Prompt: Imagine your OTP agreed to babysit a friend's or family member's baby. A is out shopping while B is at home looking after the baby. By the time A comes home, B has already fallen asleep on the couch with the baby asleep on B's chest.

Warnings: Modern AU, OC inserted (Wen Xuejing, anak perempuan YinYang dan juga Cao Yin), Sima Shi berusaha jadi 'mama' yang baik sementara 'papa' Cao Pi keluar belanja. Hint of Reincarnation AU.


Seharusnya liburan ini adalah saat bagi Cao Pi untuk ditinggal sendirian bersama koleksi buku-buku yang sudah memakan hampir seluruh ruang bacanya, sampai sang Kakak, Cao Yin, harus ikut dalam urusan bisnis sementara suaminya, Wen Yang, ditugaskan ke luar negeri selama beberapa hari ke depan.

"Maaf aku merepotkanmu, Zihuan!" Cao Yin membungkuk pada adiknya, yang membalasnya dengan tatapan datar kesehariannya. "Xuejing anak yang baik jadi ia tidak akan banyak merepotkanmu," ujarnya, kemudian menyerahkan selembar kertas pada Cao Pi. "Ini adalah catatan singkat bagaimana cara merawat Xuejing," kemudian ia mengangkat anaknya dari kereta bayi, menyerahkannya ke dalam gendongan Cao Pi.

"Xuejing," Cao Yin mendekati wajah anaknya, mengelus kepala bayi perempuan yang setengah sadar di dalam gendongan Cao Pi. "Jadi anak yang baik selama mama dan papa pergi, ya?"

Setelahnya, ia masuk ke dalam taksi yang akan mengantarnya ke bandara, meninggalkan Cao Pi berdua dengan anak itu.

..

.

Cao Zihuan, seorang yang dahulunya adalah orang yang telah berani menurunkan sang Kaisar dari singgasananya, yang telah terjun ke entah berapa puluh medan perang, memberi ratusan komando pada prajurit-prajuritnya yang ditakuti oleh seantaro Tiongkok… tidak tahu cara mengurus seorang bayi manusia yang mungil dan tidak berdaya.

Ia duduk di atas sofa, sementara anak kakaknya itu merangkak di atas lantai, kesana-kemari mengejar bola yang menggelinding. Dilihatnya bayi itu melempar bola ke tembok, kemudian merangkak lagi untuk mengejar bola.

Cao Pi mengambil telepon genggamnya, menghubungi kontak seseorang.

"Ziyuan," panggilnya. "Datang ke rumahku. Sekarang. Urgent," ia langsung memutus telepon tanpa menerima jawaban Sima Shi.

..

.

"…Jadi…" Sima Shi memandang tidak percaya apa yang membuat Cao Pi sampai menyebutkan kata 'Urgent' tadi; seorang bayi perempuan yang tengah memeluk boneka beruang besar di pojok ruang keluarga. "…Inikah yang membuatmu membangunkanku pagi-pagi begini, Zihuan?"

Secara literal, pembuluh vena di ubun-ubun kepalanya meledak. Sekarang masih jam enam pagi! Dan hari libur pula!

Sima Shi memutar biji matanya sedangkan Cao Pi mengangkat bahu.

"Kau… orang yang telah melengserkan Kaisar; orang yang telah terjun ke berbagai medan peperangan; mencabut berapa ribu nyawa semudah Yanluo dan juga telah memberikan ribuan komando pada pasukanmu selama hampir 20 tahun karirmu… tidak bisa mengurus seorang anak bayi?!"

Cao Pi mengangguk datar. "Mengurus bayi jauh lebih susah dari mengalahkan Lu Xun, kau tahu itu?"

"Itu karena kau du-"

Cao Pi memutus omelan Sima Shi dengan sebuah ciuman. Setelah beberapa saat, ia menarik diri, tersenyum bangga atas taktiknya untuk mendiamkan remaja itu. "Aku akan pergi belanja sebentar."

"Pfft. 'Sebentar'."

Cao Pi nampaknya tidak tersinggung sama sekali. Ia beranjak meninggalkan Sima Shi di ruang keluarga. "Kau ingin sesuatu?"

"…Tidak."

"Baiklah," terdengar suara pintu depan dibuka. "Kutitipkan Xuejing padamu. Sampai terjadi sesuatu padanya, kupastikan kau akan kuhukum di atas ranjang sepanjang malam."

Sima Shi merinding di luar kemauannya. Ia berbalik mengawasi bayi polos yang tengah merangkak ke arahnya. Sima Shi mengangkat bayi itu, menggendongnya. Dilihat ekspresi senang yang terpasang pada wajah polosnya, Sima Shi tersenyum lembut menyambutnya.

"…Kuharap ia cepat pulang saja…" batinnya.

..

.

15 menit telah berlalu, dan Cao Pi masih belum pulang

..

.

10 menit berlalu, Sima Shi masih berdua dengan Xuejing.

..

.

Lima menit kemudian, Xuejing menangis. Sima Shi kewalahan menenangkannya; ia sendiri, yang setandig dengan Cao Zihuan di kehidupan lampaunya, juga tidak tahu bagaimana cara mengurus seorang anak bayi.

Ia menengoki sekitar, menemukan selembar kertas nota. Melalui kertas itu, ia mengetahui beberapa cara menenangkan seorang bayi yang sedang menangis.

"Ia baru saja makan," gumamnya. "Tidak… sepertinya bukan karena kondisi rumah yang mengganggunya…" ia menengoki Xuejing yang masih menangis-nangis dalam gendongannya. "…Jangan-jangan…"

Sima Shi menghela napas panjang. Ia berbalik, mengeluarkan sebuah popok baru dari dalam tas bayi dan membawa Xuejing ke kamar mandi untuk berganti popok.

...

..

.

Cao Pi pulang tidak lama setelahnya, tangan kanan menenteng dua kantung penuh berisi berbagai makanan ringan dan minuman. Begitu ia masuk, suasana dalam rumah hening sekali, seakan tidak ada orang yang menghuni. Cao Pi berjalan menuju ruang keluarga, menemukan Sima Shi dan Xuejing tertidur pulas di atas sofa, dengan kepala anak itu yang bersandar pada dada si anak sulung keluarga Sima.

Cao Pi berdiri di belakang sofa, mengamati wajah Sima Shi yang berkeringat. Ia mengusap dahi pemuda itu, membungkuk untuk mendaratkan sebuah kecupan di sana. Seulas senyum menggembang di bibirnya.

"Kau telah melakukan yang terbaik, Ziyuan."

Wen Xuejing menggeliat pelan, tetapi tidak mengusik Sima Shi dari nikmatnya tidur setelah bersusah payah merawatnya.