DESTINY

Super Junior © SM Entertainment

Story By Coil Lawliet

.

CHAPTER 7

.

A/N: Mianhe untuk readersdeul yang pastinya sudah menunggu terlalu lama *kaya-ada-yang-nungguin-saja* author benyak kesibukan *sok-sibuk* sehingga tidak sempat publish fic, minhe ne…

Warning: Gaje, typo(s) diusahakan ada(?), alur makin aneh, Dkk.

Happy Reading…

.

.

.

Malam sudah menyelimuti kota london saat ini, suasana malam yang damai dengan adanya angin malam yang terus berhembus tampaknya mampu mengobati rasa lelah setelah bekerja, bersantai bersama keluarga tentunya menjadi salah satu pilihan yang sangat tepat. Tapi hal damai demikian tidak berlaku untuk sepasang suami 'istri' yang tengah berada disebuah kamar hotel bernama Runaway hotel dengan nomor kamar 910. Ada apakah gerangan? Bukankah seharusnya penghuni kamar tersebut merasa senang karena malam ini mereka tengah reunian?

Sesosok namja china dengan wajah oriental tampak tengah menatap tajam pada namja lain yang tengah duduk diatas tempat tidur, sementara namja cantik yang ada disamping si namja china hanya diam dengan wajah ketakutan. namja cantik itu seakan tengah menghadapi malaikat maut jika dilihat dari gerak tubuhnya yang tampak gelisah dan gemetaran. Wajahnya yang cantik tampak pucat dan dipenuhi oleh peluh, padahal suhu diruangan tersebut bisa dibilang sangat dingin. 160C sudah termasuk sangat dingin bukan? Mungkin pendingin ruangannya tengah rusak *plakk*

"Aku tahu, kau pasti bisa menemukan kami. penyelundupanmu memang sangat hebat… Jung Yunho…" ucap Hanggeng dengan penuh penekanan pada kata terakhirnya sementara pandangannya terus mengawasi namja dewasa yang ia maksud yang kini tengah duduk diatas tempat tidurnya

"Sudah lama kita tidak bertemu…"

Perlahan Yunho turun dari atas tempat tidur lalu segera berjalan menuju Hanggeng dan Heechul. Hanggeng sudah bersiap-siap hendak mengambil pistol yang ia sembunyikan dibalik bajunya saat melihat Yunho mulai berjalan kearahnya. Untuk berjaga-jaga, tapi saat Yunho berjalan melewatinya, Hanggeng hanya mengernyitkan alisnya.

'Chullie…' batin Hanggeng khawatir, dan benar saja Yunho berhenti tepat didepan Heechul. Saat Hanggeng menatap Heechul yang tengah berdiri disampinya, Heechul hanya diam dengan pandangan yang terus terarah pada Yunho.

"Kau tidak berubah, kau masih tampak cantik seperti dulu saat Dragonmengambilmu dariku…" ucap Yunho tepat didepan wajah Heechul, mendengar ucapan Yunho, Heechul semakin mengeratkan cengkraman tangannya pada lengan Hanggeng

Yunho tidak pernah memanggil Hanggeng dengan nama aslinya, ia selalu memanggil nama anak buahnya dengan nama alias yang diberikan olehnya.

"_Untukmu… Cinderella…" Yunho menyerahkan setangkai bunga mawar putih yang tadi digenggamnya

Tanpa mereka sadari sesosok namja cantik yang tengah duduk diatas jendela tengah menatap tajam kearah Yunho dan Heechul, dengan 'sedikit' emosi Jaejoong si namja cantik yang tengah duduk dijendela mengarahkan pistolnya pada buah apel yang tengah melayang diudara sebelum apel tersebut jatuh ketangan Changmin –namja kurus kering *plakk* yang tengah duduk diatas meja makan-

DOOORRRRR… Suara tembakan langsung menggema diseluruh ruangan, apel merah tersebut langsung pecah berkeping-keping sementara Changmin yang terkejut hendak marah pada hyung cantiknya sekaligus 'Umma-nya' itu. Tapi Changmin membatalkan niatnya saat melihat mimic wajah Jaejoong yang sepertinya tengah menahan emosi. Cemburu? mungkin.

