Title : Colorful Love_Chapter 7

Main Cast :

Do Kyungsoo (yeoja)

Kim Jongin (namja)

Oh Sehun (namja)

Luhan as Oh Luhan (yeoja)

Other cast :

Byun Baekhyun (yeoja)

Wu Yifan as Do Yifan (namja)

Cast lain dapat dilihat saat berjalannya cerita~~

Gendre : Romance, Friendship, school life

Author : Lale Uti

NB :

Cerita murni dari pikiran author, DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK ATAU PEMPOSTING ULANG FF INI, cast minjem dari Om Sooman :D,,, it's GS !, typo bertebaran,, like and comment if you love this FF okay ^_^

.

.

^^HAPPY READING^^

.

.

.

#deg_deg_deg

jantung keduanya berpacu dengan cepat

"jo-jongin..."

"jangan menolak, ini agar kau tak kedinginan" ucap jongin memotong ucapan kyungsoo

tanpa sadar keduanya tersenyum, senyum yang tak mampu di lihat oleh keduanya..

.

.

.

Chapter 7

.

.

.

"gwenchana ?" sehun membuka pembicaraan

kini sehun dan luhan sudah berada di rumah mereka

"em ?, mmm" balas luhan singkat seraya mengangguk...

"noona, boleh aku jujur ?" ujar sehun, kini ia tengah duduk bersama luhan di ruang TV

"aku masih mencintaimu noona"

#DEG

kata-kata sehun membuat luhan tersentak dan menatap sendu ke arah sehun..

"tapi...sejak aku mendengar ucapanmu kemarin malam aku sadar kita tak akan mungkin bisa bersama, jadi aku memutuskan untuk melupakan kisah cinta kita di masa lalu, dan berusaha menganggapmu sebagai kakakku"

sehun perlahan menggerakkan tangannya meraih tangan luhan...

"jadi kau jangan sedih atau khawatir, aku pasti bisa move on darimu, mari kita bentuk keluarga yang bahagia bersama appa dan eomma"

'GREP'

seketika luhan langsung memeluk tubuh besar sehun...

"ne... kajja ! kajja kita menjadi keluarga yang bahagia" ujar luhan disela pelukannya dengan sehun

"jangan merasa bersalah lagi, jangan merasa sedih lagi" sehun kembali bersuara

sehun balas memeluk luhan, jujur sangat sulit untuk sehun mengatakan itu, karena sampai detik ini ia masih mencintai luhan, namun ia sudah bertekad untuk melupakan cintanya, membuat keluarga nya bahagia, bersama luhan appanya dan eomma tirinya...

"noona... apa kau ingat gadis tadi ?" ucapan sehun diiringi dengan luhan yang melepaskan pelukannya

"gadis ? aahh maksudmu kyungsoo ?"

"mmm" balas sehun seraya mengangguk

"apa kau menyukainya ?" tutur luhan seraya tersenyum

"mollayo, aku hanya merasa nyaman saat di dekatnya, sama seperti saat aku di dekatmu" ucap sehun kembali

"dia kelihatannya gadis yang baik, aku suka gadis itu" balas luhan sembari tersenyum cantik

.

.

.

~Other side

Kyungsoo keluar dari kamar mandinya sambil menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuknya,,

tiba-tiba i-phone kyungsoo bergetar menandakan sebuah pesan masuk, kyungsoo segera berjalan mendekati kasurnya, di lihatnya layar ponselnya, terdapat sebuah pesan dengan nomor yang tak terdapat di kontak ponselnya tertera disana

kyungsoo segera membuka pesan itu

from : 628**********

hi kyung !, apa kau sudah tidur ? :)

dengan segera kyungsoo pun membalas

to : 628**********

nugu ?

tak lama ponsel kyungsoo kembali bergetar

from : 628**********

coba tebak !

setelah menerima balasan itu kyungsoo segera melepas i-phone nya, ia merasa malas membalas pesan orang yang di anggapnya tak penting

tak lama kemudian..

