Author : Maaf typo, alur yang masih penuh tanda tanya, bahasa setengah labil dan gak labil. Please enjoy this chapter. Yang mau kasih saran nama kota/dungeoun silahkan, kalau cocok akan saia pakai. Dan saia masih membuka lowongan OC (kalau NPC udah gak buka). Dan buat para OC yang saling bersebrangan jangan khawatir ok. Selama perjalanan baik Joker ataupun Game Master rahasianya akan tebuka bertahap. Bagi yang mau mengirimkan seorang OC lagi silahkan (tapi cuma satu OC doang), karena mungkin kedepannya para OC ini akan saia buat menjadi beberapa grup. Saia mempersilahkan kalian kirim OC lagi karena kalau OC pertama kalian err... Ngilang masih ada OC lainnya. *Beneran ditabokin*.
Warning : T rate (apa harus jadi M?), chara death.
Pairing : Hint only.
Disclaimer : Naruto cs punya Masashi Kishimoto, OCnya pinjeman.
Neverland
Chapter 7
(Choose Your Destiny)
.
.
"Bertaruh? Apa maksudnya dengan bertaruh?" tanya Neji yang saat itu berada di posisi paling depan bersama dengan Lee dan juga Shikamaru.
"Jangan main-main ya! Bilang mau bertaruh segala! Kau pikir ini permainan!" omel Reika langsung sewot.
"Tahan Reika!" Hery berusaha menahan temannya yang sudah bersiap memegang Katana mau menyerang. "Kita dengarkan dulu apa yang mau dikatakannya" sambung Hery lagi agar suasana menjadi tenang.
"Ceh … " Reika akhirnya diam dan memasang kembali Katana-nya.
"Cepat katakan pada kami, apa maksudnya dengan bertaruh?" ucap Asakura yang sudah gak sabaran mau mendengar penjelasan dari sang Game Master. Entah mengapa firasatnya mengatakan ada 'sesuatu' yang direncanakan sang GM (mulai dari sini sebutannya akan saia singkat menjadi GM).
"Seperti yang kalian semua ketahui, seratus kartu Joker akan menciptakan legenda menjadi kenyataan. Dimana Joker akan muncul dan menemani orang yang berhasil mengumpulkannya masuk kedalam dunia mimpi Neverland" ucap sang GM yang sama sekali tidak dimengerti oleh semua pemain yang berkumpul disana, masing-masing dari mereka berusaha mencerna apa yang sebenarnya mau dikatakan sang GM pada mereka. "Dan, pemain yang bernama Sakura itu yang berhasil mengumpulkannya!" kali ini sang GM menunjuk Sakura yang berdiri di sisi kiri bersama Ino dan Hinata serta Nyx. Otomatis semua tatapan kini tertuju pada Sakura.
"Dari mana kau bisa tau kalau Sakura yang berhasil mengumpulkan kartu Joker?" tanya Lee dengan tampang idiot.
"Lee, lo bego! Udah jelas lah, dia kan GM. Semua yang dilakukan pemain tentu aja dia tau!" samber Ten-Ten langsung mijit kening plus malu kenapa Lee begonya gak bisa milih-milih tempat dan waktu.
"Sssst, kalian berdua berisik!" omel hampir seluruh orang yang sedang berkumpul disana, membuat Ten-Ten jadi malu sendiri.
"Sudah, kembali ke intinya saja!" sambar Shikamaru yang akhirnya merasa kalau GM ini terlalu berbelit-belit.
"Beranikah kalian mempertaruhkan nyawa kalian di tangan Sakura?" pertanyaan yang dilontarkan sontak membuat semua para pemain saling bertatapan. Pandangan bingung, cemas dan takut semuanya bercampur menjadi satu.
"Tunggu dulu! Kenapa kami semua harus mempertaruhkan nyawa kami di tangan Sakura coba?" protes Trancy yang ternyata ikut terhisap juga. Dia berada diantara kerumunan para pemain lainnya.
"Jangan bodoh! Sudah jelas kan, Sakura yang mendapatkan kartu Joker. Dan sekarang dia harus menyelesaikan Quest Joker adventures untuk menyelamatkan kita semua! Kalau dia sampai gagal habislah kita!" kata seorang pemain yang namanya sudah cukup lama dikenal diantara pemain lainnya Takashiwa Lee yang kelihatannya sudah mengetahui maksud dari pembicaraan si GM.
