Belum ada banyak kemajuan dihubungan mereka meski sudah beberapa kali menghabiskan waktu bersama, masih dalam tahap saling mengenal, katanya
Tapi, baik Chanyeol maupun Baekhyun, mereka sudah berani menunjukan kedekatan saat disekolah
Seperti saat tiba-tiba Chanyeol yang melempar sekotak susu ketika melewati tempat duduk Baekhyun, atau mengusap kepalanya saat dia berjalan keluar kelas
Menemani Baekhyun di perpustakaan atau mengajari Baekhyun main basket dan berenang
Baekhyun juga sering kali tertangkap sedang memperhatikan Chanyeol dengan senyum yang sampai ke telinga saat si jangkung menjelaskan sesuatu didepan kelas, memberikan Chanyeol handuk kecil saat selesai pelajaran olahraga dan menggoda Chanyeol saat mereka jalan bersampingan
Mereka juga selalu pulang bersama meski hanya sebatas Chanyeol yang mengantar Baekhyun sampai halte
Semua hal itu tentu mengundang rasa curiga teman-temannya, Jongdae yang paling peka soal ini, ia bertanya lebih dari lima belas kali sehari tentang apa sebenarnya hubungan mereka. Karena jika hanya sebatas teman, itu tidak mungkin. Baekhyun tidak pernah memberinya handuk bahkan minuman saja tidak saat dia selesai dengan pelajaran olahraga
"Serius, bisakah salah satu di antara kalian mengakuinya? Jika kalian berkencan?"
Baekhyun merengut "Berkancan apa?"
"Kalian siapa maksudmu? Kalau Kyungsoo dan Jongin iya, mereka memang sudah berkencan" Chanyeol menjawab dengan polosnya
Jongdae menatapnya datar "Tentu saja kalian! Kalian yang duduk dihadapanku, yang sedari tadi saling melempar senyum satu sama lain, kalian!" dia menunjuk Baekhyun dan Chanyeol dengan ke dua tangannya
Baekhyun menurunkan lengan Jongdae "Jangan berkata seperti itu, kalau penggemar rahasiaku mendengarnya bagaimana? Memang kamu mau menggantikkannya mengirim sekotak coklat saat hati valentine?"
Chanyeol ikut menurunkan lengan Jongdae yang satunya "Memang kau punya penggemar rahasia?"
Baekhyun menggeleng "Tidak" lalu mereka tertawa terbahak-bahak
Jongdae mendengus, dia kesal karena pertanyaannya di abaikan
. .
"Untuk nilai tambahan ujian, saya mau kalian buat rangkuman materi dari semester awal sampai semester akhir. Saya sudah bagi kalian dalam beberapa kelompok, setiap kelompok berisi tiga orang" Pak Song menunjuk tulisan dipojok papan tulis dengan penggaris panjang "Kalian bisa lihat disini"
Mata Baekhyun menyipit, dia lihat namanya berada dipaling atas tulisan bersama Chanyeol dan Seulgi. Baekhyun mendesah pasrah, setidaknya dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama Chanyeol, yahh semoga saja
Bel istirahat berbunyi, Pak Song keluar kelas setelah menutup pelajaran untuk hari ini
"Baek"
Baekhyun langsung mendongak saat mendengar suara Chanyeol memanggilnya "Ya?" refleksnya sangat bagus jika itu berhubungan dengan Chanyeol
Chanyeol senyum "Kapan kita mulai kerjakan tugasnya?"
