LOVE MY DEVIL SIDE
Cast: Sehun, Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Kai, Kyungsoo and other cast
Genre: Boys Love, Fantasy, Supranatural, Romance, Hurt-Confort
Rate: T – M
Length: Chaptered
Note: Alur berantakan, typos bertebaran.
Don't Like Don't Read!
Enjoy ^^
"Bahkan hanya dengan berjabat tangan saja semua saraf kemalaikatanmu akan mengetahui bangsa sejenismu"
Chapter 7
.
.
"Apa maksudmu sayang? Aku tidak pernah memiliki saudara kembar" Yixing berkata pelan.
Suho menutup matanya sejenak dan menghela nafas, ia yakin memberikan penjelasan tentang masalalu Yixing tidak akan berlangsung singkat. Yixing telah melewati masa yang sulit yang mungkin saja akan berdampak buruk jika ia kembali mengungkitnya. Namun kebenaran tetap harus dikatakan, Yixing tetap harus megingat dari mana ia berasal dan Luhan harus tau tentang kebenaran jati dirinya.
"Kau hanya tidak mengingatnya, bukan berarti kau tidak memiliki saudara kembar" Suho akhirnya memulai penjelasannya. Lagipula cepat atau lambat ini semua akan terungkap.
"A-appa, apa maksudnya semua ini?" mengapa appa tiba-tiba berbicara seperti pada eomma eoh?" Kyungsoo mendekap ayahnya perlahan. Ayahnya benar-benar aneh saat ini. "Appa pasti lelah kan? Mau aku buatkan lemon tea kesukaan appa tidak?" Kyungsoo tersenyum manis.
Tentu saja lemon tea buatan Kyungsoo adalah favoritnya, Suho pun tidak akan menolak tawaran menggiurkan itu. Dilihatnya wajah khawatir Kyungsoo membuatnya mengurungkan niatnya.
"Kau benar sayang, appa ingin yang hangat ya" Suho membelai rambut anak kesayangannya itu. Bahkan Kyungsoo sudah dewasa sekarang, banyak hal yang ia telah lalui dan ia perjuangkan demi keluarganya. Ia tidak ingin kesalahan kecil justru menghancurkan kebahagiannya.
.
.
Luhan masih berdebat dengan pikirannya saat Suho berkata ia adalah anak dari seseorang bernama Yesha atau siapa lah itu tadi namanya. Sejujurnya memang ia tidak begitu ingat tentang masa kecilnya karena itu adalah masa masa yang paling ia ingin lupakan. Dimana kedua orang tuanya telah dengan tega meninggalkan ia dengan adiknya tanpa apapun yang bisa membuat mereka berdua bertahan, hingga ia rela dipekerjakan sebagai pelayan hanya untuk membiayai kehidupan mereka berdua. Sungguh sial sekali.
Brugh
"Aduhhh" Luhan meringis kesakitan. "Aduuduhh kepalaku terbentur" Perlahan ia memijat kepalanya yang baru saja bersentuhan langsung dengan kerasnya tembok café Kyungsoo.
"Itu karena kerjamu hanya melamun saja dari tadi" Sindir Kyungsoo. "Kau tau berapa kali aku memanggilmu? Hampir 50 kali dan kau sama sekali tidak mendengarkan" Kyungsoo menatap Luhan dengan wajah seolah marah. Namun yang Luhan lihat hanyalah kedua mata lucu, pipi mengembung tembem dan bibir ranum tipis yang mengerucut kedepan. Sama sekali tidak membuatnya takut, justru terlihat sangat lucu.
Luhan menyerit "Kau marah padaku?
"Apa wajahku terlihat seperti orang yang tidak marah, huh?" Suara kyungsoo meninggi.
Luhan mengambil sebuah cermin dari dalam lacinya dan menyerahkannya pada Kyungsoo "Apa wajah seperti ini terlihat marah?"
Kyungsoo dengan polos mengambil cermin dan berkaca "Aku tidak menyeramkan ya?" nadanya berubah sedih.
"Huahahha bagaimana wajah seperti itu dapat membuat orang lain takut Kyung, kau itu terlalu imut. Sini aku ingin menggigitmu. Aaaaamm"
"Yaa-yaaa enak saja kau! Kau pikir aku makanan. Hush sana jangan dekati aku.. Ya tuhan itu sakit Lu, jangan gigit pipiku.. Aaaaaahhhh!"
