ALOHOMORA

.

HarryPotter!AU Fanfiction

.

WARNING : YAOI, Typo(s)

.

.

Happy Reading!

.

.

Chapter 6 : Calmed Down (Sorta)

.

Ruang kelas yang biasanya berisi siswa-siswa Kogwarts dari dua asrama yang berbeda itu kini hanya berisi dua orang. Yang satu berambut bubblegum dan yang lain berambut abu-abu. Yang satu menulis dengan menggigit bibirnya, yang satu menulis dengan malas-malasan.

Yang tinggi –Sehun, melirik ke arah Luhan yang berada di sampingnya. Sudah bosan melihat ke arah jendela yang menampilkan lapangan Kogwarts. Lapangan Kogwarts dimana rerumputan mulai tertutupi salju karena ini sudah memasuki musim dingin.

"Kau sudah selesai?" Sehun membuka suara, entah sudah ke berapa kali dia menanyakan hal seperti ini.

Luhan mengalihkan pandangannya dari buku yang sudah terisi setengah. Dia menggigit bibirnya lagi. Lalu menggelengkan kepalanya. "Maaf, Sehun. Belum"

Sehun menghembuskan napas. Dasar muggle. Kenapa dia lama sekali sih dalam menulis.

Ah, Sehun jadi ingin profesor Kyuhyun kembali dengan cepat. Baru saja profesor yang memutuskan hendak memberi pelajaran privat pada Sehun dan Luhan –yang tertinggal selama berminggu-minggu karena memulihkan diri– pergi dengan alasan menemani profesor Sungmin yang hendak membeli sapu terbang baru. Katanya sapu terbang milik profesor Sungmin rusak lagi.

Entah bagaimana profesor Sungmin menggunakan sapu terbangnya.

Jadi profesor yang sedikit –atau mungkin terlalu– carefree itu meninggalkan papan tulis yang telah dia sihir penuh dengan materi.

Sehun mengalihkan pandangannya dari Luhan yang nyaris tenggelam dalam baju hangat dan syal itu ke luar jendela lagi. Kalau begini caranya lebih baik menyalin catatan teman saja kan?

Sehun menghembuskan napas, lagi. Entah apa yang dipikirkan profesor Kyuhyun.

Namja Slytherin itu merasakan tarikan pada jubahnya. Dia melihat ke Luhan –yang pipinya memerah karena kedinginan. "Sehun, aku sudah selesai"

Sehun mengangguk dan mengarahkan tongkat sihirnya ke arah papan tulis. Papan tulis yang tadi berisi materi herbologi kini berganti menjadi materi pertahanan ilmu hitam. Materi terakhir yang harus mereka catat.

Dengan demikian, jika muggle di samping Sehun ini begitu lama mencatat, Sehun tidak akan peduli dan bisa langsung meninggalkan kelas. Dia tidak harus menunggu Luhan lagi.

Mereka menulis dalam diam. Luhan terlihat serius mencatat. Dia bersusah payah untuk mencatat dengan cepat tetapi syalnya yang terus menurun –dan membuatnya harus membenarkan– benar-benar mengganggu usahanya untuk cepat.

Ng? Kenapa tidak bisa?

Luhan mencelupkan pena bulunya ke botol tinta. Merasa tidak ada pengaruhnya, Luhan kembali memasukkan pena bulunya ke dalam tinta. Tidak sadar bahwa kali ini dia mencelupkannya ke dalam botol tinta yang salah.

Sehun yang sudah selesai membaca apa yang hendak ditulisnya, mengarahkan tangannya kepada botol tinta miliknya. Namun dia merasakan ada yang aneh ketika pena bulunya tertahan akan sesuatu yang berbulu lainnya.

Dia melirik.

Ada pena bulu yang sedang digenggam di sana.

Sehun mengerang. Kenapa muggle ini seenaknya memakai tintaku?!

Memutuskan untuk menegur anak Gryffindor itu, Sehun berdeham. "Ehem"

Luhan memang menggerakkan kepalanya, tetapi untuk menengadah, melihat ke papan tulis, dan lanjut menulis. Sehun kembali berdeham. "EHEM"

Namja yang lebih pendek malah memasukkan pena bulunya lagi ke botol tinta Sehun. Sehun nyaris membalik meja tempat mereka menulis. "EHEM!"

Agaknya usaha terakhir Sehun berhasil. Muggle itu menoleh ke arah Sehun. Namun entah kenapa wajahnya menyaratkan kekhawatiran. "Sehun sakit?"

Kalau tadi membuat Sehun nyaris membalik meja, kini Sehun nyaris ingin menelan Luhan. Sayang dia ingat mungkin Luhan justru akan mengganggu pencernaannya –Sehun bergidik ngeri ketika membayangkan ada Luhan-Luhan mini yang sedang menggerogoti ususnya dengan tawa ceria yang polos.

Karena apapun yang berhubungan dengan muggle bernama Luhan tidaklah bagus bagi Sehun.

