Chapter 8
Disclaimer Fujimaki Tadatoshi
Kuroko No Basuke Fanfiction
.
.
Mansion Utama Akashi side
"Tetsuya!" Saat pintu Mansion di buka teriakan memanggil nama pemuda bersurai baby blue, mencari kesana kemari dengan mata dwi warna yang mengkilat penuh amarah.
"Oi Aksahi jangan ribut-ribut seperti itu" Suara pemuda bermata emerald yang bingung dengan tingkah kapten Kisedai tersebut.
"Shintaro dimana Tetsuya sekarang?" Masih dengan suara yang sama kerasnya.
"Ku kira kau yang menjemput Tetsu, Akashi?" Ucap Aomine memotong sebelum Midorima menjawab pertanyaan dari Akashi. Di pagi hari Akashi yang mengantar Kuroko tentu semua berfikir kalau Akashipulalah yang akan menjemputnya.
"Riko bilang Tetsuya pulang lebih awal" Semua terkejut dengan jawaban Akashi, karena bila itu benar adanya berarti saat ini tak ada yang mengetahui keberadaan Kuroko sekarang.
"Eh, aku dan Kise-chin pulang pertama kok~" Ucap Murasakibara memberitahu bahwa dirinya dan Kise belum melihat Kuroko sedari mereka pulang.
"Sou-ssu, waktu aku dan Murasakibaracchi pulang, kami tidak melihat Kurokocchi-ssu"
.
.
Tok Tok Tok
"Ah mungkin itu Tetsu" Ucap Aomine berlari membuka pintu sebelum pelayan yang bertugas membuka pintu melakukan tugasnya.
"Apa ada Kuroko?" Pemuda bersurai abu dengan usia lebih tua dengan napas terengah-engah mucul.
"Kau siapa-ssu?" Ucap Kise tidak mengenali siapa yang datang.
"Aku Mayuzumi Chihiro kakak sepupu Kuroko, aku datang mau meminta maaf"
"Kuroko belum pulang nanodayo" Ucap Midorima membenarkan kacamatanya.
"Eh?" Hanya respon bingung yang tertera saat mendengar jawaban dari Midorima.
"Apa maksudmu, Chihiro-san?" Ucap Akashi sinis menatap curiga kearah kakak sepupu Kuroko.
"Tadi Kuroko ke rumah sakit, tapi itu sudah 2 jam yang lalu. Aneh mengapa Kuroko belum sampai ke sini?" Jawab Chihiro.
"Nee~ mengapa tadi kau mau minta maaf?" Ucap Murasakibara mendekati Chihiro.
Lalu Chihiro pun menceritakaan dari awal hingga akhir mengapa ia ingin meminta maaf. Semenjak dari dimana rumah sakit di beli oleh Akashi Corp mereka jadi sangat sibuk, apa lagi rumah sakit ini di tangani oleh Akashi Masaomi langsung. Karena itu lembur lebih dari 3 hari adalah hal yang biasa, namun Kuroko datang di saat yang tidak tepat.
"Oto-sama!" Akhirnya Akashi bisa mengerti kemana ia bisa mencari Kuroko.
"Selamat malam Oto-sama" Secepat Akashi pergi ke kediaman Utama Keluarga Akashi di Kyoto.
"Ah Seijuuro kah, apa yang membuatmu datang malam malam seperti ini?"
"Jangan pura-pura Oto-sama, dimana Tetsuya?"
"Ahh, hewan peliharaanmu yang hampir mati itu?"
"Hewan?
Peliharaan?
Hampir mati?
Apa maksudmu, Tetsuya bukanlah hewan peliharaan!"
"Bukankah hanya hewan yang di cambuk baru menuruti apa mau tuannya? Seijuuro" Sindir sang ayah.
"Tetsuya bukan hewan!"
"Walaupun kau bilang seperti itu, nyatanya kau menikmati saat menyiksanya jauh di lubuk hari mu bukan Seijuuro?"
