Opening Despacito Versi Naruto.
By : Vallyant Sayoga.
Play!
Ai
Yoi!
Blewah!
Oh
Oh no
Oh
Heiye~!
1.. 2.. 3
Go!
Shi
Tsunade-Hiruzen-Sakumo hatake
Danzo-Jirobou-Gari-Omoi
Blewah!
Lee
Haku-Sarada-Kagura-Ukitake
Sumire-Okisuke-Motoi
Oh
Fuu-Gaara-Roshi-Dan Kato- Dadoi-Metal
Ranka-Yugao-Hagoromo-Hidan
Inojin-Yamato-Ensui Nara-Jugo
Oh, yeah
Za, Zabuza-Obito-Santa Tokuma
Tonbo-Mitsuki-Ittan-Hashirama
Kurenai-Temari-Nono-Pain- Kabuto
Gai Maito
Han-Neji-Killer Bee-Chouji- Tenten-Ino
Shizune-Hiashi-Sasori-Raido
Konohamaru-Suigetsu-Rin-Kankurou
Dai Maito
Deidara-Itachi-Kisame-Yahiko
Karui shikamaru zetsu choujuro
Sasuke-Muu-Anko-Udon- Kimimaro
Oppai, oppai, oppai
Biggest Oppai!
Ao-Ashura-Nagato-Ameyuri ringo
Kidoumaru-Utakata
Yurui jinin Akebino
Akebino, Akebino Baby!
Mifune-Momoshiki-Kurotsuchi- Boruto
Hanzo-Yagura-Sai-Chiyo
Yugito Nii-Torune-Shiho
Matatabi-Katsuyu-Son Goku
Mangetsu-Enma-Kokuo
Moegi-Iruka-Umino
Zaji-Baki-Isago
Mei Terumi-Konan-Gamahiro-Iwabe-Tonton
Tobirama-Kiba-Akamaru-Kiri-Tonton
Kurama-Himawari-Rokudaime Hokage
Shino, Shino, Shino
Choza-Sodaime-Raikage
Shirakumo-Shima-Nidaime Mizukage
Shukaku-Yondaime Kazekage
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Hinata Hyuga
Manda-Gamabunta
Sakon Ukon, Tayuya
Madara Uchiha
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Hanabi Hyuga
Shikadai Nara
Hamura-Chocho
Hana Inuzuka
A
Gai Maito
Han-Neji-Killer Bee-Chouji-Tenten-Ino
Shizune-Hiashi-Sasori-Raido
Konohamaru-Suigetsu-Rin-Kankurou
Dai Maito
Deidara-Itachi-Kisame-Yahiko
Karui-Shikamaru-Zetsu-Choujuro
Sasuke-Muu-Anko-Udon-Kimimaro
Oppai, oppai, oppai
Biggest Oppai!
Ao-Ashura-nagato-Ameyuri Ringo
Kidoumaru-Utakata
Yurui Jinin Akebino
Akebino, Akebino Baby
Mifune-Momoshiki-Kurotsuchi-Boruto
Hanzo-Yagura-Dai-Chiyo
Yugito Nii-Torune-Shiho
Dai Maito
Deidara-Itachi-Kisame-Yahiko
Karui-Shikamaru-Zetsu-Choujuro
Sasuke-Muu-Anko-Udon-Kimimaro
Jiraiya~
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Kidoumaru-Utakata
Yurui Jinin Akebino
Akebino, Akebino Baby
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Hanzo-Yagura-Sai-Chiyo
Yugito Nii-Torune-Shiho
Blewah!
Gai Maito~
End!
Disclamer : Naruto HighSchool DXD.
Summary : memperkosa bukanlah mauku, berbuat cabul bukanlah yangku mau, dan bermaksiat bukanlah keinginan ku, tapi mereka yang memaksaku! Tolong kalian camkan itu!
Genre : Romance, Humor, General, Parody, Drama, Dll.
Rating : M (Super duper asem)
Pair : Naruto x Harem.
Age : Naruto 17 thn.
Naruto Pov Now!
Kamis 12.30 A.M.
