setelah seminggu vakum gara-gara gada internet di kosan, baru sempet update skarang.

oya, buat cepter kmaren2 maap banget ya banyak misstypo dan kekurangan eyd lainnya. abis ini bakalan dibeneri deh. hehe

makasih yaaa buat saran kritik dan semuanya yang udah di tulis di ripyu!

:D

disclaimer: naruto bukan punya saya.

enjoy cepter 8!


~GOODBYE DAYSxWELCOME HOME~

Kakashi tersadar,

dia berusaha menegakkan tubuhnya tetapi yg di dapat hanya rasa ngilu di setiap bagian badannya.

duel dengan jendral memang bener2 duel yg sebenernya bisa dibilang, pertarungan sampai mati karna jendral yg sellau punya taktik yang ga terduga dan diapun ga mudah menyerah

dia melihat ruangan sekelilingnya. begitu melihat seseorang tertidur di kursi yg ga jauh darinya, dia tersenyum

Kakashi berdehem. orang itu terbangun dari tidur

"selamat pagi" ucap Kakashi

Ngedenger greeting dari Kakashi, orang itu tersadar sepenuhnya "kau udah siuman??"

"apa kabar mu, Anko?" tanya Kakashi sambil tersenyum

Anko lgsg nyamperin Kakashi yg terbaring di tempat tidur. "masih ada yg kerasa sakit?"

Anko masih cemas tentang keadaan Kakashi yg lumayan parah.

"jelas engga lah.. kayanya aku juga udah sembuh nih" ucap Kakashi. "sejak kapan aku jadi senorak Guy gini sih?"Kakashi menyadari satu hal yang enggak bgt.

Anko mukul tangan sebelah kiri Kakashi yg lukanya lumayan parah

"aww!" Kakashi kesakitan

Anko senyum ngeselin "makanya, kalo masih ada yg sakit bilang aja. gausah sok kuat" Anko berjalan keluar kamar manggil Yuki dan Hana

mereka berdua nongol di depan pintu kamar

"selamat pagi" sapa Kakashi

mereka berdua, terutama Yuki langsung girang berbunga-bunga ngeliat Kakashi udah baikkan

Anko menuju ruang makan untuk mengambil sarapan paginya Kakashi. ternyata ada ayahnya disana

"apa Kakashi sudah siuman?" tanya ayah Anko

"udah ayah. sekarang dia lagi ngobrol sama Yuki sama Hana dikamar" jawab Anko sambil nyiap-nyiapin piring dan gelas

"kamu tau Erika, kemarin anak itu bertarung mati-matianan melawan jendral. dia ga pernah nyerah walopun jendral berkali-kali memojokannya, dia selalu dapat menangkis bahkan membalas. Jurus-jurusnya dan semangat juangnya juga sangat mengagumkan.."

Anko tersenyum"dia memang begitu kan, ayah.." entah kenapa, Anko jadi bangga begimanaa gitu. Padahal bkn dia yang dipuji.

"dan ayah beruntung menitipkanmu ke anak itu, Erika.." ucap ayah dengan aksen ke bapakkan nya. dia tersenyum

Anko blushing. lalu dia pergi membawa makanan ke kamar dengan segala perasaannya yg bercampur

ayah Anko menutup buku yg tadi ia baca "dengan ini, ayah benar-benar sudah rela melepasmu, Erika.. "

setelah sarapan pagi. Kakashi lgsg turun dari tmpt tidur. niatnya sih mau beres-beres barang buat pulang nanti. tapi ternyata semua perlengkapannya udah ada di kamar dalam keadaan kumplit-plit.

