Choi RinRi kembali hadir membawa chapter 7 ;) semoga ga kecewa yaaaa! Langsung aja deh,
This is it~
~Everlasting Love~
Pairing : Yewook and other cast
Super Junior © Tuhan Yang Maha Esa
Ye milik Wook_Wook milik Ye
YeWook saling memiliki :D
Rated : M (beneran)
Warning : YAOI, OOC, Typo(s), GaJe, Aneh, dsb.
NC! Iya, ada NC! *DiulangBiarTegang* -_-v
Summary : Ryeowook tak pernah menyangka kehidupannya akan seperti ini, ia selalu membayangkan setelah lepas dari appanya dan masuk panti asuhan lalu menikah dengan orang yang ia cintai, ia akan hidup bahagia selamanya seperti cerita dongeng yang sering ia baca. Tapi ternyata itu salah, salah besar-pada awalnya-
UNLIKE? Klik 'Back' please :)
Don't bashing~
CHAPTER 7
.
T-Ara – Cry Cry
.
"aku ingin..untuk beberapa waktu kedepan kita berpisah.."
'Deg!'
Mendengar itu seketika jantungnya seperti terhenti. Yesung menatap tak percaya pada Ryeowook yang kini menutup matanya.
"kenapa kau berkata seperti itu?" dengan seluruh keberanian yang ia miliki Yesung mendekatkan jari-jarinya untuk menghapus air mata yang menggenang disudut mata 'istri'nya itu.
"jauhkan, hyung.." Ryeowook menepis halus tangan Yesung yang hendak mendekat. Dengan terpaksa Yesung menjauhkan tangannya yang kini hanya bisa menggenggam udara, kosong.
"hanya untuk menghapus air mata aku tak perlu bantuan mu, aku sudah terbiasa melakukannya sendiri." Ucap Ryeowook sembari tersenyum dipaksakan. Rasanya seperti ada panah yang dengan telak menusuk hati namja sipit itu, ia sadar selama ini hanya bisa membuat namja di depannya itu menangis.
"mengenai ucapan mu tadi, apa itu artinya kau ingin kita..bercerai?" Yesung mengucapkannya dengan suara yang pelan dan terdengar sedikit serak, seakan ia tak rela mengucapkan kalimat itu.
Ryeowook menanggapinya dengan menggeleng pelan, dan itu cukup membuat Yesung sedikit bernafas lega.
"aku hanya ingin menenangkan pikiran ku, aku sudah membicarakan ini dengan umma dan ia setuju untuk membawa ku ke rumahnya. Aku ingin kejadian ini sama-sama kita renungkan." tutur Ryeowook. "tidak, Ryeowook. Kau itu 'istri' ku dan sudah seharusnya kau tinggal bersamaku." Tatapannya sendu, dan itu dapat membuat kerasnya pendirian Ryeowook sedikit meluluh.
"h-hyung.." ucap Ryeowook pelan. Andai saja kini tak terbaring lemah, mungkin ia akan terlonjak gembira dan memeluk erat Yesung. Apa ini tandanya Yesung sudah mau menerimanya?
"selama ini aku selalu menyakitimu, maafkan aku.." suaranya sedikit bergetar karena Yesung yang kini mulai terisak pelan, dengan pelan Ryeowook mengarahkan tangannya pada kedua pipi chubby suaminya yang basah. Menghapus jejak air mata yang terdapat disana.
"maaf.." "jangan menangis, kau tak terbiasa untuk menangis dan menghapus air mata.." ucap Ryeowook pelan, ia menghapus air mata orang yang ia cintai itu dengan lembut.
"maafkan aku.." Yesung terus mengucapkan kalimat itu selagi Ryeowook menghapus air matanya. "tanpa kau meminta maaf, aku sudah memaafkan mu. Perasaan cinta ini lebih besar dibanding rasa sakit yang selalu kau timbulkan untukku." Yesung menatap dalam 'istri'nya yang kini tersenyum lembut, ia baru menyadari betapa manisnya Ryeowook.
"hyung?" tanya Ryeowook pelan bahkan nyaris tak terdengar. "ne?" respon Yesung, ia menatap dalam mata caramel 'istrinya'. Dan Ia juga baru menyadari mata itu begitu indah.
"boleh aku menyentuh seluruh bagian wajahmu?" Yesung tersenyum mendengarnya, ia mengarahkan kedua telapak tangan Ryeowook yang sebelumnya menjauh dari hadapannya, meletakkan di wajahnya. "sentuhlah sesuka mu.." Yesung memejamkan matanya, mencoba untuk menghayati sentuhan lembut dari tangan 'istri'nya itu.
Ryeowook mengarahkan tangannya yang masih di genggam Yesung. Ia mulai meraba kening namja itu lalu turun ke mata sipitnya yang tertutup rapat. Tak lama ia menurunkan tangannya menyentuh hidung mancung Yesung dan menjauh untuk menyentuh kedua pipi chubby 'suami'nya yang kini telah kering, tak ada lagi jejak air mata disana. Tangan Ryeowook mulai turun mengelus dagu dan terakhir sedikit naik untuk mengelus bibir tipis orang yang ia cintai itu.
Yesung masih menutup matanya merasakan tangan 'istri'nya yang meraba bagian wajahnya. Ryewook mengelus lembut bibir kemerahan milik Yesung dari ujung ke ujung.
"kau..sempurna.." gumam Ryeowook yang begitu mengaggumi wajah 'suami'nya itu.
Yesung menaruh kedua tangan Ryeowook di pundaknya dengan hati-hati, tak ingin infuse yang terpasang terbelit. Ia arahkan kedua tangan mungilnya untuk menangkup wajah manis 'istrinya'. Yesung memajukan wajahnya secara perlahan, memperkecil jarak dengan 'istri'nya.
Ryeowook menutup matanya saat merasakan wajah Yesung yang semakin mendekat, ia bisa dengan sempurna merasakan deru nafas Yesung saat kini kedua hidung mereka bersentuhan. Dikecupnya bibir ranum milik Ryeowook.