"Tidak!"
"Seijuuro, aku adalah seorang Akashi begitupun kau. Darahku mengalir dalam darah. Karena itu apa yang ku rasakan kau pun akan merasakannya kelak. Seperti yang ku bilang dulu, Kuroko Tetsuya hanya akan menjadi batu hambatanmu, dan itu berlaku bukan hanya untuk mu tapi ini untuknya"
"Apa maksud mu?"
"Kau bisa mencintainya tapi tidak tahu bagaimana cara mengikatnya, kau bisa memilikinya tapi tak tahu bagaimana cara menaklukannya, semakin kau menjadikannya yang utama maka kau takkan tahu bagaimana cara menangani yang lainnya, dan pada akhirnya hanya dia yang terluka, baik kau sadari atau tidak"
"..."
"Kuroko Tetsuya untuk mu saat ini adalah bagai berlian yang kembali menjadi arang hanya tinggal menunggu waktunya tuk hancur"
"Sudah aku tak mau dengar pembicaraa ini, dimana Tetsuya dan jelaskan mengapa kau membawanya?"
.
.
.
"Luka bekas cambukan yang cukup parah, pembekuan darah, dehidrasi dan hipetermia karena tertimbun salju, depan rumah sakit"
"Tertimbun salju?"
"Obat penghilang rasa sakit yang diberikan Midorima sangat bagus, namun sayang memiliki waktu yang tidak lama, kurasa efek obatnya yang habis membuatnya sulit untuk bergerak, pembekuan darahnya sudah terlalu parah kalau terlambat ku bawa mungkin Kuroko Tetsuya saat ini sudah berada di kamar mayat rumah sakit"
"Dan bagaimana bisa alat rumah sakit begitu lengkap ada di sini?"
"Ah itu alatku"
"..."
"Aku tidak boleh tiba-tiba mati bukan, sebelum kau benar benar siap memegang perusahaan, Seijuuro"
Tanpa membangunkan Kuroko, beberapa perawat yang bertugas di kediaman Akashi melepaskan semua bantuan alat atas perintah Masaomi.
"Kalau begitu aku pamit Oto-sama, dan besok aku akan datang lagi" Ucap Akashi sangat berbeda dengan raut wajah saat pertama datang tadi.
"Datanglah kapanpun kau mau, Seijuuro"
.
.
.
"Sudah saatnya giliran aku melepaskanmu kah~, Kuroko" Ucap Akashi dengan suara yang lirih. Mata dwi warna kini berubah menjadi merah delima yang lebut menatap penuh kasih pada sosok baby blue yang masih terkulai lemas di atas pelukan sang Akashi.
Akashi memanggil Kuroko Tetsuya dengan sebutan Kuroko dan bukan lagi Tetsuya?
Akashi mengantar Kuroko ke rumah Chihiro, menghubungi Kisedai yang lain tak lupa pula dengan Kagami Taiga ikut serta dalam hal ini. Mungkin ini adalah malah terakhir mereka bisa bersama sampai di pertemuan yang tak tahu kapan.
"Hmp, kalian semua sudah datang" Ucap Akashi memasuki rumah yang bisa di bilang cukup besar untuk ukuran pria yang tinggal seorang diri seperti Chihiro.
"Kuroko" Chihiro yang menyadari Kuroko tengah di gendong oleh Akashi.
Kuroko pun kini berpindah ke kasur, dan semua berada di ruangan yang sama.
.
"Mayuzumi-san, mulai hari ini, tolong jaga Kuroko" Ucap Akashi memandangi wajah tidur pemuda bersurai baby blue, mengelusnya lembut membuat semua bahkan terkejut dengan perubahan 180 derajat.
"Oi Akashi dimana kau menemukan Tetsu?" Ucap Aomine.
Akashi tidak mengatakan apapun sampai pada senyuman itu terukir jelas di bibirnya membuat semua terkejut, bukan senyum sinis seperti biasanya tapi senyuman tulus yang bahkan belum pernah di perlihatkan sebelumnya, seperti orang yang tengah tersenyum kepada mereka adalah orang yang berbeda.
