Main Cast:

Park Chanyeol | Kim Jongin | Oh Sehun (namja all)

Do Kyungsoo | Xi Lu Han (yeoja all)

Title:

Zoe

Genre:

drama romance humor (?)

rate:

agak tidak aman

warn:

eyd kacau, typo, mungkin membosankan, dll

don't like don't read :)

Mind to review? :) gomawo...


"Channieee, kau kemana sih? Kau tidak menepati janjimu lagi, huh. Ada apa sebenarnya denganmu sampai kau tidak bisa ku hubungi, chaniiee?" gumam yeoja bertubuh mungil dan berwajah manis ini.

"Kyu? Kau menunggu seseorang?" tentu saja dia menunggu Chanyeol sahabatmu, pabbo!

"Ah, Jongin-ssi. A-ani, ah ne aku menunggu seseorang tapi sepertinya dia tidak akan datang. Hiks,"

Chanyeol? Mengingkari janjinya? Aneh, tidak biasanya dia mengingkari janji kecuali ada yang lebih penting dari janjinya. Tapi apa yang lebih penting dari seorang Do Kyungsoo bagimu, Yeollie?

"Mwo? Ya, uljjima Kyu. Sudah jangan sedih begitu, jika kau memang yakin dia tidak akan datang, bagaimana jika kau menemaniku? Menghabiskan waktu istirahat kita, kan masih ada satu setengah jam lagi. Kau mau? Dan tolong jangan panggil aku dengan –ssi, panggil saja aku Kai. Arra?" Tolong izinkan aku membantumu tersenyum lagi hari ini, Kyu. Wajah manismu terlalu sayang jika hanya dihiasi dengan air mata begitu.

"Eum… Arra, Kai-ah. Kajja kita ke kantin, ^^"

DEG!

Kyu, berhenti memberiku senyum manis dan mata bulatmu itu. Atau pertahananku akan benar-benar runtuh atasmu,

"Haha, kau tau? Mata bulatmu itu membuat mukamu semakin terlihat manis, Kyu. Dan aku rasa kita tidak akan ke kantin, aku punya tempat lain yang mungkin lebih menyenangkan. Kajja!"Jongin pun segera menarik lembut tangan yeoja bermata bulat ini. Ya, tangan mereka sekarang saling menggenggam, tanpa ada seorang pun diantara mereka berdua yang tau bahwa sebenarnya hati mereka sudah saling bertautan.

.

.

"Nah kita sudah sampai Kyu, ini café tempatku bekerja dulu. Sekarang karena kita sudah mulai banyak kerja di rumah sakit, aku berhenti bekerja disini. Pizza dan latte disini sangat sangat lezat, Kyu. Kau pasti akan menyukainya, kajja masuk!" jelas Jongin sambil kembali menautkan jari jemari kirinya dengan jari jemari kanan milik Kyungsoo. Ajakan Jongin pun hanya dibalas senyum lebar yang manis ala Do Kyungsoo. Jangan tanyakan bagaimana keadaan jantung Kim Jongin saat ini ne? Biarkan dia menikmati getaran hebat itu dulu sejenak.

"Ya! Siwon! Lihat siapa yang datang, kapten kita! Bienvenido, capita! Ya! Donghae! Cepat kau layani tamu special kita dan temannya itu ne?" perintah Leeteuk pada juniornya itu.

"Ya hyung, kau tidak perlu begitu. Aku kan juga tamu biasa, haha. Ini Do Kyungsoo, dia perawat di rumah sakit tempat aku bekerja. Dia satu fakultas denganku,"

"Arra arra, annyeong Kyungsoo-ah! Jadi, dia yeoja barumu? Lalu kau kemanakan baby Luhanmu itu, Jongin-ah? Dasar calon dokter playboy kau! Hahaha," goda Siwon sambil memberikan menu café itu pada dua tamu specialnya ini.

BLUSH!

"Luhan? Xi Lu Han? Yeojachingu, Jongin-ssi? Ommo, Kyungsoo pabbo! Harusnya kau tau kalau namja yang akan rekan kerjamu ini sudah punya pacar dan itu…sahabatmu sendiri!"

"Yaa hyung! Jangan sembarangan kau! Aku dan Kyungsoo hanya teman, dan hubunganku dengan baby Lu masih baik-baik saja. Jangan mendoakanku yang aneh-aneh lah hyung, huh" gerutu Jongin sambil menyibakkan jas dokternya.

"Arra arra haha, mianhae Jongin-ah. Aku hanya bercanda, baiklah sebagai bentuk maafku dan Siwon, pesananmu hari ini gratis!"

