Title: Crazy!

Cast:

-Kim Ryeowook

-Kim Yesung

-Lee Donghae

-Lee Eunhyuk

-Choi Siwon

-Cho Kyuhyun

-Jiyeon and other

Genre: Romance, Comedy, School Life, Friendship

Disclaimer: Ini ff remake dari sebuah novel karya Emolicious. Saya hanya memberikan beberapa perubahan dan tambahan seperlunya.

Summary: Ryeowook terpaksa harus menjadi kekasih seorang preman sekolah karena sebuah permainan konyol.

Warning: Genderswitch, Typho(s) bertebaran. Update ngaret. Don't Like Don't Read, ok?

.

.

'Berhasil merebut milikku' ? Apa maksud Yesung mengatakan itu kepada Kyuhyun? Apa yang sebenarnya Kyuhyun rebut dari Yesung? Kenapa Yesung dan Siwon amat membenci Kyuhyun?

"Ugh..."Kyuhyun mengerang.

Akhirnya aku kembali sadar dan beralih kepada Kyuhyun, "Kamu tak apa-apa?" tanyaku kepada Kyuhyun sambil membantunya berdiri.

"Ak- aku tidak apa-apa.."

Aku mengalungkan tangan kanan Kyuhyun di leherku agar dia bisa berdiri. Lalu aku membantunya berjalan. "Kau mau kuantar ke rumah sakit?" tanyaku kepada Kyuhyun.

"Ah, tidak perlu.. Luka seperti ini dibawa tidur juga sembuh.."

Sepertinya Kyuhyun sudah biasa dengan luka seperti ini.. Yah, tidak heran sih...

"Terserah apa katamu, tapi yang pasti biarkan aku mengobati wajahmu dulu." kataku.

"Baiklah, tapi obatnya...?"

"Obat? Oh, aku selalu membawa obat." Aku mengorek tasku dan kukeluarkan kotak P3K ukuran mini milikku, lalu kupamerkan di depan wajah Kyuhyun.

"Kau selalu membawa barang begituan? Kau pasti sering terluka ya?"

Aku tak menjawab, aku hanya tersenyum saja. Tentu saja aku harus membawa kotak seperti ini, semenjak mengenal Yesung sepertinya benda seperti ini amat dibutuhkan dalam keadaan yang tak terduga. Lalu aku duduk dengan Kyuhyun di taman dekat Rumah Sakit dan aku mengobati luka-luka di wajahnya.

"Kenapa kau baik sekali kepadaku?" tanya Kyuhyun.

"Mana mungkin aku meninggalkan orang yang terluka, dasar bodoh."

"Lalu, kenapa kau tak pergi kepada Yesung tadi?"

"Itu.. itu karena..."

"Apapun itu.. Terimakasih karena kau tak meninggalkanku," katanya sambil tersenyum kepadaku.

Senyum Kyuhyun benar-benar manis dan tulus.. benar-benar menyilaukan maksudku. Jantungku sempat berdegup cepat dibuatnya, bagaimana caranya dia melakukan itu?

Aku akan mencoba tersenyum seperti itu kapan-kapan, siapa tahu orang akan terbuai seperti aku terbuai oleh Kyuhyun.. hehehe..

Aku mengobati muka Kyuhyun dengan kapas yang berakohol, dia hanya diam saja dan sesekali memberikan ekspresi kesakitan. Tidak seperti Yesung.. Yesung pasti akan meneriakiku.. Ia pasti akan mengoceh selama aku mengobati lukanya sambil beberapa kali melirik ke arahku.. Wangi colognenya pasti akan menggelitik hidungku dan membuatku memimpikannya sepanjang tidurku..

Berhenti Ryeowook! Jangan mengingat Yesung lagi!

"He- hei! Kamu kenapa?" tanya Kyuhyun kepadaku.

"Uh? Huh? A- apa maksudmu?" tanyaku bingung kepadanya.

