Tangan kanan Sasuke bergerak dan mengangkat dagu Sakura sehingga kini wajah Sakura berhadapan dengan wajah Sasuke. mereka saling tatap dan CUP Sasuke mencium bibir Sakura singkat dan setelah itu Sasuke pergi meninggalkan Sakura yang memasang wajah kaget dan bersemu. 'Apakah tadi Sasuke-kun mencium ku?' batin Sakura tidak percaya.
Sakura masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu itu. Sasuke sekarang sedang berada di mobilnya bersama Ayumi. Ayumi duduk disamping Sasuke yang sedang menyetir mobil itu. 'Kenapa tiba-tiba aku mencium nya? Argh... gila.'
Sasuke mengingat kejadian saat dirinya mencium Sakura tadi dan tiba-tiba saja wajah nya bersemu. Ayumi yang kebetulan sedang menatap tousan nya menatap bingung tousan nya. "Wajah tousan memerah, tousan sakit?"
Sasuke hanya menggelengkan kepala merespon ucapan Ayumi.
Cintaku, Guru Private Putri Ku
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Drama & Family
Pairings : Sasuke U. & Sakura H.
Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.
Waktu berlalu begitu cepat dan tidak terasa hubungan Sakura dengan Sasuke sudah berjalan 2 minggu. Bahkan Sasuke sudah melamar Sakura dan kini sudah resmi bahwa Haruno Sakura adalah tunangan Uchiha Sasuke. mereka melaksanakan tunangan itu 3 hari setelah Sasuke berbicara bersama kaasan nya Sakura.
Walau status Sakura sudah menjadi tunangan dari tousan nya Ayumi yang merupakan muridnya, Sakura tetap menjadi seorang guru private nya Ayumi. Ayumi sangatlah senang sekali begitu tau bahwa guru private kesayangan nya akan menjadi kaasan nya. Dia selalu membangga-banggakan Sakura kepada teman-teman nya bahwa dia akan mempunyai kaasan lagi.
Siang hari, lebih tepat nya pukul 12 siang, kelas Ayumi sudah bubar dan sekarang Ayumi sedang menunggu jemputan nya di dekat gerbang sekolah bersama Rei, teman sekelas Ayumi, putra dari pasangan Yamanaka Ino dan Shimura Sai. "Aduh... tousan lama banget deh." Ucap Ayumi sebal.
"Mungkin tousan mu masih di jalan, Ayumi-chan." ucap Rei.
Terlihat seorang wanita dewasa berambut merah dan berumur sekitar 30 tahunan berjalan kearah Ayumi dan Rei yang sedang menunggu jemputan mereka. Wanita itu tampak sibuk dengan handphone nya sehingga dia tidak menyadari kehadiran Ayumi yang berdiri di depan nya. Ayumi yang memang melihat kearah jalan juga tidak menyadari adanya wanita itu berjalan menghampiri nya. BRUK, wanita dewasa itu tidak sengaja menubruk ayumi hingga jatuh. "Aww..." Teriak Ayumi.
"Ayumi. kamu tidak apa-apa?" tanya Rei sedikit khawatir dan membantu Ayumi untuk berdiri.
"Ya ampun, maafkan basan ya anak manis." Ucap wanita dewasa itu meminta maaf kepada Ayumi.
Ayumi menatap wanita itu dengan tatapan sulit diartikan. 'Rambut basan ini berwarna merah, warna bola matanya seperti ku. aku seperti pernah melihat basan ini disuatu tempat. Tapi, dimana?' batin Ayumi.
Wanita itu menyamakan tinggi nya dengan Ayumi. Dia mengusap pundak Ayumi. "Kenapa kamu menatap basan seperti itu? basan kan sudah bilang minta maaf."
"Nama basan siapa?" tanya Ayumi tiba-tiba.
Wanita itu menatap Ayumi sedikit bingung. "Nama basan Karin." Ucap wanita itu yang ternyata bernama Karin.
Ayumi terkejut begitu wanita itu menyebut kan namanya. 'Karin? Jangan-jangan dia...' batin Ayumi.