"Aku tidak sakit" jawab namja yang sudah dasarnya berwajah terganggu itu dengan sebal. Makanya Luhan hanya mengangguk. Mulutnya membentuk huruf 'O'. Lalu kembali menulis sebelum Sehun mengutarakan maksudnya berdeham tadi.

Sehun memelototkan matanya. MUGGLE INI BENAR-BENAR ASDFGHJKL!

"Luhan" Sehun memanggil Luhan. Dia akan memarahi Luhan habis-habisan karena membuatnya sebal. "Bisakah kau berhenti menulis?"

"Eum?" Luhan masih menulis. "Kenapa, Sehun?"

"Berhentilah menulis"

"Ada apa?"

"Berhenti menulis kataku!" oke. Luhan telah membuat Sehun berada di ambang batas.

Luhan langsung menoleh ke arah Sehun dengan wajah tidak suka. Matanya menyipit dan alisnya berkerut. Bibirnya mengerucut.

KENAPA DIA YANG MEMASANG WAJAH SEPERTI ITU?!

"Sehun, aku sedang menulis. Jangan diganggu!" ucap namja berambut pink itu dengan nada sebal –atau malah seperti merengek.

KENAPA DIA MEMBUAT SEOLAH AKU YANG BERSALAH DI SINI?!

Sehun menjambak rambutnya, frustasi. Luhan agak terkejut melihatnya. "Sehun berhenti menarik rambutmu seperti itu. Nanti rontok dan Sehun jadi botak loh"

SUDAH CUKUP!

Namja Slytherin itu seketika merampas pena bulu Luhan. Luhan yang sudah sadar pena bulunya diambil Sehun, segera mencondongkan tubuhnya ke arah Sehun dan merentangkan kedua tangannya. Sehun juga merentangkan tangannya ke belakang dan memundurkan tubuhnya agar Luhan tidak bisa mengambilnya.

"Sehun, kembalikan! Jangan mengganggu aku!

"Aku tidak mengganggumu! Aku mau memarahimu!"

Luhan memundurkan tubuhnya. Matanya menatap Sehun dengan heran –dan juga sebal. "Kalau Sehun memarahiku, aku pasti akan takut. Tapi aku malah kesal. Berarti Sehun menggangguku!"

Sehun yang sudah sangat kesal hingga ubun-ubunnya panas, segera bangkit. Dia masih menggenggam pena bulu Luhan. Dia mengarahkan tongkatnya ke pena bulu itu, memberikan mantra Hover. Pena bulu itu kemudian melayang tinggi dan tinggi. Hingga ke langit-langit ruangan. Luhan yang melihat kejadian sekejap itu langsung menatap Sehun dengan marah –yang sama sekali tidak terlihat seram.

"Sehun! Apa yang kau lakukan?! Kembalikan penaku!"

"Tidak mau, dasar muggle menyebalkan!" namja itu malah mengambil tongkat sihir Luhan dan menerbangkannya bersama dengan pena bulu Luhan.

"Sehun yang menyebalkan!" seru namja yang lebih pendek sambil berusaha menggapai baik pena maupun tongkatnya –yang mana sangatlah percuma, tapi entah mengapa tetap dilakukannya.

Lelah dengan pena dan tongkatnya, Luhan kini berusaha mengambil tongkat Sehun. Sehun menghindar setiap Luhan mendekat. Tapi masih fokus dengan sihirnya agar benda-benda milik muggle itu tetap melayang. "Sehun berhenti menggangguku!"

Sudah beberapa waktu dan Luhan mulai lelah mengejar Sehun. Matanya dengan sedih menatap papan tulis, kemudian bukunya –yang juga menampilkan buku Sehun dan pena bulunya. Dengan senang Luhan berbalik, mengambil pena Sehun, dan duduk. Melanjutkan menulis.

Sehun yang melihatnya segera membuka mulutnya. "YAK!"

Namja berambut abu-abu itu berjalan dengan cepat ke meja tempat ia dan Luhan menulis, lalu mengambil paksa pena bulu miliknya. Luhan yang kehilangan pena bulu lagi –kendati yang kedua ini bukan miliknya, segera berdiri. "Sehun! Kenapa kau mengambil penanya lagi? Kan Sehun sudah punya milikku!"

"Aku tidak membutuhkan milikmu!" balas Sehun dengan nada sewot.

Luhan memberikan ekspresi tidak suka pada jawaban Sehun dan segera merampas pena bulu yang ada di genggaman namja yang lebih tinggi darinya itu. "Tapi tadi Sehun mengambil milikku! Makanya aku juga mengambil milik Sehun!"

Sehun kukuh tidak mau memberikan pena bulunya. Mereka mulai melakukan tarik menarik pena. Hingga Sehun menariknya dengan sekuat tenaga yang tersisa, membuat dirinya sendiri menjadi terjatuh karena hukum aksi-reaksi. Sedangkan Luhan yang masih dalam momentum memegang pena, segera menubruk Sehun yang sudah terjatuh lebih dulu.

