All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Chapter 7 : Ferret, Burger, dan The Beatles.
7.
Hermione dan Draco berdiri di depan McDonald terdekat yang bisa mereka temui. Draco tersenyum melihat wajah Hermione yang berseri-seri.
"Baiklah Malfoy, karena kau belum pernah melakukan hal ini sebelumnya, maka kau hanya perlu mengikutiku saja, jangan melakukan apa-apa dan jangan mengatakan apa-apa jika tidak kutanya." Kata Hermione.
"Yes Ma'am." Kata Draco. Hermione mendorong pintu dan masuk kedalam diikuti Draco dari belakang.
Hermione berdiri di counter dan memesan banyak makanan. Draco tidak begitu mengerti apa yang diucapkannya, makanan apa yang akan muncul nantinya, tapi ia tahu yang dipesan Hermione banyak.
Hermione membawa baki lalu berjalan menuju meja paling pojok sementara Draco berjalan disampingnya membawa baki lainnya. Mereka duduk dan Hermione menjelaskan satu per satu makanan yang ada di depan mereka.
"Baiklah Malfoy, aku memesan beberapa makanan favoritku." Kata Hermione mulai menjelaskan.
"Beberapa?" tanya Draco ingin tertawa.
Hermione tersenyum, kemudian mengabaikan Draco dan mulai menjelaskan. "Oke, ini Bacon Clubhouse Burger." Kata Hermione menunjuk Burger yang ada di depannya. "Bacon, keju putih, sisanya sama dengan burger yang lain, daging, selada, ketimun."
"Nah, yang ada di depanmu adalah Cheeseburger. Karena kau masih pemula jadi sebaiknya kau makan jenis burger yang sederhana." Kata Hermione menjelaskan.
Draco memperhatikan dua makanan yang disebut Hermione Burger itu. Ia menyadari ada perbedaan ukuran antara burger miliknya dan burger milik Hermione. Bugernya tipis, sementara burger Hermione dua kali lebih tinggi. Draco tertawa.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Hermione.
"Bisakah kita membagi dua saja? Aku ingin mencoba milikmu juga." Kata Draco melihat Burger Hermione lebih enak dan penuh warna.
"Sure." Kata Hermione. "Kemudian ini adalah Nuggets." kata Hermione lagi menunjuk Nugget di depannya. Akhirnya Hermione tenggelam menjelaskan bergbagai makanan yang ada didepannya. Draco hanya tertawa dan tersenyum, tidak sabar ingin mencoba makanan yang ada di depannya.
Ia berusaha mengingat nama makanan di depannya tapi sulit sekali mengingat sesuatu seperti Premium McWrap Sweet Chili Chicken Buttermilk Crispy atau Premium Bacon Ranch Salad Southwest Buttermilk paling-paling yang diingatnya Fries, Coca-Cola, Chocolate Shake dan McFurry.
Draco menghela nafasnya, ia kekenyangan dan ia juga tahu Hermione kekenyangan.
"Wah, aku sudah lama tidak makan seperti ini." kata Hermione bersender dikursinya.
Draco tertawa dan Hermione ikut tertawa.
Mereka makan sampai kenyang sekali dan membicarakan banyak hal. Mulai dari konser Coldplay yang akan datang, The Beatles, Paul McCartney, Mrs Smith di bagian resepsionis yang selalu menggunakan topi aneh, toilet pria di lantai tiga kementrian yang angker dan hal-hal lainnya.
Draco melihat jamnya. Sudah jam sembilan lebih sepuluh menit, ia melihat Hermione yang masih terlihat kekenyangan. "Sudah jam sembilan." Kata Draco, terakhir kali mereka keluar Hermione menganggap jam 9 sudah terlalu malam.
Hermione melihat jamnya. "Crook pasti akan mengamuk." Kata Hermione pelan.
"Crook?" tanya Draco.
"Kucingku." Kata Hermione. "Aku harus segera pulang dan memberinya makan." Kata Hermione.
