REMAKE dari novel yang berjudul sama -Mine To Take- karya Cynthia Eden
DISCLAMER: ide dan alur cerita ini adalah milik Cynthia Eden, saya hanya memberikan penambahan dan pengurangan seperlunya-sesuai kebutuhan cerita.
WARNING: Genderswitch, Typo, Rate M for language and sexual contain, de el el
DON'T LIKE DON'T READ!
Cho Kyuhyun & Lee Sungmin
SUMMARY:
Terkadang engkau begitu menginginkan seseorang...
Terkadang engkau begitu membutuhkan seseorang...
Nafsu bisa menjadi cinta.
Dan cinta bisa berubah menjadi obsesi yang mematikan.
.
o
.
Bajingan sialan itu meletakkan tangannya di tubuh Sungmin.
Kyuhyun berdiri beberapa kaki dari lantai dansa. Matanya menemukan Sungmin segera setelah dia melangkah ke dalam klub.
Dia selalu bisa menemukannya.
Seorang bajingan menempatkan tangannya di pinggul Sungmin. Sungmin meliukkan tubuhnya dan bergerak mengalir sesuai irama musik.
Menggoda secara sensual.
Sungmin meninggalkan pria itu. Berdansa ke tengah lantai dansa.
Berputar. Menghentakkan tubuhnya sesuai irama musik.
Pria lain dengan postur tubuh yang lebih tinggi dari sebelumnya menangkapnya.
Sungmin bertemu dengan gerakan pria itu. Berdansa. Menari.
Pergi ke pasangan pria sialan lainnya.
Tempo musik meningkat. Sungmin dengan mudah menyesuaikan iramanya.
Tidak ada ketimpangan. Tidak tersandung. Hanya keanggunan. Hasrat.
Tidak ada orang lain yang bisa menari seperti Sungmin.
Tubuhnya melengkung dan berputar. Naik turun. Terbelit.
Hasrat.
Pasangan lain lagi. Pria sialan lainnya.
Kyuhyun mengintai ke depan. Berjalan melewati kerumunan.
Saat Sungmin berputar lagi, Kyuhyun menangkapnya dan menariknya mendekat.
Sungmin tidak melihat siapa yang menariknya.
Tubuhnya hanya bergerak sesuai irama. Bergerak, menari...
"Apa kau mabuk?" Kyuhyun mengeluarkan kata-katanya.
Kepala Sungmin tersentak pada Kyuhyun. Dia berhenti menari dan melihat, akhirnya melihat Kyuhyun.
Ketakutan tiba-tiba muncul di matanya.
Suara musik bertambah keras dan lantang.
Sungmin menjauh darinya untuk menemukan pria lainnya.
Kyuhyun mengikutinya. "Jangan menyentuhnya!" Kyuhyun menyentak seorang pria yang mulai mendekati Sungmin.
Dengan bijaksana pria itu melangkah mundur.
"Tidak." Sungmin melepas kembali tangan Kyuhyun yang mencengkram lengannya. "Aku tidak mau. Tinggalkan aku sendiri, Kyuhyun. Keluar dari sini."
Dia tidak terdengar mabuk. Dia terdengar marah dan takut, tapi kata-katanya tidak bergumam.
Kyuhyun kembali menggenggam lengan Sungmin. "Apa yang kau lakukan?"
Sungmin tertawa. "Menari. Itu yang aku lakukan. Satu-satunya hal..." Sungmin mencoba melepaskan diri lagi.
Jangan terjadi. Jangan sampai Sungmin lepas darinya.
"Seseorang mengincarmu!" Kyuhyyun menariknya mendekat. Sungmin tetap bergerak. Pinggulnya bergerak-gerak. "Kau seharusnya di apartemnmu."
Bulu matanya turun, matanya terpejam. "Apa kau, adalah orang yang mengincarku?"
"Sungmin..."
"Kau satu-satunya yang aku percaya. Jangan lakukan ini padaku Kyuhyun." Bulu matanya terangkat. Ada air mata sialan di matanya. "Jangan menjadi orang yang menyakitiku."
Di sana, di lantai dansa itu, dengan musik yang terlalu keras dan hawa panas yang menekan tubuh, kata-kata Sungmin menyakiti Kyuhyun.
Tangan Kyuhyun mengusap rambut Sungmin. Dia menyentuh belakang kepala Sungmin. "Aku tidak akan menyakitimu, sayang. Tidak akan." Kyuhyun menciumnya. Keras, mendalam, dan putus asa.
Sungmin membuat hidup Kyuhyun layak untuk dijalani, dan bahkan Sungmin tidak tahu itu. Sungminlah yang membuatnya merasakan hidup.
Sungmin pikir Kyuhyun akan menyakitinya? Menerornya?
Tidak. Sial, tidak akan.
"Percaya padaku," Kyuhyun menghembuskan kata-kata pada bibir Sungmin. "Bukan aku."
Kyuhyun harus mengeluarkan Sungmin dari klub. Pergi ke tempat yang tenang agar mereka bisa bicara.
Lalu kemudia dia bisa menjelaskannya.
Sungmin menatap Kyuhyun. "Aku mencintaimu."
Kata-kata itu seperti meninjunya di dada.
"Tidak pernah berhenti," kata Sungmin, bibirnya bergetar. "Tidak bisa berhenti."
Bagi Sungmin cinta adalah kepercayaan. Dan Kyuhyun tahu itu. Karena Kyuhyun mengerti dia.
Kyuhyun menariknya mendekat, dan dia membawa Sungmin keluar dari klub itu.
.
.
.
"Dia pergi," kata Yuna ke telepon saat dia melihat Sungmin dengan tergesa keluar dari klub. "Dan dia tidak sendiri." Yuna bangkit dari kursi kemudinya, berusaha untuk melihat lebih jelas ke arah Sungmin. "Wow, tunggu –bukankah seharusnya Cho Kyuhyun berada di penjara?" Yuna kaget saat mendapati pria yang menarik Sungmin keluar dari klub adalah Kyuhyun yang setaunya berada di tahanan di markasnya.
