MY LOVE FOR YOU CHAPTER 8
Cast:
Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Kim Hankyung
Kim Heechul
Choi Siwon
Luna
Genre & Warning: Yaoi. Romance. Drama. Boys Love.
Pariring: RyeoHyun / WookKyu
Author's note: Cerita hanyalah fiktif belaka.
Maaf baru update lagi. Author lagi sibuk kuliah tiap hari kerjaan nya cuma belajar. Mian membuat kalian lama menunggu. Makasih untuk review baiknya: nhoenha nhoeni, michhazz, dhyelf, dewisparkyu, kyurice, kira kim19, Leny Chang (yang sampai review 2x), siyohyuncho, guest, cho kyuna, hyunnie02,tp. , cuttiekyu94dan yong dojin316. Semoga gak mengecewakan ne. Selamat membaca!
OoooO
Flashback
Satu hari di musim dingin yang terasa sangat panjang hari itu. Ryeowook memutar mutar kepalanya sejenak sambil melirik kearah jam yang berada di pergelangan tangan kirinya. Pukul 6. Akhirnya hari ini selesai juga.. satu lagi hembusan nafas keluar sambil pria yang tidak banyak bicara ini sembari menyeruput teh hangatnya
Seorang staff manajer masih menjelaskan tentang unit terakhir pabrik tersebut, seksi terakhir, saat yang sudah dinanti-nantikan Ryeowook karna kakinya sudah pegal dan badannya sudah lelah.
Lima belas menit setelahnya, segerombolan pria dengan jas hitam ini melepas jaket keselamatan mereka dan berjalan kembali menuju ruang kantor utama
"Terima kasih sudah datang Ryeowook ssi. Kami harap semua presentasi yang diberikan cukup informatif untuk pembentukan kontrak kita nanti"
"Ne, sama-sama ahjussi. Tentu saja. Kita bisa lanjutkan pembahasannya di rapat minggu depan" balas Wook dengan sopan sambil menutup semua berkas-berkas yang ada digenggamannya lalu meletakkan pena kesayangannya kembali ke saku jas sebelah kiri sana. Pekerjaan masih ada memang, tapi setidaknya untuk hari ini sudah selesai.
"Ne… ini akhir pekan. Kamu akan langsung kembali ke Seoul?" Sang pemimpin perusahaan klien tersebut berjalan berdampingan dengan Ryeowook sambil menepuk pundak pria karismatik ini. Walaupun ada jarak generasi diantara mereka tapi Ryeowook bisa beradaptasi soal pekerjaan hingga bisa menggantikan ayahnya menangani mega project seperti ini.
"Ne ahjussi"
"Waduh… Jumat malam, waktunya anak muda untuk pacaran oh? ahahahh"
Ryeowook hanya ikut tertawa untuk membalasi dengan sopan
"Ne.. kalau begitu aku permisi dulu ahjussi."
"Eung. Hati-hati dijalan yaa"
"Ne. Gomabsemnida. Annyonghigaseyo…." setelah membungkuk sopan Ryeowook pamit menuju lobi depan, segera mencari seseorang untuk diajak nya pulang kembali ke Seoul. Yap, siapa lagi kalau bukan sekretarisnya atau Cho Kyuhyun. Didalam kehidupan pekerjaannya, selain berkutat dengan puluhan file, data tebal, dan perusahaan klien, orang lain yang paling bisa diandalkan Ryeowook hanya Kyuhyun. Sekretarisnya yang super bisa.
Usia pria itu memang masih terbilang relatif muda, tapi performance nya bisa memenuhi standar dan memuaskan semua kebutuhannya. Ryeowook beruntung dipertemukan dengan sekretaris seperti Kyuhyun ini. Sudah 2 tahun mereka berkerja sama, jadi Ryeowook tidak perlu mengajarkan semuanya dari awal lagi kalau ia harus berganti-ganti sekretaris.
Walaupun tidak pernah mengungkapkannya secara verbal, wakil direktur perusahaan milik ayahnya ini sangat puas dengan hasil pekerjaan dan attitude Kyuhyun selama berkerja. Bukan hanya dalam hal yang standar, tapi selain itu Kyu juga terbukti sigap dalam menghadapi hal-hal yang bisa dibilang mendadak.
Tapi apa mau dikata, hubungan mereka hanya sebatas profesionalitas pekerjaan, iya kan? Kyuhyun terikat kontrak dan digaji perbulan makanya ia terus mengikuti Ryeowook setiap harinya. Ryeowook tidak tau apa yang ada didalam kepala Kyuhyun tentang dia. Mungkin dibelakang namja itu setiap hari mencaci makinya diluar sana karna sudah membuatnya tinggal di kantor hingga pukul 10 setidaknya 2 kali seminggu.
