A/N : Cuma mau meminta maaf atas kesalahan judul chap kemarin, dan juga kesalahan marga Shion di beberapa chap kemarin, oke selamat membaca ..
...School Of Magic...
.
.
.
Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]
Created by : Al - kun666
Rated : T
Genre : Action, Adventure, Fantasy, Martial Art, School, Sci - Fi, SuperPower, Romance and Etc.
Pairing : ?
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC, Alternative Universe and Etc.
Don't like, Don't read ..
.
.
Summary : Kyoto Akademi, salah satu sekolah sihir terbesar dijepang, Namikaze Naruto seorang pemuda dengan minat yang kurang tentang sihir, terpaksa harus masuk sekolah tersebut karena paksaan kedua orang tuanya.
.
.
Chapter 7
"Tch sial" Naruto mengumpat pelan sambil merebahkan kepalanya diatas meja.
"Persetan dengan gadis manja itu, aku mau tidur" guman Naruto sambil memejamkan matanya pelan, menghiraukan tumpukan buku didepan nya yang merupakan 'pesanan' Shion.
Flashback On ..
"Ah sialan" umpat Naruto saat melihat klien nya yang ternyata adalah Shion, gadis manja yang menyebalkan menurutnya, jujur saja kalau bisa Naruto ingin jauh - jauh dengan gadis seperti itu.
"Kau kenapa Naruto - kun?" tanya Lee heran, saat melihat gelagat aneh dari Naruto, sedangkan Naruto hanya menoleh sambil berguman pelan pada Lee sebagai jawaban nya.
"Hmm ayah, aku hanya ingin dikawal oleh pria ini, boleh kan?"
Naruto mendelik tajam kearah Shion yang dengan seenaknya bergelayut manja dilengan kanan nya, tentunya sambil menyeringai kecil kearahnya.
Sedangkan Lee dan kedua teman nya hanya saling pandang untuk sejenak.
'Itu kan harusnya misi kami' batin mereka serempak.
"Hmm boleh saja asal dia bisa menjagamu dengan baik, kau mau kubayar ber-"
"Aku menolak"
Naruto memotong ucapan ayah Shion dengan cepat sambil menyingkirkan lengan Shion dengan seenaknya.
"Aku tidak cocok dengan hal itu, lebih baik tawarkan saja pada mereka, jadi aku pergi dulu" ucap Naruto yang dengan santainya berjalan menuju pintu keluar ruangan kepala sekolah, namun langkahnya terpaksa terhenti kala sebuah tangan menghentikan nya dengan menarik kerah belakang seragamnya dengan kasar.
"Tunggu dulu bocah" ucap Tsunade yang kini sedang menarik kerah belakang seragam Naruto dengan kasar, yang membuat Naruto mendelik tajam pada kepala sekolah Kyoto Akademi itu.
"Apa?"
Naruto bertanya pada Tsunade dengan wajah super malas dirinya, jika boleh jujur, Naruto tidak mau berurusan dengan nenek angkatnya ini, kenapa? tentu saja itu merepotkan, semua orang berpangkat tinggi itu menurutnya membosankan, bayangkan saja, dengan seenaknya menyuruh ini dan itu pada orang lain.
"Kau tetap disini, dan jalankan misi ini bocah, ini perintah dariku"
Naruto yang mendengarnya hanya menghela nafas bosan.
"Aku tetap menola-"
"Kalau kau masih menolak, kejadian minggu kemarin akan kulaporkan pada i-bu-mu" ancaman Tsunade membuat Naruto berdecak kesal, tidak bisakah nenek tua ini berhenti mengadu pada orang tuanya, khususnya ibunya, asal kalian tahu saja Namikaze Kushina merupakan seorang yang tidak akan segan menghujani anaknya dengan sihir lvl 6 bahkan 7 jika mendengar anaknya membuat masalah lagi.
"Baiklah" balas Naruto tidak ikhlas, matanya mendelik kearah Tsunade yang kini tengah menyeringai kecil kearahnya.
'Dasar nenek tua'
...xxXxx...
"Hey babu, bawakan aku minuman"
"Ah cepat ambilkan tisu untukku"
"Bawa tasku"
Naruto mengerang kesal dalam hati, Shion memperlakukan nya seperti babu, bukan pengawal, dasar gadis manja sialan.
