MY TEACHER IS MY LOVER
CHAPTER 7
Author : Yuuna Emiko
Disclaimer : Characters milik MASASHI KISHIMOTO, tapi
Fic ini milik Author Yuu
Pairing : Hinata Hyuuga x Naruto Uzumaki (NaruHina)
Rating : T
Genre : Romance, Friendship
Warning : OOC, gaje, abal-abal, alur maksa, school life, miss typo, EYD berantakan, alur kecepatan, menyebabkan mual-mual, Muntah, bahkan lebih parah, pergi ke alam baka, alur maksa, ide pasaran, POV. (Huaw.. ngeri), dll.
Don't Like.. Don't Read
A/N : Siapkanlah waktu readers, karena chapter kali ini sangat panjang, menurut Yuu.
Sebelumnya..
Naruto berjalan memasuki kelas dengan wajah yang masih menyiratkan kesedihan berbanding terbalik saat pagi tadi memasuki kelas yang sama, seketika ribut yang terjadi dalam kelas segera terhenti diganti dengan keheningan.
"Sakura, Hinata sekarang ada di UKS, dia sakit." Seru Naruto.
1 detik
2 detik
3 detik
"NANI!" Teriak Sakura, Ino, Temari dan TenTen bersamaan.
Chapter 7 : "Rahasia yang Terbongkar"
"Ino, Tenten, Temari, Temari, biasa saja donk, kan hanya sakit!" Seru Kiba, yang mendengar itu hanya mendelik dengan memberikan deathglare yang membuat Kiba langsung pundung di pojok kelas.
"KIBA! INI SERIUS" Teriak Temari, Ino, Tenten dan Sakura bersamaan.
Kring.. Kring..
Bel berbunyi tanda pelajaran berakhir dan tanda untuk semua siswa dan siswi untuk memanjakan perut mereka dengan pergi ke Kantin, tapi tidak dengan Kelas 2-1 mereka –khususnya mereka yang dekat dengan Hinata dan orang yang malas ke kantin- malah sibuk menanyakan keadaan Hinata pada Naruto .
"Naruto-sensei, Bagaimana keadaan Hina-chan?" Tanya Sakura.
"Iya, Naruto-sensei, Bagaimana keadaan Hina-chan?" Tanya Ino lagi mengulangi pertanyaan Sakura.
"Hinata mengalami demam, dan sepertinya dia juga sedang tertekan." Jawab Naruto.
"Kalian tau masalah apa yang sedang di hadapi Hinata sehingga dia mengalami tekanan yang menyebabkan dia jatuh sakit?" Tanya Naruto pada siswa dan siswi di kelas itu, terutama pada Ino, Tenten, Temari, dan Sakura.
Semua siswa dan siswi yang berada di dalam kelas terdiam, mereka memikirkan kemungkinan-kemungkinan masalah yang membuat Hinata tertekanan, tapi ada juga yang tidak mendengarkan dan tidak ikut memikirkan masalah Hinata, dia adalah Shikamaru sang Raja Tidur dan Sang Ketua Kelas yang lagi tidur dengan sangat nyenyaknya.
"Oh.. oh.. aku tahu, sensei." Seru Temari yang membuat semua mata tertuju padanya dengan menunjukkan tatapan penasaran.
"Apa, Tema-chan?" Tanya Tenten, Ino dan Sakura antusias.
"Kalian tidak tahu?" Tanya Temari balik. Ino, Tenten dan Sakura yang ditanyai oleh Temari hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"SHION!" Teriak Temari antusias menjawab pertanyaan Ino, Sakura dan Tenten tadi. Semua siswa dan siswi serta Naruto yang mendengar jawaban Temari hanya bingung tetapi Sakura, Ino dan Tenten yang mendengar jawaban Temari hanya mampu membelalakan mata, mereka bertiga terkejut.
"Maksudnya?" Tanya Naruto mewakili siswa dan siswi yang bingung.
"Begini lho, sensei. Hinata pernah cerita kalau dia pernah dibully oleh Shion, Karena Hinata de-" Perkataan Ino terhenti karena tangan Sakura lebih dahulu telah menutup mulut Ino.
"Karena?" Tanya Naruto dengan menunjukkan raut wajah penasaran.
"Karena.. karena.. Karena suatu hal, sensei.." Ucap Sakura mencari alasan yang sayangnya menambah keingintahuan semua orang yang ada di kelas.
"Suatu hal?" Tanya Naruto sementara yang lain hanya mendengarkan pembicaraan ini dengan seksama.
"Kita gak bisa cerita disini sensei, lagi pula itu kan Rahasia kita dengan Hinata." Jawab Tenten yang akhirnya ikut andil dalam pembicaraan ini. Temari, Ino dan Sakura hanya menganggukan kepala mendengar jawaban Tenten.
"Ok. Saya ganti pertanyaan. Apakah hanya Shion yang membully Hinata?" Tanya Naruto kepada Ino, Temari, Sakura dan Tenten.