"Itu benar sekali" balas sang GM dengan santai, sedangkan para pemain lainnya mulai berbisik-bisik.
"Bagaimana kalau kita panggil saja Joker untuk menjelaskan. Sakura, kau tidak keberatan untuk memanggil Joker kehadapan kami semua bukan?" lanjut sang GM yang meminta Sakura memanggil Joker.
"Tidak apa-apa, lagipula aku juga ingin mendengar penjelasan darinya" Sakura mengangguk setuju dan segera memanggil Joker. Tak lama yang dipanggil pun datang.
~o0o~
.
"Kau memanggilku Sakura?" tanya Joker yang kini sudah muncul dihadapan Sakura dan yang lainnya.
"Joker, tolong jelaskan pada kami semua. Apa benar kau yang membuat kami semua masuk kedalam permainan? Dan apakah benar bagi yang telah mengumpulkan 100 kartu Joker harus menjalankan semua misi darimu?" tanya Sakura panjang lebar, mungkin pertanyaan itu juga yang hampir memenuhi semua pikiran dan benak pemain lainnya.
Joker terdiam sejenak dan sesaat dia menatap sang GM seolah meminta persetujuan darinya.
"Jelaskan pada mereka, aku juga ingin tau" ucap sang GM seperti memberi isyarat.
"Akan kuberitahu" ucap Joker membuat wajah semua orang menjadi tegang sambil menatapnya. "Yang berhasil mengumpulkan 100 kartu milikku harus menjalankan semua misi dariku, dan kalau berhasil menyelesaikannya kalian bisa kembali pulang" sambung Joker dengan santai.
"Tapi pastinya tidak semudah itu kan?" celetuk Shikamaru dengan perasaan tidak enak.
"Sakura bisa menyetujui perjanjian denganku atau dia bisa juga tidak melakukannya, semua itu tergantung pada Sakura sendiri. Kalau dia bersedia maka petualangan misi akan segera dimulai" sambung Joker menegaskan kalau nasib mereka semua berada pada keputusan Sakura.
"Dan kalau aku tidak setuju bagaimana?" tanya Sakura ingin tahu apa yang akan dijawab Joker.
"Kau bisa bergabung dengannya dan menghancurkanku. Tapi kalau kau tidak bisa menghancurkanku, kau akan selamanya berada disini" jawab Joker sambil menatap ke arah GM.
"Katakan pada mereka apa yang terjadi kalau sampai Sakura gagal dalam menyelesaikan misimu" sambung GM yang mendadak membuat suasana jadi mencekam.
"Kalian akan terjebak di dalam Neverland, dan untuk keluar, kalian harus menunggu pemain lain yang berhasil menyelesaikan misi dariku lagi" ucap Joker dengan tenang, tapi tentu hal ini membuat pemain lainnya tidak bisa tenang.
"Itu sih sama saja!" gerutu Shiryu dengan sebal.
"Yang benar saja! Apa tidak ada cara lain untuk keluar dari sini? Yang lebih mudah misalnya?" Asakura kembali kesal, dia sampai memukul pohon yang ada di dekatnya.
"Cara itu tentu ada, bukankah aku sudah bilang. Kalian bisa bergabung denganku dan menghancurkan Joker" kata sang GM dan membuat perhatian semua pemain beralih lagi kepadanya.
"Kalian tinggal menghancurkan Joker, maka kutukan itu akan berhenti, dan kalian semua bisa kembali ke dunia kalian" jawab sang GM melanjutkan dengan mengatakan kalau Joker harus dimusnahkan dari Neverland. Kini semua pemain menatap Joker yang masih berdiri dengan tenang di sebelah Sakura.
"Kalau kalian menghancurkanku, ada kemungkinan dua orang yang mungkin berada di dalam game ini ikut hancur dan tidak diketahui keberadaannya, selain itu hasilnya akan sama saja kalau kalian tidak sanggup mengalahkanku" balas Joker dengan sedikit meremehkan.
"Sok yakin sekali kau!" Sui kembali emosi dan menatap kesal pada Joker.
"Dua orang? Maksudmu, kau tau dimana Sasuke dan Gaara?" tanya Sakura kali ini sudah tidak bisa menahan lagi rasa ingin tahunya mengenai keberadaan dua orang temannya yang menghilang.
