Sebelumnya, terimakasih banyak buat : bubblegirl202 – ruixi1 – Huang Zi Lien – ferina . refina – junia . angel . 58 – kartikadyo96 – Sognatorel – lolamoet – NinHunHan5120 – dyopororoo – himekaruLI – PandaYehet88 – Oh SeHan – 15 – humaira9394 – selured15 – Nearo O'nealy

para readers yang nagih di twitter, ig. Yang udah baca, favorite, follow, plus promosiin wkwk pokoknya makasih banget buat semuanya yang udah mau nungguin ff ini. jujur, ini lama apdet garagara kena WB huhuhu tapi kemaren baru dapet inspirasi yang agak nyambung sama jalan cerita ini. makanya langsung ketik dan apdet. Pokoknya biiiiiiiigggg thankssss buat yang udah nungguin 'My Brother (not) My Beloved' ^^

.

author : Ohmydeer

Tittle : My Brother ( Not ) My Beloved

Pairing : Kim Jongin – Do Kyungsoo – Xi Luhan – Oh Sehun

Another : EXO member

Rating : T

~don't co-pas without permission.~

Enjoyyy ^^

.

.

'…aku senang bisa ke pantai bersama Sehun, itu kencan impianku. walaupun dia hanya diam saja sedari tadi. aku iri dengan kyungsoo yang tidak menyukai kai namun malah mendapatkan perlakuan manis darinya. lalu Sehun? dia kekasih ku, tapi dia tidak melakukan hal manis yang kai lakukan, ah aku jadi ingin menangis rasanya. ah apa mungkin Sehun punya cara manisnya tersendiri untukku? baiklah, aku akan menunggu saat nya tiba^^'

tulisan terakhir dibuku itu, tidak ada tulisan lagi setelahnya.

Sehun meletakkan buku itu di dekat kepala Luhan, agar saat bangun, Luhan tidak curiga. Sehun mengusap pipi Luhan, anak yang lebih tua sedikit bergerak tak nyaman.

Sehun merasa jika dirinya terlalu jahat.

memanfaatkan Luhan tidak berefek apa-apa, apa Sehun harus menghentikan permainan ini?

"rusa bodoh. kau menangis di dalam topeng tersenyum mu", Sehun mengacak rambut Luhan sekilas, lalu turun menuju ranjang nya dan mencoba tertidur

.

.

.

.

Minggu terakhir di bulan November. Seperti biasa, kebiasaan orang rumah tetap sama. bangun pagi, mandi, sarapan, lalu bersiap berangkat sekolah. ulangan kenaikan kelas pun sebentar lagi akan dirasakan oleh Sehun dan Kai. Luhan dan Kyungsoo sudah mulai sibuk mengurusi skripsi mereka. tapi tetap saja, sesibuk apapun Kai untuk belajar, serumit apapun rumus yang harus ia hafal. Semua akan terasa mudah jika ia melihat sang 'kekasih' tercinta nya ada di depan wajah nya sambil membantu nya menyelesaikan tugas-tugas yang bertumpukan diatas meja belajar.

"Jadi, kau jangan memakai rumus yang ini. kau harus mencari garis phytagoras nya sebelum kau memasukkan nya kedalam rumus yang satu nya.. bla bla bla", yeah, Kyungsoo tiba-tiba menawarkan diri menjadi guru privat selama Kai mendekati hari ulangan nya (sebenarnya ini permintaan Kai).

Sebenarnya, Kai tidak terlalu mengerti apa yang dikatakan Kyungsoo. toh, dia bisa mencontek pada si pandai Sehun ketimbang harus repot repot memusingkan diri dengan menghafal rumus matematika yang beranak itu. atau, Kai tinggal menghitung kancing atau menjawab kertas ulangan dengan pilihan ganda itu A semua, atau B semua mungkin. simple. Lagipula dia sudah memulai pekerjaan nya belakang ini (hanya part time), jadi setelah lulus, dia akan langsung mengambil pekerjaan nya menjadi tetap itu—untuk informasi, Kai mengambil pekerjaan sebagai guru les Dance hiphop di sekitar Myeongdong—dengan gaji yang lumayan untuk makan 3 bulan tentu nya.

Setelah itu dia berfikiran untuk mengajak Kyungsoo menikah setelah tabungan nya cukup ^^ menyenangkan!

TUKk

Arggghtt

Kai menggerang tidak suka saat kepala nya (lagi-lagi) dipukul oleh buku tugas nya sendiri. jangan pernah berani berani nya mengabaikan Kyungsoo yang sedang berbicara.

