bisa fokus. Jongdae yang sedari tadi memperhatikan Joonmyeon diam-diam menjadi sedikit khawatir. Ia merasa kasihan kepada hyungnya yang selalu menanggung semua kenakalan dirinya dan Jongin. Jongdae salut mempunyai kakak seperti Joonmyeon karena ia selalu sabar dan perhatian kepada adik-adiknya. Joonmyeon tak pernah marah walaupun adik-adiknya membuat onar dan ia yang terkena hukuman.
Jongdae memberikan waktu break untuk anak kelas satu yang sedang latihan vokal. Lalu menghampiri Joonmyeon yang berada dipojokan ruangan dengan ponsel yang selalu berada dipegangannya. Joonmyeon tak menyadari jika Jongdae sekarang tengah menatapnya.
"Aku kecewa hyung lebih menduakan latihan vokal hanya karena masalah lain. Bukankah hyung sendiri yang membuat peraturan jika selama latihan harus selalu fokus dan meninggalkan masalah lain" ucap Jongdae datar.
"Eoh? Mian, Jongdae-ya" sesal Joonmyeon.
"Tenang saja hyung. Kau tau sendirikan Jongin seperti apa. Ini bukan yang pertama bagi kita" tutur Jongdae menyemangati hyungnya.
"Gomawo" balas Joonmyeon dengan senyuman angelicnya.
Jongdae meninggalkan Joonmyeon dan bersiap memulai latihan vokalnya lagi. Pintu ruang musik dibuka dan menampilkan sosok namja imut dengan dimple di pipinya. Namja itu masuk dan melihat kearah Jongdae. Jongdae memberi isyarat kepada namja itu untuk mendekati hyungnya yang kemudian diangguki olehnya. Namja itu mendekati Joonmyeon yang kembali mengalihkan pandangannya ke ponselnya.
Namja itu berjongkok didepan Joonmyeon dan tersenyum manis. Joonmyeon yang terkejut langsung membalas senyuman pemuda itu. Tangannya terulur mengusap pelan surai namja itu. Tak ada yang bisa menenangkannya selain namja yang dihadapannya saat ini. Namja itu selalu saja membuatnya merasa nyaman dengan segala tingkahnya.
"Gwenchanayo, ge?" tanya pemuda itu.
"Angwenchana, Xing-ah" jawab Joonmyeon.
Namja yang dipanggil Xing oleh Joonmyeon atau bernama lengkap Zhang Yixing itu bergerak memeluk Joonmyeon untuk memberi energi positif kepada namjanya. Joonmyeon membalas pelukan Yixing yang hangat dan keibuan itu. Keduanya larut dalam kehangatan masing-masing dan melupakan tempat dimana mereka berada.
"EHEM! Jika kalian ingin bermesraan bukan disini tempatnya hyung!" sebal Jongdae karena sesi latihannya benar-benar banyak gangguan hari ini.
Sontak Joonmyeon dan Yixing melepas pelukan mereka. Keduanya malu karena terpergok bermesraan didepan juniornya. Dengan cepat Yixing keluar ruang musik dengan menggumamkan kata maaf berkali-kali dan membungkukkan badannya.
"Maafkan aku karena mengganggu latihan kalian. Silahkan dilanjutkan" ucap Joonmyeon tak enak hati dan segera menyusul Yixing.
"YAK! YAK! Fokuskan pikiran kalian! Akan kuberi hukuman jika nada yang kalian ambil salah saat evaluasi nanti!" marah Jongdae kepada hoobaenya.
.
.
.
.
.
Disebuah ruangan terlihat seseorang sedang duduk bersantai dimeja kerjanya. Orang itu duduk menghadap keluar jendela dengan ponsel yang berada ditelinganya.
"Kau sudah mendapatkan semua datanya?"
"..."
"Bagus. Kirimkan kepadaku dan hapus atau simpan rapat-rapat data itu. Aku tak ingin ada orang yang bisa menemukan data itu. Biarkan data itu seperti tak pernah ada dan biarkan semua berjalan sesuai dengan alurnya"
"..."
"Aku mengandalkanmu. Aku tak ingin semua ini terbongkar lebih cepat"
"..."