Yesung mencium Ryeowook dengan begitu lembut, seakan pemilik bibir itu akan tersakiti jika tak berhati-hati. Ia ingin Ryeowook tak hanya menyentuhnya tapi juga dapat merasakannya. Tak ada nafsu disana, hanya sebuah ciuman penuh perasaan. Ciuman tersebut begitu bermakna bagi Ryeowook. Itu adalah ciuman pertamanya dan ia mendapatkannya dari orang yang sangat ia cintai, Yesung.
Yesung melepaskan pagutannya, ia merasa Ryeowook membutuhkan pasokan udara. Ia dapat melihat wajah Ryeowook yang memerah sempurna dan semakin merah padam saat Yesung memberi satu jilatan penuh bibir ranum Ryeowook yang basah, memberi tanda sebagai penutup.
"kau sangat manis, Honey.." Ryeowook tersentak mendegar ucapan Yesung. Ia menatap tak percaya pada Yesung dengan mata berkaca-kaca.
"kau..me-mengingatku, hyung?" tanya Ryeowook,saat itu ia begitu bahagia. Yesung mengangguk singkat.
"terima kasih sudah mau memenuhi permintaan ku untuk menikah dengan ku, Honey.." ucap Yesung sembari mencium punggung tangan Ryeowook yang tak terdapat sebuah infuse.
"jangan menangis.." Yesung mencium sudut mata kanan Ryeowook yang kembali menggenang air mata. "aku mencintai mu, Wookie.." Lanjutnya yang membuat Ryeowook begitu melayang. "saranghae, Kim Ryeowook."kini Yesung mengecup sudut mata sebelah kiri Ryeowook sambil terus membisikkan kata-kata cintanya.
"jebal nal ttonagajima, tetaplah bersamaku.."
.
.
"Wookieeeee!" Sungmin sedikit berteriak saat ia sudah sampai di depan ruangan Ryeowook dan memasukinya dengan sedikit tergesa-gesa.
"Minne hyung! kecilkan suara mu!" sebuah suara di belakang Sungmin mengintruksi, mendengar itu Sungmin hanya bisa memperlihatkan cengiran lebarnya.
"Minne hyung!" ucap Ryeowook yang begitu senang sahabatnya itu datang menjenguknya.
"Wook- ah, Annyeong Ahjumma. Sungmin imnida." Sapa Sungmin saat mendapati Jungsu di dalamnya, namja itu sedang sibuk mengupas buah apel untuk Ryeowook.
"Annyeong. Ah, kamu itu temannya Yesung 'kan?" tanya Jungsu, ia mengambil satu kursi di sudut ruangan dan menaruh disampingnya untuk Sungmin. "ani, ahjumma. Aku ini sebenarnya sahabat Ryeowook. Namja itu yang temannya Yesung sunbae." ucap Sungmin menunjuk Kyuhyun yang kini berada di ambang pintu.
"annyeong, Ahjumma. Kyuhyun imnida" sapa Kyuhyun. "Annyeong, kau ini sepertinya namjachigu Sungmin ya? Kalian begitu serasi. Kapan kalian akan mengikuti jejak Jongwoon dan Ryeowook untuk segera menikah?" tanya Jungsu yang membuat Sungmin tersipu malu, ia lalu melirik Sungmin yang kini tertunduk menyembunyikan semburat merah di pipinya.
"tenang saja, Ahjumma. Sebentar lagi dia akan segera menyandang marga 'Cho' di depannya. Cho Sungmin, bukan kah itu terdengar lebih baik?" jawab Kyuhyun sembari tersenyum dengan bangganya. "huh, dasar kau ini!" Sungmin menyikut pinggang Kyuhyun yang berada di sampingnya.
"Minnie, aku ingin duduk.." Kyuhyun mendudukkan dirinya diatas Sungmin, meminta –secara paksa- namja kelinci itu untuk memangkunya. "ish, dasar bodoh! Ambil kursi saja yang disana!" Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun lalu menyuruhnya mengambil satu kursi yang masih tersisa.
Ryeowook dan Jungsu terkikik geli melihat tingkah kedua pasangan itu, pasangan yang serasi. Sungmin yang periang dan sedikit cerewet lalu Kyuhyun yang terlihat lebih tenang namun sangat manja dan sedikit over protective, benar-benar saling melengkapi.
"maaf ahjumma, kau harus melihat tingkah bodoh namja ini." Ucap Sungmin lalu mendelik ke arah Kyuhyun yang kini duduk di sampingnya. "tapi kau tetap cinta." Ucap Kyuhyun santai, disampingnya Sungmin menghela nafas berat.
"haha, tak masalah Sungmin ssi. Justru itu dapat menjadi hiburan tersendiri untuk Ryeowook. Betul 'kan?" Tanya Jungsu meminta persetujuan, Ryeowook mengangguk dengan senyuman yang tak lepas dari wajah manisnya.
"baiklah, aku keluar dulu, ne?" ucap Jungsu lalu beranjak dari tempatnya meninggalkan ketiga namja itu. "ne, Ahjumma." Respon Sungmin.
.
.
"Mian, bukan saya bermaksud untuk ikut campur, tapi sedari tadi saya perhatikan Zhoumi ssi sepertinya sedang ada masalah? Anda terlihat murung hari ini." Henry menghampiri ZhouMi yang kini sedang terdiam di pojok ruangan Happy Bakery sembari memperhatikan keadaan tokonya itu.
"ZhouMi ssi?" Henry melambaikan tangannya di depan namja jangkung itu, sepertinya ZhouMi sedang melamun. "ah, i-iya? Ada apa Henry ssi?" Henry tersenyum melihat tingkah namja itu.
"apa anda sedang ada masalah? Hari ini anda terlihat tidak semangat untuk bekerja." Tanya Henry yang kini mengambil posisi di samping ZhouMi.
"benarkah? Ya, hari ini pikiran ku sedang kacau. Aku sedang memikirkan seseorang." Ucap ZhouMi yang mau tak mau membuat Henry tersenyum –dipaksakan-. "oh, begitu." Timpal Henry seadanya.
