Previous Chapter …

.

.

Kyuhyun menatap heran wajah Sungmin yang terlihat seperti mengkhawatirkan sesuatu. "Wae?" tanyanya pada Sungmin sambil menggenggam lembut tangan Sungmin.

"Le-lepas!" ucap Sungmin sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Kyuhyun. "Aku tak apa-apa!" ucapnya agak sinis.

"Yak! Kenapa sifat burukmu kambuh lagi? Apa kau sebegitunya tidak suka padaku? Padahal aku sudah baik padamu" protes Kyuhyun.

"Terserah aku! Aku mau baik padamu, aku mau kasar padamu, suka-suka a—"

"Lee Sungmin-ssi!"

Deg

Sungmin menggigit bibir bawahnya. Matanya terpejam erat dan kedua tangannya mengepal kuat. Ia benar-benar takut kalau seongsaengnim yang terkenal sangat tegas itu benar-benar memarahinya.

'Huwaa~ Eotthokke?' jeritnya dalam hati.

.

.

.

~ FALL IN LOVE ~

.

By Mei Hyun15

Genre :

Romance

Disclaimer :

Saya hanya meminjam nama mereka. Fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.

Rate : T

Warn : genderswitch, gaje, typo(s), abal, aneh dsb

!DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

Enjoy reading ^^

.

.

~ Chapter 6 ~

.

.

Dengan perasaan takut-takut, Sungmin memutar tubuhnya perlahan. "U-umm… seongsaengnim… mi-mian—"

"Kyuhyun-ssi? Kau sudah datang? Kenapa tak menghubungiku? Aku sudah menunggumu sejak tadi. Lalu kenapa kau bisa bersama dengan Sungmin-ssi?" tanya seongsaengnim itu pada Kyuhyun.

"Dan kau Lee Sungmin-ssi… Darimana saja kau? Katanya kau ke toilet sebentar, kenapa perginya lama sekali? Kau berniat bolos ya? Apa kau lupa kalau pertunjukkan ini akan dipentaskan kurang dari 2 minggu lagi?" tanya Kim seongsaengnim sambil menatap tajam Sungmin.

Sungmin menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil meremas ujung T-shirt yang dikenakannya. "U..umm… Mianhamnida seongsaengnim… a-aku…"

"Min-ah… Gwenchana… Akan kujelaskan semuanya pada seongsaengnim" bisik Kyuhyun lembut di telinga Sungmin.

"Ah… Songsaengnim… Mianhamnida karena sudah membuat anda menunggu dan tidak menghubungi anda sebelumnya… Tolong jangan marahi Sungmin-ssi. Tadi akulah yang mengajaknya membolos. Dia sedang sakit. Tadi aku hanya mengajaknya makan sebentar agar dia bisa meminum obatnya. Tolong maafkan dia" bungkuk Kyuhyun sopan pada Kim seongsaengnim.

Sungmin menatap tak percaya pada Kyuhyun.

Mwo? Jadi sekarang Kyuhyun menyelamatkannya setelah sebelumnya dia mengerjai dirinya pagi tadi?

"Aigoo~ Sungmin-ssi… Kenapa kau tak bilang padaku kalau kau sedang sakit? Maaf tadi sudah membentakmu terlalu keras. Aku hanya tidak mau anak didikku main-main dalam waktu latihan yang sangat sempit ini"

"Ah… ne… tidak apa-apa seongsaengnim…" bungkuk Sungmin sopan pada Kim seongsaengnim.

"Baiklah. Kalau begitu, sekarang cepatlah bergabung dengan teman-temanmu"

"Ne" sahut Sungmin singkat sebelum ia bergabung kembali bersama teman-temannya yang lain.

-000-

"Kalian semua cepat kemari!" panggil Kim seongsaengnim pada Sungmin dan teman-temannya.

"Ada apa seongsaengnim?" tanya salah seorang teman Sungmin.

"Pelatih baru kalian sudah datang. Aku akan memperkenalkannya pada kalian" ujar Kim seongsaengnim sambil tersenyum. "Kyu-ssi, kemarilah…" panggil Kim seongsaengnim pada Kyuhyun.