Ryeowook dengan dia memang dekat. Dekat yang mempunyai batas. Batas perbedaan status ekonomi, status sosial,jabatan, dan lainnya. Perasaan memang kadang tidak bisa dikontrol, tapi logika bisa mengontrol perasaannya, itulah prinsip Ryeowook. Ia menghargai kerja keras dan semua toleransi Kyuhyun kepadanya, makanya Ryeowook pun membalasi dengan sama tolerannya dengan 'sekretarisnya' ini. Walaupun sering kali bentuk toleransinya disampaikan secara tidak langsung
Saat Ryeowook melangkahkan kakinya di lobi yang kosong melompong tersebut, pria ini celingak celinguk mencari keberadaan Kyuhyun disana. Matanya menatap tajam keseluruh ruangan dan akhirnya menemukan orang yang ia cari di pojok lobi sana. Kyuhyun sedang duduk sambil memeluk file. Kepalanya menunduk dengan mata terpejam.
Masih didalam keheningan itu Ryeowook menghampiri orang yang dicarinya ini dan mengamati Kyuhyun yang sedang tertidur sambil terduduk. Tidak pulas sepertinya, tapi mata Kyuhyun tertutup sempurna memperlihatkan bulu matanya yang hitam dan lentik disana. Hmm…. hari ini memang cukup melelahkan. Bukan hanya untuknya tapi bagi Kyuhyun juga. Apalagi dia sudah menyetir berjam jam pagi ini. Hmm…
Entah kenapa rahang Ryeowook terasa kaku untuk membangunkan sekretaris nya ini. Selama semenit Ryeowook hanya mengamati Kyuhyun yang terlelap disana. Bahkan Ryeowook juta malah dari berinisiatif memindahkan hotpack yang ada di saku celananya ke saku jaket Kyuhyun dengan hati-hati. Baru setelahnya Ryeowook bisa kembali ke dirinya yang seperti biasa
"Kyuhyun ssi. Ireonasoyo" bangunlah. Panggil Ryeowook dengan nada datar.
Sekali saja dan sukses membuat Kyuhyun membelalakkan matanya saat mendengar suara yang sangat familiar baginya itu.
"Omo, cheosongheyo sajangnim" Kyuhyun langsung berdiri dan sedikit membungkuk kepada Ryeowook sebagai bentuk permintaan maafnya.
Yaampun sudah 2 jam dia menunggu disini sendirian, apa bos nya akan marah kalau ia tidak sengaja ketiduran?
Dihadapan Kyuhyun Ryeowook masih memasang ekspresi datarnya seperti biasa
"Gwenchanayo. Ayo kita pulang" ujar Kim sajangnim lalu langsung berbalik badan berjalan menuju tempat parkir dan Kyuhyun hanya bisa mengekor dibelakangnya.
Hah…. akhirnya selesai juga.. sebentar lagi pulang lalu akhir pekan. Yeyyy! Pekik Kyuhyun dalam hati sambil mengikuti pergerakan sang bos saja.
Ryeowook beberapa kali melirik kebelakang dan menemukan Kyuhyun berjalan sambil menunduk disana. Sebegitu lelahnya kah dia? Kalau baru bangun tidur memang tidak mudah untuk langsung konsenterasi melakukan sesuatu. Pikiran Ryeowook penuh dengan konsiderasi pada Kyuhyun selama mereka berjalan menuju mobil malam itu
"Kyuhyun-ah, biar aku yang menyetir saja" ujar Ryeowook pada akhirnya, mengikuti apa kata hatinya. Tidak baik menyuruh asistennya berkerja terus terusan. Mereka sama-sama lelah, jadi ia pun tidak bisa egois melimpahkan semua tugas menyetir pada Kyuhyun saja
"Eh, gwenchanayo sajangnim" tentu saja Kyuhyun menolal dengan sopan, seperti bisa ditebak
"Gwenchana. Hanya satu jam saja kan. Sudah berikan padaku sini kunci mobilnya"
Setelah menyelesaikan kalimatnya rasa kantuk juga menimpa Ryeowook dan membuatnya menguap tanpa bisa dicegah. Sebagai bentuk alibi Ryeowook menambahkan gumamannya sendiri
"Hmmm disini ada kedai kopi tidak ya?"
Kyuhyun celingak celinguk kesekitar kawasan industri yang sepi tersebut.