Entah ini bisa disebut keberuntungan atau kesialan bagiku, karena telah melakukan sex dalam sehari dengan tiga perempuan yang berbeda beda.
Sekarang sudah jam istirahat, apa aku terlalu lama bercinta dengan Kaguya-sensei ya?
Ah! Masa Bodoh!
Lebih baik aku tidak kekelas dulu, nanti Sasuke bertanya hal-hal yang aneh lagi.
Tiba-tiba mataku tertuju kearah pintu klub yang bertuliskan 'Klub Voli'.
Hmm... mungkin aku ingin sedikit mengajari juniorku bermain voli, bagini-begini aku adalah bekas juara voli antar Kota.
Akupun memasuki ruang klub voli, dan banyak siswa voli yang sedang berlatih voli, dan tiba-tiba salah satu junior yangku kenal menghampiriku.
"Hai! Senpai lama tidak bertemu!"
Ucap juniorku yang bernama Konohamaru sambil tersenyum lebar kearahku.
"Lama tidak bertemu juga Konohamaru!"
Ucapku sambil engelus kepala jabrik kecoklatan milik Konohamaru.
"Ngomong-ngomong senpai sedang apa datang kemari?"
"Aku hanya sedang melihat kegiatan klub voli, sepertinya semakin bertambah saja ya orangnya."
"Ini semua berkat senpai, kerena 2 tahun lalu senpai menang dalam lomba voli antar kota, mangkanya sekarang banyak orang yang suka bermain voli, hehehe."
"Ah! Kau terlalu melebih-lebihkanku Konohamaru."
Ucapku sambil tersenyum canggung.
"Oh ya! Senpai! ngomong-ngomong kita kedatangan 2 anggota baru lagi loh... mereka perempuan dan mereka berdua sangat sexy."
"Oh benarkah? Siapa mereka berdua yang kau maksud?"
"Itu mereka yang sedang bermain voli."
Pandanganku langsung melihat siapa yang Konohamaru tunjuk.
Aku terkejut saat melihat yang Konohamaru tunjuk, ternyata adalah Hinata dan Kuroka, yang sedang berlatih dengan temanya, yaitu Amaru dan Ryuuzetzu.
'Ternyata mereka suka voli?'
Batinku bertanya.
Normal Pov Now!
Mari kita lihat permainan voli Hinata dan Kuroka vs Amaru dan Ryuuzetzu.
"Nah ini dia!"
Amaru memulai dengan service atasnya.
Setelah bola melayang, Kuroka langsung memukulnya baik dengan cepat.
Lalu giliran Ryuuzetzu yang memukul, Kuroka membalikkan bola lagi.
"Wah, tim Hinata, Kuroka dan Amaru, Ryuuzetzu kekuatannya seimbang, ya,"
komentar Naruto.
"Benar. Tak kusangka Hinata juga mampu mengimbangi kekuatan Ryuuzetzu dan Amaru."
"Kuroka juga. Dia benar-benar lincah. Aku tak yakin kalau tim Hinata, dan Kuroka akan mengalahkan tim Amaru, Ryuuzetzu, Kuroka cukup mengagetkan juga, ah jangan lupa. Hinata masih belum mengeluarkan kekuatannya!"
Tiba-tiba pandangan Hinata dan Kuroka, terfokus pada Naruto yang berada dipinggir lapangan.
Dan mereka berdua saling pandang dan mengangguk.
Ryuuzetzu mengusap keringatnya.
Sudah 25 kali mereka bertukar pukulan, tetapi masih belum ada tim yang sudah mencetak gol.
Ryuuzetzu melebarkan matanya begitu bola melambung kearahnya.
"Akan kuselesaikan dengan ini!"
Teriak Ryuuzetzu mengerahkan seluruh tenaganya.
"SMASH!"
teriaknya begitu bola itu dipukul kuat kearah lawan.
"Ryuuzetzu pukulanmu terlalu lemah!"
teriak Amaru panik.
Ryuuzetzu melebarkan matanya kaget.
Dia tidak sengaja melambungkan bola diatas Hinata yang sudah menyeringai!
