I Give Up
Rated : M (?)
Genre: Hurt / Comfort & Angst
Cast : Oh SeHun, Xi LuHan, Byun BaekHyun, Park ChanYeol, Kim JonGin, Do KyungSoo dll
Happy Reading ^^
.
.
.
.
Note : Baca A/N dibawah
I Give Up Chapter 7
Previous Chapter
"Berapa harga yang harus ku bayar untuk tidur denganmu, gay?"
DEG
Manik rusa itu terbelalak dan rona merah tak bisa dipungkiri telah memenuhi seluruh wajahnya hingga telinganya. Detak jantungnnya bekerja lebih cepat, memukul rongga dada itu. Namun, ada rasa kecewa dibalik reaksi tubuhnya itu. Harga? Bayaran? Gay? Sehun menganggapnya pelacur?
"A-aku bukan pe-pelacur, Se-sehunnie" ucap Luhan yang kentara sekali sangat ketakutan
Sehun menatap Luhan dengan pandangan yang tak bisa diartikan Luhan selain rasa kebencian yang besar dari manik kelam itu
"Hari ini, Hotel GL" bisik Sehun tepat ditelinga Luhan
dan Luhan merasa dunia telah mempermainkannya
.
.
.
.
"Xi Luhan, Byun Baekhyun! Kenapa kalian belum melepas pakaian kalian, hah?" tanya Choi seongsaem
"Begini, saem.. Aku dan Luhan sedang sakit, jadi..."
"Jangan berbohong, Tuan Byun! aku melihatmu hampir adu jotos dengan seorang perempuan" potong Choi seongsaem
Baekhyun menggeram dan membuat wajah seakan dia ingin merobek wajah sok angkuh guru olahraganya ini. Ini menyebalkan. Siapa yang mau diejek seperti itu. Hanya lelaki banci saja yang mau. Diakan tidak.
"Dia yang mulai duluan, saem! Dia menghina Luhan!" teriak Baekhyun
"Ba-baek sudah.. Aku..."
"Apanya yang sudah, Lu?! Dia itu MENG-HI-NA-MU!"
"Apa kau bilang? Aku tidak menghina si gay ini!"
"Baru saja kau menghinanya, jalang! Kau benar-benar ingin mati, eoh?!"
"Cih, hanya berani dengan perempuan. Aku benar-benar meragukan jenis kelaminmu, atau jangan-jangan kau juga menyimpang seperti sahabatmu ini? Haha!" ejeknya sambil menunjuk Luhan seolah Luhan adalah sampah
"Tutup mulutmu, atau.."
"Atau apa? kau akan memukulku? Iyuuhh menyedihkan"
"KAU!..."
"Sudah, cukup! Kyungsoo, ambil buku pelanggaran sekolah! Aku akan menghukum kalian dan juga kau!"
"APA?!"
.
.
Baekhyun dan Luhan berdiri disudut ruangan dengan kepala menunduk dalam. Lalu kemana Kyungsoo? Oh, itu pertanyaan gampang. Dia sedang dipanggil kepala sekolah, perihal acara sekolah yang akan dilaksanakan seminggu lagi dan Kyungsoo selaku ketua osis sangat bertanggung jawab akan hal itu. Dan beginilah hasilnya. Dia tak jadi dihukum. Hanya Baekhyun, Irene, Sehun dan Luhan.. Tunggu! Luhan tidak berbuat apa-apa, dan dihukum? Apa seongsaem itu sedang sakit?
Krasak-krusuk mulai terdengar di indor khusus pratic berenang itu. Mata mereka semua menuju pada Prince School yang hanya bertelanjang dada, menunjukkan abs yang terbentuk sempurna itu. Hal itupun sama dengan Baekhyun dan Luhan. Namun, woahh.. mereka berdua kalah kotak. Maksudku, tidak ada sama sekali. Mulus bagai tubuh perempuan
"Ugh.. Aku sangat berterima kasih pada Choi seongsaem karna memberikan hukuman ini pada Sehun. Oh.. Dia sexyy~" teriak seorang gadis pengikut Irene
Waitt. Irene? Oh, dia sedang membersihkan toilet. Mana mungkinkan dia disuruh bertelanjang dada-kan? Choi seongsaem masih waras
"Tapi kenapa harus diikat dengan si gay itu?! Cih, aku tak terima!"
