~Be My Sweet Darling~
KyuMin
YAOI
^^ Happy Reading ^^
Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah asli hasil pemikiran dari otak yadong saya.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ No NC for this Chap
DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^
.
Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-
.
.
.
Chapter 7
.
Setelah selesai menghadiri acara resmi bersama Siwon dan mendapatkan hal hal yang tak pernah Kyuhyun duga ―mulai dari memenangkan lomba dan bertemu dengan sang appa, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke caffe untuk bertemu dengan Sungmin. Ia lupa kalau ia memiliki janji pada Sungmin untuk menemuinya setelah ia selesai menyelesaikan puzzlenya. Ini sudah pukul 11 malam; mungkin Sungmin sudah tidur karena lelah menunggu Kyuhyun.
Sudah hampir setengah jam Kyuhyun di perjalanan menggunakan taksi, akhirnya sampai di caffe yang sudah tutup itu. Ia cukup gelisah, ia takut Sungmin marah.
Setelah selesai membayar taksi tanpa meminta kembalian pada sopir taksi itu, Kyuhyun pun melangkahkan kakinya kearah pintu caffe yang sudah tertutup rapat. Membenarkan posisi dasi panjangnya agar tak terlihat berantakan. Berdehem sedikit dan mulai menekan tombol alarm khusus untuk keluarga Lee.
Cukup lama Kyuhyun berdiri disana, pintu itu masih belum ada yang membukakan. Kyuhyun gelisah, ia takut Sungmin marah dan eomma Sungmin memarahinya karena membuat anaknya menunggu. Tapi ketika Kyuhyun akan menekan tombol alarm lagi, ia melihat sesosok wanita paruh bawa sedang berusaha membuka pintu dengan perlahan.
"Baru pulang Kyu~?" Ucapnya seraya membuka pintu dan mempersilahkan Kyuhyun masuk.
"Ne,eommanim. Tadi ada sedikit urusan, jadi aku tidak bisa pulang cepat. Bagaimana dengan Sungmin?" Tanya Kyuhyun khawatir.
Eomma Sungmin tersenyum dan segera menunjuk ruangan dimana tadi sore Kyuhyun sedang bersama Sungmin. "Sungmin masih disana. Ia tidak mau beranjak dari kursinya karena belum bisa menyelesaikan puzzle yang kau suruh selesaikan. Ia juga tidak ingin meminum susunya karena bukan kau yang menyuruhnya. Dia menunggumu Kyu~" Jawab eomma Sungmin di barengi senyum tulusnya. Eomma Sungmin sama sekali tidak marah pada Kyuhyun, ia hanya sedikit tidak percaya pada perubahan sikap Sungmin yang biasanya menurut padanya tapi sekarang semua kendali ada di Kyuhyun.
"Benarkah begitu eommanim?"
Eomma Sungmin mengangguk. "Cepat temui Sungmin. Mungkin dia sudah tertidur karena terlalu pusing untuk menyusun puzzle itu." Suruh eomma Sungmin pada Kyuhyun.
Tanpa menjawab perintah tersebut, Kyuhyun sudah berlari dan segera membuka pintu kayu berukirkan bunga-bunga sakura itu saat ia sudah berada di hadapan ruangan tersebut. Menyembulkan kepalanya dan mengintip sang pujaan yang sudah terlelap.
Kyuhyun memasuki ruangan seraya menutup pintu itu secara perlahan. Ia mendudukan diri tepat di samping Sungmin yang tertidur dengan tangan ia lipat diatas meja dan menyanggah kepalanya dengan tangan itu. Kyuhyun tersenyum. Betapa ia sangat mencintai Sungmin-nya.
"Sungmin-ku sepertinya kelelahan…." Kata Kyuhyun lembut seraya mengusap pipi bulat Sungmin dan menyibakkan poni yang menutupi kelopak mata indah milik Sungmin. Seketika Kyuhyun terdiam. Memandangi wajah lembut Sungmin dengan penuh cinta. Siapa sangka jika Kyuhyun mencintai orang yang lebih tua dua tahun darinya.
"Mingie~" Panggil Kyuhyun lembut tepat di telinga Sungmin. Harum dari rambut dan tubuh Sungmin seketika menyeruak mengorek indra penciuman Kyuhyun. Sungmin sangat harum. Dan itu sangat sexy.
Panggilan lembut sepertinya tidak berpengaruh untuk Sungmin. Ada cara yang lebih ampuh Dan tentu dapat membangunkan Sungmin yang manis. Secara perlahan Kyuhyun memajukan kepalanya dan siap untuk menyentuhkan bibirnya tepat di pipi bulat nan lembut milik Sungmin. Di kecupnya pipi itu secara perlahan dan penuh kasih sayang. Pipi lembut dan sangat harum. Sungmin benar-benar merawat kulitnya dengan baik. Entah itu bawaan lahir atau sang eomma lah yang merawatnya. Kyuhyun masih betah untuk tetap bertahan di pipi halus itu. Menghirup wangi strawberry yang terkoar dari sana. Kyuhyun benar-benar menikmati moment-moment indah seperti ini. disaat ia bisa menguasai pipi sungmin seorang ini. pipi yang selalu merona merah saat ia kedinginan. Sungguh menggemaskan.
Perlahan mata indah itu mengerjap. Membuka matanya dan memperlihatkan manic hitam foxynya. "Kyunnie~" Ucapnya sambil mengusap-usap matanya. Melihat Sungmin yang sudah sadar dari tidurnya, Kyuhyun pun melepaskan ciuman di pipi Sungmin. Tersenyum dan menghapus lembut jejak saliva di pipi Sungmin.
"Sudah bangun ya sayang?" Kata Kyuhyun semakin menyadarkan Sungmin.
"Kyunnie ada disini? Kapan datangnya?" Tanya Sungmin dengan mengucek-ucek matanya lucu. Dia sedang melakukan aegyo mungkin.
Kyuhyun tersenyum dan mengarahkan tangannya ke kepala Sungmin. Mengusap kepala itu secara lembut dan mondorongnya ke dadanya. "Aku baru saja datang dan melihat Mingie sedang tertidur. Mingie sangat cantik!" Ucapnya seraya mengelus surai hitam milik Sungmin-Nya.
"Kyunnie sering sekali mengatakan itu pada Mingie! Huh!" Protes Sungmin seraya mengerucutkan bibir poutynya.
"Apa Mingie tidak menyukainya? Maafkan Kyunnie…." Kyuhyun berhenti mengelus kepala Sungmin yang masih berada di dadanya..
"Kenapa Berhenti? Mingie mau lagi~" Rajuk Sungmin manja.
"Mingie bilang kalau Mingie tidak suka di panggil cantik."
"Bukan begitu~" Rajuk Sungmin. Ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun dan melingkarkan tangannya dipinggang Kyuhyun.
"Lalu apa?"
"Mingie mau kok di panggil seperti itu oleh Kyunnie. Tapi dengan syarat!"
"Apa itu?"
Sungmin menengadahkan wajahnya dan menatap wajah Kyuhyun. "Jangan untuk orang lain! Arrachi!"
"Arra sayang~" Kyuhyun kembali memeluk Sungmin.
"Bagaimana dengan puzzle mu,hm?" Tanya Kyuhyun masih mengusap-usap kepala Sungmin.
Sungmin menggeleng. "Belum selesai…" Ucapnya sedih.
"Kenapa?"
"Mingie bingung!"
"Bingung?" Kyuhyun menangkup pipi Sungmin dan mengangkat wajah itu agar bisa menatapnya. Mensejajarkan wajah mereka.
"Mingie tidak bisa berkonsentrasi karena Kyunnie tidak ada di samping Mingie. Malahan itu membuat Mingie mengantuk!" Jelas Sungmin penuh alasan.
"Membuat alasan, eoh?" Tanya Kyuhyun menyelidiki.
