.

.

.


A real Friend

They Argue, They Fight

But in the end

They are there for each other when it counts

-Luhan, Sehun, Kai, Kyungsoo-


triplet794 presents a new story

There's Nothing wrong in Love

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, Do Kyungsoo

Genre : Romance, Friendship, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s). M-preg.

HUNHAN STORY!


.

.

.

.

Flashback

"Aku tidak mengatakan kau sepenuhnya telah sembuh dari kecanduanmu Lu" ucap Kibum selaku dokter yang bertanggung jawab atas rehabilitasi yang Luhan jalani

Kibum sendiri merupakan dokter pribadi keluarga Oh sekaligus kekasih putra kedua keluarga Oh, Siwon

Dia bertanggung jawab atas semua kesehatan keluarga Oh. Dan dikarenakan Luhan merupakan teman dekat putra bungsu keluarga Oh. Kangin meminta langsung pada Kibum untuk merawat Luhan dengan sebaik-baiknya.

"Aku tahu hyung, tapi aku merasa sudah lebih baik. Sungguh" balas Luhan meyakinkan

"Baiklah. Tapi kau harus segera menemuiku jika kau mulai merasakan tubuhmu mulai mengiginkan pil dan minuman keras itu lagi" Kibum mengingatkan

"Aku mengerti hyung" balas Luhan

"Baiklah kau boleh pulang" Kibum mengijinkan Luhan pulang dari rumah sakit tempatnya di rehabilitas selama kurang lebih tiga bulan ini

"Terimakasih hyung' balas Luhan bersiap pergi

"Luhan, kau tahu kan? Sekali kau terjerumus lagi dan mulai kecanduan lagi, akan sulit untuk menyembuhkanmu secara total. Kau hanya akan terus menerus mencari cara agar bisa meminum semua minuman itu lagi, itu semua akan sangat berbahaya bagimu. Jadi jangan pernah berniat untuk menyentuh semua itu lagi. Kau mengerti kan?" Tanya Kibum

"Aku tahu akan sulit untukmu, karena sampai sekarang aku yakin tubuhmu masih suka gemetar dan menggigil jika tidak minum. Bertahanlah untuk tidak terjerumus lagi" pinta Kibum

"Aku akan bertahan hyung" ucap Luhan tersenyum ragu

End of flashback

Keesokan paginya Luhan bangun dengan kepala yang sakit teramat, dia bahkan muntah-muntah mengeluarkan semua isi perutnya.

Luhan segera mencuci mukanya dan berganti pakaian. Hari ini dia harus masuk karena ada ujian akhir, selain itu dia juga harus membayar administrasi kuliahnya.

Beruntung ayah Sehun menggajinya dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga ia tidak perlu khawatir lagi mengenai masalah administrasinya untuk semester ini.

Sebelum berangkat, Luhan meminum air jeruk perasan untuk menghilangkan bau alkohol dan menghilangkan rasa mualnya. Dia tersenyum pahit karena sepertinya dia mulai kecanduan dengan minuman keras lagi.

Luhan terus melangkahkan kakinya keluar dengan gontai dan hampir beberapa kali jatuh.

"Sial, kenapa semakin sakit" keluh Luhan yang bersender di salah satu tembok

"Kau sakit?" Tanya sebuah suara

Luhan menoleh dan mendapati Minho disana

"Hyung" lirih Luhan

"Hmm ini aku" balas Minho

"Kau baik-baik saja?" Tanya Minho

"Hanya sakit kepala hyung" balas Luhan

"Ayo aku bantu" Minho menghampiri Luhan dan memapahnya

"Kau mau kekampus kan? Aku antar" Minho tidak menunggu jawaban dari Luhan dan segera membawanya masuk kedalam mobil

"Jadi kau kemana saja? Kenapa tidak kembali bekerja?" Tanya Minho didalam mobil

"Aku sedang memiliki masalah hyung" lirih Luhan

"Apa teman-temanmu?" Tanya Minho

"Salah satunya karena mereka" Luhan membenarkan

"Apa ada yang bisa kubantu?" Tanya Minho

"Ada. Biarkan aku tidur sejenak. Kepalaku sakit" pinta Luhan

"Tidurlah Lu" Minho tersenyum menatap Luhan sekilas

Sementara Luhan tidur, Minho terus menjalankan mobilnya menuju kampus Luhan. Dan tidak memerlukan waktu yang lama, mereka sampai dikampus Luhan.

"Kau sudah bangun?" Tanya Minhoo

"Hmm,, aku merasakan mobilmu berhenti" balas Luhan

"Kalau begitu aku masuk dulu hyung" pamit Luhan

"Lu, kau akan bekerja kan nanti siang?" Tanya Minho

"Entahlah hyung, jika kepalaku tidak berhenti berdenyut aku rasa aku tidak bekerja" lirih Luhan

"Baiklah aku mengerti. Cepat sembuh Lu" Minho tersenyum pada Luhan

"Gomawo hyung" katanya melambai pada mobil Minho dan tak lama Minho menjalankan mobilnya dan pergi darisana

..

..

..