Pip
Orang itu beranjak dari kursinya setelah mematikkan sambungan teleponnya. Langkahnya bergerak menuju jendela ruangannya. Suasana asri yang ia rancang sendiri terhampar luas didepan matanya. Sebuah senyuman manis atau licik mungkin terukir diwajahnya. Jika sudah berekspresi seperti itu pasti ada sesuatu yang menyenangkan hatinya atau akan ada kejadian menarik yang tak terduga.
.
.
.
.
Kyungsoo dan Baekhyun berjalan menyusuri lorong sekolah yang sudah mulai sepi karena sekarang sudah terlalu malam untuk para siswa berada disekolahan kecuali yang sedang ada jadwal latihan. Seperti Baekhyun dan Kyungsoo yang baru saja menyelesaikan latihan mereka. Keduanya dibiarkan pulang lebih awal karena lulus dalam evaluasi harian dan itu artinya Kyungsoo dapat bekerja besok dan lusa. Suara mereka sudah tak perlu diragukan lagi.
"Kau tau kemana perginya Jongin, Baek?" tanya Kyungsoo tiba-tiba.
"Aniyo. Kata anak-anak dia kabur dari rumah. Waeyo?" jawab Baekhyun yang penasaran dengan pertanyaan Kyungsoo.
"Ani. Hanya saja ini sudah tiga hari ia tak masuk sekolah. Sangat disayangkan ia ketinggalan pelajaran" bantah Kyungsoo ngeles saat tau jika Baekhyun sedang curiga kepadanya.
"Dia itu keponakan pemilik sekolah ini, Kyungie. Jadi tak masalah baginya" balas Baekhyun santai.
"Benarkah? Berbeda dengan aku yang jika tertinggal akan susah untuk mengejar"
"Eiy~~~ Apa yang kau katakan? Kau itu murid terpintar disekolah ini. Bahkan kau mendapat beasiswa khusus. Mana mungkin kau kesulitan"
"Mungkin kau benar"
"Ish...sikapmu yang seperti ini sangat menyebalkan tau! Terkadang kau merasa minder dan berbeda kemudian dengan cepatnya kau berlagak sombong"
"Jika kau tak suka tak apa. Aku suka dengan diriku yang seperti ini"
Setelah mengucapkan itu Kyungsoo berjalan cepat meninggalkan Baekhyun yang cengo. Kyungsoo benar-benar memiliki kepribadian yang unik. Oleh karena itu Baekhyun senang berteman dengan Kyungsoo. Menurutnya, Kyungsoo dan dirinya pas sekali jika berteman. Dan karakter Kyungsoo cocok dengan karakternya.
.
.
.
.
.
"Anak itu kabur lagi?! Apa dia belum puas diasingkan ke Jepang?!" marah Heechul.
"Eomma..." panggil Luhan dan memegangi tangan Heechul yang berada dipinggang.
"Apa selama ini dia merasa kurang? Kenapa selalu menyusahkan saja!" cibir Heechul.
"Chagi...tenanglah. Tekanan darahmu akan naik lagi jika kau terus-terusan marah" bujuk Hangeng sambil menarik tangan sang istri untuk duduk.
Heechul menuruti suaminya untuk duduk. Diusap-usapnya tangan Heechul untuk memberikan kenyamanan. Nafas Heechul masih naik turun. Emosinya juga tak banyak turun bahkan rasanya ia sudah ingin meledak-ledak saat ini. Untung ada suaminya yang bisa meluluhkan hatinya walau sedikit.
"Ini semua juga termasuk salah ahjumma" kata Jongdae tiba-tiba.
"Mwo?!" teriak Heechul tak terima dan memicingkan matanya.
"Ahjumma terlalu mengekang dengan segala peraturan yang ada" imbuh Jongdae.
"Itu semua agar tak membuat derajat seorang Kim turun! Kalian harus mengikuti segala hal-hal yang harus dilakukan seorang Kim!" ucap Heechul keras kepala.
"Tapi itu membuat kami jadi tak nyaman menikmati hidup!" eyel Jongdae.
"Saat kalian sukses kalian akan menikmatinya. Jadi bersabarlah! Semua ada waktunya!"