Secara tiba-tiba Ayumi langsung memeluk erat wanita bernama Karin itu. Karin terkejut mendapat perlakuan seperti itu oleh Ayumi. "Kaasan Karin. Aku merindukan mu. akhirnya aku bisa bertemu dengan mu, kaasan." Ucap Ayumi senang.
Karin sedikit terkejut dan makin bingung begitu mendengar Ayumi memanggilnya dengan sebutan kaasan. "Kaasan?" ucap Karin bingung.
Ayumi melepaskan pelukan nya pada Karin dan menatap Karin senang serta menganggukkan kepalanya. "Iya. Aku Uchiha Ayumi. aku putri dari Uchiha Sasuke dan Karin."
Seketika itu juga Karin langsung memeluk Ayumi dan memasang wajah tekejut, senang dan terharu. "Kamu benar-benar Ayumi? putri ku? Ayumi-chan, kamu sudah besar." Ucap Karin senang dan mempererat pelukan nya pada Ayumi.
Rei yang sedari tadi disana hanya diam menyaksikan mereka berdua. 'Seperti drama yang ditonton kaasan dirumah.' Batin Rei.
"Ayumi-chan apa kabar mu? kamu baik-baik sajakan tanpa kaasan? Tousan mu tidak menyakiti mu kan?" ucap Karin sembari mengusap-usap pipi Ayumi.
"Aku baik-baik saja, kaasan. Tousan tidak pernah menyakiti ku. tousan sangatlah baik."
"Syukurlah Ayumi-chan kalau tousan mu baik dan bisa merawat mu tanpa kaasan."
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di samping mereka berdua. Kaca mobil itu terbuka dan tampak terlihat pria dewasa seumuran dengan Karin berambut putih duduk dikursi kemudi. "Karin, darimana saja kamu?" teriaknya.
Karin berdiri dan berjalan mendekati mobil itu. "Sui, aku tadi sudah makan di sebuah restoran sekitar sini. oh ya sui, aku sudah bertemu dengan putri ku." ucap Karin senang.
"Putri? Maksud mu putri mu dengan mantan suami mu itu?!"
Karin menggangguk. Karin kembali lagi menghampiri Ayumi. "Ayumi-chan, kaasan harus pergi dari sini. kaasan senang sekali bisa bertemu dengan mu. maaf kan kaasan selama ini tidak pernah bertemu dengan mu dan merawat mu." ucap Karin menatap Ayumi sedih sembari mengusap ubun-ubun Ayumi.
"Kaasan mau pergi meninggalkan Ayumi lagi? Kaasan jangan tinggalkan Ayumi lagi. Ayumi ingin bersama kaasan. Apa kaasan gak sayang sama Ayumi sehingga meninggalkan Ayumi?" ucap Ayumi hampir menangis.
Karin menatap Ayumi dengan tatapan tidak tega. Karin terdiam sejenak dan akhirnya menghela nafas. "Baiklah. Kamu ikut saja ya bersama kaasan. Kasih tau teman mu, kalau ada tousan mu yang menjemput bilang kamu sudah pulang bersama kaasan Karin."
Ayumi langsung tersenyum dan mengangguk senang. Ayumi menatap Rei yang berdiri tidak jauh darinya. "Rei-kun, aku akan pulang bersama kaasan Karin. Bila kamu belum ada yang menjemput tapi tousan ku datang, tolong ya kasih tau tousan ku." ucap Ayumi kepad Rei.
Rei hanya menganggukkan kepala nya. Ayumi dan Karin langsung naik mobil dan pergi meninggalkan kawasan konoha elementary school. Sasuke sekarang sedang bekerja di perusahaan Uchiha. Entah kenapa tiba-tiba saja pekerjaan Sasuke jadi sangatlah banyak. Sasuke melihat jam dinding diruang kerjanya sudah menunjukkan pukul 12.25. "Aku belum menjemput Ayumi. Tapi ini pekerjaan harus selesai sekarang. Bagaimana ini?" ucap Sasuke kebingungan.