"Kau diantar si brengsek itu?" Tanya sebuah suara dari seseorang yang baru saja keluar dari mobilnya

Luhan menoleh dan mendapati Sehun disana

"Dia Minho hyung bukan si brengsek" koreksi Luhan

"Kau bahkan sudah membelanya" sindir Sehun

"Sehunna sudahlah" pinta Luhan

"Aku juga tidak akan lama bicara denganmu. Sampai nanti" katanya mendahului Luhan pergi

Sehun melewatinya namun Luhan mennahan lengan Sehun

"Ada apa?" Tanya Sehun

"Aku tahu kau mau bertanya sesuatu. Tanya lah Sehunna" katanya pada Sehun

"Bertanya apa?" Balas Sehun

"Tentang kenapa aku ada di rumah mu" Luhan menebak

"Ah menurutmu aku penasaran?"

"Entahlah. Kau kan selalu tidak suka jika aku bicara dengan ayahmu" katanya menjawab Sehun

"Hmm.. Benar... Tapi itu dulu, sekarang aku tidak begitu memikirkannya" desis Sehun menghempaskan pegangan Luhan

Luhan lagi-lagi terdiam karena ucapan dan perbuatan Sehun

"Aku ini sungguh brengsek menyedihkan" gumam Luhan tertawa perih

Ia pun akhirnya memutuskan untuk segera masuk ke kelasnya. Mau bagaimanapun dia ada ujian hari ini.

Luhan juga tidak menyadari jika dia melewati seseorang yang mendengarkan pertengkarannya dengan Sehun

Ya, Kyungsoo berada disana mendengarkan betapa hebat kemampuannya merusak persahabatan dua orang. Dia tersenyum lirih.

Dia pikir dengan Luhan tidak ada sekitar mereka semua akan baik-baik saja.

Tapi kenyataannya adalah mereka selalu berempat dan jika satu menghilang ketiga yang lainnya akan mencari.

Dia akui dia juga mencari Luhan, jauh sebelum Kai berbicara dengannya.

Flashback:

"Kyungie" panggil Kai yang sedang berbaring memeluk Kyungsoo

"Ada apa hmm" balas Kyungsoo

"Apa kau begitu membenci Luhan?" Tanya Kai langsung membuat Kyungsoo menegang dalam pelukannya

"Aku tidak membencinya, aku hanya belum bisa bicara dengannya" lirih Kyungsoo

"Kau tahu? Aku akan sangat sedih jika Luhan melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan padanya" lirih Kai

"Apa maksudmu?" Tanya Kyungsoo

"Aku akan sangat sedih jika Luhan menuduhmu melakukan hal yang tidak kau lakukan" katanya datar

"Apa kau sudah tahu?" Tanya Kyungsoo menegang

"Aku sudah tahu baby Kyung" balas Kai

"Apa kau membenciku?" Tanya nya sedih dan merasa malu

"Tidak pernah. Aku tidak akan pernah membencimu sedikitpun" katanya mengeratkan pelukan di pinggang Kyungsoo

"Hanya saja, aku merasa sedih jika menjadi Sehun, jika itu kau, aku akan mati-matian mempercayai Luhan dan menjauhimu seperti yang Sehun lakukan. Tapi jauh didalam lubuk hatiku, aku hancur karena sangat merindukanmu" lirih Kai

Kyungsoo terisak dengan ucapan Kai. Keegoisannya membuat mereka semua merasakan sakit, ini semua terasa tidak benar. Harusnya mereka selalu bersama, bukan saling membenci dan menjauhi seperti ini. Dia semakin menangis keras saat Kai mengatakan Sehun sangat merindukan sahabat kecilnya.

"Sssttt,, jangan terlalu dipikirkan, semua akan baik-baik saja Kyung. Kita akan kembali bersama" Kai mengelus punggung Kyungsoo sayang

"Kita akan kembali bersama" gumam nya

End of Flashback

"Kita akan kembali bersama" gumam Kyungsoo lirih

..

..

..

Luhan dan Sehun baru selesai dengan ujian mereka. Seperti biasa Luhan mengerjakan dengan mudah, dia mengkhawatirkan Sehun tidak bisa mengerjakannya, tapi tampaknya kekhawatirannya tidak beralasan, karena Sehun sedang berterimakasih pada Baekhyun

Luhan yang melihatnya hanya tersenyum dan berjalan keluar kelas.

"Baekiee, rumusmu sangat jenius. Terimakasih hmm" katanya menghampiri Baekhyun

"Aku saja tercekat bisa mengerjakannya begitu mudah. Dia memang sangat jenius" gumam Baekhyun

"Eh?" Sehun bingung dengan ucapan Baekhyun

"Kau mau tahu catatan yang aku berikan padamu milik siapa?" Tanya Baekhyun

"Milikmu" balas Sehun

"Bukan. Itu milik Luhan, dia memintaku untuk memberikannya padamu" jawab Baekhyun meninggalkan Sehun yang terdiam dikelasnya.

..

..

..

Luhan sendiri sedang berjalan ke ruang kesehatan, dia merasa tubuhnya sangat lemas dan gemetar serta kepalanya yang sakit.

Dia pernah mengalami gejala ini sebelumnya, ini adalah gejala saat dia kecanduan minuman keras di waktu yang lalu. Rasa lemas dan gemetarnya akan hilang jika dia meminum minuman keras itu.