* ~~ ipsul wia chu~~

i-phone kyungsoo berbunyi, kyungsoo meraih kembali i-phone nya, dilihatnya nomor sang penelpon yang ternyata merupakan nomor yang sama dengan nomor tak dikenal yang mengiriminya pesan tadi, perlahan kyungsoo pun mengangkat telepon itu,,

"yeoboseyo ?" ucap kyungsoo

"hai kyung !" kyungsoo mengerutkan alis setelah mendengar sahutan dari sang penelpon

"nugu seyo ?" tanya kyungsoo lagi

"apa suaraku begitu asing ? ini aku Jongin" tutur penelpon tadi yang ternyata adalah jongin

"untuk apa menelpon ?" tanya kyungsoo sedikit jutek

"tentu saja untuk mengetahui keadaanmu" balas jongin

"ya ! bisakah kau bersikap normal saja, kau sungguh aneh belakangan ini aku menjadi sedikit khawatir" tutur kyungsoo

"apa ? kau mengkhawatirkanku ?" –jongin

"aniyo ! aniyo ! bukan itu maksudku..." kyungsoo ingin melanjutkan namun jongin langsung memotong

"baiklah, sebaiknya kau tidur, besok pagi aku akan menjemputmu lagi"

"kau..." kyungsoo kembali ingin berbicara namun jongin lagi-lagi memotongnya

"oh ia, jangan lupa simpan nomorku, good night" ucap jongin mengakhiri pembicaraan mereka

'pip'

sambungan telepon itu pun terputus.

"aiiisshhh kenapa dia seenaknya sendiri" gerutu kyungsoo sembari menatap ponselnya,

perlahan kyungsoo mulai menggerakkan jarinya, ia kini akan mengetik nama kontak untuk nomor ponsel jongin,,

ia segera mengetik 'hitam jelek',

namun tiba-tiba saja ia menghapus kata-kata tadi dan menggantinya menjadi 'jongin oppa jelek', kyungsoo tersenyum lalu segera membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya

.

.

.

~Next Day

Kyungsoo menyantap sarapannya dengan baik, selama ia sarapan tak ada tanda-tanda bahwa jongin akan datang, itu membuatnya sedikit kecewa (?) mungkin.

"cih,, katanya akan menjemput, tapi sampai jam segini batang hidung pesek nya tak muncul-muncul.." tiba –tiba kyungsoo berucap yang membuat yifan mengeryitkan keningnya

"nugu ? siapa yang sedang kau bicarakan ?" tanya yifan

"siapa lagi kalau bukan adik oppa yang hitam dan pesek itu" ucapan kyungsoo seketika membuat yifan tersenyum dan berniat menggoda adiknya

"ya~~~ kau menunggunya ?" goda yifan

"aniyo ! untuk apa menunggunya" balas kyungsoo

"ya ! kyungsoo-ya ! apa kau kecewa jika jongin tak datang ?" yifan kembali menggoda adiknya

"ani ani ! aku tak kecewa hanya saja bukankah semalam ia bilang akan menjemput ?, bukankah jika ia batal menjemput harus memberitahu ku dulu ?, sangat tidak sopan namanya jika tiba-tiba ia membatalkan janji" sadar atau pun tidak kyungsoo sudah membeberkan perasaan hatinya secara tersirat pada sang kakak, membuat yifan tersenyum jahil kembali, dan kyungsoo yang menggigit bibir bawahnya.

"oohh jadi semalam kalian berbincang ?"

"aaiisshh oppa menyebalkan ! aku pergi dulu" kyungsoo yang sudah tidak tahan dengan godaan kakak nya pun akhirnya berusaha segera kabur.

kyungsoo segera melangkah menuju pintu miliknya, sambil sedikit menggerutu tentang jongin(?). Sepertinya kyungsoo masih kesal dengan jongin yang tak datang,,

#ceklek

"morning~~"

tepat saat kyungsoo membuka pintu, sapaan selamat pagi muncul dengan jongin yang sudah terpampang dengan senyumnya

kyungsoo segera mengarahkan pandangannya pada sesosok namja tan di depannya

"maaf aku sedikit terlambat, apa kau lama menungguku ?" tanya jongin dengan senyum dibibirnya

"aku tak pernah menunggumu" bohong kyungsoo lalu segera menutup pintu dan melangkah mendahului jongin,,

jongin menatap punggung kyungsoo dan sedikit tersenyum

"hehe dasar pembohong" ujar jongin sebelum akhirnya mengikuti langkah kyungsoo

.

.

.

"ayo naik !" jongin berseru pada kyungsoo yang masih terdiam,,

"ayolah kyung apa yang kau tunggu ! apa kau mau kita berdua terlambat ?" jongin kembali bersuara

"aku tak mau naik motor !" akhirnya kyungsoo mulai bersuara

"wae ?, bukankah sebelumnya kau pernah menaiki motor ini ?, rasanya tak begitu buruk bukan ?" balas jongin

"waktu itu kan kau memaksaku !" balas kyungsoo sembari melipat tangannya di atas dada

"ck,, sudah jangan banyak mengeluh, naik saja !" seru jongin lagi membuat kening kyungsoo semakin berkerut

"kau jalan saja ! aku lebih baik naik bus" kyungsoo segera melangkah meninggalkan jongin yang masih duduk di atas motor sport hitamnya,,

baru beberapa langkah kyungsoo berjalan, tiba-tiba...

