Double Trouble
.
.
Kim Yesung
Cho Kyuhyun
Choi Siwon
Dll
.
Hello, hello...#lambai-lambai ala SHINee. Masih adakah yang nungguin? Saya menepati janji update sesuai jadwal. Hehehe... mian kalo banyak typo, karena lagi malas ngedit.
Hepi riding...
.
Meskipun dia sendiri yang mengatakan ciuman itu terjadi hanya karena terbawa suasana dan tak berarti apa-apa untuknya. Tapi, benarkah bagi Yesung, itu benar-benar tak berarti? Benarkah namja manis itu bisa melupakannya semudah apa yang ia katakan?
Kyuhyun meraba bibirnya.
Jika yang pertama adalah untuk bersandiwara di depan Lee Sungmin. Lalu apa alasan ciuman kedua mereka? Terbawa suasana? Benarkah?
"Kim Yesung, mulai sekarang, lebih baik kau jangan lagi tersenyum atau tertawa di depanku. Itu membuatku gila!" ucapnya bermonolog.
.
Chap 6
.
Kim Yesung masuk ke kamarnya tanpa mengatakan apapun pada kakaknya. Namja tampan itu hanya mendengus kesal. Cho Kyuhyun itu..., sebenarnya apa maunya? Bukankah dia sendiri yang telah berkata bahwa dia sama sekali tak tertarik pada adiknya, lalu apa maksud tuan muda mereka itu mencium Yesung? Terbawa suasana ia bilang?
"Padahal kan aku mau mengatakan sesuatu. Tapi sepertinya bukan waktu yang tepat," gumam Heechul.
Klek!
Heechul sedikit terkejut saat mendengar suara pintu terbuka. Namja itu mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamarnya.
"Hyung, aku ingin es krim," ucap Yesung tiba-tiba.
"Eh?"
"Traktir aku es krim!"
Beruntunglah, loading otak Heechul lumayan cepat. Si tampan langsung mengangguk dan menggadeng tangan adiknya keluar dari rumah.
Yesung tersenyum tipis. Langkahnya pelan mengikuti kakaknya. Dia perlu mendinginkan hati dan kepalanya. Kepergian Siwon, dan tindakan Kyuhyun. Memikirkannya membuat kepalanya berat.
"Yesungie...,"
"Hmm?" jawab Yesung pada panggilan kakaknya.
"Ada yang ingin aku tanyakan," ucap Heechul sambil membelai kepala Yesung di pundaknya. Keduanya sedang berada di dalam bis.
"Pentingkah? Aku sedang tidak ingin berpikir," jawab Yesung tanpa mengangkat kepalanya.
Heechul mendesah. "Arraseo. Mungkin lain kali saja," ucapnya.
Dahi Yesung berkerut. Si manis mengangkat kepalanya dan menatap penasaran pada kakaknya.
"Sepertinya sangat serius. Apa ini berhubungan dengan appa? Atau soal keluarga Cho?"
Heechul menarik Yesung kembali bersandar di kepalanya. "Aniyo."
"Benarkah? Tapi aku merasakan firasat buruk," ucap Yesung.
"Cih, kau ini!"
"Kim Heechul hyung! Tak pernah melihatmu bersama seseorang, aku tak menyangka kau punya kekasih semanis ini?"
Heechul mendongak mendengar suara itu. Begitu pula Yesung yang langsung menegakkan tubuhnya.
"HongGi'ah?"
"Nugu?"tanya Yesung pada kakaknya.
"Annyeong, agashi, aku hoobae Heechul hyung di Chocoball. Namaku Lee HongGi."
"Ne, senang bertemu denganmu, Lee HongGi'ssi, tapi aku namja!" ucap Yesung ketus.
"Mwo?" sentak HongGi seraya menatap Yesung dari atas ke bawah, tak percaya dengan apa yang namja manis itu ucapkan.
Heechul tergelak melihat reaksi hoobaenya. "Bagaimana? Dia manis kan?" ucapnya sambil memeluk pundak Yesung dengan kedua tangannya dan mencium pipi adiknya.
"Aish! Hyungie!" protes Yesung.