Luhan langsung berbaring sebentar saat tiba di ruang kesehatan

"Aku harus segera berhenti minum minuman sialan itu" geram Luhan yang seluruh tubuhnya gemetar

"Hay kau sakit? Ada yang bisa kubantu?" Tanya sebuah suara

"Luhan?" Tanya suara itu saat menyadari itu Luhan

"Kau sakit apa?" Tanyanya lagi

"Kau Junho ya?" Tanya Luhan mengenal Junho sebagai ketua kesehatan mahasiswa

"Hmmm aku Junho, ada yang bisa kubantu?" Tanya Junho

"Apa kalian memiliki obat tidur? Aku gemetar karena semalaman tak bisa tidur" Luhan berbohong

"Ada tentu saja. Tapi apa kau yakin?" Tanya Junho

"Tolong ambilkan untukku" pinta Luhan

"Aku tidak bisa tidur semalaman, dan tubuhku bergetar" Luhan menjelaskan

"Aku panggilkan dokter untukmu" katanya pada Luhan

"Kalau begitu tidak usah membantuku terimakasih" balas Luhan yang kembali berbaring

"Baiklah aku rasa kau memang butuh tidur. Ini minumlah" Junho akhirnya memberikan Luhan pil tidur

"Gomawo Junhoya" Luhan dengan cepat meminum pil yang diberikan Junho

"Aku akan meninggalkanmu disini, setelah ini istirahatlah" saran Junho

"Hmm.. Aku mengerti terimakasih" balas Luhan yang sudah mulai merasakan efek pil nya dan tak lama ia pun tertidur

..

..

..

Sehun sedang berjalan menghampiri Kyungsoo dan Kai di kantin, sebenarnya sebelum pergi menemui kedua temannya. Sehun sedari tadi mencari keberadaan Luhan. Mau bagaimana pun yang membantunya bisa mengerjakan semua soal ujian adalah Luhan. Jadi paling tidak dia ingin berterimakasih walaupun hanya sebentar.

Sehun sudah melambai dari jauh dan semakin mendekati Kai dan Kyungsoo

"Itu Sehun" tunjuk Kai

"Aku takut Kai" gumam Kyungsoo

"Lakukanlah baby Kyung. Aku akan memberi kalian waktu" bisik Kai

"Hai apa aku lama?" Tanya Sehun mendekati keduanya

"Eh? Kau mau kemana Kai?" Tanya Sehun melihat Kai yang akan pergi

"Aku ada urusan sebentar. Kau temanilah Kyungie. Dah" pamit Kai dan segera meninggalkan keduanya.

"Dia mau kemana?" Tanya Sehun

"Entahlah. Oia bagaimana ujianmu?" Tanya Kyungsoo

"Aku bisa mengerjakannya" katanya tersenyum

"Berarti kau akan mentraktir Baekhyun karena telah meminjamkan catatannya?" Tanya Kyungsoo

"Catatan itu milik Luhan" lirih Sehun tersenyum

Kyungsoo hanya diam mendengar penuturan Sehun

"Maafkan aku Kyung, aku tidak bermaksud membahas Luhan disini" ucap Sehun

"Aniya Sehunna, aku mau mengatakan sesuatu tentang Luhan" lirih Kyungsoo

"Mengatakan apa? Luhan kenapa" Tanya Sehun

"Aku yakin kau akan marah setelah ini" tebak Kyungsoo

"Kyung ada apa?" Paksa Sehun

"Luhan tidak pernah menarik lenganku dan dia tidak pernah membuatku terjatuh. Aku terpeleset saat itu" ucap Kyungsoo dengan mata berkaca-kaca

"A-Apa?" Tanya Sehun tak percaya dengan apa yang diucapkan Kyungsoo

"Aku-.. Aku tidak tahu kenapa aku termakan omongan Jessica untuk mengatakan bahwa Luhan yang mendorongku. Aku sangat marah pada Luhan saat itu. Karena mau bagaimanapun dirinya lah yang membuatku seperti ini. Aku tida tahu kenapa kami bertengkar hebat saat itu. Aku sangat menyesal Sehunna" Kyungsoo menangis mengakui semua

Sehun hanya diam, dia menatap Kyungsoo dengan tatapan tak percaya karena penuturannya barusan. Semua terasa salah sekarang. Mereka bertiga sudah keterlaluan pada Luhan.

Dan Kyungsoo, tidak seharusnya dia bersikap seperti itu pada Luhan. Kenapa semua menjadi rumit seperti ini

"Sehunna, aku mohon maafkan aku" lirih Kyungsoo

"Jangan minta maaf padaku. Lagipula menurutku kau sangat jahat" desis Sehun meninggalkan Kyungsoo

"Iya.. Aku keterlaluan.. Aku sangat jahat" tangis Kyungsoo menutupi wajahnya

Kai mendengar semua pembicaraan Sehun dan Kyungsoo. Dia sudah menebak akhirnya akan seperti ini, dia yakin bahwa Sehun akan kecewa, karena mau bagaimanapun Sehun dan Luhan sudah bersama jauh sebelum mereka bertemu dengan dirinya dan Kyungsoo.

Kai menghapus air matanya yang jatuh. Dia tidak menyangka persahabatan mereka akan berakhir seperti ini.

"Hey Kyungie jangan menangis" katanya menghampiri Kyungsoo yang menangis

"Kaiyaaa, aku kehilangan Sehun dan Luhan" katanya menangis memeluk Kai

"Sssttt,, kita akan baik-baik saja Kyung" ucap Kai yang sama sekali tidak yakin dengan ucapannya

"Aku harus bagaimana" isak Kyungsoo dipelukan Kai

"Kita akan menemukan cara Kyung, berhentilah menangis" pinta Kai yang juga menahan pilu dengan keadaan semua sahabatnya

..

