Expectation of Love

Disclaimer : Mamashi Kishimoto

By : wf

Pairing : naru x?, sasuruko, gaasaku, shikaten, sai x?, nejitem, dll

Warning : smart!naru, cool!naru, OOC, maaf kalau cerita ini masih abal, gaje, dan banyak sekali typo, karena saya masih penulis baru dan masih amatir dan juga kalau ada kesamaan cerita dengan author lain, saya sungguh minta maaf, tapi sungguh ini murbi dari pikiran saya sendiri, I hope you can enjoy reading this story, guys...

Chapter 8 : Kebenaran,,,

Seorang wanita tengah berjalan tergesa-gesa kearah sebuah mobil, ia segera memasuki mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan standar. Ia melajukannya ketujuan taman kanak-kanak, tempat anak-anaknya bersekolah. Karena ia sudah terlambat menjemput sang buah hati. Pernah beberapa ibu bertanya padanya kenapa semuda itu ia sudah memiliki anak. Ia hanya tersenyum menjawab pertanyaan mereka.

Ia cukup memakluminya, bayangkan saja diumurnya yang sekarang masih berusia 24 tahun ia sudah memiliki anak yang sudah berusia 5 tahun. Itu sebabnya banyak orang yang mempertanyakan siapa ayah dari anak-anaknya. Ia masih mengingat dengan jelas betapa kagetnya sang guru dengan permintaannya. Ia meminta guru taman kanak-kanak itu membiarkan kolom nama ayah tetap dikosongkan.

Ia memohon-mohon pada guru itu untuk mengabulkan permintaannya, yang akhirnya disetujui dengan terpaksa, kenapa ia merahasiakan itu, agar mereka tidak tahu ia memiliki anak dari pria itu, apalagi dari orang itu. walau ia tahu tidak akan selamanya ia dapat memohon seperti itu.

Ia segera memarkirkan mobilnya setelah ia berjalan memasuki perkarangan sekolah itu, ia meliarkan matanya mencari dua sosok yang sangat penting dalam hidupnya. Namun, ia tidak dapat menemukan mereka, ia cukup panik mendapati itu.

"hm, annyoenghaseyo," sapanya pada salah satu guru yang sedang berjalan keluar dari sekolah itu. "hm, annyoeng, ino-sshi, o ingin menjemput ruto-ya, dan nauri-ya, kan?" balas guru itu. "nde, dimana mereka sekarang, hari-sshi? Apakah mereka ada didalam?" tanya wanita yang bernama lengkap Yamanaka Ino ini. "ne, mereka ada didalam, mereka berdua ketiduran menunggumu, ino-sshi" jawab guru yang ino panggil Park Ha Ri itu.

"ayo saya antar kedalam ino-sshi" ujar sang guru sambil mempersilahkan ino masuk kedalam sekolah itu. "nde" balas singkat ino. Mereka mulai berjalan memasuki koridor taman kanak-kanak itu.

"geunde, Ha Ri-sshi, kalau boleh tahu bagaimana perkembangan mereka" tanya ino pada Ha Ri. "ne, mereka sungguh sangat berbakat dan mereka juga anak yang paling pintar di kelas. Semua pelajaran yang kami ajarkan disini mereka dapat menerimanya dengan baik. Geunde, ruto-ya dia masih sama dengan pertama kali saya lihat, ia masih tetap pendiam dan dingin pada teman-temannya, kecuali pada saudari kembarnya. Apa sifatnya memang seperti ino-sshi?" jelas guru itu.

"heheheh" ino tertawa canggung. Guru itu memandang heran kearah ino 'apanya yang lucu' batinnya atas tawa canggung ino. "kaa-chan" teriak seorang anak perempuan yang menghampiri mereka dengan senyum terkembang. "jangan berlari kencang" tegur anak laki-laki yang mengikutinya dari belakang dengan nada datar.

"heheh, bialin kan nauli cenang kalena kaa-chan cudah jemput" sahut anak perempuan yang dipanggil nauri itu sambil menjulurkan lidahnya pada anak laki-laki yang menegurnya itu. "hn" balas anak laki-laki itu.