"Henry ssi?" ZhouMi memalingkan wajahnya menatap namja manis yang tak lebih tinggi darinya itu. "ne?" timpal Henry. "saat jam istirahat temani aku bersantai di kedai teh ya? Yang berada di ujung jalan sana, kau pasti mengetahuinya." Tawar ZhouMi yang kini membuat mata Henry berbinar.
"ya, tentu." Ucap Henry dengan senyumnya yang tulus.
.
.
"sudahlah, Minnie hyung. sekarang keadaan ku sudah lebih baik, jangan menangis." sedari tadi Ryeowook mencoba menenangkan Sungmin yang terus menangisi keadaannya. Ryeowook menghapus air mata Sungmin yang terus mengalir tanpa henti.
"Minnie.." Kyuhyun merangkul Sungmin, lalu ia pun mencium pipi berisi namjachigunya itu.
"aku benar-benar tak habis pikir kau akan melakukan ini, Wookie. Jangan berbuat seperti ini lagi, hikss.." jawab Sungmin disela isakannya.
"ne, hyung. aku berjanji." ucap Ryeowook yang kini menggenggam tangan kanan Sungmin.
"jika aku tak datang ke Happy Bakery, mungkin aku tak akan mengetahui kau sedang di rawat di rumah sakit. Saat itu rasanya jangtungku serasa berhenti berdetak saat mengetahui k-kau hikss.. bunuh diri.." ucap Sungmin kembali, Ryeowook semakin menguatkan genggamannya di tangan Sungmin. Ia merasa bodoh melakukan tindakkan seperti ini, padahal masih banyak yang peduli padanya.
"maafkan kebodohan ku, hyung. Aku berjanji tak akan seperti ini lagi.."
.
.
"apa kau sudah merasa lebih baik sekarang, ZhouMi ssi?" tanya Henry. Mereka kini sudah berada di kedai teh. "ne, terima kasih sudah mau menemaniku." Ucap ZhoMi yang dibalas sebuah senyuman oleh Henry.
Henry kini tengah sibuk menyesap teh hangatnya ia sadar sedang diperhatikan oleh ZhouMi.
"ada apa, ZhouMi ssi? Apa ada noda di wajahku?" tanya Henry polos lalu mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. "ani." Jawab ZhouMi.
Tiba-tiba ia mengambil satu mochi yang ia pesan, lalu ia mengulurkan tangannya untuk menaruh mochi itu di samping wajah Henry. Mensejajarkannya dengan namja yang kini menatap ZhouMi dengan bingung.
"setelah ku perhatikan, kau dan kue ini sangat mirip, ya?" mendengar itu Henry menaikkan sebelah alisnya bingun dengan perkataan ZhouMi. "kalian sama-sama berwarna putih, pipi mu juga sebulat kue mocha ini. Lalu.." ZhoMi kemudian mengarahkan kue mochi itu ke mulutnya, menggigitnya hingga menjadi setengah bagian.
"sama-sama manis." Ucap ZhouMi dengan senyum tanpa dosanya, perkataannya itu sukses membuat wajah putih Henry memerah.
"mulai saat ini, aku akan memanggil mu Mochi saja, ne?" pinta ZhouMi. "ba-baik." Ucap Henry lalu menganggukan kepalanya.
"kau juga panggil saja aku Mimi, jangan canggung.."
.
.
"boleh aku masuk?" tanya Yesung yang menyembulkan kepalanya. Hari ini adalah hari keempat Ryeowook dirawat di rumah sakit, dan selama itulah Yesung selalu meminta izin pada Ryeowook jika ingin masuk.
Hari ini sepulang kuliah Yesung mendapat tugas menjaga Ryeowook. Jungsu harus mengurus panti asuhan karena Heechul yang ikut ke China bersama 'suami'nya Hangeng setelah mengantar anak panti asuhan menjenguk Ryeowook, sedangkan Youngwoon sedang mengadakan pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya di kantor.
"tentu, hyung.." Yesung pun memasuki ruangan ber AC itu, ia lalu duduk di kursi yang telah tersedia di samping ranjang. "bagaimana hari ini? Apa kau sudah lebih baik?" tanya Yesung.
"ne, hyung. Hanya saja.." Ryeowook menggantungkan kalimatnya, ia menatap dalam 'suami'nya itu. "apa?" tanya Yesung. "aku merindukkan suasana panti asuhan, sudah lama aku tak kesana. Aku ingin cepat keluar dari rumah sakit, hyung.." rengek Ryeowook.
Baru saja Heechul beserta anak-anak panti asuhan datang menjenguk Ryeowook, dan itu membuatnya sangat gembira. Tapi dengan melihat anak-anak menggemaskan itu membuatnya merindukan suasana panti asuhan.
"bersabarlah, besok kau sudah di izinkan pulang oleh dokter." Ucap Yesung lalu mengusap pucuk rambut kecoklatan milik Ryeowook, namun tetap saja itu tak membuat Ryeowook membaik. Raut wajahnya tetap menunjukkan kesedihan, ia benar-benar merindukan tempat itu.
"hey, mau ku nyanyikan sesuatu?" tanya Yesung yang mencoba menghibur Ryeowook. Namja mungil itu menganggukan kepalanya tanda persetujuan. Yesung segera bangkit dari tempatnya dan mulai menyanyika sebuah lagu.
"ekhem..dengarkan ya?" ucap Yesung member aba-aba, Ryeowook dengan intens memperhatikan 'suami'nya itu.
"Kom sema-ri-ga han chi-be-yi so.. appa gom~ omma gom~ ae-gi gom~" Yesung meletakan kedua tangannya di sisi pinggangnya, ia mulai menggerak-gerakan badannya ke kanan dan ke kiri secara menyerong. Setelahnya ia membentuk sebuah segitiga dengan kedua tangannya sambil terus menggerakan badannya ke kanan dan ke kiri.
"Appa gommun tung-tung-hae..Omma gommun nal-shin-hae.." Ryeowook terkikik geli melihat Yesung yang meliuk-liukan badannya menggambarkan tubuh ibu beruang yang ramping.
"ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo..hishuk hishuk cha-rhan-da." Yesung mengakhirinya dengan gerakan yang dibuat seimut mungkin, menggambarkan seorang bayi beruang.
"hahaha..kau benar-benar lucu, hyung.." ucap Ryeowook yang kini tertawa lepas, ia pun menghapus sedikit air mata yang keluar dari matanya tanpa ia sadari. Begitu terhibur dengan lagu yang dinyanyikan Yesung beserta gerakan-gerakan konyol nya.
"bagaimana? Kau senang?" tanya Yesung yang merasa Ryeowook tak lagi murung. "ne, hyung.." ucap Ryeowook yag kini telah menghentikan tawa nya.
.
.
"apa Yesung hyung lupa menyalakan lampu, umma? Appa?" tanya Ryeowook, kini ia sudah pulih total dan di perbolehkan pulang oleh pihak Rumah sakit. "entahlah.." ucap Jungsu dan Youngwoon bersamaan. Kedua namja itu tanpa disadari Ryeowook menyembunyikan sebuah senyuman.
Kini kedua namja itu bertugas mengantarkan Ryeowook pulang ke rumah tanpa Yesung. Namja itu tak bisa ikut mengantar dengan memberikan beberapa alasan.
'cklek'
"aish..pintunya tidak dikunci! Apa Yesung hyung lupa lagi mengunci pintu? ini kan sudah malam!" celoteh Ryeowook kembali, ia tak menyangka 'suami'nya itu begitu teledor.
"aku pul-"
"WELCOME BACK KIM RYEOWOOK!" tiba-tiba semua lampu menyala. Ryeowook begitu tertegun dengan apa yang ia lihat. Rumahnya kini telah di dekorasi bagaikan acara ulang tahun anak-anak. Disana terdapat banyak orang-orang yang sangat ia sayangi.
Ada Sungmin beserta Kyuhyun, lalu Heechul dan 'suami'nya Hangeng yang baru saja pulang dari China. Ternyata disana juga ada banyak anak-anak panti asuhan. Kedua mata karamelnya menangkap seorang namja tinggi tengan namja yang lebih pendek disampingnya, yaitu ZhouMi dan juga Henry yang ikut merayakan kepulangan Ryeowook ke rumah. Dan jangan lupakan orang yang paling berpengaruh dalam acara ini, Yesung.
Mata Ryeowook berkaca-kaca melihat semua ini. Ia tak menyangka begitu banyak yang menyayanginya. Ia begitu terharu.
"Yesung hyung!" Ryeowook segera berlari dan berhambur dalam pelukan 'suami'nya itu. Yesung mengecup pucuk kepala Ryeowook yang kini tengah memeluknya dengan erat.
"welcome back, yeobo." Ucap Yesung kemudian beralih mengecup pelan pipi tirus Ryeowook.
"ekhem..apa kami dijadikan obat nyamuk disini?" sebuah suara evil mengintruksi, siapa lagi kalau bukan Kyuhyun? Dan semua pun tertawa lepas mendengarnya.
"terima kasih..terima kasih atas semua yang sudah kalian lakukan padaku. Aku tak menyangka kalian akan menyiapkan ini semua." Ucap Ryeowook yang kini berurai air mata kebahagian.
"berterima kasihlah pada 'suami' bodoh mu itu, Wookie. Dia yang merencanakan semua ini." Ucap Heechul yang membuat Yesung cemberut. "kalau aku bodoh aku tak mungkin mempunyai rencana seperti ini." Elak Yesung yang masih cemberut dan itu membuat pipinya terlihat semakin chubby.
"ne, baiklah untuk kali ini Jongwoon kita sangat cerdas."ucapannya itu kembali membuat orang-orang yang hadir disana tertawa.
"selamat datang, baby.." ucap Sungmin yang lalu merebut Ryeowook dan memeluknya erat. Lalu diikuti oleh yang lainnya yang juga ikut memeluknya.
"selamat datang, Wookie hyung." ucap anak-anak panti asuhan bersamaan. "ne, terima kasih adik-adiku yang sangat menggemaskan." Ryeowook sedikit membungkuk untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi anak-anak panti asuhan itu. Mereka langsung berhamburan memeluk Ryeowook.
"mari kita bersenang-senang untuk merayakan kesembuhan uri Wookie!" ucap Youngwoon lalu meniup sebuah terompet yang sudah ia siapkan. Dan malam itu mereka dengan tertawa bersama dalam kebahagiaan.
.
.
"ah, akhirnya semua selesai.." ucap Yesung yang merenggangkan tangannya dan menghempaskan diri di sofa empuk yang berada di ruang tv. Ryeowook tersenyum saat melihat wajah Yesung yang kelelahan. Makhlum saja, saat pesta tadi Yesung harus menemani anak-anak panti yang banyak permintaan.
Mulai dari yang meminta Yesung menyanyikan lagu tiga beruang seperti yang ia nyanyikan pada Ryeowook saat di rumah sakit. Ada juga yang meminta Yesung menceritakan sebuah dongeng, namun kali ini tentunya di temani oleh sosok 'Honey' yang sesungguhnya. Dan yang paling membuat Yesung kerepotan adalah saat para yeoja cilik secara bergantian meminta Yesung untuk menggendongnya.
"kau pasti lelah? lekas tidur, hyung." ucap Ryeowook yang keluar dari kamarnya sembari membawa lipatan selimut Winnie The Pooh kesayangannya menuju kamar Yes- ralat, kamar mereka berdua. Mulai saat ini mereka akan memulainya dari awal, dan saat ini juga mereka akan tidur dalam satu kamar.
"Chagiya, kemari lah." Ucap Yesung, Ryeowook pun keluar dari kamar mereka berdua lalu duduk di samping Yesung. Dengan sigap Yesung menarik Ryeowook, mendudukannya di pangkuannya.