"Gomen, Naruto-kun!"
teriak Hinata pelan sambil melompat.
BUAGGGHHH!
Suara pukulan Hinata terdengar sangat keras menuju kearah Naruto dengan kecepatan yang tidak bisa Naruto hindari.
"Naruto-senpai awas!!!"
Teriak Udon yang berada disisi lain lapangan.
Namun...
BUG!
Amaru dan Ryuzetzu melebarkan mata mereka saat melihat salah satu penonton yang adalah teman mereka juga, perlahan ambruk dengan bola voli yang menempel pada wajahnya.
"Naruto pingsan!"
Amaru menutup mulutnya tidak percaya.
"Astaga, ada yang mau mengantar Namikaze beristirahat di UKS?"
tanya Gai mengurut dahinya kesal.
Hinata dan Kuroka mengangkat tangan.
"Hyuga, Toujou kalian seorang perempuan kau tidak..."
Hinata, dan Kuroka langsung menggendong Naruto bak putri dan pangeran tanpa mengatakan apa-apa.
"Karena kami membuatnya terluka, maka kami memiliki tanggung jawab menemaninya di UKS."
kata Hinata dan Kuroka berbarengan dengan mantap. Lalu mengambil tas mereka berdua.
"H-Hyuga, Toujou! Kalian benar-benar hebat! Akan kutambah nilai kalian nanti!"
kata Gai semangat.
Skip Time.
BRAK
Hinata menendang pintu UKS pelan, lalu mendorongnya dengan kakinya dan menghela nafas.
Dan Kuroka mendekat kepada salah satu ranjang dan membaringkan Naruto disitu.
Dia mengusap keringatnya.
"A-apa kita keterlaluan ya?"
Tanya Hinata kepada Kuroka.
"Tidak ini sudah bagus."
Ucap Kuroka menyeringai.
"Kemana Shizune-sensei? Apakah dia tidak berjaga disini?"
Tanya Hinata menolehkan kepala kekanan dan kekiri.
"Sepertinya ia pergi."
Perkataan Kuroka menjawab pertanyaan Hinata.
"Baiklah, rencana kita berjalan dengan sukses kalau begitu!"
manik bulan Hinata bersinar menunjukkan semangat, begitu juga dengan Kuroka.
Hinata pun merogoh isi tasnya dan mengambil kunci UKS yang dititipkan Shizune padanya, saat tadi bertemu dijalan mengantar Naruto, keUKS.
Lalu Hinata mengunci UKS dan Kuroka menutup semua korden yang ada disana.
Hinata dan Kuroka membalikkan tubuhnya dan menyeringai buas menatap Naruto yang terbaring lemas disana.
Hinata pun berdiri disamping ranjang Naruto, dan Kuroka berada disisi lain ranjang Naruto, lalu memegang wajah Naruto dengan tangan mereka masing-masing.
"Astaga, dia masih pingsan Kuroka-chan?"
tanya Hinata dengan wajah prihatin.
"Iya benar, mari kita bersihkan darah ini Hinata."
Hinata dan Kuroka membuka mulutnya dan menjilat darah Naruto yang sudah mengering tanpa ragu.
Pipi mereka memerah menahan malu.
Matanya terpejam, takut bahwa Naruto akan terbangun dan balik menatap matanya.
Hinata merasakan tubuh Naruto bergetar.
"Kuroka-chan..."
Hinata memberi kode kepada Kuroka, dam mereka menjauhkan lidahnya dari hidung Naruto begitu bersih dari noda darah.
"Kau masih pingsan, Naruto-kun?"
Tanya Hinata kepada Naruto, meski mereka tahu Naruto tidak akan bangun dalam waktu dekat ini.
"Ayo kita mulai aksinya Hinata."
Ucap Kuroka dan diberi anggukan oleh Hinata
"Naruto..."
Hinata menyeringai jahat kemudian, Dia menghela nafas, bahkan disaat seperti ini pun Naruto masih belum sadar juga.
Ah, melihat seragam sekolah Naruto yang tersingkap sehingga menunjukkan perut berototnya, membuat tangan Hinata dan Kuroka gatal ingin membuka kausnya.