"Kita masih muda, ahjumma! Kita layak mendapatkan masa muda kita!"
"Kau tak tau apa-apa tentang masa muda Kim Jongdae!"
"Jangan samakan kami dengan ahjumma! Kami bukan ahjumma!"
"KAU!"
Heechul berdiri dengan menunjuk Jongdae yang duduk disebrangnya. Suasana tegang tercipta saat kedua Kim itu beradu mulut. Sedari dulu Jongdae dan Heechul memang tak pernah satu pikiran. Hanya Jongdae dan Jongin yang mampu melawan Heechul dan membantah setiap kata-katanya. Berbeda dengan Joonmyeon dan Luhan yang hanya diam mendengarkan setiap perkataan heechul walaupun sesungguhnya mereka berdua kurang setuju dengan pendapat Heechul.
"Sudah berlangsung ternyata. Aku ketinggalan bagian apa?"
Seorang wanita masuk ruang keluarga di kediaman keluarga Kim dengan seorang namja paruh baya yang berada dibelakangnya. Wanita itu tak memperdulikkan tatapan garang dari sang kakak yang sedang emosi. Dengan santainya, ia duduk dan mengamati satu per satu keponakannya.
"Biar kutebak…Pasti sedang mempersalahkan peraturan keluarga Kim dan kebebasan bukan?" tanya wanita itu.
Luhan mengangguk sebagai jawaban. Heechul enggan bicara dan memalingkan mukanya.
"Kenapa harus selalu itu yang dibahas? Yang lain saja. Aku sudah bosan mendengarnya" keluh wanita itu.
"Diam kau Kim Hyeoyeon! Kau selalu datang disaat yang tidak tepat!" cerca Heechul.
"Oops…Sorry" balas wanita itu –Kim Hyeoyeon.
"Sudahlah….Aku lelah melihat kalian bertengkar" lerai Kim Sooman.
"Jadi…Jongin kabur lagi? Sejak kapan?" tanya Sooman melanjutkan perkataannya.
"Sudah sejak tiga hari yang lalu halabeoji" jawab Joonmyeon.
"Lalu kenapa baru sekarang kabarnya terdengar?" tanya Sooman lagi.
"Itu karena saya tak ingin menimbulkan kehebohan dan sebisa mungkin saya mencari keberadaan Jongin sendiri" jawab Joonmyeon sopan.
"Dan sekarang, kau telah menimbulkan kehebohan, Kim Joonmyeon! Harusnya kau memberi tahu kami secepatnya! Kabar ini sudah menyebar keseluruh sekolahmu" ketus Heechul.
"Aku sudah mengarahkan beberapa anak buahku untuk mencari Jongin. Jadi tak perlu khawatir lagi" ucap Hangeng.
"Baiklah. Kalau begitu masalah selesai. Kita tunggu hasil pencarian dari Hangeng" tutup Sooman.
"Geundae, Appa! Kita tak bisa membiarkan Jongin selalu berbuat seenaknya seperti itu! Itu akan menurunkan reputasi keluarga kita!"
"Lalu kau mau membuangnya kemana lagi, Oppa? Ke Afrika? Eropa? Sampai kapan?" cerocos Hyeoyeon.
"Hingga dia sadar dengan semua kesalahannya dan berperilaku layaknya seorang Kim" jawab Heechul cuek.
"Dia bukan kau, oppa. Jangan terlalu mengekangnya. Semua orang punya cara masing-masing untuk menjadi seorang Kim" sindir Hyeoyeon.
"Aku akan tetap melakukan sesuai caraku. Terserah dia mau menerima atau tidak!"
"Kau bukan orang tuanya! Yesung oppa dan Ryeowook oppa tak pernah mempermasalahkannya. Kenapa harus oppa?" sengit Hyeoyeon.
"Karena aku adalah anak tertua dari keluarga Kim! Jadi aku berhak mengatur!" bentak Heechul.
"Ck…Asal kau tau oppa. Saat ini margamu sudah bukan Kim lagi melainkan Xi. Seharusnya yang berhak mengatur adalah appa atau yesung oppa yang memang masih menggunakan nama Kim!"
