Pagi-pagi sekali Jaejoong sudah dikejutkan dengan ponselnya yang berdering keras. Nyonya muda yang masih suka molor kalau hari minggu ini memang paling benci dengan gangguan ditengah nyenyaknya tidurnya. Tapi panggilan itu datangnya dari Victoria salah satu rekannya di panggung Gisangel panggung akrobatiknya. Setengah sadar Jaejoong mengangkat telepon itu dan berbicara dengan Victoria dengan suara seraknya

"Ada apa?"Jawabnya

"Jung Jaejoong kau masih tidur? Kau gila ya? Hari ini pemilihan bintang utama, penulis naskah yang baru akan datang sebentar lagi,"Kesal Victoria di seberang, mendengar suara emosi Victoria Jaejoong langsung membuka matanya lebar. Ia baru ingat kalau hari ini ia tidak boleh telat, mengingat ia harus mempunyai citra yang baik bagi panggung akrobatiknya.

Dengan tergesa-gesa Jaejoong segera bersiap-siap, mengabari para bodyguard dan sopirnya, membersihkan diri di kamar mandi, mengenakan pakaian yang pantas, berdandang sederhana, dan berlarian di rumah besarnya dikelilingi para maidnya yang berusaha menjaga Nyonya mereka agar tidak menabrak tembok, atau terpeleset dari tangga. Dengan nafas yang tersisa Jaejoong memerintahkan supirnya untuk berangkat ke panggung Gisangel, ia tidak boleh terlambat sedikitpun.

Beberapa menit dilalui dengan penuh ketegangan akhirnya mereka sampai juga. Jaejoong masih terus berlarian di sekitar jembatan yang memisahkan antara panggung Gisangel dengan jalan raya. Ia datang tepat ketika teman-temannya mulai berkumpul, dan dari kejauhan tampak olehnya sosok tak familiar yang sedang berdiri terpaku memandangnya yang berlari membabi buta. Jaejoong mengerem langkahnya dengan sangat mendadak membuatnya menabrak salah satu rekannya yang sekarang menatapnya garang. Sambil cengengesan Jaejoong mengambil tempat di samping Victoria yang menyikutnya kuat, bermaksud menegur tanpa suara.

"Baiklah semuanya, hari ini kita kedatangan tamu penting, dia Kim Hyun Joong penulis naskah yang sengaja direkrut direktur, ia bekerja untuk MBC dan sekarang membantu kita menyempurnakan pertunjukan awal tahun, dan tuan Kim silahkan," Park Jungsu salah satu senior mereka, memperkenalkan orang asing yang kelihatan kaku di depan mereka itu.

"Kim Hyun Joong imnida, hari ini aku akan mulai dengan melihat penampilan kalian pada pertunjukan sebelumnya, tunjukkan saja peran yang kalian jalani, setelah itu aku akan mengklasifikasikan kalian dalam naskah yang sudah kubuat ini, dan akan kutentukan siapa yang berhak menjadi peran utamanya, tidak berdasarkan kemampuan tapi berdasarkan kecocokan kalian akan peran ini nantinya, jadi santai saja,"Kim Hyun Joong mungkin bisa berkata itu dengan santai tapi tetap saja ketegangan tak bisa dihindari.

"Dan..." Ia berhenti sejenak "Aku benci ketidakdisiplinan," Tambahnya sambil melirik tajam ke arah Jaejoong, seketika rekan Jaejoong yang lainnya ikut melirik ke arah Jaejoong.

"Kali ini saja kumaafkan, Nyonya Jung,"Ucap Hyun Joong tenang namun sarat akan ancaman, rekan Jaejoong yang lain hanya menatap iba. Sementara Jaejoong menelan liur pahit.