Sekilas Yunho melihat kearah Jaejoong, Yunho langsung menyeringai lebar saat melihat Jaejoong tengah menatapnya tajam. jika Yoochun, Junsu atau Changmin yang tengah ditatap tajam oleh Jaejoong mungkin mereka akan lebih memilih pergi menjauh dari Jaejoong dan tidak akan berani menatap wajah sang gajah cantik berhati predator tersebut.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari kami?" tanya Hanggeng datar memecah keheningan yang ada, lengannya dengan cepat menarik Heechul kebelakang tubuhnya. Terkadang Hanggeng emosi sendiri jika mengingat masa lalunya, kenapa dia bisa 'terikat' dengan Yunho. Oke, jika sudah seperti ini siapa yang akan disalahkan *Readers: salahkan author yang membuat cerita*

"Kau sudah tahu bukan." Jawab Yunho datar yang kini mengalihkan pandangannya dari Jaejoong pada Hanggeng

"Yang membunuh Anchovy itu_ kau sendiri bukan?" Ucap Hanggeng sinis, Yunho hanya mengangkat bahu dengan mimic wajah tidak peduli

"Yunnie-ku~ tidak akan pernah sudi membunuh monkey kecil seperti dia, tangannya terlalu berharga untuk membunuh sampah bernama Eunhyuk." Jaejoong berkata sinis dan menusuk, membuat Heechul mendadak mual mendengar ucapan 'kekasih' Yunho tersebut

"Peliharaan anda terlalu berisik, Yunho-ssi." Ucap Heechul datar yang langsung mendapat pelototan tajam dari Jaejoong

"Cih, mau mati saja kau masih banyak bicara." Ucap Jaejoong ketus

"Kau saja yang mati gajah jelekkk…" ledek Heechul tidak terima

"Chullie diamlah. Kau boleh mengambil nyawaku jika kau menginginkannya, tapi tolong… lepaskan Heechul." Hanggeng menatap Yunho dengan tatapan yang sulit diartikan, Heechul hanya bisa diam mendengar ucapan Hanggeng. walaupun Hanggeng sangat tidak yakin jika seandainya Yunho sudah mengambil nyawanya nanti dia akan melepaskan Heechul.

'Jangan pernah mempercayai bajingan bernama Yunho, Hannie…' batin Heechul cemas

"Aniyo, aku punya penawaraan bagus untukmu Dragon-ah."

Hanggeng hanya mengernyit heran, penawaran? Perasaan Hanggeng langsung tidak enak… penawaran yang dimaksud Yunho pastilah akan mempertaruhkan nyawa atau kalau bukan nyawa bias_

"Bagaimana jika kau kembali bergabung denganku." Yunho berkata datar tanpa ekspresi. belum selesai Hanggeng memikirkan kira-kira penawaran apa yang akan Yunho berikan padanya tapi ternyata sang Big Boss sudah lebih dulu mengutarakan keinginannya dan memang inilah yang Hanggeng takutkan karena jika Hanggeng menolak entah apa yang akan terjadi pada Heechul dan lebih buruk dari itu bagaimana dengan Kyuhyun? Ah tentu saja, bagaimana Hanggeng bisa lupa. Kyuhyun akan aman selama ia bersama Siwon.

"Lebih baik kau membunuhku sekarang juga dari pada aku harus kembali ke tempat para Iblis bersemayam..." Ucap Hanggeng sinis tanpa berpikir panjang lagi

'Ck, Naga akan menyesal karena sudah berkata seperti itu. hm… sepertinya malam ini sangat indah untuk melakukan prosesi pemakaman…' batin Changmin mengalihkan pandangannya keluar jendela, dimana langit malam tampak sangat teduh dengan pencahayaan dari bintang-bintang yang memang tidak terlalu bersinar terang malam ini

"Hmm… aku pikir kau akan berpikir ulang Dragon-ah. atau kau akan kehilangan 'Istrimu'? dan_ bukan hanya istrimu tapi juga_ putra tunggalmu…" Yunho menyeringai lebar saat melihat ekspresi wajah Hanggeng yang berubah total dan tampak terkejut dengan kata-kata yang baru saja dia ucapkan

BINGO…..

Dari semua hal yang ditakutkan oleh Hanggeng inilah yang sangat Hanggeng takutkan. Yunho mengetahui keberadaan Kyuhyun, tapi dari mana Yunho mengetahui hal itu? Tanda tanya besar bagi Hanggeng.

"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan, aku hanya memiliki Heechul dan tidak ada yang lain apalagi seorang putra." Hanggeng mencoba untuk berbohong. tapi sepertinya hal itu percuma saja, hal seperti itu tidak akan membuat seorang Jung Yunho percaya. terbukti dengan adanya seringaian dibibir Yunho setelah Hanggeng berkata demikian

Yunho berjalan sedikit menjauh dari Hanggeng, Setelah Yunho merasa jaraknya tidak terlalu dekat dengan Hanggeng dan Heechul. Yunho segera merogoh saku jubah hitamnya dan saat tangannya keluar sebuah foto tampak ditangannya, mata Hanggeng dan Heechul segera melebar saat melihat dan mengenali dua sosok namja yang ada didalam foto tersebut.

Dua sosok namja itu tampak tengah duduk dipinggiran pantai, dengan backround sunset. namja yang terlihat sangat cantik tampak tengah menyuapi es krim pada si namja mungil nan manis yang terlihat sangat manja difoto itu.

Heechul dan Kyuhyun, Itulah dua namja yang ada didalam foto itu…

Hanggeng tahu betul tempat yang menjadi backround difoto itu, foto itu pasti diambil di jungmun beach saat mereka pergi kepulau Jeju untuk merayakan ulang tahun Kyuhyun yang ke-17.