Setelah mengucapkan itu Hyeoyeon keluar. Heechul sedikit geram dengan ucapan adiknya. Semua yang ada disana hanya tercengang dengan kalimat yang dikeluarkan Hyeoyeon. Baru kali ini terjadi pertengkaran antar saudara. Biasanya Hyeoyeon akan menganggapi dengan candaan dan gurauan. Tapi sepertinya kali ini Hyeoyeon tak sedang main-main dengan kata-katanya hingga membuat Heechul bungkam seribu bahasa.
Joonmyeon, Jongdae dan Luhan hanya diam membisu. Kata-kata imo-nya benar-benar telak untuk Heechul. Ketiga namja itu saling berpandangan dan bingung harus menyikapi bagaimana situasi seperti sekarang. Ini hal baru untuk mereka dan mereka masih bingung harus berbuat apa.
Luhan curi pandang ke eommanya. Bisa Luhan lihat jika eommanya menahan emosi. Ia yakin jika ia berkata sepatah kata pasti ia akan terkena imbas dari emosi Heechul yang tertahan. Luhan memberi kode kepada appanya untuk menenangkan eommanya. Tapi sang appa hanya menggelengkan kepalanya. Bukannya tak mau menenangkan tapi Hangeng memilih membiarkan istrinya meredakan emosinya sendiri.
"Sebaiknya kalian pulang dan beristirahat. Kita tunggu hasil pencarian Jongin dengan bersabar" ucap Sooman bijak setelah keheningan lama.
"Dan untuk Joonmyeon dan Jongdae, aku harap kalian segera memberitahu eomma dan appa kalian. Aku takut jika mereka akan semakin khawatir jika Jongin belum ditemukan saat mereka pulang" lanjut Sooman.
"Ne, halabeoji" jawab Joonmyeon dan Jongdae serempak.
Keduanya berdiri dan membungkuk sopan lalu keluar dari kekediaman Kim. Suasana ruang keluarga itu masih sangat hening setelah sepeninggalan Jongdae dan Joonmyeon. Luhan yang notabene paling kecil diantara lelaki dewasa yang lain hanya bisa diam mematung. Beberapa kali ia meirik sang appa tapi sang appa hanya membalas dengan senyuman. Luhan menghela nafas pelan. Appanya benar-benar tak membantu. Luhan kemudian melirik sang halabeoji yang tengah menikmati tehnya. Mukanya dibuat semenyedihkan mungkin agar halabeojinya dapat membantunya keluar dari rasa canggung ini. Sooman terkekeh pelan melihat ekspresi cucu pertamanya itu. Benar-benar menggemaskan untuk seukuran namja.
"Kalian pulanglah. Kasihan Luhan. Ia tampak lelah" ucap Sooman.
Heechul menoleh kearah appanya kemudian kearah Luhan. Benar kata appanya, anak satu-satunya yang ia sayang tampak lelah dan itu semua karenanya. Heechul menyesal telah membuat putranya tampak seperti itu. Tangan Heechul membelai surai putranya yang lembut.
"Mianhae, aedul. Kaja kita pulang" ucap Heechul lembut.
Luhan mengangguk dan memeluk eommanya. Hangeng tersenyum melihat kemesraan ibu anak itu. Heechul dan Luhan keluar terlebih dahulu dari ruang keluarga. Hangeng berdiri dan membungkukkan badannya kearah Sooman. Langkah Hangeng terhenti saat Sooman berkata sesuatu.
"Redam semua rumor yang menyebar. Lakukan pencarian diam-diam. Jangan sakiti Jongin. Kau hanya perlu tau dimana ia berada sekarang"
Hangeng yang mengerti langsung mengangguk dan keluar dari ruang keluarga. Sooman masih dengan santainya menyesap tehnya yang sudah mulai mendingin. Cucu bungsunya itu selalu membuat heboh keluarga Kim. Tapi Sooman tak pernah marah akan hal itu. Ia memaklumi kelakuan cucunya itu. Ia yakin jika Jongin merasa tertekan dengan nama keluarga yang disandangnya sejak lahir. Sooman terlalu menyayangi cucu terakhirnya itu. Ia hanya ingin memberi kebahagian untuk para cucu-cucunya.
.
.
.
.
.
