Maaf All!
Bocah Lanang Satu Bulan Sakit keras..
Jadi baru bisa update Sekarang T_T
So untuk memeriahkan malam minggu para ChanKai Shipper!
Buat para siswa SMA yang besok hari Senin-Selasa-Rabu Libur karena dipakai TPM kelas 12!
Ini Hadiah buat kalian!
yey!
Disini Chanyeol udah ketemu Kai! Horee!
Ayo teriakkan ChanKai! Yey!
Thanks for all review and readers also ChanKai shipper! Yey!
4Joy Wu. 94: Thanks hehe, merinding ya? Sini oppa peluk*modus..
Egggyeolk: Anda adalah pembaca yang tegar imannya, saya doakan Anda kebal dengan cerita ini, hehe.. makasih dukungannya! ^_^
RyanryanforeverYaoi: Thanks bro! hehe
M Aldianor Alvon Kpopers II238: Kamu suka kalo bang Chanyeol gila? *engga-engga, peace.. hehe (woah ada kapak melayang!)
Ghea Hafiza: Kudet? Enggak juga kok, hehe..
Jongkwang: Oke!
BabyWolf Jonginnie'Kim: Ehem-ehem.. kok tau? Reader cerdas! hehe
Jongin48: Kai ngilang gatau tu CCTV rusak kali.. -_-, thanks udah nunggu ch ini
Keepbeef Chicken Chubu: Enggak kok, tenang aja, hehe
Mizukami Sakura-chan: Itu kayak terror dari iblis gitu
Hyemi. Kim: Oke sip ini udah lanjut ^_^
Sukmawindia: Iya ini ff emang dari awal konsepnya sadist gitu.. hehe thanks!
Miszhanty05: next
GaemCloud347: Iya aku juga bingung sendiri *lho?
K1mut: Lanjutt
Cute: Si manis jembatan ancol? keke
Chotaein816: Keren? Thanks chingu! Yeyey!
Kim Dihyun: pembunuhannya menarik? Makasih! Padahal BocahLanang sedikit sulit bikinnya, hehe
Thanks buat semua yang udah review! Salam ChanKai ^_^
TRAP IN DEVIL PLEASURE
Ini FF ChanKai..
Saya ingatkan.. ini FF terlalu sadis..
ChanKai
Chanyeol Sadist..
DRUG ADDICT
Tapi..
Bagi yang tidak suka karakter Chanyeol jahat, jangan baca..
Banyak alur pembunuhan karakter..
DON'T BASH.. DON'T READ IF YOU HATE THIS FF
I told you before
.
.
.
AND THIS IS
TRAP IN DEVIL PLEASURE
.
.
….
Appa Chanyeol sudah pasrah dengan keadaan anaknya itu.
Chanyeol tak mampu pergi jauh dari segala narkoba itu lagi. Tak mampu membunuh lagi, dan tak mampu lagi melakukan transaksi pasar gelap. Chanyeol benar-benar sudah terjerat.
Katakan saja Chanyeol yang dulunya seorang raja dunia kini ditendang dan diinjak menjadi sampah tak berharga.
Setiap detik harus ada drugs yang mengalir di darahnya atau detik itu juga tubuhya akan over dan meninggal.
Kai lah yang membuat Chanyeol jadi begini menyedihkan.
-Trap in Devil Pleasure-
Malam
23.56..
Terlihat jelas Chanyeol masih sadar. Entah, lebih terlihat seperti sekarat. Tubuhnya hanya berbalut celana jean selutut. Tanpa apapun yang membalut tubuh atasnya sehingga memperlihatkan kulit putih dan absnya yang terpahat sempurna. Entah sejak kapan rambutnya sudah ia cat sehingga berwarna pirang.