"Jinjja? Dia namja? Dia terlalu manis! Ya, hyung! Aku iri padamu!" ucap HongGi. "Adik manis, apa kau yakin kau menyukai namja kejam ini? Apa kau tahu, penampilan kadang menipu?"
"Mwo?" teriak Heechul.
"Kau lihat itu? Dia memang terlihat seperti Cinderella, tapi sebenarnya dia ibu tirinya. Jadi daripada tertipu nanti, lebih baik tinggalkan dia. Jadi kekasihku saja, ne?" rayu HongGi.
"Ya! Anak ini!" geram Heechul sambil mengayunkan lengannya hendak menjitak hoobae kurang ajar itu.
"Kau benar, HongGi'ssi," ucap Yesung sambil menangkap tangan kakaknya.
"Ya! Yesungie!" protes Heechul.
"Penampilan yang menipu. Wajah cantik, anggun, tapi sangat kejam. Mianhae, tapi sepertinya itu penyakit keturunan dari umma kami," ucap Yesung dingin.
"M-mwoya?" sentak HongGi tak percaya. "K-kau adik Heenim? Ja-jadi ku Kim Yesung? Kau adalah..."
"HongGi'ah!" spontan Heechul berdiri dan membungkam mulut namja Lee itu. "Kau terlalu banyak bicara! Duduklah, di depan kosong!" ucapnya.
HongGi mengerjap bingung. Namun kemudian mengangguk dan segera berlalu meninggalkan Kim bersaudara.
"Dia kenapa? Apa hyungie sering mengataiku di depan teman-temanmu?"
Heechul tertawa. "Hehehe..., ketahuan, ya?"
"Ya! Hyungie!" protes Yesung kesal.
Heechul hanya tertawa melihatnya. Ani. Bukan itu yang sedang ia sembunyikan. Begitupun namja bermarga Lee yang diam-diam masih mencuri-curi pandang ke kursi belakang.
..
"HongGi'ah, ada yang jatuh!" panggil Heechul saat melihat selembar foto jatuh dari tas HongGi. "HongGi'ah..., ini?"
HongGi meraih foto yang sunbaenya lihat. "Ini fotoku bersama sepupuku dan kekasihnya."
"Itu..., namja itu?"
"Ne, dia dirawat di rumahsakit di China. Kanker hati," ucap HongGi sambil menatap namja yang tersenyum dalam foto itu meski dengan selang oksigen di hidungnya.
"Kanker hati?" ulang Heechul tak percaya.
"Hmm..., ini foto beberapa bulan yang lalu, hyung. Sekarang dia sudah bebas dari penderitaan itu."
"M-mwo? Dia...?"
"Hmm..., itu lebih baik daripada melihatnya menderita. Dan namja baik itu bisa kembali pada kehidupannya sendiri. Apa aku jahat berpikir begitu, hyung?"
Heechul tak menyahut. Terpaku pada foto dan kata-kata yang HongGi ucapkan.
"HongGi'ah, k-kapan dia meninggal? B-bagaimana bisa penyakit itu...? Bukankah Hyukkie yang sakit?"
"Mwo? Kau mengenal mereka, hyung? Apa kau juga mengenal namja yang Donghae hyung sukai? Apa kau tahu dia bisa tersenyum hanya dengan mengingat namja itu. Meski Hyukkie hyung-lah yang selalu bersamanya. Tapi Donghae hyung hanya mencintai namja itu."
Heechul menggangguk lemah. "Ne, dia adikku," ucapnya nyaris tak terdengar.
..
"Hyung, aku menemukannya...," gumam HongGi lirih.
..
-double trouble-
..
Kyuhyun terus saja mondar-mandir di balik pintu kamarnya. Sudah lewat beberapa jam setelah makan malam. Dan Yesung belum juga kembali. Apa namja itu bermaksud tidak pulang malam ini? Apa karenanya?
"Bukankah dia bilang itu bukan hal penting? Jadi seharusnya dia baik-baik saja kan? Lalu kenapa dia tidak kembali?" gerutunya.