"Puting susu Naruto!"
jerit Hinata dan Kuroka dengan tangan bergetar.
Langsung saja kedua gadis itu menjepitnya dengan jari tangannya.
"Anh~"
Hinata dan Kuroka terkesiap mendengar suara desah dari mulut Naruto.
Ingin sekali Kuroka tertawa terbahak-bahak.
'Seperti seorang perempuan!'
Batin jerit Kuroka mau menangis.
"Hinata, Kuroka?"
Hinata dan Kuroka kembali terkesiap mendengar suara bariton dari seseorang.
"K-kau sudah bangun, Naruto-kun?"
Tanya Hinata tergagap.
Dia tidak bisa menyembunyikan tangannya sekarang.
"Hinata, Kuroka mengapa kalian memegangku disitu?"
tanya Naruto dengan wajah merah.
Hinata dan Kuroka mengerti keadaannya sekarang.
Naruto sedang menyudutkannya!
"Oi, Hinata, Kuroka?"
Naruto mengangkat alisnya.
'Tidak ada pilihan lain!'
batin Hinata dan Kuroka berbarengan.
Langsung saja kedua gadis itu memelintir puting Naruto.
"Agh!"
Naruto memejamkan matanya.
"Kuroka, Hinata, apa yang kalian lakukan?"
Naruto menggigit bibirnya.
"Jadi kau menyukainya, Naruto?"
Tanya Kutoka dengan seringai iblisnya.
Hinata menjauhkan tanganya dari tubuh Naruto.
Hinata tersenyum misterius.
Naruto menelan ludah.
"Hi-hinata?"
Ucap Naruto tersenyum lemah.
Dia tidak menyangka akan diperlakukan 'ini' oleh teman barunya ini.
"Apa kau mencintaiku, Naruto-kun?"
tanya Hinata.
Naruto melebarkan permata safirnya kaget.
Hinata dan Kuroka menjilat bibir atasnya ketika melihat wajah bimbang Naruto.
Kedua Gadis itu menurunkan celana luar dan celana dalam Naruto.
Hinata dan Kuroka menelan ludah melihat kejantanan Naruto yang menegak.
Hinata dan Kuroka tidak percaya bahwa Naruto sudah setegang ini padahal dia hanya memegang dadanya saja.
Sedangkan Naruto hanya terdiam.
Memberontak juga percuma.
Kali ini mata mereka dapat melihat dengan jelas kejantanan Naruto yang sudah mengeluarkan cairan pre-cum dari lubang kemaluannya.
"Ahg!"
Naruto membelalakkan matanya saat sesuatu yang lembab dan basah menyentuh kejantanannya.
"Kuroka Hinata apa yang kau lakukan?!"
tanya Naruto setengah berteriak.
"Menjilatimu, kenapa?"
tanya Hinata dan Kuroka polos. Kali ini Hinata memasukkan seluruh batang kejantanannya.
Dan lagi ujung lidahnya yang menggoda lubang urin Naruto.
"Hinata! Ahh! Kuroka! hentikan! Kalau! tidak aku! ahh!"
desah Naruto semakin menjadi-jadi.
"Hinaataah! Kurokaah! jangan laku- aakkhh! Aahhh! Naruko jang- aahhh!"
Naruto mendesah lebih kencang dari yang tadi, karena Hinata dan Kuroka malah mengoral penisnya secara bergantian.
"Mmmhhh~ Puah! Ternyata rasanya juga tidak buruk, agak asin dan sedikit manis mmmhhh~"
"Iya Hianata mmmhh~"
Setelah mengatakan hal tersebut, Hinata dan Kuroka malah melanjutkanya lagi.
"Aakkhh! Aahhh! Aakhh! Hinataahh! Kurokaaah! Berhentihh!"
Bagaikan tuli Hinata dan Kuroka, terus saja mengoral penis Naruto, tanpa memperdulikan ucapan Naruto, yang menyuruhnya berhenti.
Hinata dan Kuroka sekali-sekali menjilat penis tersebut, dan memberi air liurnya agar lebih mudah dioral.