Mereka kemudian bersiap-siap dan mengganti kostum mereka, kembali berlenggak lenggok di brangko yang tergantung, menari dengan indahnya meski medan yang mereka lalui sangat sulit. Jaejoong selalu memang tidak pernah bisa diandalkan, ia naik ke atas brangko memegang erat dengan tangannya dan terpeleset sesaat bahkan ketika bagiannya belum mulai, ia terjatuh dengan tidak elit di jejaring yang tersedia di bawah, menjadi bahan candaan sepanjang jam itu, dan ia menggerutu sebal saat teman-temannya yang lain juga tidak membuat moodnya bertambah baik. Namun satu hal yang membuatnya melupakan semua kesialan itu adalah saat Kim Hyun Joong dengan yakin dan lantang menyatakan bahwa peran utama kali ini akan diberikan kepada Jaejoong dengan alasan bahwa ia mampu membuat suasana lebih cerah dengan kelucuannya, dan sesuai tema yang akan mereka usung kali ini adalah "Little Princess in Paradise" kisah seorang putri mahkota ceria yang tersesat di sebuah dimensi lain yang indah dan menakjubkan.

"Jika kau sudah dibebani dengan tanggung jawab besar ini, aku rasa kau harus tahu bahwa paling tidak kedisiplinanmu sedikit diperbaiki,"Akhir kata yang ungkapkan Kim Hyun Joong, sungguh terkesan menyindirnya, dan ia hanya bisa menunduk pasrah, namun kegembiraan tak bisa lepas dari hatinya, wajahnya tak henti memamerkan senyuman manis, toh wajar saja mengingat ini adalah peran utama pertamanya.

Setelah membalas ucapan selamat dari teman-temannya yang lain, Jaejoong memutuskan untuk mengabari Yunho, ia sungguh tidak sabar ingin memberitahu suaminya. Jaejoong mendial nomor di ponselnya.

"Yeoboseyo, Yunnie...,"jeritnya ceria, Yunho yang mendadak mendapat serangan teriakan itu segera menjauhkan ponsel dari telinganya.

"Ada apa?"Tanya Yunho dingin

"Jongie, berhasil,"Teriaknya lagi

"Apanya?"Yunho balik tanya

"Jongie berhasil mendapatkan peran utama untuk pertunjukkan awal tahun kami nanti,"ceritanya penuh haru

"Hmmm, kau mau hadiah apa?"Tanya Yunho kemudian

"Hmmm hadiah?"Jaejoong lama berpikir ia menimbang-nimbang apa hal ini perlu di hadiahi.

"Ya sudah aku akan menjemputmu, kita makan malam saja ya,"Ucap Yunho kemudian setelah terlalu lama menunggu jawaban dari Jaejoong, Jaejoong pun tersenyum mendengarnya

"Iya Honey bunny funny,"Jaejoong kemudian mematikan ponselnya, ia sedang berdendang ria sambil duduk bersandar di tempat duduk penonton yang paling bawah sambil menatap panggungnya yang luas, dengan brangko-brangko yang bergantungan, dan seketika hatinya sangat damai.

"Kau tidak pulang?"Seseorang mengagetkan lamunan Jaejoong, membuatnya menoleh segera

"Oh, Ha..Hai,"Sapanya canggung, orang itu Hyun Joong kini duduk di samping Jaejoong

"Kau semangat sekali, kau senang dengan peran itu?"Tanya Hyunjoong kemudian, Jaejoong tersenyum. Hyun Joong yang sekarang, terkesan sangat ramah dan baik hati.

"Ini peran utama pertamaku,"Jawab Jaejoong pula, Hyun Joong mengangguk mengerti, ia menoleh ke samping memperhatikan raut wajah cantik Jaejoong sangat intens, desiran aneh muncul di hatinya, tak menafikan, dan tak berusaha menghindar, Jaejoong memang selalu mempesona dimata siapapun.

"Ya, Hyun Joong-shii, kenapa kau tiba-tiba menerima tawaran menulis naskah untuk pertunjukkan akrobatik? Apa kau menyukai akrobatik?"Setelah lama terdiam Jaejoong kemudian bertanya polos, Hyun Joong tertawa pelan

"Tidak terima kasih, apalagi dengan bintang sepertimu, sebenarnya tawarannya lumayan, tentu saja kuterima,"Jawab Hyun Joong, Jaejoong langsung mempoutkan bibirnya lucu

"Tidak sopan..."Gumam Jaejoong pelan

"Kau tahu bagian paling mengejutkan sejak aku datang kemari apa? "Hyun Joong bertanya, Jaejoong menjawab dengan gelengan kepala.

