Chapter 6 : Guarding
.
.
The Zombie
Main cast : Hunhan
Support cast : muncul saat di butuhkan
Rating : 13+ (T/M)
Length : Chaptered
Genre : Action, Adventure, Gore, Horror,(minor)Romance
WARNING! YAOI
.
.
.
Previous Chapter
"Kau pasti lelah Sehunniie. Kau butuh istirahat." Luhan tersenyum lembut pada Sehun.
"Tidak. Bahkan aku bisa menggendongmu sambil berlari." Ucap Sehun menurunkan Luhan dari pangkuannya. Lalu segera berjongkok membelakangi sang adik.
Seperti ini, hyungnya tidak suka penolakan. Mau tidak mau Luhan meletakkan tangannya di leher Sehun. Dirasa sudah siap, Sehun berdiri dan melangkah keluar dari tenda dengan Luhan yang berada di punggungnya.
Sehun membawa Luhan berkeliling di sekitar perkemahan. Luhan hanya bisa menunjuk kesana kemari dan Sehun menurutinya. Sesekali mereka tertawa bersama. Tidak mengetahui saat ini ada sepasang mata yang menatap mereka dari kejauhan.
.
.
.
.
.
3 hari kemudian...
.
.
.
.
.
"Jackson hyung.. apa kau melihat hyungku?" Tanya Luhan pada Jackson yang sedang duduk sambil mengasah pisaunya.
"Hyungmu sedang pergi bersama Taec." Jawab Jackson tanpa menoleh ke arah Luhan.
"Pergi kemana?" Tanya Luhan lagi.
"Aku tidak tahu. Mereka pergi menggunakan mobil." Jawab Jackson berhenti mengasah pisaunya. Lalu menoleh ke arah Luhan.
"Baiklah. Apa kau ingin latihan hyung?" Tanya Luhan yang melihat Jackson beranjak dari duduknya. Jackson hanya mengangguk menjawab pertanyaan Luhan.
"Kau mau ikut? Yang lain juga berada disana."
"Ya.. aku akan ikut. aku tidak mau berada di dalam tenda terus dan mati kebosanan di sana." Jawab Luhan tersenyum pada Jackson.
"Ayo.." Ucap Jackson balas tersenyum sambil mengusak surai madu Luhan lembut.
Setelah itu mereka berdua berjalan berdampingan menuju lapangan kosong di sebelah perkemahan yang sekarang menjadi tempat mereka berlatih.
Di jalan menuju lapangan Jackson hanya mendengarkan ocehan Luhan dan sesekali menjawab jika Luhan bertanya padanya. Tidak ada kecanggungan sama sekali di antara mereka. Bahkan Jackson pun di buat tertawa oleh Luhan karena ocehan lucunya.
Mereka berdua telah sampai di tempat tujuan. Teman-teman mereka sudah memulai latihan. Jackson langsung berlari dan segera mengikuti gerakan yang di peragakan oleh Kris selaku pemimpin latihan. Sedangkan Luhan di belakang tertawa melihat Jackson yang terlambat.
Luhan duduk di kursi kayu yang berada di bawah pohon. Menatap hyung-hyungnya yang sedang latihan, ia sudah menganggap mereka semua seperti hyungnya sendiri dan mereka juga memperlakukan Luhan layaknya adik mereka.
"Membosankan sekali hanya melihat mereka berlatih, sedangkan aku hanya duduk di bawah pohon." Gumam Luhan pelan dan disusul helaan nafas. Ia melihat kakinya yang sudah membaik dan teringat kejadian yang membuat kakinya terkilir. Ia jadi merasa bersalah karena telah berbohong pada hyungnya.
Amber menghentikan gerakannya setelah tidak sengaja melihat Luhan yang duduk dengan kepala tertunduk. Ia melangkahkan kakinya menuju Luhan, lalu mendudukkan dirinya tepat di samping Luhan.
"Kau tak apa Lu?" Tanya Amber menolehkan kepalanya ke samping menatap Luhan. Yang di tanya mengangguk, lalu menoleh dengan senyuman cantik di wajahnya.
"Kau tidak latihan Amber h-hyung?" Tanya Luhan mengusap lehernya yang tidak gatal saat mengucap kata 'hyung' pada Amber.