Naruto sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang.
"Aakkkhh! Akh! Aahh! Hinatahhh! Kurokaahh! Aku inghhinn! Keluarrr! Arrrggghh!"
Croot!!! Croot!!! Croot!!!
Hinata mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.
"Yum, creamy!"
Ucap Hinata dan Kuroka sambil menjilat sperma yang berada dipipi mereka dengan jari, dengan cara sexy.
" Uggh! " pekik Naruto kesakitan.
"Fufufu~ Masih belum, Naruto-kun masih harus bertahan~"
ucap Kuroka kembali melanjutkan kegiatannya bersama Hinata.
"Fuuaahh~ Penis Naru-kun, nikmat sekali ne~"
desah Hinata saat melepaskan kulumannya pada penis Naruto.
" Ufufufu~ Kita jadi ingin melahapnya terus "
balas Kuroka juga mulai mengulum penis Naruto.
" Ugghh! Hinata! Kuroka!"
lenguh Naruto.
" Ne, Ayo kita sembuhkan penis ini!"
ajak Kuroka mulai melucuti bajunya satu per satu, begitupun juga Hinata, dan mereka mulai mengarahkan dadanya pada penis Naruto.
Keduanya perlahan mengerakkan dada mereka naik turun memberikan Oppai pada penis Naruto dengan sesekali menjilati penis Naruto yang sedikit demi sedikit mengeluarkan cairannya.
" Fufufu~ sebaiknya kau lepaskan saja Naruto-kun~"
Gumam Hinata genit.
"Aku! Keluarrhh! "
teriak Naruto.
Croot! Crooot!
Sperma Naruto'pun menyembur dengan dasyat, tak menyia-nyiakan, mereka langsung mengulum penis Naruto bergantian berbagi Sperma yang keluarnya dalam jumlah banyak bahkan sama-sama memenuhi mulut mereka, setelah merasa selesai, mereka meneguk sperma Naruto yang jumlahnya sangat banyak tanpa tersisa.
Namun baru saja Naruto ingin istirahat dirinya terkejut begitu dia digendong digendong ole Kuroka, dan ditaruh disofa diUKS tersebut, dan Kuroka sudah menyiapkan Penisnya di lubang Vaginanya.
"Bersiaplah, Naruto-kun!"
ucap Kuroka.
Bleessh!
Perlahan penis Naruto'pun masuk ke dalam Vagina Kuroka Naruto melenguh begitu penisnya baru masuk sebagian dirinya sudah merasakan kenikmatan bagaimana otot Vagina Kuroka memijat penisnya, sementara Kuroka menggigit bibir bawahnya untuk meredam sakitnya.
Setelah sampai di selaput dara Kuroka, Kuroka menghentakkan pinggulnya membuat Penis Naruto masuk sepenuhnya dan itu membuat..
"AAAAAGGGKKKKAAAHHHH NARUUUUUTOOOO-KUUN! Sa-sakit-sakit sekali Naru! Hiks... hiks... hiks..."
Kuroka berteriak kesakitan dengan keras.
Hinata yang melihat Kuroka berteriak mencoba menenangkan Kuroka dengan meremas dada Kuroka dan mencium Kuroka.
Setelah beberapa menit terdiam, Kurokapun mengerakkan pinggulnya membuat Naruto melenguh.
Mata Naruto seketika melebar di mana Hinata saat ini menciumnya dengan liar dan mengarahkan tangan kirinya ke Vaginanya.
Kedua Wanita bersama-sama melenguh dimana mereka mendapatkan kenikmatan dengan satu Pria yang mereka cintai.
" Ahhh~ ! Ahnnn~! Le-Lebiiih~! cepat Naruuu~!"
Rancau Hinata saat jari Naruto mengocok Vaginanya semakin cepat.
"Oohh~! Ohhh~! Na-Naru-kunn~! Pe-Penismuuuh! sungguh nikmat, Ohhh~! "
rancau Kuroka semakin mempercepat gerakannya.