"Aku benar-benar tidak percaya istri Jung Yunho yang popoler itu seceroboh ini,"Ujar Hyun Joong terus terang, sambil tergelak, Jaejoong mempoutkan bibirnya lebih lucu, membuat Hyun Joong gemas dan mencubit pipi Jaejoong.

"Aaa, sakit,"Jaejoong memukul pelan lengan Hyun Joong, tanpa menyadari, Yunho sudah berada tak jauh dari mereka, berjalan mendekat, dengan tatapan tajam tak ramah. Dingin, keren, tampan dan bertubuh tegap, ia menatap lekat ke arah Jaejoong yang sedang berduaan dengan Hyun Joong, tak banyak lagi orang-orang yang berada di panggung itu, tapi kedatangan Yunho yang sangat jarang selalu menimbulkan keriuhan, menyadari suaminya sedang berjalan ke arahnya, Jaejoong tersenyum dan melambai kearah suaminya. Hyun Joong terlihat tegang, ia tampak tak suka, tapi juga tak bisa berbuat apa-apa, dan Jaejoong yang tak menyadari hal itu hanya tersenyum sumringah kearah suaminya.

Yunho menatap angkuh ke arah Hyun Joong sorot matanya tajam dan berang.

"Ayo pulang,"Ujar Yunho kini menatap Jaejoong lembut, Jaejoong tersenyum manja melepas tangannya dari tangan Hyun Joong dan menggandeng mesra Yunho.

"Hyun Joong-shii aku pulang ya,"Pamit Jaejoong sopan, ia menunduk sedikit, Hyun Joong tersenyum tipis, mencoba menghindari kontak mata dengan Yunho tapi ia justru tak bisa melepaskan pandangannya dari Jaejoong, tanpa berbasa-basi Yunho pergi meninggalkan tempat itu menuju ke mobilnya bersama istrinya, para boyguard Jaejoong dan Yunho yang menunggu diluar segera mengikuti majikan mareka.

"Dia siapa?"tanya Yunho saat mereka sudah di dalam mobil

"Siapa?"Jaejoong malah balik tanya

"Laki-laki yang bersamamu?"Jawab Yunho masih dingin

"Hmm namanya Kim Hyun Joong penulis naskah untuk pertunjukkan kami,"Jawab Jaejoong semangat,

"Sepertinya kalian cepat akrab,"Sindir Yunho, mendengar kata-kata tak enak itu Jaejoong menoleh, memincingkan matanya menggoda ia kemudian tersenyum penuh arti.

"Aah.. Yunnie cemburu ya,"Godanya sambil menusuk-nusuk pipi Yunho dengan jemari telunjukknya, Yunho tak bisa menghindar hanya mencoba menjauhkan wajahnya.

"Hmm, Saranghae...,"Bisik Jaejoong sambil mencium pipi Yunho pelan, ia kemudian merangkul lengan Yunho dan bersandar manja di bahu suaminya.

"Kau mengganggu konsentrasiku jika begini,"Yunho memperingatan mengingat Jaejoong bergelayut manja di lengannya, yang sedang menyetir.

"Tapi Jongie, kangen,"Jawab Jaejoong sedih ia melepas rangkulannya, Yunho melirik sekilas ke arah Jaejoong yang menatap sedih ke arah jendela sebelahnya, tidak tega Yunho menarik Jaejoong kembali.

"Kemarilah,"Ucap Yunho pelan, Jaejoong mengikut, kini kembali memeluk lengan Yunho posesif dan bersandar di bahu suaminya. Mereka terdiam cukup lama sebelum Yunho kembali menambahkan.

"Ia aku cemburu," Ujarnya dan kini menghentikan mobilnya di depan salah satu gedung mewah, Jaejoong tak sempat membalas hanya tersenyum geli. Jaejoong merangkul lengan Yunho manja, dan mengikuti suaminya masuk ke restoran mewah itu. Mereka disambut seperti biasa selalu serba sopan, terlampau sopan bahkan, dan sangat istimewa, Yunho sudah memesan salah satu tempat duduk khusus pelanggan VIP, mereka hendak menuju tempat mereka sebelum terhenti oleh sapaan resmi di belakang mereka.