"Kami gak tau pasti, tapi yang kami dengar dari cerita Hinata yang kemarin, hanya Shion yang membully Hinata." Jawab Temari.
"Baiklah sensei mau ke UKS dulu. Konnichiwa minna-san." Ucap Naruto sambil berlalu keluar kelas menuju ruang UKS.
Setelah Naruto keluar dari kelas 2-1, mereka juga segera keluar menuju Kanti menyisahkan Tenten, Ino, Sakura, Temari, Kiba, Sasuke, Gaara, Shikamaru yang lagi tidur, Sai serta Chouji dan seketika suasana di kelas menjadi hening.
"Tenten-chan, Ino-chan, Tema-chan kita ke UKS juga yuk.." Ajak Sakura yang di jawab anggukan dari mereka dan meninggalkan para Cowok yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
~My Teacher Is My Lover~
UKS
Pintu UKS di buka oleh seseorang dan menampakan pemuda berambut kuning dengan tiga garis di masing-masing pipinya serta berperawakan tinggi dan tegap dibalik pintu UKS tersebut.
Shizune yang melihat pemuda tersebut langsung menyunggingkan senyum tipis di wajahnya. Shizune segera menghampiri pemuda tersebut untuk berbicara padanya.
"Naruto-sensei, saya titip sebentar UKS ini. Saya mau ke kantin." Ucap Shizune yang hanya di tanggapi dengan angguka kepala oleh Naruto.
"Tolong ya…" Ucap Shizune sambil berlalu pergi meninggalkan Naruto bersama Hinata di ruang UKS.
Naruto melangkah mendekati ranjang dimana di ranjang tersebut terdapat seorang gadis cantik, berambut Indigo dan berkulit putih yang tengah tak sadarkan diri. Ia memandang sendu gadis tersebut sambil menggenggam tangan gadis tersebut. Naruto duduk di samping ranjang gadis tersebut sambil bergumam sesuatu.
"Hinata cepatlah sadar, aku merindukanmu." Gumam Naruto sambil membawa tangan Hinata menyentuh pipinya dan memejamkan mata.
Naruto POV
Kenapa semua ini terjadi padamu, Hinata? Apa salahmu? Kenapa Shion membullymu? Pertanyaan itu, terus berkecambuk di benak dan pikiranku, dalam hati juga terus ku panjatkan doa pada Kami-sama agar Hinata segera membuka matanya yang indah itu.
Perasaan rindu ini memuncah karena hari ini aku belum bertemu pandang denganmu. Kenapa kita belum bahagia walau sudah bersatu dan terikat? Cobaan ini begitu berat buat ku dan pasti juga buat mu dan yang pasti buat kita.
Hinata segera buka matamu agar aku dapat melihat iris lavendermu yang lemut dan menenangkan, dapat mendengar suaramu yang halus dan membuatku nyaman melihat tingkah lakumu yang lucu dan menggemaskan serta melihat wajahmu yang merona karena malu. Aku rindu semua itu. Aku rindu pada semua yang ada pada dirimu Hinata.
Naruto POV End
Pintu UKS kembali terbuka, di balik pintu terlihat empat orang siswi yang sedang menampilkan raut wajah khawatir, keempat siswi berbeda warna rambut tersebut berjalan menuju Naruto dan Hinata tapi Naruto masih sibuk dengan pikirannya sendiri sambil memejamkan mata dan menggenggam tangan Hinata yang masih berada di pipinya. Sehingga tak menyadari adanya orang yang masuk.
"Naruto-sensei!" Seru Sakura sambil menepuk bahu Naruto. Naruto tersentak dan segera membuka mata dan melepaskan tangan Hinata serta langsung menoleh ke orang yang memanggilnya tadi.
"Ya.. Sakura ada apa?" Tanya Naruto.
"Hinata belum sadar ya?" Tanya Sakura.
"Umm." Gumam Naruto sambil menganggukan kepala menjawab pertanyaan Sakura.
"Naruto-sensei soal Shion tadi.." Temari menggantungkan kata-katanya, matanya menatap Ino, Tenten, dan Sakura meminta persetujuan untuk menceritakan kejadiaan yang sebenarnya, mereka yang mengerti arti tatapan Temari hanya menganggukan kepala tanda setuju. Sementara Naruto hanya menetap mereka bergantian dengan tatapan bingung.
"Begini Naruto-sensei, sebenarnya Shion membully Hinata kar~ HINATA!" Penjelasan Temari terhenti karena Temari melihat Hinata telah sadar, Temari, Ino, Sakura, dan Tenten segera berjalan menghampiri Hinata.
"Aku ada dimana?" Tanya Hinata sambil memegang kepalanya –pusing- dan mencoba untuk duduk.
"Hinata sebaiknya kamu jangan duduk dulu, berbaringlah dulu." Ucap Naruto sambil membantu Hinata tidur kembali.
"Ini di UKS, Hina-chan." Jawab Ino menjawab pertanyaan Hinata tadi.
"Kenapa aku ada disini?" Tanya Hinata lagi.
