Minna-san! Ucchan balik lagi! Moga-moga gak bosen nunggu! Heehee! Kali ini si Dei, banci blonde!*dibom* tapi, biarpun banci, tetep indah dipandang mata Ucchan! Hehehe!
Yah, moga-moga bagus deh! Ucchan juga bakal siap-siap update yang selanjutnya! Arigato buat reviewnya yaa~! X3
Akatsuki Poetry
Disclaimer: Masashi Kishimoto Charanya, Ucchan puisinya!
Warn: hhhh…. Seperti yang sebelumnyaa~! Ada yaoi! Don't like, don't read!
BGM: Ello "takkan ada aku lagi"
Saat itu, aku hidup dalam keterpurukan…
Seniku dihina dan tak dianggap…
Keluargaku membuangku…
Seakan aku ini sampah…
Mereka boleh membuangku…
Tapi jangan pernah kalian sesali keputusan ini…
Takkan ada aku lagi…
Seniku kukembangkan diIwagakure…
Meski selalu sepi pengunjung, aku akan selalu berusaha.
Menunjukkan seniku…
Dan seperti yang kalian mau, aku jauh dari kalian…
Aku takkan kembali lagi…
Aku dan seniku…
Takkan kembali tuk kalian lagi…
Meski aku terluka, aku yakin aka nada orang yang mengakui seniku ini..
Lalu, sebuah Organisasi muncul dan ingin merekrutku menjadi anggota.
Awalnya aku menolak, tapi mengingat seniku akan lebih dikenal dengan menjadi penjahat, aku akhirnya setuju.
Tentu saja setelah dikalahkan si Uchia sialan itu!
Tak kusangka, di organisasi ini, ada seorang seniman yang kukagumi.
Sasori No Danna.
Awalnya dia kelihatan jelek karena bentuknya yang gak jelas.
Tak berseni, itu kata yang terlintas dibenakku setiap melihatnya.
Tapi perasaanku berubah saat untuk pertama kalinya, Danna melepas tubuh yang ternyata boneka itu.
Dia…
Sangat indah…
Aku mencintainya…
Ya, ya, aku tahu aku laki-laki!
Tapi jika wajahku sering dibilang kayak cewek gini, aku jadi beneran mau jadi cewek!
Hehe, soalnya Danna pasti normal.
Nggak kayak aku…
Menyedihkan…
Hari-hari terlewati dengan semakin besarnya cintaku…
Aku kira kami akan seperti ini terus…
Tapi aku salah…
Danna juga mencintaiku.
Dia menembakku tepat sehari sebelum…
Kematiannya…
Saat itu aku langsung memeluknya…
Kami bahagia, sebelum si pinki dan nenek tua itu datang…
Saat-saat terakhir, aku masih bisa melihat senyumnya…
Danna…
Sekarang kau malah digantikan si berisik Tobi…
Danna…
Aku merindukan senimu…
Seni keabadian…
Seandainya kau abadi, Danna…
Tahukah kau Danna…?
Kau lebih berseni…
Bahkan bila dibandingkan dengan bomku…
Kau jauh lebih berseni…
Kau abadi di hatiku,
DANNA….
Fin.
Selesaai~! Uhuhuhuh! Sedih, un…
Ucchan turut berduka saat Dei mati…
Air mata ini hanya akan turun untuk Dei dan Ita…
Kalian berdua lebih indah dari Seni Apapun, un!
Bahkan air seni sekalipun…*dilempar botol bekas*
Uuuuun! Oke! Nanti Ucchan akan Update lagi! Berjuaaaang! Mumpung libuuuur~
RnR pliiis~! ;3
