Yahalooo terimakasih buat smngat dan pertanyaan kalian~ InfntMyungsooRP, ismisofifia, kookies , giiethabeautys, zahra9697, nuyybonew, Arlequeen Kim, Firdha858, nisaditta, Meanie Trash, gyupire18, bigbadgirl2910, 17MissCarat, nadiyaulya02, itsathenazi, AXXL70, ketiiiliem, svtvisual, wonuugyu, svtmom, Lkireii0521, jeonbeaniewoo, thal.j, IchaaKitty,eunkim, Cheon yi, gw bakal jawab bbrpa pertanyaan disini
Kookies : mingyu dan wonu itu sodara kandung~
zahra9697 : ga ngerti part mana nya nih? '-'
nuyybonew & Arlequeen Kim : pertanyaan mu bnyak sekali nak '_' wonu maen sama laki2 tu krna ada alesannya, mingyu adik kandung wonu dan benar di ADOPSI oleh tante om nya, kutukan itu mmmm kutukan 'sumpah' dari orang tua mereka karena …. Ah udh sgtu deh 'v'
Firdha858 : kutukan 'sumpah' dari orang tua mereka karena titik titik/?
nisaditta : apa itu nc? 'v'
bigbadgirl2910 : yup! Sodara kandung, dan dipisah karena mingyu di adopsi oleh om tante nya.
17MissCarat : dijuaaaal barang kale ah '_'
AXXL70 : mingyu di adopsi karena titik2/?, meanie ga tinggal bareng ortu nya karna titik2/?, wonlu gonta ganti cowo karena titik2/? 'v'
wonuugyu : sodara kandung kok~
.
.
"Mingyu menginap dirumah tante dan om?" tanyanya polos. Tantenya pun mengangguk.
"Mingyu mau tidurnya sama wonlu"
"Iya boleh.. nanti wonu hyung nya bisa nginep dirumah juga" balasnya lembut.
"Nah sekarang mingyu ikut sama om dan tante ya?" dengan polosnya mingyu pun mengangguk.
"Dan mulai sekarang mingyu panggil om dan tante 'Omma, Appa'"
.
.
2 bulan pertama, setelah mingyu di 'Adopsi' oleh om dan tante mereka, wonwoo pun sering berkunjung kerumah om dan tantenya, begitu pula sebaliknya, setidaknya 3x dalam seminggu.
Marga mingyu pun telah berubah menjadi 'Kim' dan mulai terbiasa menyebut om dan tante nya dengan panggilan 'Appa, Omma'. Memberikan kebutuhan dan keinginan mingyu, menganggap mingyu benar benar seperti anak kandungnya sendiri.
Mingyu di adopsi oleh om dan tantenya karena sang tante kim tak kunjung memiliki anak setelah 5tahun menikah dengan suaminya. Dan telah di diagnosis 'Mandul' seumur hidup. Ia pun sangat menyukai dan menyayangi wonwoo, anak dari kakaknya. Ditambah suaminya pun menginginkan anak laki laki jika suatu saat ia akan mengadopsi seorang anak. Keluarga 'Jeon' bisa dibilang keluarga yang cukup sederhana, tidak bisa dibilang dari keluarga yang 'Kaya'. ibu dan ayah wonwoo mingyu hanya mempunyai 1 usaha yang mereka kerjakan setiap harinya untuk menutupi kebutuhan hidupnya sehari hari, yaitu sebuah resto kecil yang bernama 'Ddeokki Bbokki' berada didekat satu sekolah di Gyeonggi-do,
Karena itulah, ibu jeon saat adik nya (tante kim) meminta mengadopsi mingyu sebagai anaknya, dengan berat hati pun ia dan suaminya menyetujui keinginan tante kim. Mingyu agak berbeda dengan wonwoo yang sedikit pendiam dan tak terlalu meminta sesuatu, mingyu selalu meminta sesuatu yang ia inginkan, seperti mainan-mainan yang memang banyak digemari anak anak, karena mingyu pun belum mengerti kondisi ekonomi orang tuanya.
Berbeda dengan adiknya, ia menikah dengan suaminya dari keluarga kim yang memang dari keluarga kaya. Karena itu, ibu dan ayah mingyu dan wonwoo berpikir kehidupan dan masa depan mingyu akan lebih baik jika diadopsi oleh keluarga kim, dan mereka bisa focus dengan mengurus 1 anak saja, yaitu wonwoo.
Didepan kediaman keluarga Kim. Kedua orang tua baru mingyu sedang membenahi koper koper bawaannya kedalam mobil.
"Baik baik ya mingyu disana, jangan nakal" ucap wonwoo dengan lucu dan menepuk nepuk bahu adiknya.