"Tidak! Mingie tidak membuat alasan." Sanggah Sungmin.
"Baiklah~ Kyunnie percaya.." Ucap Kyuhyun seraya tersenyum dan membawa kepala itu bersandar lagi dadanya.
"Hadiahnya tidak jadi ya?"
"Kan Mingie tidak bisa menyelesaikan puzzlenya."
Sungmin terlihat murung dan menjauhkan kepalanya dari dada Kyuhyun. Ia menunduk dan memutar-mutar ujung bajunya. "Mingie kenapa?" Tanya Kyuhyun.
"Tidak! Mingie tidak apa-apa… Mingie baik-baik saja. Kyunnie jangan khawatir."
"Benarkah?" Goda Kyuhyun menatap Sungmin yang sedang menunduk.
Sungmin mengangguk. "Mingie mau hadiah apa?" Tanya Kyuhyun―lagi
Sungmin menoleh. Ia sangat kaget ketika mendapati wajah Kyuhyun tepat di samping wajahnya. Beberapa centi lagi ia bisa saja mencium bibir Kyuhyun. Pipi Sungmin memerah. Secepat kilat ia mengalihkan pandangannya lagi mengakibatkan kekehan lembut dari Kyuhyun di telinga Sungmin.
"Mingie kenapa? Kyunnie sedang bertanya~" Ucap Kyuhyun lembut. Kyuhyun mendekatkan kepalanya ke pundak Sungmin. Berniat menggoda Sungminnya yang sudah merona.
Dengan gerakan cepat, Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin mendekap Sungmin erat. "Hadiah untuk Mingie~" Kata Kyuhyun seraya menarik wajah Sungmin agar menoleh dan mempertemukan bibir kissable mereka. Sungmin tersentak. Ia benar-benar kaget. Kalau saja Kyuhyun tak segera melumat bibir lembut itu, bisa saja Sungmin berontak. Tubuh Sungmin melemas seketika mendapat serangan lembut di bibirnya. Kyuhyun terus melumat dan melahap habis bibir lembut itu menarik Sungmin dalam ciuman itu agar lebih dekat dengannya. Merebahkan Sungmin secara perlahan di sofa itu tanpa melepas tautan bibir mereka. wajah Sungmin merona, secara perlahan sesuatu mulai bangun.
"Aaahh~ eumhhh~~ eummhhh~" Desah Sungmin dalam kuluman bibir Kyuhyun.
Entah apa yang ada di otak Kyuhyun. Ia benar-benar tidak bisa lagi menahan hasratnya malam ini. Kyuhyun harus bisa meredam desahan Sungmin agar tak terdengar sang eomma.
"Uuhhh―" Desah Sungmin kehabisan nafas. Ia sudah tak tahan ingin menghirup sesuatu yang bernama udara. Tapi Kyuhyun masih tetap menciumnya dan melumat bibir itu dengan sangat dalam.
Lumatan dan kuluman semakin memanas. Seketika itu juga Kyuhyun menyibakkan kaus Sungmin. Mencari sesuatu yang selalu berhasil menegang dengan cepat. Kyuhyun melepaskan kuluman dan lumatannya di bibir Sungmin. Segera saja Sungmin menghirup udara sebanyak yang ia bisa. Sungmin terengah dan benar-benar lelah. Kyuhyun sangat beringas malam ini. Ada apa?
"Kyunniehh… kenap―aahhh… hah..hahhh…" Tanya Sungmin terengah. Kyuhyun yang melihat Sungmin seperti itu merasa kasian. Teganya ia membuat Sungmin hampir mati kehabisan nafas.
"Hhh…. Maafkan aku Mingie~" Ucap Kyuhyun seraya mendekap Sungmin yang berada di bawahnya. Tak lepas satu tangan yang hampir berhasil menyibakkan kaus milik Sungmin. "Aku mencintaimu Ming!" Ujarnya lagi.
"Hhh―Mingie juga cinta Kyunnie…" Balas Sungmin seraya kembali mendekap Kyuhyun.
"Mau dengar sesuatu?" Kata Kyuhyun Masih berada diatas tubuh Sungmin.
"Apa itu?"
"Ayo ikut aku."
Kyuhyun terbangun dari atas tubuh Sungmin dan menarik tangan Sungmin untuk menegakkan tubuh Sungmin. Membawa tubuh itu untuk mengikuti langkahnya.
"Kemana?" Tanya Sungmin dengan nafas terengah. Mereka sudah keluar ruangan sekarang.
"Ke eomma mu. Ada yang ingin aku ceritakan."
Segera saja Kyuhyun menarik Sungmin yang masih sedikit linglung dengan perubahan Kyuhyun.
.
.
"Mencari aku Kyu?" Tegur seseorang dari arah belakang.
Ketika mereka―Kyuhyun dan Sungmin sudah keluar dari ruangan itu, Kyuhyun segera mencari eomma Sungmin yang biasanya ada di ruangan belakang caffe tersebut. Tapi baru saja keluar dan melangkah beberapa centi lagi untuk mengetuk pintu, seseorang menegurnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah eomma Sungmin.
Kyuhyun dan Sungmin menoleh. "Eommanim." Ujar Kyuhyun sedikit kaget.
"Maaf mengagetkanmu Kyu." Katanya ―lagi.
"Ah. Tidak apa-apa… kebetulan aku ingin memberitahukanmu sesuatu."
"Mengenai apa?" Tanya eomma Sungmin. "Dan kenapa Minnie sudah bangun?"
"Mingie mendengar suara Kyunnie jadi terbangun, eomma. Jangan marahi Kyunnie~" Ucap Sungmin merajuk sang eomma.
"Ya sayang~ eomma tidak marah. Oh iya Kyu, kalau mau bicara, bicara di caffe saja."
"Ya baiklah eommanim."
.
.
.
"Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan Kyu?" Tanya eomma Sungmin penasaran.
Sekarang mereka bertiga sedang duduk di kursi caffe milik eomma Sungmin. Dengan 2 cangkir cappuchinno milik Kyuhyun juga eomma Sungmin dan satu gelas susu coklat milik Sungmin.
Kyuhyun sedikit menurunkan tangannya dan merogoh saku jas tuxedonya. Mengeluarkan amplop coklat pemberian Siwon tadi dan menyerahkannya pada eomma Sungmin.
"Apa ini Kyu?" Tanya eomma Sungmin―lagi penasaran dengan isi amplop coklat itu dan maksud dari Kyuhyun.
"Buka saja kalau eommanim ingin tau."
Mendapat izin untuk melihat isinya, eomma Sungmin pun akhirnya meraih amplop coklat itu dan membukanya perlahan. Seketika urat-uratnya menegang saat melihat tumpukan uang jutaan dolar terlihat dari lubang amplop tersebut. Matanya membelalak dan segera mendelik kearah Kyuhyun.
"Mungkin itu tidak seberapa, tapi aku ingin eommanim yang menyimpan uang itu."
"Untuk apa aku menyimpan uang sebanyak ini? dan dapat dari mana uang sebanyak ini?" Ujar kaget eomma Sungmin.
"Sebenarnya, malam ini aku pergi bersama Hyung angkatku ke sebuah pameran photografi. Hanya berniat melihat-lihat saja dan berkenalan dengan beberapa koleganya. Tapi siapa sangka jika dia mengirimkan satu foto Sungmin yang sengaja aku berikan padanya untuk lembar di majalah photografi perusahaannya. Foto yang aku ambil ketika Sungmin berada di Nami Island bersamaku beberapa minggu yang lalu. Foto itu membawaku memenangkan lomba itu. Aku sendiri pun tidak menyangka akan hal itu. Tapi ini nyata, eommanim. Berkat anakmu." Jelas Kyuhyun panjang lebar.
"Benarkah itu Kyuhyun-ah?"