"Su-ieyang mengambil foto itu." Ucap Jaejoong seolah mampu membaca pikiran Hanggeng. Baiklah tidak perlu bertanya lebih jauh lagi bagaimana Junsu mengetahui keberadaanya, Junsu merupakan mata-mata yang sangat handal. Apalagi jika dia berkolaborasi dengan Jaejoong yang merupakan Black Hat Hacker yang paling dicari anggota kepolisian karena dinilai sangat berbahaya, kenapa? Tentu saja karena otak briliannya selalu bisa menerobos system keamanan seketat dan serumit apapun. tapi tentu saja polisi-polisi itu tidak akan pernah bisa menemukan Jaejoong. jangankan menemukan, identitas Jaejoong saja mereka tidak tahu.

"Namja bersurai caramel yang tengah kau suapi ice krim ini_ sekarang pasti sudah besar bukan? Pasti dia semakin manis."

"Apa yang kau inginkan, Yunho-ssi?" desis Hanggeng kesal

"Kau sudah tahu keinginanku bukan? Kau sangat hebat dalam melakukan setiap aksimu. kau tidak pernah gagal dalam melakukan semua perintahku, dan aku sangat menyukai hal itu Dragon-ah. walaupun aku sudah memiliki yang lebih baik darimu…" sekilas Yunho melihat kearah Jaejoong yang kini tengah berdiri bersandar pada dinding

"_Tapi aku tetap menginginkanmu, jadi bagaimana penawaranku tadi? Karena jika tidak. kau akan tahu sendiri akibatnya…"

TREEEKKKKK…..

Suara jentrikan jari terdengar diruangan yang tiba-tiba saja menjadi hening, Hanggeng menatap heran kearah Yunho saat tiba-tiba saja Yunho menjentrikan jarinya tepat dibawah foto Heechul dan Kyuhyun. Apa maksudnya? Mungkin pertanyaan itulah yang muncul diotak Hanggeng, tapi rasa penasaran itu segera berganti menjadi amarah yang luar biasa saat melihat bara api mulai membakar foto yang masih berada ditangan Yunho hingga menjadi debu dan kemudian debu itu menghilang diterbangkan angin. Hanggeng baru tahu jika Yunho bisa melakukan trik seperti itu. Sulap? Mungkin jika Hanggeng masih hidup hingga esok hari dia bisa bertanya pada Donghae mengenai hal ini karena diantara anggota Red Devil hanya Donghae yang bisa melakukan trik tipuan mata seperti itu. Itupun jika Donghae masih hidup…

.

.

MANSION CHO…

"BabyKyu, tidurlah… ini sudah malam." Siwon menepuk pundak Kyuhyun yang tengah diam berdiri didepan jendela kamarnya sejak 2 jam yang lalu

"Ne, hyung…" gumam Kyuhyun tanpa beranjak dari tempatnya

"BabyKyu." Panggil Siwon yang mulai jengah dengan sikap Kyuhyun, sudah tidak terhitung berapa kali Siwon menyuruh Kyuhyun untuk segera tidur tapi namja manis itu hanya menjawab 'iya' dan sama sekali tidak segera beranjak ketempat tidur. Padahal jam sudah menunjukan pukul 23:30 WKS dan besok Kyuhyun ada jadwal kuliah.

"…"

"Baby, hyung sudah membuatkan susu untukmu… minumlah agar kau bisa secepatnya tidur." Tapi walaupun Kyuhyun selalu membuat Siwon jengkel, Siwon tidak pernah lelah untuk selalu memberi perhatian pada Kyuhyun-nya

"Ne, arraseo…" Kyuhyun langsung membalikan tubuhnya dan secepatnya berjalan menuju tempat tidur dengan pencahayaan yang remang-remang itu. Tapi_

DUUAAAKKKKK…..

"AKKHHH….."

PRAAANGGGGG…..

Entah karena pencahayaan diruang kamar Kyuhyun yang sedikit gelap karena pencahayaan dalam ruangan itu hanya dari lampu tidur yang memang menyala sedikit redup sehingga Kyuhyun tidak terlalu jeli dan akhirnya tanpa sengaja kakinya tersandung kaki meja sehingga segelas susu putih yang dibuatkan oleh Siwon yang ditaruh dipinggir meja jatuh kelantai dan tumpah dengan pecahan kaca yang berserakan dimana-mana.

"Jangan bergerak baby, kau bisa menginjak pecahan kacanya…" Siwon langsung menahan lengan Kyuhyun saat melihat Kyuhyun akan berjongkok, secepatnya Siwon menyalakan lampu kamar

"Tidurlah baby, mimpilah yang indah ne…" perlahan Siwon menuntun Kyuhyun menuju tempat tidur

"Tumpahan su_"

"Biar hyung yang membereskannya… good night, babyKyu." Siwon segera mendorong tubuh Kyuhyun sehingga kini Kyuhyun sudah terbaringkan diatas tempat kasur

CHHHUUUUU~

Siwon mengecup kening Kyuhyun dengan lembut dan Kyuhyun hanya diam, Entah apa yang ada dipikiran Kyuhyun saat ini. Yang jelas dari tadi Kyuhyun terus teringat pada orang tuanya.

