JOMBLO
(Rewrite dari Novel "JOMBLO" karya Aditya Mulya
Alur cerita tidak dirubah, hanya sedikit menyesuaikan.
Nama Tokoh, tempat dan Universitas diganti demi keseimbangan cerita.
.
Part 7
Sehun, Luhan dan Objek Penderita
.
.
.
Malam Minggu. Sehun mendapat lampu hijau bertandang ke rumah Luhan. Setelah satu minggu penuh berbalas telepon, percikan asmara mulai ada di hati keduanya. Tapi rasa suka ini malah membuat Sehun menjadi takut gagal dan takut kaku. Dia memaksa Kai menemani.
"Aduh Sehun, gua mesti siaran." ujar Kai. Adalah sebuah ironi bagi Kai. Anak gaul kosmopolitan yang haus seks ini gagal masuk radio anak muda sebagai penyiar dan sekarang bekerja di sebuah stasiun radio bersegmen tani.
"Siaran apaan? Bahas pete cina? Ayolah Kai, perjalanan gua masih jauh nih. Gua takut kaku disana. Ayo dong temenin."
"Oke."
Sebuah kata yang sangat mahal jika Kai mengetahui apa yang terjadi berikutnya. Mereka ke daerah Yongsan-gu di malam minggu yang penuh rasa bagi Sehun.
Mereka sampai di depan rumah Luhan. Sehun memijit bel, Luhan keluar dengan penuh senyum, menggendong Yujie dan membukakan pintu.
"Luhan kenalin ini Kai."
"Kai"
"Luhan"
"Aduh anak ini lucu amat, namanya siapa?" Kai mencoba mengesun pipi Yujie.
***PLAAKKKK***
Tangan mungil Yujie melayang tepat di muka Kai.
.
Mereka bertiga duduk di sofa. Semuanya terdiam. Mata mereka dibuang kesana sini berusaha mencari topik pembicaraan.
"Luhan ini anak manajemen, Kai…temennya Sohyun…itu tuh, bekas temen SMA lu." Sehun membuka pembicaraan.
"Oh ya?..." Kai berbaik hati basa-basi.
"…Salam ya Lu, buat Sohyun." Luhan mengangguk. Lama ketiganya terdiam….
"Luhan ini temennya Sohyun loh, Kai"
"KAN TADI UDAH DIBAHAS!" kata Kai melotot.
Lima belas menit berlalu, Sehun berhasil mencairkan dirinya dan mulai menghangatkan suasana. Seperti yang telah Kai perkirakan sebelumnya, dia mulai dilupakan dan sebagai buaya profesional, dia sadar diri.
"Bebek buluk ini telah menjadi angsa dan dapat terbang. Gua lebih baik menyingkir." Kai mengambil inisiatif bermain dengan keponakan Luhan. Dia tidak menyadari bahwa itu kesalahan yang teramat fatal. Berikut adalah berita pengapelan Sehun dan Objek Penderita di rumah Luhan.
.
Jam Pelaku Aktifitas
19.20
Sehun : Bercanda tentang dosen fisikanya di tingkat satu dulu.
Luhan : Memberi tahu bahwa dosen fisika itu adalah pamannya.
Kai : Berkenalan dengan dua keponakan Luhan. Ziyu dan Yujie.
19.25
Kai : Dilempar patung bebek kecil di kepala oleh Yujie
Sehun & Luhan (untuk selanjutnya disebut HunHan) : Tertawa melihat Kai kesakitan.
19.26
Kai : Dilempar asbak kayu oleh Ziyu.
HunHan : Kembali tertawa.
19.42
HunHan : Terlihat mulai saling konek dan saling bercanda lebih dekat.
Ziyu & Yujie : Minta dibelikan es krim di warung terdekat.
19.50
Kai : Menggendong kedua anak, keluar mencari es krim.
20.00
HunHan : Terlihat semakin konek
Pembantu : Mencari kedua anak majikannya.
20.10
Luhan : Mengajak Sehun makan malam.
Sehun : Mencari Kai untuk mengajak makan malam, Kai tidak dapat ditemukan. Sehun kembali ke dalam rumah.
Pembantu : Melapor ke pos keamanan bahwa rumah No.07 kehilangan dua anak kecil.
20.20
Security : Menspot seseorang berkulit kelam sedang menggendong dua anak kecil.
20.30
Massa + Security : Mengejar Kai yang sedang menggendong Ziyu dan Yujie.
HunHan : Makan malam berdua di teras belakang.
20.40
Kai : Menjelaskan ke pembantu, security dan massa bahwa Ziyu dan Yujie meminta es krim.
Pembantu : Mengatakan bahwa es krim ada di dalam kulkas, buat apa beli?
Massa kembali tenang. Security minta duit rokok dari Kai.
21.00
Luhan : Mengaku sudah lama merindukan hadirnya seseorang spesial di hatinya.
Sehun : Berbunga-bunga
Ziyu & Yujie : Minta dipetikan buah mangga di pohon di halaman samping.
21.10
Kai : Memanjat pohon mangga.
Sehun : Pamit pulang.
Luhan : Meminta Sehun lebih sering main ke rumah.
21.15
Sehun : Pulang, berbunga-bunga.
Luhan, Ziyu dan Yujie masuk ke dalam rumah.
Kai : Masih di atas pohon mangga.
.
.
-2 bulan kemudian, di sebuah restoran-
4 sosok tuyul nekat bernyanyi diiringi denting piano yang dialunkan secara kacau balau oleh Chen. Mereka…Sehun, Kai, Chanyeol dan Chen bernyanyi keras-keras.
"WANITA DIIII…..JAJAH PRIA…..SEJAK DULU….."
Semua anak terdiam, lupa syair selanjutnya. Sehun memecah keheningan dengan melanjutkan…
"SEJAK DULUUUUU….WANITA DIIII…..JAJAH PRIA!"
Semua tertawa, satu restoran tersiksa dan ngebatin. Manajer restoran berjanji kepada pengunjung untuk tidak akan membolehkan pengunjung menggunakan pianonya, kecuali untuk para artis. Setelah bernyanyi, Kai mengangkat gelas.
"Untuk Sehun, yang telah menemukan arti hidup!"
"Iya, semoga langgeng dan kalo pun tidak, ya bisa rekomendasiin kita-kita ini." kata Chen.
"Sehun….." Kai berlontar…
"Ya Kai?"
"Semoga kalian cocok…."
"Cheers"
.
.
.
Thanks to :
All readers yang masih doyan ke-absurd -an ini. Lopyuh gaes