"Gaara ya? Sakura kalau ikut denganku akan kuberitahu dimana Gaara" ucap GM dengan cepat sebelum Joker sempat menjawab pertanyaan Sakura barusan.
"Gaara? Kau tau dimana Gaara?" tanya Sakura kepada GM, dia benar-benar bingung mana yang benar, dia merasa seperti di ping-pong.
"Buatlah keputusanmu, percaya padaku atau kau ikuti Joker" kata sang GM membuat kepala Sakura makin pusing saja.
"Hey, apa ini?" tanya Lee yang terkejut melihat tangannya terikat dengan dua buah gelang, satu berwarna merah dan satu berwarna biru.
"Gelang itu akan menjadi takdir kalian di Neverland. Di mulai dari kau Sakura" GM kini sedang menunjuk Sakura yang masih kebingungan untuk memutuskan. "Bagi yang memihak ku, cabut gelang berwarna merah, tapi bagi yang memihak pada Joker, cabut gelang berwarna biru" sambungnya lagi menjelaskan maksud dari kedua gelang yang muncul di masing-masing pergelangan para pemain.
"Sakura, percayalah padaku" kata Joker secara tiba-tiba.
'Aneh, kenapa setiap tindakan yang dilakukan Joker selalu mengingatkanku pada Sasuke' batin Sakura yang merasa familiar dengan gerak-gerik Joker.
"Tak usah terburu-buru, akan kuberi waktu satu jam untukmu berpikir begitu juga dengan yang lainnya. Setelah satu jam kita berkumpul lagi disini" kata sang GM yang kemudian sosoknya menghilang.
"Haaaa, pilih mana ya? Benar-benar membingungkan!" celetuk dari para pemain yang ikut bingung.
"Kalau pilih GM belum tentu benar juga, bagaimana kalau ternyata dia bohong? Kalau Gaara tidak ada padanya? Lagipula kalau tidak bisa mengalahkan Joker bagaimana?" Shikamaru tampak ikut berpikir keras, memikirkan kemungkinan Gaara pasti ada diantara GM atau Joker. Kalau memilih GM dan ternyata Gaara ada pada Joker, itu berarti Gaara akan ikut hilang bersamaan dengan hilangnya Joker. Dan kalau memihak pada Joker kalau sampai mereka kalah, mereka akan menghilang semua dan Gaara yang bersama GM juga hilang.
"Benar-benar pilihan yang sulit" ucap Neji yang juga ikutan bingung sama seperti Shikamaru. Jauh dari dalam hatinya dia tidak bisa mempercayai Joker. Selain itu taruhan yang mereka lakukan satu banding semua, dimana nyawa mereka dipertaruhkan untuk Gaara. Dan Sakura harus memutuskan.
~o0o~
.
.
"Gue pilih Joker" kata Rei yang saat itu sudah sadar dan juga tengah menyaksikan hadirnya GM dihadapan mereka juga barusan.
"Lo yakin?" tanya Naruto yang heran cepat sekali Rei memutuskan untuk berdiri dipihak Joker. Bukankah selama ini Joker merupakan NPC dengan peran antagonis di Neverland? Buktinya sekarang mereka semua terdampar dan harus melakukan pertaruhan berbahaya ini karena Joker.
"A-aku rasa … Aku juga akan berpihak pada Joker … " Magica ternyata ikut memilih Joker, meski masih tampak keraguan diwajahnya.
"Baiklah, kalau kalian memilih Joker. Gue bakalan milih Joker juga!" jawab Naruto yang langsung melepaskan gelang berwarna biru.
"Kau itu bodoh atau apa? Jangan membuat keputusan tanpa berpikir panjang dulu Naruto!" kata Kiba yang tak habis pikir melihat Naruto semudah itu terbawa arus.
"Loh, memangnya kenapa?" tanya Naruto dengan polosnya.
"Argh! Terserahlah!" Kiba setengah teriak frustasi melihat sikap Naruto, tapi pada akhirnya pemuda penyuka anjing itu juga memilih berpihak pada Joker.
"Nah, itu baru namanya pren!" Naruto dengan senang menepuk punggung Kiba sambil nyengir lebar. Kiba tidak membalas, dia hanya cemberut kesal.
.