"huh" helaan dari ibu dari kedua anak kembar ini terdengar. "sudahlah jangan bertengkar" tegur ino pada mereka. "ha'i/hn" sahut mereka dengan nada yang berbeda. "baiklah kami pulang dulu ya, Ha Ri-sshi, ayo anak-anak pamit dengan bu guru" ajak ino. "kami pulang dulu ya bu gulu" sahut Nauri dengan ceria.

"nde, hati-hati ya" balas Ha Ri pada mereka. Setelah berpamitan dengan guru anak-anaknya, mereka berjalan menuju mobil mereka. "bagaimana sekolah kalian? Apakah ada sesuatu yang menarik?" tanya ino pada anak kembarnya yang sedari memasuki mobil.

"menyenangkan kok kaa-chan, tadi kami belajal tentang keluarga, tapi nauli gak tahu haluc buat celita tentang tou-chan, kan kaa-chan tidak pelnah mencelitakan tentang tou-chan." Jawab nauri dengan sedih, karena ia merasa tidak memiliki ayah. Ino menatap sang anak dengan tatapan sedih, ia merasa seperti ibu yang gagal. Wajah sedih sang ibu tidak luput dari penglihatan anak laki-lakinya.

"hm, nauri-chan dan ruto-kun punya tou-san kok, tapi dia sekarang sedang berada ditempat yang jauh" jawab ino berusaha mencari kalimat yang tepat untuk menjelaskan kepada kedua anaknya itu. seakan belum puas dengan jawaban sang ibu, nauri kembali bertanya "kenapa touchan ninggalin kita kaachan? Apa dia tidak cayang cama kita?" pertanyaan polos yang dilontarkan nauri seakan seperti tombak yang secara tidak langsung menghunus tepat ke hatinya.

Ino berusaha tenang didepan mereka, walau sekarang ia ingin sekali menangis, karena luka dihatinya kembali terbuka lebar, karena pertanyaan sang anak. namun ia tidak mungkin juga menyalahkan pertanyaan polos nauri, ia mengerti walau kedua anaknya seperti tampak bahagia dan ceria, ia tidak akan menyangkal bahwa anak juga membutuhkan sosok seorang ayah.

"hmm, tidak kok sayang, touchan kalian sayang kok sama kita, ia hanya tidak tahu kalau kalian terlahir kedunia, nauri berdoa saja semoga suatu hari nanti touchan kalian datang menjemput kita yah, sayang" jelas ino pada meraka, ia tidak mengerti kenapa kalimat itu terlontar darinya begitu saja. Ia juga tidak dapat memungkiri perasaan rindunya pada naruto, karena ia masih mencintai pria itu, bahkan rasa cintanya tidak berkurang sedikitpun.

"ha'i, nauli akan beldoa kaa-chan" sahut nauri, ia kemudian menautkan kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya, berdoa dengan kyusuk.

Ino terhenyak melihat sikap anak perempuannya, sebegitu inginkah ia bertemu dengan sang ayah. "hm, kaa-san ruto boleh nanya gak" sahut sang anak laki-laki yang sedari tadi hanya diam dengan nada datar.

Ino menghela nafas pelan, kenapa semua sikap dan prilaku naruto begitu melekat pada diri ruto, atau dengan nama lengkap Namikaze Ruto, ia mempunyai ciri-ciri yang sama dengan naruto minus tanda lahir seperti kumis kucing itu. walau di sekolah namanya dikenal dengan Yamanaka Ruto, tapi ino tetap menuliskan nama Namikaze Ruto di akte dan juga di berkas sekolah taman kanak-kanak mereka.

"nanya apa sayang" jawab ino dengan tenang. "hn, bagaimana ciri-ciri tou-san kami, kaa-san" tanyanya dengan nada datar, namun jikalau di dengar dengan teliti akan tersirat rasa penasaran yang tinggi.

Ino terkejut dengan pertanyaan sang anak, ia tidak akan menyangka anak seusianya bisa bertanya seperti itu, "hm, kenapa kau menanyakan itu ruto-kun" tanya ino dengan nada cemas, ia takut jikalau anaknya akan meninggalkannya kalau mereka mengetahui siapa ayah mereka, bagi ino mereka adalah hidupnya, selain naruto. Jika mereka menghilang ino tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.

