Hidden Love

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Romance

Warning : This is Yaoi (Boys Love), Maaf nggak bisa bikin GS

Rated : T

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo sontak melepaskan pelukannya dari Jongin, padahal dia masih ingin menikmati hangatnya dalam dekapan namja itu. Jongin menormalkan kembali posisinya, rasa kram dan kesemutan kembali melandanya, dia menggoyang-goyangkan kakinya pelan

Namja yang mengetuk jendela mobil Jongin, mencoba mengintip dan memperjelas pandangannya, namun nihil, mobil Jongin dilengkapi lapisan yang membuat orang diluar tidak bisa melihat langsung kedalam mobil

"mengganggu saja.." gerutu Jongin kesal, dia memandang kearah si namja yang mengetuk, Jongin tambah kesal karena namja yang mengetuk kaca mobilnya adalah Sehun

"tolong buka itu" kata Jongin, memerintahkan pelan Kyungsoo untuk membuka pintu mobil disampingnya

Kyungsoo yang wajahnya memerah pasca adegan pelukan perdananya, cepat-cepat membuka pintu mobil disampingnya

Pintu mobil terbuka dan menampakkan sosok Sehun yang kelelahan dan ngos-ngosan, rupanya namja cadel itu berlari sepanjang 1 kilo meter lebih untuk mengejar mobil Jongin

"hyung, aku lelah.." sahut Sehun, menormalkan kembali nafasnya

"ada apa?" Jongin bertanya malas, dia mengira Sehun sengaja mengganggunya

"kameraku tertinggal hyung.." jawab Sehun singkat, dia menunjuk karmera kecil dalam sebuah kantong plastic tebal. Kamera itu bukan milik Sehun, namun kepunyaan Jongin

Jongin lekas mengambil kamera itu dan menyerahkannya kepada Kyungsoo, namja kecil itu yang melanjutkan untuk memberikan kepada Sehun

"maaf hyung, aku bukannya mau mengganggu… mungkin tadi ada sesuatu yang tertunda, sebentar lagi pasti akan berlanjut hyung, tenang saja, aku akan segera pergi" jelas Sehun, dia cengengesan

Jongin tidak berkomentar, dia hanya memberikan isyarat kepada Sehun untuk segera pergi, dan melaksanakan misi rahasia yang diberikan olehnya

"mungkin hyung membutuhkan kon.." kata-kata Sehun terhenti, karena melihat Jongin sudah mengambil sesuatu disampingnya dan sepertinya hendak melemparkan kearahnya

"sudah, pergi sana.." usir Jongin kesal, dia tahu bahwa namja cadel itu ingin mengucapkan kata 'kondom', si cadel itu sama sekali tidak sensitive, padahal ada Kyungsoo didekatnya

"maaf hyung.. baiklah aku pergi" tutup Sehun, dia mengakhiri kalimatnya dengan memandang centil kearah Kyungsoo, lalu dia bergegas pergi

"tukang rusuh.." umpat Jongin pelan, dia lalu memandang tidak enak kearah Kyungsoo

"kasihan temanmu itu Jongin ah, dia berlari mengejar kita tadi, dan kita tidak memperhatikannya" kata Kyungsoo kalem

"itu karena kamu keenakan dalam pelukanku, jadi kita tidak sempat memperhatikan namja cadel itu" goda Jongin

Wajah Kyungsoo kembali memerah hebat,

"apa dia melihat kelakuan kita tadi?" Tanya Kyungsoo pelan, dia menunduk

"aku rasa tidak, dia tidak bisa melihat keadaan didalam mobil dari luar" jawab Jongin, dia tersenyum

"untunglah.."

"kenapa? Kamu takut?"

"bukan, hanya saja aku belum ingin hubungan kita diketahui oleh orang-orang" jelas Kyungsoo lagi

"my hidden love" tambah Jongin. akhirnya dia bisa membuat Kyungsoo jatuh cinta padanya, sesuatu yang dulu dipikirkannya sangat sulit terjadi

Kyungsoo memandang keluar jendela, dia menerawang dan mendesah, keputusannya untuk menerima cinta seorang Kim Jongin mungkin saja akan membuat masalah baru, terlebih lagi dengan yeoja yang bernama Jessica yang pernah mengancamnya. Kyungsoo menebak mungkin saja yeoja itu tidak akan tinggal diam saat mengetahui Jongin sudah memiliki dirinya

Kyungsoo mendesah pelan

Jongin tidak memperhatikan tingkah Kyungsoo, dia hanya tersenyum sendiri dan mulai menjalankan, melajukan mobilnya kembali. Dia sangat senang sekarang, happy day

.