'Pilihan yang sulit … Apa benar Gaara ada pada GM?' Shin juga tampak berpikir keras. Pandangannya menerawang kearah langit malam yang saat itu dipenuhi bintang (saat itu dia berdiri digeladak kapal).
"Sudah pasti aku pilih GM! Aku tidak bisa percaya pada NPC semacam itu!" celetuk seorang gadis berambut merah yang sedang melepas gelang warna merah. "Lagipula, biru itu lambang Sasuke! Gue yakin pilihan gue udah paling bener!" sambungnya lagi yang sekarang malah ciumin gelang warna biru.
"Karena Karin sudah pilih GM, kayaknya kita juga harus sepakat!" sambar pemuda berambut biru pucat yang ada disebelah gadis bernama Karin itu.
"Setuju!" kata seorang pemuda lainnya yang berambut orange dan juga ikut melepas gelang warna merah.
'Yang diucapkan gadis tadi … Apakah ini symbol? Biru berarti Sasuke dan Merah artinya Gaara?' Shin kembali berteka-teki sendiri sambil memikirkan hal-hal kecil seperti tadi.
"Aku akan memilih Joker!" Sakura berkata dengan mantap tanpa keraguan, dia yakin dan percaya pada Joker.
"Kalau begitu kami semua akan mendukungmu Sakura!" kata Lee bersemangat dan sepertinya, semua teman-temannya ikut mendukung keputusan Sakura. Ten-Ten mengangguk cepat menyetujui perkataan Lee.
"Yah, mau dipikirkan seperti apa kita tidak akan tau kalau tidak mencoba" kata Shikamaru yang ikut melepas gelang berwarna biru.
"Kau benar" sambar Neji yang juga mengikuti tindakan Shikamaru. Perlahan Hinata, Nyx, Shino juga mengikuti.
"Ino bagaimana denganmu?" tanya Hinata yang melihat sejak tadi Ino diam saja.
"Maafkan aku Sakura ... " kata Ino secara tiba-tiba, dia berdiri lalu mencopot gelang berwarna merah.
"Ino ... " Sakura tak bisa berkata apa-apa melihat gadis itu memihak pada GM.
"Kau ini bagaimana sih Ino? Kupikir kita semua sudah sepakat!" ucap Ten-Ten yang kelihatannya kecewa dengan pilihan yang diambil Ino.
"Aku tau, makanya aku minta maaf! Aku yakin Gaara ada pada GM, karena dia pasti mengetahui semua pemain yang bermain kan? Selain itu, kemungkinan besar Sasuke juga ada bersamanya! Aku sampai kapanpun tidak bisa percaya pada Joker. Bukankah dia penyebab semua ini!" ucap Ino mengeluarkan semua pendapatnya dengan sedikit emosi.
"Yang dikatakan Ino ada benarnya" sambung Shino yang ikut membenarkan pendapatnya mengenai sosok GM.
"Sakura, meski jalan kita berbeda. Aku tidak akan pernah menjadi musuhmu. Aku janji akan membawa Gaara dan Sasuke kalau mereka memang ada pada GM" kata Ino sambil menepuk bahu Sakura.
"Kalau begitu, aku juga akan ikut Ino" ucap Chouji yang tanpa terduga melepaskan gelang berwarna merah.
"Cho-Chouji, lo jangan bego! Lo gak harus ikut gue!" balas Ino terkejut dan jadi merasa tidak enak.
"Bukan begitu ... Selama ini gue selalu mengikuti Shikamaru, tapi untuk kali ini ... Gue pengen mengikuti kata hati gue sendiri" balas Chouji dengan mantap "Selain itu, kalau gak ada gue siapa yang jagain Ino?" balasnya lagi sambil nyengir ke Ino dan yang lainnya.
"Terserah kalian saja lah" balas Shikamaru cepat sambil mendesah pelan "Tapi kalian harus hati-hati" gumamnya dengan pelan, tapi masih cukup terdengar oleh keduanya.
"Baiklah, sampai jumpa lagi semuanya ... " balas Ino yang kemudian pergi bersama Chouji.
"Hey, kalian berdua kenapa diam saja? Ayo perlihatkan padaku tangan kalian!" tampak Cho sedang memaksa kedua temannya untuk menunjukkan tangan mereka.
"Eh, apaan sih?" Sui tampak sedang menyembunyikan kedua tangannya dibalik punggungnya.