"Kau melamun untuk yang ke empat kali nya hari ini Kim Jongin", dengus Kyungsoo

Kai menggaruk tengkuk nya, "Maaf, baby"

Kyungsoo menghela nafas, "Ughh jangan memanggilku begitu, dan mungkin kau juga stress makanya melamun sampai tersenyum senyum tidak jelas begitu. baiklah, pelajaran kali ini diselesaikan saja, oke?", Kyungsoo bangkit dari atas ranjang Kai—mereka memilih belajar diatas ranjang (tentu saja Kai yang mengusulkan)

"Kenapa 'jangan'? aku kan kekasih mu, Hyung"

"Sejak kapan? Mungkin kau hanya sedang bermimpi menjadi kekasih ku Kai"

Kai mengikuti Kyungsoo dari belakang, sekarang mereka tengah berada di ruang tamu rumah Kai. Kyungsoo membawa dirinya duduk di sofa dan menyalakan TV rumah Kai—Eomma dan Appa Kai sedang tidak dirumah.

"Kau masih tetap tidak menerima ku huh?", Kai duduk disisi kanan Kyungsoo

Kyungsoo menoleh malas, "Berhentilah"

"Tidak. aku butuh kejelasan hubungan kita"

Kyungsoo mulai jengah, "Berhentilah bersikap kekanakan, aku sudah berulang kali menolak. Kenapa kau tetap memaksa?"

"Karena aku belum mendapatkan jawaban yang ku mau"

Kyungsoo diam sambil menatap layar TV datar di depan nya,

"Hyung, aku moh—

.

BRUKK

PRAANGG

.

—Astaga, Monggu!", Kai langsung berlari kearah salah satu anjing nya. Kyungsoo mengikuti dari belakang. Anjing Kai itu sedang terjebak di dalam tong sampah plastik dekat komputer Kai. Kai mengangkat Monggu—nama anjing itu—yang terjebak dalam tong sampah.

"Aigoo, apa yang sedang kau lakukan huh?", tanya Kai pada si anjing, Kyungsoo memutar bola mata malas,

"Biar bagaimana pun dia tidak bisa menjawab, Kai"

Kai mendengus, lalu menatap meja computer lagi. ah Kai mengerti. Monggu pasti sedang menggapai mainan nya yang terletak di meja itu, disitu memang ada mainan si anjing. Ah sial!

"Monggu, kau menjatuhkan bingkai foto ku", Kai langsung meletakkan Monggu di lantai dan berjongkok untuk membereskan pecahan bingkai kaca nya. "Padahal ini foto bersama kakak sepupu ku yang di kanada, foto satu-satu nya pula, huh", gumam Kai sambil mempunguti pecahan kaca

Kyungsoo itu berjongkok, lalu melihat foto yang terjatuh berbalik.

"Kau punya sepupu dari kanada?", tanya Kyungsoo penasaran

Kai menoleh dan tersenyum, "Iya. Keren kan? hehe"

"Aku mau lihat", Kyungsoo mengambil foto nya, dan—tolong, siapapun jangan mempotret ekspresi Kyungsoo kali ini. ini sungguh mengejutkan. Mata bulat Kyungsoo tambah di buat membulat. Mulut nya terbuka sedikit, ingin mengeluarkan kata-kata namun seperti tertahan di tenggorokan nya.

Kai membuang pecahan kaca nya di tong sampah dekat nya. lalu berdiri, dan jongkok kembali ketika melihat Kyungsoo masih jongkok sambil memandangi foto dia dan kakak sepupu nya.

"Hyung, tidak apa-apa?", Kai menepuk bahu Kyungsoo pelan

Kyungsoo tersentak, seperti jiwa nya baru masuk kembali kedalam raga nya.

"Ughh. Ya, hmm ini, bolehkah aku tahu siapa nama kakak mu?", ucap Kyungsoo gugup

Kai bergernyit, lalu cemberut. "Jangan bilang kalau kau menyukai nya! isshtt seharusnya kau tidak melihat foto ini, memang dia tampan, tapi aku tidak akan pernah menyerahkan mu pada nya!", ujar Kai sebal

"Kai. beritahu saja, siapa namanya", ujar Kyungsoo datar

Kai menatap tatapan mata kosong Kyungsoo. "Yifan. Wu Yifan. Ada apa huh? kau tidak benar-benar menyukai nya kan?"

Kyungsoo terduduk kali ini. oh astaga, Yifan.. Kris.