Chanyeol semakin tampan dari hari ke hari. Namun keadaannya parah. Di lantainya kembali bertambah bungkus-bungkus drugs yang kian hari kian menggunung. Jangan lupakan botol-botol cairan neraka yang sudah dikonsumsinya menggelinding ke kolong-kolong meja kursi. Puluhan plastic pembungkus daun ganja teronggok di sudut-sudut ruangan. Beberapa pil beragam warna berserakan di lantai dan karpet mewah apatermennya.
Angin diluar sepertinya terlalu kencang menggetarkan kaca pintu geser dan jendela kaca yang ada. Beberapa yang lolos masuk dapat menyapu kertas-kertas pembungkus serbuk morfin yang menumpuk di pantry dapur.
TOK-TOK-TOK-
Dari balkon apatermen, pintu kaca geser kamar Chanyeol diketuk seseorang dari luar.
Chanyeol melihat siluet tubuh itu, tapi ia mengabaikannya. Tubuh Chanyeol masih belum mau bergerak, otot-ototnya rileks dibawah pengaruh lima tablet heroin yang diminumnya beberapa menit yang lalu. Posisi tidurnya yang terbalik, ani, terlihat seperti ambruk diatas sofa merah panjang depan televise 34 inch yang menayangkan film Insidious 4 yang bahkan tidak membuat sedetikpun matanya terbelalak kaget.
TOK-TOK-TOK-
Chanyeol tak bisa lagi bersabar ketika ketukan itu sudah ke puluhan kalinya. Diraihnya pedang samurai yang ada disamping pintu kaca menuju balkon itu.
Sriingg..
Mata pedang sudah keluar dari sarung gadingnya.
-Trap in Devil Pleasure-
BRAK!ZRAAATTSS!
"F*CK! Siapa kau!?" Chanyeol membuka pintu menuju balkon lalu memaki orang tersebut. Tangan Chanyeol dengan sigap langsung menodong pedang samurai tepat dileher pengetuk. Orang itu menggunakan jaket, masker, dan celana hitam. Anehnya, orang tersebut tidak menggunakan alas kaki.
Hebatnya, orang itu bisa sampai di balkon kamar apatermen Chanyeol yang berada dilantai 29.
"Namja? Kau pencuri? Lepas maskermu" dengan nada mengintimidasi, Chanyeol menempelkan pedang samurainya. Sedikit tekanan lagi maka leher namja itu akan mengeluarkan darah merah segarnya.
Sleps!
Masker hitam itu terlepas dan memperlihatkan wajah namja berambut brown itu.
"..Hai" orang yang ia todong itu hanya menyapa santai.
Sejenak Chanyeol terpaku melihat wajah namja yang mengetuk malam temaramnya itu.
Rambutnya brown, dengan mata indah yang sendu, bibir penuh yang terlihat pucat namun menggoda. Kulit tan yang sedikit bercahaya. Chanyeol mengamati intens namja itu.
-Trap in Devil Pleasure-
Tidak seperti awal pertemuan mereka..
Tidak ada lagi pandangan menusuk dan rasa benci seperti yang dulu ia berikan untuk namja itu..
Tidak ada pikiran orang asing detik ia melihat sosok itu..
Semua timing terasa sama
Tapi perasaannya yang berbeda
Chanyeol kenal betul siapa sosok dihadapannya
"Kau baik-baik saja tanpaku kan?" namja itu mendongakkan kepalanya karena tubuhnya yang sedikit lebih pendek tepat dihadapan Chanyeol yang masih berdiri kaku diambang pintu.
Harum tubuh namja itu begitu menguarkan wangi semerbak sebuah bunga.
Red Rose..
Dan itu bunga kesukaan Park Chanyeol.
Bunga yang berwarna merah darah, cantik dengan segala duri yang siap menorehkan luka dalam.
"Ani" Chanyeol menatap tajam jamja itu. Menunggu respon yang akan diberikan namja tan itu. Chanyeol merasa, namja itu akan takut dan meminta maaf padanya seperti orang-orang lain. Namun..
CHU~
Mata Chanyeol terbuka lebih lebar setelah bibirnya merasakan sentuhan lembut yang dingin dari bibir penuh namja tan itu. Bibir mereka tetap diam.
