Chapter 6 : 12 Agustus (Part 2)
Rizki dan Misaka langsung keluar untul melihat sosok "bantal" yang dilihat oleh Rizki. Setelah melihat lebih jelas. Ternyata sosok itu adalah seorang wanita dengan berpakaian nun dan dia tepertinya pingsan disana. Pada saat mereka (Rizki dan Misaka dalam hal ini) hendak membangunkan nun itu, dia bangun sendiri dengan mengatakan
"Aku lapar…"
"Eh?" Tanya Rizki.
"Aku lapar." Kata Index.
"Maksudnya apa sih?" Tanya Rizki balik.
"Aku bilang, Aku lapar." Jawab Index.
"Anooo... kalau misalnya kau lapar, bisa minta tolong ke Rizki." Kata Misaka.
"Ehhh?" Tanya Rizki.
"Iya kan? Lumayan loh stok makanan lo hari ini abis diambil Index." Jawab Misaka.
"Index? Siapa tuh?" Tanya Rizki sambil memiringkan kepalanya.
"Oh, kayaknya aku belum cerita ya?" Tanya Misaka.
"Sepertinya." Jawab Rizki.
"Sudah aku terdampar di tempat aneh, dan Touma juga belum muncul. Apakah dia lebih memilih si Railgun daripada aku?" Gumam Index.
"Railgun? IS300 yang dipakai Misaka itu?" Tanya Rizki yang mendengarkan gumamnya Index.
"Bukan deh, kekuatan si cewe dari Tokiwadai yang hanya dengan koin bisa menghasilkan serangan yang sangat kuat." Jawab Index.
"Maksudmu Misaka? Tapi dia nganggap Touma itu sebagai musuh deh. Bukan teman, apalagi pacar." Kata Rizki.
"Eh Rizki…" Kata Misaka yang mukanya memerah karena malu.
"Okay. Daripada nih Index mati kelaparan, mending gw pergi ke rumah dulu." Kata Rizki sambil pergi dengan Teleporternya.
"Eh, Rizki. Tunggu." Kata Misaka.
Terlambat, Rizki sudah pergi dengan kemampuannya.
"Padahal darimana dia tau nama Index?" Tanya Misaka dalam hati.
"Eh, bos. Kok baru pulang? Urusanmu ama cewe Tokiwadai itu belum selesai?" Tanya Sigit.
"Belum. Malah jadi tambah ribet. Eh tolong bungkusin 10 porsi nasi ama rendang, daun singkong, kuah gulai ama sambel ijo dong." Jawab Rizki.
"EHHHH? Nanti siapa yang bayar?" Tanya Sigit yang kaget dengan jumlah pesanannya Rizki,
"Nanti ane bayar deh. Sekarang siapin dulu." Jawab Rizki.
"Ukuran mini, sedang, besar apa jumbo nih?" Tanya Sigit.
"Bikin aja ukuran jumbo deh." Jawab Rizki.
Sigit yang tak percaya dengan apa yang dipesan oleh Rizki langsung membungkus nasi, rendang, daun singkong, kuah gulai dan sambel ijo dalam 1 bungkus ukuran jumbo. Setelah 10 bungkus ukuran jumbo sudah dibungkus, Rizki membayarnya dengan duit yang entah darimana munculnya. Sementara itu, Index sudah gelisah karena makanan dan Touma belum juga muncul didepan Index. Rizki yang sudah pulang ke safe housenya Misaka pun langsung menyerahkan makanan buat Index. Setelah Index membuka bungkusnya, dia langsung menghabiskan porsi jumbo itu dengan cepat. Begitu pula dengan bungkus yang lain. Setelah 10 bungku ukuran jumbo habis, Touma pun masuk ke safe housenya Misaka. Hal pertama yang bikin dia kaget adalah Index menghabiskan nasi berukuran jumbo sebanyak 10 buah. Entah perutnya dari apa itu. Apakah perutnya Index itu sebuah tangki trailer? Entahlah. Hal kedua yang membuat dia kaget adalah Rizki tiba-tiba menagih uang darinya untuk membayar makanan yang dihabiskan oleh Index. Hasilnya adalah kata "Fukou da" pun keluar dari mulutnya.
"Eh Touma, tau darimana kalo ini adalah safe house gw?" Tanya Misaka.
"Dari mobil berwarna putih yang terparkir di depan tuh." Jawab Touma dengan santainya.
Tiba-tiba terdengar ringtone lagu Cari Pacar Lagi yang entah kenapa bersumber dari HPnya Misaka. Misaka pun buru-buru pergi meninggalkan Touma dengan yang lainnya untuk menjawab telepon itu.
"Halo?"
"Eh, Misaka-san. Ini aku Uiharu." Kata Uiharu.
"UIHARU? Kenapa kau tidak datang ke safe house sih? Kan katanya mau bantuin gw." Sahut Misaka.
"Etoo… soalnya ane lagi persiapan buat pembukaan cabang baru Jugdement." Jawab Uiharu
"Cabang baru? Dimana?" Tanya Misaka
"Di Rosewood. Ini adalah cabang pertama Judgement diluar Academy City." Jawab Uiharu. "Dengan adanya Judgement branch di Rosewood, berarti masalah di Rosewood cukup berat." Tambahnya.
