..
..
..
Sehun adalah seorang Gay, namun sebuah insiden kecil membuatnya kembali menjadi pria straight yang hanya menyukai wanita
..
..
..
Because Of You
Main Cast : HunHan
Rated : M
..
..
Sehun memasuki rumahnya dengan malas karena cukup kesal dengan kejadian tadi dimana Chanyeol memeluknya. Dirinya sudah memutuskan untuk tidak berhubungan dengan Chanyeol namun bertemu dengan Chanyeol serta pelukan tadi membuat dindingnya runtuh untuk menjauhi Chanyeol.
"Dasar bajingan" Sehun mengumpat tidak suka dengan sikap Chnayeol yang seenaknya saja, semalam mencampakkannya dan sekarang memeluknya bagaikan tidak ada masalah diantara mereka berdua
Langsung masuk kedalam kamar dan tengkurap diatas kasurnya untuk memikirkan cara yang baik agar tidak runtuh pertahanannya jika bertemu dengan Chanyeol si keparat.
Sehun kelelahan dengan pemikirannya sendiri hingga tertidur dan melewati makan siangnya, Jaejong yang niat awalnya ingin mengajak anaknya makan siang harus tertunda karena cukup terkejut ketika menemukan anaknya tertidur.
Jaejong turun kebawah untuk makan bersama Luhan yang baru saja pulang dari belajar bersamanya bersama kedua teman wanita lainnya.
"Eomma, Sehun kemana?" Luhan bertanya pada Jaejong yang kelihatannya tidak membawa Sehun kemari
"Dia ketiduran nak. Mungkin kelelahan" Jaejong menyahut sambil memulai makan siangnya yang ditemani Luhan
Luhan berpikir keras, perasaan tadi mood Sehun buruk dan sekarang tertidur mungkin saja Sehun sedang binggung dengan perasaannya sendiri.
Selesai makan, Luhan dan Jaejong malas beranjak dari meja makan karena mereka berbicara singkat layaknya Eomma dan anak hingga tidak menyadari seseorang datang.
"HOAM.." Sehun menguap dan menutup mulutnya agar sopan namun kedua wanita cantik tersebut langsung melihat kearah sumber suara
"Mau makan nak?" Jaejong bertanya pada putranya yang hanya menggangukkan kepalanya
"Bentar Eomma ambilkan" Jaejong mengambil piring dan menyendokkan nasi kepiring anaknya cukup banyak
"Sudah Eomma, nanti Sehun jadi gemuk" Sehun protes karena Eommanya memberikan nasi sangat banyak padanya
"Baiklah" Jaejong tersenyum melihat anaknya yang sangat lucu dan tampan disaat yang bersamaan
Sehun makan dengan tenang dan menyadari kedua wanita cantik tersebut menatapnya yang sedang makan siang dengan nikmat.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Sehun bertanya namun tidak mengalihkan perhatiannya pada kedua wanita tersebut
"Tidak ada nak. Makan lahh yang banyak, Eomma lihat akhir – akhir ini kau sering kelelahan"
Sehun dalam hati membenarkan perkataan Eommanya namun dirinya lelah fisik dan hati dalam menghadapi Chanyeol yang serba unik.
"Iya Eomma" Sehun menjawab singkat agar Eommanya tidak khawatir padanya
..
..
..
TING TONG
"Sehun tolong buka pintu nak, ada tamu yang datang" Jaejong sedang mempersiapkan makan malam dan menyuruh anaknya untuk membuka pintu
"Iya Eomma" Sehun menurut dan langsung bangun dari duduknya disofa menuju pintu utama untuk melihat siapa yang berkunjung disore hari
CLECK
"KAU..." Sehun cukup kesal ketika tahu bahwa yang mengunjungi rumahnya adalah Chanyeol lengkap dengan seragam kantorannya
Chanyeol cukup sedih karena biasanya jika dirinya datang kerumah Sehun anak tersebut akan senang namun kali ini semuanya terbalik.