"Itu benar eommanim…" Ucap Kyuhyun seraya menoleh kearah Sungmin yang sedang asik menyesap susu coklatnya dan beberapa cookies coklat.
"Tapi bagaimana bisa?"
"Entahlah. Aku pun tak tau dan tak pernah tau kapan Hyungku melakukan itu. Tiba-tiba saja ia memberikan amplop itu padaku."
"Tapi untuk apa aku harus menyimpan uang sebanyak ini?"
"Aku tidak tau lagi harus membagaimanakan uang itu. Yang ada di pikiranku hanya Sungmin dan bertemu Sungmin saat menerima uang itu. Aku ingin eommanim menjaga uang itu untukku. Aku ingin menikahi Sungmin suatu saat nanti. Membimbing Sungmin sampai ia benar-benar sembuh. Aku Sungguh mencintainya. Apa eommanim keberatan jika aku melakukan hal itu.?"
Disaat itu juga tangis eomma Sungmin tumpah ruah. Ia tak akan pernah menyangka jika Kyuhyun benar-benar mencintai Sungmin. Berniat menjaga dan menikahi Sungmin. Persetan dengan gender. Menikah tidak harus laki-laki dan perempuan kan? Tapi menikah adalah untuk mempersatukan cinta dan cinta dan Kyuhyun yakin, kalau Sungmin juga mencintainya.
"Eommanim baik-baik saja?" Kyuhyun khawatir saat mendapati eomma Sungmin menangis.
"A-aku baik-baik saja… hanya saja aku sedikit shock mendengar ucapanmu tadi. Sedikit tidak menyangka dengan keputusanmu untuk menjaga dan menikahi Sungmin. Bagaimana dengan orang tuamu? Apa mereka mengetahui hal ini? Sungmin 'kan laki-laki."
"Appa sudah menyuruhku untuk membawa Sungmin kehadapannya saat di pameran tadi. Sepertinya ia tertarik pada Sungmin-mu, eommanim.."
"Apa mereka tau keadaan Sungmin seperti apa? Apa mereka tidak akan kaget dan akan menerima Sungmin apa adanya sepertimu? Apa itu tidak masalah?" Pertanyaan eomma Sungmin memberondong.
"Eommanim tidak mempercayaiku? Apapun yang akan mereka lakukan pada Sungmin, aku bersumpah tidak akan pernah memaafkan mereka. sekalipun mereka orang tuaku. Sungmin lebih berharga dari pada nyawaku sendiri. Mereka tidak akan pernah bisa menyakiti Sungmin selagi masih ada aku yang menjaga dan melindungi Sungmin. Mengenai gender, selama itu Sungmin, itu tidak jadi masalah untukku. Mau Sungmin seorang laki-laki, aku akan tetap mencintainya. Lagi pula aku mencintai Sungmin, bukan gender, karena aku lelaki normal yang memiliki cinta yang tulus untuknya"
Eomma Sungmin semakin menangis mendengar pengakuan dan pengabdian Kyuhyun untuk Sungmin. Eomma sungmin sudah menyerah dan akan memberikan Sungmin seutuhnya pada Kyuhyun. "Ku harap kau bisa menepati janji dan membuktikan semua ucapanmu Kyuhyun-ah. Ku serahkan Sungmin-ku padamu. Aku merestui kalian berdua." Ucap eomma Sungmin pasti tanpa ragu.
"Terimaksih banyak eommanim." Ujar Kyuhyun seraya berdiri dan meraih Sungmin. Mendekat kearah eomma Sungmin dan membawa kedua tubuh orang yang ia sayangi itu dalam pelukannya. Sungmin yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum tanpa bisa mengerti apa-apa.
.
.
.
Kejadian semalam adalah kejadian termanis dalam hidup Kyuhyun. Mendapatkan restu dari eomma Sungmin adalah mimpi terindah yang tak akan pernah Kyuhyun lupakan dari memori ingatannya.
Malam itu Kyuhyun menginap di caffe eomma Sungmin dan tidur bersama Sungmin di ruangan bermainnya. Menggelar kasur kecil yang hanya cukup untuk satu orang saja. Berhubung Kyuhyun memang ingin sekali memeluk Sungmin dalam tidurnya, terpaksa Sungmin tidur dalam kungkungan tubuh hangat milik Kyuhyun.
Ketika pagi menjelang, sepasang mata mulai terbuka. Mengerjap lucu dan mendelik menatap wajah orang yang memeluknya. Sungmin terbangun lebih dulu dari Kyuhyun. Ia merangkak keatas tubuh Kyuhyun dan memperhatikan wajah terlelap orang yang ia sayangi.
"Kyunnie bangun sudah pagi." Ucapnya lembut sembari menutup lubang hidung Kyuhyun.
Kyuhyun yang di perlalukan seperti itu akhirnya terbangun karena membutuhkan nafas. Ia terengah dan mendekap Sungmin lebih erat di pelukannya.
"Lepaskan tanganmu, atau aku akan melahapmu sekarang juga. Bagaimana?" Ancam Kyuhyun.
"Iiiish! Kyunnie kira aku jajangmyeon yang bisa Kyunnie makan!" Protes Sungmin tidak suka.
"Kyunnie yakin pasti Mingie lebih nikmat dan enak dari makanan itu."
"Ini masih pagi Kyunnie!"
"Kalau begitu ciuman selamat paginya mana?"
Sungmin tersipu malu. Sedikit demi sedikit ia memperpendek jaraknya di atas tubuh Kyuhyun. Mendekatkan wajahnya dan mempertemukan bibir kissable mereka. Morning kiss untuk mengawali kisah baru dari hubungan mereka. tanpa lumatan tanpa hisapan. Hanya kecupan manis yang terasa.
.
.
.
"Eommanim~ bolehkah aku mengajak Sungmin berkunjung ke rumahku?"
"Tentu boleh Kyu~ bukankah Sungmin sudah biasa pergi kesana? Kenapa harus meminta izin lagi?"
"Bukan apartement ku eommanim~ tapi― rumah kedua orang tuaku."
Seketika saja eomma Sungmin membelalakan matanya. Ia sangat kaget mendengar permintaan dari calon menantunya tersebut.
Kyuhyun memang belum pulang dari semalam sampai pagi ini di caffe eomma Sungmin. Ia membantu eomma Sungmin membereskan semua yang berantakan di caffe itu sebelum buka.
"Kenapa mendadak?!"
"Sebenarnya tadi pagi ingin bilang. Tapi~ aku tunda karena takut membuatmu kaget."
"Tapi aku sudah kaget sekarang!"
"Eommanim marah? Kalau tidak mengizinkan juga tidak apa-apa. Mungkin lain waktu kita bisa membicarakannya lagi."
"Aku tidak marah, hanya sedikit kaget."
"Maafkan aku~ semalam di pameran itu aku bertemu appa, dia memberiku selamat atas kemenanganku. Ia melihat hasil potretku dan terkagum melihat Sungmin. Dia menyangka kalau Sungmin anak perempuan. Aku sudah menjelaskan kalau Sungmin seorang laki-laki, tapi ternyata dia malah meminta aku untuk mempertemukannya dengan Sungmin secara khusus. Itu saja."
"Apa tidak apa-apa?"
"Aku yakin appa tidak akan menyakiti Sungmin, karena~ dia tau rasanya di tinggal oleh anak yang ia sayangi."
"Kapan kalian berangkat?"
"Sore ini atau mungkin malam."
"Hati-hatilah di jalan. Aku titip salam untuk appa dan eomma mu Kyu."
"Eommanim mengizinkan?"
Eomma Sungmin tersenyum. "Selama Sungmin berada bersamamu, aku yakin kau akan selalu melindunginya. Jaga anakku ya Kyu~"
"Dengan senang hati eommanim."