"Annyeong… Mulai hari ini aku akan melatih kalian menggantikan Kim seongsaengnim. Kalian bisa memanggilku Kyu-hyung, Kyu-oppa, Kyu-sunbae… terserah kalian saja. Bangapseumnida" Kyuhyun memperkenalkan dirinya dengan ramah disertai senyum manisnya pada hoobae-hoobae yang akan dilatihnya mulai hari ini.

"Dan pelatih satunya lagi… mm…" ucap Kim seongsaengnim ragu-ragu. "Mm… Kyu-ssi… temanmu—"

"Ah… Mianhamnida" potong seseorang yang baru saja datang. "Mianhamnida Kim seongsaengnim. Aku datang terlambat" ucap seorang namja yang datang dengan style pakaian mirip Kyuhyun. Benar-benar tertutup.

"Ah… Gwenchana. Silahkan perkenalkan dirimu" ucap Kim seongsaengnim mempersilahkan.

Kyuhyun yang mengenali namja itu dari suaranya, memandang tajam sosok tersebut dengan pandangan meminta penjeleasan dari namja tersebut.

Namun namja tersebut—yang mengerti dengan pandangan penuh tanya Kyuhyun—hanya tersenyum lalu membalikkan badannya menghadap ke hoobae-hoobaenya.

"Annyeong yeorobun!" bungkuknya memberi salam penghormatan. "Mulai hari ini akulah yang akan melatih koreo kalian. Kalian bisa memanggilku Hae-hyung, Hae-oppa, Hae-sunbae… yah… terserah kalian saja" sapa namja itu ramah.

Dan perkenalan diri dari namja itu membuat tiga orang yang berada disana tercengang kaget.

-000-

"Hei, Sungminnie… Bukankah mereka itu saudaramu?" bisik Eunhyuk pada Sungmin yang berdiri disampingnya.

"N-ne… Sepertinya begitu" sahut Sungmin tak yakin.

"M-mwo? Sepertinya?" kaget Eunhyuk. "Ya! Saudara macam apa kau ini? Kenapa kau berkata 'sepertinya'? Apa kau tidak mengenali saudaramu sendiri?" Eunhyuk memukul pelan lengan Sungmin.

"Aish… Kau ini… Mana kutahu!" dengan sedikit kasar, Sungmin menyingkirkan lengan Eunhyuk yang bertengger indah di bahu kanannya. "Aku saja baru mengetahuinya dua hari yang lalu kalau aku bersaudara dengan mereka" jawab Sungmin asal sambil mempoutkan bibirnya.

"Mwo? Kenapa bisa seperti itu?" tanya Eunhyuk penasaran.

"Tempat tinggal mereka sangat jauh" jawab Sungmin asal—lagi. "Sudahlah Lee Eunhyukkie… Lebih baik kita fokus latihan" ucap Sungmin sebelum melangkahkan kakinya untuk bergabung berlatih bersama teman-temannya yang sudah lebih dulu berkumpul di sudut yang tidak terlalu jauh dari tempat Eunhyuk dan Sungmin berdiri tadi.

-000-

Setelah selesai latihan…

Sungmin terlihat duduk menunduk di salah satu bangku yang ada di dalam gedung pertunjukkan tersebut.

"Min-ah? Gwenchana?" Kyuhyun menepuk bahu Sungmin lembut.

"Gwenchana…" jawab Sungmin lemas sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap Kyuhyun sekilas, lalu menunduk kembali.

"Kenapa lesu begitu? Apa kau mempunyai suatu masalah?" tanya Kyuhyun pada Sungmin.

"Gwenchana… Kajja! Kita pulang sekarang. Ini sudah terlalu malam." Sungmin beranjak dari duduknya lalu merapikan partitur-partitur lagunya dan memasukkannya ke dalam tasnya.

"Baiklah…" ujar Kyuhyun sambil mengambil tasnya.

-000-

Di perjalanan pulang…

"Kenapa dari tadi diam saja? Apa perutmu sakit lagi? Kau tidak apa-apa kan?" tanya Kyuhyun pada Sungmin dengan nada khawatir sambil melihat Sungmin sekilas.