Jadi, Kris dan Jongin bersaudara?—gumam batin Kyungsoo sembari dirinya memijit kepala nya yang sedikit pusing karena kenangan masa lalu nya seperti terputar kembali dalam otak nya. dia memandangi kembali foto ke dua anak kecil—usia anak SMP—yang sedang tersenyum menghadap kamera.

"Heyy ada apa Hyung?", tanya Kai agak serius dan mulai memasang ekspresi panic nya

Kyungsoo mencoba berdiri, "Tidak apa", dia tersenyum.

"Aku harus pulang sekarang. Sehun pasti sudah kelaparan menungguku. Sampai jumpa", lalu Kyungsoo berjalan—setengah berlari—kearah sofa untuk mengambil tas nya dan langsung hilang saat pintu utama terbuka lalu tertutup kembali.

Kai berdiri mematung. Mengambil foto nya dan Yifan yang tergeletak di lantai.

"Sebenarnya.. ada apa?", gumam nya parau

.

.

.

.

Waktu istirahat dihabiskan oleh Kai dengan berkeliling sekolah. dia hanya sendiri, Sehun yang diajaki malah memilih pergi ke ruang seni music ketimbang ikut teman nya untuk mencari seseorang. Orang itu adalah Tao. Kai sedang mencari seorang anak panda untuk menanyakan sesuatu.

Dikelas, Tao tidak ada. Dikantin pun sama. di toilet apalagi. Bahkan Kai sudah keatas gedung namun nihil juga. yang terakhir, taman belakang sekolah.

"YAKK!", teriak Kai senang pada anak panda disana

Tao—yang mendengar teriakan Kai hanya memandang wajah Kai dengan ekspresi kesal nya

"Akhirnya aku menemukan mu", Kai duduk disebelah Tao yang sedang duduk di rumput hijau taman sekolah mereka

Tao mengangkat alis nya bingung, "Untuk apa mencariku?"

"Bertanya", ujarnya singkat

"Tentang?"

"Kris ge"

Kai menceritakan yang kemarin dialami nya. dia menceritakan dari awal, sejak Kyungsoo mengajarkan nya, duduk di sofa dan saat Monggu menjatuhkan bingkai foto nya bersama Kris. awalnya Tao juga tidak menyangka bahwa Kai adalah adik sepupu dari Kris—kekasih nya—bahkan Kris pun baru ingat dengan tampang Kai belakang ini, itu Karena Kai dan Kris tidak bergitu dekat. mereka dekat karena dulu Kris pernah tinggal di korea selama 2 tahun sebelum pindah ke china dan kanada. Dan sekarang Kris kembali lagi ke korea—awalnya untuk mengawasi Tao, eh tapi malah mempunyai peluang menjadi guru olahraga basket di sekolah Tao—Kris juga tidak tinggal bersama keluarga Kai di korea, karena tidak mau merepotkan awalnya, makanya dia belum bertemu Kai dengan resmi setelah berpisah beberapa tahun.

"Jadi, Kyungsoo Hyung mengenal Kris ge?", tanya Tao penasaran juga

Kai memutar bola mata malas, "Yeahh, dan ku kira kau mengetahui nya, makanya aku bertanya padamu"

"Tidak. aku baru tahu dan Ahh—lagipula aku belum bertemu dengan kakak nya Sehun yang satu itu"

"Benarkah?"

"Yeah, hanya sekilas dan satu kali, itu pada saat pengambilan nilai kelas satu. Kau tahu sendiri, aku tidak pernah bermain ke rumah Sehun, selalu Sehun yang mendatangi kediaman ku"

Kai mengangguk mengiyakan. Benar juga, bagaimana Tao bisa tau kalau bertemu saja jarang.

"Kau punya foto Kyungsoo Hyung dengan jelas?", tanya Tao, Kai mengangguk, "Tentu saja", lalu mengambil ponsel dan membuka galeri foto dan mencari foto yang paling jelas

"Ini", Kai menyerahkan foto Kyungsoo yang sedang ber-selca di pantai tiga minggu yang lalu. dia mendapatkan nya dari Luhan—berhubungan Kyungsoo berfoto di ponsel Luhan

Tao mengamati wajah Kyungsoo. "Seperti nya aku pernah melihat wajah nya, seperti tetangga kompleks ku dulu"

Kai terlihat tertarik, "Dulu? apakah selama itu?"