"Errr sepertinya tidak ada sajangnim"
"Ya sudah tidak apa-apa. Sini berikan kuncinya, aku yang menyetir kembali ke Seoul saja"
OoooO
Back to Present Time
Hari hari setelah nya pun terlewatkan dengan cukup cepat. Ryeowook yang tidak mengetahui apa-apa fokus menata kehidupannya untuk kembali seperti sedia kala. Hanya saja sekarang ada Siwon, dan ada Kyuhyun juga, yang semakin mewarnai kehidupannya. Hankyung appa melihat perkembangan kesehatan Ryeowook yang sangat progresif merasa semakin khawatir akan langkah apa yang harus ia ambil selanjutnya. Jadilah Hankyung benar-benar menjalankan rencananya dengan menghubungi orang tua Siwon yang adalah teman akrabnya sejak dulu dan mengabarkan tentang keadaan Ryeowook tidak lama kemudian. Orang tua Siwon pun langsung menerima undangan berkunjung dengan baik, langsung mengjadwalkan kembali ke Korea untuk beberapa hari setelah mendengar kabar dari Hankyung kalau 'mungkin' Ryeowook dan Siwon akan melanjutkan hubungan mereka lagi. Hankyung ingin agar saat putranya bertemu pasangan Choi, Ryeowook akan semakin yakin dan ingat kalau ia memang mempunyai ikatan yang kuat dengan Siwon.
Selain itu, Hankyung juga terus rutin mengundang Siwon untuk bergabung bersama mereka. Jadi intensitas kedekatan Siwon dengan Ryeowook sendiri pun tidak berkurang dari hari kehari. Tidak ada yang menggeser posisi Kyuhyun memang, belum saatnya, Kim appa ingin melakukan ini semua dengan perlahan; Tanpa ia ketahui kalau disisi lain Ryeowook tetap dekat dengan Kyuhyun, dan hubungan mereka semakin lama semakin serius, berjalan dibelakang punggung Heechul Hankyung juga Siwon.
Disatu malam, Ryeowook makan berdua dengan orang tuanya saja hari ini. Tidak ada Siwon, tidak ada Kyuhyun hari ini. Sudah hampir seminggu sejak Ryeowook bisa berjalan normal, dan Kim appa sudah sangat bersemangat menarik Ryeowook kembali ke perusahaan, sedangkan Ryeowook-nya saja masih belum mau terjun langsung. Ia masih mau beradaptasi ulang kepada kehidupannya yang semula.
"Ryeowook…."
"Ne appa"
"Orang tuanya Siwon akan tiba di Seoul minggu depan. Bisa kah kamu menjemput mereka?"
"Yeobo" Heechul mulai memperingatkan karna ia bisa mencium arah pembicaraan suaminya ini.
Ryeowook terlihat mengerutkan dahinya sejenak baru menjawab beberapa detik kemudian
"Geuromyeon. Hanya menjemput saja kan?" balas Ryeowook dengan nada datar.
"Ryeowook tidak ingat seperti apa wajah orang tuanya Siwon, ngomong apa sih kamu menyuruhnya menjemput mereka yeobo" tegur Heechul langsung
"Ryeowook bisa pergi bersama Siwon. Temani Siwon jemput orang tuanya dan antarkan mereka ke hotel. Esok esok harinya kita bisa makan malam bersama, dua belah pihak keluarga lengkap"
"Yeobo…" Heechul hanya bisa memandang sinis kepada sang suami dengan pandangan tidak mengerti sama sekali. Hankyung benar-benar sudah keterlaluan, apa maksudnya mereka harus bersikap sejauh dan secepat ini. Ryeowook baru saja bisa berjalan normal selama beberapa hari!
Kim appa hanya pura-pura tidak mengerti dan lanjut makan dengan tenang, sedangkan Ryeowook… ia hanya terdiam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
Makan malam ini terasa dingin, suasana yang tidak jarang terjadi didalam keluarganya.
Hidup memang tidak selalu mudah iya kan? Walaupun diluar Ryeowook dicap enak sebagai anak orang kaya, tapi mereka juga tidak tau seberapa menuntut Kim appa kepada anaknya yaitu Ryeowook.
Semuanya harus cepat, semuanya harus sempurna, semuanya harus tepat sasaran. Itulah ekspetasi appa nya. Selalu. Ryeowook sudah lelah menjadi boneka yang selalu diarahkan oleh keinginan appa nya. Inilah penyebab dibalik kediaman dan kedinginan Ryeowook. Didalam hati ia selalu bergulat sendirian tapi ia tidak bisa menentang keinginan orang tuanya karna satu dan dua hal lainnya.
Dari ekspresi Ryeowook, Heechul tau benar kalau putranya tidak senang disuruh menjemput orang tua Siwon seperti itu. Benar kan, tebakanku selama ini. Mau Ryeowook masih hilang ingatan atau tidak, putranya tidak pernah tertarik pada kelanjutan hubungannya dengan Siwon. Hati kecil Heechul bisa merasakan sesuatu yang berbeda saat Ryeowook bersama Kyuhyun. Naluri ibu tidak mungkin salah. Heechul tau Ryeowook tidak akan bisa bahagia sekalipun ia bisa dipaksakan.