"Tadi kamu pingsan di toilet, Hinata." Jawab Naruto dengan nada serius.
"Hinata, sebenarnya siapa yang menguncikamu dalam toilet?" Tanya Naruto dengan wajah serius.
"APA? MENGUNCI HINA-CHAN YANG IMUT INI DALAM TOILET!" Teriak Temari keras.
"Tema-chan, jangan teriak, ini UKS." Ucap Sakura.
"Baiklah, Hina-chan cepat katakan siapa yang mengunci kamu dalam toilet?" Tanya Temari yang lebih terdengar seperti perintah.
"Um.. a-aku gak bisa me-mengata-kannya." Jawab Hinata terbata-bata.
"Gak apa-apa Hinata, katakanlah yang sebenarnya." Kata Naruto sambil menggenggam kembali tangan Hinata.
"Pasti Shion kan." Tebak Tenten antusias.
"Um.. i-itu.." Ucap Hinata dengan mata yang menatap ke atas tidak mau menatap mata sahabat dan pacarnya.
"Sudahlah Hina-chan gak usah melindungi Shion lagi." Ucap Ino.
"Bu-bukan kok. Bukan Shion ya-yang me-ngunci a-aku." Kata Hinata.
"Hinata, tatap mata aku." Kata Naruto yang terdengar seperti perintah. Tapi Hinata tetap gak mau menatap mata Naruto.
"Hinata.." Seru Naruto sambil memegang kepala Hinata agar wajah Hinata menghadap wajah Naruto. Sementara Ino, Sakura, Tenten, dan Temari hanya menetap mereka berdua.
"Hinata buka matamu." Perintah Naruto karena Hinata menutup matanya rapat. Tapi Hinata masih belum mau membuka matanya.
"Ya sudah kalau tidak mau. Aku pakai cara ini saja." CUPP! Naruto mencium pipi sebelah kiri Hinata yang membuat Hinata terkejut sehingga dia membuka matanya dan ciuman tadi membuat pipinya merona hebat. Temari, Ino, Tenten, dan Sakura hanya tersenyum melihat itu.
"Ku tanya sekali lagi, apa benar Shion yang mengunci kamu di kamar mandi?" Tanya Naruto pada Hinata yang masih mematung. Tanpa sadar Hinata menganggukkan kepalanya, setelah sadar ia tersentak dengan jawabannya sendiri.
"Eh.. bu-bukan.." seru Hinata gugup.
"Kamu gak bisa bohong Hinata, mata serta gerak-gerik mu menunjukkan segalanya." Ucap Naruto lembut.
"Ba-baiklah. Aku me-nyerah." Ucap Hinata lirih.
"Apa hanya Shion yang mengunci kamu?" Tanya Naruto.
"Engghh. A-ano.. se-sebenarnya masih a-ada satu o-orang lagi." Jawab Hinata sambil menundukkan kepala ke bawah.
"Siapa?" Tanya Ino.
"Aku gak kenal." Jawab Hinata.
"Ciri-cirinya?" Tanya Temari.
"Enggh.. kalau gak salah. Rambutnya merah, memiliki Iris berwarna violet, dan cantik." Jelas Hinata.
"Tapi buat aku, kamu yang paling cantik, Hinata-chan." Ucap Naruto sambil tersenyum yang membuat pipi Hinata bersemu merah yang malah menambah keimutannya. Sementara Ino, Temari, Sakura dan Tenten yang mendengar perkataan Naruto menampilkan seringai lantas berteriak
"SO SWEET.." Teriak mereka bergema di UKS.
"Kok, ja-jadi Out Of Topic sih!" Seru Hinata gugup.
"Ok, pasti itu Sara." Ucap Sakura.
"Oh.. benar tadi Shion-san juga menyebutkan namanya." Ucap Hinata setelah gugupnya hilang.
"Sara?" Tanya Naruto.
"Iya, Naruto-sensei. Siswi kelas 2-4." Jawab Sakura.
"Oh.. Sara.. Siswi yang membuat Kiba jatuh cinta kan?" Seru Ino semangat.
"Iya, Ino-pig. Dari tadi kemana saja. Telmi banget sih!" Jawab Sakura, jawaban Sakura malah membuat Ino kesal.
"Diam kau Forehead!" Seru Ino lagi.
"Sudahlah, kalian tidak malu. Disini ada Naruto-sensei lho.." Ucap Temari yang membuat pertengkaran kecil Ino dan Sakura terhenti.
"Oh ya.. Temari, tadi kamu bilang Hinata dibully Shion, alasannya apa?" Tanya Naruto yang membuat Hinata mengangkat kepalanya dan menatap Temari.
"Gomenne Hinata, ini gara-gara Ino yang kelepasan jadi ya gitu deh.." Jawab Temari menjawab arti tatapan Hinata.
"Ya sudahlah.. lebih baik Hina-chan saja yang cerita, kami pergi dulu, Jaa~" Ucap Ino sambil berlalu pergi meninggalkan UKS.