"Mwo? Gratis hyung?Jinjja? Ah, kau memang baik hyung! Hahaha, gomawo hyung!"

"Aku cappuccino latte dan segelas air putih, Donghae. Emm..kau pesan apa Kyu?"

"Make it two, ne?" jawab Kyungsoo singkat. Dan jawaban singkat itu pun mengundang pertanyaan dari Jongin, "Wae Kyu? Kau tidak senang ada disini bersamaku? Arra, kita bisa pulang jika begitu, Kyu. Mian tidak bisa membuatmu tersenyum lagi seperti biasa,"

"A-ah, ani Kai. Aku tidak apa-apa, dan aku senang berada disini. Suasananya menyenangkan, tenang dan nyaman. Terasa seperti sedang di surga saja, hihi," jawab Kyungsoo sedikit berbohong sambil berusaha menampilkan senyum termanisnya.

"Haha, ne. Ya seperti nama café ini, Paradís del Cafè. Café Surga, haha. Pemiliknya berharap café ini bisa membuat semua orang di dalamnya merasa nyaman dan selalu tersenyum seakan mereka sedang berada di surga yang tenang dan penuh bahagia." jelas Jongin sambil melepas rindu matanya pada mantan tempat kerjanya dulu ini.

"Ah Jinjja? Keren sekali, tapi memang benar sih moodku kembali jadi bagus setelah duduk disini Kai-ah! Aku senang disini, hihi." jawab Kyungsoo jujur sambil mengedarkan pandangannya menelusuri tiap lekuk dari 'Café Surga'ini. Dan lalu tiba-tiba keputer satu lagu yang mengiringi istirahat dua insan ini. Jangan tanya author siapa yang milih lagunya ya….. *digebuk twibi twiboy*

Tuhan tolong aku
Ku tak dapat menahan rasa didadaku
Ingin aku memiliki
Namun dia ada yang punya

Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu

Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasakan cinta

Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you
Never never leave you
Segera aku melupakan dirinya

Tuhan tolong aku
Ku tak dapat menahan rasa didadaku
Ingin aku memiliki
Namun dia ada yang punya

Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu

Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasa jatuh cinta

Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you
Never never leave you
Segera aku melupakan dirinya

Kyungsoo pov

Aigo, apa café ini punya sensor yang bisa menebak dengan tepat apa yang sedang dirasakan pengunjungnya? Luhannie, mianhae. Semoga apa yang aku rasakan selama berada di samping Kai ini tidak permanen, ne? Aku tidak mau menyakitimu dan juga channiee, hiks…

Jongin pov

Ini lagu apa-apaan?Hhh, seleramu kenapa begini hyung?Tapi ya, walau begitu lagu ini ada benarnya juga. Yeoja manis di depanku ini memang milik sahabatku, Park Chanyeol. Dan tidak bisa aku pungkiri, aku mulai menyukainya. Ah bahkan aku rasa aku mulai mencintainnya. Ne, nampaknya aku mulai mencintai Do Kyungsoo, kekasih dari sahabatku sendiri, Park Chanyeol…

Author pov

Semoga Kyungie masih di rumah sakit, dan semoga Kyungie mau memaafkan kebodohanku yang melupakan janjiku sendiri. Pabbo kau, -bisanya melupakan janjimu pada kekasihmu sendiri hanya karena seorang Byun Baekhyun?Hhhh! Lalu aku harus bagaimana? Kyungie kekasihku dan aku mencintainya, tapi aku juga mencintai Baekhyun…" rutuk Chanyeol pada dirinya sendiri sambil sesekali memukul pelan kepalanya yang masih terlindungi helm itu. Ia masih di atas motor kesayangannya, ngebut untuk berusaha menepati janji yang tadi ia ingkari sendiri.

"Ne, gomawo Kai-ah!Café tadi sungguh menenangkan dan menyenangkan. Jika tiap istirahat aku bisa kesana, maka semua stress dan beban yang ada karena kerja dan kuliah pasti akan lenyap sejenak. Ahh, membayangkannya saja sudah sangat , sekali lagi gomawo Kai-ah!"

GREP!

Kyungsoo yang sudah kembali dalam mood terbaiknya sore ini itu pun tanpa sadar memeluk Jongin. Namja berkulit tan yang baru saja menghabiskan waktu istirahatnya bersama dengan Kyungsoo di 'Café Surga'. Seolah sadar bahwa ini reflek yang buruk, Kyungsoo pun segera melepas pelukannya.