Tapi kini Chanyeol tahu, namja itu tidak lagi ingin mempermainkannya.
BRUK!
Chanyeol mendorong hingga punggung namja itu terbentur keras dengan pintu kaca.
Bibir mereka masih bertaut tanpa gerakan. Mata Chanyeol menatap menyelidik pada mata sendu indah didepannya.
Pandangan itu.. merendahkannya..menginjak harga dirinya..membuangnya hingga kedasar jurang yang gelap..
membutakannya..
-Trap in Devil Pleasure-
Tanyakan pada bintang, tanyakan pada bulan, tanyakan pada embun malam.. mengapa ini bahkan persis seperti saat pertamakali mereka bertemu..
"Kemana saja kau.. Kai-ku?" jantung Chanyeol terpacu cepat. Bahkan drugs tipe depresant yang digunakannya semenit yang lalu langsung hilang.
Ia selalu merasa mengkonsumsi amphetamine dosis tinggi jika bersama Kai.
"Kau.. merindukanku?" Kai seperti memberi pertanaan retoris.
Kaki jenjangnya yang terbalut celana hitam robek-robek itu berjalan memasuki kamar dengan mudahnya, melalui namja tampan bermarga Park begitusaja yang masih terpaku di pintu kaca menuju balkon.
Puks!
Kai kemudian menduduki kasur Chanyeol. Mengamati betapa berantakannya kamar itu.
"Bagaimana bisa sampai sini?" Chanyeol yang sudah sadar dari rasa terpakunya kini mendekati Kai setelah menyimpan kembali pedang samurainya ditempat asal. Membiarkan pintu kaca balkon terbuka.
Sepertinya
Chayeol sadar jika angin kencang dingin dari luar itu membawa Kai kepadanya sebagai pertanda keberuntungan. Tapi tidak bagi yang lain, yang jelas-jelas angin kencang itu akan membawa hujan badai tiga jam lagi.
"…" Kai tidak menjawab, malah bangkit dari duduknya sebelum Chanyeol berhasil mendekatinya.
Kaki jenjang Kai melangkah mengambil trashbag yang ada di sudut dapur.
Kai kemudian memasukkan semua botol, plastic, alat suntik, alat inhaling, kertas bakar drugs sisa, putung rokok, dan semua benda pembungkus drugs tersebut.
GREP!
Sepasang tangan kekar memeluk erat pinggang Kai dari belakang. Membuat kegiatan Kai terhenti. Kai tak bisa lepas kali ini. Ia hanya diam merasakan kehangatan pelukan itu.
Merasakan kedua lengan yang rela melindunginya, menyelimutinya dalam kehangatan. Lebih erat, rindu, dan.. cinta.
"Aku merindukanmu.. Sangat.." Chanyeol menghirup aroma tubuh Kai. Lebih memabukkan dari semua inhaling drug yang pernah ia coba.
-Trap in Devil Pleasure-
Mereka kini sedang duduk di sofa merah depan televisi, samping balkon yang masih membiarkan masuk angin yang kini membawa sedikit uap dingin…
Setidaknya semua bagian sudut apatermen Chanyeol sudah bersih dari sampah, dan tangan Chanyeol sudah menyelamatkan makanan-makanannya itu sebelum Kai buang, tentusaja meletakkannya di sini, di meja..
Tepat didepan mereka sekarang. Berserakan bermacam drugs seperti pil, serbuk, daun, liquid, gas, dan semacamnya..
"Kai.. kau manis sekali hm..?"
Cups..
Chanyeol dengan semangat mengecupi tengkuk Kai. Tangan kanannya memeluk pinggang Kai, dan tangan kirinya masuk kedalam kaos hitam itu meraba seluruh inchi kulit halus Kai.