"Tidak. Aku akan menemanimu disini." Jawab Amber tersenyum. Kemudian, mereka mulai asik berbicara dan saling bercanda yang membuat mereka tertawa.
Tidak mengetahui ada seseorang yang sedang menatap mereka dari kejauhan, seseorang itu tersenyum tipis dengan mata yang masih terpaku pada salah satu dari mereka.
.
.
.
.
"Berhenti.." Ucap Sehun.
BLAMM!
Grrhh~ Grrrhhh~
"Biar aku saja." Ucap One sambil menarik pisau yang berada di pinggangnya. Ia berjalan menuju walkers yang juga berjalan kearahnya.
SREETT..
One menusuk cepat kepala walkers itu hingga mati dan langsung mencabut kasar pisau yang masih berada di kepala walkers itu. Ia juga menginjak kuat kepala itu hingga hancur.
"Periksa mobil-mobil itu dan ambil semua barang yang ada di dalamnya." Ucap Sehun memberitahu Taecyeon dan One. Mereka berdua hanya mengangguk menyetujui ucapan Sehun.
"Dan Aku akan mencoba memeriksa bahan bakar yang ada di mobil-mobil itu." Ucap Sehun lagi.
Mereka mulai memeriksa satu-persatu mobil yang ada disana, banyak mobil yang terparkir tidak rapi dan acak-acakan dengan pintu yang terbuka.
Taecyeon dan One banyak mendapatkan kotak sereal dan makanan kaleng yang masih belum dibuka, mereka juga mendapatkan banyak pakaian dari mobil-mobil yang sudah mereka periksa.
Sehun juga sudah mendapatkan bahan bakar yang ia ambil dari mobil-mobil yang ada disana. Sudah tiga jam mereka memeriksa tiap mobil yang di tinggal oleh pemilik-pemiliknya itu dan banyak mendapatkan barang-barang yang mungkin akan berguna di perkemahan nanti.
"Apa semua ini muat diletakkan di dalam mobilmu Taec?" Tanya One sambil menurunkan box terakhir yang berisi pakaian dan makanan-makanan kaleng
"Aku tidak tahu. Kita bisa membawa salah satu mobil yang ada disini." Jawab Taecyeon memasukkan box-box ke dalam mobilnya.
"Aku akan siapkan mobilnya." Ucap Sehun berjalan menuju salah satu mobil yang ada disana.
One mendudukkan dirinya di bawah bersandarkan mobil Taecyeon menunggu Sehun menyiapkan mobil. Ia berpikir dirinya benar-benar beruntung karena di selamatkan dan dapat bergabung di kelompok ini.
"Angkat box itu masuk." Ucap Sehun yang sudah siap dengan mobil yang ia ambil dari salah satu mobil yang ada disana.
"Baik." Ucap One segera berdiri dan langsung mengangkat satu-persatu sisa box yang ada disana ke dalam mobil yang dibawa oleh Sehun.
Setelah selesai mengangkat box-box itu ke dalam mobil yang dikendarai Sehun, One mengetuk kaca belakang mobil memberi tanda bahwa ia sudah memasukkan semua box. Sehun melihat kearah kaca spion dan mengacungkan jempolnya pada One.
Sehun menyalakan mesin mobilnya dan segera meleset pergi dengan disusul oleh Taecyeon dan One kembali menuju ke perkemahan.
.
.
.
.
"Amber hyung~ kau lagi apa?" Ucap Luhan riang saat berjalan menuju Amber.
"Manggang sosis, kau mau?" Tanya Amber menawarkan sosis yang ia panggang pada Luhan.
"Wahhh... Sosis. Aku mau hyung." Jawab Luhan dengan mata berbinar.
"Iya, Tunggulah di meja sana Lu."
"Baiklah. Aku akan menunggu." Ucap Luhan berjalan menuju meja yang sudah ada B.I dan Vernon disana sedang asik membaca komik.
"Luhannn... sini duduklah disampingku." Ucap Vernon saat matanya melihat Luhan berjalan menuju meja mereka.
"Tidak. Duduklah di sampingku Luhan, kau bisa membaca komik bersamaku." Ucap B.I tidak mau kalah dengan Vernon.
Luhan hanya tersenyum mendengar perdebatan kecil antara B.I dan Vernon tentang dimana Luhan akan duduk. Ia lalu berjalan ke tengah-tengah mereka dan duduk diantara keduanya.