"Hyung…" panggil Kyuhyun pelan saat Siwon sedang membereskan pecahan gelas yang masih berserakan dilantai

"Ne?" Siwon langsung berdiri setelah selesai memberihkan lantai dan langsung melihat kearah Kyuhyun yang kini tengah berbaring diatas ranjangnya

"Entah kenapa dari tadi perasaanku tidak enak, sepertinya akan terjadi sesuatu. Hmmm… selamat malam Siwon hyung." Setelah menarik selimutnya Kyuhyun segera memejamkan matanya

"Selamat malam BabyKyu." Gumam Siwon pelan sambil mematikan lampu kamar

.

.

"Aku menolak leader-ssi. dan aku harap kau dan 'anak-anak' didikmu tidak akan mengganggu kehidupan kami lagi." Hanggeng mencoba bersikap lunak pada Yunho walaupun Hanggeng tahu itu hanya akan percuma, tidak ada salahnya jika mencoba bukan?

"Kalau begitu…. nasibmu akan sama denga_"

DOOORRR… DOOORRRR…

Belum sempat Yunho menyelesaikan kata-katanya, Hanggeng sudah lebih dahulu menyerangnya dengan dua peluru yang dia tembakan tepat kearah Yunho, tapi tentu saja peluru tersebut dapat dengan mudah Yunho hindari dan ruangan yang tadinya sunyi kini tiba-tiba saja menjadi ricuh dengan suara peluru tembakan yang terdengar disetiap sudut ruangan. Heechul segera mencari tempat berlindung untuk menghindari kemungkinan peluru nyasar tapi saat Heechul hendak bersembunyi dibawah meja, pundaknya sudah lebih dahulu ditarik oleh sebuah tangan, saat Heechul membalikan tubuhnya Heechul hanya bisa nyengir kuda melihat Yoochun kini tengah berdiri dihadapannya. sial bagi Heechul karena ia tidak memegang senjata apapun. Di sisi lain Hanggeng tampak tengah menodong Yunho dengan pistol yang tepat ia arahkan pada dada Yunho.

"Kau tidak tahu balas budi Dragon-ah, kacang lupa pada kulitnya hm? Aku tidak menyangka kau akan serendah itu. cihhh…" Yunho berkata sinis saat melihat Hanggeng tengah mengarahkan pistol tepat kearah dadanya

"TERUSSS, Ngaruh gitu buat gue? Buat Emak bapak gue? Buat anak-anak gue? Buat nenek kakek gue? Buat eyang subur(?) Buat suami-suami(?) gue… HAHHH…! NGARUHHH? KAGAK KHANNN…!"

Author: CUUUTTT… salah dialog, ulang. Dialog dari mana kaya gitu… ckckck.

Hanggeng: sorry3X naega3X meonjeo neg_

Author: STTO_

Heechul: STOOOP…! acting yang bener Hannie, gak usah nyanyi2. Keadaan genting malah nyanyi-nyanyi…¬¬"

Author: sebenernya siapa sih yang jadi author disini? =_="

Back To Story…

"Lalu, apa aku harus berlutut dihadapanmu lalu mencium kakimu? Cihhh… lebih baik kau memenggal kepalaku sekarang juga."

"Memang itu yang akan aku lakukan." Yunho menyeringai

"Cihhh, coba saja kalau kau bisa…"

DOOORRRRR…. Hanggeng langsung menembak kearah Yunho tapi dengan cepat Yunho mengelak

DOOORRRRR…. DOOORRRRR…

Dengan gerakan cepat Hanggeng langsung menghujani Yunho dengan peluru. Tapi entah kenapa Hanggeng merasakan dadanya sakit dan perih, bukankah dia baru saja menembak Yunho untuk yang ketiga kalinya? Kenapa justru dia yang terluka?

Hanggeng tidak sadar dengan seringaian Yunho barusan, Yunho menyeringai karena melihat Jaejoong tengah berdiri tepat dibelakang tubuh Hanggeng dan tengah mengarahkan pistol tepat pada punggung Hanggeng.

TESSS… TESSS…..

Darah segar langsung menetes kelantai saat Hanggeng meremas dadanya yang terasa sangat sakit dan perih, dua buah peluru tengah bersarang disana. perlahan Hanggeng melihat kebelakang tubuhnya dan tampak Jaejoong tengah mengarahkan dua buah pistol tepat kearahnya. GOD!