Dengan cepat, Luhan segera menarik pena bulu yang ada pada genggaman Sehun. Sehun yang tidak terima segera menarik balik pena itu. Mereka bergulung-gulung di lantai sambil berebut pena.

Kriet.

"Profesor Sungmin memintaku menemaninya makan siang juga jadi maafkan aku karena lama anak-a–"

"–nak" Sehun dan Luhan yang mendengar suara profesor Kyuhyun segera mengalihkan pandangan ke arah pintu. Mereka bertanya-tanya kenapa profesor Kyuhyun terlihat sangat kaget.

Sedangkan Kyuhyun yang sudah selesai dari rasa kagetnya segera mengeluarkan seringaian. "Bukankah kalian masih terlalu muda untuk hal seperti ini?"

Sehun segera menoleh ke kondisinya sendiri. Dia berada di atas Luhan, satu tangannya memegang pinggang Luhan –agar dia tidak kabur, satu tangannya bertemu dengan tangan Luhan –dengan pena bulu di antara keduanya. Dan mereka terengah-engah. Dan wajah Luhan memerah. Dan syal Luhan sudah tidak berbentuk tepat di samping paha Sehun –tadi Sehun menariknya dengan niat menarik kepala Luhan.

Wajahnya sendiri segera ikut memerah –sangat merah– dan dengan segera dia menarik dirinya untuk mundur. Lalu berdiri sambil mengebutkan jubah Kogwartsnya.

Sementara Luhan masih berbaring karena dia tidak mengerti apa maksud profesor Kyuhyun.

Guru mantra itu terkekeh. Dia mendekati Luhan dan mengulurkan tangan untuk membantu Luhan berdiri. "Apalagi kalian masih tahun pertama, berani sekali melakukannya di ruang kelas"

Wajah Sehun semakin memerah. Ingin sekali dia meneriaki atau menyumpahi gurunya ini, tapi hei, dia bisa kena masalah yang besar jika benar-benar melakukannya.

Luhan yang sudah berdiri hanya bisa memiringkan kepala. "Memangnya tidak boleh ya profesor? Kami kan tidak akan merusak meja dan kursinya"

Kyuhyun tertawa keras karena pertanyaan polos Luhan sedangkan Sehun hanya bisa menepuk wajahnya dan mengerang karena malu luar biasa.

Muggle ini!


Kyungsoo sambil bersenandung kecil memasukkan bumbu-bumbu ke daging yang telah dia potong kecil-kecil dan sedang di goreng pada penggorengan. Dia sedang mencoba resep baru. Namja bermata bulat ini tidak pernah benar-benar memikirkan bagaimana akhir dari masakannya. Dia hanya melakukannya sesuai insting.

Tidak menyadari bahwa di luar, di dekat jendela, seseorang sedang mengontrol detak jantungnya karena baru saja Kyungsoo melirik ke jendela di saat dia ini mengintip ke arah dalam. Untungnya hujan salju dan berkasnya pada jendela nampaknya membuat namja bermata bulat itu tidak sadar.

Setelah beberapa bumbu dan bahan masakan lain, Kyungsoo akhirnya menghidangkan masakan yang merupakan percampuran antara daging sapi dan sayuran itu ke piring yang telah dia sediakan. Puas dengan penampilan masakannya, namja pendek itu kemudian mencuci alat-alat masak yang tadi digunakannya.

Seusai mencuci, namja itu meletakkan masakannya pada oven yang diatur dengan suhu tinggi untuk menghangatkan. Dia lalu memakai syal dan topi hangatnya. Hendak memanggil Luhan dan Baekhyun untuk mencicipi masakannya.

Setelah punggungnya tak nampak, sosok yang dari tadi menunggu itu dengan mengendap-endap masuk ke dalam gubuk kecil itu.

.

Kim Jongin melepaskan topi dan syalnya, meletakkannya di sembarang arah. Perapian yang berada di gubuk kecil ini sudah cukup menghangatkan. Dia dengan santai berjalan ke arah oven, mematikannya, dan dengan lap yang ada di atas oven, namja itu mengambil piring yang di dalamnya.

Dia heran bagaimana Do Kyungsoo membawa oven kemari. Tapi itu tidaklah penting, yang terpenting adalah sekarang dia harus memakan makanan ini sebelum Kyungsoo kembali.

Namja Slytherin itu duduk di sofa yang menghadap ke arah perapian. Hangat dan makanan dengan bau yang sedap. Ini benar-benar menyenangkan.

Satu suap. Dua suap. Tiga suap.

"Hm, sayuran apa ini, terasa lezat"

Empat suap. Lima suap. Enam suap.

"Hm, dagingnya empuk dan matang dengan pas"

Kim Jongin yang merasakan kaldu daging goreng itu memejamkan matanya, menikmati rasa enak yang kini terserap oleh papila-papila lidahnya. Sungguh masakan Kyungsoo benar-benar membuatnya ingin pingsan saking lezatnya.