"KYAAAAAA ! A-apa Yang Kau Lakukan !" kaget kyungsoo setelah dirasakannya tubuhnya terangkat ke atas

Jongin ternyata tiba-tiba menggendongnya...

"YA ! Hitam ! Turunkan Aku Pabo !" teriak kyungsoo lagi namun jongin sama sekali tak memperdulikan teriakan kyungsoo

dengan segera jongin mendudukkan tubuh kyungsoo di motornya dan memakaikan helm untuk kyungsoo, saat ini kyungsoo tak memberontak, sepertinya ia sudah sadar jika apa pun yang dilakukannya tak akan merubah keadaan

Jongin segera menaiki motor miliknya

"pegangan yang kuat" tutur jongin sebelum menjalankan motornya itu, namun kyungsoo sama sekali tak mau menuruti perkataan jongin sampai akhirnya jongin menggas motornya kencang membuat kyungsoo refleks memeluk pinggang jongin dan membuat jongin tersenyum penuh kemenangan.

"YA ! Jangan mengebut !" teriak kyungsoo seraya menyembunyikan wajahnya di pungung jongin

"kalau aku tak mengebut kita bisa terlambat" balas jongin, dan setelah itu tak ada keluhan lagi dari kyungsoo, kyungsoo pun semakin erat memeluk pinggang jongin

.

.

.

Jongin dan kyungsoo pun tiba di parkiran sekolah, kyungsoo segera turun dari motor jongin diikuti pula oleh sang pemilik motor

"ini" kyungsoo segera menyerahkan helm yang di pakainya tadi kepada jongin

"sudah tidak bau kan ? aku sudah mencucinya" ujar jongin seraya meraih helm tersebut

"emm" balas kyungsoo singkat lalu ia segera melangkah untuk meninggalkan jongin, namun..

'GREP' jongin menahan tangan kyungsoo

"mau kemana ? tunggu aku, kita jalan bersama saja" ujar jongin yang di balas tatapan sinis kyungsoo

"aku tak mau bermasalah dengan fans gilamu lagi" balas kyungsoo,,

"tenang saja mereka tak akan mengganggumu lagi, kan ada aku" balas jongin seraya tersenyum ke arah kyungsoo

kyungsoo memutar bola matanya malas, "tidak mau !" ucapnya ketus,,

"baiklah kalau begitu, tapi setidaknya apa kau tak ingin mengucapkan terima kasih ?" kini suara jongin sedikit menuntut

"huft" kyungsoo membuang nafasnya lalu berucap "khamsahamnida jongin-ssi"

"aigo aigo manisnya" ucap jongin seraya mengacak lembut puncak kepala kyungsoo

"YA ! singkirkan tanganmu !"

"wae wae ?, bukankah ini terlihat romantis"

"Ya Tuhan kau sudah gila"ucap kyungsoo lalu segera melangkah meninggalkan jongin yang kini tengah tersenyum

Mereka tak sadar bahwa sedari tadi sesosok namja albino tengah memperhatikan gerak gerik mereka dengan tatapan sendu namun sedikit tajam

'kali ini aku tak akan melepaskan cintaku' tutur namja itu –Oh Sehun– dalam hati

.

.

.

kyungsoo melangkah menuju kelasnya,

"kyung !" kyungsoo segera menoleh ke belang saat ia merasa suara yang sangat dikenalnya memanggil

"hi baekkie !" balas kyungsoo seraya melambai ke arah baekhyun

"YA ! Kau Berangkat bersama Jongin sunbae ?" tanya baekhyun tanpa basa-basi

"eh ? kau tahu dari mana ?" balas kyungsoo heran, mereka masih berjalan beriringan

"hei kau fikir aku tak punya mata untuk melihat ?, kau tadi melewatiku saat berada di atas motor Jongin sunbae" tutur baekhyun

"ah ? benarkah ? hehe mian baek aku tak melihatmu"

"tentu saja kau tak melihat, kau kan tengah asik memeluk jongin sunbae" ledek baekyun

"YA ! aku tak memeluknya !" kesal kyungsoo seraya memukul lengan baekhyun,

"appo !" baekhyun yang kesakitan segera mengelus lengannya

"sakit bukan ? jadi berhentilah berkata yang tidak-tidak" ujar kyungsoo lagi...