..

..

Sementara itu Sehun terus berjalan entah kemana. Dia ingin segera menemui Luhan dan memaksa Luhan untuk memaafkannya, tapi entah kenapa dia merasa Luhan sangat kecewa pada dirinya. Jangankan untuk berbicara dengan Luhan memikirkan wajah Luhan saja Sehun tidak berani melakukannya.

"Lu" lirih Sehun

"Luhan!" Gumam Sehun

"Luhannie.." lirih Sehun semakin pilu

"Jangan maafkan aku Lu" katanya menghapus air matanya yang jatuh.

Dia sudah sepenuhnya mempercayai Kyungsoo, tapi ternyata semua hanya kebohongan belaka. Sehun sungguh kecewa pada dirinya sendiri, Luhan bahkan sudah berusaha menjelaskan tapi dia mengabaikannya

..

..

..

Kai sedang melamun di halaman belakang kampus mereka. Padahal hari ini dia berniat untuk mengantar Kyungsoo menjalani terapinya

Tapi entah kenapa Kyungsoo menolaknya.

Kai tahu sikap ini, Kyungsoo sedang menjauhinya juga karena merasa bersalah dengan kebohongannya

Kai sendiri juga merasa kecewa pada Kyungsoo, tapi sungguh dia tidak bisa memaafkan dirinya jika Kyungsoo sampai bertindak nekat karena terlalu banyak berfikir, ditambah keadaannya yang kini belum sepenuhnya pulih

Satu-satunya orang yang bisa menyatukan mereka semua kembali bersama adalah Luhan. Kai hanya berharap dia mempunyai muka untuk berbicara dengan Luhan

Memohon pada Luhan untuk memaafkan dirinya, Sehun dan Kyungsoo karena terlalu jauh membuat persahabatan mereka menjadi hancur sendiri dan terlalu lama meninggalkannya sendiri.

..

..

..

"Paman, aku mau pulang saja" pinta Kyungsoo

"Tapi tuan muda anda harus terapi" paman Kim mengingatkan

"Tidak perlu. Aku tidak mau terapi lagi. Aku pantas seperti ini karena telah menyakiti sahabat-sahabatku. Aku mau pulang saja" pinta Kyungsoo

"Baiklah tuan muda jika itu yang anda inginkan" jawab paman Kim

Dan setelahnya Kyungsoo hanya terisak dalam diam menyesali semua yang telah ia lakukan.

..

..

..

Luhan terbangun dari tidurnya, keadaannya sudah lebih baik sekarang, hanya saja tubuhnya masih suka bergetar karena reflek. Dia tahu apa yang tubuhnya inginkan. Tapi dia tidak bisa menuruti keinginannya bila tida ingin berakhir di rumah sakit

Dengan gontai ia berjalan keluar menuju kelasnya. Mau bagaimanapun dia masih ada satu kali ujian dan setelah itu dirinya bebas selama dua minggu karena liburan ujian semester.

Luhan terus berjalan sampai langkahnya terhenti karena melihat seseorang yang juga berhenti setelah melihatnya.

Luhan berpapasan dengan Sehun, dia menatapnya. Dan merasakan ada yang berbeda dari tatapan Sehun. Tatapan Sehun kali ini melembut tidak berapi-api seperti tadi pagi.

Karena sudah tidak bisa bersembunyi lagi, Luhan dengan ragu berjalan melewati Sehun. Saat berada tepat disampingnya Sehun memegang lengan nya. Luhan juga sadar ini adalah tatapan Kai beberapa hari yang lalu, tatapan menyesal jika boleh ia menebak

"Aku sudah tahu semuanya" lirih Sehun

"Tahu apa?" Tanya Luhan yang merasa tebakannya benar

"Kau, Kyungsoo dan kejadian malam itu" ucap Sehun bergetar

"Tepat dugaanku" lirih Luhan

"Aku tidak mengerti maksudmu" acuh Luhan

"Aku tahu kau tidak melakukan apa-apa Lu. Harusnya aku mendengarkanmu juga, Harusnya aku..."

"Lalu jika kau tahu, kau mau apa Sehunna?" Tanya Luhan yang juga sudah terlanjur kecewa

"Kau mau melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan kepadaku pada Kyungsoo?" Tebak Luhan

"Jangan Sehunna. Kau akan kehilangan semuanya jika terus seperti itu" lirih Luhan

"Maaf aku harus pergi" katanya melepas cengkraman Sehun dan berjalan menjauh

Keduanya meneteskan air mata di tempat masing-masing dan segera menghapusnya cepat. Sakit yang mereka rasakan adalah karena kesalahan masing-masing dari diri mereka.

"Maafkan aku" gumam keduanya bersamaan

Untuk Sehun, ini adalah reaksi wajar Luhan yang mungkin sudah sangat kecewa pada ketiganya

Untuk Luhan, dia merasa ini semua sudah terlambat, karena mau bagaimanapun, dia sudah kembali menjadi dirinya yang kehilangan arah seperti dulu.

..

..

..