Jeritan serta gelak tawa menggema terdengar seisi café, hingga beberapa pelanggan mau tidak mau ikut terkekeh dengan tingkah laku kekanakan kedua pekerja itu. Namun tiba-tiba sebuah suara membekukan keduanya.
"Americano tanpa cream"
Keduanya terdiam tak bergeming. Hingga suara itu terdengar kembali dengan nada dingin yang meninggi. Terlihat seorang namja tampan berkulit tan yang menatap malas kearah keduanya.
"Aku ingin Americano tanpa cream"
"Ahh, ba-baiklah akan segera kubuatkan" Kyungsoolah yang pertama bergerak, segera ia berlari kebelakang counter menyiapkan pesanan sementara Luhan tetap berada dibelakang kasir menunggu pesanan selesai dan namja hitam yang kasar ini membayar kemudian dia berlalu pergi.
"Kenapa kau menatapku begitu?" Luhan segera mengambil cermin dan melihat pantulan wajahnya sendiri.
Apa ada yang aneh dengan wajahku? Atau baju seragamku? Kenapa namja hitam legam ini malah memandangiku seperti itu?
"Tidak ada yang aneh dengan wajahmu ataupun seragammu. Tapi jelas ada yang berbeda dari dirimu walaupun aku tidak tau apa itu, tapi… kau berbeda"
"Apa maksud.."
"Ini pesananmu tuan, silahkan datang lagi. Eoh.. aku memberikanmu voucher gratis ini" Kyungsoo begitu sumringah menyerahkan cup coffee pada namja itu, ia terus tersenyum manis hingga namja itu berjalan kearah pintu café kemudian ia berbalik menatap Kyungsoo dan menyematkan wink kecil pada Kyungsoo lalu pergi dengan gaya sok keren. Tentu saja langsung membuat Kyungsoo heboh.
"Oh my Godness Luhan. kau lihat barusan dia mengedip padaku?"
"Aku lihat Kyung, aku tidak buta" Balas Luhan malas
"Yaampun bisa-bisanya kau dengan santai begitu, apa kau tidak lihat namja itu sangat tampan dan dia mengedipkan matanya padaku? Apakah itu pertanda ia tertarik padaku? Arghhh .. kenapa tidak kuselipkan saja nomor ponselku di voucher, siapa tau dia menelponku.. Ahhh manis sekali jika itu terjadi"
"Bagaimana kalau dia justru membuang vouchermu? Lagipula sepertinya dia orang kaya, jelas tidak butuh voucher"
"Ckckck Luhan.. Luhan.. ternyata seperti itu kau memandang manusia"
"Ya yaa manusia apa? Memang aku bukan manusia hahh?" Kau pikir aku ini setan atau apa?" Luhan berpura-pura tersinggung. Kemudian Kyungsoo tertawa lebar.
"Ah Kyung, dia sempat bicara denganku tadi dan dia bilang aku berbeda. Aku sama sekali tidak mengerti maksudnya"
"Hah? Berbeda bagaimana?"
"Entahlah dia hanya mengatakan aku ini berbeda,begitu. Aku melihatnya datang beberapa kali kesini namun tidak pernah bicara dengannya"
Kyungsoo terdiam, alisnya menyerit pertanda ia sedang memikirkan sesuatu. "Hmm.. Kalau aku ingat-ingat kembali, namja itu memang sering datang ke café. Dan biasanya ia bersama seorang namja berkulit putih dan sangat tampan. Kami pernah bicara saat ia bertanya tentang kalungku"
"Kalung?" Luhan membeo.
Kyungsoo mengeluarkan kalung dari dalam baju seragamnya "Ya kalung ini"
"Aneh sekali, bahkan aku saja tidak sadar kau memakai kalung, kerah seragam kita kan mencapai leher. Apa kau pernah mengeluarkannya?"
"Seingatku tidak"
Lalu apa maksud perkataannya? Apakah ini hanya lelucon saja? Suho yang membicarakan orang tuaku kemudian namja tan barusan. Ada apa sebenarnya? Dan beberapa hari terakhir ini aku tidak pernah memimpikan namja itu lagi. Benarkah ini sudah berakhir?
.
.