Jika dirinya menolak, maka Shion pasti akan melaporkan nya pada Tsunade, dan Naruto sudah hafal betul apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ambilkan aku buku sejarah sihir diperpustakaan, aku tidak mau tahu kau harus mengambilnya dalam waktu kurang dari 10 menit, atau .." Shion sengaja menggantung kalimatnya sambil menyeringai kearah Naruto yang kini hanya memandang malas kearahnya.
"Ya ya" balas Naruto sambil berjalan malas kearah perpustakaan, meninggalkan Shion dimeja kantin yang kini tengah memandang punggungnya sambil menyeringai puas.
"Ini hanya permulaan, pecundang"
Flashback Off ..
Braakk ..
Shion menggebrak meja perpustakaan dengan keras saat melihat Naruto yang malah tertidur disalah satu meja disana, untung saja suasana perpustakaan sedang sepi.
"Dasar kuning sialan !" umpat Shion sambil berjalan kearah Naruto dengan kesal, tak menyadari kalau rambutnya juga kuning.
"Bangun dasar babu pemalas !" bentak Shion saat sudah berada didepan Naruto yang tertidur.
Shion nampak menggeram kesal saat Naruto yang sama sekali tidak menunjukan tanda - tanda akan bangun.
Sreett .. Bruukk ..
Shion yang baru saja mau melafalkan mantra untuk menggunakan sihirnya pada Naruto, harus ia urungkan karena Naruto yang tiba - tiba menarik lengan nya dan membuatnya duduk disamping Naruto yang nampak masih memejamkan matanya.
"Berisik, duduk dan baca buku yang tadi kau minta, ini perpustakaan" ucap Naruto pelan yang membuat Shion melirik tumpukan buku yang berada didepan mereka.
"D-dasar babu tidak tahu diri, berani - beraninya kau menyentuhku !" bentak Shion dengan wajah memerah sambil melepaskan pegangan tangan Naruto pada lengan nya dengan kasar.
Tak lama kemudian, jemari lentik Shion mengambil salah satu buku yang berada didepan nya, lalu mulai membaca nya dengan gugup, tentu saja dirinya gugup, dirinya tidak terbiasa duduk dekat dengan laki - laki, dan ini benar - benar membuatnya tidak nyaman.
Sreekk ..
"Aku akan duduk dibelakang"
Shion mengernyit heran sambil memandang Naruto yang kini sudah berdiri dari duduknya, dan pindah ke bangku belakang yang hanya berjarak dua meter darinya.
'Apa dia menyadari kalau aku tadi sedikit tidak nyaman?' batin Shion sedikit bingung, tak lama kemudian dirinya kembali melanjutkan acara membacanya dengan santai, menghiraukan Naruto yang kini kembali tertidur dengan santai.
...xxXxx...
"A-ano Shion - san, b-berkencanlah denganku !"
Shion memandang dalam diam pria yang mengajak kencan didepan nya itu, setelah beres membaca beberapa buku yang menurutnya menarik, Shion mengajak Naruto untuk bersantai di halaman sekolah, dan tentu saja peran Naruto masih menjadi babu Shion.
"Maaf aku tidak ada waktu untuk berkencan, aku harus hmm mengerjakan tugasku" balas Shion sambil tersenyum gugup kearah pria berambut hitam itu.
Pria tersebut nampak sedikit kaget mendengar jawaban Shion, tak lama kemudian wajahnya menunduk menyembunyikan kesedihan dari raut wajahnya.
"Dia bohong, dia bahkan tidak ada acara lagi selain bermalas - malasan"
Seketika Shion mendelik kearah Naruto yang dengan seenaknya berbicara, meskipun itu memang benar sih.
"Diam kau !" bentak Shion sambil menunjuk - nunjuk Naruto menggunakan tangan kanan nya, sedangkan Naruto sendiri hanya bersikap seolah dirinya tidak tahu apa - apa.
"B-benarkah itu Shion - san?" tanya pria yang mengajak Shion kencan tersebut, terlihat raut wajahnya yang kini terlihat berharap dan membuat Shion bingung untuk menjawabnya.
"Umm i-itu, maa-"
"Sudah terima saja ajakan nya, tidak baik menolak ajakan orang yang bermaksud baik padamu"
Dan untuk kedua kalinya Shion kembali mendelik kearah Naruto yang kali ini dengan seenaknya memotong ucapan nya.