"Ne… perutku sudah tidak apa-apa. Kau tak perlu mengkhawatirkannya. Lagipula aku sudah biasa mengalaminya"

"Kau itu harus selalu memperhatikan kesehatanmu walau sesibuk apapun. Apa kau tidak tahu kalau kesehatan itu sangat penting? Jaga pola makanmu dengan baik supaya penyakit maag-mu itu tidak kambuh terus-terusan"

"Aish… Kau ini cerewet sekali… Tidak usah kau jelaskan seperti itu pun aku juga tahu kalau kesehatan itu penting. Umma-ku juga suka sekali cerewet menanyakan aku sudah makan atau belum kalau kebetulan ia sedang punya waktu untuk meneleponku"

"Tentu saja umma-mu mengkhawatirkanmu… Mana ada orangtua yang tidak khawatir kalau anaknya sedang sakit? Kau ini benar-benar—"

"Aish… sudahlah… Kau ini berisik sekali sih? Sudah… fokus saja menyetir… jangan menceramahiku lagi… Aku sedang bosan diceramahi"

"Aish… Kau ini…" desah Kyuhyun. "Oh iya, tadi kulihat temanmu yang bernama Lee… Eng… Eun… Ah… Siapa lah itu nama—"

"Lee Eunhyuk" sahut Sungmin cepat. "Wae?"

"Apa yang kalian bicarakan? Kau memberitahukan identitas kami padanya?" tanya Kyuhyun sambil memandang Sungmin sekilas.

"Ani… Aku bukan tipe orang yang suka melanggar janji" jawab Sungmin datar.

"Lalu?"

"Dia hanya menanyakan tentang kalian. Apakah kalian 'saudara'ku atau bukan" ucap Sungmin, menekankan pada kata saudara.

"Hhh… Min-ah… Apa susahnya menganggap kami saudaramu selama latihan drama musikal ini?" ucap Kyuhyun memelas.

"Tentu saja susah. Aku baru saja kenal dengan kalian, tapi kalian sudah seenaknya sendiri. Apalagi kau!" tunjuk Sungmin tepat di wajah Kyuhyun. "Kau benar-benar orang yang menyebalkan!"

"Hhh…" desah Kyuhyun untuk yang kesekian kalinya. "Min-ah… tolonglah… Hanya sampai drama musikal ini selesai" mohon Kyuhyun.

"Hmm" gumam Sungmin menyahuti Kyuhyun.

"Lalu, apa yang kau katakan padanya tentang kami?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Aku hanya mengatakan kalau kita baru bertemu 2 hari yang lalu dan baru mengetahui kalau kita ini bersaudara. Lalu aku mengatakan kalau itu terjadi karena tempat tinggal kalian sangat jauh. Kau puas?"

Kyuhyun hanya mengangguk sambil tersenyum. "Jeongmal gomawo"

"Hmm" angguk Sungmin "Dan satu lagi… Jangan panggil aku Min-ah" ucap Sungmin dingin.

"Eh? Wae? Bukankah temanmu ada yang memanggilmu begitu? Atau… Kau mau kupanggil Minnie, seperti Heechul noona dan Eunhyuk itu memanggilmu?" tawar Kyuhyun ragu.

"Itu juga tidak boleh" sahut Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan tajam. "Cukup panggil aku Sungmin saja. Terserah dirimu mau menambahkan embel-embel '-ssi' atau '-ah' atau apa saja lah. Yang penting jangan panggil aku Min-ah apalagi Minnie. Arraseo?"

"Ne… Baiklah kalau begitu… Sungmin-ah…" ucap Kyuhyun ragu.

'Yeoja ini aneh sekali' batin Kyuhyun dalam hati sambil tetap fokus pada jalanan yang ada dihadapannya.

-000-

#Next day…

Gedung Pertunjukan SM University

"Baiklah… Latihan hari ini cukup sampai disini… Kita lanjutkan lagi besok jam 10 pagi disini. Apa ada pertanyaan?" tanya Kyuhyun pada Sungmin dan teman-temannya.