"AKKKHHHHH….." ringis Hanggeng kesakitan. Hanggeng langsung ambruk kelantai sambil memegangi dadanya

"Sakitkah Dragon-ah? Biar aku mengakhiri kesakitanmu kalau begitu…" ucap Yunho datar yang kini tengah mengarahkan pistolnya tepat dikepala Hanggeng yang tengah terduduk dilantai, Hanggeng mendongak lalu_

DOOORRRRR….

Tubuh Hanggeng langsung terkulai lemas lantai saat sebuah timah panas mendarat tepat dikepalanya.

"Goodbye… Dragon-ah…" gumam Yunho datar

"Seharusnya naga idiot itu tahu, walaupun ia mati ditangan kita belum tentu 'Istrinya' selamat. lagi pula kita tidak mungkin membiarkan anak dari sang legend of dragon dari red devil itu berkeliaran. kita pasti akan menangkapnya bukan_ Yunnie?" tanya Jaejoong memandang Yunho

Mendengar ucapan Jaejoong, Yunho hanya menyeringai lalu secepatnya menganggukan kepalanya.

"Kau benar Boo… kita pasti akan mendapatkan anak 'emas' sang naga. aku yakin anak itu mewarisi sifat ayahnya, kita membutuhkan namja yang sebanding dengan 'anak' kita untuk melahirkan seorang calon pemimpin baru."

Disisi lain Heechul yang mendengar suara teriakan kesakitan Hanggeng langsung melihat kearah sumber suara, mata Heechul langsung membulat sempurna saat melihat tubuh Hanggeng tengah tergeletak dilantai.

"Ha-Hannie… HAAANNNIIIEEEEE…." Teriak Heechul histeris dan langsung berlari kearah Hanggeng dengan langkah yang terpontang-panting

"Ha-hannie… hiksss… bangun Hannie, jangan tinggalkan aku… hiksss… aku mohon…" Heechul mulai menangis sambil mengguncang-guncang tubuh Hanggeng yang kini sudah tidak bernyawa lagi, Heechul melihat tangannya yang kini berlumuran darah milik Hanggeng saat Heechul memegang dada Hanggeng.

"Ck, menyedihkan sekali." gumam Yoochun yang tengah memandang dengan tatapan kasihan pada Heechul

Saat Heechul mendongak keatas, betapa kagetnya Heechul saat melihat dia tengah dikerumuni oleh Yunho dan juga anggota yang lainnya. Perlahan Heechul meletakkan kepala Hanggeng yang sebelumnya ia letakan diatas pahanya lalu Heechul segera berdiri dan langsung mengapus jejak air mata dipipinya menggunakan punggung tangannya.

"Tunggu apa lagi… bukankah kau juga menginginkan nyawaku?" ucap Heechul memandang Yunho datar, air mata sudah tidak lagi mengalir deras dipipi pucatnya

"Aku tidak menginginkan nyawamu. tapi_ mungkin mereka menginginkannya…" ucap Yunho menyeringai setelah jeda beberapa saat

Mata Heechul langsung berkaca-kaca mendengar jawaban Yunho…

"Mari kita berpesta…" ucap Yoochun langsung meraih tangan Heechul

"BRENGSEKK KAU JUNG YUNHO…! DASAR BAJINGAN… CUUIIIHHHHH….." dengan penuh emosi Heechul meludahi wajah Yunho sebelum Yoochun menarik tangannya

Saat Yoochun menyeret Heechul menuju kamar mandi, Heechul langsung meronta hebat dan sebisa mungkin Heechul menendang kaki Yoochun ataupun menggigit lengan Yoochun walapun usahanya sia-sia.

"LEPASKAN AKU… AKU BUKAN PELACUR, LEPAS KEPARATTT…" Heechul berteriak histeris saat dirinya semakin dekat dengan pintu kamar mandi

"LEPASKANNN…! AKU BUKAN PELACUR SEPERTI KIM JAEJOONG…"

PLAAAKKKKK…

Panas, perih dan sakit… itulah yang dirasakan Heechul saat Yoochun menampar pipinya hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah karena tamparan Yoochun yang bisa dibilang sangat keras.

"Apa kau menginginkan dia tetap hidup?" tanya Junsu memandang Yunho yang tengah berdiri didepannya setelah Yoochun dan Heechul menghilang dari pandangan mereka

"Ani." Jawab Yunho cepat

"Baiklah, kami akan melenyapkannya setelah kami selesai 'besenang-senang' dengannya. kajja Min, apa kau tidak mau menyumbangkan sedikit 'cairan'mu untuknya? Aku rasa dia masih kuat walaupun harus melayani kita bertiga sekaligus…" ucap Junsu sambil berlalu menuju kamar mandi untuk menyusul Yoochun yang sepertinya sudah lebih dulu 'bermain' dengan Heechul, terbukti dengan adanya suara teriakan kesakitan yang tentu saja pasti berasal dari Heechul, sepertinya Yoochun ingin 'bermain' kasar. Sementara Changmin hanya mengikuti langkah Junsu dari belakang.