Namja tampan itu berhenti melangkah saat mendengar langkah kaki seseorang di luar kamarnya. Dengan cepat ia membuka pintu kamarnya untuk memastikan bahwa Yesung telah kembali.
"Kim Ye-"
Seorang maid membungkuk hormat saat namja tampan itu keluar.
"Kim Yesung'nim, tidak kembali malam ini, tuan muda," ucap maid itu lalu kembali membungkuk dan berlalu meninggalkan Kyuhyun di depan pintu kamarnya.
"Tidak kembali? Apa dia bermaksud menginap di rumah orang? Apa dia lupa sekarang dia sudah bertunangan? Bagaimana dia bisa seenaknya tidak pulang dan menginap di rumah namja lain?" gerutunya.
Dengan kesal namja itu masuk kembali ke kamarnya dan langsung menjatukan diri di atas ranjang king-sizenya. Namun sesaat kemudian namja Cho itu kembali bangun dan melompat menuju jendela kamarnya. Mencoba mengamati rumah Kim Yesung dari kamarnya.
Dan sepertinya dia sedang beruntung. Namja itu sedang berada di teras rumahnya. Sedang bercanda dengan anjing peliharaan kakaknya. Baru saja Kyuhyun berniat memanggilnya saat melihat Heechul keluar dan bergabung dengan adik kesayangannya.
"Ya! Ya! Kim Yesung! Bagaimana kau bisa membiarkan namja lain menyentuh-nyentuh wajahmu?!" geramnya. Dia melupakan satu fakta bahwa namja lain itu adalah hyung dari Kim Yesung itu sendiri.
"Ya!" teriak Kyuhyun tanpa sadar saat melihat Yesung yang melompat memeluk Heechul –entah karena apa, karena tak kedengeran dari kamar Kyuhyun- dan mencium pipi namja itu.
Kyuhyun membungkam mulutnya sendiri seraya melompat ke samping jendela. Menyembunyikan dirinya saat Yesung dan Heechul menoleh mendengar teriakannya yang sekeras speaker megabass.
"Apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun?! Kenapa kau begitu terganggu hanya karena Kim Yesung memeluk dan mencium kakaknya? Kakaknya?!" ucap Kyu sambil memukuli kepalanya sendiri.
Sementara itu Yesung dan Heechul hanya saling pandang. Sesaat tadi, mereka merasa mendengar suara teriakan seseorang. Tapi sepertinya mereka hanya salah dengar.
"Malam ini aku tidur denganmu ya, hyung?" pinta Yesung.
"Waeyo?"
"Aniyo..., aku hanya rindu padamu, hyung," ucap Yesung.
"Kau rindu padaku, atau Choi Siwonmu itu, hmm?" goda Heechul.
"M-mwo? A-apa itu? Aku tidak..."
"Cih! Dasar anak nakal! Katakan padaku, apa yang membuatmu menyukai namja itu, eoh? Apa dia cinta pertamamu?"
"Hyungie...!" protes Yesung dengan wajah merona.
"Kalau cinta pertamamu adalah Choi Siwon, lalu bagaimana dengan Lee Donghae?" ucap Heechul tanpa sadar.
"Mwo?" sentak Yesung.
"Mi-mianhae, Sungie. Hyung tidak bermaksud..."
Yesung tak menyahut. Namja manis itu terdiam, menunduk menatap lantai rumahnya dengan pikiran kosong.
"Kau masih mencintainya..." ucap Heechul lirih.
"Aku..."
Heechul menjitak kepala Yesung. Mencoba mengalihkan pikiran namja manis itu.
"Ya! Apa kami mengajarimu seperti itu? Bertunangan dengan Cho Kyuhyun, berpacaran dengan Choi Siwon dan masih mencintai Lee Donghae? Kau ini maruk sekali, eoh?" ucap Heechul sambil sekali lagi menjitak kepala adik manisnya.
"Appoyo! Aku tidak begitu, hyung! Aku hanya akan menyukai Wonnie hyung. Aku dan Cho Kyuhyun hanya terikat satu kesepakatan saja. Dan Hae hyung..., dia hanya masa lalu saja."