"Ryeowook" panggil sang appa lagi
"Eung" jawab Ryeowook dengan datar
"Kemungkinan Siwon akan menetap lebih lama di Seoul. Bisakah kamu membantu dia mencari apartemen juga"
"Hehh?"
Ryeowook benar-benar mulai kesal dan meletakkan sumpitnya kemeja sekarang
"Waeyo?" Hankyung sontak menengok kekanannya melihat reaksi Ryeowook yang seperti itu.
"Kenapa harus aku yang menemaninya? Memang apa hubungannya aku dengan dia? Kenapa appa selalu menyuruhku menjaga Siwon terus-terusan." Tanya Ryeowook langsung karna sang appa yang selalu membawa bawa Siwon terus. Memangnya dia baby sitter nya Siwon apa?
"Kim Ryeowook. Siwon itu temanmu! Kalian sudah dekat sejak kecil.. dan mungkin kamu tidak ingat, tapi sebenarnya…" Kim appa dengan tidak kalah cepat langsung membalasi dengan berapi api dan hampir saja melontarkan semuanya
"Yeobo hentikan!" Tapi, belum sempat pernyataan tersebut terlontarkan, Heechul langsung memotong duluan dengan cepat
"Ryeowook, kembalilah kekamarmu. Kami perlu bicara berdua saja"
Rahang Ryeowook terlihat mengeras karna ia sungguh geram dengan ini semua. Apa yang mau appanya katakan sebenarnya? Ditambah sang umma yang berniat main rahasia dengannya lagi sekarang
"Geurae, aku permisi, appa, umma" beberapa detik kemudian akhirnya Ryeowook pun hanya bisa menurut saja dan bangkit dari duduknya. Hengkang dari ruangan tersebut dan meninggalkan Heechul dan Hankyung berdua.
"Heehul-ah, apa maksudmu sebenarnya?"
"Kita tidak boleh memberitahu semuanya sekarang yeobo!"
"Kalau tidak sekarang lalu kapan lagi? Kita harus melakukannya sebelum semuanya terlambat"
"Dirumah ini juga ada Kyuhyun, ingat itu. Kita tidak bisa menyampingkan posisi Kyuhyun begitu saja!" tegur Heechul langsung.
"Lalu kenapa? Kita bisa berikan insentif bagi Kyuhyun atas jasanya selama ini dan Ryeowook bisa kembali ke kehidupannya yang semula kan? Kita berikan kompensasi yang lebih dari cukup sebagai bentuk terima kasih kepada Kyuhyun. Selesai kan?"
"Selesai? Tidak selesai disitu yeobo. Kamu tidak pernah menyadarinya, tapi anak kita punya hubungan khusus dengan Kyuhyun. Hubungan mereka tidak bisa putus dengan segitu mudahnya saja!" Akhirnya Heechul melontarkan semuanya kepada sang suami
"Ryeowook tidak boleh menikah dengan Kyuhyun Heechul-ah. Pria itu bukanlah siapa-siapa. Mereka tidak pantas untuk bersanding berdua!" Balas Tuan Kim tanpa perlu berfikir dua kali lagi.
Kim umma bisa menebak kalau reaksi seperti inilah yang akan ia dapatkan dari sang suami. Heechul tau benar suaminya tipe seperti apa.
"Tapi anak kita mencintainya yeobo…"
"Ryeowook sudah punya Siwon! Kamu harus ingat itu. Siwon sudah menunggu Ryeowook sekian lama juga!"
"Iya tapi Ryeowook tidak pernah mencintai Siwon! Itu lah hal yang harus kamu mengerti! Bertahun-tahun mereka kenal. Kalau anak kita sudah menyukai Siwon sejak dulu, Choi Siwon sudah akan menjadi bagian dari keluarga kita pada saat ini juga. Tidak bisakah kamu mengerti akan hal itu?"
Hankyung semakin merasa geram saat mendengar semua pembelaan Heechul pada Kyuhyun
"Apa sih yang Ryeowook cari dari Kyuhyun? Siwon juga mencintainya. Siwon juga sama perhatiannya. Sudah seharusnya Ryeowook mengerti kewajibannya dalam memilih pasangan!"
"Yeobo! Jangan bicara seperti itu tentang putra kita sendiri! Kalau kamu memang sudah mencintai satu orang, apapagi yang bisa dipaksakan?"
"Aku bisa, mengubah…" Kim appa hendak memotong tapi Heechul kembali memotong ucapannya lagi
"Anak kita hanya ingat Kyuhyun saat dia hilang ingatan. Kyuhyun lah yang mengurus Ryeowook selama ia fisioterapi. Kyuhyun yang berada disampingnya sampai Ryeowook bisa berjalan dan berkerja lagi. Lalu sekarang kamu menyuruh Kyuhyun pergi dari rumah ini begitu saja, begitu?"