Tiba-tiba saja dipikiran Sasuke terlintas nama Sakura. "Oh ya, aku bisa menyuruh Sakura." ucap Sasuke sembari mengambil handphone nya di saku celana nya.
Setelah mencari no Sakura, Sasuke langsung menghubungi no Sakura dan tidak lama kemudian terdengan suara Sakura. "Moshi-moshi. Ada apa Sasuke-kun?" tanya Sakura langsung pada inti nya.
"Sakura bisakah kamu menjemput Ayumi di sekolahnya sekarang?"
"Bisa kok. Kenapa Sasuke-kun menyuruh ku untuk menjemputnya?" tanya Sakura.
"Aku sedang sibuk. Maaf Sakura."
"Oh begitu. baiklah aku akan menjemput Ayumi sekarang. Tidak usah minta maaf Sasuke-kun."
"Hn. Sampai jumpa."
Telpon pun diakhiri oleh Sasuke. setelah itu, Sasuke melihat meja nya yang penuh dengan berkas-berkas dan menghela nafas. Sakura sekarang sudah berada di sekolah Ayumi dengan mengendarai motor matic pemberian dari Sasuke. Sasuke sengaja memberikan motor itu kepada Sakura agar Sakura bisa cepat untuk datang kerumahnya untuk mengajar Ayumi dan bisa pulang kerumahnya tanpa harus naik bis umum lagi.
Sakura melihat-lihat sekitar sekolah itu, mencari Ayumi. namun Sakura tidak menemukan Ayumi dan melihat seorang anak laki-laki berambut hitam dan bermata biru cerah. Sakura menghampiri anak laki-laki itu dan turun dari motor nya. "Emm.. maaf de, apakah kamu mengenal Uchiha Ayumi?" tanya Sakura.
"Iya. basan siapa?" tanya Rei menatap bingung Sakura.
"Basan guru private nya. apakah Ayumi sudah keluar dari kelas nya?"
"Ayumi tadi sudah di jemput sama kaasan nya." ucap Rei polos.
Sakura terkejut mendengar ucapan Rei. "Kaasan? Maksud kamu?"
"Tadi Ayumi-chan berkata pada ku dia akan pulang bersama kaasan emm... kaasan nya itu bernama siapa ya? ka-ka apa ya? kain eh bukan. Rei lupa lagi nama kaasan nya Ayumi, basan." Ucap Rei kebingungan.
'Apa jangan-jangan Ayumi-chan pulang bersama kaasan nya itu yang bernama Karin? Ya ampun aku harus bagaimana? Aku harus berkata apa pada Sasuke-kun nanti?' batin Sakura.
"O-oh begitu ya. terimakasih emm... siapa ya nama kamu?" ucap Sakura.
"Shimura Rei."
"Terimakasih Rei. Kenapa Rei belum pulang?" tanya Sakura.
"Aku belum di jemput."
"Dimana rumah mu? biar basan antar kamu menuju rumah mu." ajak Sakura kepada Rei.
"Rumah ku di toko bunga Yamanaka."
"Ayo naik motor basan." Ucap Sakura yang sudah naik motor nya.
Rei yang memang sudah sedari tadi menunggu jemputan nya namun tak kunjung datang juga akhirnya ikut dengan Sakura. Sakura mulai menjalankan motornya menuju toko bunga Yamanaka. Tidak lama untuk sampai di toko bunga Yamanaka, Sakura melihat di depan toko bunga itu banyak sekali orang berlalu-lalang disana dan itu membuat Sakura berdecak kagum. 'Hebat, toko bunga Yamanaka rame sekali'. Batin Sakura takjub.
Rei turun dari motor Sakura. "Emm... terimakasih basan sudah mau mengantarkan ku pulang." Ucap Rei tersenyum kepada Sakura.
"Sama-sama." Ucap Sakura.
Saat Rei akan masuk ke dalam toko bunga, tiba-tiba seorang wanita dewasa berumur sekitar 27 tahunan datang menghampiri Rei. "Rei-kun, kamu pulang bersama siapa? Maafkan kaasan tidak menjemputmu." tanya wanita itu sedikit khawatir kepada Rei.