"Ck! Dasar! Apa kau mau pamer bahwa kau dikelilingi banyak namja tampan?!"
"A-ani!"
"Kau adik kecil yang menyebalkan!" ucap Heechul sembari beranjak masuk ke rumah.
"Hyungie...! Aku tidak seperti itu!"
...
Next day.
"Kim Yesung! Kalau kau tidak cepat, kau akan terlambat!"
"Ne, hyung!"
Yesung mengikat dasinya dengan tergesa, lalu keluar dari kamar kakaknya.
Pagi yang ia rindukan. Padahal baru beberapa hari ia meninggalkan rumahnya, tapi ia sudah sangat merindukan saat-saat ia bangun di pagi hari karena teriakan Heechul padanya.
"Kau yakin akan berangkat sendiri?"
"Hm, aku sedang malas bertemu tuan muda Cho itu!" ucap Yesung.
"Arraseo."
"Appa sudah berangkat?"
"Ne, appa menemani tuan besar keluar kota, jadi mereka berangkat pagi-pagi buta."
Yesung mengangguk mantap. "Hyungie, aku berangkat, ne!" ucapnya kemudian seraya mencium pipi kakaknya dan berlari kecil meninggalkan meja makan.
Cho Kyuhyun masih setia berdiri di samping mobil mahalnya. Menunggu Yesung di depan gerbang rumahnya sendiri sambil memainkan PSPnya. Membiarkan penjaga gerbangnya kasak-kusuk membicarakannya. Makhlum baru kali ini tuan mudanya mau berdiri lama di sana, untuk hal yang tidak berguna baginya. Menunggu.
"Annyeong, Park ahjusshi, Jo ahjusshi!"
Kyuhyun langsung melempar PSPnya, tanpa peduli suara 'krak' yang mungkin terjadi karena benda itu menghantam sesuatu di dalam mobilnya dan hancur atau apa, saat mendengar suara yang dikenalnya. Saat ini namja Kim itu sedang berlari kecil melewati dua penjaga gerbangnya, menuju ke arahnya.
"Kim Ye-"
"Yesung'ah...!"
Belum juga Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya saat terdengar seseorang memanggil namja manis itu. Keduanya menoleh.
Dahi Yesung berkerut saat melihat seseorang melambaikan tangan padanya dari atas motornya. Lalu perlahan membawa motor itu mendekati Yesung.
"Nugu?" tanya Yesung.
"Ini aku," ucap namja itu sambil membuka helmnya. "Kau lupa padaku?"
Kerutan di dahi Yesung mulai menghilang. "Oh, Lee HongGi'sshi?" ucapnya ragu.
"Ah, kau mengingatku? Senangnya!"
"Tapi, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Yesung.
"Hanya kebetulan lewat, dan melihatmu. Kau mau berangkat? Mau aku antar?"
"Ne, aku mau berangkat, tapi..."
"Kalau begitu naiklah!" sahut HongGi bersemangat.
"Kim Yesung! Cepat masuk ke mobil!" panggil Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan keduanya.
Dua namja itu menoleh, dan mendapati Kyuhyun yang berjalan mendekati mereka.
"Ah, aku melihat beritanya, dia tunanganmu kan?" tanya HongGi.
Yesung terhenyak. "Ah.., n-ne...," ucapnya ragu. Bagaimanapun juga, tugasnya adalah menjadi tunangan Kyuhyun di mata semua orang, meskipun dia sedang kesal pada namja itu.
"Kau mau kita terlambat?" tanya Kyuhyun sambil menggandeng tangan Yesung.
Namja manis itu menepisnya.
"Kau..."
"Lee HongGi'ssi, kami harus pergi. Sampai jumpa," ucapnya sambil sedikit membungkuk dan berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih menatap HongGi tak suka. Juga namja Lee itu yang tak henti menatapnya.
"Kau menyukai tunanganku, tuan?" tanya Kyuhyun dingin.
HongGi menoleh. "Ah?" sentaknya. "Sepertinya begitu," jawabnya kemudian sambil tersenyum.
"Mwo?"