"Tubuhnya dan Baek itu mulus. Laki apa coba?" ucap lainnya
"Arggghh! Eomma.. Tolong anak tampanmu ini.. Ini memalukan!" teriak batin Baekhyun
Luhan berdiri diam seperti patung. Dia tak bergerak seinci-pun. Bagaimana tak bergerak? Tangannya diikat menggunakan tali! Dan bukan itu saja. Tangannya diikat dengan tangan Sehun! Kulitnya bersentuhan dengan kulit Sehun yang terasa keras dan berurat dan dan ugh.. Susah untuk dijelaskan dengan kata-kata.
Baekhyun melirik Luhan dan Sehun yang terdiam dengan posisi tangan saling mengikat itu. Dan sebuah senyum kecil terpati di bibir tipisnya
"Hah.. Setidaknya aku tau bahwa Luhan bahagia. Kapan lagi, dia bisa sedekat itu dengan pujaan hatinya.."
"Tapi.. Kalau sampai dia berbuat macam-macam.. Aku benar-benar akan memotong penisnya" batin horor Baekhyun
.
.
"Damn! Dasar guru tolol sialan! Akan aku pastikan dia dipecat dari sini, secepatnya!" batin Chanyeol
"Arggh, tubuhnya mulus sekali.. Kalau aku tak ingat kalau dia itu straight, aku pasti akan menerkamnya sekarang.." batin Chanyeol lagi
Dia terlalu sibuk dengan lamuannya sampai tak mendengar namanya dipanggil oleh Choi seongsaem
"Park Chanyeol! Sekali lagi kau tak menyahut, akan aku potong nilaimu!" hey, apa baru saja dia mengancam seorang prince? oke. Kau benar-benar akan angkat kaki dari sekolah ini. Choi seongsaem
Dengan cengiran lebarnya yang mampu melelehkan siapapun yang melihatnya, berjalan dengan santai ke tepi kolam. Dan suara peluit menandakan bahwa dia akan segera berenang.
Ya.. dan terjadilah aksi teriak-teriakkan ala fans-girl disana. Uhh, memekakkan telinga
Baekhyun melihat itu dengan pancaran mata terpesona dan sesekali bersorak ala fans-girl. Sadar akan kelakuannya, Baekhyun menggelengkan kepalanya dan dan menunduk. Namun dia penasaran dengan gerakkan berenang sang Prince School Happy Virus itu, Baekhyun pun berjalan mendekati kolam berenang dan meninggalkan Luhan dan Oh Sehun, tentu saja.
Jantungnya berdetak lagi. Jantung oh jantung.. Bisakah kau bekerja-sama saja?
Entah perasaan Luhan atau apa, dia merasa hawa disampingnya terasa sangat panas. Dengan perlahan dan gerakan patah-patah(?) Luhan melirik seseorang yang berada disampingnya. Seketika Luhan membelalakkan mata rusanya saat melihat Sehun. Tatapannya, membuat Luhan merinding
"Ssshhh.. Ahh~ panaass"
Wajah Luhan berubah warna menjadi merah. Desahannya, membuat Luhan gemetar
Dengan kasar, Sehun menarik tali itu hingga putus lalu menarik Luhan keluar melewati Choi seongsaem. Mengabaikan teriakkan Choi seongsaem serta krasak-krusuk yang mulai terdengar
"Ya ya, YAKKK! Mau kau bawa kemana Luhan, hah?!" teriak Baekhyun dengan nada nyaring
"Sudah berakhir, yah?" gumam Chanyeol lirih
"Sehun, dia benar-benar tidak tahan lagi dengan syndrom itu" gumam Kai lirih
.
.
"Se-sehunnie.. Kita mau kemana?" tanya Luhan dengan taku-takut
Sehun tak menjawab dan malah menancap gas mobil mahalnya dengan kecepatan dibatas normal
Luhan semakin takut. Takut kalau mereka akan menabrak sesuatu. Takut dengan keselamatan mereka
"Se-sehunnie.. Bisa.. Bisakah kau memelankan sedikit laju.."