"Rei pulang sama guru private nya Ayumi-chan."
Kaasan nya Rei, Shimura Ino melihat kearah Sakura yang sedang menatap nya dan kemudian dia tersenyum kearah nya. Ino langsung membungkukkan badan nya kearah Sakura. "Terimakasih sudah mau mengantar putra saya pulang ke rumah nya. Maaf merepotkan."
"O-oh, tidak apa-apa kok." Ucap Sakura sembari mengibas-ngibas kan tangan kanan nya.
"Oh ya, bukannya tousan Ayumi-chan itu Uchiha Sasuke?"
"I-iya."
"Aku mendengar gosip dari kaasan nya teman-teman Rei-kun katanya Sasuke telah bertunangan dengan guru private putrinya. Apakah gosip itu benar? Kalau benar, berarti anda calon nyonya Uchiha." Ucap Ino menggoda Sakura.
"Eh..." Sakura sedikit kaget mendengar ucapan Ino. Tiba-tiba saja wajah Sakura bersemu. "I-itu emm... ya seperti itulah." Ucap Sakura salah tingkah.
"Kyaa~~ ternyata benar ya. selamat ya, kamu telah melelehkan hati Sasuke yang membeku selama tujuh tahun itu." ucap Ino girang.
Sakura hanya tersenyum menatap Ino. "Kasan, jangan ngegosip. Masih ada pelanggan di toko." Ucap Rei menyadarkan Ino.
"Ya ampun, kaasan kelupaan, Rei-kun. oh ya aku lupa memperkenalkan diriku, nama ku Shimura Ino istri dari seorang pelukis terkenal yaitu Shimura Sai. Kamu?" ucap Ino memperkenalkan diri.
"Haruno Sakura."
"Boleh ya aku panggil kamu Sakura? kapan-kapan kita ngobrol lagi ya." ucap Ino.
Sakura menganggukkan kepala dan tersenyum merespon ucapan Ino. Ino dan Rei masuk ke dalam toko bunga itu. Sakura langsung menjalankan motornya menuju kediaman Uchiha. Setelah sampai, Sakura diam di depan rumah Uchiha itu dan langsung menghubungi Sasuke.
"Hn. Ada apa?"
"Sasuke-kun, apa boleh aku ke kantor mu?"
"Hah? ada apa? Emang nya kamu tidak mengajar Ayumi?"
"Ini sangat penting. Boleh kan Sasuke-kun?"
Sejenak Sasuke terdiam tidak menjawab Sakura. terdengar helaan nafas. "Silahkan kalau itu penting."
Sakura langsung mengakhiri sambungan telepon nya dengan Sasuke dan menyimpan handphone di tas kecil nya. Sakura langsung menancap gas motor matic nya menuju ke tempat kerja calon suaminya dengan sedikit terburu-buru. Tidak butuh waktu banyak, Sakura sudah sampai di kantor perusahaan Uchiha. Sakura berjalan menuju meja resepsionis. "Permisi, ruang Uchiha Sasuke dimana?" ucap Sakura kepada penjaga resepsionis.
"Maaf, anda siapa? Ada keperluan apa anda dengan Sasuke-san?"
"Saya Haruno Sakura. keperluan penting. tolong lah, beritahu saya dimana letak ruang kerja Sasuke-kun?" ucap Sakura memohon kepada penjaga resepsionis itu.
"Apakah anda sudah membuat janji?"
"Sudah tadi."
Penjaga resepsionis itu memberi tahukan dimana letak ruang kerja Sasuke kepada Sakura. setelah berterimakasih, Sakura sedikit berlari menuju ruang kerja Sasuke. Setelah sampai di depan pintu ruang kerja Sasuke, Sakura mengetuk pintu ruang kerja Sasuke sedikit tergesa-gesa. Mendengar teriak 'masuk' di dalam ruang itu, Sakura membuka pintu ruang kerja Sasuke. Sakura melihat Sasuke sedang membaca sebuah berkas di meja kerjanya. 'Aku tidak boleh mengganggu nya dulu. Dia sedang banyak pekerjaan.' Batin Sakura melihat Sasuke.