Yuna kira Sungmin dan Kyuhyun akan kembali ke apartemen Sungmin. Namun mereka tidak ke sana. Kyuhyun memayungi Sungmin dengan jasnya berjalan ke dalam jaguar hitam dan memacunya sesaat kemudian.
Kyuhyun tidak menyadari kehadirian Yuna. Dia hanya fokus pada Sungmin.
Yuna mendengarkan apa yang diperintahkan kepadanya saat dia menggenggam erat teleponnya. "Siap pak!" Yuna melemparkan teleponnya ke samping dan memutar kendaraannya.
Dia diperintahkan untuk mengawasi Lee Sungmin.
Tepat seperti apa yang telah dia lakukan.
.
.
.
Pintu lift meluncur tertutup di depan Kyuhyun, dan dia akhirnya mampu untuk menarik nafas lega saat mereka memasuki penthousenya.
Vanila. Aroma Sungmin membungkus di sekitarnya.
Kyuhyun melihat sekilas padanya. Sungmin mundur ke pojok belakang lift. Dinding lift memantulkan bayangan mereka, dan bayangan Kyuhyun yang kejam menatapnya kembali.
Kyuhyun terlihat sangat berbahaya. Sangat liar.
"Kenapa kau berada di Jeju saat itu?" Sungmin bertanya padanya.
Kyuhyun mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Namun Kyuhyun tidak menyentuhnya. Malah meletakkan tangannya pada dinding lift, di samping bahu Sungmin. "Karena aku harus melihatmu."
"Ka-kau bisa mengatakannya padaku. Menemuiku-"
"Pernahkah kau menginginkan sesuatu sebegitu buruknya..." Kyuhyun berbisik saat dia menundukkan kepalannya. "Sampai kau tidak bisa memikirkan hal lain? Semua yang kau rasakan adalah kebutuhan. Hasrat yang tidak pernah berakhir yang membuatmu terus bergolak."
Sungmin memberikan anggukan kecil. "Itu yang aku rasakan...untukmu."
Dia menunjukkan perasaannya pada Kyuhyun. Kyuhyun tidak bisa lebih terkejut lagi dari ini.
"Dan itu juga yang aku rasakan untukmu," Kyuhyun memberitahunya. "Tidak ada hal yang lainnya. Cuma kamu."
Lift tetap bergerak ke atas.
"Saat kau berumur 18 tahun, kau memiliki mimpi. Menari!" Sungmin ingin tampil di pertunjukkannya sendiri, sangat, teramat sangat. "Hanya sekali, satu kali, aku ingin melakukan hal yang benar."
Bau Sungmin membuat kepada Kyuhyun terasa berputar.
"Aku membiarkanmu pergi," suaranya parau. "Hal itu merobek hatiku, tapi aku membiarkanmu pergi karena aku ingin kau bahagia."
Sungmin menggelengkan kepalanya. "Kyuhyun-"
"Aku tidak punya apapun yang bisa aku tawarkan untukmu. Aku miskin. Dan kau mengagumkan. Sangat mengagumkan. Aku melihatmu menari, sangat sering. Aku tahu kau bersinar di panggung itu." Kyuhyun ingin bibir Sungmin ada di bawahnya. "Tapi aku juga tahu...kau akan meninggalkan semua itu, untukku, dalam sekejap."
Karena, saat itu Sungmin sangat mencintainya.
Cintanya sangat nyata, indah, dan murni. Tanpa keraguan. Tanpa batas.
Cintanya adalah hal yang paling berharga dalam hidup Kyuhyun.
Sungmin sudah menjadi hal yang paling berharga dalam hidupnya. Dan karena Kyuhyun mencintainya, dia mencoba, untuk sekali –tidak menjadi bajingan egois.
"Aku tidak ingin kau meninggalkan semua mimpimu untukku. Jadi aku mengatakan padamu hubungan kita sudah seleai. Bahwa aku ingin pergi." Ketika dia hanya menginginkan Sungmin. "Aku menyakitimu." Sial, kenyataan itu selalu menyakiti Kyuhyun. "Dan bahkan saat itu, aku berjanji pada diriku, aku tidak akan pernah menyakitimu lagi."
Lift berhenti.
"Aku ingin kau memiliki mimpimu. Aku melangkah mundur. Dan mendorongmu menjauh." Lalu Kyuhyun pergi dan naik ke tingkat paling atas dengan perjuangan keras. Menyelesaikan semua hal penting untuk membuat hidupnya sukses.
Untuk Sungmin.
Jika suatu saat Sungmin kembali padanya. jika suatu saat Sungmin memberinya kesempatan kedua.
"Aku tetap berpikir kau telah menemukan orang lain. Seorang pria yang baik, yang mencintaimu. Mempunyai keluarga." Tapi Sungmin tidak melakukannya. "Tahun berlalu, dan aku...aku harus melihatmu. Hanya memastikan kau baik-baik saja. Hanya untuk...mengisi lubang sialan di dadaku, dimana hatiku seharusnya berada."
Pintu lift terbuka.
"Aku melihatmu menari." Kyuhyun berkata, manatap ke dalam matanya, "Dan aku ingat seperti apa dicintai olehmu. Seperti apa menjadi bahagia."
Bibir Sungmin terbuka. "Malam itu..."
"Aku tidak menyebabkan kecelakaan itu. Aku sedang...sialan, aku menunggumu di apartemenmu. Aku memutuskan berbicara padamu malam itu. Untuk melihat apakah kau masih merasakan sesuatu padaku." Tapi jam berlalu, dan Sungmin tidak muncul. Kyuhyun pergi mencarinya.
Dia melihat Sungmin yang berada di dalam mobilnya yang terbalik.