Jongin berjalan menyusuri pantai pasir putih. Pasir putih menggelitik kaki telanjang Jongin. Namja tan itu berjalan tanpa tujuan. Hamparan luas pantai nan indah itu seperti membawa pikirannya jauh melayang. Mata elangnya ia fokuskan ke arah laut biru yang berada nan jauh disana. Seakan-akan laut itu memanggilnya untuk mendekat. Kakinya membawa kearah bibir pantai. Perlahan tapi pasti Jongin berjalan menuju ketengah. Kakinya sudah terendam air laut hingga selutut. Matanya sama sekali tak berkedip sedikitpun memandang laut. Pandangannya pun kosong. Entah apa yang merasukinya.
Drrt
Drrt
Drrt
Getaran ponsel disaku celananya menyadarkan Jongin. Saat ini tubuhnya sudah terendam air laut hingga pahanya. Ia rogoh saku celananya yang untung saja masih belum basah dan mengambil ponselnya yang sedari tadi bergetar. Sebuah panggilan telepon itu menyelamatkannya dari aksi bunuh diri yang tidak ia sadari.
"Yeoboseyo?"
"YAK! Kau mau mati?! Kenapa berjalan ketengah laut?!"
"Aku tak tau"
"Ah...sudahlah! Kembali ke mansion dan bersihkan dirimu. Saat ini banyak orang yang mencarimu. Aku tak ingin seorangpun tau keberadaanmu. Bersembunyilah disana dulu dan tenangkan pikiranmu. Jangan bertindak yang macam-macam seperti tadi! Dasar menyusahkan!"
"Ne, imo. Arraseo. Gomawo"
Jongin mengakhiri panggilan teleponnya. Ia berbalik dan berjalan menjauhi laut. Tubuhnya yang setengah basah itu membuatnya sedikit kesusahan berjalan. Wajah tampannya yang biasanya selalu bersinar sekarang tampak redup dan terlihat lelah.
Seorang yeoja paruh baya menghampiri Jongin yang berjalan lambat menuju mansion. Yeoja itu tampak tergopoh-gopoh menghampiri Jongin. Ditangannya ia memegang beberapa handuk hangat untuk sang tuan.
"Aigoo...Tuan Muda Jongin apa yang anda lakukan? Anda bisa kedinginan" ucap yeoja paruh baya itu khawatir dan menyampirkan handuk dibahu kokoh Jongin.
"Gwenchana, ahjumma. Aku tak apa-apa" balas Jongin meyakinkan yeoja paruh baya itu.
"Saya sudah menyiapkan air hangat untuk tuan muda dan sebuah sup untuk anda"
"Gomawo, ahjumma"
.
.
.
.
.
.
Dan ajaib! Tiba-tiba saja berita tentang Jongin yang kabur dari rumah dalam sehari sudah tak terdengar lagi. Berita itu seakan-akan tak pernah muncul dipermukaan. Semua siswa tak ada lagi yang membicarakannya. Kekuatan keluarga Kim memang sangat luar biasa.
Hiruk pikuk yang biasanya terdengar keras sekarang tak ada lagi. Kyungsoo mengernyit heran saat memasuki sekolahannya yang terlihat lebih tenang. Tak biasa memang tapi ini benar-benar aneh bagi Kyungsoo. Baru kemarin berita heboh menyebar tapi sekarang semua aman terkendali.
Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju lantai tiga. Saat berada dilantai dua, ia mendengar sebuah suara dari salah satu ruangan. Bukan maksudnya untuk menguping tapi suaranya benar-benar keras dan terdengar hingga keluar. Kyungsoo menoleh kekanan dan kekiri lalu menghampiri ruangan yang berisik itu. Suaranya semakin jelas terdengar dan salah satu suara itu sangat familiar ditelinganya.
"Dengarkan penjelasanku dulu"
"Aku tak ingin mendengar penjelasanmu, Dobbi! Sudah berapa kali aku bilang kepadamu!"
"Kau harus, Baek!"
DEG
Kyungsoo semakin yakin jika dua orang yang sedang bicara itu adalah Baekhyun teman sekelasnya. Kyungsoo kembali mendengarkan percakapan mereka.
"Wae?! Aku muak denganmu, Park! Jangan dekati aku lagi!"