Baekhyun mengerjap sebelum menggeleng "Ga tau, coba kamu tanya Seulgi"
"Oh, ok"
Baekhyun lihat Chanyeol berjalan ke arah tempat duduk Seulgi dan mereka mulai bicara, mata Baekhyun ga lepas dari ke duanya bahkan saat Chanyeol beberapa kali menoleh ke arahnya, sampai Chanyeol kembali berdiri dihadapannya
"Seulgi bilang dia ga bisa kalau minggu ini, ada acara"
Baekhyun mengangguk beberapa kali "Yasudah, kita mulai minggu depan saja"
Chanyeol menggeleng, tidak setuju "Kita bisa kerja berdua dulu, Seulgi menyusul minggu depan"
"Oh? Yasudah"
"Besok pulang sekolah dirumahku ya? Jangan lupa bawa buku materinya karena aku ga punya" Chanyeol mengusap kepala Baekhyun, salah satu kebiasaannya
Baekhyun mematung "Oh, iya"
Suara batuk dibuat-buat Jongdae dan Kyungsoo mengintrupsi mereka
"Ko tiba-tiba jadi haus ya, Dae" Kyungsoo mengusap lehernya
Jongdae mengangguk "Aku juga tiba-tiba haus, nih. Haus kasih sayang"
"Dasar jones!"
"Mau nabok tapi takut hansipnya lewat"
Baekhyun berdehem "Yuk kantin"
Baekhyun berjalan lebih dulu lalu diikuti tiga orang lain dibelakangnya, beberapa murid yang sedang mengobrol dikoridor langsung menepi ketika mereka lewat, Baekhyun jadi ngerasa ganteng apalagi pas murid-murid perempuan saling berbisik satu sama lain (padahal mereka lagi ngomongin Jongdae yang garuk-garuk ketiak, jorok katanya)
Baekhyun menyisir helaian rambut dengan jari-jarinya, di ulang lagi ya, dia lagi ngerasa ganteng
"Kak Baekhyun! Jadi putri salju mau ya?"
Berakhir sudah drama si tampan Baekhyun
Baekhyun merengut "What the?"
Luhan mengepalkan ke dua lengannya dibawah dagu "Please ya kak, kelas aku dapat tugas drama buat pentas seni akhir tahun"
"Kelas dua belas kebagian ngurus tata acara, dek. Kaka ga bisa"
"Yang ga ikut drama aku suruh bantuin kelas kaka deh" mata Luhan berkaca-kaca
Baekhyun menggigit ujung bibirnya, paling ga bisa kalau ada yang mohon-mohon apa lagi ini Luhan
"Udah si terima aja, Baek" Baekhyun yakin jauh didalam sana, Jongdae sedang mentertawakannya
"Emang ga bisa ya kaka dapat peran jadi pangerannya aja?" Baekhyun mencoba bernegosiasi
Luhan menggeleng "Engga kak, peran pangeran udah ada yang isi"
"Siapa?" Baekhyun bertanya, sebenarnya sedikit tidak terima
Luhan bergumam "Masih seleksi sih kak, kemungkinan di antara kak Sehun, dan kak Chanyeol"
"What the fuck?!"
Kyungsoo membekap mulut Baekhyun yang barusan berkata kotor "Baekhyun, mulutnya di jaga ya!"
Luhan meringis "Tapi kemampuan akting kak Chanyeol lebih bagus dari kak Sehun, kayanya kak Chanyeol deh yang jadi pangerannya"
"YAH!"
.
"Engga! Jangan ngomong apa-apa!"
Semenjak Luhan bicara dengannya, Baekhyun jadi terus menghindar dari Chanyeol, seperti sekarang contohnya
Kening Chanyeol mengerut "Aku 'kan emang belum ngomong apa-apa"
"Yaudah sekarang ngomong!"
"Baek-"
"Jangan ngomong apa-apa!"
Menghadapi Baekhyun yang moody itu lebih sulit dari menghadapi telminya Yixing kalau lagi kumat
Langkah Baekhyun sudah sampai ke luar pagar, Chanyeol mau tidak mau memutar arah untuk mengambil sepedahnya lalu kembali mengejar langkah Baekhyun
"Kamu kenapa sih? Ko tiba-tiba marah gitu?" Chanyeol sudah benar-benar putus asa
Baekhyun menggeleng "Engga marah"
"Terus kenapa?"
