.
ANYEONG YEOROBEUN
HOPE YOU ENJOY TO READ IT
NO FLAME | NO BASHING | PLEASE COMMENT
.
Title
Fifty Shade of Grey 7
Length
N - chapter
Rating
PG-18 (M)
Genre
ROMANCE, ANGST, SMUT, YAOI, BOYXBOY
(DON'T LIKE, DON'T READ)
Author
RUKA17
Main Cast
JUNG DAEHYUN, YOO YOUNGJAE
Disclaimer
THIS FANFICTION IS MINE!
Warning
A lot of typo *ngaks*. DIRTY TALK! Tidak patut dicontoh! Bukan bacaan untuk bocah. Ini serius! Under 18 must be not read it!
.
.
.
.
.
Backsound : Skylar Grey – I Know You
.
.
.
Aku membuka mataku perlahan, menyerap cahaya matahari yang memasukki retina mataku. Aku sedikit menggerakkan badankku, berusaha melenturkan tubuhku yang sedikit pegal dan oh...bokongku rasanya sakit dan perih. Aku pun bangun perlahan, duduk diatas ranjang yang empuk dengan kedua lutut tertekuk dan wajahku ku tenggelamkan diantara lututku. Aku pun mengusap kasar wajahku dan kembali menundukkannya.
Apa yang telah kulakukan? Ini sungguh gila!
Aku menatap ruangan serba putih yang luas itu. Tak ada siapapun disini kecuali diriku. Dan aku menyadari bahwa Daehyun telah pergi sejak tadi pagi. Aku menolehkan kepalaku kearah nakas disamping tempat tidurku, menyambar tas milikku dan mengeluarkan ponselku. Aku menatap layar ponselku dan membuka log panggilanku. 30 dering panggilan dari Ny. Yoo membuatku segera memencet tombol hijau dilayar ponselku, menghubungi wanita paruh baya itu.
"Annyeong, eomma," ujarku ketika seseorang mengangkat panggilanku.
"Youngjaeya, kau dimana? Eomma tadi menelepon kyungsoo. Katanya kau pergi sejak kemarin."
Youngjae menghela napasnya. "Aku menginap dirumah temanku."
"Teman yang mana? Apa uri aegi sudah punya kekasih eum?"
BLUSH
Sontak pipi youngjae memerah mendengar eommanya mengatakan dirinya memiliki seorang kekasih yang nyatanya ia sendiri tidak yakin dengan hubungannya. Apakah ia dan daehyun bisa disebut kekasih? Nyatanya ia tahu benar bahwa daehyun adalah seorang namja yang tidak mengenal komitmen. Youngjae pun kembali menghela napas.
"Aniya eomma, eummm maksudku iya."
"Wahhh, jinjja? Apa dia orang yang baik? Apa dia orang yang manis seperti anak eomma eum?"
"Eomma~" rajuk youngjae
Eomma Youngjae terkekeh mendengar anaknya merajuk.
"Ah, aegiya. Bisakah kau menyempatkan waktu minggu ini untuk berkunjung kerumah? Eomma dan appa sangat merindukanmu sayang."
Youngjae terdiam, menggigit bibirnya. Ia teringat akan kesepakatan yang dibuat olehnya bersama daehyun bahwa ia harus berada diapartement daehyun selama akhir pekan. Atau dia akan mendapat hukuman seperti yang sudah tertulis didalam kontrak mereka.
"Aku akan mengusahakannya eomma. Tapi aku tidak janji karena mulai besok aku akan magang dikantor."
"Arraseo. Jaga dirimu baik-baik sayang. Eomma mencintaimu," ujar Mrs. Yoo sebelum mematikan panggilannya.
.
.
.
.
.
