#Crawling 7#

Keesokan harinya di SMA Karakura.

Ichigo Semakin sering bengong. Ia selalu menabrak tiang ring basket, ia juga semakin sering terselandung ketika berjalan. Renji lah yang pertama kali menyadari keganjilan ini dari ichigo. Kemudian teman-temannya. Geng anak Nakal pun mulai menyadari jika bos mereka yang selama ini pemberani serupa Harimau telah menjadi anak idiot yang hobby nya 'Bengong'. Padahal mereka tidak tahu jika Ichigo mengalami gangguan hati yang parah. Ia tak bisa melindungi Toshiro.. sekaligus tidak bisa menjadi 'Boyfriend' Toshiro. Ichigo sangat terpukul karena kejadian kemarin.

"Ichigo! Sudahlah! Lupakan saja Toshiro! Masih banyak cewek..err,. maksudku Cowok imut lainnya di luar sana! Hey kau dengar aku kan?!" Renji mencoba merayu Ichigo. Setidaknya Ichigo sadar sedikit karena perkataannya.

"Tidak Mau! Pokoknya aku hanya mencintai Toshiro! Hanya TOSHIROOO!" Ichigo berbicara seperti anak TK yang minta dibelikan Lolipop.

"Astaga' Ikkaku! Zaraki! Apa kalian punya solusi lain untuk Ichigo?" Renji menyerah dan meminta bantuan teman-teman satu geng lainnya.

"..Em… Bagaimana jika kita carikan cowok lainnya?" Kata Ikkaku ragu.

"Ya! Aku kenal beberapa…!" Zaraki mendukung

"TIDAK!" Ichigo berteriak membuat semua temannya menutup telinga.

"Tidak ada cowok imut lain yang bisa menandingi Toshiro! Aku tak akan pernah menemui cowok se-imut Toshiro! Ia itu manis, jenius, rambutnya putih, Aku suka warna putih…dan…Matanya.. Indah sekali…." Kata-kata Ichigo semakin memudar karena ia kembali ke mode semulanya yaitu 'Bengong'

*PLAK* Renji memukul Dahinya…Frustasi.

Sementara Ikkaku dan Zaraki Cengo, meratapi Bos mereka yang semakin parah Idiotnya.


Toshiro dikelilingi kegelapan pekat. Namun Kegelapan itu tidak bisa mencapai kulitnya sama -tiba di depan matanya muncul sebuah jembatan yang diselimuti salju.

Seseorang berdiri disana, menatap jurang yang ada di bawah jembatan. Toshiro mendekati orang itu yang ternyata adalah seorang pria berambut oranye. Ia tahu itu pasti Ichigo. 'Apa yang Ichigo lakukan?' batinnya.

Selangkah lagi tangannya menyentuh pundak Ichigo. Namun Ichigo berbalik dan seketika rupanya berubah menjadi Aizen.

"KAU HARUS MEMBAYAR SEGALANYAAAA!" Aizen menerkam Toshiro hingga ia terjatuh dengan nafas memburu. Tiba-tiba, kayu jembatan itu runtuh. Jembatan itu hancur. Toshiro terjatuh kedalam jurang yang kelam, tak berujung, hingga hanya tersisa teriakannya yang semakin meredup.


Seketika kelopak mata Toshiro terbuka. Badannya mengejang kaget karena mimpi buruknya. Ia terbangun, terduduk di ranjang rumah sakit dengan nafas tak teratur. Kemudian mengerang karena bergerak tiba-tiba dan membuat luka di badannya menjadi sakit lagi.

"Toshiro!" Kusaka muncul dari balik pintu. Dengan cepat ia menghampiri Toshiro yang gemetar. Karena nalurinya, Kusaka memeluk Toshiro untuk membuatnya tenang.

"Shh… Sudah, tidak apa-apa Toshiro.. Aku disampingmu"

"…Aizen.. Datang.., Ia..akan membunuhku.." Gumam Toshiro. Keringat membasahi bajunya.

"Tidak, ia tidak akan kembali lagi. Ia sudah pergi jauh. Tenang saja" Kusaka masih memeuk Toshiro. Ia merasa semakin menyayangi Sahabat Kecilnya ini.

"..Benarkah?" Toshiro menatap Kusaka

"Tentu saja" Kusaka pun membalasanya dengan senyuman.

"Kusaka, Terimakasih sudah menolongku" Kata Toshiro

"Sama-sama, bagiku kau itu sahabat yang paling aku sayangi"

Perkataan Kusaka mengingatkan Toshiro dengan anak lelaki berambut panjang dimimpinya.

"Kusaka, apakah.. Kau sahabatku sejak kecil?"