"Kamu menangis..."

"Apa? Ah, hahaha.. aku tidak menangis kok.. heuk heuk hiks..."

Aku sangat merindukan Yesung, aku sangat merindukan Yesung sampai di titik dimana aku sulit bernafas. Tak kuduga aku bisa begitu merindukannya, aku sangat ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya, mencium aroma cologne nya...

Tiba-tiba Kyuhyun memelukku dan berkata, "Tak apa... Menangislah saja sekarang. Dengan kau menangis sekarang, kau dapat tersenyum untuk besok.. Lepaskan saja semuanya."

Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Kyuhyun entah sampai berapa lama.

Yesung... aku merindukanmu...

xXxXx

"Apa-apaan kau?! Bagaimana bisa kamu begitu jorok! Bajuku penuh dengar ingusmu!" protes Kyuhyun kepadaku. kami sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku (Kyuhyun mengantarku)

"Kan kamu sendiri yang bilang untuk melepaskan semuanya! Ya sudah aku lepaskan semuanya! Jadi kamu jangan protes," jawabku.

Kyuhyun berkata begitu lantaran jijik karena aku membuang ingus di bajunya disaat aku menangis tadi. Hahaha, habis hidungku sudah mampet banget, jadi sekalian saja. Hahaha..

"Aku takkan meminjamkan badanku lagi kepadamu.." sesalnya.

"Aku sih tidak apa-apa, masih banyak lelaki yang mau meminjamkan badannya padaku," sombongku.

"Gadis macam apa kamu... "

"Jangan kurang ajar! Aku masih lebih tua daripada kamu!" kataku sambil menjambak rambut Kyuhyun sampai kebawah.

+kraaak!+ O_O!

Leher Kyuhyun berbunyi karena saking kencang aku menarik rambutnya.

"ADUH!" teriaknya.

"Oh ya ampun! Kyuhyun! Maafkan aku! hei kamu tak kenapa-napa?!" panikku.

"Leherku! Leherku patah! Aouw! Sini kamu! Akan kubalas!" katanya kepadaku sambil tangan yang satunya memegang lehernya dan yang satunya lagi berusaha menangkapku.

Kulihat dari sudut mataku ternyata rumahku sudah kelihatan. Jadi sebelum Kyuhyun dapat membalasku, aku lari sekencang-kencangnya dan berteriak, "HAHAAHA! SAMPAI KETEMU LAGI! HAHAHA! RASAKAN!" Lalu aku masuk ke rumah dan meninggalkan Kyuhyun.

Begitu masuk ke dalam rumah, ternyata orang tuaku sudah menungguku. Aku dimarahi habis-habisan karena pulang malam tanpa pulang terlebih dahulu sehabis dari sekolah. Ibuku menghukumku untuk membersihkan toilet saat itu juga.

Ibuu! Ini kan sudah malaammm! Sudah hampir pagi malah!

Akhirnya aku selesai membersihkan toilet pukul 1.30 pagi dan aku langsung tidur tanpa mandi ataupun mengganti baju seragam dan jaket Kyuhyun yang masih kupakai ini..

xXxXx

Tidurku semalam cukup nyenyak, mungkin karena aku benar-benar kecapekan semalam. Tapi tetap saja waktu aku bangun aku ngantuk sekali. Tidurku tak pernah cukup beberapa hari ini..-_-

Oh ya ampun, semalam aku lupa mengembalikan jaket Kyuhyun. Akan kukembalikan begitu bertemu dengannya lagi. Tapi kalau tak bertemu lagi, akan kusimpan jaket ini sebagai souvenir.. Kekeke, jaketnya bagus soalnyaa.. kekeke

Aku berangkat ke sekolah, dan sesampainya di sekolah Eunhyuk langsung menerorku dengan banyak pertanyaan.