"Diam, aku tidak ingin mendengar itu dari orang sepertimu !" bentak Shion sambil menatap tajam Naruto, oh ayolah dia bahkan tidak menolongnya waktu di dungeon, dan sekarang dia mengajarinya tentang hal baik dan tidak baik, sumpah Shion ingin sekali menjedotkan kepalanya ke aspal.
Shion menghela nafasnya pelan, tak lama kemudian menatap pria yang mengajaknya kencan sambil tersenyum manis.
"Umm maaf, aku sekarang sedang sibuk, mungkin lain kali saja"
"B-benarkah? k-kau akan kencan denganku lain kali?"
"Umm, tentu saja"
Pria tersebut nampak terlihat bahagia setelah mendengar jawaban Shion, tak lama kemudian dia memandang Naruto yang kini tengah memakan apel yang entah dia dapat darimana.
"A-ano Shion - san, dia punya hubungan apa denganmu?"
"Hmm dia pembantuku yang baru"
Naruto mendelik malas kearah Shion yang kini tengah menjulurkan lidah kearahnya.
'Dasar gadis manja sialan' batin Naruto yang tak lama kemudian kembali melanjutkan acara makan nya, tanpa memperdulikan Shion yang terus beeceloteh tentangnya pada pria tadi.
"K-kalau begitu, aku pergi dulu S-shion - san, jaa ne"
"Umm jaa ne"
Shion mendudukan dirinya disamping Naruto sambil menghela nafas lelah, saat pria tadi akhirnya pergi dengan wajah gembira.
"Ambilkan aku air" pinta Shion sambil menguncir rambutnya.
"Ambil sendiri" balas Naruto malas, oh ayolah botol minum hanya berjarak tidak lebih dari satu meter darinya, dan dia masih menyuruh Naruto untuk mengambilkan nya?, aisshh benar - benar.
Shion yang mendengar jawaban Naruto mendelik kesal kearah Naruto yang kini tengah meminum botol minuman nya sendiri.
"Such as running water"
"Snow fell from the sky"
"Ice Element : Freezing"
Muncul lingkaran sihir kecil dibawah botol yang sedang Naruto minum, yang tak lama kemudian air didalam botol tersebut membeku, bahkan sampai air yang mau masuk tenggorokan Naruto, sehingga mau tidak mau kejadian itu membuat Naruto tersedak karena air yang tiba - tiba jadi es masuk ke tenggorokan nya.
"Huh, rasakan itu sialan" ucap Shion yang kini tengah menyeringai senang saat melihat Naruto yang masih nampak terbatuk - batuk karena nya.
Naruto mendelik kearah Shion yang kini masih tetap mempertahankan seringaian nya.
Tak lama kemudian, seringaian Shion berubah menjadi tatapan tajam saat Naruto mengambil botol minuman miliknya.
"Itu milikku sialan !"
Shion berteriak kesal saat Naruto meminum botol minuman nya dengan santai, tak lama kemudian Naruto berhenti untuk menjulurkan lidahnya kearah Shion dan kembali meneguk botol minum Shion hingga habis.
"Kembalilan air minumku sialan !" teriak Shion sambil mengguncang - guncangkan tubuh Naruto dengan keras.
"Kau mau kukembalikan dari mulut ke mulut?" tanya Naruto sambil menjilati bibir bawahnya dengan gerakan sensual, dan tentu saja hal itu sukses membuat wajah Shion memerah.
"A-apa kau bilang?!, ck sudahlah, aku mau pergi"
Shion mengambil tasnya dengan kesal, dan meninggalkan Naruto di bangku halaman sekolah dengan wajah kesal, Naruto sendiri yang melihatnya hanya mengangkat bahunya tidak peduli dan tak lama kemudian mulai memposisikan dirinya untuk tidur.
Baru beberapa langkah Shion berjalan, langkahnya kembali terhenti saat dirasa Naruto yang sama sekali tidak mengejarnya, dan jujur saja itu membuatnya sangat kesal, bukankah lelaki harusnya minta maaf disaat seperti ini, ck dasar pembantu sialan.
Shion memutar badan nya, dan kembali berjalan kearah Naruto dengan wajah kesal, dan kekesalan nya bertambah saat dirinya melihat Naruto yang malah tertidur dibangku yang tadi mereka duduki.
Dukkhh ..
Shion memukulkan tas yang dipegangnya ke kepala Naruto dengan sedikit keras, dan itu sukses membuat Naruto membuka matanya.
"Apa? kenapa kau kembali?, ada yang ketinggalan?"