"Aku ingin memberikan ini pada Eomma" Chanyeol memberikan sekotak cake yang dia dapatkan dari cliennya cukup banyak dan membagikannya pada orang – orang terdekat termasuk keluarga Sehun walaupun mereka sedang dalam masalah
"Siapa yang datang na-... Eh Chanyeol" Jaejong penasaran dengan tamunya yang datang disore hari dan keluar untuk melihatnya namun cukup terkejut karena Chanyeol yang datang kerumahnya
"Hai Eomma" Chanyeol tersenyum manis pada Eomma Sehun yang kelihatan masih cantik walaupun sudah berumur
"Silahkan masuk nak, Eomma sedang masak untuk makan malam. Kau makan disini saja Chan" Jaejong mengajak Chanyeol untuk makan malam bersama keluarganya karena sudah biasa untuk Chanyeol makan malam atau mungkin menginap dirumahnya
"Tidak usah Eomma, aku hanya menitip cake pada Sehun saja" Chanyeol bukannya ingin menolak ajakan Jaejong Eomma namun karena melihat wajah Sehun seperti tidak menyukai keberadaannya membuat dirinya malas berlama – lama dirumah tersebut
"Hei ayo lahh nak, lagian hari ini Jin akan menginap dirumah ini" Jaejong merasa keluarganya akan lengkap jika semua sanak keluarga mau menginap dirumah mereka, padahal dikorea mereka banyak memiliki keluarga namun banyakan famili Sehun memilih untuk tinggal dirumah Sehun
"Baiklah" Chanyeol juga sudah rindu dengan sepupunya yang bernama lengkap Kim Seok Jin
Sehun menjatuhkan rahangnya melihat tingkah Chanyeol yang awalnya menolak namun ketika dikatakan bahwa sepupu mereka yang bernama Jin akan datang membuat Chanyeol mengiyakan ajakan Eomma.
"Dasar labil" Sehun mencibir Chanyeol secara terang terangan dan itu membuat Cahnyeol hanya diam dan tidak merespon namun masuk kedalam rumah Sehun dan duduk disofa
Sehun melangkah kedapur untuk meletakkan kue tersebut keatas meja makan dan kemudian dirinya beranjak kekamar untuk menghindari berbicara atau berkontak fisik dengan Chanyeol.
Chanyeol menatap kepergian Sehun dengan helaan nafas namun langkah kakinya tidak bisa diajak kerja sama karena kakinya menuntun dirinya untuk masuk kedalam kamar Sehun yang tidak terkunci.
BLAM
Setelah masuk kedalam kamar Sehun, Chanyeol menguncinya dengan cepat dan membuat Sehun terkejut karena tidak pernah ada orang yang seberani itu masuk kedalam kamarnya.
"KAU... SILAHKAN KELUAR" Sehun tidak menyukai bagaimana Chanyeol dengan santainya berdiri didepan pintunya sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada
"Kalau aku tidak mau?" Chanyeol menantang balik Sehun, masalah ini harus diselesaikan agar tidak menimbulkan perkara yang besar
"Ini kamarku, jadi silahkan keluar" Sehun mencoba untuk bersabar dalam menghadapi Chanyeol walaupun nyatanya dia ingin sekali memukul wajah tampan Chanyeol yang kelihatan sangat brengsek untuknya
"Ini kamar kekasihku, jadi tidak ada masalah besar jika aku bermain kekamarnya bahkan aku pernah menginap disini"
Chanyeol mendekati Sehun yang hanya diam dan duduk diatas kasurnya namun Chanyeol bisa melihat bahwa Sehun bergerak gelisah karena dirinya.
"Anggap saja Sehun kekasihmu sudah mati"
Chanyeol dengan cepat mencengkram dagu Sehun dan memaksanya untuk menatap matanya "Kau jangan seperti itu, aku hanya ingin kau menjadi lebih baik bukan kita berkelahi seperti ini"
Sehun mencoba untuk melepaskan cengkraman Chanyeol pada dagunya yang sangat sakit namun kekuatannya tidak seberapa jika dibandingan dengan Chanyeol.