Mata Kusaka berbinar mendengar perkataan Toshiro. Apakah ia teringat dengan masa lalu ketika mereka bersahabat? Perasannya senang sekali jika itu memang benar.

"Toshiro Kau ingat padaku?"

"..Ya"

"Kau ingat…Ketika kita masih kecil?!"

"Kurasa.."

Kusaka langsung memeluk Toshiro dengan erat. Kali ini ia tak akan mau melepaskan Sahabat yang sangat ia Cintai. Pokoknya ia tak mau kehilangan 'Hime' nya lagi. Kusaka berjanji akan melindungi Toshiro dengan segenap Jiwa dan Raganya.

"Syukurlah! Aku senang sekali Toshiro!"

"..Ano, Badanku..s..sakit" Toshiro meringis

Kusaka melepaskan pelukannya "M-Maaf! Aku tidak sengaja!"

Toshiro hanya tersenyum melihat Kusaka panik. Ternyata tak perlu mencari kemana-mana. Ia sudah mendapatkan seorang Sahabat yang amat menyayanginya. Toshiro benar-benar berharap Aizen telah pergi entah kemana dan tidak akan kembali lagi selama-lamanya.


Pagi hari di SMA Karakura

"Aku benci Ichigo yang seperti ini! Ia itu Bos anak nakal, tapi kenapa kerjaannya hanya Bengong!?" Ikkaku berkoar ketika rapat 'Perkumpulan Geng' berlangsung di markas mereka.

"Benar! Bagaimana nasib geng Kita kedepannya jika begini terus?!" Kenpachi menambahkan membuat suasana rapat semakin memanas. Opini kenpachi diikuti dengan protes-protes dari seluruh anggota geng hingga menimbulkan kebisingan luar biasa.

"HEY! HEY! TENANG DULU!" Renji berusaha memenangkan massa dengan menaiki sebuah meja. Dan berhasil, semua orang mulai diam mendengarkannya.

"Kalian, sebagai teman Ichigo harusnya mengerti dengan keadaannya sekarang! Ia sedang mengalami pergulatan Batin yang hebat karena orang yang ia sayangi sedang bermasalah! Maka dari itu kita harus bersabar dengan apa yang terjadi!"

"OI! Kau pikir semudah itu masalahnya?!" Seorang cowok berambut biru dengan badan Six-Pack naik ke meja yang sama dengan Renji. Tampak sekali ia menentang kebijakan Renji.

"Teman-teman, Perkenalkan Aku Grimmjow Jarjaques. Aku baru pindah ke sekolah ini beberapa jam yang lalu. Untuk mengatasi masalah ini, AKU akan melengserkan Ichigo Kurosaki Bos kalian. Dan menggantikannya karena ia tidak pantas menjadi 'Bos' di sekolah ini!" Semua orang di ruangan itu bersorak, ada yang melempar botol ke arah Renji, ada juga yang memaki-maki Grimmjow.

"GRIMMJOW!" Seketika Ishida menjadi pusat perhatian karena berteriak "Apakah kau Grimmjow yang berasal dari SMA Timur? Benarkah kau dalang dari kekacauan semua sekolahan di Karakura?"

"Ya! Itu Aku…bocah kacamata…" Sorak-sorai memenuhi ruangan. Telinga Ishida merinding mendengar panggilan itu. Tidak salah lagi. Mereka kedatangan seorang 'Anak Terbrandal' dari seluruh anak di Karakura.

"BAGAIMANA?! SIAPA YANG MAU IKUT DENGANKU?!" Grimmjow berteriak dengan wajah meyakinkan. Semua orang yang ada disana kecuali Renji mengangkat tangannya sambil meneriakkan nama Grimmjow. Rupanya semua orang setuju dengan bos baru mereka.

"Baiklah! Mulai Hari ini Grimmjow adalah Bos Kita!" Ikkaku berseru ke seluruh penjuru ruangan. Kesenangan mendekati Anarkis pun terjadi di ruangan itu. Grimmjow memimpin jalan didepan anak buahnya yang baru. Berkeliling sekolah untuk memberitahu semua warga sekolah jika ia adalah bos yang baru.

"YEAH!"

"HIDUP GRIMMJOWW!"

"KITA DAPAT BOS BARU!"

Sementara Renji, Membatu, belum bisa menerima kenyataan jika ada anak baru bernama Grimmjow menguasai seluruh sekolahan dalam waktu 4 jam saja.

'Ini Gawat' Batinnya.


"ICHIGOOOOO!" Renji berlari menuju Ichigo yang sedang mencuci wajahnya di wastafel.