Pertanyaan Naruto membuat kekesalan Shion memuncak, dasar lelaki tidak peka, arrghh Shion ingin sekali membunuh pria ini sekarang.
Tanpa aba - aba Shion segera menyeret Naruto, dan melangkahkan kakinya dari situ, menghiraukan ucapan - ucapan protes yang dilayangkan pria berambut pirang tersebut.
...xxXxx...
Sementara itu, diruang kepala sekolah, nampak Tsunade yang tengah berkutat dengan berkas - berkas didepan nya sambil mengerang pelan, kenapa tugas kepala sekolah saja sudah seperti tugas presiden sih?!.
Braakk ..
Pintu ruangan nya terbuka dengan kasar, dan membuat Tsunade mendelik kearah pelaku pendobrakan yang ternyata adalah Jiraiya.
"Jangan mendobrak pintu seenaknya Jiraiya !" bentak Tsunade kesal sambil memijit kepalanya pusing, ayolah dirinya sudah dipusingkan dengan berkas - berkas ini, dan Jiraiya malah semakin membuatnya pusing dengan tingkah kekanak - kanakan nya.
"Ini gawat Tsunade" ucap Jiraiya dengan wajah gusar yang membuat Tsunade mengernyitkan alisnya bingung, belum pernah dia melihat Jiraiya sekhawatir ini.
"Tenanglah Jiraiya, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ?" ucap Tsunade sambil kembali mengalihkan pandangan nya kepada berkas - berkas yang berada dimeja nya.
"Gem Amplifier telah dicuri !" ucap Jiraiya yang membuat Tsunade melotot seketika dengan wajah pucat.
"A-apa kau bilang Jiraiya?, kau tidak bercanda kan?!" tanya Tsunade dengan raut wajah panik, bagaimana tidak panik kalau benda seberharga itu dicuri.
Gem Amplifier merupakan permata penguat yang konon katanya dapat menaikan kemampuan Magic 1 level secara instan jika kau menelan permata tersebut, dan kabarnya hanya ada 10 Gem Amplifier yang ada didunia ini, dan tentu saja kabar kalau permata peninggalan ayahnya hilang itu merupakan mimpi buruk bagi Tsunade.
"Bagaimana itu bisa terjadi?!, bukankah ruang penyimpanannya dijaga ketat?!" tanya Tsunade dengan raut wajah bingung.
Jiraiya menggeleng pelan.
"Aku juga tidak tahu, tapi jika dilihat dari rekaman cctv, pencurian itu terjadi bersamaan dengan munculnya Skeleton Dragon di dungeon minggu lalu" jelas Jiraiya yang membuat Tsunade membulatkan matanya.
"I-itu artinya, pencurian itu sudah terjadi seminggu lalu dan kita baru mengetahuinya sekarang, bagaimana mungkin itu terjadi?!" guman Tsunade sambil memegang kepalanya sendiri.
"Lalu bagaimana dengan para penjaga?" tanya Tsunade sambil memandang Jiraiya yang kini hanya menggeleng lemah, dan Tsunade mempunyai firasat buruk tentang hal itu.
"Mereka semua mati"
Tsunade mematung seketika saat mendengar jawaban Jiraiya, pikiran nya seolah menolak semua yang dikatakan Jiraiya, bagaimana mungkin ini terjadi?!, bukankah semua penjaga yang dia tugaskan disana itu berjumlah sepuluh dan semuanya sudah menguasai Magic Element level 6, dan parahnya lagi kenapa dia baru tahu hal ini setelah seminggu terjadi?!.
Plukk ..
Tsunade menoleh pada Jiraiya yang kini sedang menepuk pundaknya dengan pelan sambil tersenyum lembut.
"Tenanglah, kita akan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi bersama - sama, Orochimaru juga nampak sedang memeriksa rekaman cctv minggu lalu" ucap Jiraiya menangkan Tsunade yang nampak terlihat tertekan, bagaimanapun juga Jiraiya tahu kalau berita ini sangat mengejutkan bagi Tsunade.
Brakk ..
Pintu ruangan Tsunade kembali didobrak kasar untuk kedua kalinya, dan membuat Tsunade dan Jiraiya menoleh kearah pintu yang kini terbuka tersebut.
"Ada apa Orochimaru? apa kau menemukan sesuatu?" tanya Tsunade pada pelaku pendobrakan kedua yang ternyata adalah Orochimaru.