"Apakah itu enak?"

Jongin mengangguk. Kembali menyuapkan sesendok pada mulutnya. "Ini sangat enak"

"Oh. Sangat enak hingga kau mencurinya?"

"Aku tidak mencurinya" Jongin mengatakan setelah menelan daging yang baru saja dia kunyah. "Aku hanya mencicipinya"

"Mencicipi tanpa izin huh?"

Jongin yang tersadar akan suatu hal, menoleh ke arah suara yang mengajaknya bicara.

Dan untunglah Jongin tidak sedang menelan atau mengunyah, karena dia pasti akan menyemburkannya.

Di depannya berdiri seorang Do Kyungsoo yang sedang menyilangkan kedua lengan di depan dadanya, dan mata bulatnya memandang Jongin dengan penuh unsur intimidasi.

"Ah. Halo Kyungsoo" Jongin mengangkat lebih tinggi piring yang ada pada tangannya. "Masakanmu enak sekali. Sudahkah kau mencobanya?"

Usaha Jongin gagal.

Kyungsoo hendak menarik piring yang dipegang Jongin. "DASAR PENCURI!"

"YAK!" Jongin menghindar dari Kyungsoo yang hendak merebut makanannya. Iya, makanannya. Prinsip Kim Jongin adalah apa yang dia inginkan, itu berarti miliknya. "Kalau aku minta baik-baik pun tidak akan kau berikan kan?"

"Itu bukan alasan!" Kyungsoo yang tadi niatnya kembali untuk mengambil sapu tangan, kini membatalkan niatnya. Dia ingin menyihir Jongin saja dengan sihir-sihir aneh. Namja itu mengeluarkan tongkat sihirnya.

Jongin membulatkan mata melihat Kyungsoo mengeluarkan tongkatnya. "Yak! Yak!"


Sehun dan Luhan keluar dari kelas. Dengan wajah merah. Sehun memerah karena profesor Kyuhyun terus menerus menggodanya. Sedangkan Luhan memerah karena dinginnya suhu sekarang ini. Mereka lalu berjalan, hendak menuju menara tangga bergerak untuk kembali ke asrama masing-masing.

"Sehun, kau tahu yang dimaksud Kyuhyun-saem tadi apa?" Luhan yang sedari tadi belum mengerti mengapa Kyuhyun terus menerus menggoda Sehun –dan dirinya, kendati dia tidak peka– sesungguhnya masih penasaran.

"Ja–Jangan membahas itu lagi!" Wajah Sehun bertambah merah dan dirinya mengerang kesal dalam hatinya. Kenapa muggle ini terus menerus menggangguku?!

Luhan mengernyitkan dahinya. "Kenapa tidak boleh dibahas? Aku kan penasaran Sehun" lanjut namja bermata rusa itu sambil memberengutkan bibir, mengira Sehun pelit.

"Karena itu memalu–"

Drap. "TOLONG!" Drap. "MENJAUH DARIKU!" Drap.

Ucapan Sehun terhenti karena Chanyeol dan Baekhyun tiba-tiba lari dari arah berlawanan dan melewati mereka dengan teriakan minta tolong dan mengusir. Dilihat dari manapun, mereka tidak saling kejar mengejar.

"Kena–"

Drap. "BAEKHYUNNIE~" Drap. "CHANYEOLLIE~" Drap.

Pertanyaan Luhan terpotong karena jawabannya sudah jelas. Mereka melihat Kyungsoo yang berlari meneriakkan nama Baekhyun dan Jongin berlari meneriakkan nama Chanyeol. Jongin dan Kyungsoo juga berlari melewati mereka.

Apa yang terjadi pada mereka?, namja berambut merah muda dan namja rambut abu-abu itu masih memandangi Kyungsoo dan Jongin yang mengejar Baekhyun dan Chanyeol. Kentara sekali Jongin dan Kyungsoo tidak seperti mereka yang biasanya.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"

Mereka mengalihkan pandangan ke depan kembali, dan melihat Jongdae, ketua asrama Ravenclaw sedang berlari kencang ke arah mereka dengan tawa yang menggelegar. Jongdae hanya menyapa mereka berdua sejenak ketika lewat, dan kembali berlari dengan tawa seperti orang gila.

Mereka mengalihkan lagi pandangannya ke depan karena mendengar teriakan yang memanggil-manggil nama Jongdae. Pelakunya adalah Minseok dan Yixing. Kedua siswa Hufflepuff ini juga melewati Sehun dan Luhan begitu saja. Jika dilihat, Yixing dan Minseok tetap seperti biasa.

Jadi ada apa dengan Kyungsoo dan Jongin?