Sehun, Luhan Kai dan Kyungsoo saling menghindar keesokan harinya. Tidak ada satupun dari mereka yang berniat untuk bertemu dengan yang lain.

Mungkin Luhan terbiasa dengan semuanya, namun dia mengernyit khawatir karena ketiga temannya sudah tidak berkumpul bersama. Kyungsoo bahkan membawa paman Kim untuk membantunya di kampus

"Sehunna, apa kau bisa beritahu Kai kalau nanti sore aku tunggu di tempat biasa? Aku mau mengantar Baekhyun pulang" pinta Chanyeol

"Sory yeol, aku rasa tidak bisa. Aku tidak bertemu Kai hari ini" balas Sehun

"Eh tumben sekali, biasanya kalian akan makan bersama Kyungsoo di kantin" tanya Chamyeol

"Iya biasanya. Sekarang sudah tidak biasa" jawab Sehun memandang ke arah Luhan yang sedang melihat ke arahnya, namun Luhan mengalihkan tatapannya saat Sehun memandangnya

"Aku pergi dulu" pamit Sehun meninggalkan kelasnya

Dijalan menuju parkiran, Sehun berpapasan dengan Kyungsoo, Sehun berhenti di tempatnya begitupun paman Kim yang sedang mendorong kursi roda Kyungsoo yang berhenti ditempatnya

Keduanya hanya saling menatap dan tak lama Sehun melewati Kyungsoo tanpa menyapanya. Kyungsoo hanya terdiam dengan sikap Sehun, paling tidak dia tahu jika dia tidak termaafkan

Luhan melihatnya dari jauh, dan dugaanya benar jika mereka semua saling menghindari, tapi kenapa? Itu pertanyaan yang ada di benak Luhan

"Apa karena aku?" Tanya Luhan dalam hati

Di tempat yang sama Kai melihat Luhan yang sedang memperhatikan Sehun dan Kyungsoo. Dia tersenyum miris melihat betapa jauhnya dirinya dan sahabat-sahabatnya sekarang

"Aku sangat merindukan kalian" gumam Kai yang juga meninggalkan tempatnya berdiri sekarang

..

..

..

"Lu, aku antar pulang" Minho mengejar Luhan yang sedang terburu-buru meninggalkan kafe sepulang bekerja

"Tidak perlu hyung, aku bisa sendiri" balas Luhan

Minho mencengkram lengan Luhan kuat, memaksanya agar pulang bersamanya

"Hyung" erang Luhan

"Kau kelihatan tidak enak badan, biar aku antar pulang" paksa Minho

"Tadi pagi kau tidak menolak. Tapi kenapa sekarang menolak?" Kesal Minho

"Hyung sudahlah. Aku benar-benar bisa sendiri" ucap Luhan putus asa

"Kau akan pulang denganku" Minho tidak mau kalah

"Luhan bilang ingin pulang sendiri, jadi lepaskan dia" geram sebuah suara yang sudah kesal menahan dirinya sejak pagi

"Sehun" panggil Luhan pelan

"Lepaskan aku bilang" katanya membentak Minho

"Cih, selalu saja mengganggu. Kau pikir kau siapa Luhan? Kau bahkan bukan kekasihnya" geram Minho

"Hyung..pergilah aku mohon" pinta Luhan

"Baiklah. Aku tidak akan memaksa lagi" kesal Minho kembali ke dalam

Setelah Minho masuk kedalam, Luhan menatap Sehun

"Kau juga pulanglah Sehunna" lirih Luhan

Luhan sedang menahan tubuhnya yang gemetar dan begitu panas, pikirannya tidak fokus dan pandangannya kabur. Ditambah Minho dan Sehun yang kini semakin membuatnya sakit kepala

"Lu biarkan aku mengantarmu pulang" pinta Sehun

"Tidak perlu Sehunna" balas Luhan hendak melewati Sehun, tapi lagi-lagi lengannya ditahan

"Aku mohon" lirih Sehun dengan nada putus asanya

"Kau bahkan membiarkan aku pulang sendirian saat dirumahmu kemarin" kesal Luhan mengingat perilaku Sehun

"Aku janji tidak akan mengulanginya" balas Sehun menyesal

"Maafkan aku Lu. Aku mohon" Sehun kembali meminta pada Luhan

Luhan tidak bisa membohongi dirinya lagi, dia memang sangat rindu pada Sehun, pada perhatiannya, pada rengekannya, semua tentang Sehun adalah hal yang selalu membuatnya bersemangat

"Baiklah. Hanya antar" Luhan mendesah pelan

"Gomawo Lu. Ayo naik" Sehun menggenggam Luhan naik kedalam mobilnya

Tak ada yang bicara selama perjalanan, Luhan lebih memilih menyenderkan dirinya karena sakit kepalanya mulai menggila. Luhan tidak mau terlalu mencolok dengan keadaannya

Dan tak lama kemudian mobil Sehun berhenti di depan gang flat Luhan

"Gomawo Sehunna" kata Luhan hendak membuka pintu

"Lu" panggil Sehun

"Hmm" balas Luhan

"Gomawo" katanya tersenyum pada Luhan

Luhan hanya membalas senyuman Sehun dan bergegas masuk kedalam flatnya.