Sedang Kai amat polos lurus focus pada televise 32 inch Chanyeol. Yang menampilkan DVD Pororo yang entah mengapa ada di saku jaket Kai yang kini sudah tersampir di sandaran sofa.
Tangan mungil Kai memainkan jemari tangan Chanyeol yang melingkar erat dipinggang rampingnya. Kai duduk dipangkuan Chanyeol membuat namja tinggi itu dengan mudah mencicipinya.
Crkcs..
"A-akh, emh.." Kai memekik sakit saat Chanyeol menggigit punggungnya yang telah polos itu namun mendesah lirih setelah Chanyeol dengan perlahan menjilatnya. Entah, sepertinya tangan Chanyeol tidak hanya handal memainkan senjata, jemarinya juga piawai melepaskan semua pakaian yang Kai kenakan. Seperti awal mereka bertemu di lorong sekolah.. gedung F Elieos SHS.
-Trap in Devil Pleasure-
"Yeollie.. apa ini?" Kai dengan polosnya mengambil sebutir obat berwarna biru dari sekian banyak drug yang berserakan di meja.
"Hm? Itu.." Chanyeol hendak berkata namun..
HAUP!
Kai memasukkan obat tersebut ke mulutnya.
"Andwae!" Chanyeol segera membalik tubuh Kai yang sedang dipeluknya sehingga mereka berhadapan.
"Muntahkan, baby! C'mon!" Chanyeol mencengkram dagu Kai kuat agar Kai membuka mulutnya namun Kai masih kukuh.
"Chagiya! Andwae!" Chanyeol yang tak habis akal segera mencium ganas Kai.
Kit!
"Aksh!" Chanyeol menggigit bibir Kai kuat sehingga Kai memekik dan lidah Chanyeol berhasil masuk kedalam rongga mulut Kai. Segera lidah Chanyeol mengobrak abrik isi mulut Kai, lidahnya bergerilya mencari keberadaan obat itu. Nihil.
"Emh.." desahan Kai lolos ketika lumatan Chanyeol berhenti. Benang saliva masih menghubungkan keduanya.
"Kai, Baby.. Apa kau merasa pusing? Mual?" Chanyeol membingkai wajah cantik Kai dengan kedua telapak tangannya. Suara Chanyeol terdengar begitu halus dan penuh perasaan. Mata Chanyeol terlihat was-was dan takut. Chanyeol tak dapat memaafkan dirinya sendiri jika Kai sampai mabuk bahkan mati.
Yang dimakan Kai adalah metil dioksi metamfetamin.
"Yeollie kan suka makan itu, masa Kai tidak dibagi?" Kai memiringkan kepalanya imut.
GREPP!
"Ani! Aku tidak akan makan itu lagi, baby" Chanyeol memeluk erat Kai, mengecupi setiap jengkal pundak Kai yang kini penuh terhias kissmark buatannya.
Nyatanya, ia takut Kai mabuk dan menghabiskan semua drugs yang berserakan dikamar itu.
Ya, Chanyeol mengenal rasa takut karena Kai.
-Trap in Devil Pleasure-
01.23 am..
Mereka masih membuka mata tanpa mengenal kantuk
Saling memandang satu sama lain dalam kesunyian sebelum akhirnya Kai beranjak dari karpet bawah untuk duduk bersama sang Park yang memang sedaritadi duduk di sofa memberikan pangkuannya untuk merebahkan kepala Kai yang duduk di karpet bawah.
"Asal kau tahu.. Kau terlihat menawan saat mengkonsumsi benda neraka itu, Rude boy.." Kai menyeringai ketika mengatakan itu. Kai lalu mendudukkan tubuhnya santai di sofa depan meja penuh drugs tadi. Disamping Chanyeol.
Chanyeol sering heran.
Kai mampu berubah karakter, seperti sekarang. Tadi imut, sekarang jadi bajingan.
"Kau mabuk? Apa obatnya mulai bereaksi?" Chanyeol menekan nadi di pergelangan tangan Kai.
Denyutnya normal.
