UNBREAK
RING SEKUEL
EXO Fiction
Characters: Baekhyun, Chanyeol, Jongin (Kai), Kyungsoo, Xiumin, and others
Pairing: ChanKai
Warning: BL
Rated: M
Boomiee92
Halo ini chapter tujuh maaf update lama, selamat membaca maaf atas segala kesalahan, happy reading all…..
Previous
"Ah." Darius membalas singkat, tentu ia sudah mendengar soal pernikahan Jongin dengan Chanyeol serta putra mereka. Tapi bertemu langsung dengan putra Jongin ternyata membuat sesuatu di dalam dirinya kecewa. "Dia—sangat tampan."
"Terimakasih banyak. Dongsun mau dua boneka ini?" Dongsun mengangguk pelan. "Darius kurasa aku harus pergi sekarang, senang bertemu denganmu."
"Apa kita bisa bertemu lagi?" Jongin tak langsung menjawab karena dia mengangkat tubuh Dongsun.
"Maaf, aku sangat sibuk dan aku sudah menikah sekarang aku tidak bisa bertemu dengan laki-laki lain sesukaku."
"Aku tidak menyangka kau sekarang taat aturan." Darius tersenyum menatap Jongin.
"Ya, begitulah. Selamat tinggal." Jongin sedikit membungkukkan badannya kemudian berjalan melewati Darius dengan Dongsun di dalam gendongannya.
Darius menoleh ke kanan menatap lekat-lekat wajah Dongsun, membayangkan jika bocah laki-laki kecil tampan itu adalah putranya dengan Jongin, rambut kecoklatan, hidung yang lebih lancip dan mancung, garis wajah yang lebih tegas. Begitulah kira-kira bayangan Darius tentang putranya dan Jongin yang tidak akan pernah dimilikinya.
BAB TUJUH
"Apa tidak apa-apa jika kita bertemu berdua seperti ini?"
"Secara teknis kita tidak hanya berdua." Chanyeol membalas sambil memandang sekilas gadis cantik yang duduk di hadapannya. Mabel Yuan, lawan mainnya dalam sebuah film.
"Aku benar-benar tidak ingin ada kabar simpang siur tentang kita."
"Jika kau mencemaskan hal itu aku sarankan untuk tidak membuka internet atau berhubungan dengan teknologi apapun." Chanyeol memberi senyuman sekilas sebelum menyeruput starbucksnya.
"Jadi—benar-benar sudah menyebar ya?" Mabel bertanya dengan nada ragu.
"Begitulah."
Keduanya sedang duduk berdua di sebuah kafe, menunggu acara konverensi pers untuk memberi pengumuman resmi kepada masyarakat jika Chanyeol akan terlibat resmi sebagai pemian utama. "Chanyeol."
"Ya?"
"Aku melihat foto-foto putramu di instagram, tidak apa-apa kan jika aku menjadi penggemar putramu?" Chanyeol hampir tersedak minumannya, mendengar pengakuan dari Mabel. "Jangan menertawai aku." Dengus Mabel kemudian gadis cantik itu langsung menampilkan wajah masam.
"Aku hanya tidak percaya jika kau menyukai putraku." Ucap Chanyeol dengan senyum tertahan.
"Dia sangat imut, jika kau ingin tahu siapa saja yang menyukai putramu sebaiknya kau buatkan akun instagram khusus untuk Dongsun."
"Aku berencana melakukannya setelah mendapat persetujuan Jongin."
"Hmmm." Mabel menggumam pelan sembari mengaduk kopi hitam di hadapannya. "Aku sudah mendengar kabar jika Jongin tidak terlalu suka dengan keramaian."
"Ya begitulah."
"Tapi dia memiliki daftar pacar-pacar terkenal…, ah maaf aku terlalu banyak bicara." Mabel menyadari tatapan tajam Chanyeol.
"Yah tidak masalah, itu bukan rahasia lagi."
"Berarti kau laki-laki yang beruntung."
"Apa?" Jujur Chanyeol benar-benar bingung dengan ucapan Mabel.
"Kau beruntung karena dari semua mantan Jongin yang bisa dikatakan sangat sempurna itu dia memilihmu untuk menjadi suaminya, dan ayah dari anaknya."
"Ah." Hanya itu yang bisa Chanyeol katakan, dan mungkin sekarang dirinya sedang tersipu dengan ucapan Mabel yang selama ini tak pernah ia pikirkan.
.
.
.
Ibu jari kanan Darius dengan lincah menggerakkan layar ponselnya ke bawah, dia baru saja mengikuti akun instagram milik Chanyeol. Bukan sebagai penggemar Chanyeol tentu saja. Ia melewatkan semua foto Chanyeol, tentu hal itu bukanlah tingkah seorang penggemar. Darius berhenti menatap wajah seorang anak kecil. "Dongsun," gumamnya pelan diiringi sebuah senyuman lebar. Dongsun sangat menggemaskan begitu pikir Darius, dia menyukai anak kecil.
