"Ne, arasseo honey"ucapnya sambil mencium bibirku sekilas.
"Bagaimana kalau kita mandi bersama hem?"tanya Siwon yang kembali memberi gigitan pada leher putihku .
"Ya! Wonnie pervert. Cepat keluar!" teriakku lantang yang langsung membuat Siwon meninggalkanku seketika itu juga.
Author pov*
Kibum dan Siwon tengah berjalan bersama di koridor sekolah, sebuah suara menyapa Kibum dan itu berhasil merusak suasana hati Siwon yang sedang senang pagi ini.
"Pagi Bummie,"sapa namja jangkung dan putih tersebut pada Kibum sambil mengembangkan senyumnya lebar.
"Aishh, pagi-pagi sudah merusak suasana hati orang saja,"Siwon berdecak kesal pada namja tersebut yang tak lain adalah Choi Minho.
"Wonnie!"Kibum memberi peringatan pada Siwon agar menjaga sikapnya pada Minho.
"Ne, arasseo,"Siwon mengerucutkan bibirnya lucu.
"Ckck kau ini masih saja tidak bisa bersikap dewasa eoh,"ucap Minho sedikit kesal pada Siwon.
"Ada apa Minho-ah?"tanya Kibum penasaran.
"Aku ingin mengajakmu berlibur ke pulau Jeju, kebetulan aku mendapat voucher liburan gratis dari hyungku, eotte?"Minho merajuk pada Kibum agar mau pergi bersamanya.
"Ya! Kau mau mati eoh, berani sekali kau mengajak Bummieku berlibur berdua,"Siwon sangat kesal mendengar penuturan Minho barusan.
"Aishh kau ini, dengarkan aku dulu makanya. Kau juga boleh ikut kok,soalnya aku punya voucher banyak,"tambah Minho lagi.
"jinja? Wonnie, boleh ya? Aku juga ingin pergi berlibur,"Kibum membujuk Siwon agar mau menyetujui ajakan Minho.
"Aku tidak mau, kalau kau mau pergi saja bersama Minho,"ucap Siwon acuh pada Kibum.
"Ya! Wonnie. Yasudah aku pergi berdua saja bersama Minho."ucap Kibum tak mau kalah dari Siwon lalu menarik tangan Minho pergi.
'Aishh kenapa jadi seperti ini, harusnya dia tetap membujukku bukan malah pergi bersama Minho sialan itu'umpat Siwon dalam hati.
"Ya! Bummie kau kenapa tega sekali denganku eoh?"teriak Siwon kesal sambil berlari menyusul mereka berdua yang sudah pergi menjauh.
.
.
.
"Bummie kenapa wajahmu tampak pucat?"tanya Sungmin khawatir mendapati wajah Kibum yang memang semakin pucat.
"Molla, kepalaku memang sedikit pusing dari tadi Minnie-ah,"Kibum sedkit memijat-mijat kepalanya yang merasakan sedikit pusing.
"Bagaimana kalau kita nanti pergi ke dokter?"usul Sungmin pada Kibum.
"Tidak usah Minnie, mungkin ini hanya sakit kepala biasa kok. Oh iya Minho mengajakku liburan ke pulau Jeju, bagaimana kalau kau dan Kyu ikut?"tanya Kibum antusias pada sahabatnya itu.
"Huwaaa... pulau Jeju, tapi aku tidak suka kalau si evil itu juga ikut,"Sungmin memasang wajah cemberutnya pada Kibum.
"Aigoo, jangan begitu Minnie. Sebenarnya Kyu itu orang yang baik kok. Please ikut demi aku yah?"mohon Kibum pada Sungmin sambil menunjukkan killer smile andalannya.
"Hmmmm, baiklah. Ini demi sahabat yang paling aku sayangi ini eh,"Sungmin memeluk tubuh Kibum erat.
Sementara Siwon sekarang tengah kesal akibat kejadian tadi pagi. Siwon pun menghampiri Kibum yang kini sedang berpelukan dengan sahabat barunya siapa lagi kalau bukan Sungmin.
"Bummie kita harus bicara,"ucap Siwon dengan nada agak kesal pada Kibum.
"Wae? Bicara disini saja Wonnie,"Kibum tersenyum lembut pada Siwon.
"Tidak bisa, ayo ikut aku,"Swon menarik tangan Kibum sedikit kasar.