"Kamu sudah gila?! Kemana kau kemarin?! Jantungku hampir berhenti melihat Yesung yang tiba-tiba mengamuk ingin keluar dari Rumah Sakit. Ada 4 orang lebih yang menahannya, tapi dia kuat sekali dan dia berhasil kabur! Dia bilang dia mau mencarimu dan membunuh orang yang bersamamu! Jantungku berhenti saking kagetnya! Ya ampun.." bisik Eunhyuk kepadaku. Sepertinya Eunhyuk lupa kita sedang dalam jam pelajaran -_-

Lalu aku menceritakan semuanya kepada Eunhyuk tentang kejadian kemarin. Wajah Eunhyuk menyimak ceritaku amat serius dan sesekali mulutnya terbuka saking kagetnya.

"Jadi kau bertemu dengan saudara tiri Yesung? Dia ganteng tidak?" bisiknya semangat.

"Tentu saja dia ganteng. Tapi aku lebih suka wajah Yesung. Hahaha"

"Oh ya ampun, kenapa sih kau bisa ketemu yang ganteng-ganteng semua? Lalu kenapa Siwon dan Yesung amat membenci Kyuhyun?"

"Kalau itu.. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa.."

+TING~TONG~TING TONG~ TING TONG TING TONG~+

Bel istirahat berbunyi. Sungguh tak terasa ternyata sudah istirahat saja. Mungkin karena jam pelajaran ini kupakai untuk mengobrol kali ya? Jadinya tidak berasa.. kekeke

Aeperti biasa, aku dan Eunhyuk langsung menyerbu ke kantin untuk membeli makanan sebelum kami kehabisan. Saat kami berlari menuju ke kantin, aku menabrak seseorang. Ternyata orang yang kutabrak itu Siwon.

"Eh, maaf.. Maafkan aku," kataku sambil menunduk-nundukkan kepalaku.

Siwon hanya memandangku dengan dingin lalu pergi melewatiku.

"Kenapa dia?" tanya Eunhyuk kepadaku.

Aku menggeleng. "Aku tidak tahu. Mungkin dia masih marah kepadaku karena kejadian kemarin..."

Kenapa Siwon bersikap begitu padaku..? Sebenarnya apa sih yang membuat Siwon maupun Yesung begitu membenci Kyuhyun? Semua ini benar-benar membingungkan! Membuatku hampir gila!

Sisa istirahat dan pelajaran kupakai menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi diantara Yesung dan Kyuhyun. Pikiranku berputar-putar sampai tak ada satupun dari pelajaran yang dijelaskan masuk ke dalam kepalaku.

"Hei, Ryeowook! Lihat! Ada namja tampan banget disitu! Tapi kenapa mukanya banyak plester begitu ya?" bisik Eunhyuk memecah pikiranku.

"Dimana?" tanyaku.

"Itu disitu, yang bersandar di gerbang belakang itu." kata Eunhyuk sambil menunjuk keluar jendela.

"Ha- Kyuhyun...? Apa yang dilakukannya disini...?"

"Itu Kyuhyun? Yang benar saja! Dia tampan sekali! Tapi masih lebih tampan Donghae sih.. Tapi dia tampan sekali!"

Sepertinya Kyuhyun melihat ke arah jendela kelasku, lalu dia melambaikan tangannya sambil tersenyum. Aku balas melambai.

"Ya ampun! Lelaki itu melambai kepadaku!" bisik yeoja yang duduk di depan mejaku.

"Tidak! Dia melambai kepadaku!" kata yang satunya lagi.

Mereka saling berebut tentang siapa yang dilambaikan oleh Kyuhyun.. Dasar anak jaman sekarang... -_-

"Hei, Ryeowook! Lihat! Itu Siwon dan Donghae! Mereka mendatangi Kyuhyun dengan membawa anak-anak yang lain!" bisik Eunhyuk kepadaku.