"Ada yang aneh dengan rekaman minggu lalu" ucap Orochimaru sambil menyimpan laptop yang dibawanya kehadapan Tsunade, dan dari layar laptop tersebut terlihat seorang berjubah hitam yang menerobos masuk ke ruang penyimpanan, namun ditahan oleh para penjaga, yang tak lama kemudian para penjaga mulai menyerang orang berjubah hitam itu menggunakan sihir element mereka namun orang berjubah tersebut nampak menahan atau lebih tepatnya menghisap semua sihir yang dikeluarkan oleh para penjaga, kemudian mengeluarkan sihir Foribidden Magic yang membuat para penjaga mati dan membusuk seketika.
"M-mustahil !" ucap Tsunade tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, tak berbeda jauh dengan Tsunade, Jiraiya juga nampak memandang kejadian tersebut dengan raut wajah kaget.
"S-sebenarnya seberapa kuat sihir Foribidden Magic itu?!" tanya Jiraiya dengan raut wajah horror pada Orochimaru yang kini hanya mengangkat bahunya pertanda dirinya juga tidak tahu apa - apa.
"Dan ini yang membuatku heran" ucap Orochimaru sambil sedikit mempercepat rekaman nya, dan kini terlihat sosok tersebut yang nampak sudah mengambil Gem Amplifier itu berjalan pelan menuju kamera cctv, dan berhenti tepat dibawah kamera cctv, meskipun begitu sosok nya sama sekali tidak terlihat karena jubah hitam yang dikenakan nya.
Sosok tersebut nampak menuliskan sesuatu dilantai menggunakan darah para penjaga yang membusuk.
"Enam bulan?!, apa maksudnya?" guman Tsunade bingung saat melihat sosok tersebut menuliskan kata enam bulan lalu menghancurkan kamera cctv.
"Tunggu dulu, bukankah enam bulan lagi itu waktu diadakan nya turnamen God Of Magic di sekolah ini?!" tanya Jiraiya yang membuat Orochimaru dan Tsunade menoleh kearahnya dengan cepat.
"J-jangan bilang kalau .."
"Yah, kemungkinan besar sosok itu akan muncul pada turnamen tahun ini"
...xxXxx...
Naruto memandang jengkel Shion yang kini tengah menyuruh Naruto mengambilkan tasnya yang bahkan ia sendiri yang melemparkan tas tersebut ke salah satu dahan pohon yang ada di halaman sekolah tersebut, dasar gadis idiot.
"Cepat ambilkan tasku !" teriak Shion sambil menyeringai kearah Naruto, gadis satu ini benar - benar membuat Naruto naik darah.
Menghela nafasnya pelan, kemudian Naruto berusaha tersenyum semanis mungkin.
"Yang melemparkan tas itu keatas sana siapa?"
"Aku"
"Itu tas milik siapa?"
"Milikku lah !"
"Jadi yang harus mengambilnya siapa?"
"Ak- heii tentu saja kau baka !"
Naruto menghela nafasnya pelan, gadis ini lihai juga rupanya.
Shion yang sudah kesal karena tingkah Naruto dengan keras mendorong Naruto untuk segera mengambil tasnya.
Dan dengan perasaan antara ikhlas tidak ikhlas, yang kebanyakan tidak ikhlasnya, Naruto memanjat pohon didepan nya dengan malas, meski sebenarnya dirinya bisa saja dengan mudah mengambil tas tersebut menggunakan sihirnya, hanya saja kemalasan nya jauh lebih mendominasi kali ini, dan membuatnya mau tak mau memanjat pohon tersebut.
"Hei kuning sialan !, kau itu laki - laki atau bukan hah?! memanjat pohon saja lambat sekali" teriak Shion yang membuat Naruto mendelik malas kepada gadis tersebut, oh ayolah bisa tidak sih gadis tersebut sedikit bersikap manis, atau paling tidak diamlah.
"Berisik !" ucap Naruto sambil melemparkan tas Shion dengan kencang kearah Shion yang sudah menunggu tasnya kembali.
Duakhh ..
Entah karena salah perhitungan atau apa, tas yang seharusnya Shion tangkap malah membentur jidatnya dengan keras hingga membuatnya pingsan seketika.
"Heii jika kau tidak bisa menangkap lemparan seperti itu sama sekali, lebih baik kau menyusu saja pada ibumu lagi" ledek Naruto sambil memandang sinis Shion yang kini tengah telentang pingsan.