"Apa kau mau kuantar?" tanya Draco menawarkan, sebenarnya ia ingin sekali mengantar Hermione pulang tapi mereka bahkan tidak sedang berkencan dan mengantar Hermione pulang akan membuat suasana sedikit canggung.
"Benarkah?" tanya Hermione menyipitkan matanya curiga. "Kau ingin mengantarku pulang karena tidak enak membiarkan perempuan pulang sendiri atau karena kau ingin tahu dimana aku tinggal?" kata Hermione.
Jika Draco sedang minum ia pasti akan tersedak. Bagaimana Hermione tahu jalan pikirannya. Hermione bisa melihat Draco shock mendengar kalimatnya barusan.
"Benarkah? Aku benar? Kau ingin tahu dimana aku tinggal?" tanya Hermione tidak percaya.
Draco tidak tahu harus menjawab apa? Ia kaget sekali, Hermione memang pantas mendapat gelar The Brightest Witch of Her Age. Hermione tertawa.
"Ayo kita pulang." Kata Hermione berdiri dan mengambil tasnya lalu berjalan keluar diikuti Draco.
Mereka berjalan menuju perbatasan London dengan Diagon Alley. Mereka berdua diam dan sedikit canggung, baiklah tidak sedikit. Sangat canggung.
"Malfoy." Hermione memanggil Draco.
"Iya?"
"Well, sebenarnya ada hal yang ingin kutanyakan." Kata Hermione. Ia benar-benar ingin bertanya apa Draco punya maksud tertentu? Kenapa belakangan ini Draco berubah menjadi baik sekali? Kenapa Draco ramah padanya, berhenti mencari masalah dengannya? Apa mungkin Draco menyukainya?
Hal ini sudah beberapa kali terlintas dipikirannya, apa mungkin?
"Tanyakan saja." Kata Draco.
Hermione ingin bertanya apa Draco menyukainya, tapi apa ini waktu yang tepat, Hermione ragu sekali, bagaimana jika Draco tidak menyukainya, pasti akan sangat memalukan.
"Granger." Kata Draco menyadarkan Hermione dari lamunannya, "Apa yang ingin kau katakan?" tanya Draco.
"Tidak jadi." Kata Hermione akhirnya.
Mereka berjalan lagi sampai akhirnya sampai di Diagon Alley.
"Aku tinggal tidak jauh dari sini." Kata Hermione pada Draco. "Kurasa kita akan bisa berjalan kesana." Kata Hermione, ia sudah memutuskan akan membiarkan Draco mengantarnya, atau lebih tepatnya menemani berjalan kerumah.
"Kau tinggal di rumah atau di apartement?" tanya Draco sambil berjalan berusaha memecah kesunyian.
"Di apartement." Kata Hermione menjawab, tahu kalau situasi mereka canggung sekali sekarang.
"Kau tinggal sendiri atau bersama seseorang?" tanya Draco lagi.
"Sendiri, well sebenarnya berdua jika kau menghitung kucingku." Kata Hermione.
Mereka tertawa pelan kemudian diam lagi.
"Maaf aku membuat suasana menjadi aneh." kata Hermione.
"Tidak, ini bukan salahmu, lagipula kau benar, aku memang ingin tahu dimana kau tinggal." Kata Draco. Baiklah, let's do this. Pikir Draco.
"Kenapa? Apa kau punya maksud tertentu?" tanya Hermione tidak bisa menahan dirinya.
"Well, menurutmu jika seorang pria ingin mengetahui dimana seorang perempuan tinggal apa maksudnya?" tanya Draco retoris.
"Um…" Hermione berpikir. "Entahlah, kurasa ada banyak kemungkinan." Sebentar lagi mereka akan sampai di jalan Apartementnya. "Itu Apartementku." Kata Hermione menunjuk bangunan dua lantai yang terbuat dari bata merah, bangunan itu terlihat sudah tua namun dirawat dengan baik, lagipula bangunan tua di Inggris bukanlah hal aneh.
Mereka sampai di depan bangunan apartement Hermione.
"Well…" kata Hermione bingung ingin mengatakan apa.