"Wonlu juga jangan nakal" jawabnya dan ikut menepuk balik bahu kakaknya.
Mingyu dan orang tua baru nya akan pindah ke Jeju, karena urusan pekerjaannya. Wonwoo tersenyum, dibalas senyuman lucu dari adiknya, tanpa mereka tau akan sampai kapan mingyu disana dan entah kapan mereka akan bertemu kembali.
Ayah dan ibu kandung mingyu memeluk dan menciumi mingyu. Entah kapan mereka bisa memeluk dan mencium kembali anak bungsu nya tersebut.
Orang tua jeon dan kim pun berbincang sebentar sebelum mereka pergi dan memanggil mingyu nya..
"Mingyu, ayo masuk sayang.." panggil tantenya. Ibu angkatnya.
"Iya, omma" jawabnya dan menggenggam tangan wonwoo untuk mengikutinya.
Mingyupun masuk ke kursi mobil, dan wonwoo yang berdiri di ambang pintu mobil.
"Mingyu mau cium wonlu" ujarnya seraya menarik tangan wonwoo, membuat tubuh wonwoo masuk setengahnya kedalam mobil. Mingyu mencium bibir wonwoo. Wonwoo pun sedikit terkejut dengan perlakuan adiknya. Mingyu memang terbiasa mencium pipi nya, tapi baru kali ini ia mendapat ciuman dibibir dari adiknya.
Mingyu pun melepas kan bibirnya dari bibir kakaknya, entah kenapa wonwoo tiba tiba merasa sedih..
"Wonu sayang, mingyu mau berangkat.. sini" ibu nya memangku wonwoo. pintu mobil pun tertutup. Mingyu membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangannya kepada orang tua kandung dan kakaknya sambil tersenyum manis. Mingyu benar benar tidak mengerti jika ia akan meninggalkan orang orang yang disayangnya, dan entah kapan pula ia akan kembali dan bertemu dengan mereka.
.
.
9 Tahun kemudian
.
Setelah 9 tahun berlalu, mingyu dan keluarganya belum kunjung kembali ke Gyeonggi. Kini wonwoo sudah berumur 15 tahun, kelas 3 sekolah menengah pertama. Selama 9 tahun ini, Wonwoo dan kedua orang tuanya hanya bisa menghubungi mingyu lewat telepon, vcall dan bertukar poto masing masing.
Selama hubungan jarak jauh itupun wonwoo merasa hubungan nya dengan mingyu tak seperti layaknya hubungan kakak-adik pada umumnya lagi. Ditambah dengan usia mereka yang terus bertambah, wajah imut mingyu yang kecil pun sudah tak terlihat lagi, digantikan oleh Kim mingyu remaja yang tampan yang wonwoo lihat. Wonwoo pun menyadari kalau perasaannya kepada mingyu lebih dari perasaan sayang seorang kakak kepada adiknya… ia melihat mingyu sebagai Kim mingyu, bukan adiknya… ia pun tau kalau perasaannya itu sangatlah salah. Ia berharap akan terus selamanya membungkam rasa pada adiknya, ia tak ingin mingyu merasa jijik padanya karena mencintai adiknya sendiri.
Dan disinilah awal kerumitan hubungan mereka… dan juga keluarganya.
Wonwoo berjalan kaki pulang dari sekolahnya bersama teman sekelasnya, Junhui, Hoshi dan Woozi. Mereka mengobrolkan acara kelulusan mereka yang akan di adakan 2 minggu lagi.
Secara tiba tiba jun menarik tangan wonwoo kebelakang berjalan bersamanya, membiarkan kedua temannya berjalan didepan mereka
"Wonwoo ya, hari ini aku ingin bicara sesuatu, boleh aku kerumahmu?"sahut jun.
"Hm? Tentu boleh. Kenapa terdengar serius sekali? Biasanya juga kau tidur dirumahku tanpa kuberi ijin" jawabnya lurus.
Jun pun tersenyum membalasnya sambil menggandeng bahu kurus wonwoo.
.
.
"Aku pulang" sapa wonwoo saat membuka pintu rumahnya.
"Permisi~" tambah jun dan berjalan dibelakang wonwoo.
"Oh? Wonu sudah pulang.. junhui? Halo~" sambut ibu wonwoo. Jun pun membungkukkan badannya sopan kepada ibu wonwoo.
"Wonu kau tau? Mingyu akan pindah lagi ke gyeonggi dan pindah sekolah juga" ujar ibu nya girang sambil menggoyang goyangkan tubuh wonwoo. Wonwoo pun sukses membuka mulutnya dan membelalakan kedua mata sipitnya.
"Serius bu? Kapan?" wonwoo pun tersenyum lebar menanggapi berita tersebut.