"hn". "baiklah, tou-sanmu itu keturunan orang Amerika dan juga Jepang, kakeknya orang Amerika, sedangkan neneknya orang Jepang, ia mempunyai ciri-ciri persis sepertimu, namun yang membedakan hanya kau tidak memiliki tanda lahir dipipimu seperti kumis kucing, orangnya tampan, dingin, irit kata, nada bicaranya datar" jelas ino pada ruto.

"hn, apa kaa-san masih mencintainya" tanya ruto lagi. Ino menatap ruto dengan tatapan heran, kenapa anak ini bisa mengerti tentang cinta, sungguh ia menyesali kenapa gen naruto sangat dominan padanya, sehingga ia dapat berpikir dewasa.

"sangat, sampai sekarangpun kaa-san masih mencintai tousan kalian" jawab ino dengan lirih memandang kearah jalanan dengan tatapan sendu.

Ruto dapat mengerti apa yang sedang ibunya lamunkan, ia bertekad dalam hatinya, ia akan membawa kembali tousannya. Ia ingin melihat senyum bahagia ibu dan juga adiknya.

"nah, ayo kita turun, sudah sampai, ayo ruto-kun, nauri-chan" ajak ino pada kedua anak kembarnya. "hn, nauri tertidur kaa-san" ucap ruto dengan nada datar. "hm, pasti dia capek sekali ya, ya sudah ayo kita masuk, Ruto-kun" ajak ino sambil mengendong nauri dan mulai memasuki gedung apartemen mereka.

Sesampainya di rumah mereka, ino kemudian menidurkan anak perempuannya dikamar sang gadis kecil, ia tersenyum kecil melihat sang anak perempuan, nauri adalah sosok penggabungan antara ia dan naruto, nauri mempunyai kulit dan rambut sepertinya, matanya dari naruto, sifat dan prilakunya seperti dirinya serta kecermalangan otaknya didapat dari sang ayah, walau tidak seencer Ruto.

Ia membelai pelan rambut sang anak sebelum ia melangkah untuk keluar dari kamar itu, ino kemudian mendudukkan dirinya di kursi ruang tamunya, ia akan mengecek perkembangan butiknya, yah, pekerjaan ino sekarang adalah desainer, walau butiknya tidak terlalu besar ia cukup bangga, karena itu adalah usahanya sendiri. Ia ingat akan perjuangannya untuk kuliah ditengah ia memiliki anak berumur 6 bulan yang harus ia jaga. Namun, ia sangat bersyukur mempunyai orang-orang yang menyayanginya, yang bersedia menjaga kedua anak kembarnya ketika ia memiliki jadwal kuliah.

Sebenarnya, ia dulu sangat takut. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan, mengingat ia hamil muda, ia sedang bermasalah dengan sang ayah, ia meninggalkan rumahnya tanpa sepengetahuan ayahnya, beruntung kakak sang ayah, mau menampungnya dan merawatnya sampai sekarang.

'tou-san bagaimana kabarmu sekarang? Apa kau mencariku ketika melihat surat itu?' batinnya sambil menerawang kembali mengingat masa lalu.

Flash back

Setelah menghubungi sepupunya dan mengemas barangnya, ia kemudian berjalan menuju meja belajarnya mengambil pena dan kertas menuliskan sesuatu.

Untuk tou-san

Jika tou-san membaca surat ini, berarti aku sudah tidak berada dirumah ini lagi, aku sungguh minta maaf harus meninggalkan tousan sendiri.

Aku juga minta maaf jika aku tidak dapat menjadi anak yang tousan banggakan, aku hanya seorang gadis biasa yang mempunyai banyak kesalahan yang mungkin bagi tousan tidak termaafkan.

Maaf jika aku membuat kaa-san pergi, kalau saat itu kaasan tidak menyelamatkanku dari truk itu, ia tidak akan pergi.

Tousan, terima kasih sudah membesarkan anak yang tousan anggap sial ini selama 18 tahun, aku minta maaf sekali lagi telah membuat kaasan pergi. Mungkin memang benar aku anak sialan, karena kehadiranku tidak membuat kalian bahagia.