"Bukan itu yang aku mak…"
"Mereka saling mencintai.. tidak bisakah kamu melihat itu? Ryeowook bahagia hanya saat ada Kyuhyun disampingnya. Anak itu tidak pernah berbuat salah bahkan sudah sangat baik kepada keluarga kita. Kamu masih tega membuangnya begitu saja"
"Lalu bagaimana dengan keluarga Choi yang…"
"Ryeowook tidak pernah menggantungkan hubungan apapun dengan Siwon. Kamu harus tau itu. Tidak pernah ada status khusus diantara mereka karna Wookie tidak pernah mencintainya." lagi membalasi karna ia tau benar semua alibi suaminya.
"Geurae, tapi tetap saja tidak etis kita terus menyuruh Kyuhyun untuk tinggal dirumah ini sedangkan dia bukanlah siapa-siapa Heechul-ah."
Kim appa yang sudah berdebat panjang dengan sang istri mulai mencari titik lemah lainnya.
"Dia adalah tunangan anak kita" jawab Heechul langsung
"Sejak kapan? Sejak Ryeowook bangun dari koma, iya?! Jangan bohongi dirimu sendiri Heechul-ah, kita sendiri tau status itu hanyalah karangan belaka." Hankyung adalah pria konservatif yang kenjunjung tinggi harkat dan markabat keluarga mereka.
"Mereka berpacaran dengan serius yeobo.."
"Pacaran tidak cukup untuk tinggal bersama dibawah satu atap!"
Heechul menggigit bibir bawahnya sekilas baru menjawab lagi, mencoba tidak kehabisan akal
"Geurae. Kita akan resmikan pertunangan Ryeowook dan Kyuhyun secepatnya kalau begitu. Aku akan meminta lansung pada orang tua Kyuhyun. Dengan begitu kamu tidak akan mempermasalahkan keberadaan Kyuhyun dirumah ini lagi, iya kan?!"
"Kim Heechul!" Nada bicara Hankyung sudah benar-benar tinggi hampir membentak istrinya sendiri "Aku tidak akan datang pernah membiarkanmu melamar atas nama anak kita kepada Keluarga Cho itu"
"Yeobo..."
"Ryeowook tidak akan bertunangan dengan siapapun itu sampai aku mengijinkannya. Cam kan itu." Ulang Kim appa dengan tegas
"Neo…jinjja…."
"Setidaknya bukan sekarang Heechul-ah. Kenapa kita tidak memberi kesempatan dulu untuk Siwon. Biarlah kan mereka dekat dulu…" Hankyung masih saja terus mengeraskan hatinya.
"Aku tidak mengerti jalan pikiranmu yeobo. Berhentilah menyiksa putra kita sendiri... Jebalyo…" Heechul yang sudah tidak tahan lagi akhirnya memutuskan untuk bangkit berdiri meninggalkan suaminya sendirian "jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat kita menyesal lagi nantinya. Kasihan Ryeowook yang selalu ditekan terus, hanya kebahagian Ryeowook, bukan orang lain yang menjadi prioritasku sekarang"
OoooO
Di sisi lain… Setibanya dikamar, Ryeowook langsung mengetik pesan singkat pada Kyuhyun
Oedieseoyo? Apa masih jauh dari rumah?
Akhir pekan kemarin Kyuhyun sedang kembali ke rumah orang tuanya sendiri. Malam ini baru Kyu akan kembali, baru berapa hari dan Ryeowook sudah merasa kehilangan. Ia perlu teman bicara, seseorang untuk tempatnya bersandar. Dan orang itu adalah Kyuhyun. Hanya Kyu yang bisa membuatnya tenang kembali terutama ditengah keadaan seperti ini
Sudah dekat hyung. Sebentar lagi sampai. Waeyooo?
Ani, gwenchande. Aku tunggu dirumah.
Send
Lalu Ryeowook langsung melempar handphone nya kesofa lalu tiduran sambil menunggu Kyuhyun pulang.
Hah… semua memang ada masanya. Mood Ryeowook benar-benar sudah dibuat hancur karna sikap appanya yang bersikap seperti ini terus. Kehidupan lamanya sudah kembali.. Awan gelap dan rutinitas membosankan akan kembali menghampirinya, tapi disatu sisi Wook sendiri juga sudah tidak tau lagi harus berbuat apa dalam menghadapi kenyataan pahit yang harus dilalui. Ryeowook butuh seseorang yang bisa dan mau menemaninya melewati ini semua. Ryeowook sudah lelah dengan kesendiriannya. Bertahun tahun ia menutup diri karna belum menemukan orang yang tepat. Sekarang, saat sudah menemukan orang yang tepat, Ryeowook tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu lagi. Ia tidak akan melepaskan Kyuhyun demi apapun. Tidak sekarang.. ataupun nanti..
Tidak terasa setelah sepuluh menit terlewat, suara ketukan pelan terdengar di kamar yang sunyi senyap tersebut.
