halo! Mikasa kembali ! maaf update-nya lama desu!

ahh...Mikasa mau ngomong apa lagi...lupa...

AH! Mikasa mau bilang kalo fic. bakalan selesai, dan kayaknya NGEGANTUNG! mungkin...antara chapter 9, 10, sama 11 udah selesai!

soalnya Mikasa udah mulai buntu ide di fic. ini...huaahaaa!*nangis kejer*

baiklah, balas Review dulu!

- for Kuro Rei-chan

yang dilihat...hehehe...maybe...wakakakak!

terima kasih sudah me-review!

- for Kurokawa Miyako

ini udah lanjut

terima kasih sudah me-review!

- for TakaYuu

boleh request pair kok...tapi...Mikasa penuhin-nya setelah fic. ini selesai ya? mau menunggu kan? :3

terima kasih atas request-nya! jadi setelah fic ini Mikasa gak bakal nganggur!

- for yukirin nyaa kagamine

mengecewakan? hum...gomenasai...

terima kasih sudah me-review!

- for VermieHans

bukan kencan tapi...WAKAKAKAK! baca aja sendiri...

terima kasih sudah me-review!

- for KamiKura 39

fujo juga? yokatta...Mikasa banyak temen disini :3

ada kok...tepat di chap ini.

terima kasih sudah me-review!

- for Kirina Fujisaki

yuri!? ah...tidak...Mikasa benci yuri...

terima kasih sudah me-review!

yosh! kita mulai!


Desclaimer: Vocaloid bukan punya Mikasa, kecuali Mikasa berani beli perusahaannya!

Warning!: Typo, gaje, OOT, OOC, de el el

dan...satu lagi! if you you you pada don't like this fiction it's ok, but don't FLAME!

.

.

.

.

.

Enjoy and Happy Reading!


Normal POV

"STOP!". Ucap Rin menghentikan langkah Tei, Len, dan Teiru

"apaan sih? HEEKK!?". Pekik Tei

"astaga...". gumam Teiru

"whuts!? WTH!?". Pekik Len

"ssshhh...jangan keras-keras...nanti ketahuan, ayo bersembunyi di balik tembok itu". Ucap Rin sambil menunjuk sebuah tembok yang cocok untuk bersembunyi

Kemudian mereka bersembunyi di balik tembok itu, dan mereka tampak memperhatikan sesuatu, kemudian menutup mata mereka masing-masing.

"Gakupo...Kaito...gila mereka, yaoi-an disini...". ucap Len

"terus kamu cemburu Len?". Tanya Rin sambil terkekeh

"gak lah! Ngapain coba? Kamu pikir aku homo gitu!?". Ketus Len

"maybe yes, maybe no...wkwkwkwk". ucap Rin sambil tertawa pelan

Yap, di balik tembok perumahan itu, mereka yang (dengan tidak sengajanya) sedang melihat Gakupo dan Kaito lagi 'ehemehem' (Readers: *menatap Author dengan penuh kewaspadaan*). Yah...if you know what I mean lah! Pikir aja sendiri Gakupo sama Kaito lagi ngapain!

Sedangkan Tei dan Teiru melongo melihat Kaito dan Gakupo lagi 'ehemehem', berusaha menanggapi apa yang mereka lihat.

"i-ini...apa-HEI! Jangan tutup mataku!". ucap Tei

"sebaiknya kau tak melihatnya Tei...". ucap Teiru sambil menutup mata Tei

Kita lihat Gakupo dan Kaito, tentu saja Gakupo jadi 'seme'-nya, BWAKAKAKAK (L. Rayina: jangan stress!) disini Gakupo sedang mencium Kaito, lidah mereka saling melumat satu sama lain, dan tangan Gakupo yang nakal itu mulai menyelinap masuk ke dalam baju Kaito (Mikasa: BWAKAKAKAKAK!). Kaito malah 'agh ugh agh ugh' gak jelas.

"ah~...ugh...Ga..ku...po..". desah Kaito

BANZAAAIII! Ehm...maaf, kita kembali bersama Rin dan Len. Rin...dia sedang nosebleed dengan alasan jelas (Mikasa: kenapa saya bilang jelas? Karena kalian pasti udah nebak duluan...wa...ha...ha).

"Rin...sebaiknya kita...ASTAGFIR! RIN!". Pekik Len setelah melihat hidung Rin yang mengeluarkan darah yang begitu banyak itu.

"ehehehe...hehehe...". Rin hanya tetawa gaje melihat adegan Gakupo dan Kaito, tentunya hidung Rin mengeluarkan banyak darah.

"sebaiknya aku meninggalkan tempat ini...Teiru! bawa Tei! Kita tinggalkan tempat ini". Ucap Len

"roger that, Len". Jawab Teiru

Kemudian mereka pergi meninggalkan tempat itu, dan pulang ke rumah masing-masing.


Esok harinya

Hari ini, Tei yang menjemput Rin, darimana Tei tahu alamat rumah Rin? Dari Len lah! Kini Tei sudah ada di depan rumah Rin, kemudian memencet bel rumah Rin. Rin pun membukakan pintu pagarnya, dan kemudian menutup pintu pagarnya.