"Tidak ada sunbae…" jawab mereka semua kompak.

"Ne… kalau begitu kalian boleh pulang sekarang"

"Ne… Gamshahamnida~" sahut mereka berbarengan, kemudian meninggalkan gedung pertunjukkan tersebut.

"Sungmin-ah… Gwenchana? Kenapa setiap kali selesai latihan wajahmu selalu muram begitu? Wae? Mau menceritakannya padaku? Mungkin saja aku bisa sedikit membantumu" tawar Kyuhyun sambil mengusap lembut bahu Sungmin yang sejak tadi diam dan menundukkan kepalanya.

"Gwenchana…" sahut Sungmin datar sambil mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun. "Aku bilang aku tidak apa-apa. Kenapa kau menatapku seperti itu?" kening Sungmin berkerut ketika mendapati Kyuhyun sedang menatapnya dengan tatapan khawatir.

"Jinjja?" tanya Kyuhyun memastikan.

"Eung…" Sungmin menganggukkan kepalanya. "Eumm… Apa kau ada jadwal penting hari ini?" tanya Sungmin pada Kyuhyun yang kini tengah menatapnya bingung.

"Wae? Tumben sekali kau menanyakan jadwalku. Aku ini libur sampai satu bulan ke depan, memangnya ada apa?"

"Umm… itu… bisa tidak kau menemaniku makan ice cream di toko ice cream yang ada di dekat taman yang tidak jauh dari sini?" ucap Sungmin ragu-ragu. "Ka-kalau tidak bisa juga tidak apa-apa kok… Kalau begitu aku kesananya sendiri saja… Kau pulang duluan saja… Aku bisa pulang dengan naik bis nan—"

"Kajja!" Kyuhyun menarik tangan Sungmin sebelum Sungmin menyelesaikan ucapannya.

-000-

Kedai ice cream

"Euuunngg~~ Mashitaaa~~" Sungmin begitu lahap memasukkan ice cream vanilla yang dipesannya itu ke dalam mulutnya.

"Kau ini seperti anak kecil yang tidak pernah makan ice cream saja" gerutu Kyuhyun yang heran melihat tingkah kekanakkan Sungmin.

Namun dibalik gerutuannya itu, dia tersenyum kecil ketika melihat seulas senyum tergambar pada wajah senang Sungmin yang kini semakin terlihat menggemaskan itu.

"Sudah lama sekali tidak mampir ke sini, jadi senang… Ternyata rasa ice cream-nya masih sama dengan yang dulu sering kumakan" ucap Sungmin disela-sela suapannya.

"Ne… ne… aku tahu kalau kau itu sangat suka ice cream… Tapi ingat, jagalah suaramu baik-baik. Pertunjukkan drama musikalnya sudah tinggal seminggu lagi" ujar Kyuhyun mengingatkan.

"Ne… Aku tahu itu… Makanya aku ingin makan ice cream sekarang, supaya saat drama musikal nanti suaraku tidak serak" ucap Sungmin sambil tersenyum sebelum memasukkan sesendok ice cream lagi ke dalam mulutnya.

"Hmm… Oh iya, bagaimana dengan lagu-lagu lain yang akan kau bawakan? Aku baru sempat melatihmu 2 lagu"

"Tenang saja… Aku sudah menghafal lagunya dan berlatih dengan baik. Kau tidak perlu khawatir" sahut Sungmin santai.

"Aish… Kau ini… Menyanyikan lagu-lagu ballad itu sangat berat tahu! Kau tidak boleh menyepelekan hal itu. Kau harus berlatih dengan sungguh-sungguh supaya kau benar-benar bisa menguasai lagu itu dengan membawakan dan menghayatinya dengan baik."

"Ne… Ne… Arraseo… Kau tidak perlu menceramahiku seperti itu. Aku sudah tahu" sahut Sungmin cuek sambil terus menyendokkan ice cream ke dalam mulutnya.

"Aish… Kau ini benar-benar sulit dinasehati ya?" Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Sungmin.