"mau kemana, hah?" tanya Yuki yg udah berdiri di ambang pintu

"oh kau rupanya. rapi bgt pakaen mu hari ini?" tanya Kakashi sambil berusaha duduk dengan benar

"ini kan.. hari terakhirmu di desa ini Kakashi.. yaa jadi.." jawab Yuki dengan ekspresi sedih yg diiringi dg senyuman yang agak dipaksain

Kakashi jd ngerasa ga enak "hei Yuki. duduk sini" panggil Kakashi sambil nepuk tempat duduk yg ada dsampingnya

"ikutlah aku ke konoha" ucap Kakashi tanpa basa-basi

Yuki tersenyum lemah "hei. kau pikir aku anak kebrapa? aku mempunyai tanggung jwb yg besar disini, dude"

Kakashi tertawa "susah juga yaa jd anak sulung"

"tenang aja Kakashi. kalo lagi senggang aku bakalan main-main ke konoha deh"

Kakashi tersenyum.

hening sejenak. mereka berkutat dengan pikiran masing-masing

Kakashi berdiri "aku akan berkeliling desa sebentar"

"aku ikut"

mereka berdua berjalan keliling desa.

"aku yakin, kamu bakalan kangen bgt sama tempat ini?" kata Yuki

"gimana ngga? banyak hal menarik disini.. "

Kakashi merangkul Yuki dengan sebelah tanganya yg keadaannya gak parah2 banget " mungkin aku bakalan lebih kangen kamu dr pada tempat ini"

Yuki ngakak "kita udah kaya homo gini sih? hahahaha"

mereka berdua ketawa.

walopun cuma seminggu, udah banyak yg terjadi sama Kakashi. termasuk sikap nya yg mulai berubah kepada orang2-orang disekitarnya. Kakashi mikir, mungkin gara-gara aura aneh dr desa ini dia jadi berubah. Tapi kenyataannya bukan gara-gara hal itu, ini semua karna dia berani untuk mulai terbuka dengan orang lain dan lebih menghargai sesama.

semua org berkumpul di balai desa termasuk Kakashi. jendral yg tampak sama menderitanya kaya Kakashi memimpin perkumpulan itu

dia berbicara kalau kakshi adalah ninja dr konoha yg ditugaskan membawa Erika putri edelweiss yg merupkan cucu dr tetua hokage kembali ke desanya. dan jendral mengijinkan mereka untuk meninggalkan desa setelah duel yg menunjukan kalo dia itu pantes ngebawa Erika kluar dari klan. Kakashi pun ganti berbicara. dia mengucapkan terima kasih atas keramah tamahan dan kesediaan warga desa untuk membiarkannya tinggal dsini. terutama untuk keluarga edelweiss dan eucalyptus.

dengan kalimat penutup dari jendral, Kakashi pun secara resmi dibolehkan untuk keluar dari desa klan misterius ini bersama Anko.

semua warga klan itu mengantar kepergian Kakashi dan Anko.

Yuki, Hana, Tristan, dan ayah Anko adalah oang-orang yg paling depan waktu nganterin mereka pergi.

Yuki dadah-dadah ke mereka. Hana senyum. Tristan memandang lurus ke arah mereka dengan paras yg tegas. sementara ayah Anko, dia melepas mereka dengan senyum meghiasi wajah wibawanya. Kakashi pun menunduk kearahnya. dia sangat merasa terhormat pernah mengenalnya

dia adalah orang yg jujur, tegas, dan bijaksana. terbukti pada saat duel melawan jendral.

saat itu jendral dan dia seri. dengan desakan dari para pengawas lainnya, ayah Anko dibuat untuk memenangkan jendral. tetapi dengan hak penuh ia memutuskan Kakashi yg menang karena jumlah jurus yg mengenai jendral lebih banyak dari jurus jendral yg mengenai Kakashi. walaupun itu artinya sama aja kaya ngekhianatin klannya sendiri.

mereka berdua pun pergi meninggalkan desa

"aku bakalan kangen banget sama Kakashii.. !" ucap Yuki dengan ekspresi menangis tanpa suara (guru Guy mood: on)

Hana nepuk pundak Yuki "kalian akrab bgt yaa. Jarang-jarang lo aku liat kamu bisa sekarab ini sama orang asing"

Yuki nyengir "abiss.. dia asik sih"

sementara itu di perjalanan menuju konoha

Anko ngeliatin Kakashi "kamu gapapa?