Sedikit menahan nafas ketika izin itu Kyuhyun dapatkan. Ia begitu bahagia memiliki calon mertua seperti eomma Sungmin. Sangat baik dan benar-benar penyayang. Ini adalah anugrah yang tuhan berikan untuknya.
.
.
.
Hari sudah mulai sore. Kejadian siang ini membuat senyum itu tak pernah lepas dari bibir kissable milik Kyuhyun. Ia sangat senang dan membuat semangatnya tumbuh kembali. Membuat dirinya semakin yakin untuk membawa Sungmin agar bisa bertemu dengan sang appa.
Sore ini Kyuhyun benar-benar akan mengajak Sungmin untuk bertemu dengan sang appa. Ia yakin, appanya akan menerima Sungmin. Toh ia tau bahwa appanya bukan orang kejam yang akan memukuli Sungmin. Kepergiannya sore ini ia lalui dengan menggunakan mobilnya. Biasanya ia akan menggunakan motor kesayangannya. Tapi ia tidak ingin membiarkan Sungmin kedinginan dan malah sakit ketika sampai di rumahnya.
"Sudah siap sayang?" Tanya Kyuhyun pada Sungmin yang sedang asik duduk di samping kursi pengemudi.
Sungmin mengangguk lucu. Ia mulai memasang sabuk pengaman.
Eomma Sungmin juga berada di situ dengan Sungjin. Melihat kearah Sungmin yang sedang duduk tenang di bangkunya. Eomma Sungmin tersenyum lembut di saat melihat rona bahagia di wajah Kyuhyun dan Sungmin. Entah itu salah atau tidak, tapi keputusannya untuk merestui Kyuhyun adalah suatu keputusan yang sangat ia pikirkan. Sungmin akan bahagia jika bersama Kyuhyun.
"Jangan nakal ketika sampai di sana ya sayang~" Ucap eomma Sungmin mengingatkan.
"Ne~ eommaaa~~"
"Hyung! Jangan main jauh-jauh ya~" Sambung Sungjin.
"Huh! Biar saja Mingie tidak kembali lagi! Jinnie-Nya saja tidak mau main dengan Mingie!" Oke, anak ini mulai merajuk. Ia mengeluarkan semua unek-uneknya ketika kesal pada Sungjin.
"Hehehe~" Sungjin menggaruk rambut. "Aku minta maaf ya Hyung~ Aku sayang Hyung kok… sayang sekali… hati-hati di sana. Dan Kyuhyun hyung…. Ku harap Hyung bisa menjaga Sungmin hyung dengan baik." Lanjut Sungjin penuh harap.
"Dengan senang hati Jinnie -ya. Ingat! Kau juga harus rajin belajar."
"Ne Hyung~"
"Kalau begitu, kami berangkat dulu eommanim. Aku takut Sungmin lelah jika sampainya terlalu malam."
"Ne~ hati-hati Kyuhyun-ah"
Secara perlahan mobil tu mulai berjalan dan menjauh daari pandangan eomma Sungmin dan juga Sungjin. Eomma Sungmin tersenyum dan menitikan air mata ketika mobil itu sudah menghilang dari pandangan matanya. Tanpa sengaja, Sungjin melihat itu.
"Eomma baik-baik saja?" Tanya Sungjin khawatir.
Eomma Sungmin mengangguk. "Ya! Aku baik-baik saja." Jawabnya yakin
"Lalu kenapa menangis?"
"Aku bahagia Hyung mu bisa menemukan Kyuhyun. Walau mereka sesama lelaki, tapi aku yakin jika Sungmin memang di takdirkan untuk Kyuhyun."
"Ya~ eomma benar. Sungmin hyung pasti di takdirkan untuk Kyuhyun hyung. Karena sebelumnya, aku tidak pernah melihat Sungmin hyung seperti sekarang ini. Selalu terlihat ceria dan bahagia. Aku paling suka ketika Sungmin hyung sudah tertawa atau pun tersenyum. Apalagi dia sering sekali bersemangat menceritakan tentang Kyunnie-Nya. Hihihi~"
Eomma Sungmin tersenyum dan menghapus air matanya. Ia begitu bahagia melihat perubahan besar dari putra sulungnya itu. Semua harapan yang ia punya sudah ada yang menampung. Orang yang paling ia harapkan yang selalu setia menjaga Sungmin.
.
.
.
"Apa masih lama ya Kyunnie~?"
"Tidak kok sayang~ kalo Mingie bosan, Mingie boleh tidur. Nanti kalau sudah sampai; Kyunnie bangunkan Mingie. Arra?"
"Arra Kyunnie~"
Perjalanan dari Seoul menuju rumah Kyuhyun sebenarnya tidak terlalu menghabiskan waktu. Tidak mesti menempuh sampai berhari-hari. Cukup 2 sampai 4 jam saja. Sungmin sudah terlihat bosan di dalam mobil. Biasanya Kyuhyun selalu mengajak Sungmin untuk menaiki motor kesayangannya. Tapi, karena mereka berangkat sore hari, Kyuhyun tidak ingin mengambil resiko kalau Sungmin sampai sakit.
.
.
.
"Mingie~ bangun sayang~ sudah sampai." Kyuhyun mengelus surai hitam milik Sungmin yang sedang asik tidur di samping kursi kemudinya.
"Eunghhh~" Sungmin mengucek kedua matanya dan mempoutykan bibirnya lucu.
"Ayo bangun… sudah sampai." Ucap Kyuhyun lembut seraya berusaha membangunkan Sungmin yang masih betah duduk di samping kursi kemudi.
"Eunghhh~ Kyuniieee~ Mingie masih mengantuk." Protes Sungmin.
Sebenarnya tidak lama setelah Sungmin memejamkan matanya, satu jam kemudian, mereka sampai di rumah orang tua Kyuhyun. Sungmin sedikit terlihat lelah. Mengingat ia belum makan. Karena waktu sudah menunjukan pukul 8 malam.
"Mingie bisa melanjutkan tidur Mingie di dalam nanti. Tapi Mingie belum makan; makan dulu ya~"
Sungmin mengangguk. Kyuhyun mulai beranjak dari kursinya dan membuka pintu. Keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu sebelahnya. Membukakan pintu untuk Sungmin dan merangkul mesra tubuh sintal sang kekasih.
"Mingie harum~" goda Kyuhyun ketika hidungnya mulai mencium aroma strawberry dari tubuh itu
Sungmin tersenyum. "Mingie harum untuk Kyunnie~" Jawab manja Sungmin dan menenggelamkan wajahnya di leher Kyuhyun. Ia pun menegang.
"Mingie tidak boleh menggoda Kyunnie~"
"Mingie tidak menggoda Kyunnie~"
"Ya sudah~ ayo jalan.. rumah Kyunnie sudah di depan."
Akhirnya mereka melangkahkan kaki mereka untuk memasuki halaman yang sangat besar itu. Berjalan perlahan seraya memperhatikan rumah yang tak pernah berubah dari dulu. Minimalist dan terlihat mewah juga elegant.
Halaman yang selalu jadi tempat bermain Kyuhyun dan sang kakak tercinta. Ia begitu mengingat semuanya ketika memori ingatannya kembali terlihat di otaknya. Sungmin memperhatikan Kyuhyun yang terus saja melihat sekitar. Padahal pintu sudah terlihat di depan sana.
"Kyunnie~ apa Kyunnie baik-baik saja?" Tanya Sungmin menyadarkan lamunan Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk pasti dan mengusap lembut pipi bulat merona itu. "Aku baik-baik saja, sayang~" Ucapnya lembut. Mereka terhenti ketika pintu rumah sudah ada di depan mata. Dengan sangat hati-hati dan penuh percaya diri, Kyuhyun mengetuk pintu itu perlahan.
'Tok…..'Tok…Tok….'