"Mulai saat ini mungkin kita tak akan bertemu beberapa waktu kedepan
selanjutnya kita akan bertemu setelah kelulusan, karena itu kami mengembalikan Kuroko pada Miyazumi-san seperti yang harusnya kami lakukan dari awal" Ucap Akashi lagi-lagi membuat semuanya tak habis pikir dengan keputusan Akashi yang selalu di luar pemikiran. Dia yang di awal bersikeras untuk membuat Kuroko tetap tinggal bersama karena itu semua anggota Kisedai sampai harus tinggal di Mansion Akashi, tapi kini tiba-tiba dengan senyum tulusnya ia bilang ingin mengembalikan Kuroko pada Mayuzumi Chihiro? Sebenarnya apa yang terjadi ?
"Tapi-ssu" ucap Kise, mencoba mencari penjelasan karena otak modelnya yang rata-rata walau di bilang pemain jenius dalam olahraga tak bisa mencerna apa yang terjadi saat ini.
"Kita hanya kebetulan berbeda arah, kan?" Ucap Murasakibara terima-terima saja dengan keputusan Akashi.
"Kebetulan? Itu salah Murasakibara. Selain itu selama ini kita sudah di anggap sebagai satu Generasi Keajaiban, jika sudah waktunya kita pasti bertemu. Tidak ada yang lebih baik dari kita, untuk membuktikannya kita harus lebih unggul daripada yang lain. Itu bukan logika, tapi kenyataan" Ucap Akashi
"Aku tidak membantahnya" Ucap Midorima membenarkan kacamatanya walau ia penasaran dengan kelajutan perihal Kuroko yang belum di jelaskan oleh Akashi.
"Lalu Kuro-chin , mungkin tidak akan memahaminya" Ucap Murasakibara memandangi wajah Kuroko yang terlelap dengan sendu seolah sebentar lagi akan terpisah oleh makanan kesukaannya.
"Tidak, tujuannya memang berbeda, tapi aku yakin kalau Kurokolah yang akan menyatukan kita semua dan ini berlaku pada Kagami juga" Ucap Akashi langsung memandang ke arah Kagami yang berada tak jauh dari Aomine.
"Oii Kagami tolong jaga Tetsu-ku sampai dengan pertemuan selanjutnya" Ucap Aomine menyodorkan genggaman dan di balas oleh Kagami sama seperti yang mereka biasa lakukan pada Kuroko.
"Ahhh! tentu saja" Kagami menyanggupi.
"Oiya kapan kira-kira kita semua akan bertemu lagi dengan Kurokocchi-ssu, kalau aku kangen bagaimana-ssu? Akashicchi?" Rengek Kise yang mencari tempat mengaduan karena sebentar lagi ia tak akan bertemu dengan Kuroko untuk waktu yang tak di ketahui.
"Kise, berhenti merengek! Semua yang ada di ruangan ini menyukai Kuroko semua berperasaan sama, kau laki-laki bukan, karena itu tahan!" Akashi sudah mulai kesal dengan tingkah manja Kise yang tak tahu tempat.
"Benar kata Kise-chin, setelah perpisahan ini, kapan kita semua bisa bertemu dengan Kuro-chin lagi?Nee~" Tanya Murasakibara.
"Sampai waku yang tak di perkirakan nanodayo" Ucap Midorima yang membenarkan kacamatanya dengan kabut yang menutupi lensa seolah tahu mata emerald tengah bersedih dan tak ingin di tunjukan.
"Hmp, itu salah Midorima. Kita akan bertemu lagi, hanya sampai Kuroko juga memiliki perasaan kehilangan sama seperti yang kita miliki saat kita semua tak berada di sisinya" Ucap Akashi kembali tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan Kagami!" Protes Aomine.