Kakashi ngejawab sambil senyum "gapapa. kan udah cukup perawatan dan istirahat dirumah mu"

"bagus deh kalo gitu. takut aja gitu tiba-tiba kamu lukanya pada kebuka. aku gamau nolongin ya dan jangan ngerepotin!" Anko ngejek

Tiba-tiba Kakashi oleng waktu loncat dari pohon ke pohon. hampir jatoh ke tanah

Anko reflek nolongin Kakashi "Kakashi! "

Kakashi dengan gerakan cepat langsung kembali ke posisi normal. dia senyum penuh dengan kemenangan "kalo aku jatuh juga pasti kamu bakalan nolongin kan?" dia cuma pura2 jatuh ternyata sodara-sodara

Anko blushing gara-gara ngingkarin omongannya yang tadi. dia langsung jauh2 dr Kakashi "heh cowo sok keren! itutuh gak sengaja yaa. lain kali pasti ga bakalan aku tolongin!"

"masa?" tanya Kakashi dengan tampang ngegodain gitu. (*mau dooongg digodaaaa!)

"iyalah pasti!" kata Anko sambil terus menatap ke depan. dia bakalan ketawan blushing kalo dia ngomong sambil menatap Kakashi "ayok buruan! aku pengen cepet-cepet istirahat" kata Anko sambil mempercepat langkahnya

diperkirakan mereka akan tiba dalam waktu 5 menit lagi. selama perjalanann itu mereka sunyi senyap kaya mengheningkan tjipta.

KRIK KRIK. Jangkrik berdawai

tepatnya Kakashi seperti sedang memikirkan sesuatu jadi Anko ga brani gangguin dia

"oi Anko" panggil Kakashi tiba2

"apa cowo sok keren??"

"nanti, setibanya di desa, aku akan langsung mengantarmu ke rumah nenek. dan setelah itu.. "kata kaksahi dengan tampang yg serius

"apa sih?" Anko nggak ngerti.

"ah engga. forget it" kata Kakashi memalingkan muka. dia lagi mikirin sesuatu

mereka pun tiba di desa

"yoo Kakashi!" kata joonin yg jagain gerbang. Genma.

"yoo" jawab Kakashi singkat

"tumben lama"

"misi kali ini perlu jalur diplomatik jadi yaa.. butuh waktu lebih lama aja"

Kakashi dan Anko meninggalkan gerbang menuju suatu tempat

"Kakashi. kita mau kemana sekarang?" Tanya Anko

"kerumah nenek"

mereka tiba dirumah nenek tetua hokage, rumah kediaman keluarga Mitarashi

TOK TOK!

"ada apa Kakashi?" tanya seorang dalam rumah

"aku datang membawa Anko, nek" kata Kakashi dengan tampang seriusnya.

Anko bingung knapa sejak sampe di desa tampang Kakashi jd srius terus itu enggak lah penting skarang. yg penting baginya skarang adalah dia udah g sabar lagi buat ketemu sama nenek!

pintu dibuka. seorang nenek berambut ungu keluar..

"An.. Anko? apa itu kau Anko??" tanya si nenek dgn tampang gembira dan terharu

"nenekk!!" Anko juga sama senengnya. dia langsung meluk nenek

Kakashi tersenyum melihat skema kaya gitu. andai orang tuanya masih hidup untuk menyambutnya stiap dia pulang kerumah. btapa bahagianya dia..

oke. Mungkin kalo dia mikir kaya gitu bakalan dikatain crybaby ato apapun, tapi dia memang bener-bener kangen sama kedua orang tuanya. Untuk saat itu.