Jadi tolong maafkan anak sialan ini tousan...

Sayonara tousan

Dari Yamanaka Ino

Setelah menuliskan surat itu dan melipatnya di atas meja, ino kemudian segera beristirahat agar besok pagi ia segar untuk perjalanan ke Korea.

Skip time,

Ino kembali menatap rumahnya sekali lagi, sebelum ia benar-benar pergi.

'sayonara tousan' gumamnya lirih. Setelah mengatakan itu ia melangkahkan kakinya kearah taxi yang dipesannya, sebelum ia menuju bandara, ia memutuskan untuk mengunjungi ibunya.

"ohayou kaa-san, bagaimana kabarmu disana, apa kau merasa bahagia, kalau aku sama sekali tidak bahagia, kaasan kenapa waktu itu kau mengorbankan hidupmu demi anak bodohmu ini, pertanyaan itu selalu tergiang dikepalaku dulu, namun sekarang aku tahu pasti apa jawaban, karena kau sangat menyayangiku bukan, dan tidak ingin melihatku sedih, aku paham akan perasaan itu sekarang. Karena sebentar lagi aku akan menjadi ibu, kaa-san maafkan aku jika mengecewakanmu dengan berita kehamilanku ini. Tapi ayah dari anak ini akan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya, ia juga tengah hamil sepertiku kaasan, aku mencintainya kaasan, aku ingin hidup dengannya, aku tahu dia juga sangat mencintainya, namun kami tidak dapat bersama, karena aku takut jika orang itu akan mencelakai kami nantinya, itu sebabnya aku akan pergi jauh darinya. Kaasan aku datang untuk meminta maaf dan pamit padamu, jadi sayonara kaasan aku mencintaimu, dan aku juga sangat merindukanmu" monolog ino didepan makam ibunya, ino kemudian meletakkan bunga lily putih kesukaan ibunya sebelum ia melangkah menjauhi makam itu.

'semoga kau bahagia anakku' ino terhenti sejenak seakan mendengar suara ibunya, ia kemudian berbalik, ia bersumpah ia melihat ibunya berdiri diatas makam itu mengenakan baju putih dengan rambut terurai panjang, tersenyum kearahnya, walau hanya beberapa detik. Namun cukup membuatnya menangis.

Skip time

Ia memasuki pesawat yang akan membawanya pergi jauh dari jepang.

'sayonara naruto-kun'

end of flashback

tanpa ino sadari ia meneteskan air matanya, saat kembali mengingat kembali masa lalu itu, "hn, kaa-san kenapa kau menangis" tanya Ruto yang tengah berjalan kearahnya, ia cukup panik melihat air mata sang ibu.

"tidak kok, kaasan Cuma teringat masa lalu" jawab ino. "hn." Balas ruto, ia kemudian memeluk sang ibu, "jangan bersedih kaa-san" ucap ruto dengan lirih. Ino terpaku mendengar perkataan sang anak, pasalnya ia baru pertama kali melihat anaknya mengeluarkan ekspresinya.

Ruto PoV

"kaa-san aku lapar" ujarku pada ibuku. Dapat aku lihat ia menepuk pelan keningnya, dan merutuki kebodohannya, ck, kenapa semua makhluk yang berjenis perempuan itu selalu cerewet. Setelah memastikan kaa-san pergi dari ruangan ini, aku mencoba membuka komputernya untuk mencari bukti apa benar ayahku itu seseorang dari keluarga namikaze.

Kenapa aku mengasumsikan dia berasal dari keluarga namikaze, karena dua minggu yang lalu saat ada acara disekolah, perwakilan dari keluarga Namikaze datang. Dan perwakilan itu benar-benar mirip dengan yang dikatakan kaa-san.

Juga alasan kedua, rata-rata orang jepang itu, berambut hitam atau coklat dan warna gelap yang lain. Kaa-san berambut pirang, karena ia ada keturunan dari luar. Kalau ditanya apakah kaa-san mengetahui orang itu datang, jawabannya tidak. Karena, dua minggu yang lalu yang datang kesekolah kami itu adalah hyerin baa-san.