Disinilah youngjae berada sekarang, bertarung dengan sebuah wajan stainless dan spatula, setelah dirinya selesai membasuh seluruh tubuhnya yang lengket oleh peluh dan tentu saja bau sperma. Apa kalian tahu? Daehyun bermain dengan sangat hebat dan ohh bayangan akan permainan daehyun semalam masih terngiang dikepalanya, membuat pipi pucat itu memerah. Youngjae pun menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir lamunan kotornya lalu menekan sebuah tombol merah dilayar iphone-nya dan terdengarlah suara lagu kesukaannya. Ia pun kembali mengoyangkan spatulanya begitu juga dengan pinggulnya mengikuti alunan music yang diputarnya. Sepertinya youngjae sedang bersemangat pagi ini dan ia juga terlihat sangat sexy. Bagaimana tidak jika ia hanya menggunakan kaos milik daehyun yang terlihat kebesaran dibadannya yang lebih kurus dari daehyun dan sebuah boxer hitam pendek yang hampir memperlihatkan seluruh paha putih nan mulusnya. Hal ini dikarenakan dirinya tidak menemukan koper miliknya yang dibawanya kemarin dan jadilah ia hanya mengenakan pakaian yang ia temukan didalam lemari pakaian daehyun. Dan dengan pakaian seperti ini juga gerakan pinggulnya yang eksotis membuat dirinya seperti sedang melakukan tarian striptease. Ohhh... sungguh menggiurkan. Dan tanpa disadarinya seseorang telah duduk didekatnya dan memperhatikannya yang sedari tadi menggumamkan sebuah lagu seraya meliuk-liukan badannya.
"Kau terlihat bersemangat hari ini sayang."
Sebuah suara berat menginterupsi kegiatan youngjae, membuatnya sedikit terjengat, menolehkan kepalanya kebelakang, dan mendapati seorang Jung Daehyun yang tengah menatapnya dengan tatapan lapar.
"Oo... kau sudah pulang hyung?" ujar youngjae seraya menaruh omelet diatas piring lalu membubuhinya dengan saus dan mayonaise.
"Sebenarnya hari ini aku libur. Hanya saja tadi ada sedikit masalah jadi aku pergi kekantor sebentar."
Youngjae tersenyum lalu mendudukkan badannya disamping daehyun. Daehyun yang melihat tangan youngjae sedikit kotor karena saus yang dituangnya diatas omelet pun segera meraih tangan itu, menjilat jemari ramping youngjae dan mengulumnya dengan lembut membuat youngjae terdiam membeku.
"D-daehyun hyung?"
Daehyun menatap kedua obsidian hazel yang selalu membuatnya terhipnotis itu. "Jangan pernah memakai pakaian seperti ini lagi jika tidak ada aku disini. Kau mengerti?"
Youngjae memutar malas kedua matanya. "Kau menyembunyikan koperku dan aku hanya menemukan pakaian ini dilemari pakaianmu."
"Oo... kau memutar matamu lagi?" ujar daehyun
Oh shit!
Kenapa aku tidak bisa menghilangkan kebiasaan ini? Sial!
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan?" ujar daehyun seraya menyeringai.
"Aku tahu. Aku siap menerima hukuman darimu." cicit youngjae
Daehyun pun segera menarik tangan youngjae dan membawanya kekamar. Sesampainya didalam kamar, ia langsung menyuruh youngjae untuk menanggalkan pakaiannya dan berdiri dihadapan daehyun yang telah membawa sebuah cemeti dari kulit rusa ditangannya. Daehyun menyuruhnya mengangkat kedua tangannya keatas dan langsung saja daehyun menampar bokong dan perut datar youngjae dengan cemeti miliknya, membuat youngjae segera mengatupkan kedua matanya dan sedikit meringis akibat perbuatan daehyun. Daehyun pun memeluk pinggul youngjae dan merebahkan tubuh youngjae diatas ranjang miliknya lalu mulai memberikan kecupan panas diatas perut youngjae yang mulai terlihat memerah akibat ulahnya. Kecupan itu menggelitik perut youngjae dan membuat rasa nyerinya hilang berganti dengan kehangatan dari bibir seorang Jung Daehyun.
"Eunghhh..." Youngjae mengerang ketika daehyun mulai mencumbui leher putihnya yang masih terlihat merah bekas perbuatan daehyun semalam dan youngjae kembali menutup kedua matanya ketika bibir hangat nan eksotis milik daehyun berhasil meraup bibir plum-nya, memberinya lumatan-lumatan kecil. Daehyun sengaja menggoda youngjae dan kini terlihat seringaiannya ketika tangan youngjae meraih rambut belakangnya dan meremasnya dengan lembut.