"Mi-mian Jongin-ssi. A-aku ti-tidak sengaja." ucap Kyungsoo sambil menunduk menahan malu yang menjalari perasaannya.Aigo, kenapa aku memeluknya. Pasti dia bisa mendengar degup jantungku yang terlalu kencang ini… Ah, Kyungsoo pabbo!

"N-ne, Kyu. Ah-haha, tidak masalah. Jika kau mau, tiap hari kita bisa kesana. Aku akan dengan senang hati menemanimu kesana. Benar kanapa ku bilang tadi, café itu akan membuatmu kembali tersenyum. Syukurlah jika kau menyukai tempat itu, Kyu. Kajja kita masuk, istirahat kita berakhir 5 menit lagi."

"M-mwo? W-wae kau memeluk kkamjong, Kyungie? Apa kau begitu marah padaku hingga kau habiskan hari ini dengan kkamjong? Mian, Kyungie… Dan kau kkamjong, aku akan meminta penjelasanmu akan hal ini di apartement nanti!"

BRUM! BRUM!

.

.

.

"Sudah Sehun, istirahatlah dulu. Apa kau tidak lelah, ne? Aku saja sangat lelah, fiuhh"

"Hehe, ne , latihan hari ini melelahkan sekaaaali. Tapi tidak terasa lelah kok, noona. Kan kau yang jadi partnerku. Bagaimana mungkin aku bisa merasa lelah ketika ditemani yeoja cantik sepertimu, noona? Haha," goda Sehun sambil meminum persediaan air putih yang ia bawa dari rumah tadi.

BLUSH!

Kata-kata itu…sama seperti di mimpiku. Apa itu berarti… Ah andwae, tidak mungkin itu , dia sudah milik Baekki. Aigo Luhan, kau ini kenapa, ne?

"Ish, berhenti menggodaku Sehun. Jika Kai tau kau bisa dihabisinya, kau tau? Haha, kajja kita pulang. Kau harus belajar juga kan? Besok kau kan sekolah, Sehunniee.." balas Luhan sambil berdiri dan meminum air putih dari botol minum miliknya.

DRRRTT DRRRTT

Hao xiang shen me dou bu dong de yi ge hai zi yi yang chun zhen chong sheng
Na ge mei li de shun jian
Shuang yan bi shang you zheng kai le pa zhe yi qie zhi shi meng Liu lian

Wo jiu zhen cheng zhan zai ni mian qian ke wang de dao ni shi xian
Zhi shi xiang he ni yi qi zou
Liang ge ren yong tong yang de bu diao xie zou
Yi ci jiu zu gou…

"Handphoneku! Aduhh, ku taruh dimana ya? Ah ini dia,"

"yeoboseyo chagiya, wae?"

"yeoboseyo baby Lu! Haaa, aku sudah selesai latihan dengan Sehun? Aku sudah di gerbang kampus, baby Lu"

"He? Ne, aku juga merindukanmu chagi. Ah, arrasseo Jonginniee. Mian aku merepotkanmu, ne? Aku segera kesana, saranghae"

"nado, baby Lu"

KLIK!

"Hyung menjemputmu noona? Baiklah kalau begitu, hati-hati ne? Besok latihan lagi? Perlu ku jemput lagi?" tanya Sehun sambil berdiri lalu mengambil jaket dan tasnya, dan bersiap pulang juga.

"Ne, Kai menjemputku. Eum, aku kira kita istirahat dulu Sehun. Lagipula, bukannya kau ada janji dengan Baekki? Kan kau tadi bilang begitu? Aku juga sepertinya ada acara dengan Kai. Gwaenchana, Sehunnie?"

"Ah arrasseo. Hehe, aku hampir lupa janjiku dengan baby hyun. Baiklah, kajja kita ke gerbang noona. Ne, gwaenchanayo."

.

"Jonginnieeee!"

"Haaa, baby Lu! Eumh, I miss you so baby. You too?" seru Jongin sambil memeluk erat yeojanya itu. Ya, sangat wajar jika mereka saling merindukan satu sama lain. Sudah dua minggu ini mereka tidak bertemu. Mereka hanya bertelpon-telpon ria dan sms, yang satu sibuk latihan dance dan sibuk memilih anggota baru untuk tim dancenya, yang satu sibuk kerja magang di rumah sakit dan sibuk dengan 2 penelitian milik 2 dosen fakultas keodkteran di SM-IC yang mengikutsertakan seorang Kim Jongin di dalamnya. Beruntung bagi mereka, weekend selalu jadi hari free untuk mereka ya kecuali weekend dua minggu lalu.