.

.

"ini dimana?" Tanya Kyungsoo polos. Dia menatap sekelilingnya. Dia dan Jongin saat ini sedang berada disuatu tempat yang asing bagi Kyungsoo

Jongin tersenyum

"ini adalah Restoran ala Jepang yang terkenal itu Kyungsoo ya" jawab Jongin kalem, dia memegang tangan Kyungsoo dan menuntunnya untuk masuk

"jangan pegang tangan disini, nanti orang bisa lihat" kata Kyungsoo, dia menarik tangannya lembut

"oh, maaf" ucap Jongin, dia lupa bahwa namja kecil disampinya itu belum ingin menunjukkan kepada orang-orang mengenai hubungan mereka

Kyungsoo mengekor disamping Jongin. dia mendesah, sebenarnya Kyungsoo ingin dia dibawa ketempat romantis, misalnya diatas tower, di pantai, di perkampungan yang asri dan sejenisnya. Tapi rupanya namjanya itu memilih tempat makan mahal sebagai kencan pertama mereka. Hah.. kencan? Kyungso menganggap ini adalah kencan perdananya

Jongin memilih tempat duduk kosong disudut ruangan. Dekorasi ruangan yang elegan dan berkelas menyambut kedatangan Kyungsoo dan Jongin, mereka berdua duduk dengan manis

"kamu mau pesan apa?" Tanya Jongin pelan

"apa saja, sesuai yang kamu pesan saja Jongin ah" jawab Kyungsoo, dia tidak tahu jenis-jenis menu yang ditawarkan oleh restoran ini, jadi dia menyerahkan semuanya kepada Jongin untuk memilih

"bagaimana kalau kita memesan Jamur Matsutake dan Pizza steak daging sapi Kobe?" tawar Jongin pada Kyungsoo, dia membaca buku menu yang disediakan, dan sudah ada 1 pelayan yang datang serta siap mencatat pesanan makan mereka

"itu saja, jangan terlalu banyak" timpal Kyungsoo

Jongin tersenyum, dia mengatakan kepada pelayan yang disampingnya untuk membawakan makanan yang dipesannya, pelayan itu mengucapkan sekali lagi pesanan Jongin dan setelahnya dia segera bergegas menuju dapur

"seharusnya kamu tidak membawaku ketempat seperti ini.." gumam Kyungsoo pelan, dia memandang berkeliling

"kenapa?"

"tidak, hanya saja aku tidak enak. Aku merasa seperti namja yang 'memoroti' dompet namjachinguku" Kyungsoo menjawab sangat pelan

Jongin tertawa, tawa singkat yang membuat Kyungsoo cemberut

"jangan berpikiran seperti itu, kamu berlebihan Kyungsoo ya" sahut Jongin, dia memegang tangan Kyungsoo yang sedari tadi diatas meja

"tenang saja, tidak ada yang melihat tangan kita" lanjut Jongin cepat, dia bisa membaca pikiran Kyungsoo yang seakan takut-takut

Kyungsoo tidak menanggapi, namun dia membiarkan tangannya dipegang oleh namjanya tersebut

"kamu tahu Jongin ah, ini adalah kali pertama untukku.." kata Kyungsoo tiba-tiba,

"dalam hal?"

"pacaran, aku baru kali ini pacaran dan kamu adalah namja pertamaku" jujur Kyungsoo, dia tertunduk malu, dia bagaikan seorang perawan yang akan menjalani malam pertamanya

"jadi aku adalah namja yang beruntung, aku bisa mendapatkan namja yang masih polos dan masih suci" goda Jongin, dia semakin mempererat ganggaman tangannya

"mungkin bisa dikatakan seperti itu.."

"…"

"aku pernah berjanji akan berpacaran diusiaku yang ke-22 tahun, dan janjiku itu sudah kupenuhi" terang Kyungsoo pelan

Jongin tersenyum mendengar pengakuan polos Kyungsoo. Dia tidak ingin bertanya kenapa Kyungsoo berubah pikiran dan menerima cintanya, dia yakin bahwa bukan karena janji Kyungsoo yang akan berpacaran diusia yang ke-22 itu

Kyungsoo balas tersenyum, senyum bentuk hati yang melelehkan namja didepannya. Kyungsoo memalingkan wajahnya kesamping, tampak olehnya sebuah siluet seseorang yang sepertinya dia kenal, Kyungsoo penasaran dan memperjelas pandangannya kesegala arah