"Dasar! Ya sudahlah Jaa~ Hina-chan, kami permisi Naruto-sensei." Ucap Temari sambil berlalu pergi diikuti oleh Tenten dan Sakura setelah mengucapkan kata yang sama. Naruto yang mendengar itu hanya menganggukan kepala.
Hening~
"Jadi, Hinata-chan, apa alasan Shion dan Sara membully kamu?" Tanya Naruto memecah keheningan yang sempat melanda ruangan itu.
"Se-sebenarnya, Hina ta-takut Naruto-sensei hiks.. hiks..." Ucap Hinata dengan wajah yang telah di basahi air matayang mengalir dari kedua iris lavendernya.
Naruto yang melihat Hinata menangis bangkit dari tempat duduknya dan langsung membawa Hinata dalam dekapannya. Dia mengelus rambut Hinata sambil menyesap wangi lavender dari rambut Hinata. Naruto menyentuh dagu Hinata, menaikkannya sedikit sehingga kini wajah Hinata tepat berada di dekat wajah Naruto walaupun Naruto harus menunduk.
"Dengar Hinata, Kamu tak perlu takut. Aku akan menjaga kamu dan melindungi kamu selalu, di sini juga ada sahabat-sahabat kamu. Mereka pasti akan melindungi kamu juga. Jadi kamu tidak perlu takut Hinata-chan." Jelas Naruto lembut sambil mengusap air mata di pipi dan mata Hinata.
"Jadi ceritakan saja." Lanjut Naruto sambil memperlihatkan senyum di wajah tampannya. Senyum yang membuat darahnya seakan dipompa menuju muka sehingga menimbulkan rona merah di pipinya dan membuat jantungnya berpacu dua kali lipat dari biasanya.
"Umm.. " Gumam Hinata sambil memperlihatkan senyum lembut dengan kedua pipi yang masih merona. Sekarang giliran pipi Naruto yang merona walau samar-samar.
"Jadi, karena apa?" Tanya Naruto lagi.
"Um.. ka-karena Hina de-dekat sengan Naruto-sensei." Jawab Hinata sambil menundukkan kepala.
"Jadi Karena aku.." Ucap Naruto lirih.
"Berarti secara tak langsung aku yang salah." Gumam Naruto tapi masih dapat di dengar oleh Hinata.
"Bu-bukan kok, bukan Naruto-sensei yang sa-salah." Sangkal Hinata dengan terbata-bata.
"Hinata-chan, tadi kamu waktu tidur bergumam"Hubungan ini tidak salah" maksudnya apa?" Tanya Naruto lagi.
"I-itu.. Oh ya.. Naruto-sensei besok Neji-nii pulang ke Jepang." Seru Hinata mengalihkan pembicaraan.
"Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan Hinata." Ucap Naruto serius.
"Ba-baiklah. Maksudnya Hu-hubungan kita i-itu tidak sa-salah. Shion-san dan Sara-san bi-bilang hubungan kita i-itu salah." Jelas Hinata sambil menunduk.
"Hinata-chan, kamu gak usah pikirkan perkataan Shion dan Sara. Kamu benar Hubungan kita ini benar tidak salah, ok. Jadi sekarang kamu istirahat saja, nanti sakit lagi. Besok kan mau ke Bandara, jemput Neji." Ucap Naruto yang di jawab anggukan kepala dari Hinata.
Kring.. kring.. kring..
"Hinata-chan, bel sudah bunyi, aku pergi dulu jaa~ Hime." Ucap naruto sambil berlalu pergi dan meninggalkan Hinata yang sedang memerah ria karena sebutan Naruto padanya.
'Hime' Ucap Hinata dalam hati sambil tersenyum.
~My Teacher Is My Lover~
Kelas 2-1
"Hey, Kiba bilang sama Sara gak usah ngebully Hinata lagi, kalau memang dia iri karena Naruto-sensei lebih milih Hinata, ya.. sudah.. perasaankan gak bisa dipaksakan!" Seru Sakura kepada Kiba.
"Sakura jangan tuduh sembarangan, kan yang ngebully Hinata Shion, kok bawa-bawa Sara-chan." Ucap Kiba dengan nada kesal.
"Kami bawa-bawa nama Sara karena dia memang salah, ternyata dia juga ngebully Hinata sampai dia sakit." Teriak Temari dengan suara yang nyaring. Kiba yang mendengar itu hanya terdiam, tidak tahu harus berkata apa.
"Dan kamu Shion, kenapa harus Hinata yang di bully? Dia gak penah salah sama kamu, bahkan hatinya seperti malaikat, mungkin membunuh lalat saja dia gak tega." Teriak Temari kepada Shion yang sedang duduk tenang di depannya.
"Kenapa kamu tanya, terus kamu bilang di gak salah. Dengar ya, dia memiliki banyak kesalahan kepada aku dan Sara-chan." Teriak Shion dengan suara yang lantang.
"Salah apa?" Seru Sakura.