"Wookie?" tanya Yesung yang melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping milik Ryeowook. "hmm?" respon Ryeowook. Namja mungil itu seperti ada sesuatu yang bergerumuh di perrutnya saat Yesung memeluknya dengan erat dan menaruh dagunya di pundak miliknya.
"kini aku merasa seperti hidup kembali. Aku seperti orang yang paling bahagia di dunia ini. Kau tahu kenapa? Karena aku memilikimu. Saranghae.." ucap Yesung dengan suara rendahnya yang sexy tepat di telinga Ryeowook. Yesung mengecup pundak Ryeowook yang membelakanginya, lalu kembali menaruh dagunya disana. Tangannya yang melingkar di pinggang Ryeowook pun semakin ia eratkan.
"ngh.. h-hyung..ap-ahh yang kau lakukahh.." desah Ryeowook saat merasakan Yesung menaruh bibirnya di perpotongan leher putih miliknya. Menggigit lalu menjilatnya, memberikan sensasi yang menggelitik bagi Ryeowook.
"menurutmu?" tanya Yesung yang masih terfokus pada kegiatannya, membuat tanda sebanyak mungkin disana. "buk-bukan kahh kau lelah.." jawab Ryeowook. "itu kan menurut mu, tapi menurutku tidak." Jawab Yesung santai.
"Wookie chagiya.." panggil Yesung tepat ditelinga Ryeowook kembali. Yesung mulai memasukkan tangan nakalnya ke dalam kaos putih yang Ryeowook pakai. Mengelus perut Ryeowook, menyentuh ABS yang terdapat disana.
"ne, h-hyung.." jawab Ryeowook seadanya, ia terlalu menikmati permainan tangan Yesung.
"bagaimana kalau kita.." ucap Yesung menggantungkan kalimatnya, membiarkan Ryeowook yang meminta melanjutkannya.
"ahh..ap-apahh.." racau Ryeowook tak jelas saat Yesung kembali mencium dan menjilat bagian lehernya, sesekali menggigitnya memberikan tanda kepemilikannya atas Ryeowook.
"melakukan percobaan untuk membuat generasi Kim selanjutnya?"
'Grep'
"kyaaaaa!" dengan sigap Yesung menggendong Ryeowook ala bridal style. Membawanya menuju kamar mereka, dengan satu tendangan Yesung berhasil menutup pintu tersebut dengan rapat walau tanpa menguncinya. Apa pedulinya? Dirumah ini 'kan hanya ada mereka.
Yesung membaringkan tubuh mungil Ryeowook lalu menindihnya. Dengan segera ia mencium bibir ranum yang sedari tadi menggodanya untuk segera 'dimakan'.
"sshh.. ahh.." desah Ryeowook di sela ciuman mereka. Yesung menggigit kecil bibir atas dan bawah Ryeowook secara bergantian, membuat bibir itu memerah akibat ulahnya. Yesung terus menghisap dengan kuat bibir Ryeowook yang terasa sangat manis. Ia menggunakan lidahnya untuk menjilat setiap inci bibir yang sedang di nikmatinya itu. Melumatnya dengan penuh nafsu.
Yesung merasa kesal pada Ryeowook yang tak juga mengijinkan lidahnya masuk, dengan sedikit kasar ia menggigit bibir bawah Ryeowook hingga sedikit mengeluarkan cairan asin. Namun rasa sakit itu tak sebanding dengan rasa nikmat yang Ryeowook terima dari Yesung yang terus memanjakan bibirnya.
"ngg..akh yes-hyunghhh..ohh.." desah Ryeowook kembali saat lidah terlatih Yesung memasuki mulutnya, mengabsen setiap penghuni yang berada di dalam goa hangat itu. Yesung melilit lidahnya pada lidah milik Ryeowook yang sedari tadi terdiam, mengajaknya untuk bergulat. Yesung pun sedikit memiringkan kepalanya membuat ciuaman mereka semakin dalam.
Ryeowook semakin erat mencengkram kemeja biru Yesung hingga membuatnya acak-acakan dan kancing atasnya terbuka secara tak sengaja.
"naughty baby, kau ingin membuka bajuku, hum?" goda Yesung di sela ciuman panas mereka.
Mereka tak mempedulikan saliva yang kini sudah menetes di ujung bibir, yang mereka inginkan hanyalah kenikmatan dari tahap awal bercinta ini.
"h-hyung? kenapa kau be-berhenti.." ucap Ryeowook pada Yesung yang tiba-tiba menghentikan aktifitasnya. "kau sudah tidak sabar, ne?" tanya Yesung yang membuat Ryeowook ingin menelan kembali perkataannya tadi. Ryeowook memilih memalingkan wajahnya yang sudah memerah.
"aku ingin mandi dulu.." ucap Yesung dengan wajah tanpa dosanya lalu beranjak dari atas tubuh Ryeowook. "kau tak ingin mandi dulu, honey?" tanya Yesung pada Ryeowook yang telah mendudukkan dirinya di ranjang.
"hyung saja dulu.." ucap Ryeowook yang tertunduk malu. "siapa bilang aku akan mandi sendirian, eoh?" Yesung kembali menghampiri Ryeowook. Dengan sekali hentakan Yesung kembali menggendongnya secara bridal style.
.
.
Ryeowook hanya bisa terpaku di depan pintu kamar mandi yang telah tertutup rapat. Ia meneguk ludah berkali-kali melihat Yesung yang berdiri diatas shower dan membasuh seluruh tubuhnya yag masih berbalut pakaian lengkap. Sesekali Yesung mengibas rambut hitam legamnya yang basah dan membuat kesan 'liar' bagi Ryeowook.
"kau disini bukan untuk memperhatikan ku, baby. Buka baju ku.." ucap Yesung yang sukses membuat Ryeowook tercengang. "m-mwo?" tanya Ryeowook tak percaya.
Merasa 'istri'nya tak juga menghampiri, Yesung memilih menghampirinya dan menarik Ryeowook untuk ikut diam di bawah guyuran shower. Ryeowook hanya menurut saat Yesung menariknya.
