Tittle:What's Your Answer?[Chapter 7]

Author:Park Min Chan

Genre:Romantic, Comedy [GAGAL]

Rating:T

Pairing:

KYUMIN SUPER JUNIOR
Cho Kyuhyun (Kyuhyun)
Lee Sungmin (Sungmin)

Cast :

All Member Super Junior (minus Hankyung, Kangin, Kibum)

Disclaimer:

FF ini murni milik author Park Min Chan. Kalau ada kesamaan cerita mungkin itu ada unsur ketidaksengajaan atau mungkin juga orang lain yang copas #eh. Semua cast di sini milik Tuhan, orangtuanya, dan SM. Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun. KYUMIN milik AUTHOR dan AUTHOR milik KYUMIN XD

WARNING!

BOYSxBOYS|YAOI, OOC, ABAL, TYPOS, HUMOR GAGAL! All cast the same age (ex: Kyuhyun)

DON'T LIKE, DON'T READ and DON'T BASH! Yang suka sama ff ini, please DON'T BE A SILENT READER~ So, REVIEW wajib ^^
Kansamhamnida :)

"Ah ya Sungminnie~ Sebenarnya kau sakit apa? Aku dengar dari Kyuhyun akhir-akhir ini kau sering pucat dan sering mengeluh sakit. Dan terakhir kau mengeluh tentang perutmu. Ada apa denganmu? Apa kau sakit? Usus buntu? Maag? Atau mungkin kanker usus?" Donghae mencairkan suasana dengan mengulang pertanyaan yang sama dengan yang dilontarkannya ke Kyuhyun tadi. Kyuhyun yang mendengarnya pun langsung membelalakkan matanya tapi tidak melakukan apapun.

"Mollayo.. Aku juga tidak tahu Hae-ah. Yang aku tahu aku terkena maag, tapi mungkin ini sudah parah mengingat aku jarang makan dan telat makan. Kau kan tahu aku tidak terlalu suka makan karena ingin melakukan diet? Jadi seperti ini." Ujar Sungmin menundukkan kepalanya.

"Apa tidak sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja? Kita periksa sama-sama."

"Sama-sama? Apa kau juga mempunyai penyakit?" tanya Kyuhyun kepada Donghae.

"Apa pedulimu?" cibir Donghae.

"Aku kan hanya bertanya.." ucap Kyuhyun pelan.

"Ne Hae-ah. Apa kau punya penyakit?" tanya Sungmin.

'Ya, aku memang sedang sakit Sungmin-ah, Kyuhyun-ah..' batin Donghae.

*CHAPTER 7*

"Donghae sunbae?" ucap Kyuhyun menyadarkan lamunan Donghae.

"Ah, ye? Oh, mian. Aku harus pergi dari sini. Kelas kita setelah ini ada ulangan, apa kalian tidak kembali ke kelas?" tanya Donghae mengalihkan pembicaraan.

"Ulangan? Ah! Aku lupa kalau ada ulangan kimia hari ini. Untung saja aku duduk di samping Kyuhyun. Kau bisa membantuku kan Kyu?" pinta Sungmin sambil mengeluarkan jurus puppy eyesnya.

"Nde Sungmin hyung, apapun untukmu.." ucap Kyuhyun tersenyum sembari mengacak pelan rambut Sungmin. Sungmin yang diperlakukan seperti itu mempoutkan bibirnya kesal.

"Aku ini namja, Cho Kyuhyun! Jangan perlakukan aku seperti yeoja!" teriak Sungmin.

"Jeongmal? Tapi kau tidak terlihat seperti namja, hyung. Kau seperti yeoja tomboy yang sedang merayu namja tampan untuk menarik perhatian padamu." Ucap Kyuhyun sambil terkekeh.

"KYUHYUN!" Sungmin mencubit Kyuhyun.

Mereka berdua tertawa riang tanpa menyadari Donghae yang sedang menatapi mereka dengan senyum palsunya. Dan hal itu membuat Donghae semakin merasakan sakit yang mendalam pada hatinya. Karena namja yang sudah lama ia cintai itu kini telah menemukan tambatan hatinya.