"Lepas..." Sehun meronta mencoba untuk melepaskan cengkraman Chanyeol namun hasilnya sia – sia
"Kau bisa saja tidak mencintaiku, tapi jangan seperti ini seolah kita tdiak saling mengenal"
"Kau lupakan saja aku, kau bisa kembali dengan Baekhyunmu" Sehun tidak suka hidupnya diatur oleh orang lain
"KAU..." Chanyeol geram dengan sikap kekanakan Sehun yang selama ini dia coba untuk mengerti namun untuk kali ini tidak ada toleransi lagi atas sikap tersebut
"Apa?" Sehun menantang walaupun dagunya kesakitan karena cengkraman Chanyeol terlalu kuat, namun dirinya tidak menyerah dan tetap melawan Chanyeol semampunya
"Dengan seenak hatimu mengatakan melupakanmu dan kembali pada Baekhyun. Sehun kau harus ingat, aku sudah mencintaimu dan karena kau lahh aku jadi bisex" Chanyeol marah besar karena separuh hatinya sudah untuk Sehun karena waktu yang mereka lalui sudah begitu panjang
"Kau mencintaiku? Jangan munafik, kau saja memutuskanku secara sepihak" Sehun merasakan getaran dihatinya ketika Chanyeol mengatakan cinta namun egonya masih tidak menerima kenyataan bahwa Chanyeol baru saja memutuskannya secara sepihak kemarin
"Aku tidak munafik, dengarkan aku. Aku memutuskanmu bukan karena tidak menyukaimu lagi tapi coba lahh untuk menjadi lebih baik. Itu saja yang kuminta, kau sudah dewasa dan harus bisa membedakan semuanya"
Chanyeol melepas cengkramannya pada dagu Sehun karena dia tahu Sehun sudah sangat kesakitan karena tidak membalas kata – katanya seperti sebelumnya.
Sehun mengusap dagunya yang kesakitan dan menatap sinis Chanyeol yang memasang wajah sendunya, dirinya juga kasihan dengan sikap frustasi Chanyeol menatapnya.
"Baiklah, kau mau apa sekarang" Sehun bertanya kelanjutan hubungan mereka yang akan seperti ini selamanya jika tidak diselesaikan sekarang juga
"Aku mau kita kembali tetapi setelah kau menjadi lebih dewasa dan lebih baik, itu saja permintaanku" Chanyeol menyebutkan permintaan atau keinginannya untuk kedepannya
"Aku..." Sehun bingung mau menjawab apa karena dirinya juga banyakan salah dalam permasalahan ini karena dirinya terlalu egois jika sudah bercanda
"Tidak usah jawab sekarang, kau memiliki waktu untuk berpikir sebelum hubungan kita kembali seperti semula" Chanyeol mengatakan kata – kata tersebut kemudian keluar dari kamar Sehun yang terasa dingin tidak seperti biasanya
BLAM
Sehun terjatuh dilantai karena bingung dengan pilihannya sendiri, apakah dia ingin kembali dengan Chanyeol atau berakhir dengan tidak saling mengenal.
"Hiks..."
Dunia seolah mempermainkan Sehun yang frustasi dalam hal percintaan, ketika bersama wanita dirinya dicampakkan begitu saja sedangkan dengan pria juga dirinya diputuskan begitu saja. Apakah memang dirinya yang banyak salah atau orang – orang yang tidak memahami dirinya.
..
..
..
Malam harinya semuanya berkumpul dimeja makan termasuk Chanyeol yang sedari tadi menghabiskan waktu bercerita dengan Jaejong Eomma dan Luhan yang sibuk memasak didapur, Chanyeol banyak membantu karena dirinya sudah biasa dengan urusan masak – memasak.
TING TONG
"Biar Eomma saja" Jaejong berdiri duluan dan berniat membuka pintu utama untuk menyambut tamunya yang sudah pasti sepupu Sehun yang sangat mirip dengan anaknya
Luhan menatap heran kearah Jaejong Eomma karena tidak biasanya Eomma Sehun mau membukakan pintu dan biasanya menyuruh mereka untuk membukakan pintu sedangkan Chanyeol yang paham dengan keheranan Luhan langsung memberitahunya.