"Wonnie sakit, lepaskan,"pinta Kibum yang masih diseret oleh lengan kekar Siwon dan membawanya menuju taman belakang kampusnya yang sepi.
"Bummie kenapa kau malah bersikap seperti itu tadi di hadapan Minho eoh?"tanya Siwon kesal.
"Aigoo, kau yang selalu berbuat semaumu Wonnie. Aku tidak suka dengan sikapmu yang seperti itu,"Kibum membelai lembut wajah Siwon membuat Siwon sedikit lebih tenang.
"Arasseo, mianhae chagi,"Siwon memberi ciuman sekilas pada bibir merah marun Kibum membuat pipi Kibum merona merah.
"Aku selalu memafkanmu chagi, jadi sekarang Wonnie mau ikut liburan kan?"tanya Kibum penuh harap.
"Ne, aku akan selalu ikut kemanapun Bummie pergi ,"ucap Siwon bermanja-manja di pangkuan Kibum.
"Tapi, kalau kau mau kita kan bisa berlibur berdua chagi?"Siwon mengelus tangan putih Kibum sambil sesekali menciuminya. Sementara Kibum hanya tersenyum geli meladeni sikap manja dari suaminya itu.
"Aku ingin liburan bersama wonnie dan sahabat-sahabatku, apa itu tidak boleh?"tanya Kibum memelas membuat Siwon lalu beranjak dari tidurnya dan memandang Kibum lembut.
"Tentu saja boleh chagi,"ucap Siwon sambil mendekatkan jaraknya dengan Kibum. Sedetik kemudian mereka bedua pun sudah saling menautkan bibir mereka. Siwon dengan lembut melumat bibir Kibum. Lidah mereka pun saling bertaut saat mulut manis Kibum membuka dan memberikan akses masuk pada lidah Siwon untuk semakin memperdalam ciumannya. Tiba-tiba Kibum memukul dada bidang milik Siwon saat dirasakannya perutnya mual lagi.
"Umppphhhhhh... "Siwon melepaskan tautannya pada lidah Kibum saat tangan mungil Kibum memukul dada bidang miliknya.
"Wae chagi?"tanya Siwon bingung pasalnya Kibum tidak pernah menolak saat Siwon sedang menciumnya. Kibum segera berlari menuju kamar kecil dan tak menghiraukan Siwon yang masih memandang kepergiannya bingung. Setelah sampai di kamar kecil, Kibum segera memuntahkan seluruh isi perutnya.
"Hoek.. hoek...hoek..."Kibum memuntahkan semua yang ada di perutnya. Tengkuk lehernya ia pijat dengan pelan agar muntahannya semuanya bisa keluar. Siwon menunggu di luar toilet dengan khawatir mendengar Kibum yang tengah muntah di dalam toilet wanita tersebut. Ingin sekali Siwon segera masuk dan mendampingi istrinya yang sedang kesakitan itu, namun ia masih punya malu karena ia tahu itu adalah toilet wanita.
"Bummie, gwaenchana?"tanya Siwon khawatir melihat Kibum keluar dari toilet dengan wajah yang pucat dan lemas.
"Ne, gwaenchana Wonnie. Sepertinya hanya masuk angin saja,"Kibum berusaha membuat mantan suaminya ini tak terlalu khawatir.
"Bummie, kita harus ke dokter. Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu chagi,"mohon Siwon pada Kibum.
"Tidak usah Wonnie, aku hanya masuk angin saja, sebentar lagi juga sembuh kok,"Kibum memberikan killer smilenya pada Siwon membuat Siwon tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti kemaunnya.
Author pov end*
Kibum pov*
Matahari sudah kembali ke peraduannya, berganti bulan yang kini tengah bersinar redup di langit malam yang sangat indah dengan beribu bintang bertaburan disana. Aku kini tengah sibuk memilah-milah baju yang akan aku dan Siwon pakai saat berlibur di pulau Jeju besok pagi. Siwon tengah berdiri di balkon kamar kami yang memang sangat pas untuk melihat keelokan langit di malam hari. Aku menghampirinya dan memeluk tubuh atlethisnya dari belakang membuatnya sedikit terkejut, namun dengan cepat ia menarikku ke dalam pelukan hangatnya dan seperti biasa kita menghabiskan waktu untuk melihat indahnya bintang-bintang yang bertebaran di langit dari balkon kamar kami.