"Diam, dan pakai jaketku" dan perkataan dingin Sehun menjadi final
Luhan harus menahan malunya saat dengan santai sehun memakai kaos oblong bewarna hitam itu
I Give Up Chapter 7
Mobil mewah itu berhenti pada gedung berintorior mewah dan elegan. Sangat berkelas bagi anak SMA seperti mereka. Tapi bukan untuk ketiga Prince School itu.
Sehun kembali menarik Luhan memasuki gedung yang diketahui Luhan sebagai hotel. Luhan menundukkan wajahnya saat memasuki hotel itu. Wajahnya memerah dengan jantung yang kadar detaknya jauh dikata normal. Luhan terlalu larut pada pemikirannya dan tak menyadari bahwa tubuhnya dibanting diatas kasur empuk nan halus itu dan dengan Sehun yang menindihnya.
"Se-sehunii.. emmm"
Sehun mencium Luhan dengan sangat kasar dan menuntut. Meraup segala sisi bibir Luhan dan melumatnya sampai mengeluarkan darah. Menumpahkan segala emosi dan hasrat yang ditahannya sedari tadi. Luhan mengerang kesakitan sekaligus nikmat
"Eeunggghh.. Sehuniiee" desah Luhan saat Sehun menjilat dan mengulum bibirnya yang berdarah
Sehun memasukkan lidahnya kedalam mulut Luhan yang terbuka meraup oksigen. Menghisap benda tak bertulang itu dengan kasar namun terkadang lembut. Freshkiss mereka berlangsung sangat lama, membuat Luhan seakan akan mati kehabisan nafas.
Luhan ingin menolak semua sentuhan Sehun. Dia bukan pelacur. Tapi apa daya, tubuhnya menerima setuhannya dan malah meminta lebih
"Akkkhh! Hunnie.." desah Luhan saat Sehun menghisap titik sensitifnya dileher membuat kissmark
"Disitu, yah" gumam Sehun serak
"Eunghh... Sehunn.."
Sehun membuka jaketnya dengan kasar dari tubuh Luhan dan memandangi tubuh mulus itu dengan mata berkilat napsu. Dan dengan perlahan, Sehun menjulurkan lidahnya dari leher menuju dada Luhan. Ciuman, gigitan dan jilatan Sehun berhenti di kedua benda kecil nan imut berwarna pink kecoklatan. Sehun menjilatnya dengan perlahan dan sesekali menggigit kecil nipple itu. Tangan satunya tak mau diam dan bergerak menuju nipple satunya lagi dan memilinnya. Dia seperti menyusu pada ibunya. Menyedotnya dengan kuat-kuat
"Uhhhhh, Ahhhh.. Sehunnn" desah Luhan sambil mengerakkan tubuhnya gelisah
"Sehunnnn..ouhh"
Sehun semakin gila dengan desahan Luhan. Dia ingin menyelesaikan ini secepatnya. Ya secepatnya
Puas dengan kedua nipple mungil itu, Sehun beralih ke perut datar Luhan. Lidahnya berputar-putar pada pusar Luhan dengan gerakkan pelan menuju cepat. Lidahnya benar-benar handal
"Ouhhh.. Eungggghh, gelihh~ aahh sehunn" hawa terasa panas sekarang
Dan tanpa disadari Luhan, Sehun melepas celana renang yang dipakai Luhan tadi serta dalaman Luhan. Dan tertampanglah penis kecil yang sedang menegang dengan dua buah bola imut bergatung disisi penis
Mata Sehun tak bisa lepas dari penampakkan penis imut itu. Mata setajam elang itu meneliti baik-baik benda itu dan tanpa sadar ia menjilat bibirnya sendiri.
"Ja-jangan dilihat!" ucap Luhan sambil menutup ereksinya. Wajahnya benar-benar memerah
"Buka pahamu dan layani aku, Lu"
"Tap-tapi ini salah.. Aku.."