"Ne, I miss you too much too Jonginniee"

CHU~

Luhan yang baru saja melepas pelukan erat dari kekasihnya itu langsung dikagetkan dengan benda kenyal dan manis milik Jongin yang kini menyentuh bibirnya. Lembut tanpa tekanan, ya Jongin memang selalu menciumnya dengan lembut walaupun mereka tidak bertemu dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Hahh, ya! hyung noona! Hentikan adegan dewasa kalian itu, kalian tidak lihat ada aku disini?" gerutu Sehun yang kesal disuguhi pemandangan seperti itu. Kesal karena dia juga merindukan Baekki yang belum juga ia berhasil temui, dan kesal karena hyungnya itu memeluk dan mencium mesra Luhan di depannya. Aku ulangi, persis di depan kedua matanya. Wee Sehun, apa yang salah memangnya?

"Hahh! Berhentilah membuatku panas seperti ini hyung, apa kau tidak tau bahwa aku mencintai yeojamu? Ah tentu saja kau tidak tau. Jika kau tau, mungkin aku sudah benar-benar tinggal nama sekarang. Nasibmu kenapa begini, Oh Sehun…" rutuk Sehun sambil mengacak-acak surai coklat gelapnya itu.

"Hehe, mian cadel. Hey cadel, kau sudah berapa lama tidak menemui Baekhyun ha? Kau menyiksanya, kau tau? Aku sampai lelah dicurhatinya tentang perubahan sikapmu yang seolah menjauhi dia itu. Ya Sehun! Jika kau sampai menyakiti sepupuku itu, nyawamu terancam punah, you understand?"

GLEK!

Sehun tau, jika hyungnya ini tidak pernah main-main dengan kata-kata seriusnya. Dan Sehun juga tau, bahwa Baekhyun menderita tanpanya. Karena sebenarnya dia juga menderita tanpa baby hyunnya itu. Setiap hari cuma berhadapan dengan setumpuk buku tebal beserta tugas segunung dan belum juga sekarang kegiatan barunya, latihan dance…dengan Luhan. Bagaimana bisa dia punya waktu berdua lagi dengan Baekkinya itu coba?

"Hhh, aku tau. Kau kira aku juga tidak tersiksa tanpa Baekki? Kau tau kan hyung, appa dan eomma mulai membatasiku untuk main-main dengan gadget apapun. Bahkan dirumah tiap harinya aku hanya bisa menonton TV maksimal 2 jam, lalu main PS 2 jam. Sisanya? Belajar, belajar daaaaan belajar. Aku lama-lama bisa gila hyung jika terus-terusan begini. Kau dulu stress juga hyung?" Sehun sekalian curhat dan sekaligus meminta pendapat dari hyungnya yang dulunya juga alumni kelas Smart itu.

"Baby Lu, kau naiklah dulu ke motor. Kau pasti lelah jika terus berdiri. Ne, cadel. Sangat malah. Kau bayangkan saja, aku ini dulu jadi ketua OSIS, ketua tim basket, ketua eks-kul musik, dan ketua kelas. Coba kau pikir, seberapa berat beban yang kupikul waktu itu? Ditambah lagi, eomma dan appa yang menekankan bahwa aku harus selalu ada di peringkat atas, dan bla bla bla. Saking stressnya, aku sampai demam parah dan tidak masuk 1 minggu penuh. Setelah itu, appa dan eomma mulai melunak padaku. Tidak lagi ada tekanan peringkat, tidak lagi ada larangan untuk bermain dan atau hal lain yang bisa membantuku meringankan isi kepalaku yang dipenuhi pelajaran saja waktu itu."

"Mwo? Kau menjabat ketua sebanyak itu, chagi? Tidak kusangka namjachinguku ini memang benar-benar tipe pemimpin ne? Hihi,"

GREP!

Tangan kecil Luhan pun terulur memeluk leher Jongin dari belakang, menyeruakkan kepalanya di bahu tegap milik namjanya, lalu mencium perpotongan leher namjachingunya ini."Aku bangga memilikimu pak ketua, saranghae" bisik Luhan pelan di telinga kekasihnya itu. Jongin pun hanya merespon dengan senyuman kecil dan kecupan lembut di tangan yeojanya itu sambil menjawab, "nado, baby Lu"

"Kau gila hyung. Lalu apa kau berarti menyuruhku untuk jatuh sakit agar eomma dan appa bisa melunak padaku, begitu?" tanya Sehun polos. Saking polosnya, Jongin yang gemas dengan kelakuan saengnya ini pun akhirnya menutup mukanya sendiri dengan kedua tangannya.

