DefluentibusFoliis

Story by : Me

Disclamer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Pairing : Shikamaru N X Hinata H

Genre : Romance

Warning : Typo, OOC, Cerita tidak jelas dan sebagainya,

Chap VII

Aroma lavender yang menguar melalui setiap sel dalam pori-pori kulitmu, angin yang berhembus disekitarmu kini mengarah padaku, Kau bagaikan sinar cahaya mentari pagi, Tapi cahaya yang bersinar itu jelas bukan untukku…

Dalam gelap malam kau tawarkan pelita kehidupan, aku terjatuh berkali-kali dalam pesona mu namun aku menikmatinya…

Aku terjebak dalam perasaan yang tidak bisa dijabarkan nalar…

Akan ku lakukan apapun untuk mu, asalakan kau bersedia membagi senyum mu untuk ku Hinata, Akan ku tukar apapun yang aku punya asal kau bersedia membagi waktu mu untuk ku Hinata.

Daisuki, Hinata-san

Lepas hari itu, Naruto benar-benar troublemaker, dia menolak dirawat dan memaksa pulang ke apartemen.

-DefluentibusFoliis-

Malam semakin pekat, walau salju yang turun perlahan-lahan mulai berkurang, tapi hawa dinginnya tetap menusuk kulit, mungkin hanya aku orang bodoh yang berdiam diri di balkon apartemen dengan hanya menggunakan kaos dan celana pendek.

Asap rokok yang aku keluarkan pun melebur dengan dinginnya musim ini. Aku tidak tahu, musim dingin ini kenapa hati ku malah memanas…

"Kau bisa terserang deman jika terlalu lama berada di luar ruangan saat musim dingin dengan pakaian seperti itu, Shikamaru!" Ucap Naruto sambil memberikan sekaleng kopi instan.

"Hn." respon ku

"Cihhhh… aku tidak tahu, jika seorang Nara jatuh cinta akan sangat mengerikan." Ujar Naruto, Mata nya menyipit ke arahku penuh ejekan.

"Tsk, singkirkan pemikirian bodoh mu itu, sudah aku katakan berkali-kali, aku tidak mencintai kekasih mu." Jawabku setenang mungkin.

"Hahahahhahaha, aku tumbuh besar bersama mu bodoh ! jelas aku tahu apa yang kau suka dan tidak kau sukai ttebayo, tapi aku bersyukur kau jatuh cinta pada orang yang tepat Nara… " Sambung Naruto, Bibirnya membentuk senyum sinis penuh ejekan.

"Mondokusai, analisa mu tidak berdasar."

"Oh ya ?" Jawab Naruto lagi "Lalu bisa kau jelaskan alasan menyimpan ribuan foto Hinata-chan di laptop mu ?"

"Kau !"

"Hai… hai, kau mau marah karena aku membuka folder di laptop mu ? itu salah mu sendiri Shikamaru folder mu tidak kau password, cihhh… menggunakan koneksi ayah-nya Chouji untuk mencari tahu tentang keluarganya bahkan adiknya… Stalker Hekh ?" Jawab Naruto

Deg

"Kau tidak bisa mengelak-kan Shikamaru ?"

Ini hanya perasaanku saja atau memang aura di sini berubah. Entah kenapa sapphire itu untuk pertama kalinya aku merasa terintimidasi oleh tatapan Naruto.

Sigh

Mungkin, sudah saaatnya aku jujur pada Naruto dan pada diriku sendiri.

"Ya, aku akui, aku memang mencintai Hyuga Hinata kekasihmu ! sejak pertama kali melihatnya aku sudah jatuh cinta pada kekasih mu itu, tapi aku sadar batasan ku dia mencintai mu dan singkirkan rencana bodoh yang ada di kepala mu itu tentang aku dan Hinata, karena aku tidak akan melakukannya."

Naruto tersenyum.

Setelah dia mendengar pernyataan aku mencintai kekasihnya kenapa dia malah tersenyum ?

"Baiklah -ttebayo, kita buat kesepakatan saja bagaimana ?"

"Kesepakatan bodoh apa lagi ? tidak ada kesepakatan, aku akan menghubungi Minato-Jisan dan besok aku akan mengajukan cuti kuliah untuk mu dan aku sendiri, kita akan ke Iwagakure dan kau harus mau ikut kemoterapi." Ucap ku tegas dan tidak menerima penolakan.

"Oh ayolah, berpikir realistis Shika, kau itu jenius, Kabuto-sensei saja sebagai dokter penangung jawabku sudah menyerah, jadi untuk apa bersusah payah, warna kematianku sudah jelas… karena penyakit sialan ini."

"Hn, aku tidak percaya dengan semua dokter yang ada disini."

"Baiklah, terserah kau saja Shikamaru, jika kau tetap pada rencana mu untuk membawa ku ke Iwagakure, aku juga akan memberitahukan Hinata-chan bahwa kau MENCINTAINYA !" Ujar Naruto, sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Uhukk…

Aku tersedak kopi yang aku minum, kenapa harus bawa-bawa nama Hinata segala, Kuso !

"Hey, ini tidak ada hubungannya dengan Hinata !" Ucap ku marah.

"Jelas ada." Sahut Naruto tegas

Terserah…

Aku harus menghubungi Minato-Jisan.