"Pertama, dia nggak mau dengarkan perintahku. Kedua, dia rebut hati Naruto-sensei. Ketiga, dia sok polos dan terakhir dia pacaran sama Naruto-sensei." Seru Shion kembali tenang, tapi perkataan terakhir Shion tentang Naruto-sensei dan Hinata pacaran membuat semua orang di kelas terkejut.
"Itu wajar, mereka sudah bersahabat sejak masih kecil. Kalau dulu mereka gak berpisah mungkin Hinata juga sudah jadi pacar Naruto-sensei." Jawab Ino yang sekarang ikut andil dalam pertengkaran sementara Tenten menghampiri pacar Ino, Sakura dan Temari.
"Sasuke, Sai, Shikamaru, tolong urus cewek kalian! Sebentar lagi sensei datang!" Ucap Tenten dengan raut wajah khawatir.
"Hn."
"Ckk. Mendokusai."
"Oke."
Mereka bertiga segera beranjak dari tempat duduk dan berjalan menghampiri Temari, Sakura dan Ino.
"Sakura, berhenti." Seru Sasuke dingin mengintrupsi kelakuan pacarnya.
"Ckk. Mendokusai. Temari kamu ini merepotkan." Ucap Shikamaru.
"Ino, sudahlah, Asuma-sensei sebentar lagi datang." Kata Sai sambil memperlihatkan senyum palsunya.
Ino, Temari dan Sakura mendengar perkataan pacar mereka langsung menghentikan perang mulut yang melanda di kelas tersebut antara Ino, Temari dan Sakura VS Shion.
"Baiklah." Ucap mereka serempak.
"Ckk.. kalian takut sama pacar kalian?" KataShion dengan nada meremehkan. Sekarang Shion yang di beri deathglare oleh Sasuke, Sai dan Shikamaru. Shion langsung merinding merasakan aura gelap yang keluar dari pacar Sakura, Ino dan Temari dan segera duduk di bangkunya kembali. Sedangkan Temari, Ino dan Sakura tersenyum puas melihat ketakutan Shion pada pacar mereka.
~My Teacher Is My Lover~
Ruang Naruto
"Untunglah sekarang waktu untuk ngajar kosong. Jadi bisa menenangkan pikiran." Gumam Naruto pada dirinya sendiri.
*Akari ga oreba kage ga dekiru to itta
Ano hi no kiminokoe ga wasure rarezu ni
Tsuyoku aritai to negai
Rosoku o keshita yubi
Lagu Guren by Does mengalun di ruangan Naruto, ternyata itu dari Handphone Naruto. Naruto mengambil Handphonenya di meja setelah di lihat ternyata ada pesan masuk.
To : Rubah
From : Sadako
"Rubah, besok aku pulang ke Jepang. Jadi kamu antar Hinata ke bandara. Aku sampai kira-kira jam 11 siang"
Setelah membaca pesan dari Neji, Naruto segera membalasnya.
To : Sadako
From : Rubah
"Ok, tanpa perlu kau bilang, aku juga akan mengantar My Hime."
To : Rubah
From : Sadako
"Apa-apaan "My Hime"
To : Sadako
From : Rubah
"Wkwkwkw"
**Itsu made mo woikaketairu anata no zanzou wa
Yume ni miru yokogao wa ano koro na mama de
Se no takai kusanami ni hashiri satte kieta
Setelah membalas pesan Neji, lagu lain mengalun di ruangan Naruto, lagu dari Daisuke berjudul Moshimo, Lagu yang menandakan adanya panggilan masuk. Setelah Naruto lihat ternyata dari Kyuubi Namikaze..
"Baka outoto, kemana kau baka? kenapa baru angkat sekarang!" Teriak Kyuubi dari ujung telepon.
"Hehehe.. Baka Aniki, tadi aku ke UKS, My Hime sakit. Terus Handphonenya aku tinggal di meja ruanganku." Jelas Naruto sambil tertawa.
"Baka! Oh. Rubah kau pasti kau sudah punya pacar, ya kan?" Seru Kyuubi.
"Kok tau. Aniki belajar meramal dari mana?" Tanya balik Naruto.
"Baka! Tadi kamu baru bilang "My Hime"!" Seru Kyuubi marah.
"Hehe.." Tawa Naruto.
"Siapa?" Tanya Kyuubi antusias.
"Hina-chan. Hebatkan aku bisa dapatkan gadis manis, imut dan lucu seperti Hina-chan." Seru naruto bangga.
"Hah!? Oy.. Rubah kurang ajar.. kau curang, aku yang seharusnya jadi pacarnya Hina-chan." Ucap Kyuubi.
"Oh tidak bisa, Hina-chan sudah jadi milik aku." Ucap Naruto.
"Ok, nanti Aku akan cari yang lebih manis, imut dan lucu." Seru Kyuubi percaya diri.
"Bagiku Hina-chan yang paling manis, imut dan lucu." Seru naruto.
"Baiklah, Tuan Rubah yang sedang dimabuk asmara." Ucap Kyuubi mengalah.