"kenapa?" Tanya Jongin, dia memperhatikan kemana arah mata Kyungsoo itu

"ah, tidak, bukan apa-apa" jawab Kyungsoo cepat, mungkin saja dia salah lihat

"aku ke toilet dulu Kyungsoo ya, jika makanannya sudah datang, langsung makan saja" kata Jongin kemudian, dia lekas beranjak

Kyungsoo mengangguk, dia menatap namjanya yang mulai menjauh menuju toilet restoran, lalu Kyungsoo kembali mengarahkan pandangannya kearah pintu keluar

Dan tiba-tiba…

"kamu mencariku.." seru sebuah suara, suara yeoja, yang tepat disamping Kyungsoo

Kyungsoo berpaling dan menatap yeoja itu, yeoja itu memakai kacamata hitam dan syal yang dililitkan dilehernya

"noona.." Kyungsoo membeliak

Yeoja yang dipanggil oleh Kyungsoo itu duduk, duduk ditempat duduk Jongin, dia menatap sekilas kearah hilangnya Jongin yang menuju toilet tadi. Yeoja itu lekas membuka kacamatanya dan tersenyum kepada Kyungsoo

"kita bertemu lagi" kata yeoja itu

"Jessica noona" gumam Kyungsoo, dia tidak percaya akan bertemu lagi dengan yeoja mantan Jongin itu

Yeoja yang ternyata adalah Jessica itu memperbaiki duduknya dan mulai berbicara kembali

"jangan panggil aku noona, aku bukan kakakmu.." jelas Jessica

Kyungsoo tidak menanggapi

"aku hanya ingin tahu tentang hubunganmu dengan Jongin.." ucap Jessica, memperjelas tujuannya untuk berbicara dengan Kyungsoo

Kyungsoo masih belum berujar, rupanya siluet yang dilihatnya tadi adalah yeoja didepannya, yeoja yang menurut Jongin sudah berstatus sebagai mantan namjanya

"noona tidak bertemu dengan Jongin.. dia.."

"tidak, sepertinya namjaku itu tidak melihatku, baguslah" potong Jessica cepat, dia masih menganggap Jongin sebagai namjanya

"maaf, uang pemberian noona tempo hari sudah kukembalikan melalui Jongin, dia sepertinya.."

"aku tahu, aku tahu, lupakan hal itu.." potong Jessica lagi, sepertinya yeoja tersebut sangat hobi memotong kalimat Kyungsoo

"aku hanya ingin tahu bagaimana hubunganmu dengan Jongin, apakah dia sekedar teman atau…" Jessica menggantung kalimatnya, dia ingin melihat perubahan ekspresi Kyungsoo

Kyungsoo hanya berekspresi datar, rupanya yeoja dewasa dan bermuka tua dihadapannya harus dihadapi bukan dengan kelembutan

"tidak, aku dengan Jongin hanya berteman.." ucap Kyungsoo cepat, nadanya tegas

Jessica mendengus, dia tidak percaya begitu saja

"berteman dengan hanya makan berdua seperti sekarang" sindir Jessica

"apa salahnya, apa tidak boleh makan bersama seperti ini" balas Kyungsoo, dia tidak merubah wajah datarnya

Jessica berpikir sejenak

"kalau begitu aku minta maaf, mungkin aku sudah salah menduga tentang kalian" ujar Jessica tiba-tiba, terlihat perubahan mimik wajah yang drastis, entah itu akting atau apa

"eh?"

"ya, aku minta maaf…" ulang Jessica lagi

"aku memaafkan noona" kata Kyungsoo pelan, dia memang sudah memaafkan tingkah Jessica sejak kemarin

Jessica tersenyum,

"sepertinya kamu tidak cocok bekerja sebagai kasir supermarket" kata Jessica mulai tenang dan mendadak kalem

"…"

"apa kamu punya bakat tertentu, misalnya bernyayi atau modeling?" Tanya Jessica, yeoja itu merubah arah pembicaraan dengan sangat cepat

"eh, ah.. aku bisa nyanyi, sedikit-sedikit" jawab Kyungsoo ragu-ragu, dia masih tidak mengerti jalan pikiran yeoja mantan Jongin dihadapannya

"bagaimana jika kamu bergabung dengan suatu agensi ternama, aku mengenal agensi yang bagus dan cocok denganmu" tawar Jessica pelan, nyaris seperti berbisik

Jessica lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kartu nama dan menyodorkannya kepada Kyungsoo