"Sampai jumpa," ucap HongGi tanpa mempedulikan ekspresi Kyuhyun. Lalu menarik gas motornya meninggalkan tempat itu.
Kyuhyun berbalik masuk ke mobilnya dengan hati dongkol. Setelah Choi Siwon, sekarang muncul namja lain lagi? Kyuhyun tidak tahu kalau ternyata Yesung punya pesona besar menakhlukan hati orang.
"Siapa namja itu?" tanya Kyuhyun ketus.
"Teman Heechul hyung."
"Benarkah? Kupikir kau tidak mengenal teman-teman Heechul hyung kecuali Lee Dong-," kalimat Kyuhyun terhenti. Diliriknya Yesung yang tampak kaget mendengar Kyuhyun menyebut nama itu.
"D-darimana kau...?"
"Mianhae," ucap Kyuhyun.
"Ne?"
"Aniya. Kita hampir terlambat," ucap Kyu lalu menyalakan mesin mobilnya.
Yesung tak menyahut. Meski penasaran dengan ucapan Kyuhyun, namun ia tak berniat untuk bertanya. Yang terpikir olehnya adalah, mungkin karena mereka selalu sekelas, sedikit banyak Kyuhyun tahu, bahwa Yesung pernah berpacaran dengan sunbae mereka. Seperti halnya Yesung yang cukup tahu bahwa Kyuhyun menyukai Lee Sungmin.
Sementara di sampingnya, Kyuhyun juga masih sedikit terkejut. Dia tak menyangka, bahwa dia mengenal Yesung sampai sejauh itu. Selama ini, bahkan ia sendiri berpikir kalau dia tak pernah tertarik untuk sekedar tau tentang Yesung. Tapi ternyata, tanpa ia sadari, bahkan Kyuhyun tahu, Yesung pernah jatuh cinta pada namja lain selain Choi Siwon.
Dan bahkah, tanpa ia sadari, ia menyimpan satu rahasia yang pasti sangat berpengaruh pada Yesung. Sesuatu yang menjadi alasan Lee Donghae memutuskan untuk meninggalkan Yesung. Tapi sekali lagi, karena Kyuhyun merasa itu bukan urusannya, ia melupakannya.
.
-double trouble-
.
"Kim Yesung! Kim Ye-"
"Berhenti di jarak itu, Cho!" ucap Yesung memotong panggilan Kyuhyun.
"Mwo?"
"Apa kau tahu, setiap kau mendekat, aku merasa terancam. Jadi menjauhlah! Arraseo?"
"Mwo? A-apa katamu? Terancam? Ya! Kau pikir aku ini apa? Namja hidung belang? Atau Psyco?" protes Kyuhyun.
"Kau sendiri yang tahu jawabannya, tuan!"
"Memangnya apa salahku, eoh?"
Mata Yesung melotot mendengar pertanyaan Kyuhyun. "Ba-bagaimana kau bisa bertanya seperti itu?" geramnya sambil mendorong tubuh Kyuhyun hingga terpojok di dinding.
"Apa?" tanya Kyu lagi.
"Kau ingat perjanjian kita? Kita hanya sedang bersandiwara tuan, jadi jangan berbuat hal-hal yang melanggar batas!" ucap Yesung lirih namun bernada tinggi. "Kau lupa kita sedang menjalankan taktik untuk membuatmu dekat dengan orang yang kau sukai?"
Deg!
Jantung Kyuhyun seolah berhenti berdetak. Namun detik berikutnya debarannya justru meningkat drastis. Dia lupa tentang taktik jual mahalnya. Dia lupa bahwa dia hanya berpura-pura menjauhi Lee Sungmin agar namja itu merasa membutuhkannya. Cho Kyuhyun lupa.
"Itu...,"
"Bukankah sekarang kau seharusnya mencari tahu tentang efek taktik itu dan mulai menjalankan langkah selanjutnya?"
Dahi Kyuhyun berkerut. "Langkah berikutnya?"
"Hm, bersikap biasa, seolah tak terjadi apa-apa. Jangan menjauh ataupun terlalu dekat dengannya."