"Aomine temeee" Sudah senang karena dirinya, bisa berada di sisi sang bayangan di saat pada Kisedai tidak ada lagi di sisi Kuroko.
"Tentu saja ada konsekuensinya bila Kagami mendahului kami semua, Kagami boleh berada di sisi Kuroko tapi tidak boleh menyentuhnya, mengatakan suka padanya ataupun mencari kesempatan saat kami semua tidak di sisi Kuroko, hmpp!" Ucap Akashi dengan senyum namun perkataan halus yang seperti ancaman kematian bagi Kagami dan yang mendengarnya.
"Osuuuu!" Jawaban Kagami yang berarti iapun menyetujuinya.
.
.
.
Saat di mana Kuroko terbangun adalah ruangan asing yang tak ia kenali sampai sang kakak sepupu datang dan menjelaskan semua, perihal kepindahannya yang selanjutnya akan tinggal bersama di rumah ini seperti rencana sebelum sebelumnya, maupun mengenai Kisedai yang kini tak akan Kuroko temui untuk beberapa waktu kedepan.
"Eh? Mereka semua pergi?"
"Bukan pergi Kuroko, tapi sekarang bukankah giliran kamu yang menunjukan pada mereka?"
"Menunjukan apa Chihiro-nii?"
"Apa yang di inginkan Kuroko pada mereka? Musuhkah? Teman kah atau?"
"Eh?" Perkataan Chihiro membuat beberapa perasaan aneh, yang sebelumnya tak pernah ia sadari sebelumnya, perasaan asing yang tak nyaman?
.
.
.
5 Tahun sudah berlalu semenjak perpisahan sepihak itu, dan kini Kuroko tidak lagi tinggal di rumah Chihiro karena beberapa waktu yang lalu Chihiro melangsungkan pernikahan, karena itulah Kuroko tinggal bersama Kagami Taiga yang kini telah berprofesi sebagai chef di restoran kelas atas namun tak jarang pula, ia menghabiskan waktu mengikuti street basketball bersama dengan Kuroko dan alumni Seirin yang lain.
Pagi itu Kuroko yang masih tertidur pulas karena semalaman begadang menyelesaikan novelnya, sebab dedlinenya sudah hampir tiba harus membangunkan si putri tidur bersurai baby blue.
"Oi Kuroko bangun"
"Enggg Kagami-kun"
"Sarapan sudah aku buatkan, surat kabar sudah aku taruh di tempat biasa, aku berangkat kerja dulu. Oiiii Kuroko Teme jangan tidur lagiiiiii"
Setelah Kagami berangkat kerja, Kuroko menyantap sarapannya sambil memilah milah surat kabar yang hendak di baca sampai pada mata aquamarinenya hanya terpaku pada sebuah undangan? Sup miso buatan Kagami menjadi terbengkalai mengingat saat ini Kuroko tengah menatap tajam pada undangan pernikahan, dengan perlahan ia membaca tulisan di depannya.
Penyelenggara :
Akashi Seijuuro
Midorima Shintaro
Murasakibara Atsushi
Aomine Daiki
Kise Ryota
di selenggarakan di Hotel XXXXXXXXXXXX
Jam XXXX s/d XXXX
Sangat terkejutnya sampai menyenggol sup miso dan tumpah ke undangan akibatnya Kuroko belum sempat membaca isi undangannya, misalnya tidak basah oleh sup miso pun Kuroko tidak yakin ia akan sanggup membaca isinya.
Pikirannya tak bisa berhenti memikirkan undangan pernikahan sejak tadi.
Mengapa di undangan pernikahan tertulis nama para Kisedai?
Mengapa ia tak mencari Kisedai sejak dulu malah menunggu lulus baru berniat mencari mereka?
Dan kini semua menjadi sia-sia
TBC
Gomen minna telat lagiiii, habis bingung gimana caranya biar fanfiknya waaaawwwwww gitu ^^ hahah ternyata cuman bisa segini untuk ep 8, makasih yang udah review, favorite dan follow minna ^^