"arraso arraso, hmm tapi kyung, aku sedikit heran, bukankah hubungan kalian kuarng baik ? tapi kenapa belakangan ini kalian terlihat begitu dekat, selain itu kemarin jongin sunbae mencarimu, tapi aku sudah bilang padanya jika kau pulang bersama sehun sunbae" tutur baekhyun panjang

"aku tak dekat dengannya" kyungsoo kembali mengelak

"hei ! kau tak boleh berbohong padaku !, kalian ada hubungan apa ? apa kalian berpacaran ?"

"YA ! Byun Baekhyun jangan bicara yang tidak-tidak ! mana mungkin aku berpacaran dengan si hitam itu !" tutur kyungsoo seraya menatap kesal baekhyun

"aahhh (seraya menepuk tangannya) atau mungkin kau dan dia di jodohkan ! seperti drama-drama di TV, dua orang yang selalu bertengkar ternyata dijodohkan, apa seperti itu ?" baekhyun lagi-lagi menebak

"aniyo ! tak ada yang seperti itu !, orang tuaku bukan orang tua jadul yang suka menjodohkan anak-anaknya !" balas kyungsoo lagi

mereka sudah berada di depan kelas mereka dan mereka pun memasuki kelas mereka

"lalu apa ? kyungsoo-ya ! cerita padaku !" baekhyun kini menarik-narik lengan kyungsook

"omo byun baekhyun sudah berapa kali aku bilang padamu aku dan dia tak ada hubungan apa-apa !"

"tapi ini sedikit aneh kyung, kau dan dia sekarang terlihat sangat dekat dan tak pernah bertengkar"

"dia bilang dia ingin menjadi baik padaku, itu saja" tutur kyungsoo mantap lalu segera mengambil novel dari dalam tas nya

baekhyun terlihat sedikit berfikir sampai akhirnya ia membulatkan matanya dan segera merebut novel yang tengah kyungsoo baca

"KYUNGSOO !"

"apa lagi baek ?" terlihat sekali kyungsoo sudah lelah dengan kelakuan baekhyun ini

"sepertinya jongin sunbae menyukaimu"

"emm ?" ucapan baekhyun membuat kyungsoo membulatkan matanya yang memang pada dasarnya sudah bulat dan beberapa detik kemudian ia mulai membalas ucapan baekhyun

"tidak mungkin" gumam kyungsoo lagi seraya merebut kembali novel miliknya dari tangan baekhyun

.

.

.

~Other side

Jongin baru memasuki kelasnya, ia segera mendudukkan dirinya di bangkunya

"jongin !, bisa kita bicara sebentar ?"

.

.

.

"kau ingin bicara apa ?" tanya jongin kepada namja yang tadi mengajaknya berbicara, kini keduanya tengah berada di lorong sekolah yang sedikit sepi..

"belakangan ini aku lihat kau dan kyungsoo sering berangkat bersama"

"ne, lalu ?" tanya jongin lagi

"kau dan kyungsoo ada hubungan apa ?" tanya sehun

"kenapa kau ingin tahu ?" jongin bukannya menjawab malah balik bertanya

"aku hanya ingin memastikan hugungan antara kau dan kyungsoo"

pernyataan sehun membuat jongin mengerutkan keningnya tak mengerti

'jangan bilang kau menyukai kyungsoo Oh Sehun' gumam jongin dalam hati

"jika aku menyukai kyungsoo tak apa kan jongin ?"

#DEG

tepat sekali dugaan jongin, oh ayolah jongin bingung harus berkata apa saat ini, ia bahkan belum begitu memantapkan hatinya, namun jujur saja kedekatannya dengan kyungsoo belakangan ini membuatnya bahagia, terlebih saat kyungsoo berlaku manis membuat debaran di jantung jongin semakin kencang, lalu sekarang tanggapan apa yang harus ia berikan kepada sehun ?

"tentu saja tak apa-apa, siapa yang akan mampu melarang rasa suka" balas jongin seraya tersenyum

"baguslah, terima kasih atas jawabanmu jongin" sehun menepuk pundak jongin sebelum ia melangkah pergi

namun baru beberapa langkah sehun berjalan, suara jongin menghentikan langkahnya

"rasa suka memang tak bisa dilarang Oh Sehun, namun aku melarangmu untuk mendekati kyungsoo"

sehun berbalik menatap jongin dengan pandangan yang sulit di artikan, ia dapat melihat jongin yang saat ini memiliki pandangan yang sangat berbeda dari biasanya, jongin yang biasanya selalu terlihat hangat berubah sedikit tegang dan serius

"aku melarangmu mendekatinya, karena dia adalah milikku"

#DEG

.