Flashback

"wah, lamai cekali kan onii-chan, nauli jadi gugup," sahut nauri padaku. "hn, jangan gugup, aku tahu kau pasti bisa" kataku padanya untuk memberikan semangat.

"hm, aligatou, onii-chan, baiklah kalau gitu nauli macuk dulu ya" ujarnya padaku.

"hn" setelah itu aku berjalan menuju kursi penonton, menghampiri hyerin baa-san.

"baiklah, sekarang kita akan mendengarkan kata sambutan dari donatur tetap kita, bpk Namikaze Naruto, kepada bpk kami persilahkan" ujarnya.

"wah, dia semakin tampan saja" gumam hyerin baa, aku heran, apakah hyerin-baa kenal dengan pria itu? "ajummah (bibi) apakah kau mengenal pria itu?" tanyaku padanya. "hmm, dia itu teman kaa-sanmu sewaktu SMA, ajummah, hanya mengenal namanya saja, Namikaze Naruto, keluarganya pengusaha sukses dibidang properti dan juga saham, kedua setelah keluarga Uchiha, juga dia salah satu pemenggang saham terbesar untuk lebel musik terkenal dikorea ini, tapi yang ajummah heran, kenapa tidak meneruskan perusahaan ayahnya, malah ia membuat perusahaannya sendiri, ajummah kagum karena hanya dalam waktu kurang lebih 4 tahun perusahaan yang dibangunnya sudah mendunia sama seperti Namikaze Crop dan Uchiha Crop, kalau tidak salah namanya Noru Crop, nama yang cukup aneh menurut ajummah, ahh, ajummah menjelaskannya dengan bahasa yang sulit ya, akan ajummah ulangi lagi" jelas hyerin baa dengan panjang lebar padaku.

"tidak kok, ajummah, ruto paham" jawabku. Dapat aku rasakan tatapan tidak percaya darinya. Memang benar aku paham dengan semua yang ia katakan, anggap saja kalau aku dikarunai orang genius dan dapat mengerti semua yang orang dewasa katakan, walau umurku baru genap 5 tahun. "tapi kalau dipikir-pikir kau mirip sekali ya dengan Namikaze-shi, yang membedakan hanya tanda lahir dipipinya saja, ajummah saja sempat mengira kalau kau namikaze-shi versi mini" ujar hyerin-baa padaku.

Aku cukup terkejut dengan pernyataan hyerin-baa, untuk memastikannya aku mulai mengobservasi wajahnya, memang benar apa yang dikatakan hyerin baa, kami seperti pinang dibelah dua.

End of flashback

Aku mulai membuka browser, aku kemudian mengetikkan kata kunci yang aku inginkan, kenapa aku sudah mengerti dengan huruf-huruf, karena kaasan memasukkan kami ketempat kursus.

Aku mengetikkan Namikaze Naruto, bagus akhirnya ketemu biografinya.

Nama Lengkap : Namikaze Naruto

TTL : Tokyo, 10 oktober

Orang tua : Namikaze Minato dan Namikaze (Uzumaki) Kushina

Pasangan : Namikaze (Hyuuga) Hinata

Anak : Namikaze Boruto (5 tahun), Namikaze Himawari (3 tahun)

Pekerjaan : Ketua di Noru Crop, Juga wakil Ketua di Namikaze Crop

Aku mencari silsilah keluarga Namikaze, aku menemukannya,

Namikaze Jiraya, mempunyai ciri-ciri rambut pirang yang sudah memutih, mata biru cerah seperti langit musim panas. Ia keturunan Amerika-jepang. Mempunyai perusahaan turun-temurun yang diberi nama Namikaze crop, yang bergerak dalam bidang property. Terbesar di dunia berumur 75 tahun.

Namikaze / Senju Tsunade, mempunyai ciri-ciri rambut pirang dengan mata coklat, ia merupakan keturunan jepang. Keluarganya senju merupakan salah satu bangsawan jepang, keluarganya mempunyai rumah sakit besar di jepang berumur 73 tahun.

Namikaze Minato, mempunyai ciri-ciri rambut pirang mata biru, berkulit tan seperti jiiraya, ia anak pertama dari dua bersaudara. Ia merupakan ketua eksekutif utama dari namikaze crop menggantikan sang ayah yang sudah pensiun berumur 50 tahun.