"Apa yang terjadi?" tanya Sasuke mengalihkan pandangan nya dari berkas yang ada ditangan nya kepada Sakura.
"Aa... sebaiknya Sasuke-kun cepat selesai kan pekerjaan mu. aku akan menunggu Sasuke-kun disini." Ucap Sakura sembari duduk di sofa yang ada di ruang kerja Sasuke.
"Hn. Ayumi sudah dijemput?"
Sakura sedikit terkejut mendengar ucapan Sasuke itu. "A-aku tidak akan berbicara sebelum Sasuke-kun menyelesaikan pekerjaan."
Sasuke dengan cepat nya langsung menyelesaikan pekerjaan nya. butuh setengah jam Sasuke menyelesaikan pekerjaan nya. Sasuke menyerahkan pekerjaan nya kepada Itachi selaku pemimpin perusahaan. Sasuke duduk di dekat Sakura. "Dimana Ayumi?" tanya Sasuke.
Sakura sedikit ragu untuk bercerita kepada Sasuke. menghela nafas, akhirnya Sakura menceritakan kejadian yang dia alami tadi. Sasuke terkejut mendengar cerita dari Sakura. "KARIN?! Ayumi dibawa pulang Karin?!" Ucap Sasuke terkejut.
Sakura mengangguk takut. Selama ini, dia belum pernah melihat Sasuke yang sangat terkejut seperti itu. Sasuke mengacak-acak rambutnya frustasi. "Sasuke-kun, bagaimana kalau kamu hubungi ponsel Ayumi-chan? bukan kah Ayumi diberi ponsel?" usul Sakura.
Sasuke langsung mengambil handphone nya di saku celana nya dan langsung menghubungi no ponsel Ayumi. sambungan pun terhubungi dan terdengar suara Ayumi. Sasuke sengaja men-loudspeaker kan handphone nya supaya Sakura bisa mendengar percakapan nya dengan Ayumi. "Moshi-moshi. Tousan, ada apa?"
"Ayumi, kamu dimana? Tousan akan menjemput mu sekarang juga!"
"Ayumi sedang berada di apartemen kaasan Karin. Tousan jangan jemput Ayumi dulu. Ayumi ingin bersama kaasan Karin dulu."
"Tapi Ayumi..." "Tousan mu tidak akan menjemput mu, Ayumi-chan. bersenang-senanglah dengan kaasan mu. bukan nya Ayumi-chan ingin bertemu dengan kaasan karin kan?" ucap Sakura memotong ucapan Sasuke.
Sasuke menatap kesal kearah Sakura. "Tidak apa-apa, percayalah." Ucap Sakura meyakinkan Sasuke sembari menggenggam tangan Sasuke.
Entah kenapa Sasuke sedikit tenang begitu Sakura menggenggam tangan nya. Sasuke menghela nafas. "Ya sudah, kamu hati-hati disana. jika terjadi sesuatu, langsung hubungi tousan." ucap Sasuke kepada Ayumi.
"Iya tousan. Ayumi janji jika terjadi sesuatu akan menghubungi tousan. terimakasih tousan, aku sayang tousan."
Ayumi mengakhiri sambungan telepon nya dengan Sasuke. Sasuke menyimpan handphone nya di meja yang ada di depan nya. "Aku takut terjadi sesuatu dengan Ayumi." ucap Sasuke.
"Kenapa harus takut? Ayumi-chan sekarang sedang bersama kaasan nya yang pasti akan menjaganya, Sasuke-kun." ucap Sakura tetap menggenggam tangan Sasuke mencoba meyakinkan Sasuke.
Sasuke membalas genggaman tangan Sakura. "Aku takut bukan karena itu. aku takut Karin mempengaruhi Ayumi yang tidak-tidak." Sasuke menyandarkan kening nya di bahu kanan Sakura.