"Wonnie, ayo kita tidur. Aku sudah ngantuk,"aku semakin mempererat pelukanku pada Siwon agar tubuhku lebih hangat. Siwon hanya tersenyum mendapati sikap manja dariku.
"Aigoo, tidak biasanya kau bersikap manja padaku Bummie. Tapi tak apa, aku sangat suka sikap manjamu ini,"Siwon tersenyum hangat lalu menggendongku masuk kedalam kamar kami dan membaringkanku di atas ranjang kami.
.
.
"Wonnie palli, kita sudah hampir telat nih,"aku menuruni tangga dengan agak tergesa-gesa sementara Siwon kini tengah kuwalahan harus menuruni tangga serta membawa koper besar di kedua tangan kekarnya.
"Bummie jangan tergesa-gesa seperti itu, nanti kau jatuh," nasehatnya yang tentu saja tak kuhiraukan sama sekali.
"Aishh, Bummie kau bawa apa saja eoh? Kopermu berat sekali,"ucap Siwon sambil sedikit terengah-engah.
"Wonnie , ayo cepat,"aku berlari menuju halaman rumahku dan membuka bagasi mobil sport Siwon. Siwon segera memasukkan semua barang-barangnya ke dalam bagasi, kemudian dengan cepat kita pun sudah melaju menuju bandara.
"Bummie kau lama sekali, palli,"Minho menarik tanganku lembut.
"Ya! Kau ini, jangan menarik Bummieku seperti itu,"Siwon sangat kesal pada Minho, pasalnya bukan membantunya ia malah dengan seenaknya berlenggang bersama mantan istrinya.
"Aishh, sini biar aku bantu,"ucap Minho sambil mengambil koper berwarna pink milikku dari tangan kekar Siwon membuat Siwon berdecak kesal.
.
.
"Wonnie ini indah sekali,"aku sedang berdiri di balkon kamar hotelku.
"Emmm, romatis sekali suasananya,"Siwon mengecup lembut kepalaku.
Suasana di hotel kita ini memang sangat indah, dari balkon kamar kami, kami bisa langsung melihat hamparan pantai dengan air birunya yang sangat indah. Hotelnya juga sangat cantik dan besar, sungguh nyaman bagi sepasang suami istri untuk berbulan madu.
"Wonnie, ayo kita ajak mereka ke pantai,"aku melepaskan pelukan Siwon hendak pergi keluar, namun tangan kekar Siwon kembali menarikku dalam pelukan hangatnya.
"Nanti saja ke pantainya chagi, bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu di kamar,"Siwon menyeringai licik lalu menggendongku ke dalam kamar, Siwon membaringkan tubuhku dan segera ia menindih tubuh mungilku. Siwon mencium bibirku lembut, cukup lama bbirnya meluamat bibir bawahku. Aku pun memberi akses dia untuk masuk ke dalam mulutku dan kini lidah kami pun sudah saling bertaut panas. Tangan Siwon tak tinggal diam, dia mengelus paha mulusku yang ada di balik dress biru yang sedang aku pakai, sedangkan tangan kanannya kini sudah mengelus buah dadaku yang masih terbungkus dress biruku.
"Ahhhh,,,,, Wonnie kau nakal eoh,,,,,,,, unghhh,"erangku kenikmatan saat lidahnya dengan lihai menghisap leherku penuh nafsu dan mungkin disana sudah ada banyak tanda merah keunguan darinya.
"Ahhh... kau manis sekali chagi,"ucapnya sambil terus mengelus paha mulusku dan mulai membuka dress bagaian bawahku perlahan.
Sungmin, Kyuhun, dan Minho berjalan menuju kamarku dan Siwon, hendak mengajak kita berdua pergi ke pantai. Sungmin mencoba memberi kejutan pada aku dan Siwon dengan langsung masuk ke dalam kamar kita berdua tanpa mengetuk pintu dulu. Bukannya memberi kejutan pada kami, tetapi dia dan yang lainnya yang kini terkejut saat melihat aktivitasku dan Siwon barusan.
"Bummie, khaj—"ucapan Sungmin terpotong saat ia tengah melihat aktivitas panasku dengan Siwon barusan. Sungmin, Kyuhyun, dan Minho menatapku dan Siwon terkejut tak menyangka akan melihat aktivitas panas kita.
"Mi-mianhae,"ucap Sungmin gugup sambil berlari keluar dari kamar kami. sementara Kyuhyun dan Minho masih cengo melihatku.