Tok tok tok
Ryeowook langsung lompat dari posisi tidurannya saat mendengar pintu kamarnya diketuk seseorang dan terbuka. Ia bisa tebak itu siapa.
"Kyuhyun-ah!"
Ryeowook langsung memeluk Kyu erat padahal pria berwajah putih bersih ini literally baru saja tiba dihadapannya.
"Hyung…. gwenchanaaa?" Tanya Kyuhyun karna ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Wook hyung bersikap seperti ini
"Eung…. gwenchanende… bogoshipeoseoyo.." gumam Ryeowook dari balik pundak Kyuhyun. Wook masih betah memejamkan matanya sejenak sambil memeluk tubuh Kyuhyun. Menghirup harum rambutnya dan melingkarkan tangannya di tubuh ini. Sosok yang Ryeowook butuhkan.
"Ada apa hyungie? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Kyuhyun seperti bisa mencium sesuatu yang tidak beres disini, terlihat dari ekspresi Ryeowook yang lebih datar dibanding biasanya. Tapi… Wook masih belum mau bercerita dan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Tidak ada apa-apa… sini, kita ngobrol saja"
Ryeowook mengajak Kyu duduk disofa lalu mereka membicarakan tentang hal lainnya. Wook tidak mau menceritakan apa yan menjadi keresahannya karna ia tidak ingin Kyuhyun berpikir terlalu jauh dan jadi khawatir. Biarlah ini menjadi masalah nya dengan orang tuanya dan juga Siwon dulu. Ryeowook tidak ingin menyeret Kyu dan membuat semuanya semakin rumit lagi.
Ia hanya akan mengikuti kata hatinya mulai sekarang, dan itu semua tertuju pada Kyuhyun. Jadi hanya Kyu yang ingin dilindunginya saat ini
ooooo
"Annyong" Siwon memeluk Ryeowook dari belakang dengan erat. Membuat Ryeowook membalikkan badan dan menyapa kembali pria dihadapannya ini
"Oh, annyong"
"Apa yang sedang kamu cari?" Tanya Siwon sambil masih memeluk Ryeowook dengan erat
"Ani... aku sedang menyiapkan dokumen kontrak setahun lalu.."
"Ng..." gumam Siwon sambil masih ber cuddle ria tidak sedikit pun melonggarkan pelukannya pada Wookie.
"Won... jangan seperti ini..." Ryeowook berusaha untuk menyingkirkan tangan Siwon yang memeluknya tapi belum berhasil juga
"Waeee...?" Keluh Siwon
"Jangan seperti ini. Kyuhyun bisa melihat kita..." ujar Ryeowook sambil meraih tangan Siwon lagi dan melepaskannya dari tubuh Ryeowook, meminta pengertian Siwon.
Mereka sudah terlampau dekat akhir-akhir ini, dan Ryeowook tidak ingin membuat Kyuhyun cemburu. Tanpa menyadari kalau Siwon dibuatnya sungguh kesal disana.
Apa? Kyuhyun lagi? Biarkan saja Kyuhyun melihat kemesraan mereka, memangnya kenapa.. dengus Siwon tidak suka karna ia tidak bisa memeluk mantan kekasinya sendiri hanya karna Kyuhyun yang hitungannya bukanlah siapa-siapa diantara mereka.
Ryeowook harus segera tau akan hal ini.. harus. Wook harus tau kalau Kyuhyun bukanlah tunangannya lagi, tapi aku.. akulah yang mencintaimu Wook… pikir Siwon dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya sendiri
ooo
Hari-hari setelahnya, tensi diantara Hankyung dan Ryeowook terus meninggi. Hankyung dan Heechul pun masih tidak banyak bicara juga karna suami istri ini masih berselisih paham. Heechul tidak ingin membiarkan suaminya membohongi Ryeowook tentu saja, tapi di sisi lain ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Hankyung terus maju dengan keputusannya sendiri yang terus menggencet Ryeowook tanpa bisa dicegah lagi. Sejak putranya sembuh, Kim appa hanya ingin Ryeowook kembali masuk kantor, melupakan Kyuhyun, dan mulai melanjutkan hubungannya dengan Siwon lagi, tanpa Heechul ataupun Hankyung menyadari kalau ada banyak hal yang sudah berkumpul didalam kepala Ryeowook saat ini. Sekarang pun dikarenakan kedua pihak yang masih saja keras kepala, keadaan di keluarga Kim dari hari kehari hanya berujung dengan semakin merenggangnya hubungan antara orang tua dan anak mereka sendiri.