Ditempat lain berdirilah sesorang yeoja cantik di atas balkon sebuah gedung apartemen mewah. Tangannya bergetar, matanya bergerak tidak fokus menatap keudara. Sesekali ia melihat kebawah mengukur ketinggian dari tempatnya berdiri saat ini.
"Hiks.."
"Hiks…."
Perlahan yeoja itu melangkahkan kakinya memanjat besi yang menjadi pagar balkon. Namun seolah ragu ia mundur kembali. Lalu terisak sendu dan mengacak acak rambutnya dengan frustasi.
"Argggghhh… Sialan ! Mengapa aku harus terlahir di dunia yang seperti sampah ini? Mengapa semua orang merendahkan aku? Aku tidak ingin hidup lagi!" teriaknya histeris.
"Kalau begitu mati sajalah" Sebuah suara tegas seorang namja mengejutkannya.
"Si-siapa kau?" Yeoja itu bergetar ketakutan, namun perlahan tenang setelah melihat wajah tampan namja tersebut.
Tentu saja, bagaimana kau tidak terpaku melihat pahatan sempurna sesosok pangeran kegelapan. Wajah tampan dan postur badan menggairahkan serta aura menggiurkan menyelimutinya.
"Kau tidak ingin hidup bukan? Mati sajalah. Itu jauh lebih cepat menyelesaikan masalahmu. Tidak akan ada orang lain yang akan merendahkanmu. Tidak akan ada orang lain lagi yang akan menghinamu. Kau akan bebas menjadi apapun yang kau inginkan" Namja itu mengulurkan tangannya "Ikutlah denganku"
Seolah terbius dengan ucapannya, yeoja itupun meraih tangan lembut sang pangeran dan berjalan kembali menuju balkon. Menaiki satu per satu pembatas besi hingga akhirnya mereka berdua berdiri diatasnya.
"Kau siap? Kau ingin tau rasanya terbang melayang diangkasa?"
"Ya aku siap!"
Yeoja itu berteriak penuh semangat dan keduanya pun meloncat kebawah dengan. Tanpa diduga sang pangeran membuka kedua belah sayap gagahnya dan terbang melayang diudara. Ia menatap penuh kemenangan pada manusia bodoh yang berusaha terbang mengepak-kepakkan tangannya namun ia tak memiliki sayap dan tubuh yeoja itu melesat cepat seketika itu juga membentur tanah keras dibawahnya dan hancur. Darah kental mengalir deras dari setiap retak tubuhnya yang patah menjadi kepingan. Kemudian orang-orang mulai berkumpul dan mengerubuninya.
"Cih, dasar manusia bodoh. Mereka tidak sulit sedikitpun, jadi apa yang ayah selalu khawatirkan"
Sehun heran, dulu saat masih kecil ayahnya selalu berkata "Kau harus menjadi lebih kuat, agar dapat mengalahkan manusia-manusia itu. setelah itu barulah kau bisa memimpin kerajaan ini". Apa ayah tidak pernah kebumi dan melihat betapa mudahnya mereka mengikutiku. Hanya karena wajah tampanku saja mereka akan melakukan apapun yang aku perintahkan. Terbukti kan sekarang aku iblis yang kuat.
"Itu karena kepercayaan mereka lemah. Kau tidak akan seberuntung itu jika berhadapan dengan manusia dengan tingkat kepercayaan yang tinggi."
"Yaampun Kai, sejak kapan kau disini?"
"Dari tadi. Aku mengamatimu. Prosesmu masih lambat dan memakan waktu cukup lama. Tapi kau mengalami beberapa peningkatan. Kita akan lanjutkan lagi. Aku ingin lihat seberapa kuat kau menciptakan kerusakan di bumi"
"Hmm baiklah"
Kai menatap Sehun dengan tatapan menyelidik.
"Apa?" Tanya Sehun malas
"Kau tidak bersemangat. Seingatku kehancuran adalah mata pelajaran kesukaanmu. Kau menghabiskan banyak waktu untuk melatih kekuatanmu. Sekarang kau tidak berminat?"
"Entahlah aku hanya malas"
"Ya, bermalas malasan adalah salah satu sifat kita"
Kai tau persis apa yang dirasakan Sehun. Beban berat berada dipundaknya. Menjadi pewaris tunggal dari kerajaan memang sangat berat. Ia harus menunjukkan kekuasaannya di hadapan para Yang Tertua kerajaan agar mereka mengakuinya, agar kekuasaan tetap berada di garis keturunan ningrat. Dia tidak akan seperti sebangsa lain seusianya yang masih berada dineraka dan turun kebumi hanya untuk bersenang-senang. Namun Sehun hanya tidak ingin melakukannya, jika ia belajar dan berlatih serius jelaslah kekuatannya tidak tertandingi, bahkan oleh Kai sendiri.