"Kau terbangun saat aku menemukanmu," kata Kyuhyun. Sadar namun...
Takut. Padaku. Tidak peduli apa yang dia katakan, Sungmin berteriak bergerak menjauh. Kyuhyun pikir...Sungmin tidak menginginkannya.
Dia memastikan Sungmin pergi ke rumah sakit. Kyuhyun memaksa dirinya untuk tidak menjenguk Sungmin terlalu sering.
Lalu dia mencoba untuk memberikan waktu untuk Sungmin, untuk pulih.
"Saat kau berjalan ke dalam kantorku beberapa hari yang lalu..." Kyuhyun melangkah mundur dan meletakkan tangannya agar pintu lift tidak tertutup. "Aku sangat, sangat terkejut. Membutuhkan semua kemampuanku agar tidak berlari dan menangkapmu, untuk memelukmu erat." Dan tidak pernah membiarkanmu pergi.
Sungmin tetap berada di pojok.
"Aku tidak membakar studiomu, Sungmin. Aku selalu menginginkan kau mendapatkan impianmu. Aku tidak akan menghancurkannya."
Pandangan Sungmin menahannya.
Kyuhyun mengulurkan tangannya kepada Sungmin. "Jika kau mencintaiku, percayalah padaku."
Karena itu adalah Sungmin yang sebenarnya.
Sungmin menunduk, melihat dengan cepat tangan Kyuhyun.
Kyuhyun tidak bergerak. Sekarang adalah saatnya Sungmin sendiri yang memutuskan.
"Aku tidak ingin ada rahasia antara kita," Sungmin berkata padanya, suaranya lembut. "Jangan pernah ada lagi."
Kyuhyun berusaha untuk merubah ekspresinya. "Sayang, kau tidak perlu tahu semua yang telah aku alami." Kadang, Kyuhyun ingin melupakannya, tapi mimpi buruk tetap menghantuinya.
Sungmin melangkah dari pojok. Bergerak ke arahnya. "Kau keliru. Aku ingin tahu semua tentangmu." Dia menegakkan bahunya. "Dan aku ingin kau tahu semua tenatng diriku." Dia mengambil tangan Kyuhyun.
Hell, yes.
Kyuhyun menarik Sungmin ke dalam pelukannya. Menciumnya. Dia mengangkat Sungmin, menahannya dengan mudah. Dia hampir merusak pintu ke penthousenya sebelum mereka masuk ke dalam.
Dia tidak menahannya, melewati serambi.
Terlalu gila, terlalu gelisah. Terlalu putus asa.
Tergesa Kyuhyun berjalan menuju kamarnya.
Kyuhyun menelanjangi Sungmin saat mereka telah sampai di dalam kamar. Kyuhyun juga melepaskan seluruh pakainnya hingga mereka berdua telanjang.
Kesabaran Kyuhyun telah habis sebelum mereka menuju ranjang. Dia mendorong Sungmin ke dinding di samping pintu. "Aku butuh berada di dalam dirimu." Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin saat dia mencium sepanjang rahang Sungmin dan tangannya meluncur ke celah basah Sungmin. "Ini basah, sayang."
"Kyuhyun...sekarang." suara Sungmin terdengar lirih di antara deru nafasnya yang memburu.
"Belum, sayang." Kyuhyun mengecup bibir Sungmin sekilas sebelum kepalanya turun ke bawah. Kearah lembah kenikmatan Sungmin.
Sungmin melihat bagaimana Kyuhyun mendorong kakinya terpisah dan menundukkan kepalanya tepat di pusat lipatannya.
"Oh Kyuhyun!" Sungmin mendorong pinggulnya ke depan untuk lebih dekat ke mulut Kyuhyun.
Lidah Kyuhyun terasa panas di sana.
"Aku suka saat kau menjadi liar, sayang," katanya sambil menyeringai jahat. Jarinya meluncur saat Kyuhyun menusukkan lidahnya ke dalam pusatnya.
Sungmin berteriak saat dia mendapatkan orgasmenya di dalam mulut Kyuhyun.
Nafasnya memburu, dan Kyuhyun sangat menikmati melihat wajah Sungmin yang semakin membangkitkan libidonya.
Kyuhyun kembali mencium bibirnya brutal, dan Sungmin dapat merasakan dirinya di mulut Kyunyun. Kyuhyun mengangkat kaki kanan Sungmin untuk melingkar di pinggangnya.
"Uhmm...Kyuhhh-" Sungmin kaget saat tiba-tiba Kyuhyun memasukkan kejantanannya dengan sekali dorongan kuat. Namun protesnya tertelan dalam ciuman yang di berikan Kyuhyun.
Kyuhyun mengarahkan tangannya ke celah basah Sungmin saat dia menggerakkan kejantanannya masuk dan keluar. Sentuhan jari dan gerakan masuk dan keluar dari kejantanannya hampir membuat Sungmin berada di ujung kewarasannya.
Kyuhyun mengerang. "Kau sangat ketat, sayang." Kyuhyun masih menggerakkan pinggulnya keras. "Aku akan datang." Bisiknya di telinga Sungmin.
Sungmin melihat ke bawah, menyaksikan kenjantanan Kyuhyun yang bergerak keluar masuk. Sungmin merasakan dirinya di ujung orgasmenya. Sungmin mencakarkan kukunya ke punggung Kyuhun saat dia datang.
"Sial!" Kyuhyun menghentakkan pinggulnya semakin cepat sebelum memenuhi Sungmin dengan spermanya.
Tubuh Sungmin menggigil saat kenikmatan karena pelepasan Kyuhyun memenuhinya.
Tapi Kyuhyun tidak membiarkannya pergi.
Tidak berhenti mendorong.
Kyuhyun tidak bisa. Dia kelaparan, gila dengan kebutuhan –akan diri Sungmin.