"Dia pingsan? ck dasar gadis sialan, merepotkan saja" lanjut Naruto sambil melompat turun lalu menghampiri Shion.
"Sayang sekali kau hanya pingsan, coba kalau mati sekalian, hidupku akan damai" ucap Naruto yang kini tengah memandang Shion yang telentang dibawahnya.
Alis Shion nampak berkedut - kedut kesal karena perkataan Naruto yang seolah menyumpahkan nya mati, oh nampaknya Shion tidak benar - benar pingsan.
"Biarkan sajalah, lebih baik tidur" ucap Naruto sambil berlalu meninggalkan Shion yang berpura - pura pingsan dan berjalan kearah bangku yang tak jauh dari situ.
Alis Shion semakin berkedut - kedut kesal, bukankah laki - laki seharusnya menolong jika ada gadis pingsan didepan nya atau paling tidak menunggunya sampai bangun, ini?! dirinya malah diabaikan begitu saja.
'Dasar sialan !'
...xxXxx...
Sementara itu disebuah ruangan yang gelap gulita dan hanya diterangi beberapa lilin yang menyala, terlihat tiga sosok berjubah hitam dengan satu sosok yang nampak duduk di sebuah singgahsana dengan santai.
"Kudengar para guru itu baru menyadari kalau Gem Amplifier mereka dicuri?" tanya sosok berjubah hitam yang kini tengah duduk di singgahsana nya.
"Benar tuan, mereka baru menyadarinya tadi siang, nampaknya kekkai yang anda buat disana menyamarkan keadaan disitu selama seminggu"
Sosok yang berada di singgahsana itu nampak tertawa pelan sambil memainkan Gem Amplifier yang ada ditangan nya.
"Mereka memang bodoh, oh ya Kuro, Shiro, apa kalian sudah menemukan letak Gem Amplifier yang lain nya?" tanya sosok tersebut pada dua bawahan setianya.
"Untuk sekarang, kami hanya mengetahui dua tempat dimana Gem Amplifier berada tuan"
"Dan dimana itu?"
"Pertama, ada ditangan tuan dan yang kedua ada di Roma Italia"
Sosok yang duduk disinggahsana itu nampak menyeringai dibalik jubahnya saat mendengar perkataan salah satu bawahan nya tersebut.
"Besok kita akan mengambil Gem Amplifier yang ada di Italia, dan cepat atau lambat kita akan menjadi mahluk pertama dimuka bumi ini yang mencapai sihir level 10"
"Ha'i tuan"
...xxXxx...
Naruto menghela nafas lelah, hari ini sungguh hari paling melelahkan untuknya, dan tentunya juga menyebalkan.
Membuka pintu kamar asramanya dan Naruto dapat melihat Shikamaru yang seperti biasa nampak tengah tertidur, dan Lee yang sedang membereskan barangnya dan memandang kearahnya dengan heran.
"Ini masih siang, kau sudah kembali Naruto - kun?" tanya Lee heran sambil melihat jam yang baru menunjukan pukul 2 siang.
"Bagaimana misimu?" tanya kembali Lee pada Naruto yang kini sudah meringkuk dikasurnya dengan santai.
"Misi dibatalkan, dan kau yang jadi gantinya Lee, dan upahnya juga semuanya buatmu, cepat pergi sana" ucap Naruto tanpa mengalihkan pandangan nya kearah Lee, jika saja Naruto melihat Lee yang kini menatap Naruto yang tengah tengkurap dengan mata yang berbinar - binar.
"Benarkah?" ucap Lee antusias dan hanya dibalas lambaian tangan oleh Naruto, dan tentu saja tanpa menunggu lama, Lee langsung pergi menemui klien nya yaitu Shion, melupakan apa yang akan ia lakukan hari ini.
Naruto menghela nafasnya lega saat Lee yang sudah pergi meninggalkan nya, berniat memejamkan matanya, tapi kegiatannya terpaksa terhenti kala sebuah ketukan pintu terdengar ditelinganya.
"Lee ayo cepat, kita harus segera ke lapangan pelatihan, katanya kau ingin berlatih tanding denganku !" ucap atau mungkin teriakan seseorang yang Naruto yakini sebagai laki - laki itu membuat Naruto mengernyit heran, latih tanding? apa si bodoh Lee itu melupakan kegiatan nya karena pergi menggantikanku melakukan misi?, ah dasar idiot.