"Ya! Apa yang kau lihat eoh? Cepat keluar,"teriak Siwon pada Kyuhyun dan Minho yang masih betah melihatku. Aishh aku baru sadar kalau paha mulusku kini tengah terekspos akibat ulah Siwon barusan, segera saja aku menarik selimut yang ada di sampingku dan menutupi pahaku dengan selimut tersebut.
Pletakk...
"Aww, appo Bummie,"rancau Siwon kesakitan saat tanganku dengan mulus mendaratkan jitakan pada kepalanya.
"Ya! Kenapa kau tak mengunci dulu kamarnya, aishh babo,"umpatku kesal lalu turun dari ranjang kami dan segera membetulkan pakainku yang sudah berantakan akibat ulahnya. Semantara Siwon kini tengah merutuki kebodohannya barusan.
Kibum pov end*
Author pov*
Mereka berlima kini sedang menikmati indahnya pantai di sore hari sambil sesekali bercanda, seperti biasa Siwon selalu overprotektif pada Kibum yang kini tampak sangat cantik dengan dress pantai berwarna biru muda yang mengekspos paha mulusnya jika tertiup angin pantai. Para namja yang sedang menikmati keindahan pantai pun seolah ingin memakan Kibum saat itu juga saat melihat tubuh sexy Kibum.
"Bummie, kenapa kau tadi memakai dress yang ini sih? Ini terlalu pendek tau,"Siwon merapatkan pelukannya pada pinggang Kibum agar para namja yang ada disitu tahu bahwa Kibum hanyalah miliknya.
"Aku suka dengan dress ini, wae? Apa kau tidak suka aku memakai dress ini Wonnie?"Kibum mempoutkan bibirnya lucu.
"Bukan seperti itu Bummie, kau sangat cantik memakai dress ini. Hanya saja aku tidak suka mereka melihatmu dengan tatapan ingin memakanmu seperti itu,"Siwon mengarahkan pandangannya pada para namja yang sedari tadi memandangi mantan istrinya tersebut.
"Sudahlah Wonnie, hiraukan saja mereka ne,"Kibum memberi kecupan hangat pada bibir joker Siwon membuat semua mata menatap mereka iri pada Siwon.
"Hei bagaimana kalau kita bermain voli?"ajak Sungmin.
"Ide yang bagus,"timpal Siwon.
"Baiklah kalian main saja, aku tidak ikut ne. Aku ingin berjalan-jalan dipinggir pantai sebentar,"Kibum berpamitan pada semuanya lalu berjalan menuju pantai.
"Hati-hati Bummie."Sungmin tersenyum tulus pada Kibum.
Permainan pun dimulai, Siwon dan Kyuhyun satu regu, sedangakan Minho satu regu dengan Sungmin. Permainan pun dengan mudah dipimpin oleh Sungmin dan Minho dengan skor 10-5.
Kyuhyun memiliki ide jail untuk mengerjai rivalnya itu yang telah merusak PSP-nya. Dengan sengaja ia mengarahkan bola volinya mengarah tepat pada wajah Sungmin dan dengan cukup keras bola dari Kyuhyun melambung tinggi dan jatuh tepat di muka Sungmin.
"Awwww..."teriak Sungmin kesakitan saat dirasa bola voli mengenai tepat pada wajah cantiknya.
"Gwaenchana Sungmin-ssi?"Minho menghampiri partnernya itu yang sudah jatuh terduduk di atas pasir.
"Ya! Kau ini bagaimana sih Kyu, kasian kan Sungmin. Aku tau kau sengaja tadi kan,"Siwon memarahi Kyuhyun yang dilihatnya sengaja mengerjai Sungmin.
Wajah Sungmin memerah akibat hantaman dari bola yang dilempar Kyuhyu tadi, dan dari hidungnya keluar darah yang cukup deras membuat mereka bertiga semakin khawatir. Sungmin memegang kepalanya karena kepalanya kini sangat pening dan sakit.
"Ya, Gwaenchana?"tanya Kyuhyun takut pada Sungmin dan sama sekali tidak dihiraukan Sungmin yang kini tengah berdiri dipapah oleh Siwon dan Minho. Dengan sigap Minho dan Siwon membawa Sungmin duduk dibawah pohon kelapa yang cukup rindang. Minho segera berlari mencarikan obat untuk Sungmin sementara Kyuhyun kini semakin merasa bersalah saat Siwon juga ikut marah padanya.