"Hmm—seperti anak kecil tetangga rumah ku di China dulu, sudah lama sekali. mungkin 9 tahun yang lalu, nanti lah akan aku tanyakan pada Kris ge"

Kai mengangguk, "Baiklah, dan ngomong-ngomong dimana guru funky itu berada?"

"Dia sedang ke Daegu menemani Profesor Choi"

Mereka pun berbincang sampai bel tanda masuk berbunyi. Kai berjalan duluan di depan Tao. Tao menatap ponsel nya, menatap foto itu kembali. Tao menggigit bibir bawah nya, sembari menatap foto 'kakak Sehun' dengan pandangan sulit diartikan..

Dou Jing Xiu? Apakah itu kau?—gumam batin Tao lirih. Tiba-tiba terbayang kejadian masa lampau.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Flashback 9 tahun lalu,

"Aku menyukai nya", ucap seorang bocah berawakan mungil kepada bocah yang lebih tinggi beberapa centi.

"Siapa?", tanya anak mata panda dengan wajah yang di buat sepenasaran mungkin.

Si mungil menunjuk kearah lapangan taman kompleks, "Si rambut pirang. Anak kelas 2 SMP di Zhaowan Academy"

Si mata panda menatap arah tunjukkan si mungil, lalu tersenyum kecut. "Oh, dia"

"Tampan sekali. aku akan mendapatkan nya, kau harus mendukung ku ya, Tao"

Si mata panda—Huang Zi Tao—menatap si Mungil—Dou Jing Xiu—dan (lagi-lagi) tersenyum, paksa.

"Yeah, tentu"

.

.

"Sudah menunggu lama hmm?",

Tao mendongak menatap orang yang sudah sebulan ini dekat dengan nya, "Tidak, Yifan ge"

"Ughh manis sekali senyuman mu, Taoie"

Tao tersipu, Wu Yifan yang mendatangi Tao duduk di sisi kiri Tao. Tao memberikan botol minum padanya.

"Xie Xie", setelah menenggak minuman yang Tao berikan, Yifan memandang Tao. "Ku lihat tadi teman mu menatap ku lagi, apa permainan ku buruk?"

Tao menatap Yifan dalam, "Tidak. kau selalu keren."

Yifan terkekeh, "Ku rasa teman mu menyukai ku"

Tao langsung menunduk—membuang tatapan matanya dari pandangan Yifan. "Lalu, apa yang akan kau lakukan?"

Yifan berfikir sebelum menjawab. "Mungkin menerima nya, dia imut", ucap nya tanpa tau ada hati yang terngah retak sekarang

"Baguslah, kalian cocok"

.

.

(Tao pov) Dua minggu kemudian..

"Yeahhh Taoieee, terimakasih sudah membantuku berdekatan dengan Yifan, aahhh dia menerima cinta kuuuu", ucap Jingxiu ge dengan senang nya, aku menatap nya sambil tersenyum—namun hati ku tidak

"Selamat Ge", ucapku paksa

Dia tersenyum, "Ya, aku sangat berterimakasih padamu, oh ya hari ini aku pulang bersama Yifan Ge, aku duluan. papayy", pamit nya berlari kearah depan sekolah, pasti Yifan Ge sedang menunggu nya di gerbang. Aku berlari mengejar Jingxiu ge.

Aku melihat mereka saling bertatapan. Sial! kenapa rasa nya se-sesak ini?!

Tidak, ini salah. Aku harus mengambil milikku kembali. Jingxiu ge, maafkan aku.

.

.

2 bulan kemudian..

"Ke—kenapa, kenapa tiba-tiba seperti ini huh?", Yifan ge terlihat bingung

Aku tersenyum miris, "Aku yang duluan mengenal mu, aku yang duluan mencintai mu, dan seharusnya aku yang memiliki mu. kenapa kau malah berpaling dan bersama Jingxiu ge sekarang?!"

"Tapi kau yang mengenalkan nya pada ku, Tao"

Aku menggigit bibir bawah ku kencang, mnahan isakan yang mungkin akan keluar. "Aku tidak berfikir kalian akan seperti ini", aku menunduk

Hening beberapa saat

"…Asal kau tahu, aku sebenarnya—juga, menyukai mu Tao"

Aku tersentak hingga mundur beberapa langkah, menatap nya dengan mata membulat.

"Ku kira kau akan diam saja jadi aku menerima nya, aku menerima nya untuk membuat mu cemburu"

"..dan kau berhasil", aku memotong

Dia mengangguk, "Ya, aku akan mencari cara agar bisa lepas dari Jingxiu"

Aku tersenyum, dan memeluk anak yang 2 tahun lebih tua ini. aku menyayangi nya. tidak mau dia pergi, Maafkan aku Jingxiu ge. aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.