Aku langsung melihat keluar begitu Eunhyuk berkata begitu. dan benar saja, itu Siwon dan Donghae. Membawa beberapa pengikutnya menghampiri Kyuhyun. Aku merasakan bahwa suasananya mulai tak enak, aku harus cepat-cepat keluar untuk menolong Kyuhyun.

Aku mengangkat tanganku dan berteriak, "mohon izin, seonsaengnim! Aku ingin buang air! Sudah tidak tahan lagi!" kataku kepada seonsaengnim. Setelah berkata begitu aku langsung berlari keluar. Aku berlari seperti wanita sinting, setiap orang yang melihatku berlari memandangku keheranan dan aku beberapa kali hampir terjatuh saat menuruni tangga.

Akhirnya aku sudah dapat melihat Kyuhyun dan anak-anak lain. Disitu Kyuhyun sedang digiring oleh 4 orang lebih untuk dibawa ke tempat lain. Aku langsung berlari ke arah Kyuhyun dan menarik tangannya.

"Ja-jangan apa-apakan dia! hosh hosh hosh.." kataku kepada mereka sambil mencoba mengatur nafasku kembali. Aku berdiri di antara Kyuhyun dan yang lainnya dengan posisi melindungi Kyuhyun.

"Sebaiknya kau pergi dari sini, Ryeowook.. Ini bukan urusanmu," kata Siwon kepadaku.

"Betul, Ryeowook.. Lebih baik kamu pergi saja.." kata Donghae kepadaku juga.

"Ti-tidak! hosh hosh hosh... Kau tak boleh membawanya! Kalau kau mau membawanya, habisi aku dulu!" teriakku kepada Siwon dan Donghae.

"Hei, Siwon, bagaimana ini..? Dia pacarnya Yesung.. Masa kita harus menyingkirkannya?" tanya salah satu dari pengikut Siwon.

Siwon mengacuhkannya dan berkata," Hei, bocah.. Tidakkah kau malu harus dilindungi wanita..?"

"Tentu saja aku malu, tapi aku lebih malu lagi membawa banyak orang untuk menghabisi satu anak yang lebih muda dariku," sindir Kyuhyun kepada Siwon.

"Sebaiknya jaga mulutmu dan hari ini kau kubiarkan lolos hanya karena aku masih menghormati Ryeowook yang melindungi anak bayi sepertimu. Sebaiknya kau ingat itu." Setelah berkata begitu, Siwon dan Donghae pergi lalu pengikutnya juga mengikutinya.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku kepada Kyuhyun.

"Tentu saja untuk bertemu denganmu. Aku tak punya teman main selain kamu disini," jawab Kyuhyun.

"Tapi aku belum pulang sekolah dan lagi aku harus membersihkan toilet guru sepulang sekolah."

"Ya sudah, akan kutunggu sampai kau pulang."

"Memangnya kenapa kau mau menemuiku?"

"Untuk mengambil jaketku tentu saja."

"Cuma karena itu? "

"Tentu saja! Kau tak tahu berapa harga jaket itu?"

"Yayaya, terserah apa katamu. Aku akan menemuimu disini pukul 5 sore dan sebaiknya kau jangan menungguku di sini, bisa-bisa Siwon datang lagi."

"Aku tak takut kepada Siwon."

"Terserah... Pokoknya kau jangan tunggu disini atau aku takkan menemuimu."

"Yaya baiklah..." kata Kyuhyun. lalu dia pergi dan aku kembali ke kelas.

+Sepulang sekolah+

"Toilet ini benar-benar terkutuk! Bagaimana bisa toilet kembali kotor dalam waktu hanya satu hari?! Menyebalkaaaaannn!" jeritku frustasi.

"Sudah. Tutup mulutmu dan kerjakan sajalah..." kata Eunhyuk.

Sekarang sudah pukul 4.30 sore. berarti 30 menit lagi Kyuhyun akan datang untuk menemuiku.

"Aku harus cepat-cepat menyelesaikan ini. Anak sinting itu akan datang sebentar lagi," gumamku.