"Sepupu kami yang datang, namanya Kim Seok Jin" Chanyeol menjawab dan membuat Luhan mengangguk – anggukkan kepala tanda mengerti
"Lihat, siapa yang datang" Jaejong mendekati meja makan sambil membawa seseorang yang juga sudah dia anggap seperti anak sendiri
"Hyung?" Sehun senang karena Hyung favoritnya datang hari ini dan memeluk Jin Hyung yang kelihatan bertambah tampan sejak terakhir mereka bertemu
"Hai Sehun, kau semakin tampan saja" Jin ketawa melihat tingkah Sehun seperti anak – anak jika bertemu dengannya
"Luhan, dia adalah sepupu Sehun dan Chanyeol. Namanya adalah Kim Seok Jin dan kau bisa memanggilnya Jin Oppa" Jaejong memberitahu Luhan karena cuma Luhan yang tidak mengenal Jin
"Annyeong, Luhan imnida" Luhan memperkenalkan dirinya dengan sopan sedangkan Jin hanya tersenyum saja melihatnya
"Annyeong, kau bisa memanggilku Jin Oppa" Jin senang memiliki teman baru seperti Luhan yang kelihatan sangat ramah
"Sudah perkenalannya, ayo makan" Sehun merusak moment perkenalan dengan rengekannya karena dirinya sangat lapar sehabis menangis karena Chanyeol
"Iya bawel" Jin duduk disamping Sehun karena kebiasan Sehun adalah menempel pada Jin Hyung yang merupakan Hyung favoritnya
"Ish... Tadi kau mengatakan aku tampan sekarang kau mengatakan aku bawel, dasar plin plan Jin Botol" Sehun kesal dengan Jin Hyung yang mengejeknya dan membalas ejekannya dengan mengatakan Jin Botol, nama panggilan kesayangannya pada Jin Hyung
"Dasar" Jin sebal jika ada yang memanggilnya dengan Jin Botol, tapi jika Sehun yang mengatakannya dirinya tidak terlalu marah, Luhan hampir saja ketawa karena Sehun dan Jin Oppa sangat lucu namun diurungkannya karena tidak mau membuat Sehun marah
"Hai Chanyeol" Jin lupa akan keberadaan Chanyeol yang sedari tadi banyakan diam
"Hai Jin Hyung" Chanyeol menyapa Jin, dirinya sangat tidak suka jika Sehunnya berdekatan dengan orang lain termasuk Jin yang merupakan sepupu mereka sendiri
Sehun tersenyum licik karena mengetahui dengan jelas jika Chanyeol cemburu dengan Jin Hyung yang terlihat lebih tampan damn mempesona dibandingkan dengan Chanyeol.
"Ayo makan" Jaejong membawa piring baru untuk Jin dan mereka makan dengan tenang hingga semua makanan dihabiskan oleh Jin yang memang kuat makan, semuanya hanya geleng – geleng kepala melihat Jin makan yang sangat banyak dan tidak cocok dengan tubuh rampingnya yang sangat menggoda wanita
Selesai makan malam semuanya berkumpul diruang tamu untuk saling bercerita, Sehun sedari tadi menempel terus disamping Jin bagaikan perangko sedangkan Chanyeol bertambah bad mood karena hal itu.
"Sehun, kenapa jadi menempel pada Jin? Biasanya pada Chanyeol" Jaejong heran dengan sikap Sehun yang senang menempel pada sepupunya
Luhan takjub dengan keluarga besar Sehun yang semuanya sangat tampan seperti Sehun namun dirinya merasa jengah pada sikap kecemburuan Chanyeol dari matanya saja nampak.
"Bosan Eomma, Jin Hyung kan ada. Biasanya Jin Hyung selalu menjadi Hyungku yang No 1" Sehun membanggakan Jin sedangkan Chanyeol bertambah masam karena ucapan Sehun
"Ada – ada saja anak ini" Jin ketawa saja melihat tingkah Sehun yang sedari dulu tidak pernah berubah dan tetap manja, yang membedakannya dulu Sehun masih sangat imut sedangkan sekarang dia sangat tampan dan imut bersamaan
"Apakah kau akan menginap disini Jin?" Jaejong bertanya karena Jin datang hanya membawa sebuah tas saja
"Ayo lahh Hyung, kau sudah lama tidak bermalam dirumahku" Sehun membujuk Jin Botolnya untuk bermalam dirumahnya sedangkan Chanyeol tertohok seolah perkataan Sehun menyindirnya
"Baiklah" Jin setuju saja daripada Sehun merajuk padanya, lagian rumah Jin sangat jauh didaerah Ganggam sana dan ini sudah malam untuk kembali kerumahnya
"Yeah!" Sehun senang bukan main ketika Jin Hyungnya menginap dirumah mereka sedangkan Luhan tidak menyangka jika Sehun akan seperti anak kecil jika berada didekat Jin Oppa
"Baiklah, silahkan istirahat semuanya" Jaejong merasa sudah waktunya untuk Sehun dan Luhan untuk beristirahat
"Eomma, aku pamit dulu" Chanyeol tidak tahan lama – lama dirumah ini karena bisa membuatnya membunuh seseorang
"Eh? Chanyeol tidak menginap nak?" Jaejong terkejut bukan main karena biasanya Sehun akan menahan Chanyeol namun kali ini tidak sama sekali
"Iya, Hyung tidak menginap?" Sehun bertanya polos dengan embel – embel Hyung sedangkan Chanyeol menatap fokus pada Jaejong Eomma
"Lain kali saja Eomma, aku pulang dulu" Chanyeol keluar dari rumah tersebut dengan tergesa namun tidak terlalu nampak karena kakinya yang panjang
"Sudah lahh, ayo Hyung kubantu" Sehun membantu Hyungnya untuk membawa tasnya yang lumayan berat
Sesampai dikamar Jin cukup terkejut karena kamar Sehun tidak pernah berubah dari dulu, masih sama persis seperti dulu kali terakhir dirinya bermain kerumah Sehun.