"aku yakin kamu pasti akan tertarik, kamu cocok bergabung dengan agensi ini" jelas Jessica

Kyungsoo tidak langsung menerima kartu nama itu, dia mencoba menelaah dan mengamati kesungguhan Jessica, karena menurutnya ini aneh

"terima kartu nama ini, aku tidak akan memaksamu, tapi aku menyarankan untukkmu menghubungi agensi itu, atau kamu mau aku yang mengurusnya untukmu…"

"tidak, tidak.. biar aku saja yang menghubungi sendiri" potong Kyungsoo cepat, dia mengambil kartu nama pemberian Jessica tersebut, menatapnya sekilas dan memasukkannya kesakunya

"begitu lebih baik" Jessica tersenyum, Kyungsoo tidak membalas senyuman Jessica itu

"baiklah, aku pergi dulu.. sekali lagi aku minta maaf, karena salah sangka denganmu" tutup Jessica, dia lalu memakai kacamatanya dan lekas berlalu, meninggalkan Kyungsoo yang masih belum mengerti dengan perubahan sikap Jessica

Kyungsoo merogoh kembali sakunya, mengeluarkan kartu nama itu dan mulai membaca nama, nomor telefon dan alamat yang tertera dikartu itu, namun dia cepat-cepat memasukkan kembali kartu nama itu karena mendadak Jongin sudah datang dan mendekati meja Kyungsoo

"siapa tadi?" Tanya Jongin tiba-tiba, wajahnya serius

"bukan siapa-siapa" jawab Kyungsoo sekenanya

"jangan berbohong Kyungsoo ya, aku melihat semuanya" terang Jongin, namja itu mendudukkan dirinya dikursinya, pesanan makanan belum juga datang

Kyungsoo menarik nafas dan menghembuskannya pelan

"dia yeojachingumu, Jessica noona" jujur Kyungsoo, dia kembali mendesah

"sudah aku duga, aku melihatnya dari arah belakang tadi, dia bicara apa padamu Kyungsoo ya?" Jongin kembali mengintrogasi ala detektif conan

"tidak, yeoja itu hanya meminta maaf kepadaku" jawab Kyungsoo

"hanya itu?"

"dia.. dia.."

Jongin lalu mendekatkan kursinya ke Kyungsoo, dan memegang pundak kecil namja itu

"katakanlah, aku mempunyai firasat tidak baik dengan yeoja itu" kata Jongin, wajahnya serius

Kyungsoo berpikir, dia lalu merogoh kembali sakunya dan mengeluarkan kartu nama pemberian Jessica tadi,

"dia memberikan ini, dan menyarankanku untuk menghubungi dan bergabung dengan suatu agensi" jelas Kyungsoo seadanya, dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada Jongin

"dia yeoja yang baik, dia sepertinya ingin membantuku.." lanjut Kyungsoo pelan

Jongin secepat kilat mengambil alih kartu nama itu, mengamati dan membaca apa yang tertulis dikartu nama tersebut

Jongin lama berpikir dan sontak saja dia berseru, malah mirip berteriak

"yeoja sialan, rupanya dia belum menerima kata putus dariku" geram Jongin, dia memukul meja dengan tertahan

"aku.. aku tidak mengerti" kata Kyungsoo, wajahnya bingung

"yeoja itu ingin menjebakmu" jelas Jongin singkat, dia mengoyak-ngoyak kartu nama itu ditangannya

Kyungsoo masih memandang tidak mengerti, dia butuh penjelasan

"ini agensi film porno Kyungso ya.. dan tidak legal" lanjut Jongin menjelaskan

"eh?" Kyungsoo membelalakkan matanya yang sudah bulat

"ya, aku punya teman yang pernah masuk kesana, dia berakhir dengan mengenaskan, dia disiksa dan dipaksa melayani nafsu para krunya, dan itu direkam untuk kepentingan bisnis mereka" Jongin masih terus menjelaskan, dia tidak habis pikir bagaimana Jessica bisa tahu tentang agensi bisnis lendir itu, atau yeoja tua itu terlibat sebagai orang dalam?