"Bukan berat lagi. Sangat berat. Bahkan beratnya bisa melebihi trailer kali." Jawab Misaka.
"Eh, Misaka-san. Ada kabar buruk nih."
"Apa tuh?" Tanya Misaka.
"Razor itu ternyata seorang Esper. Klasifikasinya dia adalah Telepathy dengan nama kekuatannya adalah Mental Out." Jawab Uiharu.
"Mental Out? Dan level berapa dia?" Tanya Misaka.
"Level 4. Memangnya kenapa Misaka-san?" Tanya Uiharu balik.
"Dikirain kekuatannya sejajar ama Queen of Tokiwadai." Jawab Misaka.
"Eh? Dan satu lagi. Pasukannya Razor mencapai 500 orang. Dan mereka juga punya kekuatan. Dan ada juga yang punya kekuatan Electromaster kayak kau." Kata Uiharu.
"Electromaster? Level berapa dia?" Tanya Misaka.
"Sejajar dengan level 3 sih. Dan di Rosewood ada loh yang punya dua kekuatan." Jawab Uiharu.
"Dua kekuatan? Siapa?" Tanya Misaka yang kebingungan.
"Dia adalah peringkat 6 level 5 di Academy City. Klasifikasi kekuatan yang pertama adalah Teleporter dengan levelnya adalah Level 5 dan Electromaster Level 4." Jawab Uiharu.
"Teleporter dan Electromaster? Kayaknya aku kenal dengan kekuatannya." Kata Misaka.
"Eh Misaka-san kenal ama yg punya kekuatan itu?" Tanya Uiharu.
"Sepertinya." Jawab Misaka.
"Itu aja yang aku bisa kasih tau. Nanti kalau misalnya Judgement 001 Rosewood sudah ada kantornya, sering-seringlah kesana ya." Kata Uiharu.
"Baiklah, Uiharu-san." Jawab Misaka sambil memutuskan sambungan telepon itu.
Setelah menerima telepon dari Uiharu, Misaka masuk kembali ke safe housenya dan…
"TOUMA!" Sahut Misaka.
"A… A… A… Ada apa, biribiri?" Tanya Touma yang kegagapan.
"Dibilangin namaku itu bukan biribiri. Tapi, Misaka Mikoto." Jawab Misaka sambil mengeluarkan energi listrik dari dirinya. Yang seketika hilang karena Imagine Breaker.
"Jadi, apakah kau mau menjadi pelatihku?" Tawar Misaka.
"Pelatih apa? Bukannya kau merupakan peringkat 3 di Academy City…" Jawab Touma terputus
"Ya benar, tapi kalau tak punya ilmu beladiri sama aja bikin surem masa depan ku." Kata Misaka.
"Rumput sebelah selalu lebih hijau dari rumput sendiri loh, Misaka." Jawab Rizki.
"Memang sih. Kau mah enak. Mentang-mentang punya dua kemampuan." Kata Misaka.
"Ya ampun, terus apa hubungannya dengan latihan bareng Touma?" Tanya Rizki sambil memiringkan kepalanya.
"I.. Itu…" Kata Misaka.
"Ya, mau gimana lagi. Kalau mau latihan mah ayo aja." Kata Touma.
Kagami yang sedang bersantai pun mendapatkan telepon dari nomor yang dia belum ketahui. Karena dia penasaran sama yang ditelepon, dia pun mengankatnya.
(skip lah. Lihat di Railgun, You're Most Wanted SS aja deh).
Setelah menerima telepon dari Konata, Kagami pun menemui Rizki untuk membahas rencananya.
"Eh, Riz. Menurutmu, apa tidak apa-apa aku balapan disini?" Tanya Kagami.
"Maksudnya?" Tanya Rizki balik.
"Itu… Aku ingin sekali balapan disini. Sambil membantu Konata." Jawab Kagami.
"Bukannya tidak boleh ya Kagami. Cuma, kau kan tau situasi balapan liar di Rosewood. Lebih baik kau tak usah ikut." Sanggah Rizki.
"Tapi. Kalau misalnya, persembunyian Konata sudah diketahui sama Razor dan gengnya. Apakah Konata bakal dibunuh? Sebelum itu terjadi, aku harus bisa selametin dia." Sahut Kagami.
"Itu… sebenernya sih gak masalah Kagami. Tapi, apa iya kau balapan dengan Toyota Fortuner itu?" Tanya Rizki.
"Tentu saja tidak lah Riz. Aku bakal mencari mobil baru besok." Jawab Kagami.
"Besok ya… Semoga saja latihannya Misaka sudah selesai." Kata Rizki sambil berharap.
"Kalau begitu, selamat malam." Kata Kagami sambil tidur di dalam Fortunernya.
"Malam." Jawab Rizki yang tidur didalam Nissan Primeranya.
Sementara itu latihan antara Misaka dan Touma sepertinya tidak bakal selesai secepatnya….