"Apa?! Nanti kau mau bertemu dengan Kyuhyun?" tanya Eunhyuk.

"Iya, aku harus mengembalikan jaketnya. Sepertinya jaketnya mahal sekali..''

"Hei.. kau suka kepadanya?"

"Kau gila? Tentu saja tidak. Dia sudah kuanggap adikku sendiri. Yah, kalau aku menikah dengan Yesung dia otomatis akan jadi adikku juga sih.. kekeke"

"Bukannya kamu lagi berantem sama Yesung?"

"Ukh... untuk sesaat aku lupa.. aku sendiri juga tak tahu sebenarnya kami masih pacaran atau tidak semenjak kejadian kemarin.." sahutku pelan.

"Itu salahmu bodoh! Kenapa kau tak meninggalkan Kyuhyun saja kemarin dan beralih ke Yesung!"

"Bisa-bisanya kau bilang begitu! Mana mungkin aku pergi ke Yesung setelah aku melihat dia mencium rubah betina itu?!"

"Tapi sepertinya Yesung bukan orang yang seperti itu.. Pasti dia ada alasan tersendiri mengapa dia mencium Jiyeon.. Yah, walaupun Jiyeon mantan pacar Yesung sih- uph" Eunhyuk membungkam mulutnya sendiri, sepertinya dia kelepasan ngomong.

Aku mendelik. "Ap.. apa katamu? Jiyeon mantan pacar Yesung?! tapi bagaimana bisa dan kau tahu dari mana?"

"..." Eunhyuk diam saja dan mengalihkan pandangannya dariku, dia berpura-pura seakan tak mendengarku.

"Kalau kau tidak menjawab, akan kukirim fotomu yang sedang mengupil ke Donghae sekarang juga."

"...'' Eunhyuk tetap diam saja. Tapi bisa kulihat dia mulai berkeringat.

"Oh? Kau memutuskan untuk diam? Baiklah, akan kukirim," aku mengambil Hpku dari kantong rok-ku dan mulai bersiap untuk mengirim gambar, tapi Eunhyuk mencegahku.

"Ah! Bagaimana bisa kau mengancam temanmu seperti itu?!" teriaknya.

"Bagaimana bisa kau menyembunyikan sesuatu dari temanmu?!" teriakku balik.

"Baiklah! Baiklah! Akan kuceritakan! Tapi hapus fotoku itu dari Hpmu!" bujuknya.

"Iya-iya..." kataku sambil berpura-pura menghapus gambar, padahal aku tak menghapus gambarnya. aku tahu gambar ini akan berguna lagi suatu saat nanti. Haha..

"Iya.. Jadi si Yesung itu pernah pacaran sama Jiyeon selama 2 tahunan. Tapi dia putus dengannya karena Jiyeon menyukai lelaki lain dan memutuskan Yesung. Hanya itu yang kutahu."

"Kini masuk akal mengapa Yesung mencium Jiyeon kemarin.." gumamku.

"Apa maksudmu?" tanya Eunhyuk.

"Ya, jelas kan? Yesung pasti masih menyukai Jiyeon selama ini."

"Tidak mungkin ah! Dia kelihatan amat menyukaimu!"

"..." Aku diam saja. Aku tak tahu harus menjawab apa. Aku harap itu benar bahwa Yesung benar-benar menyukaiku. Tapi bila kupikir, sepertinya mustahil orang sekeren Yesung bisa menyukaiku. Dan bila dipikir dengan logika, pasti Yesung akan memilih Jiyeon. Secara Jiyeon lebih cantik dan sangat populer dibandingkan aku... -_- Ukh.. kenapa aku jadi merendahkan diri sendiri begini sih?!

Akhirnya kami selesai membersihkan toilet, dan itu sudah pukul 05.30 sore.. Aku langsung keluar dan meninggalkan Eunhyuk, karena Kyuhyun pasti sudah menungguku sejak tadi.

