Chapter 8
Aku setengah sadar saat kudengar suara berdengung di atas kepalaku, semakin dekat dan semakin keras, lalu sesuatu menusuk pergelangan tanganku dan aku terperanjat. Tracker Jacker! Aku berlari sekencang mungkin sambil mengibaskan tanganku untuk menghalau serangga pembunuh itu masuk ke telingaku. Ada tusukan lain di leherku dan aku mendengar Glimmer berteriak minta tolong. Aku terus lari, lebih penting menyelamatkan hidupku sekarang.
"Ke danau! Ke danau!" aku mendengar Cato berteriak diantara napasnya yang terengah-engah. Lebah-lebah itu mengejar kami, mereka pasti mengira kami lah yang memecahkan sarang mereka. Tapi aku yakin sepenuhnya itu ulah Katniss, siapa lagi yang duduk di atas pohon itu selain dia?
"Clove! Clove!" Cato meraih tanganku dan kami menceburkan diri ke danau bersama-sama. Entah bagaimana ia tau aku tidak bisa berenang. Jika saja Cato tidak memegangiku saat ini, aku pasti sudah tenggelam ke dasar danau.
Kami menunggu cukup lama di dalam air, tanganku mencengkeram kuat-kuat lengan kekar Cato. Dari bawah air danau yang jernih, aku melihat kawanan lebah itu mulai pergi, mungkin menyerah melihat buruannya yang tak kunjung muncul, atau mungkin mereka berpikir kami mati tenggelam. Cato mengangkatku naik, lalu membawaku berenang ke tepi danau. Marvel sudah terduduk di tepi danau saat kami sampai. Glimmer pasti mati, pikirku.
"Dimana Peeta?" tanyaku.
Marvel mengangkat bahu, sebelah pipinya bengkak dan ada bintik hitam kecil bekas sengatan di sana. Aku pun merasakan leherku bertambah besar, lalu tiba-tiba tempat di sekitarku berputar, tanah yang kupijak terasa bergelombang dan aku merasakan pegangan tanganku melemah.
Cato dan Marvel memapahku menuju Cornucopia. Dari kejauhan aku melihat 3 orang kembar yang wajahnya mirip Peeta. Mereka sedang berkelahi dengan Zach, mereka berebut tombak dan Peeta menang, ia baru lari beberapa langkah saat kulihat Cato menebas pahanya. Mereka berguling di tanah dan Peeta berhasil lari. Sepertinya ia cukup sehat untuk orang yang tersengat Tracker Jacker.
"Clove?" Aku merasakan tubuhku diguncang, aku merespon dengan mengangkat tanganku. Aku mencium aroma rumput basah, lalu aku melihat atap emas Cornucopia yang bergelembung, sepertinya gelembung-gelembung itu makin besar dan ada sesuatu yang mengintip keluar. Gelembung itu pecah dan aku melihat ribuan Tracker Jacker menyerbuku, tidak berdaya di atas tanah. Tiba-tiba kawanan lebah itu berubah bentuk menjadi telapak tangan besar yang mengelus leherku, aku merasakan sensasi dingin di bekas sengatannya. Seiring dengan rasa sakit yang berkurang, aku tertidur.
Sudah berapa lama aku tertidur? Mungkin cukup lama karena hari sudah gelap dan api unggun sudah dinyalakan. Aku merangkak keluar mulut Cornucopia dan menatap waspada pada lempengan logam di atas kepalaku. Tidak ada bekas pecahan di sana, yang membuktikan kalau aku hanya berhalusinasi.
"Aku akan membunuhnya." aku mendengar Marvel mendesis sambil melemparkan ranting ke dalam api.
"Tidak. Katniss itu bagian Clove."
Marvel mendongak melewati bahu Cato dan melihatku yang berjalan terhuyung. Dengan susah payah aku menggapai bahu Cato untuk mencari pegangan sebelum aku duduk di depan api unggun yang hangat. Udara semakin dingin sekarang, mungkin Juri pertarungan sengaja menurunkan suhunya di malam hari untuk menyiksa kami, atau memaksa kami membuat api yang akan menarik musuh. Tapi tidak ada peserta yang cukup bodoh untuk menyerang kami.
Lagu kebangsaan dimainkan, dan wajah Glimmer terproyeksi di angkasa, diikuti anak laki-laki dari Distrik 10. Jadi sisa sembilan orang, kami berempat di Cornucopia, Peeta yang kakinya pincang dan mungkin sudah sekarat saat ini, Rue, gadis kecil dari Distrik 11 dan partnernya, Thresh, gadis dari Distrik 5, dan Katniss yang penuh kejutan.
Katniss, sepertinya nasib baik memang berpihak padamu.