Kyungsoo menunduk, dia malu, sempat timbul keinginan dalam hatinya tadi untuk menghubungi nomor dikartu nama itu, untung saja dia jujur kepada Jongin, jika tidak, ah.. entah apa yang akan terjadi kepadanya kedepan

"terima kasih Jongin ah" ucap Kyungsoo, masih menunduk malu

"lupakanlah, yang penting kamu sudah tahu tentang hal itu" balas Jongin, dia melempar remasan kartu nama itu ke tempat sampah, dia geram dengan Jessica sekarang

"aku akan membuat perhitungan dengan yeoja itu" gumam Jongin

"aku mohon jangan Jongin ah, tidak usah memperpanjang masalah" kata Kyungsoo cepat,

"tapi Jessica betul-betul keterlaluan, aku sudah mengingatkannya untuk tidak mengganggumu lagi, tapi ternyata yeoja itu keras kepala.." ujar Jongin

"tapi masalah ini tidak akan selesai jika terus menerus saling balas… biarkan saja" Kyungsoo masih memaksa Jongin untuk tidak melabrak Jessica, Kyungsoo sadar bahwa dirinya juga salah, namja seperti Jongin memang seharusnya untuk yeoja, bukan untuk namja sepertinya, Kyungsoo menentang arus dengan menerima Jongin sebagai namjanya, namja pertamanya

Jongin berpikir, dia kasihan melihat wajah Kyungsoo yang penuh harap

"baiklah, aku tidak akan melakukan apa-apa kepada yeoja kurang ajar itu, tapi.. tapi kamu harus janji kepadaku untuk jujur, seandainya yeoja itu kembali menandatangimu.. aku tidak akan tinggal diam"

"baik, aku janji Jongin ah.." Kyungsoo tersenyum, dia lega

Makanan pesanan mereka datang beberapa saat kemudian. Dua jenis makanan dengan porsi besar dan tambahan minuman membuat meja mereka nyaris penuh. Jongin dan Kyungsoo mulai makan kemudian. Mereka makan dalam diam. Jongin masih jengkel dengan kenekatan Jessica yang masih mengganggu Kyungsoo-nya.

Jongin sudah merencanakan untuk romantis-romantisan sambil makan, namun rencana itu menguap bagai asap karena ulah Jessica tadi

.

.

o…o…o…o…o…o…o

Sehun merapikan menampilannya. Dia memakai jas panjang dan kacamata baru, tentu saja dia membelinya dengan uang pemberian dari Jongin. posisinya sekarang yaitu disamping kediaman Keluarga Jung. Sehun tidak ingin terlalu dekat dengan pintu gerbang rumah itu, karena ada penjaga disana yang mungkin saja akan mencurigai gerak dan geriknya

Sehun ditugaskan menjalankan misi rahasia, misinya yaitu mencari tahu dan memperoleh bukti mengenai perselingkuhan anak bungsu keluarga Jung, Krystal. Dan dengan bukti tersebut, Jongin dengan mudah memutuskan Krystal, karena tabiat dan perilaku Krystal sangat berbeda dengan kakaknya, yeoja itu sangat meledak-ledak dan tidak bisa diputuskan tanpa alasan yang jelas

Sehun mengamati dari jauh, dia menunggu apakah ada pergerakan dari rumah yang diintainya

Namja cadel itu masih berusaha mengamati dan tiba-tiba sebuah suara yeoja mengagetkannya,

"kamu sedang apa disitu?" seru yeoja itu bertanya, suaranya mengagetkan Sehun

Sehun hampir saja menjatuhkan kamera kecil ditangannya

"eh Jessica noona, noona sedang apa disini?" Sehun ngeles dan bertanya balik

"seharusnya aku yang bertanya bodoh, rumahku disana.. aku memperhatikanmu sedari tadi memandangi rumah keluargaku, ada apa?" Jessica curiga, dia meneliti penampilan Sehun yang aneh, namun dia berusaha mengacuhkannya, seperti biasanya, namja teman mantan pacarnya memang sudah aneh dan labil

"eh, anu.. aku… aku tadi diturunkan oleh Jongin hyung, dan sekarang aku…" gagap Sehun, dia malah jujur dan hampir saja kelepasan bicara, Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"ayo, kebetulan kamu disini, aku ingin bicara denganmu… kita bicara didalam saja" ucap Jessica yang berjarak 3 meter dari mobilnya.

"eh?" Sehun gelagapan, dia tidak menyangka akan disuruh masuk, dia tadi tidak sadar bahwa mobil Jessica berhenti tepat disampingnya, mungkin saking fokusnya dia dengan rumah mewah keluarga Jung

"ayo masuk, tenang saja, omma dan appaku tidak ada.." jelas Jessica

"baiklah" balas Sehun, namja itu terlalu fokus pada buah dada Jessica yang menonjol ketat

Jessica lalu berbalik dan masuk kembali kedalam mobilnya, sedangkan Sehun dengan berjalan kaki dan mengekor dibelakang mobil Jessica

.