Yesung menatap Ryeowook intens, dalam keadaan basah kuyup seperti ini 'istri'nya begitu terlihat menggairahkan.
"Wookie.." ucap Yesung dengan nada baritonnya, lalu ia membalikkan Ryeowook dan menghimpitnya pada dinding kamar mandi yang dingin.
"Yes-sungg h-hyung..akh.." Ryeowook menutup matanya erat saat tangan Yesung mulai meraba setiap inci tubuh Ryeowook. Mulai dari wajahnya hingga turun ke arah selangkangan namja mungil itu.
Sedangkan mulut Yesung masih setia bermain di leher milik Ryeowook, sesekali ia menghisap aliran air yang membasahi leher 'istri'nya itu.
Yesung menarik kaus putih Ryeowook, melepaskannya dan membuangnya kesembarang arah. Setelah itu ia membuka kancing jeans yang dan menurunkan resletingnya, lalu menariknya ke bawah dan membuangnya asal seperti yang ia lakukan pada kausnya tadi. Hingga kini hanya tinggal sebuah kain tipis menutupi daerah kepribadian Ryeowook –yang ia yakini sebentar lagi akan menghilang juga-.
"akh..akh.. hyunghhh.. nghh.." desahan Ryeowook semakin kencang saat merakan sesuatu yang menyentuh daerah sensitifnya. Ternyata itu adalah ulah kaki Yesung yang di tekuk sehingga lututnya dengan sengaja menekan-nekan milik Ryeowook dari bawah.
"aku sudah membuka bajumu, sekarang buka bajuku.." bisik Yesung yang kini kedua tangannya bermain di atas tonjolan merah yang sudah menegang di dada Ryeowook.
Dengan tangan yang bergetar menahan kenikmatan Ryeowook mulai melepas satu persatu kancing kemeja milik Yesung. Lalu membuangnya dengan satu tarikan. Tak lama ia pun mulai menyentuh celana jeans hitam milik 'suami'nya, melepaskannya hingga kini tersisa satu kain. Terlihat dari luar 'sesuatu' di dalamnya sudah menegang sempurna dan hamper menyembul keluar, seperti meminta untuk segera di perlihatkan.
"ouhh.. hyunghh.." Ryeowook meremas helai rambut Yesung yang basah. Dinginnya guyuran air shower sepertinya terkalahkan oleh kehangatan yang mereka rasakan, bahkan kini lebih mengarah kea rah 'panas'.
Kini bibirnya turun secara perlahan menuju kedua nipple Ryeowook yang meminta untuk di manjakan. Yesung menghisap kuat nipple kiri 'istri'nya tersebut sedangkan nipple kananya di mainkan oleh tangan nakal Yesung yang aktif memilinnya dengan gerakan cepat. Keduanya mendapat kepuasan yang seimbang.
Ryeowook menutup matanya erat sedangkan mulutnya terbuka lebar, terus menyeruakkan desahan-desahan nikmat yang Yesung anggap bagaikan cambuk penyemangatnya untuknya berbuat lebih jauh.
Bibir terlatih itu kini kembali naik ke atas, mencumbu bibir merah Ryeowook yang menganggur. Menyumpalnya dengan lidah yang kembali melesak masuk dan mengaduk isi mulut namja mungi itu. Menciptakan bunyi cipratan bibir yang saling beradu.
Ryeowook mendesah tertahan saat merasakan tubuh Yesung yang menempel erat dengan tubuhnya membuat gerakan naik turun, membuat dada mereka saling menggesek satu sama lain dan membuat Ryeowook semakin menggila atas kenikmatan yang ia rasakan.
Tangan Yesung kini mulai membelai paha mulus Ryeowook, lalu naik ke atas dan menyentuh tonjolan yang menengang keras disana. Menurunkan kain yang masih bertengger disana lalu meremas dan memijat 'sesuatu' disana dengan pelan teratur.
"akh..h-hyung..aku kel-ahh.." racau Ryeowook saat merasakan sesuatu yang memaksa keluar, ia segera menyemburkan cairan putih itu hingga membasahi tangan Yesung yang masih sibuk memberikan pijatan-pijatan pada junior milik Ryeowook.
Menyadari itu, Yesung segera menurunkan dirinya hingga berjongkok di depan junior milik namja mungil yang kini terengah-engah mengatur nafas.
Dengan seductive Yesung menjilati cairan putih di area selangkangan putih milik Ryeowook, hingga membuat 'sesuatu' yang tadinya terkulai lemas kembali menegang.
"he-hentikan.. hyung nghhh.." ucap Ryeowook yang menolak Yesung untuk melanjutkannya.
'Bruk'
Ryeowook menjatuhkan dirinya terduduk, ia sangat lemas dan tak mampu lagi menahan berat tubuhnya untuk berdiri lebih lama. Ia masih mencoba mengatur nafasnya.
Ryeowook membuka mulutnya untuk meraup udara sebanyak mungkin. Ia sedari tadi sibuk mendesah hingga melupakan kebutuhannya akan bernafas. Mata Ryeowook masih terpejam erat dengan peluh yang mengucur dari keningnya. Ryeowook masih terengah-engah dengan gerakan dadanya yang naik turun, dan itu justru embuat Yesung menyeringai dan memberi tatapan siap 'menerkam'.
"apa yang kau rasakan sekarang?" tanya Yesung yang berjongkok di antara selangkangan Ryeowook yang terbuka lebar. "nikmat dan.." "dan apa?" tanya Yesung dengan suaranya yang menggoda. Ia kembali menyentuh junior milik Ryeowook yang menengang keras.
"nghh..lelah, hyung.." lanjut Ryeowook. "oh, begitu? Tapi sepertinya 'adik keci' mu ini tak lelah seperti yang kau katakan." Yesung memegang dengan erat junior milik Ryeowook yang panjang dan besarnya tak seperti miliknya. Lebih kecil namun sangat menggemaskan bagi Yesung.
"ngghhh..ak-akuhh lelah.." racau Ryeowook saat merasakan kedua tangan Yesung yang kini membuat gerakan naik turun secara beratur pada miliknya. "apa kau yakin?" tanya Yesung. Sebenarnya tubuh namja manis itu menolak namun hasratnya tak seperti itu.