'Ceklek~'
Pintu itu terbuka, menanmpilkan sesosok wanita paruh baya di baliknya. Tersenyum dan menyapa sang tamu. "Tuan muda! Selamat datang… lama sekali anda tidak pulang…." Sapanya antusias.
"Annyeong Ahjumma~ lama kita tidak bertemu…. Apakah apa ada di rumah?"
"Tuan sedang ada meeting dengan clientnya.. biasanya 1 atau 2 jam lagi pasti pulang. Oya! Silahkan masuk." Ucap Bibi mempersilahkan Kyuhyun masuk. Bibi penjaga rumah, yang sudah lama sekali mengabdi di keluarga Kyuhyun.
Kyuhyun dan Sungmin memasuki rumah itu. Rumah yang benar-benar penuh kenangan bagi Kyuhyun. Tidak pernah berubah.
"Tidak berubah ya Tuan~"
Kyuhyun terkaget. "Ah! Ya… yaa… rumah ini tidak pernah berubah. Masih sama seperti dulu ketika masih ada aku dan―" Kyuhyun lirih. "Kakak~."
"Maafkan aku Tuan muda~ bukan maksudku mengingatkan anda pada Nona muda."
"Tidak apa-apa ahjumma. Aku baik-baik saja."
Ahjumma melihat kearah Sungmin dan tersenyum lembut. Sungmin yang merasa di perhatikan mulai tersenyum ramah. Menampilkan gigi kelinci kebanggaannya.
"Apa Nona ini kekasih tuan?"
'Nona? Apa ahjumma mengira kalau Sungmin…..'
"Ah~ ya… dia kekasihku… calon menantu Appa dan eomma…."
"Ya baiklah. Aku akan mengantarkan Nona ini ke kamarnya."
"Tidak usah ahjumma~ Sungmin tidur bersamaku saja."
"Hng?" Ahjumma terheran dan menatap Kyuhyun.
"Apa eomma sudah tidur?" Kyuhyun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka yang sudah sedikit terlihat aneh.
"Ahhh…. Nyonya sedang ada di ruang music… sedang mendengar permainan piano dari kaset. Biasanya ia akan merasa nyaman jika sudah mendengar piano."
"Baiklah aku akan mengajak Sungmin kesana."
"Ya~ silahkan. Pasti Nyonya sangat merindukan Tuan muda." Ucapnya tersenyum seraya pergi dari hadapan Kyuhyun dan Sungmin.
Karena tak mendengar sedikitpun suara dari Sungmin-nya, Kyuhyun langsung menengok kea rah Sungmin dan menatap Sungmin lembut. Memperhatikan wajah menggemaskan sang kekasih lalu mengecup lembut pucuk kepala Sungmin. Betapa Kyuhyun sangat mencintai anak manis ini…..
"Mau bertemu dengan eomma ku?" Tawar Kyuhyun
Sungmin mendelik menatap Kyuhyun. Memamerkan deretan gigi putih kelincinya. Ia pun mengangguk antusias.
"Oke… kalau begitu ikut aku."
.
.
.
Mematung di depan pintu ruang music tepat beradanya orang yang paling Kyuhyun rindukan. Tak berani mengetuk, dan tak berani juga untuk masuk. Ia masih inat betapa sedihnya sang eomma ketika ia tinggalkan. Sebersit rasa bersalah terhadap sang eomma membuat Kyuhyun memberanikan diri untuk membuka ruangan itu.
Ketika pintu terbuka perlahan, menampilkan sesosok wanita paruh baya terduduk di kursi rodanya. Mengenakan pakaian tidur, juga syal yang melingkar hangat di leher sang eomma.
Sesaat Kyuhyun terdiam. Menatap tak berkedip sosok yang ia rindukan itu. Wajahnya yang selalu terlihat cantik walaupun sudah terlihat banyaknya kerutan tandanya menua. Rambut yang tetap hitam tapi sudah memendek, dan punggung yang selalu membuat Kyuhyun merasa tenang ketika merangkulnya. Uuuh ingin sekali Kyuhyun merangkul, dan menggenggam tangan sang eomma.
Kyuhyun menoleh kearah Sungmin. Tersenyum seakan mempersilahkan Sungmin untuk mendekat kearah sosok itu.
Mereka berdua berjalan perlahan. Sangat hati-hati. Tak ingin mengganggu dan membuat sosok itu menoleh. Ketika jarak mereka semakin dekat, Kyuhyun menarik Sungmin untuk berdampingan dengannya. Mengajak Sungmin untuk merentangkan tangannya dan memeluk sosok itu dari arah belakang.
"Eomma~ aku pulang…." Ucap Kyuhyun merangkul tubuh wanita yang paling ia cintai itu. Sungmin yang berada di samping Kyuhyun hanya mengikuti saja apa yang di lakukan kekasihnya.
Tak ada respon. Sama sekali tak ada tanggapan. Tubuh itu sangat kaku. Tak dapat bergerak. Hanya terasa nafas yang bergerak semakin cepat.
Kyuhyun melepaskan rangkulannya dengan Sungmin. Berjalan kehadapan sang eomma dan menatap wajah sang eomma dari jarak dekat. Seketika Kyuhyun menegang, sang eomma menangis… air mata mengalir begitu saja dari mata sendunya. Ia begitu merindukan sang anak lelakinya. Tapi apa daya; ia hanya wanita yang sedang duduk tak berdaya di atas kursi roda.
Kyuhyun menangis. Ia peluk erat sang eomma seakan mengisyaratkan bahwa ia tak akan pernah pergi lagi.
"Maafkan aku eomma." Ucap Kyuhyun dalam peluknya di sela sela tangisannya.
Sungmin yang berada tak jauh dari Kyuhyun pun ikut memeluk Kyuhyun dan sang eomma. Mengusap-usap pucuk kepala Kyuhyun seakan berusaha menenangkan orang terkasihnya.
"Ahjumma~ maafkan Kyunnie yaaaaa~" Sungmin berusaha bicara. Ia mengusap air mata yang mengalir di pipi keriput wanita itu.
"Kyunnie jangan menangis… ahjumma jadi sedih…. Nanti cantiknya hilang."
Kyuhyun pun melepaskan pelukannya, Kyuhyun sangat kaget ketika melihat bibir sang eomma menyunggingkan senyum tipisnya.. Terlihat raut wajahnya yang sudah tak menegang lagi. Wajahnya melembut walau masih terlihat tatapan kosong di matanya. Setidaknya eomma Kyuhyun masih bisa mendengar.
"Maafkan aku eomma… maafkan aku yang sudah meninggalkanmu dan membuatmu menjadi seperti ini."
Kyuhyun menyesal. Ia benar-benar menyesali semua pilihannya. Ini akibat keegoisannya. Ini semua karena ulahnya. Jika saja ia tak membantah apa yang di katakan sang appa, mungkin saja bibir sang eomma tidak akan sepucat hari ini.
"Aku berjanji… tidak akan pernah meninggalkan mu lagi. Aku dan Sungmin akan menemanimu eomma. Sampai sembuh. Sampai eomma bisa tersenyum." Kyuhyun bersumpah dengan dirinya sendiri.
Sungmin yang berada di situ tentu ikut tersenyum. Ia mengelus punggung Kyuhyun dan tidak pernah memprotes karena ia sedikit terlupakan disana.
"Oh ya~ ini Sungmin yang ku maksud eomma. Sungmin calon menantumu. Orang yang paling aku cintai, dan orang yang berhasil membuatku datang kembali kerumah ini." Kyuhyun terlihat antusias saat memperkenalkan Sungmin pada sang eomma.
"Annyeong Haseyo ahjumma… aku Sungmin. Lee Sungmin. Ahjumma bisa memanggilku dengan sebutan Minnie. Karena sebutan Mingie hanya punya Kyunnie saja~ hehehe…"
Kyuhyun tersenyum senang. Ia mengelus surai hitam milik Sungmin dan segera mengecup pucuk kepala lelaki cantik itu dengan lembut. "Aku sangat mencintainya eomma…." Lanjut Kyuhyun.