"Ssttt, Kau mencintaiku-kan?" dan Luhan mengangguk
"Maka kau hanya perlu membuka pahamu dan layani aku"
"Sehunn"
"Ini sakit, Lu.. Adikku butuh dipuaskan. Kau mau membantuku-kan?" serak Sehun
Ohh kenapa Sehun berubah selembut ini. Tatapannya juga menyedihkan sekali. Tatapan kesakitan
Luhan termenung. Apa yang harus dilakukannya? Apa?
"Lu.."
Luhan mendongakkan kepalanya dan disambut oleh bibir tipis Sehun. Sehun melumat bibirnya dengan pelan dan lembut. Is, Sehun memang sulit dimengerti.
Luhan tak mengerti dengan ciuman, tapi jantungnya kembali berdetak, hawa semakin panas dan oksigennya yang semakin menipis. Perutnya juga terasa diterbangi oleh kupu-kupu. Rasanya geli dan nyaman.
Lidah Sehun kembali memasuki rongga mulut Luhan dan mengobrak-abrik segalanya disana. Kembali mengabsen satu persatu gigi Luhan yang tersusun rapi dan terkesan kecil. Menghisap bibir atas dan bawah Luhan bergantian. Menikmati bibir Luhan yang terasa manis
"Eunghh" dan lagi-lagi lenguhan itu kembali keluar dari bibir Luhan
Sehun merasa akan gila. Tangannya mulai mengusap-usap milik Luhan dengan pelan dan mengusapnya semakin cepat saat desahan Luhan semakin nyaring
"Ohhhhh, sehunnn.. Akuhhh"
"Apa? Kau mau apa? Katakan padaku"
"Ahhhh, Akuhh mauuu.. ouhh akuu mauu, ke-luarr"
"AAAHHHHHH"
Luhan terbaring lemas saat ia mencapai puncaknya. Sungguh itu sangat melelahkan dan nikmat. Dia merasa seperti terbang ke langit ketujuh
"Ini belum selesai, Luhan sayang.. Kau harus memuaskan adikku dulu" Ya dan sifat liar Sehun keluar dengan sendirinya
.
.
"Kyung! Kau tau tidak?! OhSeh itu menarik Luhan dengan bertelanjang dada! Apa dia sudah gila?! Dia itu memang benar-benar manusia tak tau diri yang hanya tau.."
"Ssstt, Baek.. Aku sedang sibuk.. Jangan ganggu, okay?"
"Sibuk apanya, eoh? Kau hanya membaca!" teriak kesal Baekhyun
"Ya, aku membaca ilmu yang membuatku pintar"
"Isssshhh, eomma sangat menjengkelkan hari ini! Tapi, bagaimana bisa kau tau OhSeh itu terkena syndrom langka?"
"Aku bukan eomma! Tentu dari membaca, aku bisa tau"
"Aaissshh! Kau benar-benar! Maksudku bukan itu.."
"Lalu?" tanya Kyungsoo singkat
"Huawaa.. Jahat sekali kau berkata sesingkat itu padaku! Akan ku laporkan pada Timsek Kai!"
"Apa maksudmu, hah?! Jangan macam-macam!"
"Bweee, maka dari itu.. Ayo cerita padaku.. eomma?" pinta Baekhyun dengan agyeonya
"Cih, baiklah.. Saat itu aku mendengar pembicaraan antara Sehun dan Chanyeol. Sehun bilang dia tidak tahan lagi. Awalnya aku masih bingung, tapi aku mendengar pembicaraan Kai dan Chanyeol lagi kalau Sehun terkena syndrom langka.."
"Lalu?"
"Isshh, aku mengaitkan beberapa inti dari pembicaraan itu dengan Luhan. Kau ingat saat Sehun merasa panas saat berdekatan dengan Luhan?"
"Tidak" jawab Baekhyun sambil mengeleng-gelengkan kepalanya
"ARrrr, kau ini juga pikun yah? Dasar! Jadi aku membuat kesimpulan bahwa Luhan adalah pemicu dari bangkitnya hormon seksual Sehun. Tapi aku kurang yakin akan hal itu, dan memutuskan untuk mencarinya di google. Dan hasilnya sangat mengejutkan! Aku belum bisa percaya juga. Tapi saat aku melihat tatapan mata Sehun saat membisikkan sesuatu pada Luhan, itu sudah membuktikan kalau ia menahan hormon itu. Maka dari itu dia selalu menghina Luhan.