"Kalau begitu aku pulang dulu." Kata Draco pada Hermione.
"Hati-hati dijalan." Kata Hermione lalu masuk.
"Oke." Kata Draco kemudian menghilang begitu Hermione menghilang dibalik pintu
Hermione bersender di balik pintu apartementnya. Tangannya berada di dadanya, berusaha menenangkan detak jantungnya. Kalau ia tidak langsung masuk dan menutup pintu mungkin ia akan melompat dan mencium Draco tadi.
Bloody Hell. Hermione Granger, apa kau baru saja berpikir akan mencium Draco Malfoy? Hermione berjalan naik menuju apartementnya. Hermione membuka pintu apartementnya dan langsung disambut tatapan garang Crook yang sepertinya kelaparan.
"Sorry Crook." Kata Hermione langsung berjalan menuju tempat penyimpanan makananan Crook. Ia memberi makan Crook dan berjongkok di depan Crook dan mengelus-ngelus kepala Crook seperti biasa.
"Crook…" kata Hermione pelan. "Kurasa aku menyukai Draco Malfoy."
.
"Fuck…. Granger… Ah…" Draco mengerang.
"Draco…" Hermione mendesah, matanya tertutup menikmati bagaimana cara Draco bergerak di dalamnya. Draco terus bergerak, maju-mundur, maju-mundur. Hermione melingkarkan kedua tangannya ke leher Draco, dan kedua kakinya di pinggang Draco, membuat Draco masuk lebih dalam.
"Draco, Faster… Faster."
Hermione bisa merasakan Draco, di dalamnya. Tangan pria itu di seluruh bagian tubuhnya, di lengannya, kemudian di pahanya, di pundaknya, di dadanya.
"Hermione, open your eyes." Kata Draco berbisik. Hermione membuka matanya, mata Draco yang berwarna silver kebiruan menatapnya, Draco menyingkirkan rambut Hermione yang menutupi kening dan pipinya dengan lembut.
Draco dan Hermione nyaris mencapai klimaks mereka. "Hermione, dengar aku, aku ingin kau melihat ke mataku saat kau klimaks." Kata Draco menahan dirinya.
Hermione mengangguk
Hermione terbangun. Astaga. Hermione melihat kesekelilingnya ia ada di kamarnya, kemudian menyadari bahwa ia baru saja bermimpi erotis dan mimpi melibatkan Draco Malfoy. Hermione mengambil tissue dan mengelap keringatnya.
Hermione kemudian bangun dan menuju kamar mandi. Ia perlu air dingin untuk membasuh tubuhnya.
.
Hermione duduk di kursinya. Bagaimana ia bisa berhadapan dengan Draco Malfoy semenjak mimpinya tadi? Hermione menghela nafasnya, dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaannya saja.
Tidak lama Hermione di panggil ke ruangan Bosnya, ia mengetuk pintu dan setelah ada tanda untuk masuk Hermione memasukki ruangan itu.
"Selamar Pagi Sir." Kata Hermione.
"Ms. Granger." Kata Mr. Cole mempersilahkannya duduk. "Well, Ms. Granger aku memanggilmu ke sini karena ada beberapa hal yang harus kusampaikan." Kata Mr. Cole kemudian memberikan beberapa berkas pada Hermione.
"Karena Hannah Abbot sudah mulai cuti hari ini pekerjaannya akan dialihkan kepadamu, tentu saja kau bisa membaginya kepada karyawan lain, ini adalah daftar pekerjaan Ms. Abbot." Kata Mr. Cole menunjuk berkas yang ada di depan mereka.
"Baiklah." Kata Hermione mengambil berkas itu.
"Oh, dan Ms Granger, aku butuh dua orang dari departement kita untuk menjadi panitia Pesta Tahun Baru Kementrian." Kata Mr. Cole lagi. "Aku berharap kau bisa melakukannya, dan menunjuk seseorang untuk membantumu." Mr Cole memang benar-benar sangat mempercayai Hermione.
"Baiklah." Kata Hermione lagi. Tidak lama Hermione berdiri baru ia akan beranjak Mr. Cole memanggilnya lagi.