Sakura menatap Sasuke disamping nya dengan tatapan kasihan. 'Ternyata Sasuke-kun mempunyai sikap yang seperti ini juga. aku baru pertama kali ini melihat Sasuke-kun yang rapuh seperti ini. begitu sayang kah kamu pada Ayumi-chan? Ayumi-chan kamu beruntung mempunyai seorang tousan seperti Sasuke-kun.' batin Sakura.
"Sstt... sudahlah Sasuke-kun. seorang kaasan yang baik tidak akan memperlakukan putrinya seperti itu." ucap Sakura sembari mengusap lengan Sasuke.
Sasuke hanya diam tidak merespon ucapan Sakura. Sasuke menikmati usapan Sakura. 'Semoga kamu baik-baik saja, Ayumi-chan.' batin Sasuke sembari memejamkan matanya.
Ayumi sekarang sedang berada di sebuah apartemen milik Karin dan Suigetsu. Ayumi duduk bersama Karin. Mereka berdua sedang berbagi cerita tentang kehidupan mereka. "Ternyata, kaasan Karin cantik ya." ucap Ayumi menatap senang kearah Karin.
Karin mendengar ucapan itu dari Ayumi hanya tersenyum dan tersipu malu. "Terimakasih, Ayumi-chan. Ayumi-chan juga cantik."
Hening seketika melanda mereka berdua sampai Ayumi memecahkan keheningan itu. "Kaasan, siapa laki-laki tadi yang menyupir mobil?" tanya Ayumi.
"Dia adalah suami kaasan."
"Oh begitu. kaasan sudah menikah lagi?"
Karin menganggukkan kepala. "Iya. dia adalah ayah tiri mu."
"Oh begitu. oh ya, tousan juga mau menikah loh, kaasan."
"Menikah? Dengan siapa?" tanya Karin.
"Dengan guru private ku. Sakura-sensei."
Karin terdiam mendengar ucapan Ayumi. tiba-tiba Karin menyeringai. "Berarti kamu akan punya ibu tiri?"
"Iya."
"Ayumi-chan tau tidak, ibu tiri itu suka jahat pada anak tirinya. Mereka Cuma baik kalau ada suaminya saja." ucap Karin memasang ekspresi takut.
"Hah, benarkah? Tapi, Sakura-sensei enggak jahat, kaasan."
"Mereka kan belum menikah. Ayumi-chan tau tidak cerita Cinderella?"
"Tau"
"Tousan nya Cinderella menikah lagi kan dan ibu tirinya sangat jahat pada Cinderella. Menganggap Cinderella pembantunya, padahal Cinderella anak tirinya. Dan lagi ibu tirinya Cinderella suka menyiksa Cinderella. Nah seperti itulah gambaran ibu tiri." Ucap Karin menatap serius kearah Ayumi.
Ayumi yang sedari tadi diam terpaku mendengar ucapan Karin memasang wajah takut. Karin langsung memeluk Ayumi dan tersenyum senang ah lebih tepatnya menyeringai dan Ayumi tidak mengetahui itu. "Aku tidak mau punya ibu tiri. Ibu tiri jahat, Cuma baik didepan suami baru nya saja." ucap Ayumi sembari menatap Karin.
"Hah? Kenapa tidak mau punya ibu tiri?" tanya Karin memasang wajah pura-pura bingung dan kaget.
"Aku takut dijadikan pembantu dan disiksa oleh ibu tiri." Ucap Ayumi kembali memeluk Karin.
"Sstt... tidak apa. Kaasan ada disini bersama mu." ucap Karin sembari mengusap punggung Ayumi.
Sakura sekarang masih berada di kantor Sasuke. Sasuke kembali bekerja sedangkan Sakura dia tertidur di sofa. Tiba-tiba Sakura terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. Sasuke menghentikan pekerjaan nya dan menatap Sakura khawatir. "Ada apa?" ucap Sasuke mengambil gelas berisi air putih yang berada di meja kerja nya dan menghampiri Sakura.
Sakura membenarkan posisi duduknya. Dia memegang dadanya yang naik turun karena nafasnya tidak beraturan. "A-aku mimpi buruk."