Kyuhyun tak menyahut. Bersikap biasa pada Lee Sungmin? Jangan menjauh, ataupun terlalu dekat? Lalu bagaimana dengan Kim Yesung?
"Aku..."
"Aku akan tetap berada di dekatmu, sampai kau bisa mendapatkannya dan mengatakannya pada orangtuamu."
Setelah mengatakan hal itu, Yesung mengambil langkah meninggalkan Kyuhyun. Sementara namja tampan itu masih terpaku di tempatnya berdiri. Rasanya ada yang hilang. Tapi apa? Kenapa hatinya merasa tak nyaman?
"Kau baik-baik saja, Kyu?" tanya seseorang.
Kyuhyun menoleh mendengar suara yang ia kenal. "Minnie hyung?"
Sungmin melangkah perlahan mendekati Kyuhyun. "Kau..., bertengkar dengan Kim Yesung?" tebaknya.
"Itu..., bisa dibilang begitu," ucap Kyuhyun ragu.
"Waeyo?"
"Entahlah, dia sensitif seperti yeoja," jawab Kyuhyun asal.
Dahi Sungmin berkerut mendengarnya.
"Emm, Minnie hyung, mianhae, akhir-akhir ini aku tidak bisa menemanimu. Lain kali mungkin kita bisa keluar bersama?"
Sungmin terhenyak mendengar ucapan Kyuhyun. "Ne, tentu saja."
"Gomawo. Kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong!"
Tanpa bicara apapun lagi, Kyuhyun meninggalkan Lee Sungmin yang masih menatapnya.
..
"Apa ini?!" ucap Yesung saat menatap tulisan di papan tulis.
"Seperti yang kau lihat," jawab Ryeowook santai.
"Ta-tapi kan..."
Kyuhyun menghentikan langkahnya di samping Yesung yang sedang beradu mulut dengan Ryeowook.
"Wae?" tanyanya.
"FT High School mengadakan festival sekolah. Dan sekolah kita diundang untuk mengisi acara di sana. Guru memutuskan dari kelas ini dipilih dua siswa untuk mengikuti festival itu. Dan kami memutuskan, kalianlah yang akan mewakili kelas kita," ucap Wookkie.
"Mwo?" sentak KyuSung bareng.
"Ya! Kenapa memutuskan itu tanpa meminta persetujuan kami, eoh?" protes Yesung.
"Siapa suruh kalian membolos?"
"Aku kan sudah minta ijin!"
"Mianhae, keputusan kami bersifat mutlak. Jam ke-3 nanti kalian harus mengikuti latihan di kelas drama."
"Tapi..."
"Tidak ada tapi."
"Arraseo, aku akan melakukannya," ucap Kyuhyun seraya melangkah menuju mejanya.
Yesung menatapnya heran. Ada apa dengan namja itu? Bukankah biasanya dia yang akan pertama menolak kegiatan seperti ini?
Dan akhirnya, mau tidak mau, Yesung harus terlibat dalam sebuah pementasan drama, mewakili sekolah mereka. Ya, meskipun ia hanya bertugas menjadi penata kostum. Karena Yesung malas menghafal dialog, jika harus berperan dalam drama itu.
"Oppa, apa ini benar?" tanya seorang siswi yang bertugas membuat kostum bersamanya.
Yesung menoleh. "Hm, kau melakukannya dengan baik," ucap Yesung sambil tersenyum.
"Kyaaa! Yesung oppa! Jangan perlihatkan senyummu itu di depan kami!" teriak yeoja lain diantara mereka.
"Wae?" tanya Yesung polos.
"Karena kau akan membuat kami jatuh cinta dan patah hati sekaligus!"
Yesung tertawa mendengarnya. "Jeongmalyo? Apa aku punya kemampuan seperti itu?"
"Neee!" jawab gadis-gadis itu bersamaan, yang membuat tawa Yesung semakin lepas.
"Kyu, kau melewatkan dialogmu!" tegur Sungmin sambil menepuk pundak Kyuhyun.