.

.

"kamu mau minum apa?" tawar Jessica, dia masih menggunakan pakaian dan seragam bekerjanya, dia hanya melepas pakaian luar yang mirip jaket dengan aksen bulu-bulu dilehernya

"apa saja, yang penting bukan racun dan obat tidur… eh, maksudku yang penting dingin saja" Sehun meralat kalimatnya, kalimat 'ngasal' yang sering keluar begitu saja

"baiklah, tunggu disini aku akan menyuruh…"

"tunggu noona, dimana kamar Krystal?" potong Sehun, dia memberanikan dirinya bertanya dengan cepat

Jessica mengernyitkan dahinya,

"kenapa? Kenapa kamu bertanya tentang kamar adikku?"

"tidak, hanya saja mungkin Krystal ada dikamarnya, noonakan tahu kalau aku pernah satu sekolah dengan Krystal…" jelas Sehun, dia memberikan alasan yang tepat kali ini

"Krystal sedang keluar, tapi mungkin saja sebentar lagi dia datang.."

"…"

"kamarnya dilantai dua, itu disana, bisa terlihat pintu atasnya dari sini.." kata Jessica sambil menunjuk kearah lantai 2,

Sehun menatap kearah telunjuk Jessica, dia bisa melihat bagian atas pintu kamar Krystal,

"dikamarnya sekarang hanya ada pembantu saja, sepertinya sedang membersihkan kamarnya" lanjut Jessica lagi

Sehun mengangguk-angguk pelan, otaknya mendadak jalan, dia punya ide, ide yang cukup berani sepertinya

"baiklah, tunggu sebentar, aku akan menyuruh pembantuku membuatkanmu minuman.." Jessica berdiri dengan cuek, dia sekalian ingin mengganti baju kerjanya, meninggalkan Sehun yang sedang menyusun rencana dalam pikirannya

"lama juga tidak apa-apa noona.." sahut Sehun, Jessica tidak menanggapi kalimat Sehun itu

Sehun terus mengamati pintu kamar Krystal dari bawah tempatnya, dia juga menatap sekeliling, ada beberapa pembantu rumah tangga yang melintas, namun mereka hanya menunduk saja dan lekas berlalu

Tepat sesuai prediksi Sehun, pintu kamar Krystal terbuka dan seorang pembantu yang lumayan tua keluar sambil membawa pakaian kotor. Sehun menunggu pekerja rumah tangga itu berlalu dan Sehun mulai beranjak, untuk menjalankan aksinya

Sehun menaiki tangga untuk menuju kamar Krystal, aksinya terbilang nekat, karena dia belum pernah sekalipun naik kelantai 2 tersebut

Sehun lalu bergegas mendorong pintu kamar Krystal, sesuai prediksinya kamar itu tidak dikunci, Sehun dengan cepat bergegas masuk dan menutup pintu itu,

Namja berkulit sangat putih itu menatap berkeliling, ruangan kamar Krystal didominasi dengan warna pink cerah. Sehun merogoh sakunya, dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya itu

Sehun meletakkan benda itu disamping sebuah pigura foto yang berdiri tepat disamping meja rias kepunyaan Krystal, dalam pigura itu terpampang nyata sosok Krystal bersama seorang namja, dan namja itu adalah Jongin

"sebentar lagi hubungan kalian akan berakhir… end.." gumam Sehun pelan, dia terkikik sendiri. Dia memperbaiki letak benda yang disimpannya agar lebih tersembunyi, namun tetap berfungsi sebagaimana mestinya

Sehun hendak keluar, namun dia menghentikan langkahnya karena melihat sesuatu benda, benda itu tergantung indah dibelakang pintu, sebuah BH

"hm.. ukurannya berapa ya? 36, 37, 39.. ah" gumam Sehun, dia sama sekali tidak mengerti ukuran BH seorang yeoja, Sehun hanya membayangkan dan membandingkan buah dada kakak-adik Jung itu

Sehun tertawa pelan, walau jantungnya berdegup karena takut ketahuan, namja itu bergegas membuka pintu kembali dan mengintip keluar, sepertinya aman. Sehun berhasil keluar tanpa ketahuan

Sehun berujar 'yes' pelan dan mulai melangkah untuk turun, namun suara Jessica mengagetkannya

"kenapa kamu disana?" Tanya Jessica dari awah bawah, dia sudah mengganti pakaiannya

"eh, itu… aku mencari toilet.." Sehun mengungkapkan alasan yang langsung terpikir olehnya

Jessica mengernyitkan dahinya, dia sedikit curiga dengan gelagat Sehun, namun kecurigaannya itu luntur karena seperti biasa sikap namja rekan Jongin itu selalu ajaib alias aneh

"turunlah cepat, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu.." jelas Jessica

Sehun mengelus dadanya pelan, dia selamat, yeoja tua itu tidak bertanya macam-macam

.