"Mingyu tak memberitahukan kapan dia akan datang, mingyu ingin memberikanmu kejutan" dan wonwoo pun mengerucutkan bibirnya lucu.
"Ibu harus ke ddeoki bbokki lagi, ayahmu berjaga sendiri disana. Ibu sudah siapkan makan didapur, ajak makan jun juga.. tak boleh membiarkan tamu kelaparan ya" lanjut ibu jeon sambil tersenyum seraya berjalan keluar dengan terburu buru. Wonwoo mengangguk dan mengernyitkan alisnya, tumben sekali ibu nya pergi ke resto nya dengan berpakaian sangat rapih dan membawa tas tangan.
"Mingyu? Adikmu itu?" sahut jun yang membuat lamunan wonwoo tersadar.
"Eum" dan jun pun menganggukkan kepalanya pelan.
"Jun, kau mau makan?" Tanya wonwoo.
"Tentu!" jawabnya.
"Kalau begitu kau makan duluan saja, aku ganti baju dulu" jawaban wonwoo mendapat gelengan kepala dari jun.
"Denganmu.. kita makan bersama" bisik jun ditelinga wonwoo, dan perut jun mendapatkan sikutan pelan dari wonwoo dan sukses membuatnya meringis kecil. Wonwoo pun acuh dan berjalan menuju kamarnya, disusul oleh jun yang mengikutinya dari belakang sembari memegangi perutnya.
.
Jun berbaring diranjang wonwoo sambil membaca buku. Wonwoo keluar dari kamar mandinya dengan hanya berbalut handuk dipinggangnya, dan handuk kecil yang menutupi rambut basahnya.
Wonwoo memang sudah terbiasa seperti itu didepan jun dan teman temannya yang lain saat mereka berkunjung kerumahnya.
Wonwoo menggosok gosok rambutnya dengan handuk kecil tersebut didepan cermin disamping tempat tidurnya. Mata jun pun beralih dari buku ke tubuh wonwoo yang berdiri disamping ranjang. Jun mengubah posisi badannya menjadi menyamping kearah wonwoo. Melipat kedua tangannya kesisi kiri kepalanya untuk ia jadikan sebagai bantal kepalanya.
"Wonwoo, apa kau bermaksud menggodaku?"
"Menggoda apa?" ucapnya acuh. Jun menghela napasnya berat.
"Aku serius" jun mendudukan badannya, menarik lengan wonwoo, refleks tubuh wonwoo terbanting keranjang nya, jun menindih badan wonwoo dibawahnya, menghimpit kedua tangan wonwoo dengan kuat.
"Junhui! Apa apaan kau? Jangan becanda!" wonwoo yang terkaget, memncoba memberontak melepaskan cengkraman tangan jun.
"Tolong tenang wonwoo ya, dengarkan aku dulu baik baik" ucapnya lembut. Wonwoo pun mulai tenang. Walau hati nya merasakan sedikit takut, karena jun tak seperti ini biasanya.
Kedua mata sipitnya menatap mata jun. Tatapan serius di kedua mata jun bisa ia rasakan. Baru kali ini ia melihat mata itu selama mereka berteman. Karena jun yang ia kenal adalah jun yang periang dan konyol. Tak pernah terlihat seserius ini.
Jun mulai merasakan wonwoo yang menenang. Ia melepas sebelah tangan kanannya yang mencengkram tangan wonwoo, tangannya beralih memegang sisi pipi kiri wonwoo. mengelusnya lembut.
"Aku sungguh bukan seorang gay, aku pria normal. Begitu pula denganmu. Aku menyukai wanita. Kau sendiri tau siapa mantan mantan kekasihku, tapi kenapa.. kenpa aku memiliki rasa seperti padamu, Jeon wonwoo" ucapan jun sukses membuat mata wonwoo kembali membulat.
"A-apa maksudmu, jun?" Tanya wonwoo dengan suara pelan dan ragu ragu.
"Apa? Menurutmu apa lagi kalau bukan karena aku menyukaimu?" jawabnya sambil tersenyum lebar dengan nada yang sedikit ia candakan. Membuat suasana tegang bagi wonwoo membuyar. Jun bangun dari atas tubuh wonwoo dan kembali duduk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Wonwoo mengerjap ngerjapkan kedua matanya dengan posisi yang masih terbaring dikasur.
"Kau bercanda jun?" sahut wonwoo yang masih tak percaya.
"Apa ucapanku selalu terdengar candaan untukmu?" Tanya jun. wonwoo terdiam.
"Kali ini aku serius. Aku benar benar serius. Tapi jangan bilang aku Gay. Aku bukan Gay" lanjutnya.