"Ohh, kau ternyata pintar yah.. Kyung?"
Pletakk
Satu jitakkan mengena jidat mulus Baekhyun
"Dasar maiak eyeliner!''
.
.
Kai dan Chanyeol sedang duduk diruang tamu sambil memutar otak mencari alasan untuk diberikan pada Nyonya Oh tentang Sehun. Baru saja Nyonya Oh menelpon dan menanyakan Sehun. Apa yang mereka katakan? Sehun sedang tidur. Uhh, sebenarnya kalau sudah dikatakan seperti itu tidak akan repot. Tapi Nyonya Oh menyuruh Chanyeol membangunkan Sehun. What The BULLSHIT?! Dan terpaksa mereka berpura-pura kalau jaringan sedang tidak menentu, dan harus menghentikan sambungan.
Di New York - Amerika Serikat
"Hm, ini mencurigakan.. Yeollie dan Kaiie benar-benar mencurigakan" ucap analisis seseorang
"Ada apa, hm?" tanya Tuan Oh sambil menyesap kopi hitamnya
"Tidak ada apa-apa, yeoboo.. Aku hanya punya firasat bagus"
"Oh, jadi bagaimana dengan Sehun?"
"Kita jodohkan dengan Bae Irene, Bagaimana?" tanya Nyonya Oh
"Tidak. Kau tau kan Sehun itu menyimpang?" tolak Tuan Oh sambil meletakkan cangkir kopinya yang sudah tinggal setengah
"Hahhh.. Aku tau, tapi aku ingin dia kembali..Hiks" lirih Nyonya Oh dengan isak tangisnya
"Kita liat saja. Jadi berhenti menangis, yeoboo" ucap Tuan Oh sambil mengecup dahi istrinya
.
.
"Chanyeol hyung.. Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Kai
"Tanyakan saja" jawab Chanyeol sambil memijit pangkal pelipisnya. Dia benar-benar lelah
"Kau gay yah, hyung?"
Mata bulat Chanyeol melebar beberapa senti namun tak bertahan lama
"Atas dasar apa kau menuduhku, gay?"
Seringai Kai keluar. Tangannya morogoh saku celananya dan mengambil ponsel pintarnya, menunjukkan sebuah foto lelaki manis dengan pose menggemaskan ditambah rambut basahnya
"Karna ini" ucap Kai sambil menggoyang-goyangkan ponselnya seperti mengejek
real_pcy likes baekhyunee_exo picture 23h ago
WHAT THE HELL DAMN SHIT?!
Ini benar-benar menyedihkan. Penuh masalah dalam dunia ini. Rahasia pasti akan terbongkar suatu hari nanti-kan? Jadi buat apa kau menyimpannya rapat-rapat, tapi tetap saja akan ketahuan suatu hari nanti?
.
.
.
.
.
TBC
A/N : Helloww? Ca tau ini fast, tapi pendek.. soalnya Ca bakalan hiatus sementara, karna focus belajar baut naik kelas.. nggak boleh mengang laptop lagee... T^T
Tidak memuaskan? oke.. Ca tau.. tapi jangan bosan yah sama ff Ca.. Ca kan jadi sedih ):
Gimana sama chap ini? tuangkan semua unek-unek eonni hyung readers juseyeooo di review ya.. kalo mau nge-PM juga boleh.. diusahaiin buat dibales diam-diam :3
Maunya sih Ca buat Lu datang ke hotel.. tapi karna nanti nggak nyambung, Ca buat aja mereka dihukum dan Sehunnya semakin menjadi-jadi :V
Ca nggak pintar buat nice-nice an.. *maklum masih ingusan tapi moga-moga agak asem yah.. :V
5 hari lagee EXO konser.. dan Ca hanya bisa nonton dari tv *kalo ditayangin, sambil megang stick :V ;(
makasih yang udah fav follow and review... *peluk
Adakah yang masih mau review? mau ya.. *Maksa
oke.. sekian dulu ya..
Follow ig baru aku.. anjanifujo
Review?
Salam manis^^