'Uggh! Kuso! aku sudah tidak tahan!'
batin Naruto akhirnya mengerakkan pinggulnya membuat kulitnya dan kulit Kuroka bertabrakkan hingga membuat suara Plak karena cairan Kuroka yang terus mengalir.
" Ahh! Ohh~ Yeaahhh~ Te-Terus Naruu~ Le-Lebih cepathhnn~ "
Desah Kuroka
"Ummmpph~ Umnn~"
Desahan Kuroka terhenti begitu Hinata mencium bibirnya.
"Fuuuahhh~! Na-Naruuu~! Keluarkan Di dalamnn~ Bu-Buat aku hamilll~!"
Desah Kuroka saat merasakan Penis Naruto mulai berkedut, dan Hinata juga merasakan hal yang sama mereka hampir mencapai Klimaks.
" AAAAAAHHHHHNNNN~! "
Crooot! Crooot! Crooot!
Mereka betiga'pun mengalami Klimaks di mana Naruto menyemburkan benihnya ke rahim Kuroka, Cairan Kuroka yang melumuri Penis Naruto, dan Hinata yang membasahi Jari Naruto.
Mereka mengambil nafas dengan buru-buru seperti habis lari maraton.
Perlahan Kuroka mencabut Penis Naruto dan membuatnya melenguh kecil akan hal itu.
Belum sempat mengambil tenaga, Hinata juga sudah mempersiapkan Penisnya yang masih tegang di Vaginanya.
"Saatnya Diriku Naru-kun~"
ucap Hinata perlahan memasukkan penis Naruto hingga masuk semuanya.
"AAAAAGGGKKKKAAAHHHH NARUUUUU-KUUN! Sa-sakit-sakit sekali Naru! Hiks... hiks... hiks..."
Setelah diam beberapa menit, Naruto'pun mengerakkan pinggulnya membuat Tubuh Hinata terhentak-hentak.
"Ahhhnn~! Ahhh~! Ohhh~! Yeaahh~! Na-Naruu-kunn~! te-terus lebih cepat aahh~!"
rancau Hinata saat Penis Naruto memberikannya kenikmatan.
"Shh! Hi-Hinata!"
Rancau Naruto memeluk tubuh Hinata erat dan terus menusuk-nusuk Hinata semakin cepat, bahkan saking cepatnya tubuh Hinata terhentak-hentak karena permainan Naruto.
Naruto semakin mempercepat genjotannya karena dirinya akan klimaks begitu juga Hinata, dan setelah beberapa menit, Akhirnya mereka'pun mencapai Klimaks mereka.
Saat ini Naruto tengah beristirahat bersama kedua gadis yang baru ia kenal, dan dia sudah setubuh dalam keadaan lelah.
Mereka benar-benar melakukan itu dengan sangat ekstrim dan cukup melelahkan, bahkan bangun saja mereka sangat tidak kuat karena lelahnya.
Naruto yang sedang engos-egosan, sepertiborang lari maraton, ia menatap heran kedua orang yang baru dikenalnya, melakukan hubungan intim dengannya.
"Kenapa kalian melakukan ini padaku?"
Kedua wanita yang tengah ditanya oleh Naruto, menatap Naruto dengan wajah memerah.
"Kita baru saja berkenalan, selama hampir 5 menit, bahkan kita belum mengenal satu sama lain, kenapa kalian ingin melakukan ini padaku?"
Tanya Naruto sekali lagi.
Hinata dan Kuroka saling menatap satu sama lain, dan tiba-tiba mereka mencium pipi Naruto, dan membuat sang korban penciuman, mematung dengan wajah memerah.
Hinata dan Kuroka memeluk kedua sisi tubuh Naruto.
"Sebenarnya kami sudah mencintaimu sejak kejadian itu Naruto-kun."
Ucap Hinata dengan nada semerdu mungkin.
"Sejak kejadian itu?"
Ucap Naruto bingung.
"Kau pasti lupa kau lupa Naruto-kun, karena kejadian itu sejak 2 tahun lalu. Coba kau ingat-ingat lagi Naruto-kun, kau lah yang menyelamatkan kami dari beberapa berandalan yang hampir memperkosa kami."