"Hah. Hah" seseorang berhenti di depan mereka (namun mereka sedang menghadap ke belakang), membuat Sehun dan Luhan mengalihkan pandangan ke depan lagi. Kim Joonmyeon sedang terengah-engah dengan badan sedikit membungkuk karena memegang kedua lututnya. "Hah. Hah"

"Suho-hyung, ada apa?" suara Sehun akhirnya memecahkan keheningan sementara itu –tidak hening juga karena masih ada engahan dan umpatan kecil untuk Jongdae dari Joonmyeon.

"Chen sialan itu–" Joonmyeon menarik napas sebentar. "–memberikan ramuan pada masakan Kyungsoo. Dan sialnya, Kai dan Kyungsoo memakan masakan itu"

Luhan membulatkan matanya. "Ramuan apa?"

"Ramuan agar siapa yang dilihat mereka pertama kali menjadi cinta mati mereka, sehingga mereka akan mengejarnya sampai dapat" Joonmyeon mulai berdiri, meregangkan kaki dan tangannya. Ugh, menjadi pendek memang menyebalkan. Seharusnya dia lebih gesit berlari karena pendek, namun nyatanya justru tidak. Tungkainya kurang panjang untuk membuat langkah yang besar. "Dan begitulah mengapa Kai mengejar Chanyeol dan Kyungsoo mengejar Baekhyun"

Sehun tidak tahu haruskah dia menertawakan nasib Chanyeol atau haruskah dia khawatir kalau-kalau Jongin berhasil menangkap Chanyeol dan mengapa-ngapakan kawan tingginya itu. Membayangkan Jongin menyerang Chanyeol lalu menciumnya lalu me–ugh, lupakan, Sehun tidak mau membayangkannya.

Luhan yang merasa kasihan pada nasib Baekhyun maupun Kyungsoo yang terkena kejahilan Jongdae, ingin sekali membantu kedua kawannya. "Apa tidak ada penawarnya?"

"Ada" Joonmyeon menatap Sehun dan Luhan dengan berbinar. Entah mengapa. "Ada! Tolong kalian berdua cari profesor Yesung untuk membuat penawarnya ya! Aku akan membantu Xiumin dan Lay menahan Kyungsoo dan Kai"

Setelahnya Joonmyeon kembali berlari. Meninggalkan Sehun dan Luhan yang saling bertatapan.


Kamar mandi itu terlihat sepi. Tidak ada orang. Hanya ada suara tetesan air dari suatu keran yang belum tertutup secara sempurna. Tapi jika mendengar baik-baik pada suatu bilik di sana, sesungguhnya kamar mandi itu tidak benar-benar sepi.

"Kenapa kau ikut-ikutan berada di sini sih?" bisik seseorang pada seorang yang lain.

Yang lain menatap tidak suka, dia berusaha mendorong seseorang yang lebih besar dan tinggi itu karena dianggap memenuhi ruangan. "Siapa yang ikut-ikutan! Tujuanku memang kemari!"

"Jangan berdalih, Byun mudblood Baekhyun" namja yang tinggi, Chanyeol, berdesis sambil memandang Baekhyun dengan curiga. Baekhyun yang ditatap seperti itu jelas tersinggung dan segera menarik keras telinga Chanyeol –sesuatu yang selalu dilakukannya ketika mereka bertengkar. Hal itu tentu membuat Chanyeol mengaduh dan mengumpat padanya. "YAK! KENAPA KAU MENARIK TELINGAKU?!"

Baekhyun hendak menyolot balas. Tapi suara derap lari yang baru saja sampai di kamar mandi membuatnya urung.

"Aku tadi mendengar suara Chanyeollie di sini~" suara Jongin dengan nada sok manis itu menyapa gendang telinga Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol bergidik ngeri karena kawannya itu menjadi sangat menjijikkan sedangkan Baekhyun was-was karena dimana ada Jongin, di situ ada Kyungsoo.

"Apakah Baekhyunnie juga ada di situ Jongin?" kan. Benar-benar ada Kyungsoo.

Kedua namja yang dikejar itu secara serempak –dengan meminimalisir suara sebisa mungkin– naik ke atas kloset yang tertutup. Mereka berpegangan –refleks, dan punggung mereka bersandar pada dinding kanan dan kiri bilik yang mengelilingi kloset ini.

Mereka bisa mendengar suara dari pintu-pintu bilik yang dibuka satu per satu. Baekhyun dan Chanyeol bertatapan. Tidak ada kata yang terucap atau gesture lain, namun dari pandangan mata masing-masing, mereka sama-sama sedang khawatir karena Kyungsoo dan Jongin sedang menuju kemari.

Sebuah getaran muncul pada pintu bilik tempat mereka berada. Secara otomatis kedua siswa Kogwarts itu menahan napas. Matanya memandang dengan serius dan hati-hati pintu yang bergetar karena usaha membuka dari luar itu.

"Pintu yang ini terkunci Jongin"

"Benarkah?"

Setelah itu mereka bisa melihat tangan Jongin yang masuk dari kolong antara pintu bilik dan lantai. Ugh, betapa inginnya Chanyeol menginjak tangan berkulit tan yang sudah berani menyentuh pantatnya tadi ketika pertama kali Jongin tiba-tiba bersikap aneh dan hendak mengapa-apakan dirinya.