"Minum dulu." Ucap Sasuke menyodorkan gelas itu kearah mulut Sakura.
Sakura meminum air itu dibantu oleh Sasuke. "Mimpi apa?" tanya Sasuke.
"A-aku mimpi Ayumi-chan tidak mau Sasuke-kun menikahi ku. dia tidak mau mempunyai ibu tiri." Ucap Sakura menundukkan kepala menyembunyikan wajahnya yang memasang ekspresi sedih.
Sasuke terdiam mendengar ucapan Sakura. "Aku takut itu terjadi, Sasuke-kun." ucap Sakura tiba-tiba menangis.
"Sstt... tenanglah. Itu Cuma mimpi." Ucap Sasuke menarik Sakura kedalam pelukan nya.
"Aku takut. Hiks..." Sakura mempererat pelukan nya pada Sasuke.
'Perasaan ku semakin tidak enak saja.' Batin Sasuke.
Malam hari kemudian, Sasuke sekarang sudah pulang kerja. Dia sedang berada di rumahnya sendirian. Sakura? dia sudah pulang kerumahnya saat Sasuke pulang kerja. Sasuke mengutak-atik handphonenya dan langsung menghubungi seseorang. Suara sambungan telepon pun terdengar dihandphone Sasuke. "Moshi-moshi. Ada apa tousan?" ucap seorang yang ditelpon Sasuke.
"Ayumi, kamu dimana? Tousan akan menjemput mu sekarang."
"Ayumi masih di apartement nya kaasan. Ayumi gak mau pulang sekarang."
"Tapi Ayumi, kamu harus pulang sekarang juga."
"Ayumi gak mau pulang." Teriak Ayumi.
"Ayumi jangan Be-"
"Halo, Sasuke-kun apa kabar?"
Sasuke menghentikan ucapan nya begitu mendengar suara seorang wanita dewasa di telepon nya. Sasuke yang sudah tau suara siapa itu, dia mengepalkan tangannya. "Biarkan. putri ku. pulang. sekarang." Ucap Sasuke penuh penekanan disetiap ucapan nya.
"Ya ampun, kamu tidak menjawab pertanyaan ku. tidak berubah ya kamu, Sasuke-kun. oh ya, masih ingatkah dengan ku?"
"Aku tidak suka berbasa-basi. Aku ingin putriku untuk pulang sekarang."
"Oh Sasuke-kun, putri mu adalah putri ku juga. Ayumi-chan adalah putri kita. Kau lupa Sasuke-kun bahwa aku yang melahirkan nya. tadi Ayumi-chan sudah bilang pada mu bahwa dia tidak mau pulang sekarang. Apa kamu tidak tega memisahkan kembali putri mu dengan kaasan kandungnya ini setelah sekian lama terpisah lama tujuh tahun?" ucap Karin panjang lebar.
"Aku tidak peduli. Aku tidak ingin putri ku bersama perempuan seperti mu."
"Sasuke-kun tega sekali kepada putri kita ini. besok Ayumi akan pulang. Jadi, jangan ganggu dia untuk malam ini."
Sambungan telepon pun diputuskan oleh Karin. Sasuke melempar handphone nya ke ranjang nya dengan kesal. Sasuke mengacak rambutnya frustasi. "Argh... sial!"
TBC
Hallo, saya kembali lagi dengan chapter 7 :D
bagaimana chapter 7 ini?
jelek, lumayan, udah pas, bagus?
maaf kalau kependekan :(
oh ya, terimakasih ya yang sudah mereview chapter 6, banyak yang kasih saran, senangnya :D
mungkin fict ini akan tamat beberapa chapter lagi ._. hehe xD
sebelum nya terimakasih ya yang sudah mengikuti fict ku ini dari awal :D
ah pokok nya terimakasih deh x))
seperti biasa, saya butuh review dari kalian terutama saran, komentar, kritikan :D
Thanks to Reviews :
pink onix, HH, Hanna Aiko, eonniisoo, nadya harvard, Afisa UchirunoSS, mako-chan, AkasunaAnggi, someone, sasusaku uciha