"Tapi kita sudah bertunangan, Baek!"
JDER
Kyungsoo menegang. Ia tak menyangka jika Baekhyun telah bertunangan dengan sunbae mereka yang jika tak salah ingat adalah Park Chanyeol. Pantas saja Kyungsoo merasa ada yang aneh dengan hubungan Baekhyun dan sunbaenya itu. Tapi Kyungsoo penasaran dengan hubungan mereka yang tak menunjukkan layaknya seorang tunangan.
"Batalkan pertunangan itu! Aku tak mau!"
"Aku tak bisa, Baek. Orang tua kita yang mengaturnya"
"Lalu? Kau diam saja dan menerima itu semua? Kau idiot, Park!"
"Aku idiot karenamu, Baek! Aku terlalu mencintaimu"
"Jika kau mencintaiku batalkan pertunangan kita!"
"Aku tak mau! Suka atau tidak kau tetap akan menjadi tunanganku!"
"Jika begitu maumu maka aku akan membencimu seumur hidupku!"
Kyungsoo tergelak. Ia mulai panik. Dengan cepat Kyungsoo menuju kearah tangga dan berlari menuju kelasnya. Ia tak ingin ketahuan menguping pembicaraan orang lain. Apalagi itu pembicaraan yang sangat pribadi milik teman sebangkunya yang selama ini tak ia ketahui. Kyungsoo bukanlah tipe namja yang suka mencampuri urusan orang lain. Tapi entah kenapa masalah Baekhyun membuatnya sedikit penasaran. Dan Kyungsoo ingin mengetahui lebih lanjut. Berteman dengan Baekhyun selama beberapa bulan membuatnya terbuka dengan sekitarnya perlahan-lahan.
Kyungsoo duduk dibangkunya dan mencoba menormalkan nafasnya. Ia tak ingin Baekhyun menanyakan apa yang baru saja ia lakukan hingga terengah-engah seperti ini. Kyungsoo menghirup dan menghembuskan nafasnya secara perlahan dan bertahap. Semakin lama nafasnya semakin teratur. Ekspresinya sebisa mungkin ia buat biasa saja. Untung saja teman-teman sekelasnya banyak yang masih belum datang hingga tak ada yang menyadari apa yang sedang dilakukannya.
Baekhyun duduk disebelah Kyungsoo. Kyungsoo membuat ekspresi wajah heran dengan kedatangan Baekhyun. Ia tau apa yang terjadi dengan Baekhyun tapi ia buat seolah-olah tak tau apa-apa.
"Ada apa, Baek? Kau terlihat tak semangat" tanya Kyungsoo senormal mungkin.
"Hanya ada sedikit masalah keluarga" jawab Baekhyun sekenanya.
"Appamu menghukummu?"
Baekhyun menggeleng.
"Eyeliner edisi terbatas terjual habis dan kau belum memilikinya?"
Baekhyun menggeleng lagi.
"Appamu terjerat masalah korupsi?"
Baekhyun mendeathglare Kyungsoo. Pertanyaan yang satu itu sungguh tak sopan menurut Baekhyun.
"Kau anggap apa ayahku?! Appa ku adalah orang terjujur yang pernah aku temu!" pekik Baekhyun tak terima.
"Hehehe...Mian. Aku hanya asal bicara, Baek" balas Kyungsoo cengengesan.
"Itu tak lucu! Kau memperburuk keadaanku!" sengit Baekhyun dan berjalan keluar kelas.
Kyungsoo mendesah pelan. Niatnya hanya menghibur Baekhyun tapi berakhir malapetaka. Ia memang sangat sulit menghibur seseorang karena memang ini baru pertama kalinya ia lakukan. Sebelumnya Kyungsoo tak pernah mempunyai teman dekat. Kyungsoo selalu menjaga jarak dengan teman-temannya. Ia lebih suka menyendiri dan membaca buku. Ia hanya tak ingin dipercaya atau mempercayai orang. Karena hal itu akan menyusahkan dirinya dan orang lain.
.
.
.