"A-Aku permisi, aku duluan kembali ke kelas. Annyeong.." Donghae membungkukkan badan lalu pergi menghilang dari balik pintu.

Sungmin dan Kyuhyun yang melihat gelagat aneh dari Donghae itu pun kemudian saling menatap, beberapa detik kemudian mereka saling mengangkat bahu dan beranjak pergi dari ruangan yang serba putih itu.

-What's Your Answer by Park Min Chan-

Kini dua orang namja itu tengah menyusuri koridor untuk cepat sampai ke kelasnya. Terlihat teman-temannya melihat mereka dengan tatapan heran, tapi mereka tidak memikirkan tatapan itu. Mereka hanya terus berjalan sambil bercengkrama.

"Hyung, jadi soal surat itu. Kau mengajakku ke café Sapphire Blue di depan sekolah jam 7 malam nanti. Apa itu masih berlaku?" tanya Kyuhyun.

"Café Sapphire Blue jam 7 malam ini? Surat? Kyuhyun-ah. Sumpah aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Dan surat itu, aku tidak pernah menuliskan surat apapun. Dan kalaupun aku menulis surat, aku tidak menulis surat yang isinya seperti itu. Aku menulis…." Sungmin yang mulai menyadari betapa bodohnya dirinya karna hampir saja memberitahu isi surat yang ditulis Sungmin untuk Kyuhyun itu segera menutup mulut dan merutuki nasibnya.

"Jadi benar kau menulis surat untukku? Apa isinya hyung? Tapi, apakah ini tulisanmu?" Kyuhyun memberikan secarik kertas berwarna pink dari saku celananya kepada Sungmin.

Sungmin pun membaca isi surat tersebut dengan seksama dan intonasi yang tepat tetapi dalam hati *halah*. Kyuhyun melihat Sungmin membaca isi surat tersebut, setelah beberapa detik, alis Sungmin bertaut. Bingung. Ya, Sungmin bingung.

"Apa benar ini surat yang kau kira aku yang menulisnya?" tanya Sungmin.

"Ne, apa itu bukan tulisanmu?" tanya Kyuhyun balik.

"Aniya! Ini bukan tulisanku! Tulisan ini lebih bagus daripada tulisanku." Ujar Sungmin masih terus menatap kertas itu.

"Lalu? Siapa yang menulisnya? Ah, kau difitnah dan aku ditipu." Kyuhyun mengambil kesimpulan.

"Aku difitnah?" tanya Sungmin semakin bingung.

"Nde hyung. Kau difitnah karena di surat ini dikatakan kalau kau menyukaiku. Benar kan kau difitnah? Aih, ulah iseng siapa sih? Tidak ada kerjaan lain selain memfitnah seperti ini ya? Fitnah itu kan lebih kejam daripada bunuh ayam(?)!"

"Jadi, kau mengira kalau aku difitnah ya?" tanya Sungmin dengan suara rendah hampir tidak terdengar oleh Kyuhyun.

'Padahal itu semua benar, Kyu.' Batin Sungmin.

"Ne? Kau barusan berkata apa hyung? Aku tidak mendengarnya."

"A-Aniyo. Kajja kita ke kelas Kyu.." ajak Sungmin.

*SKIP TIME*

KRIIIIIINNGGG~~

Bel pulang pun berbunyi. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang sedang merapikan buku-bukunya, ada yang sedang membicarakan sesuatu sambil berjalan keluar kelas, dan ada juga yang sedang melamun memikirkan sesuatu.

"Hyung, mengapa kau diam saja?" tanya Kyuhyun kepada Sungmin.

"Ani. Aku sedang memikirkan surat itu. Aku tidak merasa membuat surat seperti itu." Ucap Sungmin.