Yesung menjilat cuping Ryeowook yang sempat terlupakan, lalu menghisapnya hingga kemerahan. Setelahnya Yesung membisikkan sesuatu dengan suaranya yang dibuat se menggoda mungkin.
"ayolah, Honey..ini baru nghh.. permulaan.."
'glek'
.
.
-TBC-
.
.
Huwaaaaaaa~ *tutupMata*
Apa itu? O.o *SokPolos* YeWook 'begituan' yaaa? :O
*readers: kan elu yang buat cerita, kok nanya? -_-*
Baiklah, karena banyak readers yang minta NCnya jadinya aku putusin chapter ini diadain xD
Tadinya RinRi masih pengen bikin Yeppa menderita, tapi lagi-lagi karena banyak yang minta biar YeWooknya ga menderita, akhirnya aku bikin bahagiaaaaaa~ lalala~ *JogetAbstrak*
Mulai selanjutnya konfliknya mulai ringan gitu deh o:)
Dan aku juga bakal mulai munculin ZhoRy, disini kan masih gajelas gitu yaa hubungan ZhouRy nya u,u
Gimana NCnya? Ancur yaa? Maaf ya kalo ngecewain harap maklumi author amatir ini -_-v
Aku gajago bikin begituan, apalagi ini YAOI :O jadi rada susah gituuuuu *alesan*
Yang diatas itu belum seberapa, chap depan masih berlanjut - -"
Tapi nanti beda TKP(?) kok, di kamar lah paling ;) **
Readers pasti bertanya-tanya atas kelambatan update cerita ini, iya kan? *Readers: PeDe banget lu thor -_-*
Ini karena RinRi masih dilemma dan bimbang antar bikin-nggak-bikin-ngga-bikin NC -_- biarpun akhirnya bikin juga dan hasilnya sangat aneh ._.
RinRi rada geli juga waktu ngetiknya ;D hhahahaha *KetawaNista*
Abal banget deh itu NCnya-_- maaf yaaaaa ._. V
Yosshhhsudahlah, author sekarang mau bales ripyu niiii~
.
hyukiejewel: makasih udah ripyu ;) iya Yeppa emang sengaja RinRi bikin kejam, tapi nanti juga jadinya baik kok kayak yang di chapter ini, bahkan udah berani 'grepe-grepe(?)' uri Wookie -_- Ripyu lagi yaa ;)
rizkyeonhae: makasih udah ripyu ;) waduh o.o jangan benci sama Yeppa dong, dia kan uri appa YeWook Shipper ;D kalo diiris pergelangan tangannya terus meninggal, entar umma Wookie ngejanda(?) dong -_-" #abaikan. Akhirnya tetep YeWook chigu, Mimi ge sama si Mochi *pokeMochi* Ripyu lagi yaa ;)
ChanYue: makasih udah ripyu ;) iya yeppa emang babbo *dirajamYeppa* gajadi pisah nih, aku sendiri gatega misahin mereka T^T *LebaynyaAuthorKumat*. Iya Umin emang penyemangat Hidup Ryeowook banget! Ripyu lagi yaa ;)
Kiri Devil: makasih udah ripyu ;) akhirnya GOl juga yaaa :') *apaini?* #abaikan. Tenang YeWook gajadi pisah kok, malah NCan nih udah muncul 'dikit' :D maaf yaa kalo jelek ._. ripyu lagi yaa ;)
The: makasih udah ripyu ;) hahaha :D iya tenang YeWook gajadi pisah kok ;) RinRi juga gategaan ;D ripyu lagi yaa ;)
Thewi kim: makasih udah ripyu ;) demi-kepala-besar-yesung, aku udah update nih :D ripyu lagi yaa ;)
Phylindan: makasih udah ripyu ;) tenang, Wookie gabakal bales dendam kok, dia udah terlalu cinta matekk sama Yeppa *Acieeeee* ini udah rated m beneran ;D tapi maaf kalo rada aneh -_- ripyu lagi yaa ;)
KyuKyuSomnia: makasih udah ripyu ;) iya Yeppa udah nyesel banget dan tobat(?) kok sekarang :D dia tobat ke ustad siwon(?) #abaikan. Ripyu lagi yaa ;)
the baby jongie: makasih udah ripyu ;) hahaha, jangan dong nanti umma Wookie ngejanda(?) kalo Yeppa dibunuh -_-v ZhouMi gabakal rebut Wookie kok, dia udah di takdirkan bersama Mocih, tentang hubungan dua orang itu nanti RinRi perjelas kok. Ripyu lagi yaa ;)
nam seulmi: makasih udah ripyu ;) ini udah update, ngga kok adanya Yewook sama Zhoury ;) ripyu lagi yaa ;)
Chorheya: makasih udah ripyu ;) wah iya? Aduh makasih yaaa ;D *pelukCiumChorheya* tadinya juga aku mau gitu tapi gajadi *Chorheya: payah -_-* Zhory nya udah mulai keliatan, Yewooknya makin keliatan (?) #balesanRipyunyaGanyambung ._. V ripyu lagi yaaa ;)
lee hyun mi males login: makasih udah ripyu ;) wahahaha kamu tau aja ;D itung-itung bias Author ngeksis dikit, dikitttttt bangetttttt -_-v gapapalah yaa. Ripyu lagi yaa ;)
yheryin: makasih udah ripyu ;) jangan nangis donggg cupppcuppp *PelukReaders* mereka gajadi pisah nih chingu -_- soalnya author ga tegaan ._. *Yheryin: ah lebay lu thor -,-* ini NC nya hadir tapi baru setengah :D *KetawaNista* maaf kalo jelek ya ._. V *ripyu lagi yaa ;)