Dulu, di tengah keegoisan masa mudanya ia tak pernah memikirkan tentang keluarga. Terikat dan memiliki anak-anak, menginginkan Jongin hanya sebagai pemuas semata seperti perempuan dan laki-laki menawan lainnya yang pernah singgah dan mengisi sebagian kecil kepingan memorinya. Sekarang, ia sadar menginginkan Jongin melebihi semua itu, dan semuanya sudah terlambat. Terlambat untuk memulai semuanya.
"Sebaiknya aku mencobanya dulu," gumam Darius.
Darius lantas mengakhiri penjelajahannya di instagram kemudian menghubungi seseorang yang bisa membantunya untuk menjalankan rencana untuk mendapatkan Jongin kembali.
.
.
.
"PUUUSSSS!"
Chanyeol mendesah pelan, saat ia melangkah masuk teriakkan Dongsun menyambutnya. "Ayah pulang, Dongsun kenapa berteriak-teriak?" Chanyeol bertanya sambil meletakkan ranselnya ke atas meja kopi.
"Dia minta kucing, duduklah aku sudah menghangatkan makan malam untukmu." Chanyeol tersenyum, berjalan melewati Dongsun yang sedang merajuk sambil mengusak puncak kepala Dongsun.
"Rencanamu apa?" Chanyeol bertanya sambil mencuci tangannya di wastafel.
"Aku sudah membelikan boneka kucing untuknya, bukan aku tepatnya Ibu yang membelikan."
"Reaksi Dongsun?"
"Dia justru semakin menginginkan kucing."
"Kita pelihara saja."
"Alergimu bagaimana?"
"Mungkin aku sudah tidak alergi lagi."
"Sudah diperiksa?" Chanyeol menggeleng pelan. "Periksa dulu jika kau tidak alergi lagi baru kita pikirkan soal memelihara kucing."
"Jika aku tidak alergi lagi berarti kita harus pindah rumah." Ucap Chanyeol sambil mengeringkan kedua tangannya dengan lap bersih.
"Yah kau benar juga apartemen ini tidak mengijinkan penghuninya memelihara anjing dan kucing." Ucap Jongin sambil menyiapkan hidangan makan malam untuk Chanyeol.
"Apa menu makan malam hari ini?"
"Bochimgae dengan isian ikan dan wortel kau mengirim pesan tadi untuk memasakkan menu ini."
"Kau ingat?!" Pekik Chanyeol disertai senyum lebar konyolnya.
"Aku belum pikun. Sudah makan dulu."
"Dongsun sudah makan?"
"Dia merajuk."
"Jadi dia belum makan."
"Belum, tapi dia minum susu banyak jadi tidak ada bedanya."
"Ya, kau benar."
"PUUUUSSSSS!" Dongsun berteriak kembali kali ini sambil berlari dengan cepat menuju meja makan.
"Hap!" pekik Jongin sambil mengangkat tubuh Dongsun dan menggendongnya. Bibir Dongsun langsung mengerucut kemudian mulai menangis. "Dongsun masih kecil nanti kalau sudah besar bisa memelihara kucing."
"Puusss." Jongin tak langsung menjawab, mencoba berpikir.
"Kita tidur saja, Dongsun tidur ya." Bujuk Jongin.
"Pus."
"Ada Pus di kamar Dongsun."
"Boneka."
"Belajar dengan boneka dulu." Jongin kembali membujuk namun Dongsun terlihat tidak setuju, tapi Jongin memilih untuk memaksa Dongsun tidur sekarang sudah pukul sepuluh malam dan waktunya Dongsun untuk tidur.
"Aku makan sendiri." Chanyeol menggumam pelan, ia tidak marah dia hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Jongin. Waktu bersama yang selama ini mulai sulit untuk didapat.
Chanyeol sengaja makan lebih cepat, kemudian membereskan meja makan dan mencuci semua peralatan makan kotor. Ia tidak ingin menambah pekerjaan Jongin. Chanyeol pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
Mungkin lima belas menit berlalu, barulah Chanyeol keluar dari kamar mandi. Chanyeol melihat Jongin sudah berada di dalam kamar, ia duduk bersandar pada kepala ranjang. "Aku sudah menyiapkan piamamu."
"Terimakasih, apa Dongsun sudah tidur?"
"Ya."
"Ini cukup mengejutkan dia tidur dengan cepat."
"Seharian ini dia rewel terus karena kucing."
"Dia mendapat ide tentang kucing darimana?"
"Buku mewarnai."