"sebentar...lho, Tei...darimana kamu tahu rumahku?". Tanya Rin

"dari Len". jawab Tei

"oh...kalo begitu, ayo berangkat...ntar telat lho". Ucap Rin

Di perjalanan, Rin dan Tei saling berbincang-bincang. Seperti orang yang sudah bersahabat selama bertahun-tahun.

"nee...Rin...kalau kamu disuruh milih, kamu milih Teiru...atau...Len?". tanya Tei

"emm...gimana ya?aku bingung...". ucap Rin

"bukankah kau sangat mencintai Len? Kenapa harus bingung?". Ucap Tei

"aku...tidak tahu...memang iya aku mencintai Len...tapi...Teiru...". ucap Rin terbata

"ah sudahlah, toh mereka juga gak bakal nembak kamu". Ucap Tei kemudian berlari

"mou! Tei jahat!". Ucap Rin kemudian mengejar Tei

Akhirnya mereka sampai disekolah, dan menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak? Dulu Tei sering menindas Rin, tentu saja hal itu sangat terkenal di kalangan kelas 3, Tapi sekarang, Mereka tertawa bersama? Tentu saja itu sangat ajaib!

"hei lihat, bukannya itu Tei Sukone dan Rin Kagamine? Bagaimana bisa mereka akrab?". Tanya salah seorang siswi

"iya, bagaimana bisa? Kemarin-kemarin kan katanya Tei nyiksa Rin di koridor lama, kenapa sekarang mereka akrab? ini aneh". Ujar siswi lainnya

Dasar...masih SMA aja udah nggosip, gimana kalo udah jadi ibu-ibu?

Tei dan Rin kini sudah sampai di kelas mereka, Miku, Luka, CUL dan Piko bertanya-tanya, kenapa mereka jadi akrab?

"eh Rin, gimana kamu bisa akrab sama dia?". Tanya Miku sambil menunjuk Tei yang sedang meletakkan tas-nya Tei.

"em...himitsu...dan kalian juga belajar...untuk akrab dengan Tei ya?". Pinta Rin

"ah...terserah deh Rin". Jawab Miku

Tak lama setelah itu, bel masuk pun berbunyi. Dan Ann-sensei, guru matematika itu datang dan langsung memulai pelajarannya.

Mikasa SKIP TIME aja ya? Mikasa males kalo lagi mbahas matematika...


SKIP TIME

Istirahat

Di kantin, Tei sudah akrab dengan Miku, Luka, CUL, dan Piko. Sedangkan Rin berdiam diri dan memakan makanan yang di pesannya.

"eh Rin, kok kamu diem aja?". Tanya CUL

"eh? A-aku...aku...aku sedang menikmati makananku kok...ehehehehe...". jawab Rin sambil tertawa

"kamu aneh Rin...". ucap Luka

"wah benarkah? Padahal aku baik-baik saja loh! Hehehe!". Ucap Rin sambil tertawa, agar menyakinkan teman-temannya bahwa dia baik-baik saja

"hem, baiklah kalau begitu". Ucap Luka

Rin memang berucap seperti itu, tapi sebenarnya Rin sedang memikirkan pertanyaan yang di lontarkan Tei tadi pagi.

"nee...Rin...kalau kamu disuruh milih, kamu milih Teiru...atau...Len?"

Pertanyaan itu terus-menerus terngiang-ngiang di kepala Rin, sampai membuat Rin menjadi seperti seseorang yang tidak ada di anime An*ther. Oke, ini sudah agak ngelantur, Kita kembali ke Rin.

'Teiru...atau...Len? sungguh, itu pertanyaan yang sulit!'. Batin Rin

Kemudian Rin memakan kembali makanannya, kemudian berpikir kembali. Terus-menerus berulang seperti itu sampai akhirnya dia mengacak-acak rambutnya sendiri, dan kini Rin nampak seperti orang gila sekarang.

'aku...tidak bisa memilih...aku..bingung...'. batin Rin

Oalah Rin...Rin...belum ditembak Teiru sama Len aja udah bingung gitu...apalagi di tembak? Kamar-nya Rin bisa berantakan tuh gara-gara stress mau milih siapa...hahaha!

"eh?". Rin kaget ketika mendengar bel masuk

"ayo Rin! Nanti kamu dihukum sensei loh!". Ajak Miku

"eh...iya". kemudian Rin berjalan mengikuti Miku, itupun dia berada di barisan belakang sendiri

Saat pelajaran pun Rin masih memaikirkan hal itu, hingga bel pulang sekolah berbunyi. Rin tersentak kaget. Dan mulai membereskan buku-buku pelajarannya, dan berjalan keluar. Dan di pintu kelas itu ada Len yang tampaknya sedang menunggu Rin.

"Rin...". panggil Len

"eh? Iya?". Jawab Rin

"ada yang ingin aku bicarakan padamu...". ucap Len

"apa itu?". Tanya Rin

"kita ke tempat lain saja". Ajak Len

Rin hanya menurut dan mengikuti Len berjalan, dan langkah itu berhenti di tempat yang sepi yang murid-murid menyebutnya koridor.