Dia telah menginginkan Sungmin, dalam 10 tahun yang lama. Sungmin kembali. Tidak ada seorangpun dan apapun yang dapat membuat Sungmin menjauh darinya lagi.
.
.
.
Telepon berdering sesaat sebelum fajar. Kyuhyun melemparkan tangannya untuk meraih telepon.
Pikiran pertamanya...Changmin. Dia telah di beritahu oleh pihak rumah sakit bahwa keadaaan Changmin telah stabil.
"Cho Kyuhyun," sentaknya dalam telepon. Jika ini dari rumah sakit...
"Ada seseorang di lobi, sajangnim," dia mengenali suara Song Seung Hyun, manager gedungnya. "Dia memaksa untuk bertemu anda."
"Aku tidak menerima pengunjung," katanya, berguling dari tempat tidur. "Terutama tidak sepagi ini." Seung Hyun seharusnya tahu ini lebih baik. Sungmin masih tidur tak terganggu. "Katakan padanya untuk enyah-"
"Dia sangat keras kepala," suara Seung Hyun tenang. "Dia bilang untuk memberi tahu anda...namanya Jung Yunho, dan dia punya berita yang mendesak."
Yunho.
"Minta dia menunggu di sana," perintah Kyuhyun saat pandangannya mengarah pada Sungmin sekali lagi. Orang sialan itu ada di kota ini? Tepat setelah kebakaran? "Aku akan turun."
Selimut membungkus tubuh naked Sungmin. Dia terlihat santai, di kedamaian.
Seharusnya dari dulu dia seperti itu.
Kyuhyun mengambil bajunya. 3 menit kemudian, dia sudah berpakaian dan ada di lobi.
Seung Hyun berbalik ke arahnya. Jung Yunho berada di sampingnya. Yunho terlihat pucat, dan ada lingkaran hitam di bawah matanya.
Apa yang dia inginkan?
"Terima kasih, mau menemuiku," Yunho mulai berbicara saat melihat Kyuhyun berada di hadapannya. "Aku tidak jujur padamu di Jeju. Ada...ada sesuatu yang harus kau tahu."
.
.
.
"Kyuhyun?" Sungmin mencarinya saat dia terbangun.
Tapi tempat tidur kosong. Selimut di sampingnya terasa dingin.
Sungmin mencari ke penthouse.
Kyuhyun tidak ada di manapun.
Kegelisahan memenuhi pikirannya saat dia berpakaian.
Lalu dia berjalan keluar dari penthouse dan menuju ke lantai bawah.
.
.
.
Pandangan Kyuhyun tertuju kepada Seung Hyun. "Kami membutuhkan kantormu." Karena dia tidak ingin Yunho berada terlalu dekat dengan Sungmin. Dia tidak akan membawa Yunho ke penthousenya.
Serta merta Seung Hyun mengangguk. "Tentu saja. Sebelah sini."
Kyuhyun tidak berkata lagi. Tidak sampai mereka berdua berada di dalam kantor Seung Hyun. Manager gedung itu dengan cepat keluar ruangan, lalu menutup pintu, memberi mereka privasi
Kyuhyun menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap Yunho tajam. "Waktumu tidak tepat, Jung." Tidak tepat, karena dia datang setelah kebakaran itu terjadi. Itu berarti kemungkinan dia berada di dalam kota yang sama saat kebakaran tadi malam.
"Aku harus datang." Yunho berjalan mondar-mandir di sekitar pembatas kecil ruangan itu. "Aku butuh memberitahumu –ah sial, kau harus tahu kebenaran tentang Sungmin."
"Aku cukup tahu tentang Sungmin." Kyuhyun tidak perlu laki-laki ini memberi petunjuk padanya dalam hal apapun.
"Sungguh?" Yunho memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Kyuhyun. "Apakah kau juga mengetahui semua hal tentang ibunya? Kau tahu bahwa ibu Sungmin gila? Mengidap delusi? Tabrakan mobil yang membunuh kedua orang tuanya...ibunyalah yang menyebabkan tabrakan itu. Dia sengaja membunuh dirinya dan suaminya."
Kyuhyun tidak membiarkan ekspresi wajahnya berubah. "Bagaimana kau tahu tentang hal itu?" kyuhyun sudah tahu, sudah lama dia mengetahui kebenaran itu, tapi mengapa laki-laki ini menggali masa lalu Sungmin?
"Aku tahu karena aku mengkhawatirkannya." Yunhoo menghembuskan nafas berat. "Sungmin...dia terlalu lemah. Terlalu rapuh, sangat terlalu rapuh."
"Karena itu kau menidurinya?" tuntut Kyuhyun, suaranya tajam. "Karena dia rapuh?"
Wajah Yunho memerah. "Aku kira dia membutuhkanku. Sungmin melakukan sesuatu pada laki-laki. Dia membuatmu berpikir –dia membuatmu ingin melindunginya."
Ya, Kyuhyun selalu ingin menjaganya tetap aman.
"Tapi ada sesuatu yang salah dengannya."
Kyuhyun berusaha untuk mengendalikan emosinya mendengar ucapan dokter sialan itu.
"Aku mulai menduga kebenarannya, setelah beberapa minggu. Hal-hal yang dia katakan, yang dia lakukan..." tangan Yunho bergerak ke dalam saku jasnya. "Aku berbicara pada detektif di Jeju. Detekttif yang menangani kasus kecelakaan Sungmin. Tidak seorangpun yang menabrak mobil Sungmin. Aku pikir dialah yang menabrakkan mobilnya sendiri. Dia yang membuat kecelakaan itu."
Omong kosong!
"Sungmin mengatakan kepadaku tentang seseorang yang membobol masuk ke apartemennya saat dia masih di Jeju, dia mengatakan padaku bahwa dia merasa seperti sedang diawasi oleh seseorang –dia mengatakan semua hal..."suara Yunho terdengar makin lirih.
"Tapi kau tidak mempercayainya." Kyuhyun menyelesaikannya, merasa muak.