Wonwoo pun mendudukkan badannya pelan pelan. Mengarahkan matanya ke samping kirinya. Menatap jun yang juga menatapnya. Entah kenapa wonwoo merasakan jantungnya berdebar lebih dari biasanya..
Wonwoo menyangkal sesuatu dihatinya. Tidak mungkin kalau debaran yang ia rasakan adalah karena ia sedikit menyukai jun.
Kenapa tidak? Karena junhui lah teman yang paling dekat yang selalu ada untuk wonwoo selama ini. Tak bisa wonwoo pungkiri kalau Jun mendapatkan tempat yang berbeda yang ia simpan didalam hatinya. Walau tak seluas tempat yang didapatkan Kim Mingyu…
Tapi hati wonwoo terasa berdenyut sakit saat sosok dan nama mingyu terlintas diotaknya. Sakit karena ia tak bisa melawan takdir. Mencintai adik kandung nya sendiri yang memang tak mungkin bisa ia ungkapkan ditambah mereka berdua sesama jenis. Wonwoo tak peduli dengan dirinya yang seorang gay atau bukan.
"Cium aku"
Kali ini jun lah yang membelalakan matanya.
"H-hah?" jun mengerutkan alisnya. Meminta wonwoo mengulangi kata katanya barusan. Takut wonwoo salah berucap atau pendengarannya yang bermasalah.
Wonwoo menggeser badannya menjadi menghadap jun.
"Cium aku, jun.. cium aku" ulang wonwoo yang berhasil membuat jun menelan berat ludahnya. Ditambah wonwoo yang masih belum memakai apapun, hanya handuk yang mengikat dipinggangnya.
Jun ikut bergeser, mendekati wonwoo memperkecil jarak diantara mereka. Memang bukan pertama kalinya jun mencium seseorang, ia sudah beberapa kali berciuman dengan mantan kekasihnya, lebih bisa disebut dengan kecupan bukan ciuman. Karena jun hanya menempelkan bibirnya di bibir kekasih kekasihnya tidak lebih.
Kini mereka saling berhadapan, jun memegang kedua sisi lengan kurus wonwoo. Dengan pelan pelan jun mendorongnya, membuat wonwoo kembali berbaring. Ditatapnya tubuh polos wonwoo. Ah.. kurus, sangat putih dan bersih mulus, pikir jun. Padahal ia sudah sering kali melihat wonwoo tanpa busana seperti ini, tapi baru kali ini ia melihatnya sedekat ini, menatapnya selama ini..
Jun berada diatas tubuh wonwoo, membuka kedua kakinya, menghimpitkannya diantara sisi badan wonwoo. mendekatkan wajahnya ke wajah wonwoo, ia menghentikan sejenak gerakannya, ia tak bisa menutupi kegugupannya. Karena ini pertama kalinya ia akan mencium seorang laki laki. Tapi wonwoo terlihat amat sangat tenang…. Wonwoo pun menutup kedua matanya. Wajahnya kembali mendekati wajah wonwoo.
'Chup'
Lembut. Bibir jun pun mendarat dibibir wonwoo yang bisa ia rasakan amat lembut. Ia tak tau kalau bibir laki laki bisa ia rasakan selembut ini.
Hanya 10 detik jun menyatukan bibirnya dengan bibir wonwoo. Dengan pelan pelan ia mengangkat kepalanya, melepas kecupannya.
"Ummh!" kedua tangan wonwoo menarik tengkuk jun, mempertemukan kembali bibirnya dengan bibir jun. Jun kaget, sontak membuka kedua matanya. Mulut wonwoo bergerak membuka dan menutup memainkan bibir jun, ia melumatnya. Melumat bibir jun dengan tempo sedang. Untuk pertama kalinya pula jun merasakan ciuman seperti ini, wonwoo yang seperti ini membuat jun berpikir apa wonwoo pernah melakukan ciuman yang seperti ini sebelumnya dengan seseorang? Karena selama ia mengenal wonwoo tak pernah sekalipun ia melihat wonwoo mengencani seseorang.
"Wonu…" ?
Jun yang mulai terbiasa pun mengikuti dan membalas lumatan wonwoo. dan kini bukan hanya bibirnya saja yang sudah basah karena saliva, bibir wonwoo pun basah karena lumatan saliva jun. Mata jun tak terpejam, ia menatap wonwoo, dilihatnya wonwoo masih betah memejamkan kedua matanya dengan air mata keluar yang dari kedua sudut matanya… kenapa? Jun kembali berseru didalam hatinya.
"JEON WONWOO!"
.
.
Yaaah begitulah awal istri saia Jeon Wonwoo menjadi cowo binal/? Bisa ketebak gak?~ hohohoho dan coba tebak siapa yang datang~ hummm pasti sudah tau~ maap yaaa harus TBC disini '3'~