Naruto menatap langit-langit ruang UKS, untuk mengingat kejadian 2 tahun lalu, bersama kedua wanita ini.
Flasback 2 Tahun Lalu.
saat itu kota kuoh dalam keadaan larut malam, Hinata dan Kuroka berniat pulang setelah menjenguk teman mereka yang sedang sakit.
Namun saat melewati sebuah gang yang ukuranya sedang, terdapat beberapa berandalan memojokan mereka berdua.
"hai gadis cantik kau memiliki tubuh yg indah bagaimana kalau kita bersenang-senang!"
Ucap seorang brandal dengan senyum menjijikan menurut mereka berdua dan balas tawa teman mereka yg berjumlah 6 orang.
"Jangan halangi kami menyingkirlah!"
Ujar Hinata tegas tanpa rasa takut
"Wah kau berani juga gadis cantik!"
Ujar serang preman yg berniat menyentuh bahu Hinata yg terekspos, tapi langsung di tepis Kuroka dengan kasar.
"Jangan coba-coba menyentuhku Hinata dengan tangan kotor kalian!"
Ucap Kuroka dengan geram.
Para yanke mulai kesal dan mereka berniat menggunakan cara kasar, tapi Hinata dan Kuroka memberikan perlawanan sengit dengan sisa-sisa tenaga mereka.
Ditempat lain.
saat ini naruto tengah pulang dari rumah Sasuke habis Nonton bola, dan dia masih mengenakan seragam akedemi kuoh karena tak sempat pulang kerumahnya.
dia melirik jam yg menunjukan pukul 12 malam, jalan sudah sepi hanya satu dua mobil yg melintas.
matanya menangkap sekumpulan sampah masyarakat yg berniat melakukan tindakan asusila terhadap 2 orang gadis berseragam sekolah yang ia tidak kenal.
Tatapan menajam, kepalan tangannya mengerat dia sangat membenci apa bila melihat martabat wanita yg di rendahkan, langkah menjadi cepat selang beberapa detik.
Langkah tersebut berubah menjadi lari!
Sementara itu!
terlihat Kuroka dan Hinata mulai terpojok, dengan baju yang sudah sobek memerlihatkan bagian tubuh sensitif mereka karena ulah para yanke, membuat para yankee memandang mereka dengan tatapan bak srigala kelaparan.
kedua gadis cantik itu hanya bisa pasrah mereka serta berharap ada yg menolong mereka.
Naruto yg sudah dekat langsung melayangkan sebuah tendangan memutar kearah kepala salah satu yanke.
BRUUAKKG!!!
Tubuh yanke tersebut menghantam tembok dengan keras.
Membuat kepala yanke tersabut mengeluarkan banyak darah dan pingsan.
"Sampah masyarakat seperti kalian!!! seharusnya menghilang saja dari negeri ini!!!"
Kata naruto dingin.
Melihat teman mereka yg di kalahkan serta hinaan dari remaja priang tersebut membuat ke 6 yanke murka, sementara Hinata dan Kuroka merasa lega, lega karena ada orang yang menyelamatkan mereka.
Berbekal teknik bela diri yg ia ciptakan sendiri naruto mulai memasang kuda-kuda bertarung.
Seorang yanke melesatkan tinju kearah wajah naruto, tapi naruto menundukan kepalanya dan memukul perut yanke itu keras membuatnya menunduk, merasa belum cukup naruto menghantamkan.
Lututnya kearah wajah yanke tersbut dengan keras membuat kepala tersbut berdarah kemudian menyusul temannya pingsan.
para yanke yg tersisa murka langsung menyerang naruto bersama-sama, jual beli serangan tercipta.
Hinata dan Kuroka memandang khawatir naruto karena sempat mendapat beberapa tendangan dan pukulan keras.
Selang beberapa menit pertarungan tersebut akhirnya di menangkan oleh Naruto setelah memberikan uppercut pada yanke terakhir.
Naruto mengelap sudut bibir nya lebam mengeluarkan sedikit darah dia menghampiri Hinata dan Kuroka yg memandang khawatir padanya.
"Apa kalian tidak apa-apa?"