"Tuan Jung, Nyonya Jung, sungguh suatu kebetulan bisa bertemu anda disini,"Kwon Young Min CEO SM town menyapa mereka semangat, Yunho tersenyum tipis, namun Jaejoong tidak memerhatikan itu, karena ia sedang dipelototi tidak suka oleh seorang gadis di samping Young Min, Boa, menatap Jaejoong tajam seaakan ingin segera memangsa, Jaejoong balas menatap tajam, meski ia tak begitu yakin benar-benar sedang melakukannya.

"Boa, kenapa kau tidak menyapa?"Tegur Young min sambil menyentak Boa pelan, Boa terlonjak dan menatap Jaejoong dan Yunho satu-satu

"An..anneyong,"Boa membungkuk sedikit

"Iya ini suatu kebetulan, hmm... bagaimana kalau kita makan malam bersama,"Tawar Yunho sopan, Young Min sungguh terharu, sementara Boa hampir pingsan mendapat tawaran seberuntung ini. Bersama mereka menuju tempat pesanan Yunho, agak romantis memang karena itu memang khusus untuk mereka berdua tadinya.

"Wah sepertinya kami mengganggu acara tuan dan nyonya Jung,"Ujar Young Min tidak enak

"Eh tidak, ini hanya makan malam biasa,"Jawab Jaejoong ramah

Mereka duduk berbincang, memesan makanan, saling memuji, terus meneguk wine mahal yang tersedia, dan Boa selalu bisa diandalkan jika itu menyangkut mengubah suasana hati seseorang.

"Tuan Jung, anda terlihat tidak banyak berubah sejak pertama kali kita bertemu di Jeju,"Ucapnya manis, Jaejoong melirik, Yunho hanya tersenyum tipis. Tak mendapat jawaban Boa kembali menambahkan.

"Anda tahu, kalau kita punya pengalaman lucu disana, dan saya tidak pernah melupakannya,"Lanjutnya lagi, Jaejoong semakin melirik ingin tahu, Yunho meneguk wine nya, ekspresinya biasa saja.

"Oh ya, sepertinya saya tidak mengingatnya,"Ujar Yunho, tapi tak mau berhenti di situ Boa memasang senyum penuh arti.

"Tentu saja, karena saat itu anda sedang mabuk,"Ujar Boa sambil terkikik pelan, Yunho lumayan terkejut, apatah lagi Jaejoong, dan Young Min hendak menghentikan Boa, namun tak berhasil.

"Anda tahu,... kalau anda sudah mencuri ciuman pertama saya,"Kata Boa pura-pura berbisik seolah ini hanya antara dia dan Yunho, Jaejoong melirik berat ke arah Yunho yang tampak tenang, dan Young Min mendadak kehilangan berat tubuh saat mendengarnya.

"Ah tentu saja itu tidak disengaja kan,"Young Min mencoba mencairkan suasana yang tidak enak ini. Jaejoong meneguk sirupnya, tangannya tampak kaku dan gemetar. Yunho tak perlu menatap ke arah Jaejoong untuk mengetahui apakah istrinya baik-baik saja atau tidak, ia hanya menggerakkan tangannya, menggenggam tangan Jaejoong lembut, meremasnya pelan, seakan menyatakan semuanya baik-baik saja, dalam hati Jaejoong sungguh tersenyum lega, sementara Boa nuansa hatinya mendadak berubah lagi ia langsung menatap sinis pada Jaejoong, matanya bahkan tak bisa lepas dari Jaejoong dan genggaman tangan Yunho.

"Ini sungguh mengejutkan, kalau begitu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan waktu itu,"Ujar Yunho kalem, Boa buru-buru tersenyum

"Hmm tidak apa-apa saya rasa itu kenangan terindah,"Ucapnya senang, Young Min menyikut Boa, namun Boa tak mengindahkan.

"Oh maaf Nyonya Jung anda tidak menganggapnya serius kan?"Katanya sangat bangga pada Jaejoong, Jaejoong menatapnya lembut.