"Itu rahasia Cho!" timpal Shiryu yang melakukan tindakan yang sama seperti Sui.
"Kenapa kalian jadi main rahasia-rahasiaan sih?" tampak Cho sedikit kesal dengan sikap kedua temannya.
"Pokoknya rahasia!" jawab keduanya kompak.
"Ah, kalian curang!" Cho langsung cemberut, tapi dia tidak kehabisan akal. "Kaze bantu aku!" kata Cho meminta Kaze membantunya.
"Baiklah nona Cho" jawab Kaze dan dengan cepat Kaze melompati Shiryu dan Sui, dan kini berada di belakang mereka.
"Ah, kau curang Cho!" kata Sui yang kini tengah tergantung (posisinya dia lagi diangkat sama Kaze tangan kanannya, Shiryu juga diangkat tangan kirinya).
"Jadi kalian memilih GM?" tanya Cho, raut wajahnya berubah kecewa.
"Maafkan kami Cho ... " balas Sui dengan perasaan tidak enak.
"Sama seperti Ino, kami lebih percaya pada GM. Gue yakin, Gaara itu pasti selamat dan ada pada GM. Karena GM master dari game ini kan" timpal Shiryu yang ternyata sependapat sama Ino.
"Hmph, suka-suka kalian aja deh!" balas Cho ngambek dan langsung buang muka.
"Maaf sekali lagi ya, tapi seperti Ino. Kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian!" ucap Shiryu sambil membungkuk maaf bersama dengan Sui.
"Kami pergi dulu, semoga kalian beruntung!" ucap Sui yang kini pergi bersama Asakura.
1 jam berlalu ...
"Hery, Reika!" Lee memanggil kedua teman barunya itu dengan semangat.
"Kalian pilih siapa?" tanya Ten-Ten pengen tau, berharap kedua oran gitu berada disisi yang sama seperti mereka.
"Hehehehe jelas Joker!" balas keduanya sambil menunjukkan gelang warna merah yang menghiasi pergelangan tangan mereka.
"Hebat!" seru Lee yang juga ikutan memamerkan gelang warna merahnya.
"Kenapa kalian pilih Joker?" tanya Shino ingin tau apa yang ada diotak kedua orang itu.
"Udah jelas, kan. Kita anti GM!" jawab keduanya kompak yang ternyata sejak awal bermain mereka sudah menjadi anti GM.
Tak lama muncul GM di tengah-tengah mereka ...
.
"Baiklah yang berpihak padaku silahkan berdiri didekatku" kata sang GM yang sudah muncul kembali. Dengan cepat para pemain yang berpihak pada GM segera berkumpul menjadi satu.
"Sakura bagaimana dengan keputusanmu?" GM bertanya langsung pada Sakura.
"Aku memilih berada dipihak Joker, dan aku juga akan menemukan Sasuke serta Gaara!" jawab gadis itu dengan wajah serius.
"Kalau begitu semua nasib kalian ada ditangan Sakura" kata sang GM yang terdengar kecewa dengan keputusan Sakura.
"Apa? Itu berarti meski kami memihak padamu, kami akan tetap lenyap kalau sampai Sakura gagal dong?" protes seorang cowok berambut silver yang tampak tidak terima.
"itu benar, tapi masih ada cara lain. Kalian bisa melenyapkan orang yang membuat perjanjian dengan Joker, maka kalian akan terbebas" balas sang GM yang ternyata ada cara lain dengan cara melenyapkan Sakura.
"Tidak mungkin ... " gumam Ino tampak terkejut dengan pernyataan GM barusan, dia menoleh kearah Sakura dengan tatapan sedih dan kecewa.
"Ino ... " Sakura juga menatap Ino dengan tatapan sedih.
"Sudah cukup penjelasannya!" kata GM sambil menepuk tangannya sendiri.
"Gelangnya berubah!" Cho melihat gelang warna merah ditangannya kini berubah seperti menjadi sebuah jam tangan (dengan ukuran yang lebih besar dan memiliki layar kecil).
"Apa ini?" tanya Neji yang sepertinya merasa kurang nyaman dengan benda yang menempel ditangannya.
"Itu hanyalah alat untuk pengaturan. Disitu akan terlihat life point yang kalian miliki" jawab sang GM menjelaskan angka-angka yang muncul dilayar kecil itu.