"Ya Tuhan Sehun. Kau ini murid nomer satu di SM High School, tapi kenapa kau lola begini eoh? Hhh, aku tidak menyuruhmu jadi sakit, pabbo! Aku menyuruhmu untuk membawa santai saja semuanya, lalu bicarakan baik-baik tiap kegiatanmu pada eomma dan appamu. Aku yakin mereka akan mengerti bebanmu, jika mereka tidak juga bisa mengerti, aku akan membantu meyakinkan mereka agar bisa mengurangi pressure yang secara tidak langsung mereka beri padamu." ucap Jongin bijak.

"ehehe, mian hyung. Aku lelah, jadi agak sedikit lola. Jinjja? Yakso? Ne, aku akan memberi penjelasan pada appa dan eomma nanti atau mungkin besok. Yasudah hyung, ini sudah malam. Aku sangat sangat lelah, beruntung besok libur sekolah dan latihan. Aku pulang dulu ne? Salam untuk Chanyeol hyung. Jaljayo hyung noona! Bye!"

BRUM! BRUM!

Suara deru motor milik Sehun pun perlahan menghilang, menandakan bahwa Sehun sudah jauh dari calon kampusnya kelak momen yang ditunggu Jongin pun hadir setelah dua minggu dia tak bisa berduaan dengan yeojanya, sekarang dia benar-benar bisa berdua saja dengan , hanya berdua. Jalan menuju dan dari SM-IC memang sangat sepi jika sudah jam malam. Maklum, ini termasuk dalam kompleks SM Foundation jadi yawajar saja jika tidak ada penduduk sekitar yang keliaran diarea SM-IC. Kalau SM High School beda lagi, tempatnya memang paling dekat dengan gerbang utama kompleks SM Foundation dan ada toko 24 jam di sampingnya, jadi wajar jika ada penduduk sekitar yang sliweran disana.

"Aku merindukanmu, Xi Lu Han. Sangat merindukanmu." Ucap Jongin sambil membalikkan badan menghadap yeojanya yang kini sedikit lebih tinggi darinya itu.

"Nado, Kim Jongin. Aku juga…"

"Eummphh"

Tak terdengar lagi suara jelas yang keluar dari bibir terdengar hanya desahan kecil dari bibir Luhan yang mengalun pelan seiring kedua tangan Jongin yang mulai menelusup ke dalam baju basah milik Luhan. Kan habis dance tuh, keringetan, basah deh..

"Enngghh Kai-ah…" Luhan yang terlihat masih bisa mengontrol dirinya itu kembali mengeluarkan desahan kecil memanggil nama namja yang kini sedang kembali mencium ah tidak maksudku melumat pelan bibir manis milik Luhan.

Sadar bahwa ini bukan tempat yang tepat untuk melanjutkan 'acara' mereka, Jongin pun menyudahi 'petualangan'nya menyusuri rongga mulut kekasihnya itu.

"Kajja pulang, nampaknya kita butuh waktu dan tempat yang lebih baik untuk melanjutkannya chagi," ujar Kai pelan sambil menunjukkan senyum smirknya yang lalu dibarengi dengan pukulan sedikit keras dari Luhan di lengan Jongin.

"Ya! Dasar namja pervert! Memangnya aku mau melanjutkannya?" balas Luhan yang langsung memeluk pinggang kekasihnya dari belakang karena mereka sudah siap pulang maksudku benar-benar siap pulang.

"Pasti kau mau. Lagipula, bukankah itu yang membuatmu mencintaiku dan terus merindukanku? Hem?"

BLUSH!

Bagai terkena pukulan telak, Luhan hanya bisa tersenyum malu di punggung Jongin."Ne chagi, kau memang selalu berhasil membuatku tak henti merindukanmu. Namja pervert, cerdas, tampan, dan selalu ngangenin, dan itu kau Kim Jongin, namjachinguku." batin Luhan sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Jongin. Sepertinya ia benar-benar merindukan punggung namja berkulit tan ini.

CHU~

Dari depan, kecupan kecil berhasil disematkan Jongin di tangan mungil milik yeoja yang sedang memeluknya erat ini.

"Saranghae, Xi Lu Han"

"Saranghae, Kim Jongin".

.

.

.

.

.

ArraHyeri: Kyungsoo sama Chanyeol gak ya? hihi, kan emang skg mereka pacaran? wkwk

HOLA!

CHAP 7 UP! :D

weeew muter muter nih kepala author, fusying mikirin mereka yang saling suka satu sama lain di luar pacar masing-masing.

tapi semoga tetep pada baca and review ne? :D

gomawo!