"Ya engga kenapa-kenapa"
Chanyeol menghela napas
Sabar Chanyeol, orang ganteng harus sabar
"Karena kamu ga mau aku ikut drama itu? Yasudah, aku ga bakal ikut, besok aku ngomong sama Luhan" karena ucapan Chanyeol, langkah Baekhyun terhenti
"Bukan itu"
"Terus? Kamu mau jadi putri salju tapi dipasangin sama Sehun?"
Baekhyun menggeleng
Chanyeol kembali menghela napas "Terus?" dia turun dari sepedah "Kalau kamu ga ngejelasin, aku ga bakal tau, Baek" lalu berdiri didepan Baekhyun, takut kalau tiba-tiba Baekhyun pergi lagi
Baekhyun bingung, gimana ya cara ngejelasinnya?
"Baekhyun, Baek, Byun, why?" kalau Yixing yang kaya gini, mungkin Chanyeol udah pukul kepalanya
Baekhyun menunduk, masih bingung
Lengan Chanyeol perlahan naik, mengusap pundak Baekhyun "Serius, apa karena kamu mau ambil peran pangerannya?"
Baekhyun menggeleng
"Kenapa dong?"
Baekhyun mendongak, mengerucutkan bibirnya "Aku ga mau jadi putri salju tapi nanti kalau kamu beneran jadi pangerannya, kamu bakal main bareng yang lain"
"Eih?" Chanyeol menahan tawa "Jadi itu masalahnya"
"Jangan ketawa!" Baekhyun melotot
Chanyeol malah tertawa lepas, Baekhyun sampai menendang tulang kering kakinya agar dia berhenti dan sekarang tawanya berubah menjadi erangan sakit
"Kan aku bilang jangan ketawa!"
"Duh, sakit juga tendangannya, padahal aku hampir lupa loh kalau kamu itu laki-laki"
"Yah!" Baekhyun sudah bersiap untuk kembali menendang tapi dia mengurungkan niatnya
Chanyeol sudah berhenti mengerang "Kalau begitu, aku tolak saja tawaran Luhan, 'kan masih ada Sehun, dia juga cocok jadi pangeran"
Baekhyun menggeleng "Sebaiknya jangan, ini 'kan tahun ajaran akhir, tahun depan kamu ga bakal dapat tawaran ini lagi"
"Katanya kamu ga mau kalau aku jadi pangeran?" Chanyeol meringis "Atau kamu terima saja tawaran jadi putri saljunya?"
Baekhyun menggeleng cepat "Aku ini laki-laki tau! Masa jadi tuan putri, lagian masih banyak perempuan disekolah yang lebih cocok sama peran itu"
Chanyeol tersenyum "Meskipun lawan main aku bukan kamu, kamu tetap jadi tuan putri ko dihati aku"
Harusnya Baekhyun marah 'kan dibilang putri? Tapi ini ko dia malah senyum-senyum
.
"Kamu sih, aku jadi ketinggalan bus 'kan!"
"Dih, salah sendiri pas bus lewat malah liatin aku"
"Kamu bukannya kasih tau kalau ada bus"
"Aku juga ga sadar, heheh"
"Oh iya, memangnya kapan Luhan nawarin peran pangeran ke kamu?"
"Waktu hari pertama aku masuk, pas baru selesai isi formulir perpindahan"
Baekhyun mengangguk sambil bergumam panjang "Oh iya, maaf ya aku jadi ngerepotin kamu gini"
"Ga apa-apa, hitung-hitung olahraga"
Baekhyun tersenyum, sedikit menunduk untuk melihat Chanyeol yang berjalan disampingnya
Lalu Baekhyun? Dia tengah mengayuh sepedah milik Chanyeol dengan kecepatan lambat agar bisa seimbang dengan langkah si pemilik
.
.
.
[Tbc]
Fiuhh, bisa juga nulis chapter ini. Padahal sempat buntu karena chapter bonus kemarin itu random banget wkwk
Pendek yaa? Emang sengaja 😝
Terimakasih untuk kalian yang review, follow dan favorit cerita ini