"Sudahlah hyung, itu hanya perbuatan orang yang iseng. Tidak usah dipikirkan. Lebih baik sekarang kita pulang, atau kau mau tetap meneruskan janji yang tertulis di surat itu? Café Sapphire Blue jam 7 malam. Kalau kau mau, aku akan menjemputmu. Sepertinya aku juga sedikit bosan jika di rumah. Besok kita libur, malam ini kita bersenang-senang saja." Ajak Kyuhyun.

"Kau tau rumahku?" tanya Sungmin.

"Aniyo. Tapi, pulang sekolah ini aku akan mengantarmu pulang. Apa ada seseorang yang sudah janji denganmu untuk mengantarkanmu pulang? Setauku kau selalu pulang dengan Shindong-sshi." Ucap Kyuhyun sembari melirik ke arah Shindong yang masih sibuk berkutat dengan choki-choki yang sedang dimakannya itu.

Ya, Heechul, Yesung, Shindong, Eunhyuk, Donghae, Siwon, dan Ryeowook masih di kelas menunggu Sungmin yang daritadi berbicara dengan Kyuhyun. Karena biasanya Sungmin pergi dan pulang dengan teman-temannya itu. Dan dia selalu bergoncengan ria dengan motor matematika alias matic milik Shindong karena Shindong dan Sungmin adalah tetangga.

"Aku bisa berbicara dengannya, tunggu sebentar." Ucap Sungmin berdiri sambil berjalan ke arah teman-temannya.

"Shindong-ah. Mianhae, mungkin kau pulang dengan yang lainnya saja dulu untuk hari ini. Aku pulang diantar dengan Kyuhyun soalnya nanti malam aku ingin keluar dengannya dan dia…" Sungmin menjelaskan panjang lebar.

"Ya ya ya, aku sudah tahu. Aku mendengar omonganmu dengannya daritadi. Kau pulang saja duluan, aku masih ingin menghabiskan ini. Apa kau mau?" Shindong memotong omongan Sungmin sambil menawarkan Beng-Beng yang sekarang ini sedang ia makan kepada Sungmin.

*Readers: Tadi Choki-Choki, sekarang Beng-Beng..*

*Author: Sirik aja sih, bilang aja mau! :p*

*Readers: Itu makanan bikin Shindong oppa tambah gendut tauu..*

*Author: Itu makanan yang ada di kantin sekolah author, tiap hari author makan itu*

*Readers: Pantesan author gendut!*

*Author: T^T (lempar readers pake bakiak) (nangis di pojokan)*

"Bolehkah aku?" ujar Sungmin menunjuk Beng-Beng yang dipegang Shindong.

"YA! Apa yang kau lakukan? Ini!" Kyuhyun memberikan Beng-Beng yang dibelinya tadi di kantin sekolah untuk Sungmin.

"Memangnya kenapa?" tanya Donghae ketus.

"Apa kau tidak tahu? Kalau seseorang sedang makan atau minum di tempat yang sama atau bahkan makanan atau minuman itu bekas orang lain, itu artinya kalian berciuman secara tidak langsung! Dan aku tidak mau melihat Sungmin berciuman dengan orang lain." Jelas Kyuhyun panjang lebar.

"Memangnya kenapa kau tidak mau melihat Sungmin berciuman dengan orang lain? Memang kau siapa? Seenaknya mengatur Sungmin seperti itu. Atau kau sudah menyukai Sungmin, eoh?" tanya Donghae penuh selidik.

Pertanyaan itu sontak membuat Kyuhyun terkejut. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Karena ia sendiri bingung dengan perasaannya terhadap Sungmin. Sementara itu, Eunhyuk yang melihat Donghae bertanya seperti itu mulai curiga dengan namja yang telah lama dicintainya itu. Eunhyuk merasa kalau Donghae menyukai salah satu di antara Sungmin dan Kyuhyun, tapi perasaan itu segera ditepis olehnya.

"Ah sudahlah tidak usah diperpanjang! Lebih baik kita pulang sekarang. Kajja!" teriak Yesung yang sudah tidak tahan mendengar perdebatan teman-temannya itu.
"Yesung-ah! Aku pulang denganmu saja ya?" pinta Heechul.