"Mianhae Sungmin-ssi. Aku tadi hanya ingin mengerjaimu saja, sungguh aku tidak bermaksud membuatmu jadi seperti ini,"ucap Kyuhyun sangat menyesal pada Sungmin. Siwon menyuruh Kyuhyun pergi dulu agar memberi waktu untuk Sungmin dan mau tidak mau ia harus menuruti kemauan sahabatnya itu karena ia sangat percaya pada Siwon.
Kyuhyun berjalan menuju pantai dengan langkah gontai. Sesampainya di pinggir pantai ia duduk termenung disana, ia kini sedang memikirkan sikapanya barusan terhadap Sungmin yang memang sudah keterlaluan.
"Apa aku terlalu keterlaluan ya pada dia?"pikir Kyuhyun dalam hati. Tak jauh dari tempat Kyuhyun duduk ia melihat keramaian orang-orang yang sedang membentuk lingkaran disana. Kyuhyun menghampiri kerumunan itu dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang sedang ia lihat sekarang. Sahabatnya Kim Kibum kini tengah tak sadarkan diri yang membuat orang-orang tadi membentuk kerumunan. Kyuhyun membelah kerumunan tersebut dan langsung duduk disamping tubuh Kibum yang sedang tak sadarkan diri.
"Bummie bangunlah!"Kyuhyun menepuk-nepuk pipi chubby Kibum dengan tangannya agar ia bangun, namun nihil Kibum tak memberikan reaksi sama sekali membuatnya semakin khawatir.
"Apa yang terjadi padanya?"tanya Kyuhyun pada orang-orang yang sedang mengelilinginya dan Kibum.
"Molla, tiba-tiba saja tadi dia jatuh pingsan."jelas salah satu orang dari kerumunan tersebut.
Kyuhyun segera menggendong tubuh sahabatnya itu menuju hotel mereka. Siwon dan yang lainnya yang kebetulan sedang berjalan menuju hotel terkejut melihat Kibum yang sedag digendong oleh Kyuhyun. Segerea saja Siwon dan yang lainnya menghampiri Kyuhyun dengan khawatir.
"Kyu ada apa ini?"tanya Siwon khawatir sambil mendekat pada Kyuhyun dan Kibum.
"Aku tadi menemukan Bummie pingsan di pinggir pantai Won,"jelas Kyuhyun, sementara Siwon dengan cepat membuka pintu kamar hotel mereka berdua. Kyuhyun membaringkan tubuh lemah Kibum perlahan di atas kasurnya.
Siwon duduk disebelah Kibum dan mengelus pipi chubbinya. Minho dengan cepat menghubungi dokter dan menyuruhnya kesini. Kini Sungmin sedang menangis sesenggukan melihat keaadaan sahabatnya yang lemah itu, Kyuhyun yang ada disampingya pun tanpa sadar mendekatinya dan mengelus punggung Sungmin pelan.
"Uljima, tidak akan terjadi apa-apa padanya Sungmin-ah,"Kyuhyun merangkul pundak Sungmin lembut dan menyandarkan kepala Sungmin pada bahunya agar ia lebih tenang, tidak ada perlawanan dari Sungmin mendapat perlakuan seperti itu dari Kyuhyun membuat kyuhyun sedikit lega.
"Bummie bangunlah, komohon,"suara parau Siwon terus berusaha membangunkan yeoja yang sangat dicintainya itu.
"Tenanglah Siwon-ah, Bummie pasti tidak apa-apa,"Minho menepuk bahu Siwon pelan berusaha menenangkannya.
"Seharusnya aku tadi tidak membiarkannya pergi sendirian tadi, aku memang babo,"umpat Siwon atas kebodohannya sendiri.
"Jangan salahkan dirimu sendiri Siwon, sebentar lagi dokter akan segera tiba,"ucap Kyuhyun yang masih setia memeluk Sungmin yang masih sesenggukan menahan tangisnya.
.
.
.
"Mwo?"Siwon membelalakkan matanya lebar mendengar penuturan dokter yang baru saja memeriksa mantan istrinya.
"Sekali lagi selamat tuan Choi atas kehamilah istri anda."ucap dokter itu sekali lagi sebelum ia benar-benar hilang dibalik pintu kamar hotel.
"A-aku akan menjadi seorang a-appa,"gumamnya sekali lagi masih dengan wajah terkejut. Minho dan yang lainnya segera menghampiri Siwon.