Tak berselang lama tangan itu menghilang. Mereka kemudian mendengar Kyungsoo dan Jongin yang keluar karena Yixing, Joonmyeon, dan Minseok mengganggu (sebenarnya bagi yang normal itu menahan mereka, tapi bagi Kyungsoo dan Jongin itu mengganggu) mereka.

Secara bersamaan, Baekhyun dan Chanyeol menghembuskan napas lega. Selang beberapa detik, Baekhyun sadar akan posisi tangan mereka dan dengan segera namja bereyeliner itu menarik kembali tangannya. Chanyeol yang merasakan sesuatu yang hilang dari genggaman tangannya segera melihat Baekhyun.

Mungkin ini adalah hal terabsurd yang pernah terjadi di hidup Chanyeol. Tidak ada pencahayaan dari sinar rembulan atau langit senja, tidak ada pemandangan indah yang menjadi background ataupun angin yang membelai anak-anak rambut, malahan mereka sedang berdiri di atas kloset, ada suara tetesan air, dan bau khas kamar mandi yang menyeruak ke indera penciuman.

Tetapi wajah Baekhyun yang sedang menunduk sambil merona –entah mengapa, Chanyeol tidak tahu– terlihat sangat manis.

"Kau–" Chanyeol tidak bisa melepas pandangannya dari Baekhyun yang kini mengalihkan pandangannya ke Chanyeol karena namja yang tinggi itu baru saja membuka suara. "–manis juga ya ternyata"

BLUSH.

Wajah Baekhyun semakin memerah. Bahkan terasa panas hingga dia memutuskan pertemuan mata antara dirinya dan Chanyeol tadi. Mulutnya membuka, hendak mengatakan sesuatu namun dia tutup lagi dengan rapat.

Ini pertama kalinya seorang diva bebek yang cerewet seperti Baekhyun benar-benar kehilangan kata-kata. Bahkan untuk mengatakan Diam! pun dia tidak bisa melakukannya.

Dan Chanyeol, dia tersenyum lebar. Tidak menyesal telah tanpa sengaja mengutarakan pendapatnya dengan keras.

Mudblood bereyeliner yang manis eh?


Setelah berhasil menangkap dan mengikat Kyungsoo dan Jongin –juga Jongdae, mereka berkumpul dengan Sehun dan Luhan yang sudah berhasil mendapatkan penawar dari profesor Yesung dengan pengorbanan besar agar tidak dicurigai (Luhan tadi harus berpura-pura seakan dirinya yang terkena ramuan tersebut karena percobaan miliknya sendiri sehingga Sehun meminta ramuan penawar pada profesor Yesung. Di situ Luhan berakting manja-manja ke Sehun, membuat Sehun tidak bisa berpikir dengan baik).

Jongdae kini sedang dihukum oleh Minseok. Entah apa yang dilakukan ketua Hufflepuff berpipi bakpau itu pada Jongdae. Sedangkan Sehun dan Chanyeol memegangi Jongin, untuk diberi penawar oleh Joonmyeon. Sementara Luhan dan Baekhyun memegangi Kyungsoo, untuk diberi penawar oleh Yixing.

Setelah beberapa saat, Kyungsoo dan Jongin terdiam sejenak. Kemudian mereka mengerjapkan mata mereka. Jongin menatap heran pada Sehun dan Chanyeol, begitu pula dengan Kyungsoo. Keduanya bertanya mengapa mereka diikat dan mengapa teman-teman mereka –ditambah Joonmyeon dan Yixing– berada mengitari mereka.

"Syukurlah berhasil" Joonmyeon dan Yixing tersenyum lega. Mereka melepaskan ikatan pada Jongin dan Kyungsoo. "Baiklah kami melihat Chen dulu"

Joonmyeon dan Yixing kemudian pergi menuju tempat Minseok menghukum Jongdae. Meninggalkan mereka berenam.

"Ehem" Jongin membuka suara. "Ada apa ya?"

Chanyeol –yang masih dendam pada Jongin, kendati harusnya dendam pada Jongdae– segera menyahut sebelum Sehun hendak membalas. "Tadi kau dan Kyungsoo diberi ramuan Jongdae"

Jongin dan Kyungsoo membulatkan mata. "La–Lalu?!" Kyungsoo bertanya dengan histeris. Perasaan tidak enak sudah ada setelah kata ramuan dan Jongdae terucap.

"Kalian jadi saling jatuh cinta dan berciuman terus menerus" Sehun menyeringai mendengar dusta dari mulut namja tinggi dengan telinga seperti elf itu. "Sampai-sampai kami harus mengikat kalian dan mencari penawar"

Wajah merah seperti tomat pada Jongin dan Kyungsoo yang membulatkan matanya hingga nyaris keluar membuat Sehun dan Chanyeol harus bersusah payah menahan tawa. Wajahmu kkamjong! Astaga!