Baekhyun terus menghindari Kyungsoo yang meminta maaf kepadanya. Selama istirahat makan siang Kyungsoo terus mengikuti Baekhyun. Baekhyun cuek saja dan berjalan mendahului Kyungsoo. Inilah yang paling Kyungsoo benci bila mempunyai teman. Saat-saat dimana ia merengek-rengek memintamaaf hanya karena sebuah kesalahan dan itu sangat merepotkan.
"Baek jangan begini. Aku tadi salah ucap. Maafkan aku" ucap Kyungsoo yang masih mengejar Baekhyun.
"Jika kau tak mau ya sudah! Aku paling benci melakukan hal ini. Kenapa berkesan aku seperti kekasih yang ketahuan selingkuh begini" gerutu Kyungsoo yang sedari tadi capek mengejar Baekhyun.
Baekhyun menghentikan langkahnya dan hal itu membuat Kyungsoo mengernyit. Baekhyun mendengar gerutuan Kyungsoo tadi. Ada sesuatu yang membuatnya tertusuk dengan gerutuan Kyungsoo. Sesuatu yang terjadi dimasa lalu yang membuatnya seperti sekarang ini.
"Apa aku mengatakan sesuatu yang salah lagi, Baek?" tanya Kyungsoo hati-hati.
Baekhyun berbalik dan memandang Kyungsoo dengan pandangan datarnya. Kyungsoo semakin menaikan satu alisnya tak mengerti. Teman sebangkunya ini memang sedikit unik. Baekhyun berjalan mendekati Kyungsoo. Mereka berdua saling berhadap-hadapan. Tiba-tiba saja Baekhyun memeluk tubuh Kyungsoo dan menangis kencang. Kyungsoo gelagapan dengan aksi Baekhyun. Banyak siswa yang memperhatikan Kyungsoo dan Baekhyun. Mereka memandang Kyungsoo mengintimidasi karena membuat Baekhyun menangis.
Kyungsoo bingung harus berbuat apa. Baekhyun tak mau melepaskan pelukannya dan semakin erat memeluknya. Kyungsoo berusaha melepas pelukan Baekhyun tapi namja eyeliner itu malah semakin kencang menangis. Kyungsoo meruntuki dirinya mengikuti Baekhyun hingga kekantin yang terdapat banyak pasang mata yang melihat kejadian ini. Apalagi pandangan semua anak seperti menghakimi Kyungsoo yang membuat Baekhyun menangis. Padahal ia sendiri tak tau apa yang sebenarnya yang terjadi. Kyungsoo menjerit dalam hati. Ia bersumpah tak ingin dekat-dekat dengan Baekhyun lagi yang membuatnya malu seperti ini.
Kyungsoo berhasil melepas pelukan Baekhyun dan menyeret namja itu. Baekhyun masih saja menangis dibelakangnya. Baekhyun benar-benar membuat Kyungsoo frustasi. Setelah Kyungsoo menggeret Baekhyun menuju ketempat yang cukup sepi kemudian ia menatap tajam kearah Baekhyun yang masih sesenggukan.
"Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau tiba-tiba menangis seperti itu? Tak ataukah kau membuatku malu?!" bentak Kyungsoo tanpa sadar.
Baekhyun kembali menangis kencang akibat perkataan Kyungsoo. Kyungsoo mengacak-acak rambutnya kasar. Dia tak tau harus diapakan anak manusia satu ini. Ingin sekali Kyungsoo meninggalkan Baekhyun tapi ia sadar jika itu tak akan menyelesaikan masalah.
"Ya! Jangan menangis lagi! Kenapa kau semakin kencang! Argh!" geram Kyungsoo.
Baekhyun melihat Kyungsoo yang sangat frustasi langsung menghentikan tangisnya. Ia merasa bersalah juga kepada Kyungsoo karena mendadak menangis. Nafasnya masih tersenggal-senggal dan berusaha berbicara kepada Kyungsoo.
"Gwen...hiks...chana...hiks...Kyung...hiks...soo...hiks...ya...hiks"
Akhirnya sebuah kalimat meluncur juga dari mulut Baekhyun. Kyungsoo memandang Baekhyun dengan tatapan datar.
"Tolong jangan menangis lagi. Kau membuatku bingung dan frustasi" keluh Kyungsoo.
"Ne" jawab Baekhyun lemah.
.
.
.