"Daehyun-ah~ apa kau ada didalam?!" teriak seseorang dari ruang tengah
Oh shit! itu suara eomma daehyun. Daehyun pun segera melepaskan ciuman panas mereka dan menatap youngjae yang tersenyum padanya.
"Sepertinya kita harus menghentikan hukuman ini." ujar youngjae dengan senyum kemenangan.
Daehyun pun menggeram dan beranjak dari ranjang miliknya. "Cepatlah berganti pakaian. Ingat, jangan memakai pakaian seperti tadi lagi. Aku menunggumu dibawah." ujarnya seraya pergi keluar dari kamar.
Daehyun berjalan menuruni tangga dan mendapati sang eomma beserta adiknya, Kai, berada diruang tengah. Tidak lama kemudian munculah youngjae dibelakang daehyun dengan pakaian santai tapi terlihat rapi dan menutupi kulit pucatnya.
"Oo... sepertinya ada tamu disini." ujar eomma daehyun. "Daehyun-ah, ini pertama kalinya eomma melihatmu membawa seseorang ke apartement pribadimu. Apa dia sahabat karibmu? Ataukah dia kekasihmu?"
"Eomma, perkenalkan ini- ..."
"Dia youngjae. Kekasih daehyun hyung, eomma." potong Kai
"Wahhh, benarkah? Kalau begitu aku mengundangmu besok kerumah." ujar eomma daehyun seraya tersenyum lebar.
"Tapi eomma-..."
"Terima kasih atas undangan Anda Mrs. Jung." ujar youngjae seraya membungkukan badannya dan tersenyum hangat. Lagi-lagi ucapan daehyun disela oleh orang lain.
"Ah ya, aku kesini hanya ingin mengecek sebentar karena lusa aku dan ayahmu akan pergi ke Jepang selama beberapa bulan." jelas eomma daehyun mengetahui isi pikiran sang anak. "Aku senang kau baik-baik saja dear." lanjutnya seraya mengelus pipi daehyun lalu beralih menatap youngjae. "Tolong jaga dia baik-baik. Aku menyerahkannya padamu."
Youngjae menganggukan kepalanya ragu-ragu. "A-ah ne. Anda tidak perlu khawatir Mrs. Jung."
Eomma daehyun tersenyum kembali. "Panggil saja aku eomma seperti daehyun dan kai memanggilku."
Youngjae tersenyum seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
"Ah ya, aku harus menemui kakakmu, yongguk, sekarang. Dan kau sayang, kau pintar memilih seseorang. Dia sangat manis dear. Eomma menyukainya." ujar eomma daehyun seraya mengedipkan matanya kearah anak lelakinya itu membuat daehyun tersenyum kikuk. Entah mengapa seluruh sifat dingin dan dominan daehyun runtuh begitu saja jika berhadapan dengan eommanya.
Kai pun segera merangkul sang eomma dan menggiringnya keluar dari apartement pribadi daehyun. Ia sempat menolehkan kepalanya kearah dua pria yang masih terdiam ditempat mereka masing-masing, menatap mereka sambil tersenyum penuh arti, seperti mengisyaratkan bahwa mereka bisa melanjutkan kegitan mereka yang tertunda.
Tunggu, kenapa kai bisa tahu bahwa youngjae dan daehyun sedang melakukan kegiatan intim mereka? Heol! Kai tidak sebodoh itu melihat banyak bekas merah dileher youngjae yang Kai yakini bekas itu masih baru dan segar (?).
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Maap telat update *bow* Adakah yang masih menunggu FF abal-abal ini? Sepertinya tidak ada *nyebur kelaut* *ga jadi lanjut* hehehe bercanda
Filmnya uda tanyang cukup lama dan author yakin sebagian besar dari readers sudah menontonnya. Bagaimana filmnya? Kalau menurut author filmnya kurang memuaskan. Jauh dari novel aslinya yang isinya errrr u know what i mean. Tapi it's ok lah. Lalu bagaimana dengan ending dari FF ini? Akankah sama dengan filmnya? Kita lihat saja nanti kkkkkkkkk.
Ok. Stop here. Mind to review again?
Kamsahabnida yeorobeun~