Namikaze / Uzumaki Kushina, mempunyai ciri-ciri rambut merah, mata hazel. Ia merupakan keturunan asli Uzumaki. Yang merupakan salah satu bangsawan jepang. Keluarganya terkenal diberbagai jabatan di pemerintahan jepang, berumur 47 tahun.

Namikaze Kyuubi, mempunyai ciri-ciri sama seperti kushina, merupakan anak pertama di keluarga namikaze, ia wanita yang baik hati namun bisa galak. Sifatnya ceria, cerewet, ia merupakan seorang dokter yang terkenal di dunia kesehatan, dan juga ia adalah istri dari Uchiha Itachi, berumur 28 tahun.

Namikaze Naruto, mempunyai ciri-ciri sama seperti minato dan jiraya namun membedakan naruto mempunyai tanda lahir dipipinya seperti kumis kucing, seorang founding chairman atau ketua di perusahaannya sendiri yang bernama Noru Crop, juga Wakil Ketua di Namikaze Crop, berumur 24 tahun.

Namikaze (Hyuuga) Hinatamempunyai ciri-ciri berambut indigo, bermata lavender, merupakan keturunan bangsawan Hyuuga, yang juga salah satu keluarga berpengaruh dijepang berusia 24 tahun.

Namikaze Naruko, mempunyai ciri-ciri rambut pirang panjang yang selalu ia ikat ponytail bermata biru dan berkulit putih, seorang desainer terkenal yang karya-karya telah di akui dunia, berumur 24 tahun, ia merupakan istri dari Uchiha Sasuke.

Namikaze Boruto, mempunyai ciri-ciri sama seperti naruto, yang membedakan hanya tanda lahirnya dua garis seperti kucing sedangkan naruto ada 3, berumur 5 tahun.

Namikaze Himawari, mempunyai ciri-ciri rambut indigo, bermata biru laut, berumur 3 tahun.

Aku setelah aku membaca silsilah dan melihat fotonya, aku semakin yakin, jikalau aku adalah anak dari Namikaze Naruto. Tunggu nama perusahaannya adalah Noru, jangan-jangan kepanjangannya Naruto-Ino, Noru. Tuhan apakah benar yang aku pikirkan.

Kalau aku benar, pastinyalah Namikaze Naruto sangat menyayangi Kaasan, aku kemudian menutup browser itu, aku memutuskan untuk mencari bukti lain, karena yang sekarang aku temukan baru hanya asumsiku.

Aku mencoba mencarinya didata yang ada di laptop kaasanku, sudah cukup banyak folder yang aku buku, namun belum kutemukan apa yang aku cari, sampai pada akhirnya aku menemukan sebuah folder yang letaknya tersembunyi, yang mampunyai nama folder yang cukup aneh yaitu, Noto. Aku memutuskan membukanya, aku terkejut melihat isinya yaitu ada beberapa foto Naruto yang sepertinya diambil secara diam-diam, seperti fotonya sedang tertidur dikelas, fotonya yang sedang berada di lab dan sebagainya.

Selain foto juga ada nama file yang berjudul, my diary, aku putuskan untuk membukanya.

Hari ini sesuai dengan perjanjian, aku akan mengatakan hasil dari perbuatan kami dua minggu yang lalu, sebenarnya aku takut, jikalau aku mengatakan kalau aku hamil anak naruto-kun, orang itu akan menyakitiku dan calon bayi ini.

Tapi aku juga takut, jikalau nanti bayiku lahir tanpa seorang ayah, kami-sama apa yang harus aku lakukan sekarang, tapi aku kembali mengingat apa yang naruto-kun katakan dua minggu yang lalu, ia akan mempertanggung jawabkannya, walaupun hasilnya hamil ataupun tidak.

Yosh, ino ini adalah kesempatanmu untuk dapat memilikinya, kalau urusan dengan orang itu biar nanti saja.

Aku menutup file ini, jadi benar aku anaknya Namikaze Naruto, namun siapa yang dimaksud dengan orang itu kaasan.

"ruto-kun, ayo makan, makanannya sudah siap, tapi sebelum itu bangunkan adikmu terlebih dahulu" suara kaasan membuyarkan lamunanku.