"Oh iya, karena hampir keseluruhan lagu-lagu yang akan kau nyanyikan itu lagu ballad dan tingkat kesulitannya juga cukup berat, bagaimana kalau kau mengikuti latihan khusus setelah selesai latihan di SM?" tawar Kyuhyun tiba-tiba.

"Mwo? Latihan khusus?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung.

"Iya… Latihan khusus yang sangat spesial. Kau akan menjadi orang yang sangat beruntung bila kau menerima tawaran ini. Eotte? Mau tidak?" tawar Kyuhyun lagi.

"Apa itu akan menguntungkanku?"

"Tentu saja! Bahkan akan sangat sangat menguntungkanmu, dan bisa menguntungkan Heechul noona juga" ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

"Mwo? Kenapa bawa-bawa Heechul eonnie segala? Kau ini sebenarnya merencanakan apa sih?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh selidik sambil mengerutkan alisnya bingung.

"Sudahlah… Nanti juga kau akan tahu sendiri" jawab Kyuhyun santai. "Jadi, mau tidak? Sebelum aku berubah pikiran…"

"Ne… Baiklah… Aku akan menerima tawaranmu. Tapi kalau sampai tawaranmu itu aneh-aneh bahkan sampai menyengsarakanku, akan kupastikan semua orang di SM tahu kalau kau ini adalah Cho Kyuhyun Super Junior supaya kau bisa pulang dengan 'sangat sangat selamat' dari orang-orang itu" ujar Sungmin dengan senyum manis yang menurut Kyuhyun sangat sangat mengerikan.

"Aish… Kau ini… Nada bicaramu itu menyeramkan sekali" Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan yang sulit diartikann.

"Baiklah… Bagaimana kalau latihannya setelah kita pulang dari sini saja? Aku akan menghubungi orang yang akan melatihmu itu sekarang juga dan menyuruhnya menunggu kita di Alstromeria Café. Eotte?" Kyuhyun meminta persetujuan Sungmin atas usulannya.

"Baiklah… Kebetulan aku juga sedang free dari tugas kuliah" sahut Sungmin setuju.

"Baiklah kalau begitu" Kyuhyun mengambil ponselnya di saku jaketnya dan menghubungi seseorang.

-000-

Alstromeria Café

"Hufftthh… Capeknya… Pelanggan yang datang hari ini begitu banyak" Seorang yeoja cantik tampak mengusap peluh yang perlahan mulai membanjiri dahinya.

"Aish… Kenapa disaat-saat seperti ini Minnie tidak ada? Gara-gara dia sibuk latihan drama musikal, café ini jadi kekurangan orang" desah yeoja itu sambil membereskan sebuah meja yang baru saja ditinggal oleh salah satu pelanggan tetapnya.

"Annyeong…"

Seorang yeoja mungil yang baru saja masuk ke dalam ruangan café tersebut berjalan pelan ke arah yeoja cantik tersebut.

"Annyeong Heechul eonni" sapa yeoja mungil tersebut sambil sedikit membungkukkan badannya ketika ia sampai di hadapan yeoja cantik tadi.

"Aigoo~ Chagi~" ucap Heechul girang sambil memeluk yeoja mungil tersebut erat-erat. "Kenapa tidak menghubungiku terlebih dahulu? Kapan kau sampai?"

"Hehehe… Mianhae eonni… Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu. Aku baru sampai sekitar 5 jam yang lalu" ucap yeoja mungil tersebut sambil tersenyum.

"Aigoo~ Kau ini…" Heechul mengusap-usap gemas kepala yeoja mungil tersebut hingga membuat rambut yeoja tersebut menjadi sedikit berantakan.

"Eonnie… Jangan merusak tatanan rambutku~" ucap yeoja itu sambil menundukkan kepalanya.

"Ah! Mianhae chagi…" Heechul segera merapikan rambut yeoja tersebut. "Bagaimana dengan umma dan appa-mu? Mereka sehat?"