"jadi? Apa yang ingin Len bicarakan?". Tanya Rin

"sebenarnya...". ucap Len menggantung dan memegang tangan Rin

"sebenarnya?". Rin tak mengerti, sebenarnya apa yang akan dibicarakan Len?

"aku...menyukaimu...". ucap Len terbata

DEG!

Rin mebelalakkan matanya, dan menatap Len dengan penuh ketidak percayaan. Tidak mungkin...tidak mungkin Len menyukai Rin. Rin...pasti salah dengar, yah...Rin pasti salah dengar.

"aku...pasti salah dengar...pasti Len mengatakan kalau menyukai Tei bukan? Hahaha...". ucap Rin sambil tertawa hambar

"tidak..aku...menyukai Rin, Rin Kagamine, orang yang sekarang berada di hadapanku...". ucap Len kini serius

DEG...DEG...DEG

Rin kembali membelalakkan matanya, tapi kini Rin tak menatap Len. Ternyata sungguhan...Len menyukainya.

Dulu, Rin sangat-sangat menyukai Len. Dan mungkin jika keadaan seperti ini menimpa Rin dulu, tanpa berpikir panjang Rin akan langsung menerima pernyataan cinta dari Len.

Namun dulu dan sekarang telah berbeda, semenjak Rin bertemu dengan Teiru di taman itu, Rin menjadi sangat ceria, Semua itu berkat Teiru. Dan kini Rin juga mencintai Teiru...lantas...siapa kah yang akan di pilih Rin?

"a-aku...". ucapan Rin terbata dan penuh keraguan

"TUNGGU!". Ucap Teiru tiba-tiba datang

"eh?". Rin dan Len menoleh ke arah Teiru

Bisa dilihat Teiru yang kelelahan karena berlari. Dan membenahkan kacamatanya yang sedikit turun ke bawah akibat berlari...

"kumohon Rin...jangan...kau terima...". pinta Teiru

Rin tak mengerti, kenapa Teiru memohon agar Rin menolak Len?

"kenapa Teiru?". Tanya Rin tak mengerti

Teiru menghela nafasnya, dan membenahkan kacamatanya kembali. Kembali menatap Rin dengan penuh keseriusan.

"karena...aku...juga menyukaimu...". ucap Teiru

"eh!?". Rin tersentak kaget

"a-apa?". Len tersentak kaget

Rin kaget, tentu saja. Cintanya untuk dua orang yang sekarang sedang bersamanya itu terbalaskan, lantas...apakah yang akan dilakukan Rin sekarang?

"aku tau kau pasti kaget Len, tapi...itulah kenyataannya". Ucap Teiru

Len hanya menatap sinis Teiru, yap...Len telah bercerita pada Teiru bahwa Len akan menembak Rin hari ini. Tapi...Teiru malah mengacaukannya, dan lebih nya lagi, Teiru juga menyukai Rin ternyata.

"Sekarang Rin...kau akan memilih siapa? Aku...atau...Teiru?". ucap Len

Rin bingung, ternyata pertanyaan Tei kini menjadi kenyataan, Rin disuruh memilih, hanya dua pilihan. Teiru dan Len, tapi...bukankah memilih itu susah?

"tolong, beri aku waktu...aku...tidak tahu...harus memilih siapa". Ucap Rin terbata

Wajah Len dan Teiru tampak sedikit kecewa, namun mereka juga memaklumi, seorang wanita juga butuh waktu untuk memilih, kemudian mereka pun mengangguk.

"oke...temui kami jika kau sudah tentukan pilihanmu". Ucap Len

"terima kasih...sekarang...aku ingin pulang sendiri...jaa nee...Len...Teiru". ucap Rin kemudian pergi

Rin kemudian pergi meninggalkan Teiru dan Len. Dengan langkah pelan penuh bimbang, dan bingung, semua bercampur menjadi satu.

Kira-kira...siapakah yang akan Rin pilih? Teiru atau Len? Dan bagaimana jika Rin memilih Teiru? Bagaimana juga jika Rin memilih Len? Atau...apakah Rin tidak akan memilih keduanya? Itu masih pertanyaan...

.

.

.

.

bersambung


yatta! Mikasa balik!

mou! kegiatan minggu ini banyak banget...ada tugas laporan...tugas powerpoint...tugas kliping tentang pasar...pr matematika...pr seni budaya...ulangan harian 2...ARRGGHHH! MIKASA STRESS!

eh...maaf...Mikasa lagi stress soalnya, dan untung Mikasa bisa refreshing setelah melihat foto yaoi...#MATAYOU!BUKANREFRESINGTUH!

oke, seperti yang Mikasa katakan...*capek nulis ini di setiap chapter*

Mikasa gak maksa kalian review

boleh review kritik dan saran asal JANGAN FLAME!

oke Mikasa harus pergi...jaa! *menghilang tanpa jejak*