Sehun terus memperhatikan Luhan hingga Luhan tak terlihat lagi. Setelah memastikan Luhan sampai dengan aman barulah ia pergi darisana dengan senyum di wajahnya

Dia tahu Luhan belum memaafkannya, tapi dia bersyukur Luhan tidak menolak diantar pulang olehnya. Dia benar-benar sangat bersyukur.

Sementara Luhan, dia tergesa-gesa masuk kedalam flatnya, dilempar tas nya secara asal, lalu dia berlari ke lemari kamarnya. Dia mengambil grappa white dan langsung menengguknya kasar

"Haahhh.. Haaahh.." Luhan terengah saat akhirnya bisa melepaskan hasratnya pada minuman keras itu

Dia tersenyum nikmat saat ini namun sepersekian detik kemudian Luhan tersenyum lirih

"H-hiks tolong aku.. A-aku bisa mati jika seperti ini terus" isak Luhan menyadari kalau dirinya sudah terlalu jauh

..

..

..

Seminggu kemudian tidak ada yang berubah dari keempatnya. Semua masih sama, mereka saling menghindari, tidak saling menyapa apalagi sampai bicara. Semua masih sibuk dengan perasaan bersalah masing-masing

Sampai akhirnya berita duka datang dari keluarga Kyungsoo. Ayah Kyungsoo meninggal hari ini karena penyakitnya. Berita itu terdengar sampai ke telinga Luhan

Dia sangat gemetar dan lemas mendengarnya. Kyungsoo memang tidak dekat dengan orang tuan nya terutama ayahnya. Tapi dia sangat mengagumi ayahnya.

Dengan tergesa Luhan berlari ke rumah Kyungsoo untuk memastikan keadaan Kyungsoo

"Bibi dimana Kyungsoo?" tanya Luhan mendapati rumah Kyungsoo yang sepi

"Mereka sedang berada di pemakaman sekarang nak, mungkin tuan muda Kyungsoo akan segera menebar abu di tempat yang Tuan besar minta" kata bibi Kang menjelaskan

"Baiklah. Terimakasih bi" Luhan kembali bergegas ke tempat pemakaman yang berjarak 20 menit dari rumah Kyungsoo

Luhan sampai disana, terlihat beberapa orang berbaju hitam yang sepertinya sedang menghambur pulang dari pemakaman. Dia segera berlari untuk menemui Kyungsoo

Luhan tersenyum lirih mendapati Kyungsoo disana

Kyungsoo yang hanya menatap kosong sambil memegang abu ayahnya yang diletakkan di guci

Kyungsoo bahkan tidak terlihat menangis sama sekali. Hanya saja wajahnya terlihat sangat terpukul

Dia tahu Kyungsoo yang seperti ini adalah Kyungsoo yang kesepian, Kyungsoo yang tidak tahu harus berbagi dengan siapa

Dengan ragu Luhan berjalan mendekati Kyungsoo bermaksud ingin menghiburnya.

"Kau terlalu tenang, untuk ukuran anak cengeng sepertimu Kyung" sapa Luhan

Kyungsoo menoleh mendapati Luhan yang sekarang berada di belakangnya

"Paman biar aku saja" pinta Luhan untuk mendorong kursi roda Kyungsoo

Paman Kim mengangguk dan meninggalkan Luhan dengan Kyungsoo

Luhan mendorong kursi roda Kyungsoo menuju tempat yang lebih sepi untuk menghibur sahabatnya ini. Ya sahabat, Luhan masih berharap mereka kembali bersahabat

"Kau baik-baik saja Kyung?" tanya Luhan

Tak ada jawaban

"Ah, kau pasti tidak baik-baik saja. Kau pasti ingin menangis kan?" tebak Luhan

Tak ada jawaban

Luhan berhenti mendorong kursi roda Kyungsoo di bawah pohon yang tampak rindang

Kemudian ia berjongkok didepan Kyungsoo, menatap Kyungsoo yang membalas tatapannya dengan pandangan kosong

"Kau tahu? Aku tidak mengerti rasanya kehilangan orang tua bagaimana. Aku hanya tahu rasanya ditinggalkan mereka" Luhan menatap Kyungsoo

Kyungsoo masih terdiam menatap Luhan

"Menangislah. Jangan seperti ini Kyung" ucap Luhan mengelus sayang pipi Kyungsoo dengan suara bergetar

"Aku sudah disini. Menangislah baby Kyung" pinta Luhan dengan airmata yang sudah membasahi pipinya

Dan tak lama kemudian mata Kyungsoo menjatuhkan air mata pertamanya semenjak ayahnya jatuh sakit

"hikss.. lu… hiksss" tak ada kalimat lagi setelahnya, hanya terdengar suara tangis Kyungsoo yang sangat memilukan.

Sementara Luhan hanya bisa memperhatikan Kyungsoo yang sedang menangis. Dia membiarkan Kyungsoo mengeluarkan semua rasa sesak yang menghimpitnya. Luhan tersenyum pilu namun merasa sangat lega Kyungsoo sudah bisa menangis sekarang

Luhan menggenggam tangan erat Kyungsoo untuk menguatkannya

"Aku disini Kyung" ucap Luhan yang ikut terisak

..

..

..

Beberapa menit kemudian keduanya tampak lebih tenang. Kyungsoo masih terisak namun sudah bisa menatap dan berbicara pada Luhan.