Setetes air mata kembali jatuh dari mata sendunya. Mengisyaratkan kebahagiaan yang tak terbendung. Kyuhyun kembali lagi dan ia membawa seseorang yang ia cintai.
.
.
.
Setelah selesai berbincang dengan sang eomma di ruang music, Kyuhyun mengajak sang eomma untuk pergi ke kamarnya. Membantu sang eomma untuk berbaring dan beristirahat. Ini sudah lumayan malam, Kyuhyun dan Sungmin juga butuh istirahat.
"Selamat malam eomma… tidurlah, dan mimpi indah. Aku akan selalu di samping mu mulai sekarang." Ucap Kyuhyun ketika ia membawa tubuh sang eomma ke atas ranjangnya.
"Selamat malam ahjumma~ dan selamat tidur~" Sungmin membungkukkan diri. Perlahan Ibu Kyuhyun menutup mataya rapat.
"Nah sayang~ waktunya kita tidur. Ini sudah larut. Mingie pasti lelah?" Ucap Kyuhyun setelah selesai menyelimuti sang eomma di ranjangnya. Kyuhyun mengusap pucuk kepala Sungmin dan membawanya ke dalam pelukannya.
Sungmin mengangguk dan pura-pura menguap. "Hoammhhh… Mingie mengantuk~" Rajuk Sungmin.
"Ayo sayang~ kita ke pergi ke kamar." Ajak Kyuhyun meraih lengan Sungmin.
.
.
.
"Hoaaaah kasurnya empuk sekali Kyunniieeeee~~~~"
Sungmin begitu menyukai kasur empuk di rumah Kyuhyun. Ketika Kyuhyun mengajaknya untuk pergi ke kamar, Sungmin langsung berlari ke kasur dan membaringkan tubuhnya terlentang di saat mereka sudah sampai di kamar. Tersentak Sungmin ketika tubuhnya tenggelam di antara kasur empuk itu.
"Ini empuk sekaliiiii~ Mingie sukaaa~~" Pujinya kegirangan.
"Mingie suka? Bagus kalau begitu. Oh ya, Mingie harus menyikat gigi terlebih dahulu sebelum tidur."
"Baiklah Kyunnie~ tapi…. Mingie tidak bisa bangun~~~" Sungmin mengangkat tangannya meminta bantuan Kyuhyun. Ia sulit untuk bangun. Tubuhnya tenggelam di kasur empuk itu.
Kyuhyun terkekeh. "Dasar anak manja." Ucap Kyuhyun seraya meraih kedua pergelangan tangan Sungmin dan membantunya berdiri.
Sejenak Sungmin sulit bernafas ketika ciuman lembut langsung mendarat di bibirnya saat ia sudah terbebas dari kasur empuk itu. Kyuhyun menciumnya secara tiba-tiba. Melumat bibir strawberry itu dengan penuh perasaan. Membawanya menari bersama saling memberikan kasih sayang.
Perlahan Sungmin menutup matanya. Melingkarkan tangannya di leher jenjang Kyuhyun. Semakin lama, ciuman itu terasa semakin penuh gairah. Kyuhyun sulit melepaskan bibirnya walau ia sudah menyadarkan diri. Ia masih ingin berlama-lama dengan bibir pouty milik kekasihnya itu.
Tiba-tiba sesuatu bangun. Kyuhyun sadar. Ini bahaya. Dengan kesadaran yang masih setengah, Kyuhyun menarik bibirnya menjauh dari bibir Sungmin. Memandang bibir bengkak, basah dan merah itu dengan hasrat tertahan. 'Ini semakin bahaya' batin Kyuhyun ketika ia sadar miliknya sudah tak bisa di bilang normal.
Sungmin masih terengah. Ia mengumpulkan oksigen yang sangat ia butuhkan.
"Kyunnie~ kenapa panas yah?"
'Gawat!' batin Kyuhyun. "Ah! Ayo Mingie…sikat gigi mu." Kyuhyun berusaha mengalihkan.
"Ah iya…. Tapi setelah itu, cium lagi yaa seperti tadi…." Pintanya merajuk.
Matilah Kyuhyun dengan keadaan tegang!
.
.
.
Setelah Sungmin selesai melakukan rutinitas sebelum tidur, Kyuhyun dan Sungmin langsung berjalan menuju ranjang tidurnya. Kyuhyun menuntun Sungmin dengan hati-hati. Membawa lelaki kesayangannya untuk segera tertidur dalam pelukannya.
"Selamat tidur sayang~ mimpi indah…" Ucap Kyuhyun lembut mengecup pucuk kepala Sungmin ketika Sungmin sudah berada di dalam pelukan hangatnya.
Sungmin hanya mengangguk. Ia terlihat sangat lelah. Tentu saja, malam ini ia dan Kyuhyun belum makan.
"Kyunnie~ nyanyikan satu lagu untuk Mingie~"
"Lagu nina bobo?"
"Terserah Kyunnie saja~"
Kyuhyun mengangguk. "Baiklah."
Kyuhyun bernyanyi, mengalunkan lagu cinta yang sangat ia sukai. Lagu yang ia dedikasikan untuk Sungmin-nya. Lagu yang sangat mewakili perasaannya saat ini. 'Just Once'─
Dalam alunan merdu suara Kyuhyun, Sungmin tertidur lelap. Memeluk dan merangkul tubuh yang ia sayangi adalah hal yang termanis. Membuat ia menjamin bisa mimpi indah malam ini.
'Please love me just once. Can I crazily call out your name just one? Because of my heart, I want to go closer to your side'─Kyuhyun 'Just Once'
.
.
.
Cicitan burung kenari terdengar begitu merdu pagi ini. Seakan berusaha untuk membangunkan dua orang anak manusia yang masih sibuk bergumul dengan selimutnya. Saling memeluk dan menghangatkan, itulah posisi mereka berdua. Tapi tak lama, salah satu dari mereka mulai membuka matanya. Mengerjap lucu dan mengusap matanya.
Sungmin terbangun lebih dulu. Ia melirik seseorang yang dengan erat memeluk tubuhnya dari belakang. Kyuhyun, Kyuhyun masih tertidur lelap. Sungmin tersenyum. Ia balikan tubuhnya dan mengusapkan telapak tangannya di pipi pucat lelaki tampan itu. Mengecup belahan sexy lelaki itu dan mulai berucap "Selamat pagi Kyunnie~"
Tidak ada jawaban. Kyuhyun masih terlihat lelah dalam tidurnya. Sungmin merasa ia tidak boleh mengganggu Kyuhyun. Dengan berhati-hati ia beranjak dari ranjangnya. Melepaskan rangkulan tangan Kyuhyun di tubuhnya. Menarik selimut, dan melingkarkan kembali di tubuh tegap itu.
Sungmin tersenyum, ia pergi keluar dari kamarnya. Mencari udara segar mungkin. Mengingat tempat tinggal Kyuhyun sangat sejuk.
Ia langkahkan kakinya mengitari rumah besar milik Kyuhyun. Mencari teras rumah agar bisa lebih jelas mendengar nyanyian burung di pagi ini.
Di saat ia melihat pintu terbuka, dengan penuh semangat, Sungmin berlari menuju pintu itu. Terlihatlah halaman belakang rumah Kyuhyun. Sungmin terkesiap. Halaman yang luas, indah dan rapih. Terdapat pohon-pohon bebuahan disana. Termasuk apel. Buah yang sangat Kyuhyun sukai. Tapi, mata Sungmin menangkap sesuatu… sesosok wanita paruh baya sedang duduk dengan kursi rodanya disana.