"Ada apa Kepala Nanas?! Kau berisik sekali!" Ichigo langsung menengok.

"Gawat! Grimmjow si anak baru MENJADI BOS BARU!"

"Bos? Maksudmu?"

"IA MELENGSERKANMU ICHIGO!" Renji Panik

"APA?! Beraninya…dia! Sekarang ia ada dimana?!" Ichigo naik pitam.

"Ia Sedang berkeliling Sekolah bersama yang lainnya"

"Tapi… Aku harus menjenguk Toshiro sekarang"

"Sepenting itukah TOSHIRO?! Sementara Jabatanmu diambil oleh anak baru payah itu?! Kau harus merebut harga dirimu lagi ICHIGO!" Renji benar-benar ngotot kali ini.

"Terserah! Bagiku Toshiro lebih penting dari apapun!" Ichigo berlalu begitu saja meninggalkan Renji yang shock melihat kelakuan Ichigo.

"Jika kau pergi, Aku akan ikut Grimmjow!" Renji menggertak Ichigo. Ichigo menghentian langkahnya dan memutar badannya.

"…Aku tidak perduli …Kepala nanas!" Ichigo melangkah gontai meninggalkan Renji yang dibakar Amarah. Baru kali ini Ichigo mengabaikannya. Ia tahu… Ini semua karena 'Toshiro'. Toshiro merebut segalanya yang ada pada Ichigo.

Mungkin kali ini Renji memang harus melawan Ichigo.


"Toshiro!" Ichigo masuk ke kamar Toshiro sambil membawa plastik.

"Kurosaki!" Wajah Toshiro berubah seketika menjadi senang karena kedatangan Ichigo.

"Wah, Keadaanmu semakin baik ya! Ini, aku bawa buah-buahan" Ichigo meletakkan buah itu di meja sebelah ranjang.

"Terimakasih Kurosaki" Toshiro tersenyum. Hampir saja Ichigo Berjingkrak kegirangan.

"Ya, sama-sama.. Oh ya, Kusaka mana?"

"Ia masih sekolah.." Tiba-tiba Toshiro mendelik "Kenapa kau kemari? Ini kan masih jam sekolah!"

"Ehm, Habisnya aku tak sabar ingin menjengukmu" Wajah Ichigo memerah "Kusaka bilang padaku jika kau pulang hari ini"

"Ya,.. Tapi" Jeda "Aku pulang kemana… ya?" Toshiro kebingungan.

"Ke rumahku saja! Bagaimana? Kau mau?!" Ichigo bersyukur Kusaka tidak menawari Toshiro tinggal dirumahnya.

"Apa orangtuamu tidak keberatan?"

"Tenang saja! Mereka pasti senang kau tinggal disana" Ichigo tersenyum lebar. Perutnya seolah dipenuhi kupu-kupu yang berterbangan riang. Membuatnya tergelitik bahagia.

"…Baiklah, kalau begitu"

"Jadi, kau akan tinggal dirumahku?"

Toshiro Tersenyum "Ya"

Senyuman Toshiro selalu membuat Ichigo dimabuk Asmara. Jika saja tidak ingat ia berada di rumah sakit, Ichigo pasti sudah berteriak lepas dan tertawa girang.

"..Ichigo..?" Toshiro membuyarkan lamunan Ichigo.

".I..Iya..Ya? Ada apa?"

"Kupikir Kau kerasukan.." Toshiro bergidik ngeri.

"Tidak kok! Enak saja kau" Kata Ichigo. Sedangkan Toshiro tertawa kecil.

"Toshiro..!" Kusaka masuk ke dalam kamar dengan wajah Riang.

'Sial..Dia datang..' Batin Ichigo.

"Kusaka! Akhirnya kau pulang juga.." Sapa Toshiro

"Hei Ichigo! Ternyata kau mendahuluiku hari ini"

"Tentu saja,.." Kata Ichigo gugup 'Harusnya aku mendahuluimu memiliki Toshiro' Batinnya kesal

"Kusaka, Ichigo mengajakku untuk tinggal dirumahnya" Toshiro memulai pembicaraan.

"Benarkah?" Hati kusaka hancur berkeping-keping "Dan kau..mau?" Tanyanya

"Iya"

"Baiklah… Ichigo, kutitipkan Toshiro padamu ya" Sekilas Kusaka tampak berusaha tersenyum pada Ichigo.

Ichigo hanya mengangguk kecil. Dalam hatinya ia kegirangan untuk kesekian kalinya karena Toshiro menjadi miliknya lagi.


"Selamat datang di rumahku Toshiro!" Kata Ichigo yang saat ini sedang menggendong Toshiro di punggungnya.