"Tidak, tentu saja, itu sesuatu yang lucu,"Ujarnya ramah

"Mungkin saja, karena saat itu aku sedang merindukannya,"Yunho menambahkan sambil menatap Jaejoong, yang balas menatapnya malu-malu, tangannya kembali meremas pelan tangan Jaejoong dan Boa semakin tidak bahagia.

"Eh, mungkin saja,"Jawab Boa tidak ikhlas

"Eh, makan malam sudah tersedia, bagaimana kalau kita menikmatinya dulu hahaha,"Young Min berusaha lagi menyelamatkan situasi, dan kali ini ia berhasil mereka menikmati makan malamnya, dan tidak membahas masalah mengerikan itu lagi. Tentu saja Boa tidak senang sepanjang makan malam itu, melihat Yunho memotong steak untuk Jaejoong, memarahi Jaejoong penuh sayang saat Jaejoong ingin mencicipi alkohol, dan tertawa bersama Young Min adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan saat ini.

Mereka saling mengucapkan terima kasih dan selamat malam, dan kemudian berpisah dengan mobil masing-masing. Di dalam mobil Jaejoong terlihat tidak bicara sepatah katapun.

"Boo, kau marah?"Tanyanya kalem, Jaejoong melirik sebal

"Kau menciumnya saat mabuk... dan omong kosong apa itu, "mencuri ciuman pertamaku" berani taruhan kalau itu memang benar ciuman pertamanya aku makan jok mobil ini,"Ujar Jaejoong berapi-api, Yunho tersenyum mendengarnya

"Sudahlah yang penting itu juga bukan ciuman pertamaku, dan aku tidak sengaja OK, aku bahkan tidak ingat,"Jelas Yunho, tapi Jaejoong menatapnya sangat tajam.

"Tapi kau kelihatannya biasa saja,"Omel Jaejoong lagi

"Kau harus khawatir jika aku mulai tidak biasa saja,"Yunho tersenyum tipis, Jaejoong tak lagi membantah, ia menyandarkan tubuhnya kasar, Yunho menggapai kepala istrinya mengacak rambut Jaejoong pelan, tersenyum lembut, sementara Jaejoong hanya cemberut masih sebal.

Ooooo

Jaejoong tiba dengan mulusnya ke kampus, masih dengan nuansa yang sama tapi di hari yang berbeda dengan kejadian yang berbeda pula, hari ini Jaejoong terlihat sangat gembira, ia tersenyum sepanjang hari namun tak juga membuat sahabatnya keheranan. Junsu selalulah yang paling dewasa meski wajahnya yang paling imut di situ, kyuhyun selalu paling evil dan paling galak, dan ryewook paling lembut, bertiga mereka mendampingi Jaejoong mencari beberapa referensi di perpustakaan, mengingat Jaejoong harus menuntaskan semua mata kuliahnya sebelum semester baru berlangsung, dan masih dengan senyuman indah diwajahnya.

"Kau ini kenapa sich? Bikin takut saja,"Ujar Kyuhyun ngeri, Ryewook dan Junsu menoleh

"Hmm, karena kau bertanya, akan aku kasih tahu, begini sebenarnya..." Jaejoong mengambil jeda, bermaksud membuatnya lebih surprise.

"Sebenarnya apa?"tanya Kyuhyun tak sabar

"Sebenarnya di pertunjukkan awal tahun nanti aku akan menjadi bintang utama,"jawab Jaejoong bahagia

"Apa!?"Ketiga temannya berteriak kencang, membuat penghuni perpustakaan mengacungkan jari telunjuk ke bibir mereka masing-masing memberi kode pada mereka untuk tidak bersuara. Setelah cengengesan sambil memohon maaf, mereka kembali menatap Jaejoong.

"Ini mengerikan, sumpah..."celetuk Ryewook sok serius

"Apa mereka dalam kondisi sadar saat memilihmu?"tanya Kyuhyun kejam

"Oh Jae, ini tugas berat, kau yakin kau bisa?"Junsu berkata iba, niat awal ingin pamer dan agar bisa tersenyum puas, Jaejoong malah berbalik cemberut, menatap sahabatnya putus asa

"Kalian tidak mempercayaiku ya?"Kesalnya, dan ketiga sahabatnya tersenyum

"Kami cuma bercanda, selamat ya,"Ujar Kyuhyun yakin, diikuti anggukan mantap dan senyum tulus dari 2 sahabatnya yang lain. Jaejoong terharu dan memeluk alay teman-temannya. Mereka sedang "bersenang-senang" di perpustakaan sebelum seseorang datang menghampiri.