"Dasar bayi, kenapa kau ikut menangis?" kesal Kyungsoo menghapus air mata Luhan

"Aku tidak tahan melihatmu begitu sakit" Luhan kembali terisak

"Bodoh.. Luhannie bodoh, aku sudah begitu jahat padamu. Kenapa kau masih kembali kesini" lirih Kyungsoo

"Ak-aku tidak p-punya siapa-siapa lagi Kyung" isak Luhan memilukan

"Lu, jangan menangis lagi, maafkan aku. Aku minta maaf Lu" Kyungsoo memeluk Luhan dan mengutarakan semua penyesalannya

"Jangan benci aku, jangan tinggalkan aku, aku mohon" pinta Luhan dipelukan Kyungsoo

"Tidak akan lagi lulu sayang, aku minta maaf karena sudah begitu jahat padamu" Kyungsoo memeluk erat Luhan

Luhan melepaskan pelukan Kyungsoo dengan mata yang penuh air dan terisak

"Maafkan a-aku tidak ada saat appa mu sakit dan tidak menemanimu saat kau kehilangannya" ucap luhan menyesal

"Aku berterimakasih kau sudah disini Lu" katanya menghapus air mata Luhan yang terus-terusan jatuh di pipinya

"Apa kau juga akan memaafkan kami yang begitu egois Lu?" tanya suara yang berada di belakang Luhan

Luhan mendapati Kai dan Sehun yang berdiri di belakangnya. Dia menebak bahwa keduanya sudah berada disana cukup lama, karena mata mereka sama sembab nya dengan dirinya dan Kyungsoo

Luhan bangun dan langsung memeluk Kai

"Aku minta maaf Lu, maafkan aku dan semua kebodohan kami" lirih Kai

"Aku tidak pernah marah pada kalian Kai. Terimakasih masih menganggapku Kai" isak Luhan

"Aku yang berterimakasih karena kau mau memaafkan aku" balas Kai melepas pelukannya pada Luhan

"Jadi apa kita sudah berteman lagi?" tanya Kai memastikan

"Hmm… kita berteman lagi" jawab Luhan yakin

Kai tersenyum pada Luhan dan beralih pada Kyungsoo dia berjongkok didepan Kyungsoo dan memeluknya erat

"Aku tidak punya muka menemuimu Kyung. Bisa-bisanya aku tidak ada disaat sulitmu" lirih Kai

"Kaiyaaa.. jangan seperti ini" pinta Kyungsoo yang mulai berkaca-kaca lagi

"Maafkan aku, aku minta maaf Kyung" katanya dengan suara tercekat

"Aku juga minta maaf Kai" balas Kyungsoo memeluk erat Kai

Sementara itu, Luhan yang sedang memperhatikan Kai dan Kyungsoo beralih menatap Sehun yang masih berada di belakangnya

"Aku tidak tahu harus berbicara apa padamu" lirih Sehun menyadari Luhan menatapnya

Luhan berjalan mendekati Sehun dan menatapnya dengan memohon

"Jangan pernah membenci aku, jangan pernah meninggalkan aku, dan jangan pernah…"

Sehun memeluk erat Luhan yang belum selesai berbicara

"Jangan pernah mendiami aku, aku benci itu Sehunna" isak Luhan di pelukan Sehun

"Siapapun boleh melakukan itu padaku. Tapi dirimu tidak boleh, aku tidak bisa jika kau seperti itu " tangisan Luhan kembali pecah di pelukan Sehun

"Ssttt Lu, maafkan aku, aku sangat jahat padamu, aku tidak bisa dimaafkan, maafkan aku" lirih Sehun mengeratkan pelukannya pada Luhan

"Sehunnieee" isak Luhan yang benar merasa lega jika semua sudah kembali normal

"Aku janji Lu, hal ini tidak akan terulang lagi" katanya mengecup pucuk kepala Luhan

Dan tak lama tangisan Luhan berhenti, namun Sehun belum melepaskan pelukannya

"Aku minta maaf Lu" ucap Sehun saat dirasa Luhan sudah tenang

Luhan mengangguk lemah dipelukan Sehun

"Katakan kau memafkan aku, aku mohon" pinta Sehun menatap Luhan

"Aku memaafkan Sehun-nie" balas Luhan yang masih sedikit terisak

"Terimakasih Lu" Sehun mencium sayang kening Luhan

Setelah mendapatkan maaf dari Luhan, Sehun melangkah ke arah Kyungsoo dan berjongkok didepannya

"Maafkan aku" lirih Kyungsoo

"Aku juga minta maaf padamu Kyung" katanya menghapus air mata Kyungsoo

"Aku turut berduka untuk ayahmu" katanya memeluk Kyungsoo

"Terimakasih Sehunnie" isak Kyungsoo yang juga begitu lega karena semua sahabatnya sudah kembali padanya

Hari ini tetap menjadi hari yang berduka untuk Kyungsoo, namun rasa kehilangan ayahnya sedikit terobati karena ia dikelilingi sahabat-sahabat yang begitu mencintainya, yang selalu menguatkannya disaat ia terpuruk, membuatnya tertawa ditengah rasa gundah dan kesedihannya.

..

..

..

Hari berikutnya Sehun, Luhan dan Kai menemani Kyungsoo untuk menabur abu ayahnya di Gyeongju yang merupakan tanah kelahiran ayahnya. Mereka akan menginap di villa pribadi milik keluarga Do.