Aku lupa menjelaskan. Saat ini, mereka sedang berlatih untuk mementaskan sebuah drama berjudul 'Sleeping Beauty Prince'. Dan Lee Sungmin berperan sebagai pangeran cantik yang tertidur karena jarum beracun penyihir jahat. Sedangkan sang pangeran yang akan menyelamatkannya diperankan oleh Kyuhyun.
"Mianhae, hyung," ucap Kyuhyun sedikit kaget.
Yesung menoleh. Bukankah Kyuhyun adalah penghafal yang baik. Bagaimana dia bisa lupa dialog?
"Oppa, apa kau tidak merasa cemas?" bisik siswi tadi pada Yesung.
Yesung mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun pada yeoja di sampingnya.
"Ne?"
"Apa oppa tidak takut? Tidak cemburu?" kali ini gadis di depannya yang bertanya.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?"
"Tentu saja drama ini, oppa! Apa kau lupa adegan saat pangeran membangunkan putri, maksud kami pangeran cantik, dari pengaruh sihir?"
"Ada apa dengan adegan itu?" tanya Yesung bingung.
"Arggh! Oppa! Itu Kissing scene, oppa! Poppo! Kyuhyun sunbae akan berciuman dengan Sungmin sunbae!"
Yesung tersentak. Dia memang lupa jika ada adegan semacam itu.
"Bukankah menurut gosip Kyuhyun sunbae pernah menyukai Sungmin sunbae? Bagaimana kalau setelah ini mereka kembali saling menyukai?"
Yesung terhenyak mendengar ucapan adik kelasnya. Meski ia ingin segera mengakhiri ikatan anehnya dengan Kyuhyun, tapi entah kenapa ia merasa terkejut, hal itu akan terjadi lebih cepat dari perkiraannya.
"Oppa, semestinya oppalah yang jadi pasangan Kyuhyun sunbae dalam drama ini."
Belum juga Yesung menjawab, saat sebuah panggilan masuk ponselnya. Mata sipitnya tampak melebar saat membaca nama pemanggilnya. Tangannya tampak bergetar saat mengangkatnya.
"Y-yeoboseo?"
"Aku menunggumu di tempat parkir. Bisa bicara sebentar? Aku mohon," ucap seseorang di ujung telepon sebelum mematikan sambungan.
Spontan Yesung langsung berdiri dan berlari keluar dari ruang latihan. Namja manis itu bahkan tak peduli saat tanpa sengaja menabrak salah satu temannya.
"Yesung oppa, kau mau kemana?" panggil hoobaenya cemas.
Kyuhyun menoleh ke arah Yesung yang telah keluar dari ruangan itu, saat mendengar teriakan adik kelasnya.
"Hei, kalian, kenapa Yesung tiba-tiba pergi?" tanyanya.
"Kami tidak tahu. Seseorang menelponnya, dan dia langsung..."
"Telepon?" ulang Kyuhyun.
Mungkinkah Choi Siwon telah kembali?
"Hyung, aku permisi sebentar," ucap Kyuhyun sembari memberikan textnya pada Sungmin dan berlari menyusul Yesung.
Perasaannya tidak enak. Jika itu benar telepon dari Siwon, maka..., entahlah, Kyuhyun tak mau membayangkannya. Meskipun Siwon dan Yesung benar-benar berpacaran, meskipun Kyuhyun dan Yesung hanya pura-pura bertunangan, dan meskipun mungkin taktik jual mahalnya pada Lee Sungmin berhasil, tapi...
Langkah Kyuhyun melambat saat melihat Yesung di depannya. Namja manis itu tampak terpaku menatap punggung seseorang.
Siapa? Itu bukan Choi Siwon. Postur mereka berbeda.
"H-hae hyung?" panggil Yesung ragu.
Kyuhyun tersentak mendengar nama yang disebut oleh Yesung. Benarkah, namja yang sedang memunggungi mereka itu Lee Donghae? Mantan kekasih Kim Yesung?
"Hae hyung, benarkah itu kau?" panggil Yesung sekali lagi.
Namja itu menoleh perlahan. Sedikit menunjukkan ekspresi terkejut saat melihat Yesung di belakangnya.
"Kim Yesung?" ucapnya kaget.