"Kau ingin coffee? Aku akan membelikannya"
Sehun hanya mengangguk
"Caffe Lat.."
Sehun terdiam memandangi tampat Kai tadi berdiri sekarang sudah tidak ada lagi, ia menghilang bahkan sebelum Sehun berkedip. Kecepatan yang sungguh luar biasa. "Aku ingin menjadi seperti Kai" tekadnya dalam hati dan terbang melesat menembus udara melintasi langit.
.
.
"Kita tidak bisa seperti ini terus. Bangsa kita terus mengalami penurunan, lama kelamaan kita akan menjadi lemah dan tidak berdaya menghadapi bangsa kaum lain. Yang Mulia apa pendapat anda?" Sho - Sesosok tua berjubah merah darah itu memalingkan wajahnya menatap sang raja kegelapan.
Namun sang raja tetap diam tak bergeming. Tatapannya tajam menatap kepada lima sosok lain disekelilingnya meneliti rupa mereka satu per satu. Mereka berada dalam sebuah ruangan gelap dan pengap hanya lilin temaram yang menerangi mereka. Yang Tertua, begitulah mereka menyebut kelima sosok tersebut. Mereka adalah iblis yang tertua dan terkuat yang berperan sangat besar bagi kerajaan, dan telah menjadi penasehat kerajaan dari generasi ke generasi.
"Tidak perlu khawatir Saudaraku. Kita akan bertahan dalam keadaan apapun" Eve - sosok yang menjadi pemersatu Yang Tertua dan hidup hampir lebih lama berabad abad daripada yang lain namun memiliki postur wajah dan tubuh kecil layaknya iblis remaja.
"Kau bahkan tidak dapat memprediksikannya bukan? Segala hal bisa berubah kapan saja. Saat kau berfikir kita hancur, lalu kita bangkit. Maka sebaliknya jika kau berfikir kita berhasil, maka kita akan terpecah" Victor – sosok tua berwajah keriput dengan rambut berwarna putih dan badan tinggi besar juga berotot dibalik jubah merah darah yang menjadi ciri khas Yang Tertua.
"Hah, jadi kau ingin melihat kehancuran kita?" Sososok itu tersenyum sinis dan meremehkan. Margen – Tidak peduli keadaan seperti apapun ia selalu tidak senang dengan keputusan akhir dari setiap pertemuan.
"Kita tidak akan hancur jika kita menemukan titik kelemaham mereka. Kalian pernah dengar kalimat 'Tidak ada yang sempurna' bukan?" Cav menatap seluruh hadirin diruangan itu dan tersenyum licik. "Temukan kelemahan mereka dan hancurkan, tidak perlu terburu-buru. Bukankah kita bangsa yang penyabar?"
Yang Tertua saling beradu pendapat, meninggikan nada suara mereka agar yang lain dapat mendengarkan. Terus seperti itu sampai akhirnya Kris berdehem dan keributan pun terhenti. Tidak ada yang berani melawan dan membantah perintah raja, Yang Tertua sekalipun.
Kris berfikir saat seperti inilah harusnya Sehun hadir, duduk diantara Yang tertua dan merasakan aura mengerikan mereka dan harus mempertimbangkan semua saran dari mereka. Yang Tertua hanya bertemu dengan kalangan elit dan berpengaruh saja, karena kekuatan mereka yang sesungguhnya adalah rahasia besar kerajaan.
Eve memulai pembicaraan "Yang Mulia, bukankah kau memiliki keturunan? Dimanakah dia berada?"
"Aku megutusnya kebumi bersama Kai. Dia harus mempelajari beberapa hal"
"Bijak sekali Yang Mulia. Tapi bukankah sangat beresiko jika dia berada ditangan yang salah?"
"Kai iblis terkuat Margen, dia panglima perang yang menghunus pedangnya dan membelah Lingkaran Surga" Sho menatap tajam kearah Margen.
"Karena dia berada dalam garis keturunanmu?" Pertanyaan Victor langsung menyedot perhatian yang lain termasuk Kris.