Kai dan Kyungsoo ada di mobil depan sementara Sehun dan Luhan mengikuti dari belakang

"Lu" panggil Sehun

"Ada apa?" tanya Luhan

"Kau bertambah kurus atau hanya perasaanku saja?" tanya Sehun yang terus memperhatikan wajah Luhan

"A-ah mungkin hanya perasaanmu saja" balas Luhan gugup, mau bagaimanapun sudah tiga minggu ini dia mengkonsumsi minuman keras lagi. Dirinya sudah berusaha untuk lepas, tapi setiap kali mencobanya dia akan merasakan dingin dan gemetar yang hebat. Luhan bahkan membawa minuman itu ke Gyeongju, namun dia memindahkannya ke botol kecil agar tidak terlalu mencolok.

"Apa kau makan dengan baik?" tanya Sehun

"Dua kali sehari aku rasa aku makan dengan baik" balas Luhan melihat keluar jendela

"Aku berharap kau baik-baik saja hmm" katanya menggenggam tangan Luhan

Luhan tersenyum lirih karena merasa dirinya sudah terlalu jauh

"Aku akan baik-baik saja Sehunna" balas Luhan tersenyum

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka semua sampai di pantai tempat ayah Kyungsoo meminta abu nya untuk ditebar

Kai mendorong kursi roda Kyungsoo menuju tepi pantai

Dan tak lama keempatnya berdiri berjejeran. Kyungsoo membuka guci yang berisi abu ayahnya dan mulai menaburnya perlahan

"Selamat jalan appa. Aku menyayangimu" lirih Kyungsoo menaburkan abu ayahnya agar terbawa dengan ombak pantai

"Aku sangat menyayangimu appa. Maafkan aku yang selalu membangkang" ucap Kyungsoo masih menaburkan abu ayahnya

Setelah itu hanya diam yang begitu sunyi yang mereka rasakan. Hanya terdengar suara pantai yang sedang berlomba dengan ombaknya, membuat suasana begitu tenang. Kai, Sehun dan Luhan memberikan waktu untuk Kyungsoo agar bisa merelakan kepergian ayahnya.

..

..

..

Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke villa milik keluarga Kyungsoo, semua masih belum berkata-kata dan membiarkan suasana ini menguasai pikiran mereka masing-masing

Dan disinilah mereka. Mereka berempat memutuskan untuk membakar ikan di belakang villa. Sehun dan Kai nampak sibuk dengan panggangan mereka. Sementara Luhan membantu Kyungsoo mengiris tomat dan wortel sebagai pelengkap

"Lihat mereka. Anak kota yang berusaha menjadi orang desa" kekeh Kyungsoo melihat Sehun dan Kai kesusahan menyalakan bara api

"Pasti rasanya amis" Luhan menatap horor masih memotong wortel yang ada di tangannya

Kyungsoo tertawa melihat tingkah Kai dan Sehun yang malah menjatuhkan ikannya kebawah karena kaget

Luhan yang melihatnya sangat bahagia mendapati Kyungsoo tertawa

"Kau sudah merasa lebih baik hmm" tanya Luhan

Kyungsoo menatap Luhan dan balas tersenyum

"Itu berkat kalian Lu. Gomawo" katanya menatap Luhan

Luhan begitu bersyukur mendengarnya, namun sialnya saat akan memotong kentang yang baru ia kupas tangannya kembali bergetar. Luhan memang sudah merasakan dingin yang teramat sedari tadi, tapi dia menahannya untuk tidak teringat pada minuman sialan itu. Tapi jika sudah gemetar dia tidak bisa menahan lagi karena selain kepalanya sakit, pandangannya juga kabur

"Lu, kau baik-baik saja?" tanya Kyungsoo melihat Luhan yang berkeringat

"ummh, aku hanya merasa dingin" balas Luhan gugup

"Tapi kau berkeringat" balas Kyungsoo

"Itu karena mereka, hawa bara apinya sampai kemari Kyung" Luhan mengelak

"Aku akan cuci muka sebentar. Kau tunggu disini hmm" Luhan segera berlari kedalam dan mencari tas nya

Dengan tangan gemetar, dia mengambil botol kecil yang berisi minuman kerasnya. Luhan benar-benar tidak bisa menolak lagi, dia merasa tubuhnya terbakar sekarang.

Ia berlari kekamar mandi dan mengunci dirinya. Setelah itu dengan ragu dia kembali menenggak minuman sialan itu

"Sial, kadarnya berubah karena tidak di botol aslinya" gerutu Luhan yang masih merasa gemetar

Dia mengambil dua pil penenangnya dan segera meminumnya dengan cepat

"Ah..hah..hah" Luhan terengah karena merasa dirinya akan pingsan sekarang

Dan benar, semakin lama pandangannya semakin kabur disertai denyut jantungnya yang meningkat dengan cepat. Luhan juga merasakan kepalanya berdenyut hebat dan perutnya yang terasa sakit

"Tidak, aku tidak mau mati sekarang" lirih Luhan ketakutan

"Aku harus bertahan" gumam Luhan dan tak lama

BRAK!

Luhan pingsan didalam ke kamar mandi, setelah sebelumnya mengalami kejang


tobecontinued...


Apapun yang terjadi selanjutnya, paling ngga mereka udah temenan lagi

that's what friends are for yekannnnn :)))

Terakhir

Selamat membaca dan review :*