"Life point? Apa maksudnya ini? Coba jelaskan pada kami sekarang juga!" balas Trancy yang bingung.
"Life point akan menjadi penentu hidup kalian disini. Setiap pemain yang terkena serangan lawan akan mengurangi life point kalian dan tentu life point bisa ditambahkan juga, sama seperti dalam game" jawab sang GM menjelaskan maksud dari life point tersebut.
"Jangan katakan kalau life point kami mencapai angka nol, maka kami akan mati?" pertanyaan Shikamaru barusan membuat bulu kuduk semua orang disana berdiri, mereka takut dengan kenyataan yang akan diucapkan oleh GM.
"Itu benar sekali" jawab GM dengan enteng.
"Di dalam layar itu kalian juga bisa memilih sepuluh skill yang akan kalian gunakan nanti. Dan bagi yang sudah pernah mengeluarkan jurus sebelum ini, maka jurus itu akan secara otomatis menjadi jurus kalian" GM kembali memberi penjelasan lainnya. Para pemain penasaran dan memencet tombol lainnya yang memang ada. Benar saja setelah tombol ditekan muncul infromasi mengenai skill-skill yang mereka miliki persis seperti skill yang karakter mereka miliki di game.
"Kuberi waktu 10 menit untuk memilih" ucap sang GM yang memberikan waktu yang singkat bagi para pemain untuk memilihnya.
.
10 menit kemudian ...
.
"Ini yang terakhir" kata GM yang kemudian mengangkat tangannya keatas, tampak ada cahaya yang berkilat dari tangannya.
"Wow hebat!" seru Cho girang melihat tongkat sihirnya berganti persis seperti senjata milik karakternya di game.
"Keren, Katana gue ganti!" Gantian Reika yang lompat-lompat, nyaris anak ini kecebur kolam, untungnya ditarik sama Hery.
"Dodol lu! Kagak usah norak!" kata Hery geleng-geleng.
"Semua sudah selesai, untuk tim Joker silahkan pergi duluan, kami akan menunggu waktu yang tepat untuk mengalahkanmu" ucap GM yang kemudian menghilang bersama dengan para pemain lainnya.
"Mereka sudah pergi ... " Sakura tampaknya masih tidak rela melihat Ino pergi dan berpihak pada GM.
"Hey, Joker. Misi apa yang harus kami jalankan?" tanya Shikamaru langsung membuka topik pembicaraan.
"Lost child" jawab Joker dengan singkat.
"Tolong lebih diperinci lagi" Lee berbicara sambil menggaruk-garuk punggungnya yang gatal.
"Misi ini mudah, kalian tinggal menemukan anak-anak yang jiwanya tersesat di dalam game ini dan mengembalikan jiwa mereka" balas Joker dengan sedikit memperjelas inti dari misi tersebut.
"Bagimu mudah, tapi belum tentu bagi kami" balas Shikamaru kembali menggerutu.
"Sudahlah, lebih baik segera dilaksanakan. Bagaimana bagi dua tim?" kata Hery yang sudah jenuh berdiri lama-lama disana, dia ingin segera menikmati petualangan di dalam game tersebut dan mencoba skill yang sudah dia pilih.
"Dibagi jadi beberapa tim saja!" ucap Ten-Ten dengan semangat.
"Ayo kita susul mereka" kata Rei yang mencoba bangkit dari tempat tidurnya.
"Rei, jangan paksain diri! Lo harus istirahat selama dua atau tiga hari!" balas Magica yang memegangi Rei.
"Gue udah sembuh, selain itu kita gak boleh buang waktu lama-lama. Kita juga harus segera membantu dan bergabung!" balas Rei dengan keras kepala. Dengan cepat dia berdiri dan menarik yang lainnya untuk pergi.
Misi apa yang akan mereka jalani? Apakah akan jatuh korban?.
TBC ...
Author : Last update, karena saia butuh bertapa selama beberapa waktu. Chapter ini seperti sebuah pilihan yang sedang saia alami (malah curcol gaje). Saia akan kembali kalau semuanya sudah beres. Maaf kalau chapter ini jelimet, maklum otak saia ikut jelimet pas ngetiknya. Dan untuk para OC yang saling bersebrangan tenang aja.
.
.
HAPPY READ ^^.