"Oh, Dan Ms. Granger." Kata Mr. Cole lagi. "Aku tahu kau akan mendaftar di Wizarding University tahun depan." Kata Mr. Cole tiba-tiba teringat pembicaraan mereka beberapa minggu yang lalu.
"Ms. Granger aku sudah memikirkannya, tentu saja aku tidak bisa melarangmu melanjutkan pendidikan atau semacamnya, jadi yang bisa ku lakukan adalah aku berharap kau memikirkannya lagi. Ms. Granger kau adalah karyawan terbaikku dan aku berharap kau bisa terus bekerja denganku." Kata Mr Cole.
Hermione tersenyum. "I'm not having this conversation with you again Sir." Kata Hermione sopan, ia berencana kuliah tahun depan, dan sudah membicarakan hal ini dengan Bosnya.
Awalnya Mr. Cole menolak ide Hermione itu, ia bahkan sempat marah karena tidak ingin kehilangan karyawan terbaiknya. Tapi sepertinya Mr. Cole mulai bisa menerima keputusan Hermione.
.
Hermione sedang mengerjakan laporannya saat tiba-tiba ponselnya bergetar. Hermione mempunya ponsel, dan hanya beberapa orang yang memiliki nomornya. Orang tuanya, dan beberapa saudaranya yang cukup dekat, tapi hampir semua muggle-born yang dikenalnya punya ponsel, ponsel menjadi semacam tanda khusus mereka satu sama lain beberapa half-blood juga memiliki ponsel termasuk Harry.
Hermione melihat ponselnya dan melihat tulisan Mom kemudian mengangkatnya.
"Ada apa Mom?" tanya Hermione mengapit ponselnya dengan bahunya.
"Hermione, kau tidak lupa kan bahwa ulang tahun ayahmu sudah dekat." Kata Helena Granger.
"Tentu saja Mom, bagaimana aku bisa lupa?" tanya Hermione masih mengapit ponselnya dan menulis sesuatu di kertas di depannya.
"Hermione apa kau sudah menyiapkan sesuatu untuk ayahmu?" tanya Helena lagi. Hermione melirik Draco yang sedang sibuk di mejanya.
"Aku sedang mengusahakan tiket konser Sir Paul Mom." Kata Hermione.
Hermione benar-benar berniat mendapatkan tiket konser Paul McCartney kali ini. Pertama hari konsernya bertepatan dengan hari ulangtahun ayahnya, kedua Ayahnya genap berumur 50 tahun dan Hermione benar-benar ingin ayahnya senang, jadi Hermione akan melakukan apapun, termasuk menggunakan sihir di antara muggle jika itu satu-satunya cara.
"Benarkah? Sudah dapat atau belum?" tanya Helena. Suaminya sudah berkali-kali berusaha mendapatkan tiket konser privat Paul McCartney dan selalu gagal.
"Belum Mom, tapi aku akan mendapatkannya, pasti." Kata Hermione yakin. "Dan jangan beritahu Dad apapun." Kata Hermione.
"Baiklah, semoga kau mendapatkan tiketnya ya, Dad pasti akan senang sekali." Kata Helena.
"Mom, aku masih ada pekerjaan apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan?" tanya Hermione.
"Tidak ada. Baiklah Hermione jaga kesehatanmu ya. Bye." Kata Helena menutup teleponnya.
"Bye Mom." Kata Hermione.
Hermione melirik Draco yang sedang fokus pada pekerjaannya.
"Malfoy." Kata Hermione memanggil pelan. Ia tidak ingin pembicaraan mereka yang agak pribadi di dengar banyak orang.
"Iya?" tanya Draco.
"Aku ingin bertanya tentang tiket konser Sir Paul yang waktu itu." Kata Hermione.
"Oh…" kata Draco. Sial, bagaimana ia bisa lupa, dasar bodoh. "Well, Granger aku sudah membelinya tiga tiket kan? Kau dan kedua orangtuamu hanya perlu datang pada hari konsernya." Kata Draco berbohong. Well tidak sepenuhnya berbohong, ia pasti akan mendapatkan tiketnya.