"Karena itu tidak terjadi. Aku ada di jalan dengannya, saat dia sangat yakin ada seseorang di belakangnya. Namun tidak ada seseorangpun di sana. Tidak ada seseorangpun yang pernah masuk ke dalam apartemennya. Semua yang pernah dia katakan tidak pernah terjadi." Yunho berkata dengan penuh keyakinan. "Ibunya berusia awal 20-an tahun saat schizophrenia pertamanya muncul."
Sial."Kau melihat catatan medis ibunya?" Kyuhyun mencoba untuk tidak menerjang Yunho yang berdiri tepat di hadapannya.
"Delusi," gumam Yunho. "Paranoid. Itulah bagaimana penyakit ibunya bermula –dan bagaimana itu mengawali lusinan kegilaan yang lainnya. Dan kupikir itu juga bagaimana penyakit Sungmin bermula."
Tidak, itu bukan penyakit. "Kamu keliru. Seseorang mengintai Sungmin. Saat dia di serang di studionya, dia mendapatkan luka di kepalannya-"
"Apa ada yang melihat saat dia di serang?"
Tidak, Changmin tidak menemukan seseorang di tempat kejadian.
Yunho menggelengkan kepalanya. "Bagaimana kau tahu dia tidak melakukan sendiri hal itu. Bisa saja Sungmin sendiri yang menghantamkan kepalanya ke dinding."
Karena aku tahu bagaimana Sungmin. Kau benar-benar tidak tahu bagaimana dia. "Kebakaran hampir membunuhnya semalam. Apa kau serius berdiri disini, mencoba memberitahuku bahwa dia mungkin melakukan hal itu juga? Bahwa dia menyulut api di tempatnya sendiri?"
"Apa seseorang melihat penyerangnya di sana?"
Kyuhyun tidak menjawab.
"Aku kira begitu." Nafas Yunho berhembus keluar. "Kau pikir aku ingin ini terjadi? Padanya? Tentu saja tidak. Aku peduli pada Sungmin. Tapi perilakunya meningkat menjadi tak menentu setelah dia tinggal di Seoul. Saat di Jeju aku telah memberitahunya bahwa dia membutuhkan bantuan...namun setelah itu dia malah menghilang. Meninggalkan Jeju dan menetap di Seoul."
Kyuhyun mempelajari pria itu untuk sesaat dalam kesunyian, lalu menuntut. "Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu padaku saat aku bertanya padamu di rumah sakit?"
"Karena aku ingin penilaianku salah! Aku ingin, tapi naluriku memberitahuku, aku tidak bisa seperti itu. Aku datang ke sini, karena mendengar tentang kebakaran sesaat lalu dari berita –dan aku memutuskan untuk bertemu denganmu. Aku harus memperingatkanmu." Yunho berputar menjauh dan berjalan menuju jendela. "Mempercayaiku atau tidak, tapi kau harus diperingatkan. Aku kira–aku kira Sungmin bisa menjadi berbahaya. Seberbahaya ibunya."
Kyuhyun tetap menjaga matanya pada punggung Yunho. "Sungmin tidak akan pergi begitu saja hanya karena kau ingin memberikannya 'bantuan'." Kyuhyun tidak akan semudah itu mempercayai kata-kata Yunho. "Saat kami berada di Jeju..." dan ini telah mengganggunya..."Kau menyebutkan sesuatu tentang 'malam itu' –bagaimana itu telah merubah hubungan kalian." Kyuhyun menunggu sesaat dan berkata, "Apa kau benar-benar berpikir bahwa Sungmin tidak akan memberitahuku tentang apa yang telah terjadi?" berbohong mudah bagi Kyuhyun. Terutama saat dia berhadapan dengan seseorang seperti Jung Yunho.
Bahu dokter itu mengeras. "Ya." Dia mendesah. "Aku kira Sungmin mempunyai hal yang tidak diberitahukannya kepadamu." Yunho kembali menghadap wajah Kyuhyun sekali lagi. "Tapi tidakkah itu membuktikan kebenaran pendapatku? Sungmin bingung diantara kita berdua. Dia memanggilku dengan namamu. Dia pikir aku adalah kamu. Dalam sekejap Sungmin tidak tahu siapa aku atau bahkan di mana dia berada."
'Dia memanggilku dengan namamu'. Kalimat itu terngiang dalam benak Kyuhyun.
"Tidak ada seorangpun yang menguntit Sungmin," Yunho melanjutkan, suaranya semakin menguat. "Dia jelas wanita yang bermasalah. Seperti ibunya. Dia butuh evaluasi, pengobatan medis-"
"Aku tidak gila!"
Seung Hyun tidak mengunci pintunya. Sial!
Sungmin pasti sudah diam-diam mendengar di luar. Dia hanya mendorong untuk membuka pintu. Sungmin bediri pada pintu masuk sekarang, dadanya terlihat naik turun dengan pipi memerah, terlihat sekali tengah menahan amarah. "Kau tidak tahu apa yang terjadi padaku!"
Seluruh tubuh Yunho tersentak. Apa Sungmin mendengar semuanya? "A-aku tidak bermaksud kau mendengar ini-"
"Tentu saja, tapi aku telah mendengarnya." Sungmin menjilat bibirnya yang terasa kering dan dan mengangkat dagunyanya. "Seseorang meguntitku, dan itu bukan gambaran imajinasiku. Apa yang terjadi padaku itu nyata."
Yunho bergerak ke arahnya. Suaranya rendah dan menenangkan saat dia berkata, "Aku tahu kau pikir ini..."