Di satu pagi, Hankyung dan Ryeowook makan pagi berdua sambil membahas pekerjaan di ruang kerja Hankyung karna Heechul sedang ada keperluan lain sejak pagi hari itu. Sambil membahas urusan perusahaan, Hankyung mulai menyadari sikap Ryeowook yang terus menghindar darinya akhir-akhir ini, dan hal tersebut menimbulkan kekhawatiran akan reaksi Ryeowook yang tidak sesuai dengan harapan awalnya dan malah bisa menimbulkan kekacauan nanti. Hankyung merasa sudah saatnya ia perlu mengatakan yang sebenarnya, agar saat keluarga Choi tiba datang, Ryeowook sudah bisa menerima kalau Siwon lah tunangannya yang sebenarnya. Ya, tidak ada yang perlu ditunda lagi sekarang.
"Ryeowook" panggil Hankyung sembari mereka membereskan kembali berkas-berkas file tersebut, baru saja selesai dengan diskusi rutin pagi ini.
"Waeyo appa?
"Sebelum keluarga Choi datang lusa nanti. Ada satu hal yang harus kamu tau dulu"
Ryeowook diam mendengarkan dan bertatapan tajam dengan sang appa
"Ini tentang Siwon dan Kyuhyun."
Hahh… ini lagi,,
"Waeyo?"
"Sejak kecelakaan itu menimpamu. Ada satu hal yang sebenarnya hanya karangan belaka. Cho Kyuhyun bukanlah tunanganmu yang sebenarnya. Kyuhyun hanya dimintai tolong oleh ibumu untuk merawat mu sejak kecelakaan itu terjadi" ujar Hankyung dengan lugas dan tegas.
Ryeowook menghela nafas panjang sejenak lalu menjawab
"Abeonim, tidak usah bercanda denganku…" ayah dan anak ini bicara berhadap-hadapan berdua dimeja makan
"Dengarkan dulu Ryeowook-ah."
"Appa sadar kan apa yang baru saja appa katakan? Jadi selama ini kalian membohongiku? Iya? Jadi Appa mengaku salah sekarang? Apa kalian siap menanggung konsekuensinya karna sudah membohongiku selama ini?" Ryeowook membalasi pernyataan Hankyung dengan rentetan pertanyaan balasan. Ryeowook memang punya pribadi yang keras, dan ia termasuk pribadi yang cerdik dalam bertindak.
"Ryeowook…"
"Lalu kenapa kalau Kyuhyun bukan tunanganku yang sebenarnya, appa? Apa masih ada hal lain yang masih kalin sembunyikan dirumah ini, iya?!" tambahnya lagi menentang kembali ucapan sang appa.
"Ryeowook jaga bicaramu! "Bentak Hankyung langsung dengan cukup keras setelah merasa cukup geram. Tapi hal tersebut tidak serta merta membuat Ryeowook gemetar, malah membuatnya semakin marah karna ia tau benar sifat appanya seperti apa.
"Tidak ada yang perlu aku katakan lagi kalau begitu appa. Aku permisi."
Brak. Ryeowook langsung keluar dari ruang kerja Hankyung sambil membanting pintu kayu mahoni hitam gelam tersebut dengan cukup kencang.
Sudah terlalu banyak omong kosong yang disembunyikan dibalik punggunya selama ini. Seisi rumah membohongi nya selama berbulan-bulan dan orang tuanya pikir dengan satu pengakuan salah itu bisa langsung merubah semuanya, iya?!
Ryeowook hanya mendengus kesal dan sudah tidak mau mendengar apapun lagi dari umma apalagi appa nya. Sejak ia bisa berjalan semuanya bukan membaik tapi malah berubah 180 derajat. Dan Ryeowook membencinya. Ia benci kenyataan yang ia harus jalani saat ini.
OoooO
"Kyuhyunie" Ryeowook menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk di meja kerja pribadinya, langsung mengajaknya bicara berdua
"Sudah memutuskan kita akan menginap di hotel mana?"
"Eung..? Ne, di hotel yang ini saja hyung. Yang ini saja sudah cukup mewah untukku" jawab Kyuhyun menunjuk sebuah hotel bintang 4 di Tokyo yang ada di layar laptop dihadapan mereka.
Ryeowook hanya tersenyum tipis mendengarnya
"Yakin? Baiklah, aku akan memesan nya sekarang juga"
Ryeowook langsung mengambil alih laptop dan memesan kamar untuk minggu depan. Baru kemarin Ryeowook juga sudah membeli tiket pesawat one way ke Tokyo untuk dua orang: ia dan Kyuhyun untuk minggu depan. Rencana liburan yang mendadak sudah tiba sekarang. Kyuhyun cukup kaget saat Ryeowook memberikannya pilihan hotel tadi malam.
"Untuk minggu depan hyung? Kenapa harus terburu-buru?" Tanya Kyuhyun lagi sambil mengamati Ryeowook sibuk sendiri disampingnya.