"Jangan dekat-dekat dia Lu." Ucap B.I menarik pinggang Luhan agar mendekat ke arahnya.
"Ciihh... seharusnya aku yang bilang seperti itu." Balas Vernon sambil menarik pinggang Luhan mendekat ke arahnya. Sedangkan Luhan memutar matanya malas karena jengah dengan kedua hyungnya ini.
"Sudah-sudah.. kalian tidak lihat, Luhan benar-benar kesal dengan kelakuan kalian." Amber datang dengan membawa dua piring yang berisikan dua sosis tiap piringnya.
"Aku dengan Luhan." Ucap B.I mengambil cepat piring yang berada di tangan kiri Amber. Lalu menarik pinggang Luhan mendekat kearahnya. Luhan tidak protes sama sekali ia hanya fokus dengan sosis dan komiknya.
"Aku ingin bersama Luhan.." Rengek Vernon tidak tahu malu di hadapan Amber.
B.I benar-benar ingin membuat Vernon kesal dengan sengaja menyuruh Luhan untuk menyuapinya dan sesekali ia juga menyuapkan sosisnya pada Luhan. Sedangkan Luhan terlihat biasa saja dan asik membaca komiknya.
"Apa enak Lu?" Tanya B.I. yang di tanya hanya mengangguk seperti anak kecil.
"Ambillah punyaku." Ucap B.I memberikan sosisnya pada Luhan. Luhan menoleh dan tersenyum manis pada B.I.
"Terima kasih hyung."
"Sama-sama." Balas B.I mengusak surai madu Luhan lembut.
Setelah itu mereka diam dan fokus dengan komik yang mereka baca. Sedangkan Amber sudah kembali ke tendanya. Luhan juga telah selesai membaca komiknya dan sedang memperhatikan kedua hyungnya yang masih fokus dengan komiknya.
Luhan ingin menjahili kedua hyungnya ini. a memutuskan untuk mengambil komik yang di baca kedua hyungnya ini bersamaan dan langsung meleset pergi berlari. B.I dan Vernon menoleh bersamaan dan menyeringai.
"Lulu ingin di kejar rupanya." Ucap Vernon masih dengan seringaiannya.
"Cepat temukan dia, aku masih penasaran dengan ending komik itu." Ucap B.I menimpali.
Luhan bersembunyi disamping mobil yang berada di luar perkemahan, ia terkekeh mendengar gerutuan kedua hyungnya itu yang tidak dapat menemukannya. Ia juga sesekali mengintip agar bisa melihat keberadaan B.I dan Vernon.
Ketika telinganya menangkap suara langkah kaki, ia menutup mulut dan hidungnya bersamaan agar tidak menimbulkan suara. Ia segera berjalan memutari mobil dan ingin mengejutkan siapa diantara kedua hyungnya itu yang dapat menemukannya.
Saat ia bersiap ingin mengejutkan, seseorang itu berbalik dan ingin menyerang Luhan. Ternyata itu adalah walkers yang berada di hadapannya.
BRUKK!
Grhhh~ Grrhh~
"TOLOONGG... HYUUNGG..." Teriak Luhan nyaring. Ia benar-benar takut dan panik secara bersamaan. Tangannya masih menahan kuat leher walkers itu.
"ASTAGA.. LUHANNN." Teriak Kris langsung berlari saat menemukan Luhan yang berusaha menahan walkers diatas tubuhnya yang berusaha menggigitnya. Kris kesusahan menarik kaki walkers itu karena kulit kaki makhluk itu juga ikut terlepas.
SREETTT..
Mino datang dan langsung menancapkan parang yang di pegangnya ke kepala walkers itu dan seketika ambruk di atas tubuh Luhan. Kris segera menyingkirkan makhluk itu dari atas tubuh Luhan dan langsung memeluk Luhan yang bergetar karena ketakutan.
Luhan menangis kencang di pelukan Kris, sedangkan Kris hanya bisa mengusap punggung Luhan bermaksud untuk menenangkannya. Luhan tertidur setelah menangis se-senggukan selama lima belas menit dan Mino masih tetap berdiri di tempatnya menatap Kris yang masih memeluk Luhan.