Baekhyun dan Luhan hendak mengatakan yang sebenarnya, meskipun geli juga karena melihat wajah Kyungsoo dan Jongin yang lucu, tapi mereka tidak tega. Mendapat firasat bahwa Luhan akan membuka suara, Sehun segera membekap mulut Luhan dan membawanya pergi. Sedangkan Chanyeol membisikkan Ayo pergi, manis pada Baekhyun, membuat namja diva itu bungkam seribu kata dan menurut saja saat tangan Chanyeol menggenggam tangannya, membawanya pergi juga.

SINGGGGG.

"Eum" Jongin menggaruk kepalanya meski tidak gatal. Dia bingung harus memecah keheningan dan kecanggungan suasana ini dengan bagaimana. "A–Apa kita benar-benar berciuman?"

Mata Kyungsoo yang seperti burung hantu itu melirik ke arah Jongin. Sebenarnya dia sebal kenapa Jongin harus membahasnya. Tapi jauh di dalam hatinya, Kyungsoo juga menanyakan hal yang sama. Apa benar mereka berdua berciuman? "Tidak tahu"

"Dan kalaupun tadi kita memang berciuman–" Kyungsoo melirik ke arah Jongin yang berusaha keras tidak melihat ke arah Kyungsoo. "–kita dalam keadaan tidak sadar kan?"

"Ya, kau benar" Jongin tertawa kaku, berusaha mencairkan suasana. "Tapi sepertinya mereka berbohong"

Kyungsoo agaknya cair juga dengan usaha Jongin. "Hm. Kenapa kau berpikir begitu?"

"Lihat saja Sehun yang malah bersama Luhan dan Chanyeol yang malah bersama Baekhyun" Jongin melanjutkan, sedikit lebih tenang. "Malah mereka yang sepertinya kena ramuan dari Jongdae"

Kyungsoo terkekeh mengingat bagaimana mata Luhan mengerjap bingung karena mulutnya dibekap Sehun dan dibawa pergi, begitu pula dengan Baekhyun yang menuruti Chanyeol untuk pergi juga dengan wajahnya yang tiba-tiba merah padam sesudah Chanyeol membisikkan sesuatu.

"Kau benar. Mereka yang memakan ramuan Jongdae"

Suasana awkward tadi, kini benar-benar menjadi santai. Diisi dengan Jongin dan Kyungsoo yang justru membicarakan kawan mereka masing-masing.

.

To Be Continued

Thanks for Reading

.


FFNET DOWN YAAMPUN BARU BISA UPDATE SEKARANG.

DAN TEBAK SIAPA YANG KULIAHNYA SUDAH DIMULAI DAN HARI PERTAMA DAPET TUGAS. HA. HA. HA.

Ada pepatah cuaca tenang sebelum badai kan? Mwehehehehehe yang ini santai-santai saja dulu X3 untuk pengembangan hubungan Hunhan, Chanbaek, dan Kaisoo. Dan kemunculan anggota EXO lain juga. Kasihan mereka kalau jarang nongol.

Oh ya, jadi yang menyelinap pertama pas Kyungsoo keluar habis masak (orang yang sembunyi di luar deket jendela), itu Jongdae. Bukan Jongin X3 setelah Jongdae, baru Jongin.

Kemarin itu banyak kesalahan T.T lebih banyak dan lebih parah dari biasanya. Harusnya Sehun sama Chanyeol waktu ngomong di dalam hati pas si Jongin minta makanan ke Luhan itu manggil pake Kai atau kkamjong, bukan Jongin. Aku kurang teliti. Dan ada satu typo kekurangan huruf gitu deh kayaknya. Huweeeeee. Trus ngga tahu kalau di tampilan browser kalian bagaimana, kalau di opera, di preview (yang untuk author sendiri), sama di mozilla aku lihat garis pemisahnya ada yang ngga ada. Dan beda-beda garis pemisah mana yang hilang di tiap opsi tadi. Aku kan jadi sedih T^T paling benci sama yang namanya typo karena ganggu baca para pembaca. Maafkan ya n(_ _)n

Jawaban pertanyaan :

-pinginnya sih Luhan tetep kayak gini meski dia bertambah umur nanti. Tapi lihat cerita lagi dulu deh ya QwQ bisa apa nggak si Luhan tetap clueless seiring bertambahnya usia.
-Kris jahat atau enggak, tebak saja ya. Pokoknya dari bikin foreword aku udah nentuin kok yang jahat siapa aja dan ngga akan aku rubah! Jadi selamat menebak! Hint : Kris memang ada hubungan di kejadian bom tersebut.
-yap, semua misteri menyangkut ke Luhan dan masa lalunya~
-yap, ledakan kemarin ngga pake sihir. Itu bom muggle.
-kalau tamatnya sih cuma sampai mereka lulus Kogwarts rencananya. Tapi kalau ada waktu dan kalian mau, mungkin bisa bikin sequel. Lihat aja dulu ya, aku udah semester V juga soalnya jadi ngga tahu deh hiks.
-hubungan Sehun sama Kris? Anggota EXO~ #dilempar hahahaha, baca terus saja ya semuanya~

Makasih banget buat follower dan favoriter(?) baru ff ini! Tembus 40 followers T^T Thanks guys! Didn't expect to be this high!