Ucap Naruto dengan nada khawatir.
hati kedua gadis cantik tersebut menghangat mendengar nada ke khawatiran dari pemuda tersebut.
mereka mencoba memberikan senyum terbaik seolah menandakan mereka baik-baik saja.
"Ka-kami ti-tidak apa-apa tu-tuan te-terima kasih sudah me-menolong kami be-berdua."
Ucap Hinata dengan tergagap.
teringat pakaian mereka yg sobek naruto melepaskan kemeja blazer nya hingga menyisakan kaos orage yg ia pakai.
"Pakailah."
Naruto menyerahkan kemeja blazernya kearah Hinata dan Kuroka dengan menoleh kesamping
melihat naruto yg memalingkan wajah membuat Kurola mempunyai ide jail.
"Ara tidak sopan berbicara tanpa bertatap muka Tuan."
Ucap Kuroka dengan nada menggoda.
Sedangkan naruto tetap membuang muka dengan rona merah tipis yg membuatnya menggemaskan di mata gadis tersebut.
"su-sudahlah Ku-kuroka-chan jangan menggodanya."
ucap Hinata dia mengambil kemeja naruto sedangkan blazernya diserahkan kepada Kuroka.
"Ka-kau te-terluka tuan."
Ucap Hinata mengelus sudut bibir naruto dengan lembut.
"Ara Hinata kau mendahuluiku."
Ucap Kuroka pura-pura cemberut.
"Luka seperti ini tidak apa-apa, beberapa hari juga sembuh."
Ucap Naruto dengan memberikan senyumannya yg membuat dua gadis cantik tersebut terpesona.
"apa yg kalian berdua lakukan hingga pulang larut?"
Tanya Naruto Heran
"kami baru selesai menjenguk teman kami yang sedang sakit."
ucap Hinata.
hanya di balas 'Oh' oleh naruto
"lalu Tuan sendiri, habis dari?"
Mana ucap Hinata.
"Aku baru pulang habis nonton bola dirumah temanku hehehe."
Ujar Naruto sambil cengengesan.
"Sebaiknya kita pulang angin malam tidak baik bagi kesehatan."
Tambah Naruto
"Baiklah."
balas mereka bersamaan sambil memeluk lengan kiri kanan Naruto dengan erat membuat Naruto terkejut.
Naruto berniat melepaskan pelukan tersebut tapi setelah mendapatkan tatapan Kitty eyes dari mereka berdua naruto hanya meghela nafas pasrah.
Mungkin mereka sedikit trauma batinya.
Mereka berdua berjalan pulang sambil berbagi kehangatan sampai arah tujuan mereka berbeda membuat Hinata dan Kuroka enggan untuk melepaskanya meski sebentar.
Flashback Off.
"Dan saat itu kau langsung pergi setelah mengantar kami pulang, dan kita belum saling kenal, waktu itu kau mengenakan seragam kuoh, dan kami yakin kau murid sekolah kuoh, dan kami mendaftarkan kami kesekolah ini, hanya ingin bertemu denganmu Naruto-kun. Karena kami jatuh hati padamu Naruto-kun, kumohon terima cinta kami."
Setelah mengucapkan hal tersebut, Hinata dan Kuroka mempererat pelukanya pada tubuh Naruto.
Naruto yang memandang kedua gadis itu secara bergantian, dan dan mencium kening Hinata dan Kuroka secara bergantian.
Membuat kedua gadis tersebut, memandangi dirinya lagi.
"Apa kalian tidak apa-apa untuk saling berbagi?"
Tanya Naruto canggung.
"Kami tidak apa-apa kalau disuruh berbagi, asal kau adil pada kami Naruto-kun."
Jawab Kuroka dan diberi anggukan oleh Hinata.
Mendengar jawaban yang tepat Nafuto semakin mengeratkan pelukannya pada Hinata dan Kuroka.
"Aku Mencintai Kalian."
Ujar Naruto sambil tersenyum bahagia.
"Kami juga Mencintaimu Naruto-kun!"
Ujar Hinata dan Kuroka secara berbarengan dengan nada bahagia.
To Be Continue...