Kris berdiri dan menggendong Luhan yang tertidur ala bridal style. Kris berjalan ke arah Mino dan memberinya senyuman tulus.
"Terima kasih. Kau sudah menyelamatkan Luhan." Ucap Kris pada Mino. Sedangkan Mino hanya mengangguk membalas ucapan Kris.
"Apa dia tergigit?" Tanya Mino.
"Tidak. Aku sudah memeriksanya." Jawab Kris dan berlalu pergi dari hadapan Mino membawa Luhan menuju tendanya.
Mino melihat kepergian Kris yang membawa Luhan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
.
.
.
.
Sehun sampai duluan di perkemahan. Matanya melihat walkers yang tergeletak mati di depan sana. Tanpa banyak berpikir ia langsung keluar dari mobil dan berlari kencang masuk ke area perkemahan.
"Apa yang terjadi? Aku melihat ada walkers yang tergeletak mati di luar sana." Tanya Sehun gusar pada Kris.
"Luhan." Jawab Kris singkat.
"KENAPA? APA LUHAN DI GIG- JAWAABB KRIS." Teriak Sehun mencengkram kerah baju Kris.
"Tenanglah Sehun. Luhan baik-baik saja, dia tidak tergigit." Ucap Amber menenangkan Sehun yang terlihat gusar dan panik.
Sehun langsung berlari menuju tendanya untuk memastikan sendiri apa yang di katakan Amber. Ia menghela nafas lega saat melihat Luhan yang baik-baik saja dan sedang tidur. Sehun mendudukkan dirinya di samping Luhan, tangannya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi mata sang adik.
"Aku tidak bisa kehilanganmu Lu. Kaulah satu-satunya yang aku punya dan aku akan selalu melindungimu bagaimanapun caranya." Ucap Sehun sungguh-sungguh sambil mengusap pipi halus Luhan.
"Aku sangat mencintaimu Lu." Ucap Sehun lagi dan mencium kening Luhan.
Sehun keluar dari tenda dan berjalan menuju ke tempat teman-temannya berkumpul. Ia melangkahkan kakinya menuju Kris. Mereka saling bertatapan.
"Maaf.. Aku telah berbuat kasar." Ucap Sehun menatap Kris.
"Tidak apa. Lagipula Itu sangat wajar, hyung yang mengkhawatirkan adiknya." Ucap Kris tersenyum yang juga di balas Sehun dengan tersenyum tipis.
"Kau yang menyimpan senjata?" Tanya Kris.
"Ya. Aku yang menyimpannya." Jawab Sehun.
"Aku sudah membicarakan ini bersama yang lain, kita akan melakukan penjagaan di perkemahan ini. Kau setuju?" Tanya Kris lagi. Sehun menganggukkan kepalanya cepat menyetujui perkataan Kris.
"Itu sangat bagus." Ucap Sehun menepuk pundak Kris.
"Baiklah, aku akan memanggil yang lain untuk membahas ini." Ucap Kris.
Kemudian Kris mulai melangkah pergi untuk memanggil teman-temannya. Sedangkan Sehun pergi menuju tendanya untuk mengambil senjata api. Tak lama kemudian semua kecuali Luhan telah berkumpul sesuai yang Kris instruksikan di meja persegi untuk membahas rencana tersebut.
"Kita harus melakukan penjagaan di perkemahan ini." Ucap Kris. Mereka semua mengangguk menyetujui ucapan Kris.
"Penjagaan mulai berlaku malam hari ini dan Kita harus menentukan siapa yang akan berjaga." Sambung Kris.
"Aku dan Vernon yang akan berjaga malam ini." Ucap B.I yang diangguki oleh Vernon.
"Baiklah, Kalian berdua yang akan berjaga malam ini. Jangan lupa salah satu dari kalian harus berkeliling untuk mengecek sekitar perkemahan." Ucap Sehun memberikan senjata rifle kepada B.I dan Vernon.
"Baik." Jawab mereka berdua bersamaan.
.
.
.
.
.
To be Continued
haii... author balik lagi. masih ada yang nunggu ff ini?
maafkan author yang lagi buntu dan semoga kalian suka dengan chap yang aku buat ini.
jangan lupa review dan favorite karena itu sangat di butuhkan hehe...
*Happy reading and review*. salam dari D