.


Dan untuk merayakannya, aku mengadakan event nih.
Promosikan ke temanmu (lewat personal/blog/FB/twitter/apapun) untuk menarik perhatian teman-teman kalian yang suka baca ff dan yang mungkin cocok sama genre dan pairing ff ini.
Kalau sampai tembus 57 follow-nya sampai chapter berikutnya update (yakni Jumat minggu depan), aku bakal kasih satu chapter yang isinya full moment of Hunhan&/Kaisoo&/Chanbaek
(meski aku ngga bakat nulis romance, kita lihat lah ya)
Btw, jangan maksa sampe bikin akun lain ya X'D ~


.

And ... thank you very much for your reviews; praises; thanks; supports; and thoughts, my reviewers! We already passed 200, guys! Keep it up!

baeyoonhee01 (makasih n(_ _)n ) | exofujo12 (update tepat waktu mwehehehe) | yuuyo (yey! next chap updated!) | Balqis (aku lebih suka Sehun rambut abu-abu daripada pelangi yang nyentrik banget itu. Untuk nama profesor dan tokoh di luar EXO, inget-inget aja ya) | Misslah (next chap updated!) | MayHudza (mwehehehe iya Lulu emesh. Memang tanpa mereka rasanya sepi gitu dan Hunhannya ngga berkembang) | Guest (memang Lulu itu bikin emesh. Silahkan tebak mwehehehe) | bebbyndyaaaa (yaps, untung mereka selamat) | Cho Minhyun 137 (hehe. Stay tune selalu, okay X3 ?) | BigSehun'sjunior (mwehehe, selama ada Luhan rasanya sulit bikin bahaya jadi serius tuh. Dia terlalu clueless #woiyangbikinkaraktersiapah) | exostbabyz (memanggg. Dulu aku pernah nemu di komen di artikel allkpop apa ya, banyak juga fans yang setuju Sehun itu sebagai versi Korea-nya Draco, ngahahahaha) | hunhan (terus baca ya ^^) | XD (memang banyak misteri, aku sendiri aja bingung hehe tapi tenang aja, semua sudah selesai kupikirkan~) | Potterhead (Yey! Tepat waktu!) | gimme (iya masalah belum terungkap di sini X3 ) | Alohamora (makasih n(_ _)n ) | guest (hahaha, iya ngga masalah. Makasih lho malahan) | Oh Luhan (yang ini cuma 3000++ kata, maafkan TwT) | juniaangel58 (mwehehe, aku juga suka kalau Chankai lagi ganggu Luhan mwehehe biar dibasmi ama Baeksoo) | hanhyewon357 (jangann. Nanti digepok ama Sehun loh XD) | 1044 (next chap updated!) | aesthic (okee) | luhen (salam toyor dari Sehun karena udah minta Luhan ganggu dia terus XP ) | yg baru nemu (next chap updated!) | Bottom-Lu (iya nih mau delete juga eman karena aku suka angka di review naik Q_Q bingung. Iya semoga Hunhan cepat dekat mwehehe) | DEERHUN794 (kalau kamu mau dan aku sanggup, bisa sampe punya anak X3 ) | fururu fuyu (karungnya udah dipake Sehun duluan hehe XP ) | cici fu (next chap updated!) | pooarie3 (wah ada yang sama kayak Sehun ternyata. Tapi aku juga kok, dulu sih. Sekarang karena ada temen yang kebiasa di daerahnya ngomong pake sudut pandang ketiga, jadinya kebiasa X'D ) | HunHanCherry1220 (iya separuhnya ff sih dengan tokoh dari fandom Naruto. Cuma karena aku uploadnya di FB dan banyak temen ngga tahu Naruto, jadi aku rubah ke cerpen. Separuhnya lagi emang asli tokoh buatan bukan bayangin tokoh lain/orang beneran) | tnpa nma (next chap updated!) | lalalalovesong (salam kenal juga XD ! Makasih sudah baca dan review!) | namayou (ngakak lah kalau Kris sama Sehun tunangan X'D astaga X'D) | Uchiharuno Rozu (hehe ^^) | ThehunLuhanieYehet (makasih n(_ _)n silahkan baca chapter selanjutnya dan mohon berikan ulasan ^^)

Ah, ini tadi aku iseng jawab semua review karena reviewnya tembus 200. Ternyata jadi panjang banget yak. Ck ck. Maaf kemungkinan chapter depan tidak bisa membalas satu-satu lagi. Takut ganggu yang ngga mau dibales atau yang ngga suka A/N kepanjangan. Hehehe.

Full love,

See ya~~~

Last,

Review?