"Kyuhyun!" teriakku.

Kyuhyun sedang bersandar di pagar menungguku. Sepertinya sudah sejak tadi dia disitu.

"Lama sekali..." kata Kyuhyun.

"Maafkan aku.. Toilet itu lebih parah daripada peternakan sapi. kau harus melihat betapa kotornya toilet itu.. -_-" gerutuku.

"Oh ya sudah, ayo kita cari makan. Aku lapar sekali."

"Hah? Makan? Kukira kamu mau mengambil jaketmu, jaketmu ada di rumahku."

"Kau harus bertanggung jawab dulu karena sudah membuatku kelaparan setengah mati. Jadi sebelum mengambil jaketku di rumahmu, kau harus menemaniku dulu hari ini," ucapnya seenaknya sendiri.

"Apa-apaan ka-" sebelum aku bisa protes, Kyuhyun menarikku pergi.

"Ayo cepat! Hari ini aku yang traktir," kata Kyuhyun. Okelah aku ikut. Mumpung di traktir...

Kami pergi ke restoran fastfood dekat sekolahku. Disana ramai sekali dengan anak-anak dari berbagai SMA. Aku mencari tempat duduk di pojok (aku tidak suka tempat yang terlalu ramai, jadi tolong jangan pikir aku mau ngapa-ngapain Kyuhyun di pojokkan) sedangkan Kyuhyun memesan makanan.

"Ini dia makanannya." kata Kyuhyun sambil meletakkan nampan berisi 2 Hamburger, 2 kentang goreng, 4 ayam goreng, dan 3 soda.

"Banyak sekali.. kau mau menghabiskan ini semua?" tanyaku.

"Tentu saja tidak. Tapi aku tahu kau yang akan menghabiskan semuanya," sahutnya santai sambil mengerlingkan matanya.

Sial.. Bagaimana dia tahu kalau aku berencana menghabiskan makanan ini? Benar saja, 2/3 dari makanan yang ada akulah yang memakannya.

"Ah~ kenyangnya! Terimakasih makanannya Kyuhyun!" kataku sambil menepuk-nepuk perutku.

"Sudah kuduga kau yang akan menghabiskannya..." gumamnya.

"Tutup mulutmu! Akh, aku mau ke toilet."

"Sehabis makan kau mau buang kotoran? Kini kutahu kenapa badanmu kurus sekali walaupun makanmu seperti kuli. Pencernaanmu lancar sekali!"

Kutarik rambutnya Kyuhyun dan aku berkata, "Jangan berkata begitu. Aku masih lebih tua daripadamu tahu!"

Sebelum Kyuhyun bisa protes lagi, aku cepat-cepat meninggalkannya ke toilet. Ukh, aku tak tahan lagi. Perutku sakit sekali.

Kata-kata Kyuhyun ada benarnya juga sih...-_- Dan aku benci mengakuinya...-_-

Aku langsung cepat-cepat masuk ke toilet dan menyelesaikan urusanku karena sudah tak tahan lagi.

"Ah~ lega~" gumamku.

Ada suara segerombolan gadis memasuki toilet, mereka cekikikan seperti cewek-cewek menyebalkan. Bagaimana bisa mereka begitu ribut di toilet? Aduh aduh.. Anak jaman sekarang..

Aku keluar dari toilet karena sudah menyelesaikan urusanku dan berjalan ke arah wastafel untuk cuci tangan.

"Akh!" teriak salah satu gadis sambil menunjukku, yang akhirnya aku sadar itu adalah Jiyeon.

"Rubah betina?" kagetku juga.

"Siapa yang kausebut rubah betina?" tanya Jiyeon

"Haha, yang merasa saja." candaku.

"Oh begitu ya? Hahaha! Lucu sekali! Oh iya, kau pacarnya Yesung kan? Siapa namamu? Hm.. ah! Leewook! Aku ingat!" kata Jiyeon, dan teman-temannya cekikikan mendengar kata-kata Jiyeon. Apa deh yang lucu...?