Dengan hati penasaran, Sungmin mendekat kearah wanita paruh baya itu. Sekilas ia tersenyum. Eomma Kyuhyun sedang asik melihat indahnya danau yang tak jauh dari pohon apel. Air memang bisa membuat hati merasa tenang jika melihatnya.
"Ahjumma~ selamat pagi" Sapa Sungmin dengan senyum yang menampilkan gigi putihnya.
Eomma Kyuhyun mengedipkan matanya. Seakan membalas sapaan lelaki manis itu.
"Ahjumma lihat danau ya? Apa Mingie boleh bergabung? Boleh yaaaa?" Lanjut Sungmin dengan tatapan penuh aegyo.
Entah apa yang terjadi di sana, eomma Kyuhyun menyunggingkan senyum di bibir kakunya. Perlahan tapi pasti ia mulai terlihat normal. Sungmin terus saja mengajaknya bicara. Membuat eomma Kyuhyun memberikan respon-respon yang tak pernah ia tunjukan pada siapapun termasuk suaminya.
Tangan itu sedikit demi sedikit bergerak. Sungmin meraihnya, Sungmin menggenggamnya dan Sungmin terus membuatnya merasa baikkan.
"Sung….min….."
"Ah?"
"Kyu….hyu..n"
"Ah… Ahjumma memanggil Mingie~?"
"Sung….min…"
.
.
.
Kyuhyun terbangun. Ia sangat kaget ketika ia tak melihat Sungmin yang terbaring di sampingnya. Ia panic. Dimana Sungmin? Kemana ia pergi? Segera saja ia beranjak dari kasurnya dan membuka pintu. Sekerjap tak sengaja ia melihat sang appa sedang berdiri tetap di depan jendela yang tak jauh dari kamarnya. Jendela besar yang menghubungkan langsung dengan taman belakang.
"Appa…"
Lelaki itu mengerjap dan menghapus air matanya. "Ah… Kyuhyun-ah. Sudah bangun?"
"Oh ya… aku sudah bangun. Appa sedang lihat apa?"
"Apa itu Sungmin?"
Segera saja Kyuhyun mendekat dan melihat kearah jendela besar itu. Ia kaget, itu Sungmin… ia sedang tertawa bersama seseorang di bawah pohon apel itu. Bersama eommanya.
"Sungmin! Sedang apa dia─
"Biarkan saja… Mungkin sedang bermain dengan eommamu. Sudah lama aku tak melihat eomma mu seperti itu."
Kyuhyun diam tak percaya. Apakah respon sang appa sebaik ini?
"Bisakah kita bicara?"
"Untuk apa?"
"Kau masih hutang penjelasan pada ku Kyuhyun-ah!"
"Mengenai Sungmin?"
"Semuanya!"
"Baiklah Appa.."
Appa Kyuhyun berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri mematung di jendela besar itu. Mengarahkan kakinya ke ruang tengah. Kyuhyun mengikuti sang appa. Ada yang harus ia jelaskan padanya.
"Jelaskan padaku." Ucap appa Kyuhyun setelah ia duduk dan melipat kedua tangannya di antara dadanya.
"Aku harus memulai dari mana?" Kyuhyun ikut mendudukan diri.
"Terserah kau saja."
Kyuhyun diam. Ia bingung.
"Kenapa diam?"
"Aku bingung…."
"Kalau begitu ceritakan tentang Sungmin."
Kyuhyun mengangguk. "Sungmin adalah anak keterbelakangan mental. Ia lahir lebih dulu dariku. Dan dia orang yang aku cintai." Jelas Kyuhyun dengan sedikit merunduk saat ia menceritakan sedikit hal mengenai Sungmin.
"Keterbelakangan mental? Hah! Yang benar saja!"
"Tapi aku yakin dia pasti sembuh!"
"Apa dia perempuan?"
"Dia…. Seorang laki-laki."
"Apa lagi ini?"
"Appa! Kumohon! Jangan sakiti Sungmin!"
"Aku tak menyakitinya. Aku hanya tak habis fikir jika anakku akan menjadi seorang gay hanya karena anak keterbelakangan mental!"
"Sungmin berbeda! Dia tidak seperti anak lainnya! Aku mencintainya! Dan tidak akan ada yang bisa menghalangi perasaanku pada Sungmin!"
"Seberapa besar rasa cinta mu pada lelaki idiot itu?"
"Dia tidak idiot! Dia pasti sembuh! Dan asal appa tau, rasa cinta ku pada Sungmin, melebihi rasa cinta ku pada photografi! Aku rela meninggalkan photografi hanya demi Sungmin. Dan aku berani sumpah! Aku rela mati hanya demi Sungmin, appa!"
"Keterlaluan! Kau merelakan nyawamu hanya untuk lelaki itu? Apa kau bisa menjamin jika ia bisa mencintaimu? Jika saja ia sembuh dan melupakanmu, apa yang akan kau lakukan?"
Kyuhyun diam. Apa yang di katakan appanya itu benar. Jika Sungmin sembuh dan melupakannya, apa Kyuhyun akan rela mati hanya karena itu?
"Aku akan terus berusaha untuk mengingatkannya." Jawab Kyuhyun sendu.
"Apa benar kau akan meninggalkan photografi hanya untuk Sungmin? Bagaimana dengan perusahaanku? Apa kau akan merelakan photografi untuk meneruskan perusahaan yang sudah aku dirikan sampai sekarang?"
Inilah inti dari pembicaraan mereka. Perusahaan Cho' Coorporation. Perusahaan yang sudah susah payah di rintis oleh sang appa.
Kyuhyun diam.
"Kenapa diam?"
Kyuhyun berdehem. "Aku akan kembali kerumah, dan mengurus perusahaan appa, asal appa mengizinkanku untuk bersama Sungmin."
"Maksudmu?"
"Aku ingin menikahi Sungmin!"
"Kau gila! Dia seorang laki-laki Cho Kyuhyun! Apa kau tidak bisa berfikir normal hah?"
"Inilah kenormalan ku appa! Aku mencintai Sungmin! Aku tidak pernah merasa seperti ini setelah kakak meninggal. Sungmin yang selalu ada saat aku benar-benar terpuruk. Walaupun aku tidak tau ia mencintaiku atau tidak saat ia sembuh nanti. Yang ku inginkan hanya Sungmin, kebahagiaan Sungmin dan kesembuhan Sungmin! Dengan bersama Sungmin saja sudah membuatku bahagia appa…. Ku mohon… tidak mau kalau tidak dengan Sungmin. Mungkin ini egois, tapi inilah yang kuinginkan saat ini appa."
Appa Kyuhyun mendengus kesal. Terlihat raut tak suka dari wajah tuanya. Ia benar-benar tidak habis fikir dengan apa yang jadi pilihan anak lelakinya itu. Menikahi seorang laki-laki. Yang benar saja! Tapi tidak ada pilihan. Kyuhyun akan kembali asalkan bersama Sungmin. Dan itu bukan suatu hal yang mudah untuk appa Kyuhyun. Membiarkan anak semata wayangnya menikah dengan seorang lelaki.
"Appa~" Kyuhyun merajuk.
"Terserah kau saja!"
"Kyunnie~~~~~"
Dari arah pintu belakang, Sungmin memanggil Kyuhyun. Ia sedikit kesulitan karena mendorong kursi roda eomma Kyuhyun. Terlihat keringat di pelipis halusnya. Tapi satu hal yang membuat Kyuhyun kaget. Eommanya… eommanya bisa menggerakkan tangannya dan tersenyum padanya.
"Sungmin!" Kyuhyun segera berlari menuju Sungmin.
"Kyunnie~~ bantu Mingie…. Iiiish!"
"Ming! Darimana? Dan eomma…. Kenapa dengan eomma?" Kyuhyun mulai bertanya pada Sungmin dan membantu kursi roda sang eomma agar bisa menaiki tangga dan memasuki rumahnya.