"Mwo? Wae? Aku tidak bisa Heenim-ah. Aku mau mengantar Ryeowookie pulang." Tolak Yesung.

"Ne? Aku? Kau mau mengantarku? Tumben? Biasanya juga aku kan pulang sendiri naik bus.." ucap Ryeowook sambil menggembungkan pipinya.

"Mulai hari ini sampai seterusnya kau harus pulang denganku.." ucap Yesung sambil menatap Ryeowook.

"Waeyo?" Ryeowook bingung.

"Aiiss jinjja~ Ryeowookie! Apa kau tidak tahu kalau makhluk berkepala besar dan bertangan kecil itu sudah lama menyukaimu? Dasar kau tidak peka. Harusnya kau peka sedikit tentang perasaannya. Kasian Kim Jong Woon kita.. Chullie-ah! Kau pulang denganku saja, ne?" jawab Siwon tanpa mempedulikan muka Yesung yang sudah memerah menahan malu.

"Sekarang kan Ryeowook sudah tahu, jadi buat apa ditutupi lagi? Ryeowookie, apa kau mau menerima orang yang sudah ku anggap hyungku sendiri ini? Kalau kau tidak menjawab, kami tidak akan pulang. Sebenarnya lebih baik kalian bicarakan saja berdua. Tapi, karena aku tau sifat Yesung kalau sudah bersama orang yang dia suka, dia akan diam saja dan tidak berbicara apa-apa, itu sebabnya aku dan teman-temanku yang memulai seperti ini. Dia memang namja babo, tapi dia itu sangat baik. Aku yakin kalau kau menerimanya, kau akan merasa bahagia. Aku yang sebagai temannya merangkap adik ketemu gedenya(?) saja sudah bisa merasakan kebahagiaan yang diberikannya padaku. Apalagi kau yang nantinya akan menjadi kekasihnya?" ujar Sungmin panjang lebar mempromosikan(?) Yesung kepada Ryeowook.

"Hmm.. Bagaimana ya? Ah ottokhae? Aku bingung. Apakah tidak bisa diberi waktu untuk menjawabnya?" tanya Ryeowook salah tingkah.

"K-Kau tidak usah menjawab sekarang, lebih baik sekarang kita pulang dan tidak usah memikirkan masalah ini. Ini semua hanya candaan dari mereka saja. Kau kan tahu itu. Hehe.. Mianhae, aku pulang duluan bersama Ryeowook. Annyeong.." ujar Yesung menarik tangan Ryeowook.

"Ryeowook-ah! Kau harus bisa menjawab yang tadi, aku harap kau menerimanya. Kalau itu hanya candaan, muka Yesung tidak akan merah seperti tomat busuk(?) begitu!" teriak Heechul dan disambut oleh tatapan death glare dari Yesung.

Ryeowook yang mendengar hanya tersenyum dan mengikuti arah tarikan tangan kecil Yesung keluar kelas. Sementara itu Sungmin dan teman-temannya yang lain bersiap untuk mengikuti Yesung keluar kelas sambil bercanda ria.

-What's Your Answer by Park Min Chan-

Seorang namja manis terlihat sedang bersiap di kamarnya untuk menepati janji yang dikatakan dibuat olehnya di Café Sapphire Blue jam 7 malam ini. Dan ia sedang menunggu seseorang untuk menjemputnya.

DDRRTTT DDRRTTT~~

Sebuah pesan singkat masuk ke handphone namja manis itu. Namja itu mengambil handphonenya di atas meja nakas yang ada di kamarnya kemudian membacanya sambil tersenyum.

'Ternyata kau sudah datang, tunggu aku. Aku sebentar lagi keluar..' batin Sungmin sambil membalas pesan singkat dari orang yang ada di seberang sana.

Namja itu pun segera keluar kamar dan mendatangi wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang santai bersama dengan namja yang sepertinya lebih muda darinya.

"Eomma, Sungjin-ah. Aku ingin keluar sebentar bersama dengan temanku. Apa kalian mau titip sesuatu?" tanya namja itu.