.
Kyungsoo dengan lunglai berjalan menuju apartemen kecil miliknya. Tubuhnya lelah dengan semua kejadian hari ini. Apalagi cafe sedang ramai-ramainya dan ia harus bekerja ekstra untuk memenuhi keinginan para pelanggan.
Kyungsoo mengernyit heran saat melihat ada seseorang yang berada didepan pintu apartemennya. Ia tak dapat melihat dengan jelas siapa orang itu karena posisi orang itu membelakanginya. Kyungsoo melanjutkan langkahnya dan mencoba untuk tak mempedulikan siapa orang itu.
SRET
Kyungsoo tergelak saat ada orang yang tiba-tiba saja memluknya erat. Mata bulatnya semakin melebar karena keterkejutan. Mulutnya seakan kelu untuk berteriak minta tolong. Hidungnya mencium aroma parfum seseorang yang sedikit menggangu pikirannya beberapa hari ini. Aroma yang sangat wangi dan menenangkan hati.
Kyungsoo masih tak berbuat apa-apa. Ia hanya diam. Ia masih ragu tentang siapa yang memeluknya saat ini. Ingin ia memastikan tapi pelukannya begitu kuat. Lama-lama Kyungsoo merasa sesak dan sulit bernafas. Tubuhnya mulai memberontak dipelukan orang itu.
"Se..sak" lirih Kyungsoo.
Pelukan itu akhirnya melonggar dan dimanfaatkan Kyungsoo untuk menarik diri. Betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang memeluknya tadi. Mulutnya terbuka lebar dan pikirannya kosong. Kyungsoo seperti baru melihat hantu.
"K-Kau..."
Chu~
Orang itu langsung menarik tubuh Kyungsoo dan menciumnya lembut yang membuat jantung Kyungsoo berdetak semakin cepat.
.
.
.
.
.
.
TBC
Aku kembali readers-deul. Perjuangan banget aku mau post chap ini. Dari tadi mozilla ku not responding terus. Hampir aja nyerah n apdate besok. Tapi aku putuskan untuk mencoba lagi dan akhirnya bisa. Yehet! \^^/ #curhat.
Maafkan aku jika chap kemaren kurang greget feel sedihnya Kai. Aku lagi ga galau sih jadinya kurang greget, hehehehe. Maaf juga chap kemaren kaisoo momennya cuma dikit. Disini juga dikit sih. hihihi. Tuh Kyung dipeluk orang. Siapa ya yang meluk? pasti taulah yak. Setelah aku baca ulang ternyata konflik ku bertele-tele ya. Udah chap 6 tapi aku belum nyatuin kaisoo. Klimaksnya juga belum muncul. Masa lalu Kyungsoo juga belum terkuak. Masalah Chanbaek juga belum kelihatan. Haduh...pusing aku.
Gomawo untuk para readers yang tetap setia menunggu epep ini. Maafkan aku yang lama apdate dan ceritanya semakin ngawur. Tapi aku tetep bersaha untuk terus nglanjutin. Mungkin mulai chap depan aku akan mulai mempercepat alurnya. Jangan lupa review lagi ya~~~~ Saranghae~~~
BIG THANKS TO
zhea . zhiioott, taufikunn9, yesaya . mei, ViraaHee, uffiejung, cute, kyungie, Guest, loli, Lovesoo, CuteLatteDO, DahsyatNyaff, amelyadamayanti94, chocokyu, dejong13, humaira9394, kinannkinanti, xoxokyungsu, didinsoo, k0j3t4, kyunginsoo, lee kaisoo, ohsehans, purnama716, thelostisland35, she3nn0, Kaisoo32, EXO Love EXO, Im Magnae, parkminoz, yoosushipper729, oneblacktomato, Baby Crong, Kim YeHyun, nurul cynkeomma, Kaisooship, dEeya, BABY L Soo, Krisyeol Lover, cute, JonginDO, Nurfadillah, dyodoreuuu, 48BemyLight, EarthTeleport, Richa Byun926, Valencia Byun, meliarisky7, kyungxxi, kurokai, cuwon, 48BemyLight, Domi12, say yo, bmvranti, BangMinKi, exoghotic, Kim Kuki