"Ya, aku pikir ini nyata! Karena ini memang terjadi!" Sungmin mendorong rambunya ke belakang. Menatap tajam Yunho. "Kau ingin bicara tentang malam itu? Baiklah. Mari kita bicara. Aku memanggilmu dengan nama Kyuhyun karena aku memikirkannya. Aku menginginkannya, oke? Aku selalu memikirkannya. Siapapun kekasihku, yang kuinginkan hanya dia. Aku tahu itu salah dan membingungkan, dan mungkin sedikit gila, tapi aku tahu apa yang aku lakukan. Aku menginginkan dia malam itu, jadi aku memanggilnya." Sungmin menggelangkan kepalanya. "Aku tidak melakukannya karena aku gila! Aku melakukannya karena aku menginginkannya."
Wajah Yunho berubah menjadi keras. "Tidak seorangpun yang dapat menemukan bukti tentang penguntitmu. Polisi di Jeju tidak bisa menemukannya. Apa ada yang bisa menemukannya di sini? Aku bertaruh mereka tidak bisa menemukannya juga. Meskipun keamanan Cho Kyuhyun memeriksanya, mereka juga tidak menemukan apapun karena dia tidak nyata. Kau seperti ibumu, kau-"
"Jangan bicara tentang ibuku!" suara Sungmin bergetar dalam kesakitan.
Sudah habis kesabaran Kyuhyun. Dia berjalan kearah Yunho dan Sungmin. Menangkap tangan Yunho dan menyentak pria itu ke arah pintu.
"Tunggu!" Yunho memekik. "Apa yang kau lakukan? Berhenti-"
"Taruh pantat sialmu di pesawat, dan keluar dari Seoul. Jika kau tidak pergi sore ini, aku akan tahu. Lalu aku akan mendatangimu." Kyuhyun menatap ke dalam mata Yunho. "Dan aku pastikan kau tidak ingin itu terjadi. Mengerti?"
Yunho menelan ludah. "Aku-aku hanya ingin dia mendapatkan pengobatan." Dia melemparkan pandangan cemas ke arah Sungmin. Sungmin berjalan mundur dari pintu, berusaha menjauh dari Yunho. "Aku peduli padamu. Aku ingin membantumu."
"Bagaimana? Dengan merawatku di rumah sakit?" pipinya masih merah dan matanya berkilat dalam kemarahan. "Penguntit itu ada. Dan dia nyata."
"Tidak." Yunho terdengar sedih dan yakin. "Dia tidak nyata."
Melihat itu Kyuhyun dengan segera mendorong Yunho keluar dari ruangan, dan mengusirnya dari gedung.
"Uh, Sajangnim?" Seung Hyun melihat dengan bingung saat Kyuhyun melempar Yunho keluar gedung.
"Jangan biarkan dia melewati pintu." Perintah Kyuhyun. "Jangan penah lagi, mengerti?"
Dengan cepat Seung Hyun mengangguk. "Tentu. Saya mengerti."
"Bagus." Kyuhyun melangkah kembali ke kantor –dan menemui Sungmin belum bergerak. Tatapannya ke arah jendela. "Sungmin...'
Pandangan Sungmin kembali padanya. "Pergi bicaralah pada Changmin. Dia bisa mengatakan padamu ada orang lain di dalam studio. Aku tidak gila."
"Aku tidak pernah bilang bergitu."
Senyumnya tertahan di ambang kesedihan. "Tapi aku tahu kau berpikir seperti itu."
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin ke dalam tangannya. "Tidak, aku tidak berpikir seperti itu."
Sungmin menyentak dengan lemah. "Aku kira kau lebih baik dalam berbohong." Lalu Sungmin mundur darinya. "Aku kira kau jauh lebih baik..."
.
.
.
"Aku hanya melihat Sungmin-ssi...' Changmin bergeser gelisah di kasur rumah sakit, dengan perban yang membalut sisi kiri kepalanya. "Aku merasa seseorang memukulku keras dengan tongkat bisbol, tapi aku tidak melihat orang lain selain Sungmindi sana."
Sial. Kyuhyun sudah mengharapkan sesuatu yang lebih. "Kau tidak mendengar siapapun?"
"Jika aku mendengarnya, si brengsek itu tidak akan menjatuhkanku." Changmin mengambil nafas perlahan. "Sungmin pergi ke studio awalnya. Dia bilang dia melupakan tasnya. Aku bisa ingat saat kami masuk ke dalam..." jarinya tergenggam di sekitar selimut putih. "Lalu tidak ada apapun yang aku ingat sampai aku terbangun di rumah sakit ini."
Kyuhyun meletakkan tangannya di bahu Changmin. "Tak apa. Kau beristirahat saja."
"Kau mengeluarkan aku, bukankah begitu? Aku mendengarnya dari para dokter..."
Kyuhyun mengangguk. "Aku tidak akan meninggalkanmu di dalam studio yang terbakar itu."
Changmin memberinya senyum lemah. "Bukankah ini ketiga kalinya...atau mungkin keempat...kau menyelamatkan hidupku?"
"Tidak masalah. Aku sudah berhenti mengitungnya." Kyuhyun meremas bahu Changmin sebelum dia pergi menjauh. "Beristirahatlah teman."
"Tunggu..."
Kyuhyun menatap kembali padanya.
"Aku berpikir...aku mengingat satu hal lagi." Mata Changmin menyipit saat dia tampaknya berjuang untuk mengingatnya. "Gadismu mengatakan, dia meminta maa...lagi dan lagi. Aku bersumpah. Aku bisa mendengarnya mengatakan hal itu." Dia menekan matanya tertutup. "Tapi sepertinya itu tidak terlalu penting. mungkin hanya pengaruh obat yang mereka berikan kepadaku."
"Mungkin." Kyuhyun bergumam. "Aku akan kembali mengunjungimu segera."
Kyuhyun menutup pintu di belakangnya.
Sungmin menangkap pandangan Kyuhyun saat dia telah keluar dari kamar rawat Changmin, dan dia bergegas ke arahnya. "Apa Changmin sudah siuman? Apa kau sudah bicara padanya?"