"Gwenchanayo… semakin cepat semakin baik kan. Appa sudah tidak betah melihatku dirumah ini" balas Ryeowook setengah bercanda sambil membelai kepala Kyuhyun sekilas. Kyuhyun hanya terdiam mendengar Ryeowook bicara seperti itu.
Walaupun dia tertawa… tapi Kyu tau Ryeowook serius dengan ucapannya. Kasihan Wook hyung… akhir-akhir ini jarang Kyu melihat Ryeowook dengan ekspresi wajah yang lebih rileks. Ryeowook sajangnim yang dulu sudah kembali, wajah Wook hyung terlihat lelah dan sedih akhir-akhir ini, tapi dia tidak pernah mau cerita pada Kyuhyun. Ryeowook selalu berakting seakan semuanya baik-baik saja didepan Kyuhyun.
Sabtu ini sesuai jadwal orang tua Siwon akan tiba di Korea. Ryeowook sudah berjanji untuk menjemputnya bersama Siwon dan hari minggunya mereka akan makan bersama. Pesawat yang Ryeowook pesan akan berangkat esok Senin nya di siang hari. Ryeowook tidak memberi tahu umma ataupun appanya tentang rencana ini. Hanya ia dan Kyuhyun, Ryeowook ingin bebas sekali saja dengan orang yang dipilihnya.
"Akhir pekan ini mungkin aku tidak bisa menemanimu" ujar Ryeowook sambil ia dan Kyuhyun setengah tiduran bersandar di meja kerja Wookie
"Waeyo?" Tanya Kyuhyun dengan polosnya
"Hari Sabtu nanti aku harus menjemput orang tua Siwon di bandara sejak pagi, berlanjut dengan ramah tamah dan lainnya. Mungkin sampai Minggu. Orang tua Siwon adalah teman akrab appa dan umma jadi aku harus mengikuti mereka. Mianhae."
Kyuhyun sontak merengutkan bibir kecilnya secara natural tanpa sadar. Ryeowook yang melihat itu langsung meraih tangan Kyu dan menautkan jari-jari mereka.
"Hanya dua hari… setelah itu kita langsung berangkat ke Tokyo besoknya, ne?"
"Hyung tidak perlu menemani orang tuanya Siwon? Kenapa harus buru-buru berangkat kalau begitu?"
Ryeowook menggelengkan kepalanya langsung sebagai jawaban "Dua hari sudah cukup…. setelah itu waktunya kita liburan, ne?"
Kyuhyun ikut mengangguk saat Ryeowook meyakinkannya seperti itu. Walaupun ia tidak tau kenapa Hyungie bersikap seperti ini, tapi Kyu ingin membuat Ryeowook senang sekali saja. Mungkin setelah pulang dari Jepang ia akan mengaku dan Kyu akan kembali menjadi sekretaris. Mungkin Ryeowook akan membencinya, tapi biarlah. Biarlah itu nanti. Sekarang Kyu ingin Ryeowook untuk merasakan bahagia terlebih dahulu. Bisakah aku membuatmu senang hyung?
"Eung kalau begitu. Aku siap menemanimu hyung"
"Gomawo Kyunnie-ya" Ryeowook menggandeng pundak Kyuhyun dan menarik nya untuk mereka berpelukan lagi. 4 hari lagi. 4 hari lagi drama dirumah ini yang harus ia lewati…. pikir Ryeowook dalam hati.
OoooO
Tok tok tok
Disaat Kyuhyun dan Ryeowook masih asik mengobrol berdua, datanglah seorang pelayan mengetuk pintu kamar pribadi Ryeowook tersebut
"Tuan Ryeowook"
"Ya bi, ada apa?"
"Tuan besar memanggil anda untuk bicara Tuan, di ruangannya, sekarang juga." Ujar salah satu pelayan senior kepada Ryeowook dan Kyuhyun sekaligus
"Sekarang?"
"Ne, secepatnya Tuan"
Ryeowook mengerutkan dahinya dan akhirnya menurut untuk segera turun kebawah dengan setengah hati.
"Sebentar ya Kyu. Aku perlu bicara dengan appa dulu"
Kyuhyun hanya memandangi Ryeowook dengan senyum dan menangguk
"Em. Pergilah hyung"
Kenapa ahjussi tiba-tiba memanggil Ryeowook seperti ini? Tidak biasanya Tuan Kim melakukan hal ini. Sepertinya ada benar-benar sesuatu antara yang disembunyikan antara Ryeowook dan orang tuanya dirumah ini… pikir Kyuhyun dalam hati
"Sebentar ya. Aku akan segera kembali" Ryeowook merengkuh pundak Kyuhyun sekilas baru ia keluar kamar dan berjalan menuju ruang kerja appanya.
TBC!
Chapter selanjutnya sudah tertulis setengah, minggu ini lanjut ne. Lalu author akan update Sunflower juga setelahnya. Jangan lupa review! Annyong!