.

.

.

~Skip Time

Kyungsoo dan baekhyun tengah berjalan keluar kelas mereka, setelah bel sekolah berbunyi dan guru mereka menutup pelajaran kala itu, seluruh siswa siswi di kelas baekhyun dan kyungsoo berhambur ke luar kelas

"sehun oppa !" kyungsoo bersuara saat melihat sosok sehun berdiri di depan kelasnya

"oppa sedang apa disini ?" tanya kyungsoo

"menunggumu" balas sehun dengan senyumnya,,

"baiklah kalau begitu aku duluan ne" baekhyun sepertinya mengerti gerak-gerik sehun yang ingin melakukan pendekatan dengan sahabatnya

"hati-hati baek" kyungsoo melambaikan tangan pada baekhyun yang perlahan menjauhi mereka

"ada apa oppa ? apa ada yang penting ?" kyungsoo kini kembali fokus pada sehun di depannya..

"hmm oppa ingin mengajakmu makan" balas sehun

"kapan ?" tanya kyungsoo lagi

"sekarang, bisa ?"

"Tidak Bisa !, maaf Oh Sehun tapi kami sudah ada janji" tiba-tiba jongin datang dan langsung merangkul kyungsoo, kyungsoo yang kaget dengan kehadiran jongin masih terdiam

"benarkah kyung ?" ucapan sehun menyadarkan kyungsoo

"aah an..."

"cha kita pergi yifan hyung sudah menunggu kita" jongin memotong ucapan kyungsoo

"benarkah ?" kyungsoo mengalihkan pandangan pada jongin

"ne, kajja !" jongin segera menarik tangan kyungsoo agar berjalan bersamanya

"mian oppa, kita makannya kapan-kapan saja ne !" seru kyungsoo seraya melambai ke arah sehun dan ia pun terus berjalan bersama jongin

sehun menatap kepergian keduanya sendu..

.

.

.

.

"kenapa kita ke sini ?, apa yifan oppa disini ?" tanya kyungsoo pada jongin yang kini membawanya ke Myungdong (salah satu daerah pusat perbelanjaan di Korea Selatan)

"aniyo, tak ada yifan hyung disini, disini hanya ada kita"

sontak ucapan jongin membuat kyungsoo terbelalak dan

'PLAK'

kyungsoo memukul kepala jongin

"awww ! YA ! Kenapa Kau memukulku !" teriak jongin kesal

"kenapa kau berbohong ?, aiisshh menyebalkan" gerutu kyungsoo

"wae ? kenapa kau begitu marah ? apa kau kecewa karena tak bisa makan bersama si bocah albino jelek itu ?"

"YA ! jangan mengatainya jelek ! kau bahakan lebih jelek !" seru kyungsoo tak terima sehun dikatai jongin

"Kenapa kau membelanya !" jongin menjadi sedikit sebal

"dia orang yang baik, jadi tak boleh mengatainya" ucap kyungsoo dengan polosnya

"jadi kau fikir aku orang jahat jadi kau selalu mengataiku ?!"

"a-aniyo bu-bukan begitu maksudku..." kyungsoo membalas ucapan jongin gugup dengan sedikit menggigit bibir bawahnya

jongin tiba-tiba meraih dua bahu kyungsoo membuat kyungsoo kini tepat menatap ke arahnya

#DEG

entah kenapa kyungsoo merasa gugup saat melihat mata jongin

"Do Kyungsoo dengarkan aku !, aku tak suka jika kau membanggakan sehun di depanku, apa kau mengerti" ucap jongin lembut

"wae ?" tanya kyungsoo dengan wajah polosnya yang membuat jongin hampir frustasi

"apa kau tak menyadarinya ?" ujar jongin lagi yang membuat kyungsoo semakin bingung, kyungsoo hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya

"kau tak mengerti dengan segala perlakuanku padamu selama ini ?" kyungsoo kembali menggeleng

jongin geram, ia sungguh tak menyangka kyungsoo benar-benar tak peka, akhirnya,,,

'CUP'

kyungsoo membulatkan matanya saat jongin tiba-tiba menempelkan bibirnya pada bibir kyungsoo, jongin mencium kyungsoo lembut, sangat lembut, membuat kyungsoo tak mampu memberontak

.

.

.

.

TBC

Chap 7 is up !

Maaf ya chap ini lebih pendek dari sebelumnya, gimana ? masih pengen tau kelanjutan kisah mereka ?, jangan lupa review ya ^_^