"Benarkah?" Eve tersenyum curiga kepada Sho.
"Tidak. Kai memang kuat. Namun tidak cukup kuat terhadap manusia. Kau tahu bukan bahwa anak itu begitu tertarik dengan manusia?" Pernyataan Cav membuat Sho bungkam.
"Tidak, aku tidak tahu itu" Sho menghela nafas berat.
Kris tiba tiba berdiri, sontak membuat kelimanya menunduk "Berhenti bicara omong kosong, cepat cari kelemahan mereka dan hancurkan mereka menjadi abu"
.
.
"Chanyeolii.. jeball.. belikan padakuu.. ishh.." Baekhyun kecil berusaha meraih boneka yang berada dalam genggaman Chanyeol.
Kesulitan yang Baekhyun rasakan karena perbedaan tinggi mereka membuat Chanyeol semakin senang "Ayo coba ambil Baekhi.. lompat ayoo"
Setelah lelah melompat dan tidak mendapatkan boneka pikachunya kembali Baekhyun pun akhirnya menangis.
"Huaaaa eomma eommaa Chanii jahat cekali eomma…huaaa"
"Ya-yaa Baekhi cini cama bonekanya, uljima nee cup..cupp" Chanyeol coba menghiburnya namun Baekhyun tetap menangis hingga menggemparkan seisi rumah.
"Eohh Baekhyun chagi, waeyo? Apa Chanyeol mengganggumu? Yixing langsung menghampiri Baekhyun dan menggendongnya. Baekhyun menggeleng dan tersenyum gembira "Eommaa, boneka lucu hehehe"
Tawa khas anak kecilnya membuat hati Yixing sangat tenang. Chanyeol yang dikerjain Baekhyun hanya bisa mempoutkan bibirnya dan mulai menangis karena ingin digendong oleh ibu mereka.
"Eomma, gendong.. gendong"
"Tapi kalian berdua itu berat, eomma tidak bisa menggendong keduanya"
"Huaaaa Chani mau digendong eommaa.. hueee.. huee"
PLETAK
"Manja sekali kau. Sudah besar minta digendong" Kyungsoo dengan tidak memiliki hati menjitak kepala sang adik.
"Appo hyung"
Tidak terima perlakuan hyungnya, Chanyeol berlari mengejar Kyungsoo. Namun kaki kecilnya tak mampu mencapai hyungnya. Kemudian ia menangis karena kesal.
Yixing dan Luhan hanya bisa tertawa melihat dua kakak beradik itu. Baekhyun tengah terlelap dalam pelukan Yixing. Suho memperhatikan mereka dari jauh, melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang sebaik ini sangat membahagiakan. Yixing sangat baik dalam mengurus mereka dan menjauhkan apapun yang akan membahayakan masa depan anak anaknya. Lalu diperhatikannya Luhan dan bocah kecil yang terlelap di pelukan Yixing. Apakah Luhan seperti yang telah ia duga?
Mungkin Yixing tidak merasakannya tapi ia dapat merasakannya dengan jelas. Bahkan hanya dengan berjabat tangan saja semua saraf kemalaikatanmu akan mengetahui bangsa sejenismu. Dengan kilas balik yang ia rasakan, Suho benar-benar yakin. Ia hanya perlu waktu yang tepat untuk menjelaskannya. Lalu jika Luhan memang seorang malaikat apakah Baekhyun berada digaris keturunan yang sama?
.
.
.
TBC
hihii maap lagi lama update T.T
ada masih menantikan engga sih?
atau udah pada bosen kali ya sama alur ceritanya?
btw tuh sengaja belum diungkapin karena Suho masih belum yakin banget sama pilihannya. bimbang dan galau gitu antara mau ngomong atau engga tentang masa lalu mereka.
ada yang udah bisa nebak banget ga si Luhan tuh makhluk apaan? trus kog bisa? Lha trus Baekhyunnya apa ? Adik kandung apa bukan? Uppss keceplosan hehehe mian..
kog tiba tiba muncul 5 orang ga jelas itu? fungsinya apa coba?
Luhan kog malah nyariin si Sehun sekarang, bukannya seneng ga di grepe grepe lagi kan? atau ... malah ketagihan ? hahhha ;D
penasaran?
next chapter yaa..
see you soon readernim #bow mmuacchhh
REVIEW JUSEYOO