Tutttt… Tutttt… nada panggilan menunggu, aku tidak perduli yang jelas aku harus menghubungi Minato-Jisan dan mengambil langkah untuk Naruto. Mataku tetap mengarah pada Naruto dan dahi ku mengernyit melihat Naruto juga mengambil Handphone nya dan menghubungi seseorang.

Hingga ketika, Naruto menampilkan senyum sinisnya serta menyodorkan ponsel miliknya di hadapan ku, mataku membulat melihat nama yang tertera di layar ponsel Naruto… Hyuga Hinata calling… "Silahkan laporan pada tou-san ku, dan aku pun dengan senang hati akan menyatakan perasaan mu yang sebenarnya pada Hinata Shikamaru." Ucap Naruto datar.

"Moshi-moshi Shika-kun ? ada apa ?" ucap Minato-Jisan

"A-no Oji-san, aku… " Kenapa rasanya sulit sekali untuk berbicara, dadaku semakin bergemuruh ketika panggilan Naruto dari Hinata di terima, dan jelas sekali terdengar suara Hinata dari sana."

"Moshi-moshi Naruto-kun ? ada apa ?" Sialan Naruto, bahkan dia sengaja mengubah pengaturan panggilan menjadi mode speaker.

"Shika, semua baik-baik saja kan ?" Lagi, Minato-Jisan kembali bertanya karena dirasa aku yang tidak kunjung merespon pertanyaannya.

"Naruto-kun ? Doushite ? Naruto-kun ?" Dan ini, suara Hinata…

Ahhh Sial !

"AH, Gomen gomen oji-san sepertinya aku salah pencet nomor."

"Hai, souka… baiklah, ini sudah larut sebaiknya kau tidur Shikamaru, ji-san tutup telponnya yah ?"

"Hai, hai… gomen gomen Oji-san." ucapku

Dan Naruto lagi-lagi tersenyum sinis…

"Hai, tidak apa-apa Hinata-chan, aku salah pencet nomor, aku tutup telponnya yah… ? Oyasuminasai… "

Brakkk!

Cukup sudah, Naruto benar-benar troublemaker

Kopi kaleng yang Naruto berikan aku lempar dan isinya tumpah membasahi karpet yang ada di balkon apartemen.

"Kuso ! Jangan main-main Naruto ! Kau itu sakit parah, kau sepupuku dan jelas kau tanggung jawabku sedangkan kau sempat-sempatnya mempermainkan ku dengan menyangkut pautkan masalah perasaan ku kepada Hinata Hyuga !" Raung ku pada Naruto, dan jelas nada suaraku naik beberapa oktaf.

Tubuh Naruto bergetar, jelas terlihat… aku tahu dia ketakutan karena ini pertama kalinya aku sekeras itu berbicara padanya.

'Sigh, ini berlebihan' ucapku dalam hati

"ck, Mondokusai, Kau mengecewakan ku Naruto, Sudahlah lakukan saja apa yang kau suka Naruto!" ucapku pada akhirnya sambil berlalu ke kamarku dan meninggalkan Naruto.

Naruto Pov

Kau benar-benar mencintainya Shikamaru ? Akan kuserahkan Hyuga-ku pada mu Shika, sebelum itu biarkan aku membuat akhir waktu kehidupanku bersama Hyuga Hinata. Aku lega sekarang, Hinata-chan gomenasai…


In another life… far away from where we are, We would fall in love and the sun would shine for you and me…

Rest in peace…

Uzumaki Naruto.

Dadaku terpaku, Kau pergi membawa jiwa ku Naruto, Hinata meraung menangis diatas pusaranmu… tak ada kecerahan dalam amethyst nya, matanya sembat, seluruh tubuhnya bergetar serta keluarga bahkan teman-teman mu menangis untukmu… Naruto.

Tangisan Hinata jauh membuat hatiku tersayat lebih dalam, instingku menuntutku untuk menghapirinya "Hinata-san ?" .

Brukkk…

Aku tidak siap, bahkan hampir terjengkal ke belakang, Hinata memelukku tiba-tiba, dia menenggelamkan seluruh wajahnya di dadaku, lagi-lagi instingku yang bekerja… tanganku bergerak sendiri membalas pelukannya dan mengusap perlahan indigonya…

"Nara-san, Nara-san… kenapa Naruto-kun… ." rintihan lirih terdengar disela isak tangisnya. Getaran tubuhnya, lirihan suara tangisnya… air matanya… ini jauh lebih menyakitkan dibandingkan kematian.

Kami-sama kenapa bukan aku saja yang menggantikan takdir Naruto.

-tbc-

Sekali lagi, Hounto ni gomenasai buat reader yang sudah bersedia baca...

Pasti Jelas sekali banyak kekurangan plot dan alur di chap ini.

Sejujurnya Fict ini sudah selesai sejak lama dan tersimpan di dokumen saya, dan kebetulan saat ini saya sedang keranjingan download series nya Conan the Movie yang hampir 700++ episode lebih dan hasilnya memori di laptop saya terkuras habis dan ada beberapa file yang mesti dibuang, salah satunya file Fict ini yang ikut terbuang dan alhasil saya harus mengetik ulang dan ternyata mengetik ulang Fict jauh lebih susah daripada membuat Fict baru dan benar-benar terasa di Chap ini.

Sekali lagi,

Sankyu arigatou buat yang sudah bersedia baca... ^-^