THIS IS OUR STORY

Chapter : 7

Cast: Kim Jongin, Oh Sehun, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, and many more.

Pairing: Hunkai!main, Chanbaek!minor

Rated: T

Warning: Boyslove/Mpreg

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri.


a/n: Huaaaaa :( terima kasih untuk kalian yang kemarin sudah semangatin aku. Maaf ya... aku lagi sensitif stadium 4 sampe tentang review aja di masalahin. Yowes... ini sudah kulanjut. Maaf, kalau bahasanya acak adul. Dan... guys, aku mau kasih warning, cerita ini sampe 30 chapter di versi aslinya... jadi, jangan cape ya untuk bacanya hehehe :)


Enjoy!


Sudah lima belas menit mereka bertiga hanya duduk diam tanpa satu katapun. Hanya sesekali salah seorang dari mereka meneguk minuman. Mereka berada di kafe dekat rumah sakit sekarang. Chanyeol terus memperhatikan Jongin yang duduk dengan gelisah di depannya. Dia melirik ke arah Baekhyun yang menundukkan kepala di samping Jongin dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia bingung ingin memulai pembicaraan darimana. Beribu pertanyaan berada di kepalanya. Apa alasan Jongin pergi? Sampai meninggalkan surat permintaan maaf segala. Memangnya Ia membuat kesalahan apa? Lalu kenapa Jongin bisa ada di sini? Kenapa pula Jongin bisa mengenal Baekhyun? Lalu kenapa Jongin tadi ada di rumah sakit tempat Ia bekerja? begitu banyak pertanyaan yang ingin Ia lontarkan.

"Chanyeol, kamu kenal sama Jongin?" Baekhyun memulai pembicaraan. Jongin menatap Baekhyun. "Aku–"

"Dulu waktu di Seoul, Chanyeol hyung ini anak majikan eommaku." Jongin memotong. Baekhyun membulatkan matanya tidak percaya.

Chanyeol menghela nafas. "Oke. Aku to the point aja. Jongin, kenapa kamu tiba-tiba pergi tanpa alasan yang jelas? Tiba-tiba menghilang begitu saja? Kasian eomma kamu. Penyakitnya sering banget drop sejak kepergian kamu." Jongin membulatkan matanya, terkejut bukan main. Benarkah yang di katakan Chanyeol? Orang yang paling Ia sayangi dan hormati, ibunya, sakit karena dia? Astaga! Banyak sekali dosanya.

"Terus terang aja. Aku beserta appa, eomma, dan Minseok sudah hampir angkat tangan mencari kamu sebelas tahun ini." Chanyeol menatap rawut wajah Jongin sebentar. "Jongin.. please kamu jelasin semuanya sama aku. Ada apa denganmu?" Jongin mengangkat wajah. Menatap Chanyeol dengan menahan tangis. Air mata sudah berkumpul di pelupuk matanya.

"Eomma... beneran sakit hyung?" Chanyeol mengangguk. Satu tetesan cairan bening itu perlahan keluar dari mata Jongin. "Maka dari itu, kamu ikut aku pulang ya?" Chanyeol menangkup tangan Jongin yang berada di meja. Baekhyun membulatkan matanya, terkejut. Chanyeol dan Jongin... apa mereka menjalin hubungan di masa lalu?

Jongin sudah menangis sesegukan sekarang. Dia benar-benar anak kurang ajar. Dia megutuk dirinya sendiri. Bagaimana bisa selama sebelas tahun ini dia hidup bahagia dengan putranya, tapi melupakan kebaradaan wanita yang paling di hormatinya itu?

"Lalu kenapa kamu ada di rumah sakit? Kamu sakit apa Jong?" Dua orang lelaki itu tersentak. Jongin sesekali melirik Baekhyun dengan gelisah. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana menjelaskannya?

"Anak aku kecelakaan hyung..." Chanyeol tersentak. Dia melepas genggaman tangannya dari Jongin. Nafasnya tercekat. Anak? Kapan Jongin menikah?

"A-a-apa? a-anak? Kamu?" Jongin mengangguk.

"Kapan kamu menikah?" Jongin menarik nafas dalam-dalam. Bagaimana mengatakannya? Apa Ia harus mengatakan yang sejujurnya dengan Chanyeol?


"Apa?! Jadi kamu di perkosa?!" Chanyeol meninggikan nada suaranya. Ia marah. Ia tidak rela. Lelaki yang selama ini Ia anggap sebagai adiknya di perlakukan sekeji itu. Baekhyun memasang wajah heran. Yang Jongin ceritakan pada Chanyeol berbeda dengan yang diceritakan kepadanya. Ia harus minta penjelasan lelaki itu nanti.

"Dan kamu tidak lapor polisi?" Jongin mengeleng. Untuk apa? toh kejadian sebenarnya tidak seperti itu. Sehun tidak memaksanya. Mereka melakukan dalam pengaruh alkohol. Dalam hal ini, mereka berdua yang salah.

"Kenapa kamu tidak cerita sama kami? Jadi ini sebabnya kamu kabur dari rumah?" Jongin mengangguk. Chanyeol memegang bahu Jongin. Menatap wajah Jongin yang menunduk. Baekhyun tau pancaran mata itu bukan di tujukan untuk seorang adik dari kakaknya. Itu pancaran mata kasihan. Pancaran rasa ingin melindungi. Ingin mengasihi. Pancaran bola mata yang menunjukkan rasa cinta. Apa Chanyeol menyukai Jongin? Apa... Chanyeol mencintai Jongin? Baekhyung menggeleng samar, berusaha menepis semua pikiran itu.