"Oh.. baiklah kalau begitu." Kata Hermione tersenyum "Ah, dan berapa aku harus menggantinya?" tanya Hermione.
"Tidak perlu, tidak perlu." Kata Malfoy menolak.
"Aku tidak bisa menerimanya begitu saja Malfoy." Kata Hermione tidak bisa menerima sesuatu seperti itu.
"Aku juga tidak bisa menerima uangmu Granger." Kata Malfoy.
Kemudian Hermione dan Draco sama-sama diam, mereka berdua tahu kalau ini diteruskan maka keduanya akan mulai berargumen dan mereka sama-sama tidak ingin hubungan mereka yang sudah baik menjadi buruk lagi.
"Granger, anggap saja ini hadiah." Kata Malfoy bernegosiasi.
Hermione menggeleng. "Begini saja, aku akan menganggap ini sebagai utang budi, jadi aku pasti akan membayarnya suatu saat." Kata Hermione.
Draco mengangkat bahunya. "Terserah kau saja." Kata Draco. Hermione tersenyum lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
.
Sepanjang hari Draco dan Hermione juga seluruh karyawan sibuk dengan pekerjaan mereka, menjelang akhir tahun jumlah pekerjaan meningkat apalagi ditambah dengan absennya Hannah.
Sekitar jam tiga sore seseorang mengetuk pintu ruangan mereka dan tidak lama Harry Potter masuk diikuti Ron Weasley. Hampir semua karyawan diruangan mereka tersenyum melihat dua member The Golden Trio berkunjung.
Draco memutar matanya, meskipun ia menyukai Hermione bukan berarti ia juga menyukai Weasel King dan Scarhead.
Ron dan Harry kemudian menghampiri Hermione di mejanya. Harry menarik kursi kosong kemudian duduk disamping Hermione sementara Ron duduk di meja.
"Hermione." Kata Harry memulai. Hermione bisa melihat kalau kedua temannya pasti datang untuk mengatakan sesuatu yang penting atau lebih buruk menceramahinya.
"Harry." Kata Ron mengingatkan sesuatu.
"Ah.." Harry teringat dan langsung mengeluarkan tongkatnya kemudian menggunakan silencing-spell disekeliling mereka, tidak ingin ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Draco mengumpat pelan. Ia sudah berencana menguping pembicaraan mereka, tapi ternyata dua orang itu tidak begitu bodoh. Draco mengayunkan tongkatnya di bawah meja dan membuat agar ia tetap bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Aku tahu kau akan mendaftar kuliah tahun depan." Kata Harry memulai.
Hermione menghela nafasnya, kenapa hampir semua orang menentang keinginannya untuk melanjutkan pendidikan.
"Kami kira kita sudah membicarakan hal ini Hermione." Kata Ron.
"Dan aku kira kita tidak sampai pada keputusan bahwa Hermione Granger tidak boleh kuliah lagi." Kata Hermione sarkas.
"Kami bukannya tidak setuju kau kuliah…" kata Ron.
"Lalu apa Ron? Apa? Apa namanya jika kalian tidak melarangku?" tanya Hermione kesal.
"Aku sudah mengatakan ini kepada kalian berkali-kali, bukan hanya pada kalian berdua, tapi pada Ginny, pada Molly, bosku, bahkan pada Fred dan George. Aku ingin kuliah lagi, dari awal aku bekerja di kementrian juga hanya untuk mengumpulkan biaya kuliah, sekarang tabunganku sudah cukup, aku hanya perlu mendaftar dan kalian melarangku. Seharusnya jika kalian peduli padaku dan menganggapku sebagai teman, kalian mendukungku, bukan melarangku." Kata Hermione marah.
Draco berusaha mempertahankan ekspresi wajahnya, agar mereka tidak tahu kalau ia menguping pembicaraan mereka.