Kyuhyun masuk sendiri karena ingin melihat reaksi Kyuhyun untuk dirinya. Dia menduga Changmin mungkin akan berbicara lebih leluasa jika mereka hanya berdua.
Aku berpikir mengingat satu hal lagi. Gadismu mengatakan, dia meminta maa...lagi dan lagi.
"Apa dia mengingat ada orang lain di sana?"
Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
Wajah Sungmin menunduk.
Kyuhyun harus menanyakan padanya. "Sayang, saat kebakaran, apa kau mengatakan permintaan maaf pada Changmin?"
Jari Sungmin berputar pada tali tasnya. "Ya."
Sial. "Kenapa?"
Pandangan Sungmin sekilas ke atas, melihat langsung ke arah mata Kyuhyun. Kemarahan terpancar di mata foxynya. "Karena aku tidak cukup kuat untuk mengeluarkan dia dari kebakaran! Karena meskipun aku sudah menggunakan seluruh kekuatanku, aku tetap tidak bisa mengeluarkannya dari sana!" suaranya meningkat, menangkap perhatian dua perawat yang ada di dekat mereka berdiri. "Karena tidak peduli apapun yang aku lakukan, aku tidak bisa mengeluarkannya dari pintu, dan aku sudah yakin kami berdua akan mati di kebakaran itu."
Kyuhyun melangkah mendekatinya. Mencoba untuk meraihnya.
Sungmin menyentak kembali. "Tapi bukan itu yang kau duga, kan?" semua kemarahan menghilangkan suaranya. "Aku tidak gila, dan kau-" kesedihan melekat di wajahnya. "Kau tidak mempercayaiku."
"Tidak, aku sungguh percaya padamu."
Tapi Sungmin bergegas ke arah lift. Kyuhyun menyumpah, dan berlari ke arah Sungmin. Kyuhyun menjulurkan tangannya, menahan pintu sebelum menutup. 'Aku mempercayaimu sayang.' Dia mengatakannya lagi.
"Kali ini aku yang tidak mempercayaimu." Pandangan Sungmin menahannya. "Bagaimana rasanya tidak dipercayai?"
Seperti sampah.
"Aku akan pergi ke studio. Aku harus berbicara dengan penyidik kebakaran."
"Aku ikut denganmu." Kyuhyun mulai melangkah memasuki lift.
"Tidak." Potong Sungmin menghentikannya.
"Sungmin..."
Sungmin berjalan mundur masuk ke dalam lift, dengan masih mengunci pandangannya ke mata Kyuhyun. "Aku butuh ruang," katanya, suaranya serak, seperti jika dia melawan tangis. "Kirim satu agenmu denganku, tapi aku butuh ruang."
Darimu.
Kyuhyun memaksa dirinya untuk melangkah mundur.
Dia memandang Sungmin sampai liftnya tertutup.
Lalu Kyuhyun menarik keluar telponnya. Dalam kurang dari 5 detik. Dia telah memiliki seorang agen untuk pergi mengawal Sungmin. "Jadi bayangannya," perintahnya. "Jangan biarkan dia pergi tanpa pengawasanmu."
Sungmin mungkin ingin ruang darinya, tapi dia tidak akan pernah membahayakan hidup Sungmin.
.
o
.
To Be Continue
A/N
Wohoo...ini chap yang paling saya suka. Disini semua tuduhan malah balik nyerang ke Sungmin. Bikin tambah bingungkan?hehe
Hayooo sudah ketebak belum? Perlukah dilakukan voting? Wkwkw...yang sudah baca novel aslinya tidak termasuk yah, keep secret pleasss, mari kita bersenang-senang diatas rasa penasaran mereka,muehehehe#evil mode on
Ada NC (diatas), hayooo bacanya ingat waktu yah, dosa tanggung masing-masing loh.
Oya, yang pernah berkunjung ke blog dimana novel ini diterjemahkan coba deh baca Too Far (series). Itu salah satu novel favorit saya. Ceritanya bagus, karakter ceweknya keren banget. Berharap banget ada author yang mau ngeremake novel ini ke dalam kyumin. Kalau bisa sih dibikin yaoi lebih bagus lagi. Hehe
Oya, yang kemarin reviewnya belum saya bales ada disini nih (saya gabung). Seperti biasa, ada beberapa review yang masuknya telat.
.
o
.
Special thanks to_
kyumin pu: hehe iya, ini novel terjemahan yang bahasanya lumayan berat sih, kalau ada yang tidak dimengerti silahkan ditanyakan aja..bisa iya bisa nggak,hehe
-mantannya Sungmin banyak, tapi mantan resminya Kyuhyun cuma satu-Sungmin doang...mereka saling mencintai(tsaaahhh) kok,hehe
-iya, jahat banget...iya tapi gara-gara itu dia jadi dicurigaain sama Siwon, kasian
-hehe, Kyuhyun bukan yah?...setelah kebakaran? Kayaknya sih rada syok gitu, dan pasti sedihlah, cita-citanya –masa depannya- dibakar didepan matanya dia...iya, ini lanjut
imAlfera: ceilee yang lagi ngambek (colek-colek)...haa? extrak buah manggis?wkwkw#korban iklan...Siwon suka kok sama Sungmin, tapi Sungmin juga ngingetin dia sama adeknya...bukan, yang namanya gak pernah kesebut itu cuma numpang lewat aja kok...apa ini bisa dikatakan cepat?
dirakyu: iya kecewa banget...sudah studionya dibakar, eh tenyata Kyuhyun juga gak jujur sama dia...#pukpukpuk yang sabar yah Ming
abilhikmah: kecewa dia...dapet cobaan beruntun
asdfghjkyu: kasian Siwon di maki-maki #geleng-geleng...eh, coba baca yang Too far series, itu keren juga loh ceritanya #promosi,hehe...ganas? yang diatas sudah lebih ganas belum?wkwkwkw...iya makasih...nadoooooo
Guest: hayoooo, siapa? Ayo silahkan ditebak...iya kasihan, tapi mau gimana lagi? Sudah tuntutan peran,haha
Gye0mindo: hehe, iya maap itu kemarin lupa ngasi warning...iya, mimpinya dibakar didepan matanya dia, nyaris tewas karena ikut terbakar lagi...wah, Siwon sekarang jadi tersangka...hayo Siwon hati-hatilah dalam melangkah, mulai sekarang tiap langkahmu bakal diawasi loh...uhmm, Yunho yah?...