Chanyeol menghela nafas. Bangun dari posisinya semula –duduk berlutut di depan Jongin–. Dia membawa Jongin dalam pelukannya. Jongin tersentak. Dia melirik ke arah Baekhyun yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Jongin mendorong dada Chanyeol pelan. Pria itu melepaskan pelukannya. Mereka terdiam beberapa saat. "Em... Jong, ayo kita lihat Haowen." Baekhyun membuka mulut, memecah keheningan. Chanyeol melihat ke arah Baekhyun. Lelaki itu kemudian menggandeng lengan Jongin, mereka berjalan didepan dengan Chanyeol mengikuti di belakang.

Jong melirik sekilas ke arah Baekhyun. Lelaki itu balik menatapnya. "Hyung... aku dan Chanyeol hyung hanya teman. Sungguh..." Baekhyun tersenyum tipis, kemudian mengangguk. "Aku tahu... aku percaya denganmu Jong." Jongin tersenyum. Dia menggengam tangan Baekhyun erat. Baekhyun tahu mungkin Jongin hanya menganggap Chanyeol sebagai seorang kakak. Tapi Chanyeol? Dia tahu persis lelaki itu memiliki perasaan pada sahabatnya.


"Nanti aku kesini lagi. Kamu pikirkan baik-baik tawaran aku tadi. Aku tidak akan buka mulut pada keluargaku dan ibumu atau Minsoek. Aku akan tunggu sampai kamu siap menghadapi mereka. Aku berharap kamu mengambil keputusan yang tepat Jong."

BUK

Chanyeol menutup pintu ruangan itu cukup keras. Untung Haowen tidak bangun. Pengaruh obat bius memang kuat ternyata. Jongin duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Baekhyun ikut duduk di sampingnya. Mereka tinggal berdua sekarang.

"Aku gak akan bertanya tentang hubungan Chanyeol denganmu. Aku tahu kalian hanya teman dan aku percaya dengamu."Baekhyun memulai. Jongin menelan salivanya kasar. Dia merubah posisi duduknya dengan gelisah. "Yang sedari tadi mengganggu benakku adalah tentang ceritamu Jong. Apa yang kamu ceritakan pada Chanyeol itu jauh berbeda dengan apa yang kamu ceritakan denganku." Jongin menghela nafas. Ia sudah tahu pasti Baekhyun akan menanyakan hal ini.

"Yang aku ceritakan ke kamu itu adalah hal yang sebenarnya hyung... Itu yang benar-benar terjadi." Baekhyun diam. Menunggu Jongin melanjutkan penjelasannya. "Aku tidak menceritakan yang sebenarnya pada Chanyeol karena–" Ia diam sebentar, menggantung kalimatnya. Jongin menarik nafas. Baekhyun semakin penasaran. "Karena apa Jong?"

"Karena ayahnya Haowen itu adiknya Chanyeol hyung." Baekhyun membulatkan matanya. Terkejut bukan main. Chanyeol memang punya adik setaunya. Kalau tidak salah namanya Sehun. Ia dengar dari ibunya. Jongin tidak pernah menyebutkan siapa nama ayah Haowen. Saat di tanya Ia bilang cukup dirinya yang tahu. Dan sekarang? Apa benar Sehun yang itu?

"M-m-maksud kamu Oh Sehun?" Jongin mengangguk. Baekhyun merasakan otot tubuhnya melemas sekarang.

"Maka dari itu aku tadi shock lihat Chanyeol hyung ada disini. Aku benar-benar gak mau kalau sampai Haowen ketemu Sehun."

"Jong… kamu gak bercanda kan?" Baekhyun masih belum yakin dengan apa yang di dengarnya.

"Buat apa aku bercanda untuk hal seperti ini hyung..."

"Lalu, sekarang kamu mau bagaimana?" Jongin diam sejenak. Dia menghela nafas. Tidak tahu juga harus seperti apa.

"Aku tetap harus nemuin eommaku. Aku harus tahu keadaan dia gimana sekarang. Dan aku rasa... Chanyeol hyung bisa bantu aku untuk merahasiakan tentang Haowen sementara."

"Kamu gak bisa melakukan itu Jong." Jongin memandang Baekhyun tidak mengerti. "Kamu gak bisa selamanya merahasiakan ini. Serapih apapun kamu menutupi hal ini, eommamu, keluarga Chanyeol, dan bahkan Haowen pun akan tahu kebenarannya."

"Tapi hyung... aku takut." Cairan bening itu mulai mengalir di pipi Jongin. "Aku takut kalau mereka tidak bisa menerima Haowen. Aku takut kalau Sehun tidak mau mengakui Haowen. Aku–" Baekhyun merangkul sahabatnya itu.

"Jong... dengarkan aku. Apapun yang terjadi Sehun tetap ayah kandung Haowen. Tidak ada yang bisa merubah hal itu. Tidak ada yang bisa memungkiri kalau di dalam tubuh Haowen mengalir darah Sehun." Jongin memalingkan wajahnya ke arah Haowen. Melihat bagaimana wajah putranya itu sedang tertidur lelap dengan damai. Ia menghela nafas keras-keras.

"Aku akan mengatakannya pada mereka." Baekhyun terseyum lembut. "Tapi nanti, setelah aku memastikan bahwa mereka semua bisa menerima putraku."