"Ayo kita habiskan ini" Kai menunjuk satu kilo morfin tablet yang diwadahi plastic transparan di meja.
"Kau tidak boleh mengkonsumsinya" Chanyeol menatap tajam Kai.
"Aku perlu alasan, tuan Park" Kai menyeringai lagi.
Menunggu apa yang akan terucap dari bibir Chanyeol.
Apakah bualan, atau kejujuran.
"Tubuhmu terlalu berharga untuk dinodai benda neraka seperti ini" Chanyeol meraih tangan kanan Kai.
Chu~
Sebuah kehormatan bisa mengecup punggung tangan dingin itu.
Grep!
Segera Chanyeol mengambil segenggam morfin itu, memasukkannya kedalam Arabica coffe yang mulai mendingin.
"Aku akan meminumnya untukmu" Chanyeol mengambil sendok disamping gelas itu.
Mengaduknya cepat dan meminumnya sekali tenggak.
Tes..
Dan itu adalah tetesan terakhir yang tersisa dari gelas itu.
"Ahaha.." Kai bertepuk tangan dan tertawa bahagia melihat Chanyeol berhasil meminum coffe itu hingga tandas.
"Apa aku sudah makin menawan?" Chanyeol memberikan seringaiannya kepada Kai. Diikuti dengan dentingan gelas coffe yang tandas itu diletakkan kasar memukul meja kaca hitam penuh drugs diatasnya itu.
"Kau pria idamanku, kau pria paling tampan didunia" Kai tersenyum puas melihat Chanyeol yang kini menenggak sebotol red wine berkelas setelah mendengar pujian yang Kai berikan untuknya.
"Pastikan kau menikah denganku, aku rela mengkonsumsi seluruh drugs disisa hidupku" Chanyeol mengecup pipi Kai, sedang tangan Kai menusukkan jarum suntik berisi cairan heroin pada vena lengan kekar Chanyeol.
Perlahan.. dunia Chanyeol terasa berputar
Kelopak matanya makin berat tapi ia tetap paksa untuk membuka, ingin tetap memandang makhluk indah itu..
Namun pengaruh drugs yang terlalu banyak mengalir ditubuhnya itu,
Tubuhya terasa ringan diterbangkan keatas, begitu lepas, dan perlahan semuanya gelap
-Trap in Devil Pleasure-
-TBC-
Aku: Kurang sedikit lagi end loh..
Readers: Itu Kai sebenernya jadi apa sih author? Spiderman bersayap? Kok bisa sampe di balkon kamar Chanyeol tiba-tiba gitu tanpa alas kaki sama sekali? Sandalnya jatuh kah?
Aku: Entahlah.. hehe
Readers:Chanyeol over banget ya.. masa dia sendiri konsumsi tu drugs sampe berkilo-kilo, giliran Kai makan satu butir aja cemasnya minta ampun
Aku: iya dunk ^_^ kan Chanyeol cinta mati sama uri Kai
Readers: Kok Kai malah bikin Chanyeol jadi pecandu aktif gitu sih? Kai cinta gak sih sama Chanyeol? Kok tega gitu ngelihat Chanyeol merusak tubuhnya dengan segala macam drugs itu, harusnya kan Kai melarang Chanyeol untuk menjadi pecandu
Aku: Mungkin kalo Kai bilang jangan jadi pecandu, Chanyeol akan melakukannya dengan suka rela. Matipun Chanyeol mau. Tapi sayangnya Kai bilang pria idamannya adalah pecandu aktif drugs. keke
Oke, Review ya! Gomawo all! Salam ChanKai! :D
Mian Bocah Lanang harus hiatusin ff ini karena something wrong with my brain!
Rada konslet ni otak karena minimnya chankai moment _ jadi sulit bayangin uri ChanKai T_T
Gimana nih? Mian ya all ChanKai shipper! Bocah Lanang tetep mencoba bikin moment ChanKai di ff lain kok! Sekali lagi mian..