CKLEEEKKK…..

Saat Junsu membuka pintu kamar mandi, Junsu sedikit terkejut saat mendapati Heechul tengah terperangkap antara tubuh Yoochun dan dinding. Yoochun segera menghentikan aksinya saat mendengar suara pintu dibuka dan secepatnya membalikan tubuhnya sehingga kini Yoochun tengah menatap Junsu yang tengah berdiri diambang pintu.

"Ck, kau tidak menunggu kami hyung." dengus Junsu kesal saat melihat Heechul sudah dalam keadaan naked sementara Yoochun masih berpakaian lengkap

"Cepat sekali." gumam Changmin kaget saat melihat kondisi Heechul

"Aku pikir kau tidak mau mencicipinya Su-ie, mianhe… kau boleh mencobanya terlebih dahulu." ucap Yoochun yang langsung menyingkir dari hadapan Heechul

'Sudah bekas saja, baru dikasih… ck.' Batin Changmin saat melihat kondisi Heechul yang sepertinya sudah 'dimasuki' oleh Yoochun

Sesaat Junsu merasa kasihan melihat Heechul kini tengah meringkuk dipojokan, kedua kakinya ia tekuk mencoba menutupi bagian bawah tubuhnya sementara wajahnya ia benamkan dikedua lututnya, suara isak tangais samar-samar terdengar keluar dari bibir Heechul.

.

.

MANSION CHO…

"TIDAAAAAKKKKK..…!" Teriak Kyuhyun yang langsung terbangun dari tidurnya, air mata mulai turun dari kelopak matanya saat tiba-tiba saja Kyuhyun merasakan dadanya terasa sakit dan sesak, seakan-akan dia baru saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga

Sementara Siwon yang tengah tidur diatas sofa langsung terjatuh dengan tidak elitnya dari atas sofa karena kaget dengan teriakan Kyuhyun dan tanpa mengeluh sedikitpun Siwon langsung berlari menuju tempat tidur dimana kini Kyuhyun tengah duduk diatas tempat tidur dengan menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya yang sengaja ia tekuk.

"BabyKyu… baby kau kenapa chagi?" Siwon mencoba menyadarkan Kyuhyun yang terus saja menangis sambil menutupi wajahnya, Siwon tidak putus asa dan terus mengguncang-guncang bahu Kyuhyun walaupun Kyuhyun sama sekali tidak meresponnya

"Hiksss… hiksss…"

"Baby kau kenapa chagi, katakan pada hyung ada apa?" tanya Siwon yang semakin terlihat khawatir, merasa usahanya membuat Kyuhyun berbicara padanya hanya akan sia-sia Siwon memutuskan untuk memeluk Kyuhyun sambil mengelus-elus punggung Kyuhyun mencoba untuk menenangkannya.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun sudah berhenti menangis walaupun dia masih terisak, Kyuhyun segera melepaskan pelukan Siwon dan setelahnya Kyuhyun hanya diam sambil menundukan kepalanya.

"BabyKyu?"

"h-hyung… A-aku mimpi_ A-appa dan umma… pe-pergi... me-mereka meninggalkanku… me…hiksss… hikss.." Kyuhyun tidak mampu meneruskan kata-katanya saat cairan bening kembali mengaburkan penglihatannya dan tanpa disuruh cairan bening itu kembali turun membasahi pipi pucatnya

"Ssshhttt… jangan menangis baby, itu hanya mimpi… tidak apa, semuanya akan baik-baik saja… percayalah." Siwon kembali memeluk Kyuhyun

"Ta-tapi hyung, a-aku takut mimpi itu akan menjadi kenyataan… mi-mimpi itu seperti nyata hyung, ada sekelompok orang yang akan membunuh Appa dan Umma… hiksss, a…ak_"

"Dengar baby, Han Appa Han dan Chullie umma bilang… mereka hanya ingin mengurus perusahaan yang ada dilondon, setelah urusan mereka selesai mereka akan segera kembali baby. Percayalah."

"KAU TIDAK MENGERTI HYUNG, AKU BENCI PADAMU. BENCCIII…" teriak Kyuhyun parau yang langsung menghempaskan tubuhnya ketempat tidur dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya, Kyuhyun pikir percuma bicara dengan Siwon, dia tidak akan mengerti. Siwon yang kaget dengan sikap Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas berat

"Hhhh… babyKyu, mianhe jika hyung membuatmu kesal. tapi percayalah baby, semuanya akan baik-baik saja…"

"…"

"BabyKyu hyung min_"

"PERGIII… AKU BENCI PADAMU SIWON HYUNG PABBO. BENCIII…"

"Bab_"

"PERGI KATAKU, APA KAU TULI HAHHH? PERGIII….." Teriak Kyuhyun yang langsung bangun lalu berteriak tepat didepan wajah Siwon lalu dengan sekuat tenaga Kyuhyun mendorong tubuh Siwon sehingga Siwon langsung terjatuh keatas lantai, Siwon segera bangun tanpa mengeluh sedikitpun karena sikap Kyuhyun