.

.

"aku.. setahuku mereka hanya berteman" jelas Sehun, dia menjawab pertanyaan dari Jessica, posisinya sekarang sudah duduk manis kembali, dia ruang tamu

"apa kamu yakin?" Jessica belum sepenuhnya percaya, dia menyilangkan kakinya dan bergaya seksi, tepat dihadapan Sehun

Sehun mulai gelisah, dia terus menerus tidak fokus dan melirik sekilas kearah paha Jessica yang putih mulus

"ak..aku yakin, aku sering bersama Jongin hyung… nama namja itu Kyungsoo" lanjut Sehun memberikan jawabannya, dia mulai menyeruput minuman dingin yang disediakan oleh pembantu keluarga Jung

"aku tidak peduli dengan nama namja itu, yang aku ingin tahu seberapa jauh hubungan mereka"

"noona yang cantik jelita, mereka hanya teman… hanya teman" tegas Sehun, dia sedikit memuji, memuji dengan nada jengkel

"oh, baiklah…sepertinya aku hanya membuang-buang waktu mengajakmu masuk.. jadi.."

"oh, kalau begitu aku permisi dulu noona, aku juga tidak akan membuang-buang waktu disini, sebenarnya aku sangat sibuk…aku banyak les, lesa bahasa, les sempoa, les memancing…" potong Sehun, dia lekas berdiri dan beranjak

"eh, tapi.."

"permisi noona.. terima kasih atas minuman dan kuenya" tutup Sehun, dia melangkahkan kakinya menuju pintu, namun dia kembali berhenti, namja itu mengambil beberapa kue lagi dan setelah itu dia benar-benar pergi, meninggalkan Jessica yang tidak bisa berkata apa-apa

Sehun keluar dari rumah keluarga Jung dengan sukacita, misinya sudah setengah jalan, tinggal hanya menunggu waktu saja, dia menyerahkan selebihnya kepada benda yang disimpannya dikamar milik Krystal

Sehun terkekeh penuh kemenangan

.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin dan Kyungsoo menikmati kencan pertama mereka tanpa kenal waktu. Mereka berkunjung beberapa tempat, mulai dari pusat perbelanjaan, biskop, game zone, museum, dan kebun binatang

"hari sudah malam Jongin ah.." kata Kyungsoo, walau dia sedikit kecewa karena tidak diajak kepantai atau kelaut misalnya, namja disampingnya hanya mengajaknya ketempat-tempat ramai dan menghabiskan uang banyak

"tenang saja, aku akan mengantarmu pulang.."

Mereka berdua saat ini sedang berada disebuah taman bunga, dimana tempat tersebut banyak namja dan yeoja yang memadu kasih

Jongin dan Kyungsoo mendudukkan dirinya disebuh kursi panjang, hanya mereka berdua saja

"aku takut ommaku khawatir Jongin ah, aku belum pulang sedari selesai kerja tadi.." desah Kyungsoo, dia meletakkan tangannya diatas kursi

"pasti ommamu alias calon mertuaku akan mengerti.." balas Jongin, dia meletakkan tangannya diatas telapak tangan Kyungsoo,

"Jongin ah.."

"tenang, tidak akan ada yang melihat tangan kita ini… kamu tenang saja" Jongin semakin mempererat genggaman tangannya

Mereka berdua hanya bisa melakukan itu saja, mereka tidak ingin mengumbar cinta mereka dihadapan umum, terutama Kyungsoo, dia belum siap

Jongin semakin memperpendek jarak duduknya dari Kyungsoo, namja kecilnya itu

Tidak lama kemudian, ponsel milik Jongin berdering, memperdengarkan lagu hits milik boyband Exo,

"siapa..?" Tanya Kyungsoo, dia melihat wajah Jongin yang langsung malas dan tidak mengangkat panggilan untuknya itu

"Jessica.." jawab Jongin pelan, dia masih saja tidak enak mengucapkan nama yeoja itu didepan Kyungsoo

"angkat saja"