"Ini benar rumahmu?" Toshiro menengok ke sekeliling halaman Ichigo.

"Ya" Jawabnya. Ichigo mengambil kunci di saku celananya dan membuka pintu dengan cepat. Mereka masuk ke dalam rumah dan Ichigo membawa Toshiro ke kamarnya. Sesampainya disana, Toshiro tidak meminta untuk turun sama sekali. Bahkan ia terlihat menikmatinya.

Melihat keterdiaman Toshiro, Ichigo pun tak ayal menggodanya

"Kau suka ya kugendong?"

Wajah Toshiro berubah menjadi merah padam. Entah mengapa ia memang suka(?)

"A-Aku.. T-TIDAK! C..cepat Turunkan a..aku!" Toshiro berusaha turun tiba-tiba. Tangannya menarik rambut Ichigo hingga Ichigo memekik.

"Ouch! Tunggu! Kau bisa jatuh!" Ichigo Panik, badannya menjadi tidak seimbang dan Toshiro pun terjatuh berdebam ke lantai.

"Toshiro! Maafkan aku!" Dengan Panik 2x lipat Ichigo mengangkat Toshiro, seperti mengankat anak kecil. Toshiro menatap tepat ke mata Cokelat Ichigo. Baru kali ini ia mendapati sepasang mata yang menghangatkan seperti mata Ichigo. Begitu pula Ichigo, menatap lekat Manik Zamrud milik Toshiro.

'Aku Benar,.. Matanya Indah sekali' Batin Ichigo.

"Ehm,.. Bisa turunkan aku? Sekarang?" Perkataan Toshiro membuyarkan lamunan Ichigo. Toshiro dapat merasakan perubahan suhu mendadak di wajahnya. Begitu pula jantungnya, ia pun heran kenapa setiap kali berada di dekat Ichigo Ia selalu berdebar-debar. Awalnya ia pikir karena ia takut pada Ichigo. Tapi lama-lama perasaan takut itu berubah menjadi gugup(?) Ia masih tidak mengerti.

"O-Oh! Ya… Duduklah, akan kuambilkan minuman!" Ichigo mendudukkan Toshiro di tempat tidurnya lalu lari ke dapur secepat yang ia bisa.

Toshiro hanya menatap bingung ke tempat kepergian Ichigo.

"Astaga… Apa yang kulakukan? Apa yang kulakukan?!" Ichigo bergumam kacau ketika mengambil gelas dan mengisinya dengan air mineral dingin yang tumpah kemana-mana karena gugup. Sama dengan pikirannya. Sekali lagi ia merasakan perutnya tergelitik riang seolah ada kupu-kupu berterbangan disana.

Selain itu, ia baru ingat Isshin, Yuzu dan Karin sedang pergi berbelanja untuk keperluan sehari-hari. Jadi di dalam rumah hanya ada Ia dan Toshiro. Hanya Berdua!

"Toshiro.." Ichigo menghampiri Toshiro sambil membawa nampan yang diatasnya ada minuman.

"Ya Kurosaki?"

"Panggil saja aku Ichigo, Oke?" Ichigo duduk di samping Toshiro.

"O..Oke,"

Ichigo merasakan atmosfir 'Awkward' yang luarbiasa. Ia harus mencari topik pembicaraan yang bagus.

"Sudah berapa lama kau jadian dengan Kusaka?" *Plakk!* Pertanyaan bodoh Ichigo! Saking penasarannya ia bicara To The Point akan hal ini.

"Hah?" Wajah Toshiro Berubah menjadi merah, meskipun ia bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan Ichigo "Maksudmu apa?"

"Eh? Bukankah kau jadian dengan Kusaka?!" Ichigo heran.

"T..tidak, kau tahu darimana?"

Ichigo mendapat secercah harapan "Dari..Kusaka sendiri"

"Tapi' aku tidak pernah jadian dengannya!" Toshiro menyangkal sekuat tenaga.

"Kau serius?"

"Iya! Aku serius!" Wajah Toshiro tampak meyakinkan. Mata Zamrudnya menatap Ichigo lekat.

Hening terjadi di antara mereka berdua. Mereka hanya saling menatap bingung dan pikiran mereka melayang kemana-mana. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

"Jadi… Aku Boleh jadian denganmu?" Ichigo bertanya dengan spontan. Membuat Keduanya terkejut sendiri.

"A..aku tidak salah dengar kan?" Toshiro berusaha meyakinkan.