July Vroscham: makasih udah ripyu ;) tauga chingu aku terharu baca ripyu kamu ini *NgelapIngusDibajuYeppa* #plak. Alurnya cepet yaa? *malahbaliknanya -_-* iya RinRi sadar masih banyak typo(s) bertebaran kesana kemari ternyata ;D makasih udah ngingetin RinRi yaaa, RinRi bakal berusaha lebih baik lagiii! *MataBerkilat(?)* *clinggggg~* iya bener, Ye cuman milik Wook dan Wook cuman milik Ye, karena mereka adalah YEWOOK! *kibarinBenderaYeWook*. Waaahhh makasih ya pujiannyaaa ;D *AuthorTerbang* iya RinRi tuh selalu pengen update kilat supaya ceritayang udah ada di otak RinRi ga cepet ilang. Kenapa? Soalnya RinRi itu pelupanya ga ketulungan, bahkan sampai di ejek nenek nenek sama umma RinRi T^T kaya misalnya RInRi naro uang dimana gitu beberapa detik kemudian RinRi udah lupa naro uang itu dimana T^T tuhkan RinRi malah buka aib sendiri -_- yah intinya juga RinRi gamau kecewain Readers sama keilangan Readers. Aduh panjang hahaha :D ripyu lagi yaa ;)
WookppaWife: makasih udah ripyu ;) tenang YeWook ga jadi pisahnya kok ;) *tingg tingg* ripyu lagi yaa ;)
Ddhanifa aaolfa: makasih udah ripyu ;) yesss kita ini sama-sama YWS *Tosss!* iya hahaha biar Yeppa tanggung jawab ;D akhirnya mereka akur deh~ ini udah update. Ripyu lagi yaa ;)
CloudsomniaElf: makasih udah ripyu ;) Ayo Chingu kita serang Yeppa! *backround kobara api* *AuthorbalikdiserangCloud* biarpun sekarang mereka udah akur tetep ada acara cembur cemburunya kok, ya walupun ga seberat(?) dulu. Ripyu lagi yaa ;)
luphie kiekha: makasih udah ripyu ;) ini udah lanjuttt =) iya aku juga gapernah mau bikin YeWook pisah kok, ripyu lagi yaa ;)
Cho vink: makasih udah ripyu ;) permintaan kamu semua terkabulkann ;D ripyu lagi yaa ;)
CloudsELfishyAngels: makasih udah ripyu ;) halooo aku juga author baru =) #gadayangnanya. Makasih yaaa. Ripyu lagi yaa ;)
RizkyryeniYWS: makasih udah ripyu ;) awas jatoh loncat loncat ;D iya ayo kita tegakkan dan kibarkan bendera kebanggaan kita! Huahahaha. Ripyu lagi yaa ;)
Onyongkibs: makasih udah ripyu ;) Wookienya ga sebel kok chigu ;) eh ini NC nya udah ada tapi setengah hehehe *mukatanpadosa* maaf kalo jelek ._. v ripyu lagi yaa ;)
Enno KimLee: makasih udah ripyu ;) ngga kok mereka ngga pisah, kalo Author bikin ceritanya Wookie diem di rumah Mimi ge, mungkin author akan digantung Mochi ._. *MOchiNgelemparBotolAqua* ripyu lagi yaa ;)
FhYyLvRhYy ELF: makasih udah ripyu ;) waahhh makasih yaa ;D author terharu banget nihhh :') hikssss~ *LebayAuthorKumatLaagi* tapi mereka gajadi pisah -_- *AuthorDitimpukFhyy* maaf yaa. Ripyu lagi yaa ;)
Jung young rae: makasih udah ripyu ;) ngga jadi kok ;D yaaapppp Mimi emang cuman buat Mochi *AuthorDiciumZhoury* *AuhtorPingsan* ripyu lagi yaa ;)
ChaaChulie247: makasih udah ripyu ;) hahaha, iya ini udah update kok ;) ripyu lagi yaa ;)
EvilKyung: makasih udah ripyu ;) kalo mereka pisah mungkin YWS akan diperebutkan Yeppa dan Wookie dalam masalah hak pengasuhan anak (?) #AuthorNgaco. Ripyu lagi yaa ;)
Melly: makasih udah ripyu ;) ngga kok ;) Yewook udah mulai nemuin kebahagian nih. Ripyu lagi yaa ;)
Twingwing RuRaKe: makasih udah ripyu ;) huahaha ;D mian yahh di chap ii angst nya mulai ngilang nih ._. *AuthorDitendangRura* tapi ripyu lagi yaa ;)
Tata kim: makasih udah ripyu ;) jangan cincang author *Melas* iya mereka gapisah kok, ripyu lagi yaa ;)
Desysaranghaesuju: makasih udah ripyu ;) dia nyesel banget tuh ;D *AuthorDihajarYeppa* ripyu lagi yaa ;)
.
Waaaa~ akhirnya selesai juga balesin ripyu., ripyu lagi yaa ;D
Soal NC , RinRi sebenernya masih rada ga pede nih. Jelek dan aneh soalnya ._. maaf yaaa ;( itu bener ga tulisannya 'nipple'? kalo salah maaf yaa hehe soalnya aku kurang tau *WajahSokPolos*
Eh yang adegan Yeppa nyanyi tiga beruang bayangin aja kaya yang pas Rain di Full House atau ngga kaya Kyuhyun yang pas di Mini Drama ;D RinRi suka ngebayangin kalo Yeppa joget joget kaya gitu, pasti aneh hahahaha *AuthorKaburSebelumDiamukMasa*
Soal Full House, author ngetik ini sambil dengerin Soundtrack Full House loh, berhubung hari ini FH udah tamat -,- okeee abaikan curhatan RinRi yaa ;D
Makasih udah mau Review yaaa :D Review lagi ;))
Kritik dan saran di terima (n_n)
Review SANGAT harapkan *puppyeyes*
Jangan bosen review FF ini, tunggu RinRi! RinRi akan kembali dengan membawa chapter selanjutnya! Dadaaahhhh *lambaiTanganNyemplungEmpang*
Pesan RinRi : "ayo lestarikan Fanfic YEWOOK yang mulai langka! Hwaiting!"
So, Would you mind to review? ~(^-^~)