"Wah... kau tidak pernah berubah Sehun" Jin mengamati kamar Sehun yang masih sama seperti dulu
"Ya begitu lahh Hyung" Sehun meletakkan tas Jin Hyung diatas kursi belajarnya
"Chanyeol tadi kenapa?" Jin bertanya karena rasanya Chanyeol hari ini kurang bersahabat apalagi menjawabnya tadi ketika baru datang kerumah Sehun
"Tidak tahu Hyung" Sehun berbohong namun Jin dengan jelas melihat kebohongan dimata Sehun karena mereka dari kecil sudah bersama sehingga hal sekecil apapun yang disembunyikan akan terungkap dengan sendirinya
"Jangan berbohong Sehun, Hyung tahu kau menyembunyikan sesuatu dan Hyung mohon lebih baik Sehun menjelaskannya sekarang juga" Jin mengelak jika Sehun berkata jujur karena Sehun tidak pernah akan bisa berbohong padanya
Sehun menghela nafas karena dia lupa jika dirinya tidak bisa berbohong pada Jin Botol atau dengan kata lain Jin Hyung sangat memahami dirinya.
"Ayo" Jin memaksa Sehun untuk jujur
"Baiklah, tapi Hyung jangan marah dan membenci Sehun" Sehun meminta persetujuan agar dirinya bercerita
"Iya" Jin tidak pernah bisa marah dengan Sehun yang terlihat sangat polos
Sehun menceritakan semuanya dari awal sampai akhir kepada Jin Hyung, cuma Jin Hyung yang mau dia beritahu tentang kehidupannya yang pelik.
"Begitu lahh kejadiannya Hyung" Sehun mengakhiri ceritanya dengan sedih karena jujur saja dia masih menyayangi Chanyeol namun diputuskan secara sepihak membuatnya sangat skait hati
"Hah..." Jin menghela nafas karena terkejut dan bingung dengan Sehun yang memiliki masalah yang cukup besar
"Kenapa menghela nafas Hyung?" Sehun binggung karena Hyungnya menghela nafas dan seharusnya memberikan saran atau motivasi
"Hyung tidak marah jika kau menjadi Gay Sehun, tapi Hyung rasa kau cukup kekanakan seperti itu. Bukan Hyung ingin menyudutkanmu tapi kau memang bersalah, jika bercanda maka lihat lawanmu apakah masih sanggup dengan candaanmu atau sudah tidak sangguo. Chanyeol memberikan kesempatan untukmu agar berpikir jernih bukan membencinya. Kalau Hyung jadi Chanyeol, Hyung juga akan melakukan hal yang sama. Jawaban dari semuanya adalah tergantung padamu apakah kau masih mencintai Chanyeol atau tidak dan jika kau masih mencintainya maka berubah lahh dan menjadi Sehun yang lebih baik dan tidak kasar. Chanyeol sudah menjadi biseks karenamu dan sangat sulit untuknya untuk menjadi straight. Maka dari itu coba lahh untuk meyakinkan hatimu sendiri apakah kau masih mencintainya atau tidak"
"Iya Hyung" Sehun tertegun kenapa kalau Jin Hyung yang menasehatinya langsung masuk kehatinya sedangkan Chanyeol tidak masuk kedalam hatinya dan malah salah mengartikan semuanya
"Baiklah, kau istirahat saja Hun, kau besok sekolah" Jin menyuruh Sehun untuk tiduran dulaun karena besok anak itu sekolah
"Hyung?" Sehun bertanya seolah takut Jin Hyungnya menghilang
"Bentar, Hyung mau ganti baju dikamar mandi" Jin mengambil baju gantinya dari dalam tas dan menggantinya didalam kamar mandi
"Besok aku harus menemuinya dan memberikan jawabanku" keputusan Sehun sudah bulat bahwa besok dirinya harus menjumpai Chanyeol dan memberikan jawabannya
~TBC~