.

.

.

.

.

.

Kembali ke masa sekarang..

Tao hari ini memasak, membuatkan makanan special untuk Kris. Kris yang baru saja pulang dari Daegu pun merasa senang bukan kepalang mengetahui kekasih nya memasakkan makanan kesukaan nya.

"Bagaimana ge? enak kah?", tanya Tao penasaran, pasal nya sedari tadi Kris hanya makan sambil melengguh nikmat. Namun tidak mengatakan apapun yang membuat Tao tersipu. malah Tao berfikir kalau Kris sedang makan sambil beronani karena dia melengguh nikmat seperti orang sedang mencapai klimakas nya—Oh pemikiran yang bodoh, Tao.

Kris menatap Tao, "Tentu, masakkan 'istriku' memang nikmat", balas Kris dengan makanan yang menyumpal mulut nya.

Tao kini tersenyum malu, "Kekeke rasanya menggelitik ketika kau memanggil ku istri"

Kris mengusap kepala Tao dengan lembut,

Oh iya, Tao harus mencari kejelasan nya sekarang.

"Ge, kau masih ingat dengan Dou Jing Xiu ge?", tanya Tao sambil menatap Kris. Kris mengambil air putih dan meminum nya sembari menatap langit-langit ruang makan rumah Tao—seperti berusaha mengingat

"Hmm.. teman kecil mu kan? yang—ekhemm—pernah menjadi kekasih ku Karena kita salah faham?", Kris memastikan

Tao mengangguk kecil, "Ya, dan sial nya. ternyata Do Kyungsoo kakak nya Oh Sehun yang beberapa bulan lalu menginap dirumah ini adalah Dou Jing Xiu ge. kau pasti kaget. Aku baru mengetahui ini dari Kai—sepupu mu sekaligus kekasih Kyungsoo Hyung sekarang. dan sial nya lagi, Sehun menyukai kakak nya itu, kau pasti sudah mendengar cerita ku dengan Sehun waktu itu."

Kris tergagap, "Astaga, dunia benar benat sempit"

Tao terkekeh, "Betul. Aku bahkan sudah memikirkan perkiraan terburuk saat Jingxiu ge bertemu kita, aku—aku masih merasa bersalah padanya"

"Ya, aku meninggalkan dia selama bertahun-tahun ke kanada dan ketika kembali ke China, dia mendapati kekasih nya sudah memiliki kekasih baru, itu menyakitkan", ucap Kris dengan nada mengejek

"Menyindirku eoh? lagipula, 3 tahun kabur ke kanada kan adalah ide mu, aku hanya ikut permainan saja", ucap Tao ketus

"Setidaknya Jingxiu atau Kyungsoo itu belum tahu kalau kita berhubungan kan?"

"Yeahh, kau benar ge"

"Tenang lah, dia memiliki Kai sekarang. dia akan melupakan masa lalu", ucap Kris lembut

"Kuharap demikian", gumam Tao

.

.

.

.

.

.

.

.

Sehun ingin menyelesaikan ini semua, entahlah. dia tidak tega jika terus-terusan menyakiti Luhan. memang awalnya ini rencana nya untuk membuat Kyungsoo cemburu, namun.. seperti nya percuma saja, Kyungsoo malah semakin dekat dengan Kai. bukan nya protes atas jadian nya dengan Luhan, Kyungsoo malah menyelamati. Bukan seperti perkiraan Sehun. kakak nya itu, memang tidak mencintai nya. Kyungsoo hanya menyayangi nya.

Sekarang Sehun tengah duduk di sebuah kedai bubble tea tempat biasa nya Luhan minta ditemani kemari. Sehun menunggu Luhan, tentu saja. semua harus selesai hari ini juga. jika tiba-tiba ada badai pun Sehun akan tetap menyelesaikan masalah yang ini duluan. dia tidak mau punya urusan lagi dengan Luhan.

Waktu sudah mulai sore. Anak-anak kecil pun semakin berdatangan ke taman bermain yang ada di depan kedai bubble tea—pemilihan lokasi yang bagus. Sehun memang mengajak Luhan bertemu sore saja, namun karena dia nya yang terlalu disiplin, Sehun sudah ada di kedai ini sejak pukul dua siang tadi. memantapkan hati apabila nanti Luhan marah-marah di depan umum dan mempermalukan nya. huh.

