I LOVE MY STRANGE GIRL CHAPTER 7
Cast : donghae eunhyuk (haehyuk)
Rating : T
Genre : Romance
Warning : flashback, donghae POV
Summary : donghae mulai suka dengan eunhyuk tapi kenapa donghae malah memutuskan hubungannya dengan eunhyuk.
Happy reading...
"ini" eunhyuk menyodorkan makanan buatannya lagi.
Eunhyuk menetapi janjinya, membawakan ku bekal makan siang setiap harinya. Tapi setiap hari pula masakannya tidak ada kemajuan sama sekali, sepertinya dia memang tidak berbakat dalam hal memasak.
"masakan apa ini?" tanya ku saat membuka kotak nasi darinya.
"nasi gorang kimchi" jawabnya.
Eunhyuk menghias masakanya dengan bentuk aneh, makanya aku tidak tahu bentuk masakan apa yang dia buat.
"hae aku lupa bawa minum" ucap eunhyuk sambil memeriksa tas yang dia bawa.
"aku beli dulu di kantin" dia mulai berdiri, aku menarik tangannya dia pun duduk kembali
" biar aku saja yang beli, kau tunggu disini" aku pun berdiri dan meninggalkannya pergi menuju kantin.
kantin benar-benar ramai sekali, aku harus mengantri hanya untuk membeli minuman kaleng.
"donghae oppa" ada yang memanggilku.
Ternyata Yoona yang memanggilku.
"oh yoona-ah, ada apa?"
"oppa mau makan?" tanya Yoona
"tidak, aku hanya ingin membeli minuman saja" jawabku
"kenapa oppa tidak makan?"
"ani, aku sudah makan" dustaku,"aku duluan ne" lanjut ku. Aku tak mau eunhyuk menunggu lama.
Saat aku ingin keluar dari kantin, tanpa sengaja aku melihat kibum sedang makan dekat pintu keluar. Eh tunggu.. apa yang dia makan. Aku pun menghentikan langkahku, dan mencoba melihat apa yang sedang dia makan.
Bukankah itu bekal yang sama eunhyuk berikan padaku, yang berbeda hanya hiasan diatasnya. Apa-apaan ini?
Kupikir dia hanya akan memasak untukku. Hanya untukku.
Aku langsung keluar dari kantin itu, dan melangkah cepat ke tempat eunhyuk menungguku. Apa mereka berdua memang punya hubungan spesial seperti yang digosipkan teman-teman ku di kelas. Kenapa aku jadi emosi sekali,
apa eunhyuk tidak tahan menungguku untuk suka padanya? Apa kibum lebih baik dariku? Apa kibum menyukainya? Apa dia sudah berpaling dariku dan menyukai kibum? Banyak pertanyaan-pertanyaan dibenakku.
Eunhyuk tersenyum manis saat aku sampai ditempatnya.
"kau memberikan bekal makan siang pada anak baru itu?" aku langsung bertanya
"ne" jawabnya masih dengan tersenyum
"kau menyukainya?"
"hah? Apa maksudmu, hae-ah?"
"aku pikir bekal makan yang kau berikan itu sangat spesial dan hanya untukku, tapi ternyata salah apa yang aku pikirkan itu"
"itu memang spesial untukmu"
"dengan memberikannya juga pada pria lain"
"aku..aku..aku hanya ingin mengucapakan terima kasih padanya"
"berterima kasih padanya? Untuk apa? Untuk mengantarmu pulang setiap hari sehingga kau tidak bisa pulang bersama kekasihmu" aku benar-benar emosi.
"mian" hanya itu yang bisa eunhyuk katakan padaku.
Siapa yang tidak marah melihat pacarnya memberikan sesuatu kepada orang lain yang dia berikan juga padanya. Kau berfikir itu hanya untukmu, ternyata tidak.
"sudah kita akhiri saja semua ini" eunhyuk langsung menggangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk. Dia menatapku dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Kumohon jangan menatapku seperti itu, aku hanya tak ingin perasaanyang aneh itu bertambah besar padanya.
"apa maksudmu?" air mata eunhyuk mulai jatuh satu persatu.
Aku membalikkan badanku, tak ingin melihatnya menagis.
"hae aku mencintaimu, tolong jangan katakan itu" dia mengenggam tangaku.
"mianhae" aku pun mulai meninggalkannya
Masih mengingat perjalanan cintaku dengan eunhyuk. Saat aku memutuskan hubungan kami.
Itu adalah hal terbodoh yang aku lakukan pada eunhyuk. Satu hal yang benar-benar membuatku menyesal.
Dulu aku hanya tidak mau mengakui bahwa aku mulai jatuh cinta padanya, makanya aku memutuskan hubungan itu. kupikir dengan jauh darinya aku akan mulai melupakan eunhyuk, tapi kenapa malah sebaliknya.