"well. tampaknya tugas ku sudah selesai" kata Kakashi menginterupsi .

"baiklah Kakashi. terima kasih" ucap nenek dengan hati berbunga2 karna Kakashi telah membwa cucunya pulang dengan selamat

Kakashi pun pergi

"Kaka.. shi..? "Anko juga pengen ngucapin makasih juga tapi Kakashi udah keburu pergi

sesampainya di apartmen Kakashi,

Kakashi langsung merebahkan dirinya di kasur

"hh.. what a troublesome day with a troublesome room.. "

setelah beberapa menit ia merebahkan diri, Kakashi lgsg menuju kamar mandi untuk membersihkan diri

agenda selanjutnya adalah makan. tapi dia ga punya makanan di kamarnya selain "yaampun. mi instan lagi?" Kakashi ngeliatiin mis instan yg udah agak berdebu dan tanggal expired nya tgl beberapa hari lg

mau gamau dia makan mi instan. selesai makan dia tiduran lagi

"akhirnya bisa istirahat 3 hari penuh.. hh."batin Kakashi sambil nutup kedua

Tiba-tiba di ngerasa kegerahan dan buka baju. membuka jendela juga. lalu tidur dengan topless. (*ehehehe.. = author ngences. Mupeng)

Bangun-bangun udah sekitar jam7

diapun lgsg memakai bajunya lgi dan menuju tempat makan biasanya. Kedai ichiraku

walopun ichiraku adalah kedai ramen, tapi dia menyediakan berbagai masakan yg berhubungan sama mie.

"pak, miso satu" pesen Kakashi

"hei Kakashi! baru pulang dr misi?" tanya pak pemilik

"iya"

"tampaknya misimu kali ini sangat merepotkan, huh? badan mu keliatan sakit semua"

"lumayanlah pak.."

dan hanya dlm waktu 5 menit, miso udah jadi

"nih silahkan dimakan. bapak tambahin terong kesukaanmu tuh biar cepet sembuh" kata si bapak sambil nyengir

Kakashi senyum "makasih pak"

dia pun memakan makanan favoritnya itu dngan lahap. setelah membayar, Kakashi berjalan mengitari konoha sebentar

"kangen juga ninggalin konoha selama seminggu.." batin Kakashi

Tiba-tiba,

"hei Kakashii!" seseorang menepuk punggung Kakashi

"hei Iruka! apa kabar?" tanya Kakashi semangat. dia udah lama ga ngobrol sama sahabatnya yg satu ini

"wow wow.. kabar baik. ada apa nih Kakashi?" tanya Iruka penasaran

kakshi bingung "emangnya ada apa?"

Iruka senyum "hm.. tampaknya ada sesuatu yg berubah nih dari Kakashi. Dia lebih.. mm, apa ya namanya.. aha! Lebih bersemangat" abatin Iruka.

"ahh gapapa. oia Kakashi, temenin aku ke warung dango ya? aku traktir deh! hehehe. gimana?" ajak Iruka

"kenapa enggak?" Kakashi nyengir

di warung dango,

"gimana misimu? " tanya Iruka

"yah lumayan sampe bisa bikin aku babak belur juga. itu cukup parah untuk seseorang yg menempuh jalur diplomatik kan? hehe" kata Kakashi

"trus gmana sama si cucu nenek itu?"

"Anko maksutmu? dia sekarang udah ada dirumah nenek"

"oh namanya Anko.. dia orangnya gimana? cantik ga? hehe" tanya Iruka ngegodain kakshi

"well, yaa lumayanlah. tapi dia itu bawel bgt persis kaya nenek" jawab Kakashi

Iruka ketawa "is that so? ahahahah"

"walopun dia cerewet, ngeselin, suka ngerepotin.. tappi dia gampang buat dikerjain" Kakashi terkekeh

Iruka bengong. baru kali ini liat kakshi berekspresi selepas itu. Dan yang lebih bikin Iruka heran, dia kaya gitu gara-gara cewe?