"Baiklah. Selamat malam baby, tidurlah kembali dan mimpilah yang indah ne…" saat Siwon mengulurkan tangannya, hendak mengelus kepala Kyuhyun. dengan kasar Kyuhyun membentak Siwon dari dalam selimut

"JANGAN SENTUH AKU…" Siwon menelan ludah mendengar bentakan Kyuhyun

Satu kebodohan Siwon adalah dia tidak terlalu peka dengan perasaan Kyuhyun saat ini… Siwon tidak tahu jika saat ini Kyuhyun tengah ketakutan, dia terlalu takut akan terjadi sesuatu yang buruk dengan kedua orang tuanya apalagi sekarang mereka tidak ada didepan mata Kyuhyun. Kyuhyun amat teramat sangat takut jika kejadian yang Kyuhyun impikan akan menjadi kenyataan.

'Baru 3 jam Kyuhyunie tertidur tapi dia sudah bermimpi yang aneh-aneh…' batin Siwon setelah melihat jam dinding dikamar Kyuhyun yang menunjukan pukul 02:30 WKS

.

.

"Sudah selesai?" tanya Yunho datar saat melihat Changmin keluar dari kamar mandi

"Ne, 'Appa'…" jawab Changmin menghampiri Yunho yang kini tengah duduk diatas sofa bersama Jaejoong, sepertinya saat YooSuMin tengah 'bermain-main' dengan Heechul, Yunho juga tengah 'bersenang-senang' dengan Jaejoong, terbukti dengan banyaknya 'tanda' dileher Jaejoong yang tadinya putih bersih kini terdapat bercak kemerahan, selain itu Jaejoong kini tengah sibuk merapikan pakaiannya yang terlihat sangat berantakan.

"Minnie-ah, aku ingin malam ini kau pergi kekorea… cari namja yang bernama Cho Kyuhyun. Aku ingin laporannya besok…" perintah Yunho tegas

"Ne, 'Appa'…" ucap sesosok namja tinggi yang teramat sangat kurus yang sepertinya pengidap penyakit DM*plakk* karena walaupun dia banyak makan dia tetap saja kurus kering. *Author-dibantai-cassie*

.

.

Cahaya matahari mulai menelusup masuk dari jendela saat Kyuhyun baru saja membuka matanya secara perlahan, Kyuhyun langsung terbangun dari posisi tidurnya dan kini tengah duduk dipinggiran tempat tidur dengan kedua kakinya menjulur kelantai. Matanya terasa barat dan perih, mungkin itu akibat karena Kyuhyun menangis semalaman.

"BabyKyu…" panggil Siwon pelan menepuk pundak Kyuhyun, Kyuhyun tidak menatap Siwon ataupun menjawaban panggilan Siwon. Kyuhyun lebih memilih untuk diam

"Baby, hyung sudah membuatkan sarapan untukmu… cepatlah mandi dan setelah itu kita sarapan bersama. Kau ada kuliah bukan?"

Hening…

"BabyKyu, tentang mimpimu yang semalam itu_ hyung minta maaf jika hyung sudah melukai hatimu… hyung tidak bermaksud demikian baby…"

"…"

"Hyung ta_"

"Pergi…" bisik Kyuhyun lemah, Siwon hanya mengangguk dalam diam

"Baiklah, hyung tunggu dibawah ne…" Siwon segera berjalan menuju pintu

'Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri…' batin Siwon menerka, mencoba memahami perasaan Kyuhyun

.

.

Pagi ini terasa aneh bagi Siwon, entah kenapa rasanya begitu kosong…

'Ada yang hilang…' batin Siwon gelisah, entah kenapa hatinya teramat sangat tidak enak. sepertinya Sesuatu yang buruk akan terjadi atau_ sudah terjadi?

TINGGG TONGGG…..

Saat mendengar bell mansion Cho berbunyi Siwon segera berjalan menuju pintu…

CKKLEEEKKKKK..…

"Mianhe tuan, Koran pagi anda…" ucap sesosok namja yang ternyata adalah pengantar Koran

"Ne, gomawo…"

Setelah memberikan sedikit uang untuk si pengantar Koran, Siwon segera masuk kembali kedalam rumah dengan membaca deadline hari ini. sambil berjalan menuju dapur mata Siwon terus terfokus pada halaman utama Koran dengan judul besar serta dicetak dengan menggunakan hurup capital, mata Siwon langsung membulat sempurna saat selesai membaca sebuah kalimat yang menjadi dealine utama hari ini… deadline dengan judul_

CHO HANGGENG DAN CHO HEECHUL, dua namja pemilik perusahaan terbesar dikorea ditemukan tewas dikamar hotel.