"Bukan begitu Hermione, kami hanya tidak inign…"
"Tidak ingin apa?" Hermione langsung memotong perkataan Harry. "Kalian tidak ingin aku terlalu fokus belajar dan tidak menikmati masa mudaku? Kalian tidak ingin aku terlalu fokus belajar dan lupa mencari pasangan? Kalian tidak ingin aku menjadi wanita yang menghabiskan sisa hidupnya dikelilingi buku dan kucing?" Hermione marah pada kedua temannya dan sekarang ia berdiri dengan kedua tangan di pinggang.
Draco ingin tertawa, keadaan di depannya mengingatkannya akan masa-masa Hogwartsnya, Potter dan Weasley dimarahi oleh Hermione karena mereka melakukan sesuatu yang bodoh.
"Hermione, dengarkan dulu kami." Kata Ron.
"Tidak, aku tidak mau bicara dengan kalian lagi sebelum kalian menerima keputusanku, jadi sebaiknya kalian pergi sekarang." Kata Hermione benar-benar kesal.
Draco mengerti sekarang. Hermione sepertinya ingin kuliah tapi Potter dan Weasel tidak ingin mengizinkannya, mereka takut Hermione terlalu terfokus dalam proses belajarnya sehingga lupa mencari pasangan.
Draco tidak habis pikir dengan kedua teman Hermione itu, Harry Potter sudah menikah enam bulan yang lalu dan Ron Weasley sepertinya juga dalam waktu dekat akan menikah dengan Brown, jika memang mereka ingin menikah muda kenapa mereka memaksa Hermione melakukan hal yang sama?
Draco semakin kagum pada Hermione. Draco tahu kalau jumlah orang-orang yang melanjutkan kuliah mereka di dunia sihir sangat sedikit, hanya beberapa yang memang ingin menjadi Master dalam suatu bidang atau ingin menjadi tenaga pengajar atau semacamnya. Tapi sepertinya Hermione ingin kuliah benar-benar karena ia haus akan ilmu pengetahuan.
Tidak lama Potter dan Weasley keluar dari ruangan mereka, dan Hermione mengangkat silencing-spell yang tadi di cast Harry. Ia merebahkan kepalanya di meja.
Draco menahan dirinya, yang ingin ia lakukan sekarang adalah mendekat dan mengelus kepala Hermione dan berkata semuanya akan baik-baik saja, tapi Draco menahan dirinya.
Draco berdiri begitu waktu menunjukkan pukul lima sore, dan ia menghampiri Hermione.
"Granger." Kata Draco saat Hermione sedang memasukkan beberapa kertas ke dalam tasnya.
"Ada apa?" tanya Hermione tidak begitu bersahabat.
"Apa kau mau minum kopi atau semacamnya?" tanya Draco menawarkan. Draco tersenyum dalam hatinya, suaranya sekarang sudah terdengar seperti biasanya jika bicara dengan Hermione.
Sebelum ini suaranya seperti hilang, seperti bukan dirinya.
Hermione menyipitkan matanya, memandang Draco curiga.
"Kau yang bayar?" tanya Hermione tersenyum.
"Iya, tentu saja." Kata Draco tersenyum.
.
"Jadi apa yang dikatakan Weasley dan Potter sehingga membuatmu kesal?" tanya Draco pura-pura tidak tahu.
"Aku tidak ingin menceritakannya, lagipula jika kau tahu kau akan men-judge ku seperti yang lain." Kata Hermione meminum ice latte-nya.
"Wah Granger, aku sedih sekali kau menganggapku seperti itu." Kata Draco meletakkan tangannya di dadanya.
Hermione tersenyum. "Kau janji tidak akan mengatakan sesuatu yang buruk?" tanya Hermione meminta Draco berjanji.
"Iya." Kata Draco. Tiba-tiba hermione mengulurkan kelingking kanannya. "Apa?" tanya Draco tidak mengerti.
"Mana kelingkingmu?" tanya Hermione. Draco mengulurkan kelingkingnya ragu-ragu. Hermione menarik kelingkingnya dan mengaitkan kelingking mereka berdua.