"Ne eonnie" angguk yeoja tersebut. "Ah! Ahjumma menitipkan sesuatu padaku untuk eonnie. Untuk Sungminnie eonni juga ada"

"Ah… Baiklah kalau begitu. Kau duduk disini dulu ne? Aku harus melayani beberapa pelanggan yang baru datang. Tunggulah dulu disini. Aku akan membawa minuman dan cake spesial untukmu" ucap Heechul sambil tersenyum.

"Gomawo eonnie" ucap yeoja tersebut sebelum Heechul berlalu dari hadapannya.

-000-

"Mwo? Jadi saat kau pulang, anjing kesayanganmu itu sudah mati?"

"Ne eonnie…" angguk yeoja itu perlahan dengan raut wajah sedih. "Padahal umma dan appa sudah merawatnya dengan baik" Yeoja itu kembali menundukkan wajahnya.

"Sshh… Uljima chagi… Mungkin sudah waktunya dia pergi. Lagipula kasihan kalau dia lama-lama hidup di dunia ini. Dia hanya bisa diam di halaman rumah dan menahan sakit. Bukankah hal itu lebih menyiksanya?" Heechul berusaha memberikan pengertian pada yeoja itu sambil mengelus lembut punggung yeoja itu supaya yeoja itu lebih tenang.

"Ne eonnie" angguk yeoja itu sambil mengusap matanya yang mulai mengeluarkan lelehan beningnya lagi.

"Sekarang kau minum ini dulu ne? Setelah itu makanlah cake in—"

"Annyeong"

Seorang namja berkacamata hitam dengan sebuah masker hitam yang menutupi wajahnya berjalan masuk ke dalam ruangan café tersebut.

"Ah… Ne… Annyeong…" balas Heechul ramah padanya. "Silahkan duduk di meja nomor 4 di sebelah sana, karena meja yang lainnya sudah penuh" ucap Heechul sopan sambil menunjukkan letak meja nomor 4 yang dimaksudnya.

"Ah… Maaf… Bisakah aku menggunakan ruangan khusus di café ini? Kudengar di café ini ada ruang khususnya. Apakah masih ada yang kosong?"

Heechul tersentak kaget mendengarnya. Namun ia cepat-cepat menutupi kekagetannya itu dengan mengulas senyum terbaiknya pada namja tersebut.

'Mwo? Darimana dia mengetahui adanya ruangan seperti itu di tempat ini? Aku dan Sungmin tidak pernah memberitahukan tentang ruangan itu pada para pelanggan, kecuali dengan pelanggan yang meminta tempat untuk pertemuan bisnis dengan relasinya yang tentunya membicarakan masalah yang sangat privat. Lagipula, untuk apa namja ini meminta ruangan seperti itu? Dia kan hanya sendiri' batin Heechul di balik senyuman ramahnya itu.

"M-maaf… Tapi… Darimana anda tahu tentang ruangan itu?" tanya Heechul hati-hati pada namja itu.

"Aku hanya diminta untuk menunggu di ruangan itu oleh namdongsaeng-ku. Katanya sebentar lagi dia akan sampai"

"M-Mwo?" sentak Heechul kaget. "U-um… Kalau boleh tahu… Siapa? Mungkin aku mengenal namsaeng-mu itu. Bisakah kau memberitahukan nama saeng-mu itu?" pinta Heechul.

Namja itu terlihat berpikir keras.

'Kenapa tingkahnya menjadi mencurigakan seperti ini? Apa dia berbohong padaku dan mengaku-ngaku dengan alasan yang dibuatnya tadi?' batin Heechul curiga.

"Bagaimana tuan?" tanya Heechul lagi.

"A-ah… Itu… Aku tidak bisa mengatakannya di tempat seramai ini. Aku takut kalau ada yang mendengar pembicaraan kita. Itu…"

"Itu… Apa?" tanya Heechul tak sabaran.

"Begini… kata namsaeng-ku, mulai hari ini aku akan menjadi tutor khusus untuk yeosaeng-mu Lee Sungmin. Kau Kim Heechul, pemilik café ini, kan?" tanya namja itu.

"M-mwo? Jangan-jangan… Kau…"

.

.

.

.

.

.

