Wanna Him (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Romance-(lil bit)comedy
Teenager-Rated
Main cast: Kang Daniel OC (Park Minra)
Other cast: Kang Dongho, Kim Jonghyun
Daniel dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya Minra sama alur cerita hehehe
...
H
...
Satu bulan sebelumnya
Dongho sedang asik berbincang dengan seseorang melalui panggilan telefon, sementara Daniel yang berada di sampingnya sibuk bermain dengan Jack. Daniel sesekali akan melirik sang kakak sambil mencebikkan bibirnya. Dongho bukannya tak menyadari tingkah Daniel, dia hanya mencoba tidak peduli, panggilannya kali ini lebih penting.
"Manyun mulu, Niel." Dongho meletakkan ponselnya di meja ruang tamu. "Bilang aja kalo iri."
"Dih, siapa juga yang iri." Daniel masih sibuk dengan Jack, tidak mau menoleh pada sang kakak. Tingkah Daniel membuat Dongho terkikik, adiknya akan begitu menggemaskan saat merajuk.
"Makanya cari pacar, biar ada yang bisa ditelfon." Dongho mengacak rambut sang adik lalu pergi menuju dapur, diikuti oleh Daniel yang baru saja meletakkan Jack di sofa.
"Kak aku mau ada lomba dance nih, kakak bisa nonton gak?." Dongho menenggak air putih di gelas sebelum balik bertanya kepada Daniel. "Kapan emangnya?."
Daniel berpikir sejenak, mengingat tanggal lombanya "Satu setengah bulan lagi." Dongho mengangguk-angguk "Kayaknya bisa kok, semoga kakak gak lembur ya."
"Ayah sama ibu bisa dateng gak ya?." Dongho menandaskan minumannya sambil melirik Daniel yang tengah berpikir. "Coba ntar kakak hubungi, kali aja bisa dateng." Daniel tersebyum lalu mengucapkan terima kasih kepada kakaknya.
Daniel hanya tinggal berdua dengan sang kakak di Seoul, sementara kedua orang tuanya tinggal di Busan untuk mengurus toko mereka yang cukup besar.
Keduanya kembali ke ruang tamu, melanjutkan kegiatan menonton tv sekalipun mereka sebenarnya tidak benar-benar fokus. Dongho masih sibuk mengobrol dengan kekasihnya melalui salah satu aplikasi chatting, sementara Daniel sibuk dengan Jack. Hingga tiba-tiba Daniel melepaskan Jack begitu saja dan mengguncang-guncangkan tubuh kakaknya.
"Kak, aduh aku lupa lagi. Aduh gimana ini kak?." Dongho mencoba menghentikan kegiatan adiknya yang tiba-tiba saja menggila. "Aduh, stop stop!. Kenapa sih?."
"Kalo kakak lembur pas weekend, nanti yang jagain Jack di rumah siapa pas aku latian dance?." Daniel mengacak rambutnya, kebingungan, membuat Dongho turut bingung. Pasalnya Jack adalah kucing kesayangan Daniel. Biasanya Daniel akan menitipkan Jack pada tetangga sebelah rumah mereka, Jonghyun, namun pemuda itu harus bekerja di kota setiap weekend.
"Cari tempat penitipan hewan aja." "No!." Daniel menjawab cepat, mengejutkan Dongho.
"Ntar kakak deh yang bayar." Dongho menawarkan solusi yang segera disambut gelengan oleh Daniel. "Bukan masalah itu kak. Sekarang banyak tempat penitipan hewan yang gak bener, ntar kalo Jack gak diurus gimana? Gak dikasih makan, dibiari keluyuran. Terus ntar-"
"iya iya, aduh. Biarin kakak mikir dulu." Dongho ikutan pusing melihat tingkah Daniel yang overprotective dengan kucingnya.
Tiba-tiba Dongho menjentikkan jarinya, sebuah ide sudah berhasil didapatkannya. Daniel memandangnya antusias.
"Kakak punya ide yang bisa mecahin masalah babysitternya Jack dan bisa bikin kamu punya pacar." Daniel mengerutkan keningnya, tapi pemuda itu tetap saja mendekat kearah sang kakak untuk mendengar idenya.
...
Daniel sudah duduk di atas motor gedenya, tetapi matanya masih mengarah ke Dongho yang memandangnya bingung.
"Cepet berangkat, ntar telat ke kampusnya."
"Kakak yakin sama ide ini?." Dongho tertawa. "Sebenernya enggak." Daniel mendecih sambil bergumam "Sudah kuduga."
"Ya seenggaknya coba dulu lah." Daniel berpikir. "Aku gak yakin Minra mau." Kali ini Dongho yang mendecih sebal. "Paksa kek, gimana caranya biar dia mau."
Dongho menghela nafas dalam sebelum melanjutkan.
"Kakak gak tau dia juga suka kamu apa enggak, tapi coba dulu aja. Daripada kamu kelamaan mendem perasaan sama dia, ntar pas direbut orang bingung sendiri." Dongho memperhatikan ekpresi Daniel yang memandangnya serius, pemuda itu ingin menertawakan wajah adiknya, namun niat itu diurungkannya karena ini memang pembicaraan yang seharusnya serius.
"Lagipula bisa sekalian ngetes kan?." "Hah? Ngetes apaan kak?." Daniel kebingungan.
"Ya, ngetes dia bisa gak jaga Jack, sayang sama Jack. Emang kamu mau punya pacar yang gak care sama kucing kesayangannmu?." Mulut Daniel membetuk huruf 'o' panjang, pemuda itu lalu mengangguk-angguk mengerti. Pada akhirnya pemuda dengan rambut yang baru diwarnai menjadi pink satu hari sebelumnya itu tersenyum.
"Yaudah buruan samperin di kampus, keburu disamber cowok lain ntar." Kali ini Daniel mengenakan helmnya dengan semangat, tak lupa menerima helm tambahan dari sang kakak untuk dikenakan Minra nantinya.
"Daaah kak, makasih sarannya ya. Doain aku berhasil." Daniel melajukan motornya menuju kampus dengan semangat dan senyum yang terus terukir di bibirnya.
Good luck my brother.
- TBC -
A/n: abis gini kelarrr