"Kau mau ke mana Sungmin-ah? Hmm.. Sepertinya eomma tidak titip apa-apa. Tapi, kau belikan saja adikmu ini makanan. Kau tahu sendiri kalau dia suka makan sama sepertimu." Ujar wanita paruh baya itu yang diketahui adalah ibu dari namja manis ini, Lee Sungmin.

"Ne eomma. Sungjin-ah! Kau mau hyung bawakan apa?" tanya Sungmin kepada adiknya yang sedang asik menonton tv itu.

"Ah~ Kau baik sekali hyung, biasanya kan kau pelit denganku. Oke, aku mau kau belikan bakso, soto, sate, nasi goreng, tahu tek, batagor. Itu saja, gomawoyo.." ucap Sungjin.

"Itu.. Makanan apa? Aku tidak pernah mendengarnya." Tanya Sungmin.

"Aiiss hyung! Kau ini babo~ Itu makanan khas Indonesia, dan kau harus mencarinya sampai dapat!" teriak Sungjin.

"YA! Lee Sungjin! Kau pikir aku ini apamu eoh? Aku malam ini ingin bersenang-senang bukannya mencarikanmu makanan yang susah dicari di sini! Kau ini.. Nanti kalau aku pulang, aku akan membawakanmu ramyun saja dan kau tidak boleh protes! Arra?" ancam Sungmin sambil berlalu pergi ke arah pintu rumahnya.

Seorang namja tampan, tinggi, putih, memakai kemeja kotak-kotak dengan perpaduan warna biru tua dan hitam dan memakai skinny jeans serta sepatu converse terlihat sedang berdiri menunggu Sungmin di depan mobilnya sambil menyandarkan diri di mobil berwarna hitam metalik tersebut.

"Kyuhyun-ah! Mianhae, lama. Aku tadi sedang berdebat dengan adikku. Kau tau? Dia menyuruhku membelikan makanan khas Indonesia yang aku saja tidak tahu bentuknya seperti apa. Dan dia berkata aku harus menemukannya. Aiss jinjja! Apa dia gila? Makanan seperti itu dicari di sini sudah pasti akan susah. Lalu, aku bilang saja padanya kalau nanti aku pulang akan membawakannya ramyun dan dia tidak boleh protes!" kesal Sungmin sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya dan mempoutkan bibirnya.

Kyuhyun yang melihat Sungmin seperti itu pun hanya terkekeh kecil sambil mencubit pipi tembem milik Sungmin yang ada di depannya. Entah mengapa rasanya Kyuhyun sangat menyukai tingkah lucu namja di depannya ini. Seketika itu, Kyuhyun pun mendekatkan dirinya ke Sungmin dan mendekatkan wajah mereka. Sungmin pun yang tahu situasi ini langsung mengeluarkan semburat merah di wajahnya.

"K-Kyu-ah? Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Sungmin gugup.

Tapi pertanyaan itu tidak direspon oleh Kyuhyun, justru itu malah membuat Kyuhyun mengeluarkan evil smirknya.

Dan…

*TBC*

Annyeong readerdeul~ Kkk~ Ottokhae? Sebenarnya sudah ketahuan kan jalan ceritanya sampai menuju ending gimana? Aigoo~ Author gagal membuat penasaran readers! Fanfiction ini belum bisa dibilang berhasil. Kalau sudah KYUMIN, semua pasti sudah tahu akhirnya gimana. Kecuali yang genre ffnya itu HURT. Pasti akan jadi sad ending. Karna ini romance, jadi ya pasti happy ending -_- Mianhaeyo buat readers yang bosan dengan jalan cerita ini. Author memang baru di dunia perfanfictionan (?) Harap dimaklumi. Sepertinya ending dari ff ini akan berada di part 10 atau bahkan lebih karna author belum bikin konflik yang lebih untuk hubungan Donghae dengan KyuMin beserta Eunhyuk XD Mianhaeyo *bow* REVIEW PLEASE!