Aku mulai memikirkan dia, merindukan nya sampai rasanya aku ingin mati karena merindukannya, mungkin itu terlalu berlebihan tapi itu yang memang aku rasakan.
Merindukan suaranya yang selalu memanggil namaku, merindukan rengekannya setiap meminta sesuatu padaku, merindukan masakan yang tidak pernah enak untuk dimakan itu, merindukan senyumannya, merindukan tatapan mata beningnya, merindukan telapak tangannya yang selalu pas untuk aku genggam. Dia membuatku gila.
Sudah seminggu sejak aku memutuskan hubungan kami. Keadaan sudah seperti dulu, aku mulai kembali bersama-sama temanku, tapi diriku yang mulai berubah.
aku dengan eunhyuk sama sekali tidak saling berkomunikasi lagi. Aku memang masih suka melihat dia menatapku. Tapi aku tidak berani untuk menatapnya juga.
Jantung ku salalu berdetak cepat hanya mendengar suara nya, hanya mendengar namanya.
Tugas kelompok sudah lewat, eunhyuk tidak harus sering bersama kibum lagi seharusnya. Tapi aku masih suka melihat mereka berdua ke perpustakaan. Apa eunhyuk memang sudah melupakanku?
Lee donghae kau duluan yang memutuskan hubungan ini, kanapa kau malah yang menyesal.
aku berjalan pulang bersam teman-temanku.
"lee Donghae" panggil seseorang, aku membalikkan badanku.
Kyuhyun, adik bungsu eunhyuk yang memanggilku.
"kalian duluan saja teman-teman" aku menyuruh teman-temanku untuk dulaun;
Aku berjalan kearah kyuhyun berdiri.
"ada apa?" tanya ku pada kyuhyun
Dia mulai berjalan, akupun mengikutinya.
"hyung bukankah kau sudah berjanji tidak akan membuat noona ku sedih" kyuhyun mulai bicara
"maaf aku tidak bisa menetapi janjiku" aku hanya bisa berkata seperti itu
"sebenarnya aku sangat kesal padamu" ucap kyuhyun, "tapi eomma menyuruhku kesini" lanjutnya
"memang ada apa?" tanyaku.
"appa minggu ini ulang tahun, eomma ingin mengundangmu makan malam bersama di rumah"
Aku bingung ingin menjawab apa.
"aku tidak janji untuk datang" hanya itu yang bisa ku jawab.
"hyukki noona tidak tahu kami mengundangmu, ku harap kau tidak membuat eomma dan appa ku kecewa" kyuhyun pun pergi.
Apa yang harus aku lakukan? Aku belum bisa untuk bertemu dengan eunhyuk.
Bagaimana ini? Aku juga tidak ingin mengecewakan keluarga Lee yang sudah sangat dekat denganku.
Aku memarkirkan motor ku di halaman rumah keluarga Lee.
Aku memang sudah memiliki motor, tepi kalau sekolah aku lebih suka untuk naik bis seperti anak-anak lainnya.
Aku memutuskan untuk memenuhi undangan keluarga eunhyuk. Dengan membawa kotak kado untuk paman Lee, aku pun mengetuk pintu rumah eunhyuk.
Tak lama pintu terbuka. Dan..
"donghae" eunhyuk yang membukakan pintunya. Eunhyuk menatapku kaget.
Deg..deg..deg..
Aku pun tak kalah kagetnya, dia berubah.
Dia...maksudku eunhyuk .. cantik
Benar-benar cantik.
Aku tak tahu ternyata rambutnya sudah mulai panjang dari pada yang dulu hanya sebatas diatas bahu, sekarang rambutnya sudah melibihi bahunya.
Dengan pita berbentuk bunga yang dipakainya kesamping rambutnya, dengan mata beningnya yang benar-benar cantik tanpa penutup kaca matanya, dengan gaun berwarna pink. Dia benar-benar cantik.
Masih dengan saling bertatapan, eomma eunhyuk datang. Dan mengakhiri aksi tatapan-tatapan kami.
"hyukkie, kenapa tidak menyuruh donghae masuk" tanya eomma eunhyuk pada eunhyuk. " ayo donghae masuk" eomma eunhyuk mempersilahkan ku untuk masuk.
Akupun masuk dengan mengikuti eunhyuk dan eomma nya dari belakang.
Aku memegang dadaku yang masih terasa berdetak cepat.
Rasanya benar-benar sesak saat melihat tatapan kesedihan eunhyuk.
Aku mencintainya, mencintai eunhyukku
TBC
Kenapa cerita jadi gini? Aduh pusing-pusing.. mian kalo jelek n aneh dan juga kependekan.