"Oh ya.. besok Aku, Tousan dan Kaasan akan pulang dari Inggris. Kami sampai di Jepang sekitar pukul 11 Siang, jemput ya!" Lanjut Kyuubi
"Ok.. besok si sadako juga pulang ke Jepang sekitar jam 11 siang juga jadi sekalian saja." Jawab Naruto.
"Baiklah, Rubah. Aku tutup teleponnya. Sampai ketemu besok." Ujar Kyuubi.
"Ok, Baka Aniki." Jawab Naruto.
~My Teacher Is My Lover~
Keesokan Harinya di Kamar Hinata.
"Hina-chan, kamu benaran sudah sehat?" Tanya Temari yang siang itu sudah berada di kamar Hinata untuk siap-siap pergi menuju Bandara di sana juga ada Ino, Tenten juga Sakura.
"Sudah, Tema-chan. Aku sehat kok." Jawab Hinata sambil menyunggingkan senyum tipis.
"Baiklah, kita berangkat yuk!" Ajak Sakura.
"Cepat banget, Saku-chan." Keluh Tenten.
"Tenten-chan, Sekarang pukul 10, ke bandara Konoha perlu waktu sekitar empat puluh menit, jadi kita berangkat sekarang." Jelas Sakura menjawab keluhan Tenten.
"Oh.. ya.. Hina-chan, kamu naik mobil Naruto-sensei ya.. Temari, Ino dan Tenten akan iku mobil aku!" Seru Sakura ketika berada di lorong sekolah menuju tempat parkiran.
Temat Parkiran
"Kalian lama!" Seru naruto yang ternyata telah sampai lebih dahulu di tempat parkiran.
"Ya, sudah, Hime ayo masuk." Ucap Naruto sambil membukakan pintu mobil Lamborghini hitamnya. Sementara Hinata yang mendengar panggilan Naruto langsung merona. Dan yang lain hanya tersenyum mendengarnya. Dua mobil Lamborghini, satu berwarna hitam dan satu berwarna merah muda pergi meninggalkan halaman TIHS.
Dalam Mobil Naruto
"Hime, hari ini Kyuu-nii, Tou-san, dan Kaa-san pulang ke Jepang, dan sampainya bertepatan dengan sampainya Neji." Ucap Naruto yang lebih menyerupai pernyataan.
"Benarkah, Naru-kun. Sama dengan Neji-nii donk..!" Seru Hinata girang dengan menampilkan senyum manis di wajah imutnya.
"Benar." Jawab Naruto dengan menampilkan senyum lima jarinya.
Dan pembicaraan tersebut terus berlanjut membicarakan seputar Neji, Kyuubi, Kaa-san dan Tou-san Naruto sampai tak terasa mereka telah sampai di Bandara Konoha, tempat dimana mereka akan menjemput keluarga mereka.
~My Teacher Is My Lover~
Bandara Konoha
Mobil Hinata dan Naruto sampai lebih dahulu di Bandara Konoha, setelah itu di susul oleh mobil Sakura, Ino, Tenten, dan Temari. Mereka segera berjalan menuju pintu masuk Bandara Konoha. Mereka berhenti di depan pintu yang membawa penumpang dari Inggris keluar, di sana telah penuh sesak oleh orang-orang yang akan menjemput keluarganya, kekasihnya, temannya atau kenalannya, atau yang lain.
Hinata dan Naruto mencari-cari keberadaan keluarga mereka sampai sebuah suara mengintrupsi mereka semua.
"Rubah!" Teriak seseorang dari kejahuan, dia adalah seorang pemuda yang tinggi memiliki rambut jabrik berwarna orange, bermata biru saffir, berkulit putih dan terlihat tampan.
"Oh.. Baka Aniki!" Balas Naruto juga dengan teriakan. Kyuubi segere menghampiri mereka di susul oleh seorang wanita cantik berambut merah, Kushina Uzumaki –Ibu naruto- dan seorang pria tampan berambut kuning jabrik yang terlihat sedikit lebih panjang, Minato namikaze –Ayah Naruto-
"Tou-san, Kaa-san." Seru Naruto setelah melihat mereka.
"Baa-san, Jii-san, Kyuu-nii, lama tidak bertemu." Sebuah suara lembut terdengar di ketiga teliga Minato, Kushina, dan Kyuubi. Setelah mengetahui siapa yang memanggil mereka, mereka tersenyum lembut dan Kushina segera memeluk Hinata.
"Wah.. Hina-chan tambah manis, imut dan lucu." Teriak Kushina membuat semua yang ada di situ bersweatdrop ria, kecuali Ino, Temari, Sakura dan Tenten yang setuju dengan pendapat Kushina.
Setelah pelukkan Kushina terlepas, Hinata merasa gelisah karena tak melihat Neji dimana-mana. Kegelisahan tersebut di ketehaui oleh semua orang di sana.
"Hina-chan, Ada apa, kok gelisah?" Tanya Kushina sambil menampilkan raut wajah khawatir.