Chanyeol tertawa pelan mendengar jawaban Jongin. "Kapan hasil ujian masuknya keluar?"
"Satu bulan lagi."
"Hmmm." Chanyeol memunggungi Jongin kemudian memakai piamanya sedangkan Jongin berbaring di atas tempat tidur, hari ini benar-benar hari yang melelahkan baginya. Pekerjaan rumah menumpuk, Dongsun rewel, dan beberapa foto yang harus dia sempurnakan untuk kolom majalah tentang hutan hujan di Kalimantan.
Chanyeol melempar handuk lembabnya ke atas meja kopi kemudian berbalik dan mendapati Jongin yang sudah tertidur pulas. Chanyeol tersenyum simpul, perlahan mendekati ranjang tempat tidur.
Chanyeol menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Jongin, berbaring di samping Jongin, memeluk pinggang Jongin dan mencium bahu kanan Jongin singkat. "Selamat tidur Sayang." Gumam Chanyeol, kedua kelopak matanya sendiri sudah terasa berat sekarang. Tubuhnya juga sangat lelah.
.
.
.
Chanyeol membuka kedua kelopak matanya yang masih terasa berat, namun hari ini dia ada acara yang tidak bisa dilewatkan. Meski sangat lelah dan juga enggan Chanyeol memaksa tubuhnya untuk bergerak, turun dari tempat tidur. Sisi lain tempat tidur sudah kosong, Jongin bangun lebih dulu. Hal yang selama ini tidak pernah Jongin lakukan dia mendengar dari Kyungsoo jika Jongin gemar tidur, dan bangun siang. Setelah menikah semua itu benar-benar berubah.
Tanpa sadar Chanyeol tersenyum mengingat kembali semua perubahan dalam diri Jongin. Memasuki kamar mandi, dengan langkah kaki berat, mencuci muka dan berkumur kemudian keluar kamar untuk menemui Jongin dan Dongsun yang kemungkinan besar sudah menunggunya di meja makan.
"Pus, meow, Elsa."
"Apa?!" Chanyeol kembali terkejut dengan celotehan putranya. "Elsa siapa Dongsun?"
"Flojen."
"Kau…,"
"Tidak." Jongin memotong kalimat Chanyeol cepat. "Aku tidak pernah menunjukkan Frozen pada Dongsun, kurasa dia melihatnya di rumah Ibu."
"Ahhh—lalu apa hubungannya kucing dengan film animasi itu?"
"Dongsun ingin menamai kucingnay dengan Elsa, apapun kucingnya jantan atau betina." Jongin menerangkan panjang lebar sembari menyiapkan sereal untuk Chanyeol dan potongan pisang untuk Dongsun.
"Nama itu sedikit menghina jika kucingnya jantan," Chanyeol bergumam pelan sebelum mendudukkan dirinya di samping putra lucunya.
"Kita belum tentu memelihara kucing, lama-lama Dongsun juga lupa. Dia mudah melupakan sesuatu jika tertarik dengan hal lain tak usah dipikirkan." Jongin meletakkan mangkuk sereal ke hadapan Chanyeol.
"Oh ya Jongin, apa hewan peliharaan pertamamu?"
"Ular pohon."
"Apa?!" Chanyel benar-benar hampir tersedak serealnya. "Da—darimana kau mendapat ular pohon itu? Tidak beracun?"
"Dari sekolah untuk penelitian sebenarnya tapi kasihan jadi aku bawa pulang dan memeliharanya diam-diam, tidak beracun."
"Kau memberinya nama?"
"Ya, Viper."
"Namanya terdengar seram. Apa yang terjadi selanjutnya?"
"Ya, Ibu menemukan Viper dan membuangnya. Kau sendiri apa hewan peliharaan pertamamu?"
"Kucing, warnanya putih, sangat lucu, aku tidak ingat memberinya nama aku hanya memanggilnya Pus, lalu dia harus dititpkan di rumah nenekku karena aku alergi."
"Cerita yang mengharukan." Balas Jongin sebelum memasukkan satu sendok sereal ke dalam mulutnya.
"Dua hari lagi syuting akan dimulai, kurasa aku akan jarang pulang."
"Aku tahu."
"Kau bisa mengunjungiku di tempat syuting jika syuting masih di Korea….,"
"Kurasa aku akan sibuk dengan hal lain." Jongin memotong kalimat Chanyeol.
"Apa kau tidak suka Jongin?"
"Apa maksudmu? Aku benar-benar ada hal lain yang harus dikerjakan, jika longgar aku pasti mengunjungimu bersama Dongsun. Jika aku tidak suka kau tidak akan aku beri ijin untuk ambil bagian film itu."
"Kau sudah memiliki pekerjaan? Tanpa berbicara dulu denganku?"