Sementara si manispun tak kalah kaget melihatnya. "Lee HongGi'ssi? Bagaimana bisa? Kenapa kau memakai nomor Donghae hyung?" ucapnya tak percaya.
"Mwo?" ucap HongGi sambil menatap ponselnya. "Ommo! Aku salah ambil!" ucapnya.
"Ne?" tanya Yesung heran.
"A-aniyo. Mianhae, sepertinya aku salah sambung. Aku...,"
"HongGi'ah!" panggil seseorang.
"Itu temanku, aku bermaksud menelponnya. Dia berada di nomor pertama panggilan cepat di Hpku. Aku hanya menekan nomor satu, jadi aku tidak tahu kalau salah sambung. Kenapa Hae hyung menyimpan nomormu di nomor satu?"
"HongGi'ah, apa yang kau lakukan di sini, eoh?"
"Tentu saja untuk melanjutkan pembicaraan waktu itu, hyung!"
HongGi berlari kecil menghampiri temannya. Meninggalkan Yesung yang diliputi rasa penasaran. Bagaimana namja itu bisa memakai nomor milik Lee Donghae? Bahkan ponselnya adalah ponsel terakhir yang Donghae pakai. Apa hubungan namja itu dengan Hae hyungnya?
"Kim Yesung? Kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun sambil menyentuh pundak namja manis itu.
Yesung menoleh perlahan. Dan yang Kyuhyun lihat adalah tatapan terluka di mata namja manis itu. Entah, naluri apa yang ia punya saat ini, tapi yang jelas namja tampan itu tahu, Kim Yesung sedang menahan airmatanya. Dan tanpa bicara apapun, Cho Kyuhyun menarik tubuh Yesung ke dalam dekapannya.
Sedangkan namja mungil itu tak menunjukan reaksi apapun, selain membalas pelukan Kyuhyun. Dan detik berikutnya, Kyuhyun merasakan tubuh mungil dalam dekapannya bergetar.
Kim Yesung, menangis.
Lee Sungmin menatap hampa pada dua namja yang berdiri agak jauh darinya. Dia merindukannya. Merindukan pelukan dan perhatian Kyuhyun padanya. Merindukan sosok yang dulu hanya menatapnya.
"Kau berubah, Kyu...," ucapnya sedih.
.
.
.
"Ya! Lee HongGi! Apa yang kau rencanakan, eoh?"
"Apa?" tanya HongGi sok polos.
"Aku mendapat firasat buruk saat kau bertanya banyak hal semalam. Apa yang ingin kau lakukan?"
"Apa maksudmu, hyung?"
"Kau! Kau ingin membuatnya kembali terikat pada masa lalu? Kau ingin mati, ya?"
"Waeyo?!" protes HongGi. "Hae hyung mencintainya, hyung. Dan Hae hyung ingin aku menjaga Kim Yesung untuknya. Jadi hanya aku yang boleh berada di sisinya kan?"
"Ya! Lee HongGi!"
"Tenanglah, hyung. Asal aku melakukannya perlahan dan tampak alami, Heechul hyung tidak akan tahu."
"Tapi dia sudah bertunangan, HongGi'ah!"
"Bahkan jika mereka menikah sekalipun, aku tidak akan menyerah."
"Mwo?"
"Kim Yesung, pasti akan menyukaiku. Lihat saja nanti."
.
.
Tbc
.
Hyaaaa..., apa ini? Mengalir dengan sendirinya. Awalnya mau jadiin Hongki cameo doang, cuman sebagai perantara menuju kembalinya abang Hae, tapi...
Karena sepertinya jalan cerita itu mudah di tebak, so..., aku belokin aja ceritanya. Lagian kebetulan marga mereka sama. Tapi swear! Ide jahat Hongki ini murni muncul tiba-tiba saat mengetik bagian akhir chap ini. Sedikit ngeri juga, sih. Lee Hongki yang super duper kyute, punya pikiran selicik itu.
Tengs buat kritik dan saran di chap kemarin. Mian karena gak disebutin satu-satu. Dan sampai jumpa di part selanjutnya. See Ya!