"Apa yang kau lakukan disini?"tanya laki-laki itu

"Kim Hyun Joong-shii, kenapa kau ada... hei seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan disini?"Kesal Jaejoong, ketiga sahabatnya menatap lekat Hyun Joong dan seketika mereka ingat, mereka saling memandang yakin, bahwa laki-laki yang menatap Jaejoong kemarin itulah Hyun Joong.

"Aku mengumpulkan referensi untuk naskah terbaruku,"Jawah Hyun Joong santai, Jaejoong mengangguk-angguk mengerti

"Dan kau apa yang kau lakukan, disini? Belajar untuk ujian ulang?" Sindir Hyun Joong sadis

"Bicaramu tidak sopan sekali, kalau ia memang kenapa?"Kesal Jaejoong, tapi Hyun Joong malah tergelak

"Sesuai yang diharapkan Nyonya Jung,"Ucapnya sambil mencubit pipi Jaejoong, Jaejoong menepis tangannya

"Jangan suka mencubitku,"Kesal Jaejoong

"Lalu apa aku harus menciummu?"Goda Hyun Joong yang berdampak besar bagi emosional sahabat Jaejoong yang terdiam tanpa ekspresi lengkap dengan mulut menganga.

"Enak saja,"Omel Jaejoong

"Kalau begitu aku akan menunggu hari itu tiba,"Sambil tersenyum simpul Hyun Joong pergi meninggalkan Jaejoong dan sahabatnya yang masih termangu.

"Astaga Jae, kenapa selalu orang hebat yang mendekatimu,"Ucap Kyuhyun terharu

"Dia Kim Hyun Joong kan, astaga kemarin ia baru mendapat award yang kesekian kalinya untuk naskah terbaik,"Gumam Ryewook

"Hmm sesuai yang di harapkan Nyonya Jung,"Ucap Junsu sambil tersenyum penuh arti. Jaejoong menatap bingung, para sahabatnya.

"Dia sangat keras sebetulnya,"Komentarnya kemudian sedikit tidak nyambung sebetulnya.

Oooo

Di sore yang dingin beberapa hari setelah kejadian di kampus, kini perusahaan Jung's Corp mendapat masalah besar. Yunho habis memaki semua pegawai kantornya, membentak mereka dengan kata-kata pedas, emosinya begitu memuncak mengingat hasil laporan keungan perusahaan yang menunjukkan angka defisit, ia sangat sibuk, mengadakan rapat mendadak dengan semua pemegang saham, petinggi perusahaan, dan beberapa karyawan, berusaha mencari tahu dimana letak kerugian itu. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, saat Yunho masih berada di kantornya, duduk menyendiri dengan setumpuk dokumen penting sesekali ia menatap keluar, ia begitu pusing hingga bahkan untuk berpikir jernih pun sangat sulit. Cukup lama dengan kondisi itu hingga ia dikejutkan dengan suara ponselnya.

"Hmm.."Ia mengangkat ponsel itu, sambil terus membaca dokumen didepannya

"Yunnie, tidak apa-apa kan?"Tanya Jaejoong manja, Yunho tersenyum tipis

"Tidak apa-apa sayang, memangnya aku kenapa?"Tanyanya lembut

"Em, tidak salah satu berita di tv mengatakan..."
"Jangan percaya gosip itu, perusahaan kita baik-baik saja,"Potong Yunho

""Emm kalau begitu kenapa tidak pulang?"Tanya Jaejoong lagi,

"Aku sibuk, kau kenapa belum tidur?"Tanya Yunho

"Jongie tidak bisa tidur, jongie khawatir sama Yunnie, apa Jongie datang ke kantor saja, kita tidur di kantor saja ya," Sarannya semangat