-haha, kan Siwon Cuma menjalankan tugasnya...uhmm, iya sih bisa jadi itu...aduh maap, sering banget review yang gak login itu masuknya telat, masuknya bisa 1,2, atau 3 hari setelah review. Saya juga gak tau kenapa bisa begitu, jadi balesan reviewmu saya tumpuk di sini aja yah...
ratu kyuhae: bukan siapa-siapa kok, cuma cast numpang lewat doang,hehe...#tepokjidat# lah terus?...iya ini udah lanjut
nananhf: haha iya, kalau di cerita-cerita misteri kadang bukti yang terlalu transparan itu hanya untuk mengecoh pembaca sih...iya ceritanya Cynthia Eden ini memang keren banget...iya terima kasih juga sudah review...ini sudah saya usahakan
ajid kyumin: hayooo, siapa? Bukan saya loh yah,hehe
-bukan siapa-siapa kok, Cuma orang numpang lewat aja...iya tu si Kyunya dateng...diakan mana bisa jauh-jauh dari Sungmin^^
InKyu: kok saya yang disalahin?T_T, kan udah tuntutan skenarionya gitu...kan Kyuhyunnya tajir, minta duit sama Kyuhyun aja, kalau Sungmin pasti di kasih kok,haha..iya di atas juga ada NC tuh
-dirantai sekalian kalau mau^^...ada sih, tinggal pilih mau chacao atau sen...tapi mintanya langsung sama Sungminnya yah,hehe...jangan dong, saya gak mau nanggung dosa kalian, pokoknya dosa tanggung masing-masing,haha
MalaJaeWook: haha, iya dibongkar semua sama Siwon, Kyuhyun sih gak mau jujur dari awal sama Sungmin...haha Kyuhyun dapet panggilan baru tuh
PaboGirl: yah si Kyuhyun terlalu banyak yang dirahasiain dari Sungmin sih...tergantung, kadang Kyuhyun, kadang Sungmin, kadang Siwon, yang lain-lain juga bisa, disesuaikan sama keadaan aja...kalau ada yang bingung ditanyakan aja...
anakyumin: haha, ayoo di tebak...iya, udah gitu nyaris tewas lagi, kejam memang itu orang
SEungyo: haha, okesip...semoga ceritanya tidak terlalu membingungkan^^
liyahseull: eto, mau saya bantuin?wkwkwkwk...gak bisa sering-sering dek, tergantung kesibukan...iya dari awal si Kyuhyun memang mencurigakan sih...uhm, yang diatas gak terlalu ribetkan?
tarraaaa: hehe, ini bukan ff horor kok...selamat dong, kan ada si evil...hadooohhhh? itu film apa? Kayaknya saya pernah denger sih. pembantaian atau horor gitu yah?...gak serem-serem amat kok, yah cuma tumbal 1 orang aja nanti...hayo, siapa yang bakal mati?...iya, salam kenal juga...
-mukanya Kyuhyun satu aja kok, gak banyak-banyak^^...iya, maklum diakan orang kaya jadi bisa punya pengacara hebat...hehe silahkan ditebak...
delimandriayani: waduhhh, saya lupa juga...uhm, kayanya tentang NC di chap 5(?) yang katanya berat banget (yah, maklum sih, kan posisinya Kyuhyun yang diatas,wkwkwk)...nah loh, kan sudah di kasih warning di depan...kan dia punya pengacara 'ajaib',hehe...udah ada keles warningnya didepan, kamunya aja yang gak liat, huh saya lagi yang disalahin...okesip gimana lanjutannya?
minnieGalz: uhmm...siapa yah?^^
-uhm, kenapa yah? Mungkin karna saya yang gak konsen pas ngetiknya, kemarin itu saya kebut banget nulisnya...wkwkwkwk, apaan..yesung Cuma nongol di situ aja kok malah kena getahnya...wah kayanya ini beneran karena efek kamu bacanya pas lagi laper kali...haha gak ada, tu orang namanya aja gak di sebut...Cuma numpang lewat aja
ChoLee: nah, habis baca yang diatas gimana? Makin bingung gak?^^...atau malah sudah bisa menebak siapa pelakunya?
-hehe, iya itu maapkan saya, sayanya lagi khilaf...iya, mereka nekat memang, padahal pilotnya dekat...gak bisa sering-sering kilat, tergantung waktu senggang yang saya punya sih
Guest: iya, Sungminnya agresif sih,hehe...iya makasih^^
allea1186: salam kenal juga ...iya silahkan, saya juga pengennya bikin yaoi, tapi saya gak sanggup deh, apalagi ini ada NCnya, bacanya doang saya doyan...iya ini sudah lanjut
Guest: nah loh, ini saya bingung 'guest' yang mana...saran saya pakai nama aja chingu, biar gak bingung...iya ming juga bisa jadi tersangka loh...iya ini udah lanjut^^
Guest: ini termasuk kilat gak yah?
GalaxyExoLope: saya sempat bingung nih, pas saya cari, ohhhhh ternyata...iya jelas plot dan alurnya sama, wong di remake dari 1 novel kok (Mine to Take by Cynthia Eden)...tapi bedanya saya Kyumin (GS), sedangkan yang satunya Yunjae (Yaoi)...dan sekedar informasi saya publish ff ini tanggal 30 Mei dan setahu saya belum ada author yang ngeremake novel ini dalam pairing apapun saat itu.