"Paling lagi mencari Sadako!" Jawab Kyuubi seadanya yang membuat Kushina memberinya tetepan bingung.
"Sadako?" Tanya Kushina.
"Itu pangilan sayang dari Naruto untuk Neji." Jawab Kyuubi lagi yang membuat Naruto memberikan tatapan tajam pada Kyuubi.
"Oh.. Neji-kun. Dia sedang ke toilet. Kami satu pesawat sama Neji-kun, Hina-chan." Jelas Kushina sambil memberikan senyum lembutnya pada Hinata.
"Hinata!" Teriak seseorang dari kejauhan, seorang pemuda yang memiliki rambut panjang berwarna cokelat dan berwarna lavender yang membuat Tenten langsung terpaku pada sosoknya.
"Tuh kan baru di bilang, panjang umur jadinya.." Ucap Kyuubi cuek dengan tatapan yang diberikan Neji kepadanya.
"Neji-nii." Seru Hinata sambil memeluk Hinata.
"Oh.. Rubah!" Seru Neji kepada Naruto.
"Yo.. Sadako!" Balas Naruto dengan seruan juga. Julukan yang mereka lontarkan membuat semua orang tertawa kecuali Kyuubi.
"Baka outoto, sejak kapan temanmu semua gadis-gadis cantik seperti mereka?" Tanya Kyuubi yang membuat Ino, Temari, Tenten, dan Sakura merona.
"Hey, baka aniki, mereka itu murid ku!" Jawab Naruto kesal.
"Naruto, kau bawa murid hanya untuk jemput kami?" Tanya Minato yang akhirnya buka suara setelah lama terdiam mendengar pembicaraan mereka.
"Bukan, Tou-san. Mereka teman Hinata. Hinata yang mengajaknya. Katanya mereka mau kena- ittai sakit Hime!" Belum selesai Naruto menjelaskannya pada Minato, Hinata telah terlebih dahulu mencubit pinggang Naruto karena dia melihat wajah teman-temannya yang memerah dan panic sebab Naruto mau membongkar rencananya.
"Kok, Kamu jadi galak sih Hime." Ucap Naruto sambil mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Hinata hanya menampilkan senyum lebar yang membuat Naruto bergidik ngeri.
"Wah.. kita belum kenalan ya.." Seru Kushina pada Ino, Temari, Sakura dan Tenten.
"Kenalkan nama baa-san, Kushina Uzumaki. Kaa-sanya Naru-kun!" Seru Kushina sambil menunjukkan senyum lima jarinya yang sama persisi seperti Naruto.
"Kenalkan nama jii-san, Minato Namikaze." Ucap Minato sambil memperlihatkan senyum tipis di wajahnya.
"Kyuubi Namikaze, Pemuda tertampan di bumi ini, salam kenal gadis-gadis manis." Ucap Kyuubi narsis sambil menunjukkan senyum tipisnya yang membuat Ino, Temari, dan Sakura merona dan terpaku.
"Temari, Sakura, Ino ingat sama Shikamaru, Sasuke dan Sai!" Seru Tenten yang membuat mereka tersadar.
" Julukan Tuan Narsis dan Raja Gombalnya belum hilang!" Seru Neji yang membuat Kyuubi memberikan tatapan yang tajam seakan mampu membelah tubuh Neji jadi dua, tapi tak diindahkan oleh Neji.
"Neji Hyuuga." Ucap Neji dengan wajah datar. Ketampanan Neji membuat Tenten terpaku menatap mata lavendernya terus menerus sampai padangan mereka bertemu, rona merah menjalar di masing-masing pipi kedua anak manusia tersebut dan keduanya segera memalingkan muka ke arah lain.
"Tenten wajahmu merah." Ucapan Ino membuat wajah Tenten lebih merah lagi dan segera menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
"Sabaku no Temari. Sahabat Hinata." Ucap Temari sambil tersenyum dan membungkuk kepada orang-orang di depannya.
"Sakura Haruno." Kata Sakura dan mengikuti gerakan Temari membungkuk kepada orang di depannya.
"Ino Yamanaka." Ucap Ino dan ikut membungkuk juga.
"Tenten." Ucap Tenten setelah rona merahnya hilang dan ikut membungkuk juga.
"Oh ya sudah, ayo kita pulang!" Ajak Naruto sambil mengandeng tangan Hinata.
"Rubah! Antarkan aku pulang!" Perintah Neji.
"Baiklah, Tuan Sadako!" Seru Naruto dengan nada mengejek.
"Naruto, memang cukup mobilnya, kitakan banyak?" Tanya Minato.
"Tenang tou-san, Sakura bawa mobil kok, tadi Hime naik mobil aku, kalau tiga gadis ini naik mobil Sakura." Jawab Naruto tenang sambil nunjuk Temari, Ino dan Tenten saat menyebut kalimat tiga gadis ini.
"Kalau begitu Kaa-san sama Hina-chan naik mobil Sakura-chan saja. Boleh kan Sakura-chan." Kata Kushina antusias sambil menarik tangan Hinata dari genggaman Naruto.