Nanti saja aku pikirkan apa yang harus aku lakukan selanjutnya, aku segera melangkahkan kakiku untuk membangunkan adikku. Aku memasuki kamarnya secara perlahan, aku melihat wajah damainya. Semoga saja aku dapat bertemu dengannya suatu saat nanti dan mengatakan padanya bahwa aku adalah anaknya, agar aku dapat melihat senyum bahagia dari kaasan dan juga Nauri.

Aku menguncangkan perlahan tubuh adikku. "ayo bangun nauri, saatnya makan siang, kaasan sudah menyiapkan makan siang untuk kita" ucapku padanya sembari mengelus kepalanya secara perlahan.

"hoam, baiklah, ayo makan niichan" sahutnya dengan nada riang dan bangun dan berlari kearah luar kamarnya, ck dasar, kalau sudah makan dia pasti akan melupakanku. Aku pun menyusulnya menuju ruang makan.

"kaachan" teriak nauri pada ino. "nah ayo sini, duduk kita makan siang bersama" ajak ino pada mereka berdua. Keluarga kecil inopun memulai makan siang mereka dengan penuh kecerian.

.

.

.

.

.

.

.

Skip time (10 tahun Kemudian)

Seorang wanita berumur sekitar 34 tahun menuruni pesawat yang ia tempati bersama dengan seorang gadis dan pemuda yang berusia sekitar 15 tahun, mereka baru saja sampai dari penerbangan yang cukup memakan waktu lama.

Wanita itu cukup gugup, karena ini pertama kalinya ia mempunyai keberanian untuk kembali ke Jepang, setelah sekian lama ia pergi meninggalkannya.

Ia bersyukur dapat kembali ketanah kelahirannya, perasaannya sekarang sangatlah bahagia, karena ia dapat diterima kembali oleh ayahnya.

Flashback 7 tahun yang lalu

Ino sekarang sedang membersihkan bekas peralatan memasak dan makan mereka, sampai ia mendengar suara bel berbunyi,

"iya sebentar," iapun berjalan menuju pintu rumahnya, ia membukakanya dan betapa terkejutnya ia ternyata itu adalah ayahnya.

"tou...tousan" ucap ino dengan terbata-bata, tanpa diduga sang ayah segera memeluk ino dengan erat, "maafkan tousan ino, maafkan tousan" ucapnya dengan nada lirih.

Ino terharu dengan ucapan sang ayah. "tousan tidak perlu minta maaf, akulah yang salah" ujar ino. "tidak kau tidak salah, yang salah adalah tousan" ujar inochi lagi. "baiklah aku memaafkan tousan" ujar ino.

"tadaima" sahut dua orang anak yang mulai memasuki rumah mereka. "okeari" sambut ino, "ne, kaasan jiisan ini siapa" tanya sang anak perempuan. "dia adalah kakek kalian" jawab ino. Mereka mematung mendengar jawaban ino, karena setahu mereka ibu dan kakeknya tidak memiliki hubungan yang baik.

Setelah menjelaskan dengan baik maksud kedatangannya, barulah mereka dapat menerima kembali inochi, sebagai kakeknya. Sejak saat itu, inochi sering sekali mengunjugi mereka.

End of flashback

"huh, kaasan kemana jemputan kita, kenapa lama sekali" gerutu seorang gadis yang bernama lengkap Yamanaka Nauri, atau lebih tepatnya Namikaze Nauri. "sabar ya sayang, sebentar lagi pasti jemputan itu akan datang" jawab ino sambil menenangkan anak perempuannya itu. "hn" sambung satu-satunya laki-laki yang ada disitu.

Setelah menunggu sekitar lima belas menit, barulah jemputan mereka sampai. "maafkan saya Ino-sama, terlambat, karena jalanannya lumayan macet" sesal sang kaki tangan ayahnya itu.

"tak apa yamato-san" balas ino. "ya sudah silahkan masuk, Ino-sama, Nauri-sama, Ruto-sama" sahut yamato.

Skip time

"nauri-chan, ayo bangun, hari ini kan hari pertamamu masuk sekolah" sahut ino pada anak gadisnya.