"Namaku Ryeowook," kataku sambil mencuci tangan. Aku malas melihat wajah yeoja yang satu ini. Walaupun kuakui dia cantik sekali...-_-

"Yayaya, terserah saja. Oh ya, Ryeowook, kulihat kau sedang bersama adik Yesung.. Sudah mendapat kakaknya, kamu mau embat adiknya juga? Yeoja macam apa kamu?"

"Lebih baik tutup mulutmu kalau tak mau mati," jawabku tetap sambil mencuci tangan berusaha mengabaikan wanita ini.

"Sok sekali ucapanmu itu... Kau sudah merasa hebat berpacaran dengan Yesung? Kau takkan bisa pacaran dengannya kalau aku tidak memutuskan dia, seharusnya kau tahu itu dan sekarang, aku berniat mengambil kembali milikku yang sudah jatuh ke tangan wanita kampung sepertimu."

Ryeowook... Santai.. Santai... Jangan sampai kau lepas emosi disini.. Rubah betina ini hanya berusaha membuatmu marah saja Ryeowook.. Tahan dirimu!

"Kok bisa ya? Yesung mau dengan wanita jelek seperti dia? hahaha" katanya kepada teman-temannya, teman-temannnya ikutan tertawa.

Aku tahu dalam waktu 3 detik aku akan meledak. Jadi aku harus cepat meninggalkan rubah betina ini sebelum aku lepas kendali. (Kau tahu kan apa yang kuperbuat kalau aku lepas kendali? aku sudah pernah lepas kendali di hadapan Yesung dan di hadapan namja SMA Higashi, dan akibatnya cukup fatal)

"Dan kau tahu...?" kata Jiyeon.

3 detik sebelum aku meledak...

"Saat Yesung menciumku rasanya seperti strawberry..."

2 detik sebelum aku meledak...

"Dia benar-benar pintar mencium..."

1 detik sebelum aku meledak...

"Sayang sekali Yesung memilih untuk menciumku daripada mencium pacarnya sendiri.. Maklumlah, .SIH."

0 detik!...

+BUAKH!+

Tak kusangka kepalan tanganku terbang mendarat di wajah cantik nan mulus Jiyeon. Tepatnya di hidung kecilnya itu! Aku kaget sekali aku benar-benar lepas kendali!

"KYAAAAA! Jiyeon.."

"APA-APAAN KAMU?!"

"Jiyeon.. HIDUNGMU BERDARAH!"

Teman-teman Jiyeon benar-benar panik akan apa yang kuperbuat.

Dan aku tahu, INI ADALAH SAATNYA UNTUK KABUR! Ini adalah saatnya aku kabur sebelum teman-teman Jiyeon mengalihkan perhatiannya kepadaku dan mengeroyokku. Sekuat-kuatnya aku, aku juga tak mungkin menang menghadapi 5 orang sekaligus, jadi aku lari untuk menyelamatkan hidupku.

"PEREMPUAN BUSUK ITU KABUR! KITA HARUS MENGEJARNYA!"

"TAPI BAGAIMANA DENGANMU, Jiyeon? DIA TAK SADARKAN DIRI MELIHAT DARAHNYA SENDIRI!"

Sepertinya keributan yang kuhasilkan parah juga, jadi aku harus mengajak Kyuhyun pergi dari sini sebelum aku tertangkap.

"Kenapa kau lama sekali? Dan kenapa kau lari seperti itu?" tanya Kyuhyun kepadaku.

Aku mengambil tas sekolah yang kuletakkan di bangku sebelah Kyuhyun dan menarik tangan Kyuhyun,"tak ada waktu menjelaskan! ayo pergi!" teriakku. Sepertinya Kyuhyun menyadari adanya sesuatu yang tidak beres, jadinya dia mengikutiku berlari sambil aku tetap memegang tangannya.