"Boleh kok Baa-san." Jawab Sakura dengan nada riang.
"Tidak bisa! Hime sama aku!" Seru Naruto sambil menarik tangan Hinata lagi.
"Naru-kun, ini urusan cewek, jadi Hina-chan sama kami saja. Gak akan ada yang melukai My Hime mu itu." Kata Kushina tenang sambil menarik tangan Hinata untuk kedua kalinya. Dan kegiatan tarik menarik tersebut berlangsung hingga beberapa kali sehingga membuat semua orang yang melihatnya sweatdrop, kegiatan tersebut terhenti karena suara Hinata mengintrupsi mereka.
"STOOPP!" Teriak Hinata.
"Aku mau ikut Kushina baa-san saja." Ujar Hinata memegang tangan Kushina kemuadian pergi.
"Tuh kan! Ngambek." Gumam Kyuubi
"Tunggu donk, Hinata. Jangan ngambek!" Teriak Naruto sembari berlari mengejar Hinata.
Setelah Hinata, Naruto, dan Kushina pergi yang lain segera menyusul ke parkiran Bandara untuk segera menuju rumah. Sesampainya di parkiran mereka terhenti karena mendengar suara Naruto.
"Minna, bagaimana kalau kita ke Rumah aku dulu? Sudah itu ke mengantar Neji dan kembali ke asrama." Tanya Naruto pada semua orang yang di jawab dengan anggukan kepala atau jawaban "iya"
Mereka memasuki mobil dan segera menjalankan mobil meninggalkan Bandara Konoha untuk pergi ke rumah Naruto.
TBC
BONUS :
Rumah Naruto di Inggris, Setelah Kyuubi menelepon Naruto
"Kaa-san, Naruto punya pacar!" Teriak Kyuubi heboh, menggelegar di seluruh rumah.
"APA! Naru-kun punya pacar! Siapa?" Teriak Kushina tak kalah heboh.
"Hinata Hyuuga. Pacarnya Naruto adalah Hinata-chan, Kaa-san!" Teriak Kyuubi dengan heboh lagi.
"Wah! Hina-chan yang anaknya Hiashi-kun, yang manis, yang imut, yang lucu, yang chibi itu!" Seru Kushina antusias.
"Iya, kaa-san!" Jawab Kyuubi.
"Minato-kun. Naru-kun sudah punya pacar. Dan pacarnya adalah Hina-chan!" Seru Kushina pada Minato yang masih duduk di sofa ruang keluarga sambil membaca koran.
"Iya, anata. Aku dengar. Tapi jangan teriak-teriak. Sudah malam, nanti tetangga terganggu." Ucap Minato tenang.
"Baiklah. Tapi ini kabar gembira." Ujar Kushina.
"Terus, Kyuubi-kun, kamu kapan punya pacar?" Tanya Kushina pada Kyuubi yang juga sedang duduk di sofa.
"Nanti, Kyuu pasti akan bawa yang lebih cantik, imut, dan lucu dari Hina-chan. Hahahaha!" Ucap Kyuubi sambil tertawa narsis.
"Kaa-san rasa nggak ada yang se-imut, se-lucu, dan se-cantik Hina-chan." Ujar Kushina lagi yang membuat wajah Kyuubi langsung cemberut.
Benar-benar TBC
A/N : Gomenasai lagi, Yuu lama update karena Yuu lagi nggak punya ide dan jaringanya lagi bermasalah sekali lagi Gomenasai. Tapi sebagai gantinya chapter kali ini lebih panjang dan ada bonusnya. Kalau ada adengan yang maksa Gomen, kalau Neji disini OOC gomenasai juga, habisnya cerita ini berjalan sesuai imajinasi dan pikiran Yuu ajah. Kalau ada typo mohon maaf juga karena Yuu sudah mengecek agar chapter kali ini gak ada typo tapi kalau memang ada itu pun bukan sepenuhnya salah Yuu karena Yuu sudah berusaha agar gak ada Typo, Yuu kan juga manusia pasti tak luput dari yang namanya kesalahan. #kebanyakanmintamaaf
Arigatou to : Aizen L sousuke, Rama Dewanagari, Jasmine DaisynoYuki, A'Raion, Bunshin Anugrah ET, romijuniawan, utsukushi hana-chan, issei-shan, JihanFitrina-chan, Blue-Temple Of The King, anna . fitry, kensuchan, hikaru, yy, hyuga, antoni yamada, yui, , mn, NamikazeARES, w, pero, yy, rijalharits, lily.
Gomen, Yuu gak bisa balas review kalian satu-persatu. Arigataou buat yang sudah review dan yang sudah baca. Promosi : Add Fb me ya "Yuuna Emiko" kalau ada yang mau tanya lewat Fb juga boleh. #hehehe
Ok samapai berjumpa di chapter selanjutnya.
Note:
*Lagu Guren (Crimson) by Does
**Lagu Moshimo by Daisuke
Min To Review