"Aku…," Jongin menggantung kalimatnya, dia tidak bisa bersikap keras kepala sekarang. "Maaf, aku ingin memberitahumu tapi kau sangat sibuk belakangan ini. Aku bisa melakukan pekerjaanku dari rumah jadi kupikir itu tidak masalah meski aku belum memberitahumu."
"Kau bekerja apa?"
"Aku bergabung dengan WWF, aku ikut proyek penyelamatan hutan hujan tropis di Kalimantan."
"Apa kau akan pergi ke sana?"
"Tidak, aku bekerja di belakang layar, mengumpulkan dana dan sebagainya."
"Suatu saat nanti, aku tidak membicarakan dalam waktu dekat, tapi suatu saat nanti kau pasti akan pergi ke sana bukan?"
"Aku tidak akan pergi jika kau tidak mengijinkan, tenang saja."
Chanyeol tertawa pelan. "Sejak kapan kau menjadi penurut?"
"Aku juga tidak tahu." Jongin membalas singkat.
"Aku butuh hiburan, aku baru pergi pukul sebelas pagi nanti." ucap Chanyeol sambil menjulurkan tangan kanannya untuk mengambil remot di atas meja makan.
"Tidak ada yang menarik di pagi hari seperti ini." Gumam Jongin namun hal itu tak menghentikan keinginan Chanyeol untuk menonton televisi. Jongin hanya mendesis pelan melihat pilihan acara yang Chanyeol tonton. "Berita tentang dunia hiburan, kau ingin mendengar berita tentang dirimu sendiri?" sindir Jongin.
"Mungkin." Chanyeol membalas singkat disertai senyuman lebar.
Park Chanyeol terlihat akrab dengan lawan mainnya Mabel Yuan, keduanya terlihat mengobrol bersama di kafe….
Chanyeol langsung menoleh menatap Jongin, cemas dengan reaksi Jongin. Beruntung Jongin terlihat santai menanggapi isu itu. "Jongin—kau baik-baik saja kan?"
"Aku baik-baik saja, kau sudah mengirim pesan dan foto padaku kemarin jika kalian tidak berada di kafe berdua, ada banyak staf disana. Para wartawan itu benar-benar pintar mengambil gambar dan membuat berita."
"Jika tidak seperti itu tidak akan menarik." Balas Chanyeol.
Berita kedua adalah foto dari fotografer terkenal Kim Jongin dengan mantan rekannya Darius William, meski foto lama dan diambil jauh sebelum Jongin menikah dengan Park Chanyeol namun foto ini….,
"Apa?!" Kali ini giliran Jongin yang memekik kaget dan merebut remot dari tangan Chanyeol.
"Jongin…,"
"Aku tidak tahu jika ada foto seperti itu, sungguh, aku tidak ingat pernah berciuman dengan Darius." Chanyeol tidak mengatakan apa-apa dia hanya berdiri dari kursinya dan berlalu. "Chanyeol dengarkan aku dulu!" pekik Jongin sambil berusaha mengejar langkah kaki Chanyeol.
"Aku ingin mandi dulu Jongin, lalu pergi kurasa Xiumin hyung sudah menungguku." Kalimat Chanyeol membuat Jongin menghentikan langkah kakinya, Chanyeol marah, tak diragukan lagi. Jongin memutar tubuhnya kembali ke meja makan.
"Ayah kenapa?" Dongsun menatap Jongin dengan kedua mata bulatnya.
"Ayahmu hanya lelah, ayo habiskan pisangnya Sayang. Hari ini Dongsun main ke rumah Nenek Yol ya." Nenek Yol adalah sebutan Dongsun untuk ibu Chanyeol.
"Ya." Dongsun menjawab singkat, pada dasarnya Dongsun suka bermain dan berjalan-jalan jadi dia merasa bahagia jika pergi ke tempat lain tak hanya terkurung di dalam rumah. Jongin tersenyum lebar sambil mengusap rambut tebal kecoklatan putranya, sementara di dalam hatinya dia ingin sekali mencekik leher seserorang sekarang. Siapa lagi jika bukan leher Darius.
TBC
Terimakasih atas kesediaan waktu para pembaca sekalian yang sudah bersedia membaca fic aneh saya. Terimakasih untuk Park Byun Soo, krongjong, BabyWolf Jonginnie'Kim, laxyvords, Xsxsso, Guest, byvn88, Oh Titan, seorin, sejin kimkai, miyuk, nosa, kimkai88, Namekaila, cute, ucinaze, LulluBee, fitrysukma39, askasufa, hnana, steffifebri, ulfahcuittybeams, diajunie61, 1106, winter park chanchan, hunexohan, geash, Prince Changsa, YooKey1314, jjong86, ParkJitta, SparkyuELF137, terimakasih atas review kalian. See you soon….