"Apa kata dokter tadi Won?"tanya kyuhyun khawatir dan mendapat anggukan dari Minho dan Sungmin.
"B-Bummie hamil, dan aku akan menjadi seorang appa,"ucap Siwon senang, sementara Kyuhyu dan yang lainnya membelalakkan matanya.
"MWO?"teriak mereka bertiga bebarengan saking kagetnya mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Siwon barusan.
"Aishh, kalian ini jangan berisik nanti Bummie bangun,"Siwon menaruh telunjuk tangan kanannya di depan mulutnya memberi isyarat agar mereka tidak berteriak.
Mereka berempat pun menunggu Kibum sadar, dengan setia Siwon berada di samping istrinya sementara Minho kini sedang meratapi nasib cintanya yang sekarang sudah tidak mungkin terbalas dari seorang yang sangat dicintainya, karena dia akan menjadi seorang umma dari anak yang dikandungnya. Minho menatap lesu pada Kibum yang kini masih belum membuka kelopak mata indahnya.
"Urmhh, akhhhhh..."geliat Kibum kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Bummie, kau sudah sadar chagi?"Siwon langsung membawa Kibum dalam dekapannya yang posesif. Sementara yang lainnya segera menghampiri Kibum dan Siwon.
"Ne, kenapa kalian semua berkumpul disini?"tanya Kibum kebingungan sambil melepaskan pelukannya pada dekapan hangat milik Siwon.
"Kau tadi pingsan di bibir pantai Bummie,"jelas Kyuhyun singkat.
"Emmm, iya tadi perutku sangat sakit hingga aku tidak tahan,"Kibum mulai mengingat lagi.
"Bummie chukkae,"Sungmin memeluk Kibum erat, sementara Kibum kini tengah kebingungan dengan semua ini.
"Maksudnya?"tanya Kibum dengan polosnya.
"Karena kau akan menjadi seorang umma,"jelas Sungmin.
"Ohhhh,"gumam Kibum tanpa sadar.
Satu detik tak ada reaksi dari kibum, dua detik, tiga detik, empat detik, lima detik.
"MWO?"teriakan Kibum membahana diseluruh sudut hotelnya membuat semua yang ada disitu harus menutup telinganya kalau tidak mau tuli mendadak.
"Ya! Apa maksudnya. Jelaskan padaku sekarang juga!"Kibum melepaskan pelukannya pada Sungmin dan meminta penjelasan pada semua orang yang ada disitu.
"Aishh Bummie, jangan teriak-teriak kau kan sedang hamil. Kata dokter , tadi kau kelelahan dan disuruh istirahat yang banyak agar kandunganmu sehat."jelas Kyuhyun panjang lebar.
"MWO? Aku hamil,"teriak Kibum lagi.
Kibum segera menolehkan wajahnya pada namja yang sudah membuatnya seperti ini, dengan tatapan tajamannya yang mampu membuat bulu kudu siapa saja berdiri.
"WONNIE!"teriak Kibum kencang, sementara Siwon kini sudah bersiap kabur, namun ia kalah cepat dengan Kibum yang sudah menarik tangan kekarnya. Sungmin dan yang lainnya segera keluar dari kamar milik Kibum sebelum mereka juga menjadi korban kemarahan Kibum yang terkenal sangat menakutkan kalau sedang marah seperti saat ini.
Kibum berkali-kali mendaratkan pukulan-pukulan pada tubuh kekar Siwon dan melemparkan apa saja yang ada di dekatnya pada tubuh kekar suaminya sehingga membuat Siwon berteriak kesakitan.
"Bummie berhenti, aku bisa jelaskan semuanya,"Siwon sudah mulai kelelahan.
"Ya! Apa kau tidak pakai pengaman saat melakukan 'itu' denganku eoh?"tanya Kibum lagi.
"Hehehe aku lupa Bummie, karena aku sudah tidak tahan kalau melihat tubuh indahmu, makanya aku lupa memakai pengaman akhir-akhir ini,"jelas Siwon tersenyum tanpa dosa.
"Ya! Babo , sekarang bagaimana eoh? Aku masih harus kuliah huweeeeee..."tangisan Kibum pun pecah membuat Siwon semakin merasa bersalah.
"Bummie jangan menangis? Aku akan bertanggung jawab kok,"Siwon memabawa Kibum dalam pelukannya dan menenggelamkan kepala gadis itu dalam dada bidangnya.