"APA?! KAU MENONJOK Jiyeon?! Jiyeon DARI SMA SAKURA ITU?" tanya Kyuhyun kepadaku sambil kami terus berlari.

Aku tak tahu bagaimana Kyuhyun bisa mengenal Jiyeon, dia bahkan tahu sekolahnya di mana. Padahal aku saja yang tinggal disini tidak tahu dia sekolah dimana.

"Kamu tak tahu? Dia itu punya banyak peggemar karena wajah cantiknya itu! Tak lama lagi Jiyeon pasti akan menyuruh para pengikutnya itu untuk menghabisimu!" kata Kyuhyun lagi.

Aku tak tahu Jiyeon separah itu. Asik sekali ya punya wajah cantik? Hanya dengan wajah cantik dia bisa mendapatkan pengikut seperti itu.

Aku ngeri dengan apa yang harus kuhadapi kedepannya, jadi aku diam saja dan tidak menjawab Kyuhyun dan terus berlari.

"Hosh..hosh.. hosh,... Sepertinya kita sudah cukup jauh berlari... hosh hosh..." kataku sambil mencoba mengatur nafasku kembali.

"Kau benar-benar sudah gila," kata Kyuhyun. Aku tak tahu bagaimana caranya nafasnya tidak tersengal seperti aku padahal kita sudah berlari cukup jauh.

"Tu... Tutup mul.. mulutmuh! hosh, hosh..."

"Kenapa sih kamu bisa begitu marah kepadanya..? Yah, dengan pribadi busuknya itu aku bisa mengerti sih kenapa kamu marah..."

Aku tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun karena aku terlalu capek untuk bicara dan juga aku tak mau mengakui kalau... Ya jujur saja... Aku cemburu mendengar pernyataan si rubah betina itu tadi...-_- (tolong jangan tertawa, kalian pasti pernah cemburu kan...? -_- ) Setelah istirahat sebentar, aku dan Kyuhyun berjalan mengarah ke rumahku.

Setelah berjalan sebentar rumahku sudah mulai kelihatan. "Sebenarnya, tentang aku menemuimu untuk mengambil jaket hanya alibi saja.." gumam Kyuhyun.

"Hah? Apa?" tanyaku, aku tak mendengar jelas karena dia bicara dengan volume kecil.

"Sebenarnya.." Baru saja Kyuhyun ingin melanjutkan kata-katanya, tapi aku memotongnya.

"Si... Siwon...?" Itu Siwon. Siwon sedang berjongkok sambil merokok di depan rumahku.

Aku cepat-cepat berjalan menuju ke arahnya. "Siwon? Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku.

"Bisa kita bicara berdua?" pinta Siwon datar.

"Baiklah, tapi tunggu aku masuk ke dalam sebentar untuk mengambil jaket Kyuhyun." Mendengar nama Kyuhyun keluar dari mulutku, ekspresi Siwon sedikit berubah.

"Ah, tidak usah! Aku akan mengambilnya kapan-kapan! Sebaiknya aku pulang dulu, Selamat malam Ryeowook, Selamat malam Siwon hyung ."

Siwon langsung memasang ekspresi jijik begitu namanya keluar dari mulut Kyuhyun. Dan aku tidak mengerti, kenapa Kyuhyun memanggil Siwon dengan embel-embel 'hyung' dan tidak denganku? -_- Bocah tak sopan...

"Kenapa kau bisa bersamanya?" tanya Siwon jijik.

"Aku meminjam jaketnya kemarin tapi aku lupa mengembalikannya. Katanya kau mau bicara? Bicara tentang apa?"

"Aku ingin bicara tentang Yesung. Dan aku akan bercerita kenapa kami amat membenci Kyuhyun..."

TBC

Sori banget karena membuat kalian menunggu sangat lama.. *bungkuk 90 derajat*

Makasih buat yg masih mau baca ff terbengkalai ini..