Oke, untuk saat ini Siwon berharap agar dia menjadi buta saja… Dibawah judul tersebut ada foto Hanggeng dalam keadaan sangat mengenaskan dengan darah mengalir dimana-mana, sementara foto Heechul yang ditemukan dikamar mandi tampak disensor dan hanya diperlihatkan bagian wajah saja karena saat mayat Heechul ditemukan, kondisinya sudah dalam keadaan tanpa busana, diperkosa lalu dibunuh itulah keterangan dari foto Heechul.

"A-A…Apa i-ini?" Siwon tercekat setelah hampir semua berita tersebut ia baca

Saat mendengar bunyi pintu kamar Kyuhyun terbuka, cepat-cepat Siwon mendekati perapian lalu segera melemparkan Koran tersebut kedalamnya sehingga Koran tersebut hangus terbakar menjadi debu.

'I-ini ti-tidak mung…kin… ti-tidak mungkin… ap-apa yang harus aku katakan pada Ba-babyKyu?' batin Siwon kalut, keringat dingin mulai mengalir dari pelipis Siwon

Setelah sarapan pagi minus Siwon yang sama sekali tidak mau makan bahkan minum sedikitpun, Siwon dan Kyuhyun segera berangkat kuliah bersama.

"Hyung, kenapa tadi hyung tidak sarapan pagi?" tanya Kyuhyun memecah keheningan didalam mobil, Siwon yang sepertinya tengah melamun hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, Kyuhyun yang kesal langsung mencubit lengan Siwon dengan 'sedikit' keras untuk menyadarkan Siwon dari lamunannya

"AAKKKHH…" erang Siwon kesakitan saat tiba-tiba ia merasakan lengannya dicubit dengan sangat keras, Siwon langsung melihat kearah Kyuhyun, Kyuhyun hanya memalingkan mukanya tanpa dosa saat melihat Siwon tengah menatapnya tajam

"Baby, jangan lakukan hal seperti itu lagi arra? Itu sangat berbahaya." ucap Siwon menasehati

"Seharusnya aku yang berkata seperti itu hyung pabbo, jangan pernah melamun jika sedang mengendarai mobil." Ucap Kyuhyun ketus tanpa memandang Siwon

"Waeyo babyKyu, kau terlihat kesal?" tanya Siwon mengalihkan pembicaraan

"Ani, apa yang sedang hyung pikirkan?" tanya Kyuhyun dengan nada mengintrogasi sambil menatap tajam Siwon

"Ti-tidak ada baby, tidak ada yang hyung pikirkan…" Siwon mencoba untuk menetralkan suaranya walaupun tetap saja nada suaranya terdengar sedikit bergetar, Siwon tidak mau jika Kyuhyun curiga dan berpikir yang tidak-tidak

"Bohong, aku sangat benci dengan seorang pembohong hyung. karena aku tidak suka dibohongi." Ucap Kyuhyun datar yang kini kembali melihat kejalanan yang berada didepannya

DEEEGGG…..

Siwon merasakan jantungnya tiba-tiba saja berdetak lebih cepat. Tidak, bukan… bukan saat mendengar ucapan Kyuhyun. Tapi entah kenapa perasaan Siwon benar-benar tidak enak.

'Ada apa ini?' batin Siwon khawatir

"Baby, hyung harap pulang nanti kau tunggu hyung ne. kita pulang bersama… arraseo?" ucap Siwon menepuk bahu Kyuhyun, saat Kyuhyun hanya diam Siwon langsung mengguncang bahu Kyuhyun

"Hm." Gumam Kyuhyun terpaksa

.

.

FAKULTAS HUKUM…

"Selamat siang anak-anak, hari ini kalian akan mempunyai teman baru." ucap Park Seonsaengnim saat sudah memasuki kelas dimana Kyuhyun merupakan salah satu murid dikelas tersebut, siswa didalam kelas tampak sedikit ricuh karena penasaran siapa gerangan yang akan menjadi teman baru mereka

"Changmin-ssi, silahkan masuk…" panggil Park Seonsaengnim melihat kearah pintu dan tampaklah sesosok namja tinggi dan kurus memasuki ruangan. semua perhatian siswa yang ada didalam ruangan itu langsung tertuju pada sesosok namja tinggi yang kini tengah berdiri didepan kelas mereka kecuali si namja manis bersurai ikal yang kini tengah memandang keluar jendela…

.

.

T.B.C

Mianae jika makin gaje ne, semoga readersdeul tidak kecewa dengan chap ini maupun chap-chap sebelumnya…

Gomawo buat yang sudah mereview chapter 6. jeongmal gomawo ne readersdeul…

amanda wu, wonkyuhomintaoris all, Augesteca, hanifElfkyu, MyDecember, rikha-chan, Choihyun93, vietaKyu, denia, InspiritBlue, , wonkyuhae, YukimaruNara, iqbalkyunnie, casanova indah, vihyun, siscaMinstalove, Kayla WonKyu, siwon cute, evil kyu, Desviana407