Mm, oke. Dulu Kakashi pernah juga cerita sesuatu ekspresi selepas itu, tapi itu pun dia lagi ngegosipin asuma yg udah dewasa gt ternyata masih sering dimarahin sama alm. kakek Sarutobi gara2 makannya gak abis. Gitu doang sih.. abis itu gak pernah lagi. Sekarang? Ehm..

"hmm.. ada apaan nih Kakashi kok tumben2nya kamu seseneng ini?" tanya Iruka dg tampang jail

"seneng kaya gimana?"

"yaa kaya gitu. jarang2 loh aku ngeliat seorang Kakashi hatake bercerita seinterest itu ttg seseorang.. jangan2.. "

"dasar tukang gosip. yuk udahan. aku mau tidur nih, udah malem"

"malem? baru jam 9 juga. ahhh aku tauu.. kau mencoba mengalihkan topik kaann Kakashi hatake?" Iruka makin menjadi2 ngegodain Kakashi. Sampe colek-colek segala lagi

"dah ya. aku pengen tidur nih" pamit Kakashi trus dia lgsg ilang

"heh.. emang ga sopan ni org. tapi, aku jd pengen ketemu sama perempuan itu. Gimana ya orangnya.." batin Iruka

sementara itu,

Kakashi balik ke apartmennya memang, tapi dia ga lgsg tidur ato semacemnya, dia malahan duduk-duduk di atas gedung aprtmennya.

mlm ini cerah. banyak bintang yg bermunculan di langit

Kakashi menikmati keindahan malam ini. "untung gada Anko. Kalo ada dia, suasana male mini ga bakalan setenang sekarang.. "Kakashi nempeleng kepalanya sendiri. "kok bisa2 nya sih aku kepikiran! akh.. kacau kacau" Kakashi meyakinkan dirinya kalo hal tadi ga perlu terjadi lg tapi .. "tapi, sepi bgt sih malem ini.. "

tiba2 seseorang nepok pundaknya,

hati Kakashi berharap kalo itu Anko, tapi logika Kakashi menyangkal kalo pemikiran kaya gitu ga bgs buat dia (*inget kasus Aya*). Well, ngarep juga gada salahnya kan?

waktu Kakashi nengok ,ternyata..

"oh kau, Iruka.." kata Kakashi, agak kecewa. Upsy, kecewa?

"katanya udah pengen tidur?" tanya Iruka

"ga jadi. langit malem ini lg bgs.." jawab Kakashi. Ngeles.

"Kakashi, ceritain dong kegiatan disana apa aja? apa.. kamu juga nemu banyak hal yg menarik disana?"

Kakashi tersenyum. dia bercerita panjang lebar tentang segala aktivitas di sana. Kakashi juga bercerita ttg Yuki, sahabatnya. dan Hana cewe taksirannya. cerita ttg seseorang yg bernama jendral dan bagaimana dia mengalahkan jendral. juga ttg ayah Anko yg dia hormati.

tiba2 dia berenti ngomong waktu dia inget apa yg terjadi sebelum dia pergi duel.. kejadian Anko mencium dahi nya..

Kakashi memalingkan muka. untung ini malem, jadi Iruka mungkin ga ngeliat kalo dia agak blushing. seorang Kakashi blushing? hmm.. jarang! Jarang bgt!

Iruka tersenyum "yahh.. seminggu bukan waktu yg singkat ya Kakashi hatake." Iruka ngeliat kalo Kakashi sempet blushing td. walopun cm sekilas

"ya, memang bukan waktu yg singkat.. "kata kakash sambil membaringkan dirinya di atas lantai betony g dingin.

Mereka mencoba mengosongkan pikiran mereka untuk menikmati malam hari tercerah yg pernah mereka nikmatin di konoha.


selesai.

:D

ripyu plis. hehe