Venezia
Pairing : Alan Humphries & Eric Slingby
Genre : Romance
Rating : M
Warning: Boys pairing. Read at your own risk.
Summary : Aku tidak peduli kita berada di mana. Aku hanya ingin kau berada di sisiku, selamanya...
Disclaimer : All characters belong to Toboso Yana-sensei.
Chapter 06
Tanggal 17 Desember 2011
Keesokan harinya, Alan memulai tugasnya dengan daftar nyawa yang lebih panjang daripada hari sebelumnya. Tingkat kematian di Inggris akhir-akhir ini sungguh mengerikan. Daftar nyawa yang harus mereka cabut seolah tidak ada habisnya.
"Aduh~ Jangan begitu dong, Will~!"
Alan menoleh mendengar suara di belakangnya.
"Kalau kubilang tidak, berarti tidak, Grell Sutcliff."
"Kejam sangat kau, Will~! Padahal malam ini kan aku sudah berjanji untuk pergi ke pesta bersama Ronald~"
"Jadi, daripada kau menghabiskan waktu untuk membujukku di sini, bukankah lebih baik kau segera mulai bekerja, seperti Ronald dan Alan?"
"Tapi~ daftar milik Ronald kan lebih sedikit~! Curang~!"
"Terserah apa katamu, Sutcliff." Dengan itu, Will berbalik dan kembali ke kantornya, meninggalkan Grell sendirian di sana.
Alan menimbang-nimbang. Mungkin sebaiknya ia membantu Grell kali ini?
"Mau kubantu, Grell?"
Shinigami berambut merah itu menoleh terkejut padanya. "Alan?"
"Aku bisa membantumu," katanya. "Tapi kalau kau tak mau, sih, juga tak apa..."
Grell menjerit senang. "Oh, mau~ mau~! Terima kasih banyak, Alan~!"
Pandangan Alan langsung tertutupi warna merah, sementara nafasnya terputus mendadak.
"Tak bisa nafas... Grell..."
Seniornya itu buru-buru melepasnya dengan wajah tersipu-sipu. "Maaf, Alan~! Baiklah, tolong aku, ya~ ini daftar nyawa milikku~!"
Sebelum Alan sadar bahwa Grell menyerahkan semua daftar miliknya dan bukan hanya sebagiannya saja, Grell sudah menghilang dari kantor itu.
"Waktunya berdandan~!"
Hanya itulah yang sempat didengarnya.
Alan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan memutuskan untuk mulai bekerja saja. Tidak apa-apa sekali-sekali menolong Grell, batinnya.
Setiap musim dingin, jumlah manusia yang meninggal terus-terusan bertambah.
Hari itu, sebelum musim gugur berganti menjadi musim dingin, Eric kembali ke sisinya. Seperti janjinya.
"Kita akan sibuk sekali, Alan. Jauh lebih sibuk daripada musim-musim lainnya. Kau mungkin harus bekerja sampai sepuluh jam sehari, jadi kau harus siap."
Eric, yang pada musim-musim lainnya hanya mengenakan kaos putih lengan panjang yang dikancing setengahnya dengan dasi yang tidak rapi, juga harus mengenakan mantel tebal ketika bekerja bersamanya. Kadang-kadang, saat salju turun terlalu deras, ia juga memakai topi wol.
Ia belum pernah memberi tahu Eric sampai sekarang, tapi ia suka sekali melihat Eric yang berpakaian seperti itu. Apalagi memeluknya, membiarkan kehangatan tubuhnya mengalir ke dalam dirinya.
Alan menarik mantelnya lebih rapat dan membenarkan posisi topinya, sebelum berangkat ke lokasi pencabutan nyawa yang selanjutnya.
Menawarkan diri untuk menbantu Grell adalah pilihan tepat. Seharian itu ia sibuk berkeliling Inggris, mengumpulkan nyawa tepat pada waktunya. Pikirannya lebih terfokus kepada pekerjaannya dan bukan kepada Eric.
"Shi-shinigami?" tanya sosok gemuk itu tak percaya, sambil menahan sakit di dadanya.
Pria kecil di hadapannya itu tidak menjawab, hanya memandanginya dengan mata hijaunya yang bersinar cemerlang.
"Ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan, Mr Redgrave?" tanyanya pelan, sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaannya.
Julio Redgrave merosot ke atas lapisan salju sambil bersandar pada dinding bata bar yang baru saja ditinggalkannya. Serangan jantungnya kumat kembali, tapi bukan itu yang membuatnya gemetar sekarang. Bukan salju di sekeliling mereka, melainkan sosok yang tiba-tiba muncul di depannya ini.
Jantungnya semakin terbakar sekarang. Kesadarannya mulai hilang. Kepalanya pusing, pandangannya berputar. Sosok di depannya ini masih menunggu jawaban darinya.
"Apa... malaikat kematian... tidak memiliki... sayap...?"
Dengan itu, Redgrave menghembuskan nafasnya yang terakhir.
"Julio Stevan Redgrave. Lahir tanggal 30 September 1982. Meninggal karena serangan jantung tanggal 17 Desember 2011. Gemar minum minuman beralkohol, berjudi, dan merokok. Laporan selesai."
Alan menyimpan kembali laporannya dengan hati-hati ke dalam mantelnya, sebelum berjongkok di samping tubuh Redgrave.
"Saya bukan malaikat kematian, Mr Julio Redgrave. Saya hanyalah seorang pencabut nyawa yang ditugaskan untuk mencabut nyawamu. Biarpun begitu, saya tetap akan menjawab pertanyaanmu: tidak. Saya tidak memiliki sayap ataupun sejenisnya."
Ia bangkit dan berbalik untuk meninggalkan daerah itu.
"Malaikat kematian dan pencabut nyawa bersayap hanya ada di dalam dongeng manusia. Kami yang sesungguhnya tidak memilikinya. Karena itu, kami hanya bisa tetap tinggal di sini dan terus mencabut nyawa. Kami tidak bisa mengembangkan sayap dan terbang ke sisi orang yang kami cintai. Hanya bisa terus bekerja dan sepertimu, seorang manusia, kami hanya bisa merindukannya..."