"Hiks... hikssss... t-tapi aku masih ingin kuliah hikss,,,,,"jawab Kibum sesenggukan menahan tangis.
"Kau tidak usah khawatir soal itu Bummie, sekarang yang paling penting jagalah kesehatanmu dan calon anak kita,"Siwon membelai rambut Kibum lembut yang masih ada dalam pelukannya.
"Apa kau tidak senang mengandung anak dariku eoh?"tanya Siwon kecewa.
"Bukan begitu Wonnie, aku tadi hanya bingung dan aku merasa belum siap untuk menjadi seorang umma untuk sekarang ini,"jawab Kibum sambil menatap wajah Siwon yang kelihatannya agak sedih.
"Aku juga merasa belum siap dengan ini semua Bummie, tapi saat mendengar disini sudah ada nyawa hasil cinta kita berdua, aku merasa aku siap detik itu juga,"Siwon mengelus perut Kibum yang masih datar.
"Wonnie mianhae,"Kibum mengelus wajah tampan Siwon yang sempat ia pukul tadi.
"Gwaenchana, kita hadapi bersama ne,"Siwon mengeratkan tangannya pada pinggang ramping Kibum. Sementara wajahnya kini ia dekatkan denga wajah Kibum. Perlahan namun pasti bibir joker milik Siwon sudah menempel dengan bibir merah Kibum. Dengan lembut ia melumat bibir merah Kibum dan sedikit memberi gigitan kecil pada bibir bawahnya.
To be continued...
Annyeonghaseo readers ^^
Gimana-gimana untuk chapter ini? Haduhh mian sekarang-sekarang bener-bener kaga bisa update cepet soalnya sibuk banget.. hehe # tersenyum tanpa dosa.
Kaga nyangka ternyata banyak juga yang baca ff ini. Heummm tapi hanya sebagian yang dengan baik hatinya me-review, review dari kalian membuatku semakin semangat. Makasi bagi uda yang selalu setia me-review dan membaca ff-ku. Dan buat silent reader semoga saja bisa terketuk hatinya hanya untuk sekedar memberi comment di ff-ku yang masih jauh dari sempurna ini. Hargailah semua jerih payah semua author ne ^^.
Mianhae kaga bisa bales reviewnya satu-satu. Tapi aku sangat senang dengan review kalian kok dan aku sangat menghargai atas waktu kalian yang uda bersedia mer-review dan membaca ff-ku ^^
*RR*
*Kim Soo Hyun: haha Gomawo jangan lupa review and baca terus yak ^^.
*wonniebummie: haha mungkin Kibum masih mikir-mikir dulu menghadapi Siwon chingu hehe. Tapi jangan khawatir mereka pasti akan nikah lagi kok ntar. gomawo Chingu ,Jangan lupa baca and review terus yak^^.
*RistaMbum: hehe iya nggak papa chingu yang penting uda review, gomawo uda review ^^
*Fireworks: hahaha natar wonppanya ngambek lagi kalau bummpanya diculik lagi #plak. Haha gomawo uda review^^.
*choi kyu hae: annyeong chingu^^. Wah senengnya ada reader baru lagi ^^. Gomawo uda review.
*chagi saranghae: salam kenal juga^^ reader barukah? Hem gomawo uda review^^
*bumhanyuk: mianhae chingu lagigak ada ide yadong nih, makanya gak ada NC-nya haha. iya nanti bakal diusahain yak chingu ^^
*evilkyung: annyeong^^. Choi hye won imnida. Reader baru kah? Senengnya, gomawo uda review^^
*shippochan: gak papa telat asal masih review chingu^^. Mereka berdua itu uda resmi bercerai dan mereka belum nikah lagi chingu, tapi dasar Wonppa aja yang pervert sampai bikin Bumppa kayak gittuh #plakk ditabok wonppa. Harry itu Cuma mantan pacarnya bumppa waktu di amerika tapi dia Cuma numpang lewat doang kok dan kaga bakalan ganggu Sibum. Aku asal surabaya chingu, kalo chingu?
.
.
.
Akhirnya akuh republish juga nih FF, bagi yang uda minta ini FF untuk di republish harus review yak ^^ hehe apakah kalian masih ingin FF ini di lanjutkan ? kalau masih berminat mohon review lagi yak chingudeul. jeongmal gomawo ^^