Bosan juga jika hanya diam saja. Sehun menghubungi Tao.

"Yeoboseo?"

"Hey, panda"

Ada suara gaduh dari sebrang, "Oh, Sehun. ada apa?"

Sehun menarik nafas, "Aku akan berhenti"

"Maksudmu?", Tao bingung sendiri, terdengar dari suara nya yang penasaran

"Dengan Luhan. aku akan cari cara lain untuk mendapatkan Kyungsoo Hyung"

"Jadi kau menyerah?"

"Tidak! aku tidak menyerah. Aku akan tetap mencari cara untuk endapatkan Kyungsoo Hyung, tanpa bantuan Luhan"

"Sudah ku bilang bukan, Luhan bukan lah cara yang tepat"

"Tapi awalnya kau yang mengusulkan untuk memakai Luhan sebagai pelampiasan kan?"

"Well, kita salah. Tapi.."

"Tapi apa?"

"Apa Luhan Hyung tidak akan apa-apa?", ucap Tao dengan lirih

Sehun mendengus, "Tentu saja dia akan apa-apa. maka dari itu, lebih baik aku menyelesaikan nya sekarang"

"Betul juga, baiklah. Semoga kau beruntung Oh Sehun"

"Yah. terimakasih Tao"

.

PIP

.

Sambungan terputus. Yeahh, setidaknya harus ada seseorang yang dia beritahu tentang keputusan ini. dan dia adalah Tao—si penyuruh mencari pelampiasan.

Sehun memandang sekitaran kedai, "Kemana Luhan?", gumam nya. belum beberapa menit dia bergumam, Sehun merasa merinding sedniri. Seperti.. ada suara isakan dari arah belakang nya. buru-buru Sehun menoleh, dan…

"Jadi, A—aku, hiks, hanya Pelampi—asan?"

Sehun berdiri dari posisi duduk nya.

Luhan.

Berdiri dengan wajah penuh air mata dan isakan yang tidak berhenti terdengar.

Sehun, kau membuat satu masalah lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

Pertanyaa chapter pantai kemaren.

Q : kenapa sehun gitu bgt sm luhan?

A : karena sehun masih belum greget sama perasaan luhan

Q : kokkk pendek?

A : saya kena virus wb nak, maaf T_T

Q (lebih ke pernyataan sbnrnya) : aku lumutan nunggu nya

A : maafkan aku sekali lagiiii

Q : kapan sehun suka luhan?

A : setelah luhan suka sama author/? /nyengir kuda/

Q : sehun bakal perhatian sama luhan atau sehun bakal mutusin luhan?

A : atuhlah kalo putus nanti author nya gapunya kerjaan buat diketik wkwkwk

Q : kapan kaisoo nya fluff?

A : kalo kyungsoo sudah nerima cinta nya kai yaa wkwk bercanda, ditunggu aja okeyy ^^

Q : thor, kok sehun nya jahat? Kejam bgt sama luhan? benci dehh

A : wahhh aku senenggg wkwk, berarti tanda nya aku udah bisa ngidupin tokoh disini. kerasa banget kan sehun yg ngga peka sama luhan? gimana nyesek nya luhan? wahh baguslahh. Aku bisa narik sisi emosional pembaca ^^

. . . . . . . . . . .

Woahhh Kaisoo, Kristao kekekeke mungkin bakal ada pertanyaan tentang chapter absurd diatas. Well silahkan tanyakan. Aku bakal tetep lanjutin ini sampe selesai. Disini nekanin atas hubungan Kris dan Kyungsoo dimasa lalu. Mungkin tinggal beberapa chapter lagi. makanya kalo penasaran hayukkk di komen ^^

Buat sedikit informasi, sebenernya awalnya aku gamau bikin cerita rumit kek diatas. Beda sama kerangka yang udah aku buat. Tapi entah kenapa malah begini-_- makasih banyak buat Yuri Ahjumma (Han Yuri – MilkHunHan) sudah memberitahu nama-nama China member EXO ^^ Dou Jing Xiu adalah nama China Do Kyungsoo.

Yang ff TOUCH seperti nya bakal aku pending dulu apdet nya. minggu ini dan besok akan sibuk dengan kegiatan beberapa persiapan abang ku yang mau melaksanakan pernikahan nyaa kekekeke udah diketik setengah kok, tinggal lanjutin saja.

Baiklah,

Silahkan tekan kolom review dan isi komentar anda ^^

Terimakasihhhh