"Mingie tidak tau…. Tadi Mingie terus mengajak ahjumma berbicara. Dia tersenyum dan menggerakkan jari-jarinya seperti ini." Jawab Sungmin sembari menunjukan apa saja yang ia lihat dari respon eomma Kyuhyun. Saat eomma Kyuhyun menggerakan jari-jarinya dengan perlahan. "Ahjumma juga memanggil nama Mingie… seperti ini…. Sung…min…. dan juga Kyu….hyun…. begitu." Lanjutnya lagi dengan menirukan apa yang dia dengar.
"Benarkah?" Tanya Kyuhyun antusias.
Sungmin mengangguk antusias. Ia membenarkan apa yang Kyuhyun pertanyakan.
Kyuhyun menoleh kearah sang appa yang ikut berdiri dari ruang tamu. Ada tatapan lembut dari mata tuanya.
"Appa! Eomma pasti akan sembuh ku yakin itu…. Ku mohon… izinkan Sungmin bersama ku dan kami akan merawat eomma."
Appa Kyuhyun berjalan mendekat kearah Sungmin. Menatap Sungmin lekat.
"Kau Sungmin?"
Sungmin mengangguk.
"Terimakasih sudah menjaga istriku. Kau anak yang baik." Lanjut appa Kyuhyun dengan begitu lembut tersenyum kearah Sungmin.
"Sama-sama ahjusshi…. Mingie tidak melakukan apa-apa kok. Hanya mengajak ahjumma berbicara… hehehe"
"Kau cantik~" Ucap appa Kyuhyun.
"Terimakasih ahjusshiiii~" Jawab Sungmin dengan menampilkan deretan gigi putihnya.
"Sekarang aku tau… kenapa kau begitu menginginkannya Cho!" Ucap appa Kyuhyun pada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun bingung di buatnya. "Lakukan apa yang kau inginkan. Lihat saja jika kau membuatku kecewa lgi!" Lanjutnya.
Kyuhyun tersenyum bahagia. "Ya appa. Terimakasih banyak."
Dalam diam. Sang eomma pun tersenyum penuh haru.
.
.
.
Dari kejadian pagi itu, hari-hari Sungmin di rumah Kyuhyun sangat menyenangkan. Mereka sering menghabiskan waktu bersama untuk menjaga eomma Kyuhyun. Eomma Kyuhyun pun semakin hari semakin membaik. Ia sudah mulai bisa menggerakan seluruh bagian tubuhnya tanpa terkecuali. Ini berkat Sungmin. Sungmin yang membangkitkan gairah hidup eomma Kyuhyun.
"Terimakasih Lee Sungmin-ku~"
"Sama-sama Kyunnie~"
Tepat di depan eomma Kyuhyun, Kecupan manis pun akhirnya tak terelakan.
'Do you know about my clumsy love? As I see you trun away. I can't say anything. So I will just place all my love inside my heart'─Kyuhyun 'Just Once'
.
.
.
Hari liburan pun telah habis. Saat nya Kyuhyun untuk membawa Sungmin pulang. Tapi, Sungmin tidak ingin pulang. Ia masih ingin berlama-lama di rumah Kyuhyun. Andai saja rumah mereka dekat, mungkin Kyuhyun tidak akan berat hati membawa Sungmin pulang. Eomma Sungmin sudah merindukan sang anak tercinta.
"Mingie~ ayo pulang sayang…."
"Tidak mau! Mingie masih mau disini! Menemani ahjumma!"
"Tapi eomma Mingie sangat merindukanmu, sayang~"
"Ajak saja eomma kesini."
"Kyunnie janji… ketika sampai disana, Kyunnie akan belikan ice cream 3 lapis dengan selai strawberry yang banyak di atasnya. Bagaimana?"
Sungmin mengerjap. Sedikit tertarik. "Baiklah~ 3 lapis ya Kyunnie~~"
Kyuhyun menggangguk.
"kalau begitu, ahjumma… ahjusshiiii… Mingie pulang dulu yaaa~ nanti pasti Mingie datang lagi. Annyyeong~"
Eomma Kyuhyun yang kebetulan sudah sedikit sembuh hanya bisa tersenyum lembut. Appa Kyuhyun pun hanya bisa menggeleng dengan tingkah polos calon menantunya tersebut.
"Aku pulang dulu ne, Appa… eomma… aku janji, aku akan kembali lagi dengan Sungmin yang sudah sembuh."
"Ne… jaga Sungmin dan ingat janjimu! Janji seorang laki-laki."
"Ne appa~"
Pelukan untuk sang anak dari sang appa pun mengakhiri pertemuan bahagia di hari ini.
.
.
.
Di saat perjalanan menuju Seoul, Sungmin terlihat sangat gelisah. Entah apa yang membuat Sungmin menjadi seperti ini.
"Mingie baik-baik saja?"
Sungmin mengangguk.
"Kalau begiyu, tidur saja… nanti ketika sampai, Kyunnie akan membangunkan Mingie."
Sungmin menyetujuinya. Tanpa banyak bicara, Sungmin menutup matanya perlahan. Menyamankan tubuhnya di kursi di samping sang pengemudi tampan.
Kyuhyun mulai serius menyetir kembali. Ia ingin segera sampai di Seoul dan menceritakan apa yang sudah terjadi selama Sungmin ada di rumahnya. Mengenai keadaan sang eomma dan restu dari sang appa. Betapa bahagianya Kyuhyun jika mengingat hal itu.
Lamunan Kyuhyun tersadar ketika mendengar bunyi berisik dari arah belakang mobilnya. Suara mobil polisi. Suara itu semakin lama semakin mendekat. Akhirnya terlihat. Mobil itu sedang mengejar mobil yang ada di depannya yang berada tepat di belakang mobil Kyuhyun.
Mobil itu sangat cepat dan sangat tidak teratur saat berjalan. Terlihat seperti sedang mabuk yang mengandarainya. Perlahan mobil itu menyusul mobil yang Kyuhyun kendarai dan'DOR' bunyi pistol mengenai ban mobil urakan itu. Kyuhyun panic, mobil itu oleng dan tanpa sengaja menenggor mobilnya. Mobil Kyuhyun ikut oleng. Ada jurang tepat di pinggir mobilnya. Jalannya pun tidak terlalu bagus. Akhirnya Kyuhyun memperlambat kecepatan mobilnya, tapi sayang, bagian belakang mobil urakan tu pun mengenai mobil bagian depannya dan mengakibatkan mobil Kyuhyun terperosok. Sekejap, mata Kyuhyun gelap, Mereka kecelakaan.
.
TBC~
.
Annyeong ^^
Masih inget kan sama fic ini? Hehehe
Maaf maaf maaaaaaaaf banget buat teman-teman yang menunggu ini… aku bener bener sibuk sekarang… huhuhu T^T
Tapi aku akan selalu usahain buat selesai-in ini ^w^
Untuk teman-teman yang nanyain NC, jgn khawatir yaaa.. Ming sembuh aku adain adegan rommantis dri KyuMin :3
Tapi ini aja belum 'klimaks' jadi bersabar lah kkk~… aku masih mau focus sama ceritanya dulu..
Jadi jangan marah ^^
Terimakasih untuk reviewnya.. ^^
Oh ya~ ada yang bilang sama ama komik my first love yaa~ jujur, aku suka bgt sama karakter di komik itu. Cwonya yang pervert percis Kyu n cwe nya yang polos kaya Ming XD
Jadi perkiraan teman mengenai FF ini itu benar. Tapi ceritanya pasti beda dooonk :3
Oh ya! mohon maaf untuk Typo dan lain sebagainya... aku ga edit soalnya XD ^^V
.
.
.
Sekali lagi gamsahamnida ^^
See you next chap~