"tidak, aku sudah putus dengan yeoja sialan itu…"

Kyungsoo mendesah, dia lalu tersenyum, namja disampingnya itu sepertinya benar-benar ingin mengakhiri hubungannya dengan Jessica

Tanpa sadar, Kyungsoo menyandarkan kepalanya dibahu kokoh Jongin, dia sedikit melupakan bahwa tempat mereka sekarang adalah tempat umum dan siapa saja bisa melihat kemesraan mereka berdua

Jongin tersenyum, dia melirik sekilas Kyungsoo yang menyandar dibahunya. Namun senyum khas Jongin itu mendadak hilang, dia menangkap suara cekikikan yang sangat dia kenal, suara tersebut awalnya samar-samar, namun lama kelamaan suara itu semakin jelas, karena terbawa angin

"maaf Kyungsoo ya, kamu tunggu disini dulu, jangan kemana-mana, aku akan segera kembali" ujar Jongin tiba-tiba

"i..iya.." balas Kyungsoo, dia menormalkan posisinya lagi. dia sedikit bingung, dan bertanya-tanya, namun dia meng-iyakan saja

Jongin mengelus singkat rambut Kyungsoo, dan setelahnya dia lekas pergi, mendekati sumber suara, Jongin sangat penasaran

Jongin berlari kecil, namun tetap mempertahankan agar langkahnya tidak dikenali. Namja berkulit seksi itu semakin dekat dengan sumber suara, dia menyingkap rimbunan daun dan bunga yang jadi penghalang pandangannya, sesuai tebakannya dalam hati, dia tepat menatap seorang yeoja yang sedang berciuman dengan seorang namja. tawa terkikik yeoja itu sedari tadi sudah hilang, karena bibirnya sudah 'disumpal' dengan bibir namja partnernya

"dasar yeoja jalang… ternyata selama ini kamu selingkuh dibelakangku" umpat Jongin sadis, perkataannya mengagetkan namja dan yeoja yang berciuman itu.

Jongin geram,

"mulai hari ini kita…"

"jangan-jangan oppa, jangan.. aku tidak ingin putus.." potong yeoja itu, dia terisak dengan gaya bitchy yang kentara, mengabaikan namja partner ciumannya yang shock karena ketahuan

Yeoja itu memperbaiki belahan dadanya yang terbuka lebar, selama beberapa menit yang lalu daerah intim itu teraba dan terhisap oleh namja disampingnya

Jongin menggeleng, dia sadar bahwa tidak mudah mengucapkan kata putus untuk yeoja dihadapannya itu, Krystal

.

.

.

.

.

.

.

TBC

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Chapter 7 up, maaf jika chap ini kurang greget.. he…he… sebentar lagi FF ini akan tamat dan mencapai endingnya, mungkin tinggal 1 atau 2 chapter lagi. FF ini memang minim konflik, konflik tidak akan ditambah lagi karena sudah sesuai dengan plotnya yang tidak sampai 10 chapter, sangat berbeda dengan 2 FF buatanku terdahulu 'The Secret Boys' dan 'Good boy Bad boy' yang sangat kompleks dan banyak konflik. Terima kasih kembali untuk pembaca yang selalu menyempatkan untuk komentar dan Review baik yang punya akun dan yang guest, satu atau dua kata kalian menjadi dorongan untuk tetap melanjutkan FF sederhana ini

Untuk yang masih tidak menyangka kalau aku ini Author Namja, aku mohon maaf sudah merusak perkiraan kalian ya…he..he… anggap saja aku author yang sesuai pemikiran pembaca saja, mau anggap namja atau yeoja, yang penting pembaca menikmati FF ini saja, jangan hiraukan jenis kelamin authornya… he…he…

Cuap-cuapnya kepanjangan lagi.. maaf… akhir kata Reviewnya kembali ditunggu ya… salam…

Thanks to Review :

KaisooLovers, metacho137, nisakaisa, SognatoreL, lailatul. magfiroh. 16, humairah9394, me1214, NatasyaNs, t.a, dims, EXO88, cuwon, ayusafitri35, ViraaHee, maple fujoshi2309, mrblackJ, dekaeskajei, cahayaanjanie, beng beng max, thelostisland35, kaisooya, Kaisooship, lolamoet, kaiLa wu (guest), 1214 (guest) DOKIMKYUNGSOOJONGIN, dokimkyungsoojongin, Guest, Huang Zi Lien, meliarisky7, SuvinaAsantoni, MyeonSoo Baby, , soo kyungs, all favorite and follow my FF