"Ini adalah Pinky-Swear ini cara muggle membuat janji, kau tidak boleh mengingkarinya." Kata Hermione menggoyang-goyangkan kaitan kelingking mereka.
"Baiklah Hermione Granger, sekarang jelaskanlah apa masalahmu!" Kata Draco begitu Hermione melepaskan kaitan kelingking mereka.
Hermione menghela nafasnya. "Apa kau tahu Wizarding University di Prancis?" tanya Hermione. Draco mengangguk.
"Begitu aku tahu kalau dunia sihir mempunyai universitas aku benar-benar ingin mendaftar." Kata Hermione. "Sekitar tahun ke-lima aku berpikir akan kuliah di universitas muggle setelah lulus dari Hogwarts, tapi kemudian Remus memberitahuku bahwa ada universitas khusus penyihir di Prancis dan semenjak itu Wizarding University adalah tujuan utamaku."
"Remus?" tanya Draco, ia ingat satu-satunya guru berdarah Gryffindor yang cukup ia sukai, cara mengajarnya menyenangkan, bahkan waktu Lucius tahu bahwa Remus Lupin mengajar di Hogwarts dan akan segera mengirim surat protes, Draco meminta agar ayahnya tidak protes karena ia menikmati cara mengajar Professor itu.
Hermione mengangguk. "Aku mencari tahu semuanya tentang Wizarding University, paman Cedric yang mengajar disana membantuku dengan memberikan banyak informasi. Biaya pendidikan disana ditambah biaya hidup dan semuanya selama dua tahun masa pendidikan sekitar satu juta galleon."
Draco mengangguk, bukan jumlah uang yang sedikit memang, tapi bukan masalah untuk keluarga Malfoy.
"Aku mendapatkan uang dari kementrian, dan aku memang tidak menyumbangkannya seperti Harry atau menggunakannya untuk berfoya-foya seperti Ron, aku menyimpannya baik-baik untuk biaya kuliahku, ditambah gajiku selama dua tahun ini, dan pinjaman dari orangtuaku dan Harry, aku hanya tinggal meminjam sedikit dari Gringgots." Kata Hermione.
"Lalu masalahnya dimana?" tanya Draco.
Hermione menghela nafasnya. "Tidak ada satupun yang mendukung keputusanku untuk kuliah. Harry berkata ia takut aku tidak menikmati masa mudaku, Ron bilang ia takut aku akan lupa mencari jodoh, Molly berkata perempuan tidak perlu pendidikan yang terlalu tinggi. Fred dan George berkata tidak akan ada pria yang mau dengan perempuan yang hanya fokus pada buku dan kucingnya." Kata Hermione, wajahnya stress sekali.
Draco mengangguk mengerti. Dunia sihir memang tidak begitu mementingkan pendidikan, lulus ujian N.E.W.T saja sudah menjanjikan pekerjaan yang baik. Apalagi tingkat emansipasi di dunia sihir memang belum terlalu tinggi.
"Granger, aku mengerti kau pasti merasa kesal karena orang-orang terdekatmu tidak mendukung keputusanmu, tapi kau tidak perlu mendengarkan mereka, kalau kau ingin kuliah maka pergilah, kalau kau ingin belajar maka belajarlah, jangan jadikan anggapan orang sebagai batasan." Kata Draco.
"Bicara memang mudah Malfoy!" kata Hermione kesal.
Draco tertawa. "Kalau aku jadi kau, aku akan pergi." Kata Draco memberikan pendapatnya.
Hermione diam.
"Granger, you're the smartest witch of our age for merlin sake! Jangan biarkan orang lain memutuskan masa depanmu. Sekalipun itu orang-orang terdekatmu." Kata Draco lalu meminum kopinya.
"Jadi menurutmu aku harus tetap kuliah apapun kata orang?" tanya Hermione ingin meyakinkan dirinya sendiri.
"Tentu saja Granger, lagipula Prancis begitu indah, dan sayang untuk dilewatkan." Kata Draco mengangguk.
-To Be Continued-
Read and Review...
-dramioneyoja
.
.
Edited : 11/15/2015