"Hei, Boo jangan bercan..."Telpon terputus, Jaejoong sudah mematikan ponselnya

"Astaga anak ini,"Kesal Yunho pasrah. Ia mencoba menghubungi Jaejoong kembali namun nomornya sudah tidak aktif. Setelah menimbang-nimbang antara harus pulang dengan menunggu Jaejoong, Yunho akhirnya memutuskan untuk menunggu Jaejoongnya saja. Cukup lama Yunho melirik khawatir ke bawah menunggu Jaejoong dan para bodyguardnya beberapa menit berlalu hingga ia akhirnya menemukan Jaejoong keluar dari limousin hitamnya, di kawal beberapa bodyguard masuk ke gedung Jung's Corp, tentu saja kedatangan Jaejoong malam-malam membuat satpam yang berjaga malam sangat kaget mengingat ini adalah kali pertama hal seperti ini terjadi, tapi Jaejoong tetap berhasil merebut perhatian mereka dengan senyum manis dan tulusnya.

Tak sampai 5 menit Jaejoong sudah berada di depan ruangan Yunho, membuka pintu besar dan menghambur ke pelukan suaminya.

"Kau ini ada-ada saja,"Gumam Yunho sambil membalas pelukan istrinya, Jaejoong melepas pelukannya

"Jongie khawatir sekali,"Ucapnya pelan

"Ya sudah ayo kita pulang,"Ujar Yunho sambil mengambil jasnya, tapi Jaejoong menggeleng

"Kenapa?"tanya Yunho heran

"Jongie serius pingin tidur disini,"Kata Jaejoong malu-malu

"Boo ini serius, besok kau harus kuliah, aku akan membawa pekerjaan penting ke rumah saja,"Ujar Yunho membereskan dokumen-dokumen penting di mejanya, tapi bukannya menurut Jaejoong malah memegang tangan Yunho membuat pergerakan tangan Yunho berhenti.

"Besok Jongie bolos kuliah saja ne... Jongie pingin nemenin Yunnie, jangan khawatir Jongie tidak apa-apa kok,"Ucap Jaejoong lembut, ia menatap lekat mata suaminya, dan Yunho juga menatapnya. Cukup lama terdiam akhirnya pertahanan Yunho runtuh juga, ia memeluk erat istrinya mencoba menyalurkan beban di pundaknya, ia menghirup habis aroma Jaejoong, menciumanya pelan penuh cinta, dan kembali memeluknya erat seakan tidak ada hari esok lagi.

"Terima kasih sayang,"Gumamnya pelan

Dan malam itu berakhir dengan Yunho lembur sampai pukul 3 pagi, Jaejoong harus menyerah dengan tertidur pulas di sofa empuk, berselimutkan jas Yunho, dan bergelung seperti bayi. Tiap kali merasa lelah Yunho hanya perlu mengalihkan perhatiannya sebentar dengan melihat istrinya yang tertidur pulas, membuatnya selalu tersenyum dan entah dari mana seketika ia terus bersemangat. Selesai dengan pekerjaannya Yunho mendekat kearah Jaejoong mengelus rambut Jaejoong pelan, mencium pipinya lembut, Jaejoong menggeliat geli namun tak juga terbangun, tak mau mengganggu akitifitas tidur istrinya Yunho akhirnya menggendong Jaejoong mendekapnya erat dalam pelukannya, karena bobot tubuh Jaejoong yang tak seberapa sehingga Yunho tak begitu kesulitan saat menggendong Jaejoong turun menuju mobil.

"Ah Tuan Jung, anda baru pulang,"Beberapa satpam kantornya sedikit terkejut dengan pemandangan pagi yang tak biasa ini, Yunho tak menyahut hanya tersenyum tipis, dan satpam itu membantu Yunho membuka pintu saat mereka hendak keluar

"Astaga Nyonya Jung, aku betul-betul iri sama Tuan Jung,"Gumam salam satu satpam pada teman satpamnya yang lain saat Yunho sudah jauh dari pandangan mereka

"Cantik, baik, dan ramah, apalagi yang diperlukan Tuan Jung, ia sudah memiliki hampir semuanya,"Komen teman satunya

"Kurasa mereka perlu bayi,"Jawab satpam yang tadi, dan seketika mereka berdua tertawa. Tak berapa lama kemudian suara mobil Yunho terdengar meninggalkan gedungnya.