"Tentunya tidak, Uhm..Aku tidak perduli kau mau bilang apa, atau kau mau berfikir apa Toshiro, Yang pasti.a..aku.. sudah menyukaimu sejak lama. Maka dari itu aku mengganggumu. Aku..hanya mau bilang Aku mencintai mu Toshiro.." Toshiro menatap Ichigo, terkejut dengan kebenaran yang ada. Ichigo menghembuskan nafas panjang. Masih menunggu tanggapan dari Toshiro.

"M-maaf ..aku-"

"Jika kau tidak suka tidak ap-…" Ichigo memotong.

"Aku belum selesai bicara Baka!" Toshiro kembali memotong Ichigo.

Toshiro membuang mukanya. Mengedarkan pandangannya menimbang-nimbang kata-kata yang akan ia keluarkan.

"…A..aku, juga menyukaimu.." Wajah Toshiro merona "Maaf aku tidak bilang dari dulu.." Itulah kelanjutan kata-kata Toshiro.

"Apa aku bermimpi?" Tanya Ichigo. Toshiro pun mencubit pipi Ichigo keras-keras hingga ia memekik.

"Ini bukan mimpi Baka!" Toshiro memalingkan wajahnya ke luar jendela karena malu "Kau tidak tahu betepa sulitnya aku bilang suka…Padamu…"

"Benar! Hahaha! Toshiro!" Ichigo seketika memeluk Tubuh mungil Toshiro dengan erat. Ia senang sekali Toshiro juga merasakan perasaan yang sama. Kesenangannya meluap-luap saat ini. Ia Tidak tahu harus mengekspresikannya seperti apa.

"Toshiro! Aku Sangat Mencintaimu!" Ichigo menopang dagu mungil Toshiro dengan lembut.

"Aku juga, Ichigo.." bibir Toshiro menyunggingkan senyum yang selama ini belum pernah ia tunjukkan kepada siapapun. Ia tahu, Ia memang mencintai Orang ini. Si Baka Strawberry yang urakan dan Tidak sabaran.

Ichigo mendekatkan wajahnya pada Toshiro dan menghapuskan jarak diantara mereka. Mencium bibir Toshiro lembut dan melepaskannya untuk mendapati si pemilik yang terkejut karena tindakannya yang tiba-tiba itu.

Mulanya Ichigo pikir Toshiro akan marah, bahkan memukulnya. Jadi, ia sudah bersiap akan semua kemungkinan yang ada di benaknya.

Namun, Alangkah manisnya Toshiro, ia hanya tersenyum kecil karena kelakuan Spontan Ichigo barusan. Wajahnya merona membuatnya semakin manis. Bibir ichigo membentuk kata 'Wow' namun terdengar bisikan kecil saja. Ia terpana.

'Toshiro! Ya Tuhan, Kau manis sekali!' Batinnya

Tiba-tiba dahinya mengernyit bingung karena melihat perubahan Ekspresi Toshiro, dari Senyuman manis menjadi Senyuman Sinis. Matanya serupa mata elang yang dingin. Siap mencabik-cabik mangsanya.

*BHUAKK!*

"Uwaaakkh!"

Toshiro menghajar rahang Ichigo dengan tinju mautnya hingga Ichigo Menghantam lantai.

"Aku tidak pernah memberimu Izin untuk menciumku.." Kata Toshiro masih dengan ekspresi 'Anger' nya.

Ichigo tak menyangka, ternyata kekasih barunya yang ia kira Lemah itu adalah seorang 'Petarung'. Dalam Hati Ichigo berjanji untuk tidak melakukan hal serupa tanpa Izin Toshiro…

'Poor ichigo'


Ckckck, Aku sedang senang di Chapter ini ^-^

Jadi kubiarkan Ichigo dan Toshiro bersenang-senang dulu (huehehe)

Yah! Untuk para pecinta IchiHitsu aku sudah mengabulkan permintaan kalian semua 3

Lagipula, pollingnya sebagian besar adalah 'Ichihitsu!'

Dan aku juga suka Ichihitsu mereka serasi sekali 3

Terimakasih ya untuk 'Review' nya! Aku sedang terpuruk akhir-akhir ini, dan karena membaca Review kalian semua aku jadi terharu..Hiks..!
Jadi aku bertekad akan terus melanjutkan FF Crawling dengan lebih baik lagi! ^-^ Dukung aku yaa!

Untuk pembaca gelap, aku tetap menghormati kalian karena aku bisa memaklumi 'Per-Internetan' di Indonesia yang mahal.. Jadi seringkali untuk mengirim review saja lamaaa sekali! Aku pernah mengalami itu!

Kuharap para Pembaca menyukai cerita-ceritaku :)

Sekian Terimakasih ^_^ Sayonara!

Arigarogozaimasu!