Terserah saja lah, itu juga bukan urusan nya, lebih baik dirinya pura - pura tidur dan tidak tahu saja, itu rencana yang sempurna Naruto.
Braakk ..
"Leee !"
Naruto terlonjak kaget saat sang pelaku pengetokan, mendobrak pintu kamar asrama nya diikuti dengan teriakan yang lumayan kencang yang membuat Naruto kaget bukan main, melirik Shikamaru yang masih tertidur nyenyak, Naruto hanya bisa mengumpat dalam hati pada Shikamaru, ayolah bagaimana orang ini bisa tidur seperti orang mati?.
"Eh, Lee tidak ada ya?" Naruto dapat melihat pria berambut cokelat bertubuh gemuk tersebut nampak menggaruk pipinya yang terdapat tanda lingkaran seperti obat nyamuk itu sambil tertawa grogi.
'Abaikan saja, abaikan, nanti juga pergi sendiri' batin Naruto sambil kembali berpura - pura tidur, yah tidak sepenuhnya berpura - pura juga, karena dirinya memang ingin tidur.
"Astaga Shikamaru?!, kau bersekolah disini juga?, kenapa kau tidak memberitahuku?!"
Astaga apalagi ini?, dia kenalanya Shikamaru?, ck Naruto mengutuk kesialan nya yang dikelilingi orang - orang aneh, membuka matanya pelan, lalu melirik pemuda kelebihan bobot tadi yang kini tengah memgguncang - guncangkan tubuh Shikamaru dengan kasar, dan Naruto hanya bisa kagum pada Shikamaru yang masih bisa tertidur nyenyak disaat seperti itu.
"Shika !, Shika !"
Naruto yang tidak kuat dengan teriakan berisik dari pemuda gendut tadi perlahan bangun dengan malas, lalu mendelik kearah pemuda gendut yang masih berkutat dengan Shikamaru ditangan nya itu.
"Ck, berisik !" umpat Naruto sambil mendelik malas kearah pemuda gendut tersebut, dan seketika pula pemuda gendut tersebut mengalihkan pandangan nya kearah Naruto yang kini tengah mendelik kearahnya.
"Ah maaf, aku kira tidak ada orang lain lagi disini" balas pemuda tersebut sambil tersenyum gugup dan melepaskan Shikamaru yang tadi ia pegang pundaknya, hingga membuat Shikamaru jatuh tengkurap ke lantai, dan membuat Naruto kembali mematap pemuda gendut tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan, hei itu temanmu kan?.
"Kau mencari siapa?" tanya Naruto malas, meski sebenarnya dirinya sudah tau siapa yang pemuda gendut tersebut cari, tapi setidaknya Naruto hanya yah kau tahu lah akting sedikit untuk memperkuat kebohongan tidurnya tadi.
"Umm aku mencari Lee, kau tahu dia dimana?"
"Kulihat tadi Lee pergi keluar dengan terburu - buru, entah apa yang akan ia lakukan, mungkin menjalankan misi"
Naruto dapat melihat pemuda tersebut nampak mengangguk - nganggukan kepalanya seolah mengerti, Naruto pandai berbohong juga ternyata, meskipun perkataan nya itu tidak sepenuhnya bohong.
"Haahh, padahal katanya mau berlatih tanding denganku"
Naruto yang mendengar keluhan pemuda tersebut menyeringai dalam hati, bukankah ini waktu balas dendam yang pas untuk yang tadi?.
"Bagaimana jika aku saja yang berlatih tanding denganmu?" Naruto berucap dengan sedikit seringaian yang menempel di bibirnya, dan seringainya semakin lebar kala pemuda tersebut menyetujui usulan nya, oke ini akan mengasyikan.
...xxXxx...
To Be Continued ...
A/N : Yo minna, bagaimana kabarnya? sehat?, terima kasih buat saran dan masukan nya di chap kemarin, sangat membantu, dan untuk yang nanya cwe yang ditabrak Naruto pas chap kemarin itu jadi peran penting atau tidak, maaf itu hanya pemeran figuran yang numpang lewat.
Dan tentu saja Naruto akan menunjukan kekuatanya, tapi nanti.
Yoshh, terima kasih buat yang udah fav, foll, review atau yang hanya sekedar membaca dan numpang mampir doang, terima kasih juga buat saran dan masukan nya, dan mohon kritik dan saran nya untuk chap kali ini, sekian saja.
See you next chap ..