Oooo

Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, Yunho sudah bisa kembali tersenyum ceria, dan ketegangan perusahaan sudah membaik, dan Jaejoong sendiri sudah mulai dengan aktifitas barunya ia cukup bersemangat sekali mengingat ini pertunjukkan awal tahun yang sempurna dan ia adalah bintang utamanya.

Sehabis berlatih, Jaejoong sambil tersenyum bahagia keluar dari panggung, bermaksud hendak langsung pulang dan istirahat namun ia malah ditarik paksa oleh Hyun Joong

"Ya! apa yang kau lakukan?"Tanya Jaejoong mencoba berontak

"Diamlah Nyonya Jung kau membuat bpdyguardmu berpikir aku orang jahat nanti,"Kesal Hyun Joong

"Lalu kenapa kau menarikku begini,"Kesal Jaejoong

"Temani aku makan malam,"Ucap Hyun Joong sambil membuka pintu mobilnya

"Hah apa? Bodyguardku menunggu disana mereka akan mencariku," Jelas Jaejoong lagi

"Kalau begitu kau tinggal bilang kan ada urusan, dan mereka pasti akan pulang, tenang saja aku akan mengantarmu pulang,"Ujar Hyun Joong lagi

"Aku tidak mau,"Jaejoong hendak pergi namun Hyun Joong menariknya

"Astaga ternyata kau keras kepala juga ya, hari ini ulang tahunku berbaik hatilah sedikit,"Ungkapnya akhirnya

"Serius? ... hah ya sudah aku temenin, sebentar aku bicara dengan mereka dulu, oh ya, aku tidak boleh pulang terlalu malam, kita sebentar saja ya"Ujar Jaejoong sambil mengambil ponselnya dan berbicara dengan bodyguardnya, setelah itu mereka akhirnya berangkat ke salah satu restoran mewah, Hyun Joong memesan tempat romantis yang tak biasa untuknya dan Jaejoong, membuat Jaejoong sedikit ngeri mengingat ia berpikir ini makan malam sesama teman saja.

Tak banyak yang terjadi malam itu, selain Jaejoong menolak untuk minum alkohol, menghabiskan makan malamnya secepat mungkin dan merengek pada Hyun Joong untuk cepat-cepat menghabiskan makannya dan mengantarnya pulang. Hyun Joong tampak menikmati malam ini, ia mungkin tidak begitu saja menunjukkannya tapi dilihat dari raut wajahnya. Ia. Dia sedang bahagia.

"Jaejoongie,"Panggilnya pelan saat Jaejoong hendak turun dari mobilnya, Jaejoong menoleh

"Terima kasih ya, aku pasti akan membalasnya,"Ucapnya penuh arti, Jaejoong menatapnya bingung, namun tak mau ambil pusing ia mengucapkan selamat malam dan segera masuk ke rumahnya. Jaejoong senang saat mengetahui Yunho sudah di rumah, ia berlari kecil untuk menemui suaminya di dalam kamar, bermaksud meminta maaf karena ia pulang terlambat.

Jaejoong membuka pintu kamar, dan melihat Yunho sedang berdiri bersandar di jendela kaca kamar mereka, kancing leher dan lengan kemejanya terbuka, dan kedua tangannya terlipat di dada, karena posisinya berhadapan dengan pintu dan untuk seketika mereka terlihat saling berhadapan, saling menatap, dan saling bertanya-tanya...

TBC

Maaf updatenya kelamaan, sungguh beberapa hari ini malas mikir, coz baru bisa ngetik kalo malam, kalo siang sibuknya nggak ketulungan, jadi kadang keburu ngantuk dulu. Semoga masih selalu dinanti ya...

Terima kasih untuk reviewsnya, buat para reader setia, dan para reader silent juga terima kasih, maaf tidak bisa membalas, tapi jujur saya selalu mempertimbangkan semua kritik dan saran kalian, juga semangat yang kalian berikan saya sungguh sangat berterima kasih.

Dan selamat membaca... Terima kasih...