.

Annyeooonngg~~ ^^

Saya datang bawa chap 6 ^^

Mianhae saya baru bisa update lagi, soalnya saya masih UN :'(

Ini aja curi-curi waktu buat publish, mumpung besok saya libur sementara
#plakk XD

Yah… Saya berada di salah satu provinsi yang UNnya diundur, jadi saya masih UN sampai tanggal 23 nanti, itu pun kalau soal UNnya datang, soalnya ada kabar kalau soal UN untuk hari senin dan hari selasa depan belum datang V.V
*malah curcol* #plakk

Semoga suka dengan cerita di chap ini ya ^^

Untuk yang nunggu kemunculan pair lain, mohon sabar ya?

Nanti pasti dimunculin kok ^^

Ini masih fokus ke KyuMin dulu. Kalau pair lain muncul ditengah-tengah, takutnya nanti yang baca bingung dengan ceritanya.

Sabar ne? ^^

.

Nah… Ini balesan untuk yang sudah mereview di chap sebelumnya ^^

dming : Ne… ga papa ^^ Ini KyuMin-nya udah banyak belum? Hehehe :p Ini udah lanjut. Semoga suka ne ^^

Tiasicho : Terima kasih atas support dan doa-nya ^^ Amiiinn… ^^ Ne… Ini udah lanjut. Semoga suka yah ^^

HyukBunnyMing : Terima kasih ^^ Rencananya saya mau bikin HaeHyuk momen setelah masalah untuk KyuMin selesai. Ditunggu aja ne? ^^

hikmajantapan : Hahaha… Yang sabar ne? Nanti dimunculin satu-satu kok :p Itu udah ada *tunjuk cerita diatas* XD

Cho Kyuri Mappanyukki : Hahaha… Terima kasih reviewnya ne chingu ^^

nonkyu : Jinjja? Ah… Terima kasih ^^ Terima kasih juga untuk support dan doa-nya. Ne… Ini udah lanjut. Tapi namja yang ditaksir Umin masih diumpetin identitasnya #plakk

hyona rae : Terima kasih ^^ HanChul moment ada, tapi nanti. Yang tua harus ngalah sama yang muda *lirik KyuMin* #plakk XD

JewelsStar : Hahaha… Mian yah… Identitas namja yang ditaksir Umin masih disembunyiin dulu. Mungkin saya munculin di chap depan atau di chap 8 #plakk Terima kasih untuk pengertiannya dan terima kasih untuk supportnya ^^ Saya pasti lanjutin fict ini sampai END ^^

wuhan : Hahaha… Iya… Habisnya janji permisi cuma sebentar tapi ternyata perginya malah lama sih *senggol Kyu* XD
Iya… Awalnya karakter Kyu itu Hae, tapi karena karakter Sungmin disini agak ga cocok untuk Hyuk, jadi saya bikin jadi KyuMin aja karena menurut saya Kyu asli lumayan cocok sama sifatnya disini. Hehehe :p

lia : Iya… Tapi Kyu juga kasian sering diajak berantem sama Ming #plakk XD

NadynaDyna : Ini udah lanjut. Semoga suka ^^

ZaAra eviLKyu : Hehehe… Ne… Saya juga ^^ Dan sekarang saya malah jadi KMS n HHS akut. Apalagi akhir-akhir ini HaeHyuk sering bareng n sering bikin moment mereka berdua n KyuMin mulai blak-blakan walau sedikit demi sedikit. Kyaa~~ o

wonnie : Ini udah lanjut. Semoga suka ^^

nova137 : Nde… Ga papa ^^ Namja yang Ming suka identitasnya masih disimpen dulu ne? Mungkin chap depan atau chap 8 akan saya keluarkan(?) #plakk XD

.

Terima kasih banyak untuk readers yang sudah meninggalkan review, mem-follow dan mem-favorite fict ini ^^

Terima kasih juga untuk SiDers yang sudah membaca fict ini ^^

.

Bagaimana dengan chap ini?

Yang mau lanjut,

Review pleaasseee~~

GamshaHAE

.

-Mei Hyun-