"eehmm, lima menit lagi kaa-san" gumam nauri. "cepat bangun atau kaasan akan menyiramu" suara ino terdengar seperti shinigami di gendang telinganya. Dengan kecepatan turbo ia segera memasuki kamar mandi.

"dasar anak itu" kesal ino.

Setelah membangunkan nauri ino segera keluar dari kamar sang anak. "ohayou tousan" sapa ino pada inochi. "ohayou, apa kau serius ingin bekerja di perusahaan baju itu, ino. Kalau kau mau tousan bisa memberikanmu modal" tawar inochi pada ino.

"tidak usah tousan, aku hanya ingin memulai dari nol disini" tolak ino dengan halus

"baiklah terserah padamu," pasrah inochi.

"ohayou," sapa dua orang dengan nada yang berbeda.

"ohayou, ayo duduk sarapan dulu" ajak ino.

Skip time

Setelah menyelesaikan sarapannya mereka pamit untuk berangkat kesekolahnya, dan ino pergi ketempat kerjanya yang baru.

Disebuah sekolah paling bergengsi di asia, nauri dan ruto memasuki kelas yang telah ditunjuki oleh sang kepala sekolah.

"ohayou semua" sapa guru yang bernama lengkap umino iruka itu.

"pagi sensei" jawab murid yang hanya berjumlah 18 orang itu.

"baiklah anak-anak, hari ini kita akan kedatangan murid baru, kalian berdua silahkan masuk" sahut iruka sambil mempersilahkan mereka berdua masuk.

Mereka terdiam melihat mereka berdua, "eeh, bukannya dia sangat mirip dengan naruto jiisan, boruto" bisik seorang anak laki-laki berambut hitam yang bernama lengkap Uchiha Izuna kepada sepupunya yang bernama lengkap Namikaze Boruto.

Boruto yang mendengar itu, mengedarkan pandangannya kearah depan kelas, ia setuju dengan sepupunya itu, murid baru itu benar-benar mirip dengan ayahnya. Ia harus mencari tahu tentang itu nantinya.

Sementara Ruto yang sedari tadi menyadari ada yang menatapnya tajam, hanya diam. Ia tahu siapa yang tengah menatapnya itu. orang itu adalah saudara tirinya, Namikaze Boruto.

"baiklah, sekarang perkenalkan nama kalian" sahut iruka sensei. "ohayou minna-san, perkenalkan namaku yamanaka Nauri umurku 15 tahun, salam kenal" sapa nauri dengan nada ceria.

"yamanaka ruto" sahut ruto dengan nada datar.

Yang mendengarnya hanya sweatdrop dengan cara pengenalan yang aneh itu. "baiklah kalian berdua boleh duduk ditempat yang kosong. Boruto masih menatap tajam kearah ruto, yang ditatap hanya diam dan menatapnya datar.

Sementara itu, ino sedang berada di tempat kerjanya, dan sedang mengerjakan tugasnya.

"hai ino, apa kau tidak capek sedari tadi menyelesaikan gambarmu itu" tegur seorang wanita berambut coklat menghampirinya,

"hm, tidak kok matsuri-san" balas ino. Yang bertanya hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. "kalian tahu teman-teman. Pemilik akan segera datang ayo berbaris" ajak seorang wanita berambut merah.

"ayo ino" ajak matsuri. "hm, baiklah" merekapun mengikuti langkah pegawai perusahaan itu.

Seorang wanita berambut pirang mulai memasuki area desain itu, dengan jalan yang cukup santai. Sampai langkahnya terhenti didepan wanita yang juga berambut pirang.

"ino"

Ino yang mendengar namanya disebut mengangkat kepalanya, ia terkejut dengan orang yang menyapanya itu.

"naruko"

.

.

.

.

TBC

Hai minna-san ketemu lagi bersama dengan author gaje, ini dengan lanjutan fic gajenya juga hehehe, author meminta maaf jikalau update nya agak lama, dan inilah lanjutan dari fic ini, semoga tidak mengecewakan reader-san ya,,,

Selamat membaca,,,, terima kasih bagi yang sudah mereview chap kemarin,,,

Jangan lupa RnR ya minna-san

Wf out